Anda di halaman 1dari 23

4

BAB II
LANDASAN TEORI
II.1. Pengertian
II.1.1. Pengertian SOP (Standart Operating Procedure)
Saat ini masih banyak Perusahaan yang beroperasi tanpa didukung dengan
sebuah sistem yang baku. Mereka lebih banyak beroperasi berdasarkan kebiasaan apa
yang sudah mereka jalankan bertahun-tahun dan akhirnya menjadi sebuah
kebiasaaan/ budaya perusahaan tersebut. Tidak hanya terbatas dengan perusahaan
dengan skala kecil, perusahaan skala menengah dan besar pun masih ada yang belum
memiliki System Operational yang baku dan dibakukan pula. Pada umumnya juga
perusahaan dengan tipe seperti ini semua system yang ada dan berlaku disana ada dan
dicatat dimasing-masing kepala para key person, dimana para key person mungkin
sudah bekerja lama untuk perusahaan ini.
Tetapi tidak semua perusahaan mengenyampingkan hal ini, bahkan di beberapa
dan umumnya perusahaan besar mereka sudah memiliki sebuah Departemen
tersendiri yang khusus mengurusi System Procedure Perusahaan tersebut. Sedangkan
untuk perusahaan skala kecil dan menengah fungsi System Procedure ini terafiliasi di
dalam Departemen Accounting atau ada juga yang dibawah Departemen Human
Resources.
5
Paradigma governance membawa pergeseran dalam pola hubungan antara
pemerintah dengan masyarakat sebagai konsekuensi dari penerapan prinsip-prinsip
corporate governance. Penerapan prinsip corporate governance juga berimplikasi
pada perubahan manajemen pemerintahan menjadi lebih terstandarisasi, artinya ada
sejumlah kriteria standar yang harus dipatuhi instansi pemerintah dalam
melaksanakan aktivitasaktivitasnya. Standar kinerja ini sekaligus dapat untuk menilai
kinerja instansi pemerintah secara internal mupun eksternal. Standar internal yang
bersifat prosedural inilah yang disebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Perumusan SOP menjadi relevan karena sebagai tolok ukur dalam menilai
efektivitas dan efisiensi kinerja instansi pemerintah dalam melaksanakan program
kerjanya. Secara konseptual prosedur diartikan sebagai langkah-langkah sejumlah
instruksi logis untuk menuju pada suatu proses yang dikehendaki. Proses yang
dikehendaki tersebut berupa pengguna-pengguna sistem proses kerja dalam bentuk
aktivitas, aliran data, dan aliran kerja. Prosedur operasional standar adalah proses
standar langkah - langkah sejumlah instruksi logis yang harus dilakukan berupa
aktivitas, aliran data, dan aliran kerja.
Atmoko, Tjipto : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) DAN AKUNTABILITAS
KINERJA INSTANSI PEMERINTAH, [online],(:http://resources.unpad.ac.id/unpad-
content/uploads/publikasi_dosen/STANDAR%20OPERASIONAL%20PROSEDUR)
6
Dilihat dari fungsinya, SOP berfungsi membentuk sistem kerja & aliran kerja
yang teratur, sistematis, dan dapat dipertanggung jawabkan menggambarkan
bagaimana tujuan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan peraturan
yang berlaku, menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan kegiatan berlangsung,
sebagai sarana tata urutan dari pelaksanaan dan pengadministrasian pekerjaan harian
sebagaimana metode yang ditetapkan, menjamin konsistensi dan proses kerja yang
sistematik; dan menetapkan hubungan timbal balik antar Satuan Kerja.
Menurut Jones (2001:49) dalam bukunya Organizational Theory dinyatakan
bahwa istilah SOPs muncul dalam pembahasan mengenai Balancing
Standardization and Mutual Adjustment, yaitu: Written rules and standard
operating procedures (SOPs) and unwritten values and norms help to control
behavior in organization. The specify how an employee is to perform his or her
organization role, and they set forth the tasks and responsibilities associated with
that role.
