Anda di halaman 1dari 19

LECTURE 2

Direct Current Indicating Instruments

CONTENTS
Suspension Galvanometer Torque and Deflection of galvanometer Dynamic Behavior Damping Mechanism Galvanometer sensitivity DC ammeters DC voltmeters Important Note

Suspension Galvanometer
[CONTENTS]

Pelopor instrumen kumparan putar Dasar bagi instrumen penunjuk arus searah Mampu mendeteksi atau mengukur tegangan atau arus dalam orde yang kecil (V, A) Prinsip Kerja: berdasarkan hukum elektromagnetik, suatu kumparan akan berputar di dalam medan magnit bila dialiri oleh arus listrik (moving coil)

Torque and Deflection of The Galvanometer Galvanometer PMMC (Permanent Magnet Moving Coil ) [CONTENTS]

Arus dialirkan ke kumparan Torsi Elektromagnetik kumparan berputar. Besar Torsi : Torsi elektromagnetik diimbangi oleh T = B x A x I x N (1) torsi mekanis pegas-pegas T = Torsi (Nm) pengatur. B = Kerapatan Fluksi (Wb/m2) Keseimbangan torsi-torsi dan posisi A = Luas efektif kumparan (m2) sudut kumparan putar dinyatakan I = Arus di dalam kumparan putar oleh jarum penunjuk, terhadap (A) referensi tertentu yang disebut skala. N = Jumlah lilitan kumparan

Gerakan dasar PMCC ini diseblt gerak dArsonvaL (compare w/ electrodinamometer?)

Dynamic Behavior [CONTENTS]

q0

Pada persamaan 1, galvanometer dianggap bekerja dalam kondisi mantap (steady state) -> kecepatan, redaman, dan lonjakan (overshoot) tidak diperhitungkan. Sifat dinamik Galvanometer dapat diamati dengan cara memutuskan secara tiba-tiba arus yang dimasukkan -> kumparan berayun kembali ke posisi semula (nol) -> jarum tidak langsung berhenti di titik nol ->berayun melewati titik nol ->berosilasi di sekitar titik nol >berhenti pada titik nol.

Dynamic Behavior (contd)


Besarnya Torsi pada sifat dinamik adalah sebagai berikut :

TJ

d2q dt
2

dq D Sq dt

.2)

J D S q
d2q dt
dq dt

= momen inersia kumparan putar = Konstanta redaman = Torsi lawan = Sudut putar = Percepatan sudut putar

= Kecepatan sudut putar

Damping Mechanisms [CONTENTS]

I = teredam lebih (over damp) II = kurang teredam (under damp) III = teredam kritis (critical damp)

; D2 4 JS >0 ; D2 4 JS <0 ; D2 4 JS =0

Kondisi teredam kritis dapat dihasilkan dengan menghubungkan kumparan ke suatu tahanan luar (CDRX = Critical Damping Resistance External)

Galvanometer Sensitivity
[CONTENTS]

Sensitivitas Arus: perbandingan penyimpangan (defleksi, d) galvanometer terhadap arus(I) yang menghasilkan defleksi tersebut. d mm

SI

I A
SI = 100 mm/A d = 100mm

Contoh :
I = 1 A

Sensitivitas Tegangan: perbandingan penyimpangan (defleksi, d) galvanometer terhadap tegangan (V) yang menghasilkan defleksi tersebut. Dalam perhitungan sensitivitas tegangan, nilai CDRX diperhitungkan d mm SV V mV

Galvanometer Sensitivity
(Contd)
Contoh Sentivitas tegangan :
d= 100mm i = 1A CDRX SI = 100mm/A V

Diketahui : rm (tahanan dalam galvanometer):50 CDRX = 750 Maka: V = 1 A x (750 + 50) = 800 V = 0,8 mV

Sv

d 100mm 125 mV V 0,8 mV

Galvanometer Sensitivity (Contd)


Sensitivitas Megaohm: didefinisikan sebagai tahanan (dalam M) yang dihubungkan secara seri dengan galvanometer agar menghasilkan defleksi sebesar 1 mm (1 bagian skala), bila tegangan 1 V dimasukkan ke rangkaian tersebut.

