Anda di halaman 1dari 2

X.

PENCEGAHAN Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor paparan asap rokok dan polusi udara, membatasi penularan terutama dirumah sakit misalnya dengan membiasakan cuci tangan dan penggunaan sarung tangan dan masker, isolasi penderita, menghindarkan bayi/anak kecil dari tempat keramaian umum, pemberian ASI, menghindarkan dari kontak dengan penderita ISPA. Penggunaan imunoglobulin (RSV Ig! pada bayi berumur kurang dari "# bulan dengan Bronchopulmonary dysplasia ($P%!, bayi prematur (& '( minggu! menun)ukkan hasil penurunan signifikan terhadap )umlah yang terinfeksi RSV, )umlah penderita masuk RS serta memperpendek *aktu pera*atan. RSV Ig dapat ditoleransi dengan baik. Palivizumab adalah humanized murine monoclonal anti F glycoprotein antibody, yang mencegah masuknya RSV kedalam sel host. Respigram adalah human polyclonal hyperimmune globulin, diberikan secara intra+ena, )uga bisa digunakan sebagai imunoprofilaksis pasif pada bronkiolitis. Penelitian penggunaan +aksin RSV menggunakan +irus hidup (live attenuated, subunit, live recombinat! dan synthetic peptide sampai saat ini tidak memberikan proteksi yang adekuat. Indikasi dira*at pasien bronkiolitis adalah ,

-mur &' bulan (meningkatnya resiko apneu dan penyakit men)adi lebih berat !. -sia kehamilan kurang '# minggu Adanya faktor resiko Adanya apneu, takipneu, retraksi, gi.i buruk dan agitasi. Pulse oximetry &/(0 Pada foto rontgen terlihat adanya atelektasis.

1riteria pulang pada pasien ini adalah ,


2idak ada lagi tanda tanda ga*at napas (3R&45 menit! baik ketika istirahat maupun saat makan. Retraksi minimal saat istirahat (tidak menangis! 6airan yang masuk adekuat Saturasi 7" 8 /' 0 -mur diatas " bulan tanpa ri*ayat kelahiran prematur 2idak ri*ayat penyakit )antung paru

XI. KOMPLIKASI

$iasanya komplikasinya bisa berupa apneu, pneumonia, sindrom aspirasi, gagal nafas yang membutuhkan +entilator mekanik, dehidrasi, atrial tachycardia. Pneumothorak dapat )uga ter)adi pada penyakit obstruksi yang berat Ada beberapa kelompok pasien yang beresiko tinggi terhadap infeksi RSV yang berat yaitu , bayi prematur (usia kehamilan &'( minggu!, penyakit )antung kongenital, penyakit paru kronik, fibrosis kistik, dan kelainan fungsi imunologi (bisa karena kemoterapi, transplantasi, dan kelainan imunodefisiensi kongenital atau didapat! 1omplikasi seperti otitis media akut, pneumonia bakterial dan gagal )antung )arang di)umpai. XII. PROGNOSIS 1ebanyakan prognosis pasien dengan bronkiolitis adalah baik. Anak biasanya dapat mengatasi serangan tersebut dalam *aktu sesudah #9 :" )am. Prognosis men)adi buruk pada pasien dengan kelainan imunologi atau penyakit kardiopulmoner yang kronik. Per)alanan penyakit biasanya : ;5 hari tapi pada beberapa pasien mencapai ' # minggu. Sekitar '5 #50 anak anak dengan bronkiolitis akan timbul *hee.ing berikutnya hingga umur : tahun, yang ditandai dengan peningkatan eosinofil selama infeksi RSV masih ada. <ortalitas karena infeksi RSV primer kurang dari ;0. Anak dapat meninggal karena komplikasi pneumonia, apneu yang lama, asidosis respiratorik yang tidak terkoreksi, karena dehidrasi atau superinfeksi bakteri yang tidak terobati. Pada beberapa penelitian dinyatakan bah*a pasien yang mempunyai ri*ayat bronkiolitis sebelumnya akan men)adi faktor resiko tinggi timbulnya *hee.ing yang berulang atau predisposisi ter)adinya asma pada masa kanak kanak. %an )uga bisa di)umpai kelainan fungsi pernapasan yang minimal pada anak anak usia sekolah.