Berdasarkan pendapat ini maka SOP merupakan bagian dari peraturan tertulis
yang membantu untuk mengontrol perilaku anggota organisasi. SOP mengatur cara
pekerja untuk melakukan peran keorganisasiannya secara terus menerus dalam
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab organisasi.
Secara umum, SOP merupakan gambaran langkah-langkah kerja (sistem,
mekanisme dan tata kerja internal) yang diperlukan dalam pelaksanaan suatu tugas
untuk mencapai tujuan instansi pemerintah.
Jones, Gareth R. 2001. Organizational Theory. Text and Cases. Third Edition. New
Jerse,. America: Prentice Hall International, Inc.
7
SOP sebagai suatu dokumen/instrumen memuat tentang proses dan prosedur
suatu kegiatan yang bersifat efektif dan efisisen berdasarkan suatu standar yang sudah
baku. Pengembangan instrumen manajemen tersebut dimaksudkan untuk memastikan
bahwa proses pelayanan di seluruh unit kerja pemerintahan dapat terkendali dan dapat
berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai suatu instrumen manajemen, SOP berlandaskan pada sistem
manajemen kualitas (Quality Management System), yakni sekumpulan prosedur
terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan
menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang dan/atau jasa) terhadap
kebutuhan atau persyaratan tertentu. Sistem manajemen kualitas berfokus pada
konsistensi dari proses kerja. Hal ini mencakup beberapa tingkat dokumentasi
terhadap standar-standar kerja. Sistem ini berlandaskan pada pencegahan kesalahan,
sehingga bersifat proaktif, bukan pada deteksi kesalahan yang bersifat reaktif. Secara
konseptual, SOP merupakan bentuk konkret dari penerapan prinsip manajemen
kualitas yang diaplikasikan untuk organisasi pemerintahan (organisasi publik). Oleh
karena itu, tidak semua prinsip-prinsip manajemen kualitas dapat diterapkan dalam
SOP karena sifat organisasi pemerintah berbeda dengan organisasi privat.
Kapan SOP diperlukan
1. SOP harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan dilakukan
2. SOP digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan
dengan baik atau tidak
8
3. Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada perubahan langkah kerja
yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.
Keuntungan adanya SOP
Ada beberapa keuntungan yang didapat oleh Perusahaan jika dalam menjalankan
kegiatan Operasional perusahaan menggunakan SOP antara lain:
1. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat
komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara
konsisten
2. Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa
yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa
digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.
Dalam menjalankan operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan
fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi
prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya
manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi
perusahaan.
ariefraf,: pengertian-sop, [online],(http://ariefraf.wordpress.com/category/pengertian-
sop/, diakses tanggal 5 Feb 2008)
9
II.1.2. Pengertian Persediaan
Dalam laporan keuangan, persediaan merupakan hal yang sangat penting karena
baik laporan Rugi/Laba maupun Neraca tidak akan dapat disusun tanpa mengetahui
nilai persediaan. Kesalahan dalam penilaian persediaan akan langsung berakibat
kesalahan dalam laporan Rugi/Laba maupun neraca. Umumnya persediaan
memerlukan perencanaan, pengelolaan serta pengawasan yang baik agar tidak
terdapat kekurangan persediaan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Pada jenis usaha perusahaan tertentu persediaan merupakan suatu jenis aktiva lancar
yang cukup besar dalam proses produksi. Pada perusahaan dagang persediaan
mewakili barang-barang yang tersedia untuk dijual, sedangkan dalam perusahaan
manufaktur persediaan mewakili barang yang diproduksi atau ditempatkan untuk
diproduksi.
Perusahaan yang memiliki system persediaan yang lebih baik dapat
meningkatkan laba, sementara system yang kurang baik dapat mengikis laba dan
menjadikan bisnis kurang kompetitif.
Pengertian persediaan akan diungkapkan melalui pendapat dari berabagai sumber
buku yang antara lainnya adalah sebagai berikut :
Menurut Soemarso (2009:208) adalah :
Pengertian persediaan adalah akun yang digunakan untuk mencatat harga pokok
barang dagang pada awal dan akhir periode akuntansi.