SR
Contoh :

d mm SI I A

d= 100mm

?M
SI = 100mm/A

100mm 1A 1mm 1/100 A

V =I x R 1V = 1/100 A x R R = 100 M 100 M

DC

1V

Galvanometer Sensitivity (Contd)


Sensitivitas Balistik : perbandingan antara penyimpangan maksimum pada galvanometer (dm) dengan muatan listrik (Q) dalam satu pulsa tunggal yang menghasilkan defleksi tersebut yang mengalir melalui galvanometer.

SQ

d m mm Q C

Tugas Mandiri : Pelajari contoh soal 4.1. Hal 61 Cooper, William, Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran

DC Ammeters
Shunt Resistor
[CONTENTS]

Vshunt = V alat ukur Is Rs = Im Rm


Rm = tahanan dalam alat ukur Rs = tahanan shunt Im = arus defleksi skala penuh alat ukur Is = arus shunt I = arus skala penuh amperemeter termasuk arus shunt

I m Rm Rs I Im

Contoh soal Shunt Resistor :


Sebuah alat ukur 1mA dengan tahanan dalam 100 akan diubah menjadi 0 100 mA. Tentukan nilai tahanan shunt yang diperlukan. Jawab : Is = I Im = 100 1 = 99 mA Rs = (ImRm) / Is = (1 ma x 100 ) / 99mA = 1,01

Ayrton Shunt

Schematic diagram of a simple multirange ammeter --------

Universal or Ayrton shunt --

Contoh soal Ayrton Shunt :


Tentukan besar masing-masing tahanan (Ra, Rb, Rc) pada rangkaian shunt Ayrton yang mempunyai batas ukur 1A, 5A, dan 10A. Tahanan dalam Rm = 50 dan arus defleksi penuh 1mA. Jawab :

DC Voltmeters
[CONTENTS]

Basic dc voltmeter circuit --


Rs V I m Rm V Rm Im Im
R1 R2 R3 R4 Im Rm

Multirange voltmeter ---------

Voltmeter sensitivity :
1 S I fsd V
+ -

V2 V1

V3 V4

Contoh soal Multirange Voltmeter :


Sebuah gerak dArsonval dengan tahanan dalam Rm = 100 dan arus defleksi penuh (Idp) 1mA akan digunakan sebagai multirange voltmeter dc dengan batas ukur 0 10V, 0 50 V, 0 250 V dan 0 500 V. Tentukan besar tahanan-tahanan pengali (Rs) yang diperlukan.

Mencari tahanan pengali (Rs) dengan menggunakan metode Sensitivitas :


Dari Rumus Sensitivitas : Sehingga nilai Rs dapat dicari dengan cara

1 S Idp V RT SxV Rs RT Rm Rs (SxV ) Rm

1 Idp

1 1000 1mA V

R4 (SxV ) Rm (1000 x10V ) 100 9,900 V R3 (SxV ) (Rm R4 ) (1000 x 50V ) 10k 40K V R2 (SxV ) (Rm R4 R3 ) 200K R1 (SxV ) (Rm R4 R3 R2 ) 250K

Important Note
[CONTENTS]

Jangan menghubungkan ampermeter ke sumber tegangan. Karena tahanannya rendah dia akan mengalirkan arus yang tinggi, alat akan rusak. Ampermeter harus selalu dihubungkan seri terhadap beban, sedangkan voltmeter dihubungkan parallel. Polaritas harus tepat, jika terbalik dapat menyebabkan defleksi yang berlawanan yang dapat merusak jarum penunjuk Jika menggunakan alat ukur multirange, gunakan dahulu range tertinggi.