Anda di halaman 1dari 10

Instrumentasi Geofisika

Metode Geolistrik IP Time Domain

Presented by : Intan Hasanah 115.120.002 Kathana Didin Fakhrudin 115.120.006 M. Agni Gustama 115.120.007

Dasar Teori

Metoda geolistrik adalah salah satu metoda geofisika untuk menyelidiki kondisi bawah permukaan, yaitu dengan mempelajari sifat aliran listrik pada batuan di bawah permukaan bumi. Penyelidikan ini meliputi pendeteksian besarnya medan potensial, medan elektromagnetik dan arus listrik yang mengalir di dalam bumi baik secara alamiah (metoda pasif) maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi (metoda aktif) dari permukaan. Dengan metoda elektrik (salah satunya tahanan jenis) mempunyai prinsip dasar mengirimkan arus ke bawah permukaan, dan mengukur kembali potensial yang diterima di permukaan.

Pembagian Metode Geolistrik Metode Geolistrik dibagi menjadi 2 yaitu metode aktif dan metode pasif. Metode pasif adalah metode tanpa menggunakan penginjeksian arus listrik terlebih dahulu, metode ini memanfaatkan arus listrik yang telah ada didalam bumi (khususnya pada batuan). Metode ini terdiri atas : Metode Self Potensial Metode aktif adalah metode yang menggunakan penginjeksian arus listrik kedalam bumi, metode ini terdiri dari : Metode Resistivitas (Resistivity) Metode Induksi Polarisasi (Induced Polarization)

Metode Induksi Polarisasi (Induced Polarization) Polarisasi terimbas merupakan salah satu metode geofisika yang mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan mineral-mineral logam di bawah permukaan bumi. Dasar metoda ini adalah mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan logam dengan mengalirkan arus listrik ke dalam tanah. Dengan metoda polarisasi terimbas dapat terlihat fenomena elektrokimia, dan dari kurva responnya dapat terlihat informasi yang spesifik, seperti misalnya terlihat harga IP yang positif maupun negatif. Kandungan mineral di bawah permukaan berdasarkan proses terjadinya mempunyai bentuk yang bermacam- macam, misalnya lapisan-lapisan, bola, silinder, dll. Pada metode geolistrik polarisasi terimbas arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui 2 elektroda arus, kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. Dalam metoda polarisasi terimbas ada 4 macam metoda pengukuran yaitu :

1.
2. 3. 4.

Domain Waktu (Time Domain)


Domain Frekuensi (Frequency Domain) Pengukuran Sudut Fasa Magnetic Induced Polarization (MIP)

Metode Pengukuran Domain Waktu (Time Domain) Jika arus listrik dialirkan ke tanah dan kedua kedua elektroda diamati, akan terlihat bahwa tegangan tidak segera turun menjadi nol setelah arus dimatikan, akan tetapi menurun secara perlahan lahan menjadi nol. Kedalam tanah dialirkan arus listrik berbentuk persegi panjang. Jika arus listrik dihentikan, maka terjadi peluruhan potensial antara kedua elektroda tersebut. Amplitudo tegangan yang turun secara perlahan lahan tersebut merupakan ukuran dari efek polarisasi terimbas.

Peralatan yang digunakan :

Resistivitymeter Resistivitymeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur resistivitas suatu medium, baik berupa batuan maupun lapisan. Selain mengukur resistivitas, alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur polarisasi terinduksi dan potensial diri dari suatu medium.

Elektroda arus dan elektroda potensial Fungsi elektroda ini adalah untuk penghantar atau medium antara arus yang diinjeksikan dari permukaan bumi melalui elektroda arus dan diterima perbedaan potensial melalui elektroda potensial.

Accu
Fungsi accu ini adalah sebagai sumber arus untuk alat resistivitymeter syscal.

Kabel arus dan Kabel Potensial

Berfungsi untuk menghubungkan resistivitas dengan elektroda. Kabel arus untuk elektroda arus dan kabel potensial untuk elektroda potensial.

Meteran dan Palu

Fungsi dari meteran adalah untuk mengukur jarak di lapangan yaitu jarak antara C2 dengan C1, C1 dengan P1, P1 dengan P2. Fungsi palu adalah untuk memasukkan elektroda arus maupun elektroda potensial lebih dalam, sehingga pembacaan nilai pada I dan R lebih pasti.