Menurut Achmad Tjahjono (2009:56) adalah :
Persediaan barang dagang (Merchandise I nventory) adalah barang-barang yang
dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang
yang akan dijual.
10
Sedangkan menurut Kieso and Wegandt (2009:328)
Persediaan adalah barometer yang sangat penting dalam kegiatan bisnis yang
memiliki dua karakteristik umum yaitu dimiliki oleh perusahaan dan memiliki
bentuk siap jual.
Dari definisi diatas,dapat ditarik kesimpulan,persediaan adalah salah satu aktiva
lancar yang dimiliki oleh perusahaan dagang maupun perusahaan manufaktur untuk
dijual atau untuk diproses lebih lanjut dalam periode akuntansi.
S.R.Soemarso.2009. Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi Kelima.Jakarta:Penerbit
Salemba Empat.
Sulastiningsih Achmad Tjahjono.2009. Akuntansi Pengantar 2. Yogyakarta:Penerbit
Ganbika.
Kieso, Weygandt, Kimmel.2009. Pengantar Akuntansi. Jakarta:Penerbit Salemba
Empat.
11
II.2. Standart Operating Procedure (SOP) Pengecekan Persediaan Barang
Dagang
Persediaan adalah bagian yang amat penting dari suatu perusahaan dagang.
Perusahaan yang sukses biasanya amat berhati-hati dalam melakukan pengawasan
atas persediaan yang dimilikinya. Untuk itu salah satu yang dilakukan perusahaan
untuk melakukan pengawasan terhadap persediaan adalah dengan mengunakan suatu
system prosedur yang disebut dengan Standart Operating Procedure (SOP).
pengecekan fisik terhadap persediaan harus dilakukan setiap tahun, karena dengan
cara itulah suatu perusahaan dapat mengetahui secara pasti jumlah persediaan yang
ada. Jika kesalahan terjadi, maka catatan akuntansi akan disesuaikan sehingga
menjadi sama dengan hasil perhitungan fisik dari barang tersebut. Harus dilakukan
pemisahan antara pegawai yang menangani persediaan dari catatan akuntansi. Sistem
persediaan yang terkomputerisasi dapat membantu perusahaan menjaga jumlah
persediaan sehingga tidak kekurangan dan tidak pula terlalu banyak.
II.2.1. Materi-materi SOP
Secara garis besar setiap materi dalam SOP terdiri atas:
a. Kebijakan umum
Kebijakan umum biasanya terdiri dari:
1) Tujuan
2) Ruang lingkup
3) Penanggung jawab
4) Hal-hal yang akan diatur dalam kebijakan yang bersangkutan
12
b. Prosedur
Procedur biasanya berisikan petunjuk pelaksanaan operasional pekerjaan yang
dilakukan.Biasanya berupa urutan pekerjaan yang harus dilakukan dan lebih baik
lagi jika dilengkapi dengan flow of document serta contoh-contoh format lampiran.
II.2.2. Manfaat dan Tujuan SOP
Ada beberapa manfaat dan tujuan dari pentingnya suatu perusahaan
menggunakan SOP dalam kegiatan operasi perusahaan antara lain:
a. Aturan Main yang Jelas
Perusahaan memiliki acuan operasional yang baku. Diharapkan aktivitas
operasional akan lebih lancar karena setiap karyawan menjalankan fungsinya
masing-masing dan mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tanggung
jawabnya.
b. Dokumen yang digunakan sudah Standard
Memudahkan setiap karyawan untuk mengingatnya. Terutama bila perusahaan
tersebut besar dan memiliki banyak anak perusahaan kemungkinan seorang
karyawan yang dimutasi akan mudah untuk beradaptasi.
c. mencerminkan perusahaan tersebut rapi dalam Administrasi yang efeknya akan
mengangkat image dari perusahaan tersebut.
d. langkah kedepannya akan mempermudah perusahaan dalam memperoleh ISO
(International Organization for Standarization)
ftp.gunadarma.ac.id/handouts/S1_Sistem%20Informasi.1/.../SOP.doc
13
II.2.3. Jenis-Jenis Persediaan
Istilah yang digunakan untuk menunjukan barang-barang yang dimiliki oleh
suatu perusahaan akan tergantung pada jenis usaha perusahaan. Dalam perusahaan
manufaktur persediaan barang yang dimiliki terdiri dari beberapa jenis barang yang
berbeda. Jenis-jenis persediaan, menurut fungsinya dapat dibedakan atas tiga macam,
yaitu :
a. Batch Stock atau Lot Size Inventory
Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat barnag-barang
dalam jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan
saat itu. Jadi, pembelian atau pembuatan yang dilakukan untuk skala besar,
sedangkan penggunaan atau pengeluaran dalam skala kecil
b. Fluctuation Stock
Persediaan yang diadakan untuk menghadapi peningkatan permintaan konsumen
yang tidak dapat diprediksikan. Dalam hal ini perusahaan mengadakan persediaan
agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
c. Antisipation Stock
Persediaan yang diadakan agar dapat mengantisipasi fluctuasi permintaan
konsumen yang dapat diprediksikan, biasanya pola musiman dalam satu tahun dan
menghadapi permintaan yang meningkat.
14
II.2.4. Tujuan Pengecekan Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang merupakan salah satu akun yang bernilai besar
dalam neraca perusahaan, karena itu pembelian, penggunaan, dan pengeluarannya
harus memiliki control yang kuat dan sesuai prosedur.
Persediaan juga modal kerja atau investasi yang sangat penting, karena secara
langsung akan berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai perusahaan. Adanya
investasi yang terlalu besar dalam persediaan, bila dibandingkan dengan kemampuan
menjual yang rendah dari perusahaan akan mengakibatkan penumpukan persediaan,
sehingga akan memperbesar biaya penyimpanan dan pemeliharaan, dan kemungkinan
kerugian karena adanya kerusakan, keusangan sehingga memperkecil keuntungan
perusahaan.
Mengingat betapa pentingnya persediaan bagi kegiatan operasional
perusahaan terutama perusahaan dagang dan manufaktur maka untuk memastikan
keakuratan jumlah persediaan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, sebuah
persahaan dagang maupun manufaktur perlu melakukan perhitungan fisik persediaan
(physical inventory) yaitu menghitung menghitung persediaan secara fisik,
perusahaan pasti melakukan penilaian ulang terhadap persediaan terutama yang
terdapat di gudang, hal ini dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan Untuk
mendapatkan keakuratan nilai persediaan perusahaan digudang dengan nilai yang
tercatat dalam SAP yang dilakukan oleh finance secara berkala.
Reeve, Warren, Duchac, Wahyuni, Soepriyannto, Jusuf dan Djakman. 2009.
Pengantar akuntansi-Adaptasi Indonesia. Jakarta:Penerbit Salemba Empat.
15
II.2.5. Fungsi yang Terkait
Fungsi yang dibentuk untuk melaksanakan pengecekan fisik persediaan
umumnya bersifat sementara, yang biasanya berbentuk panitia atau komite, yang
anggotanya dipilihkan dari karyawan yang tidak menyelenggarakan catatan akuntansi
persediaan dan tidak melaksanakan fungsi gudang. Dengan demikian fungsi yang
terkait dalam sistem pengecekan fisik persediaan adalah:
a. Panitia perhitungan fisik persediaan
Panitia ini berfungsi untuk melaksanakan perhitungan fisik persediaan dan
menyerahkan hasil perhitungan tersebut kepada Bagian Kartu Persediaan untuk
digunakan sebagai adjustment terhadap catatan persediaan dalam kartu
persediaan. Pemegang kartu perhitungan fisik bertugas untuk menyimpan dan
mendistribusikan kartu perhitungan fisik kepada para penghitung, melakukan
pembandingan hasil perhitungan fisik persediaan yang telah dilaksanakan oleh
penghitung dan pengecek, dan mencatat hasil pengecek fisik persediaan dalam
daftar hasil penghitungan fisik.
b. Fungsi akuntansi
Dalam sistem pngecekan fisik persediaan, fungsi ini bertanggung jawab untuk:
1) Mencantumkan harga pokok satuan persediaan yang dihitung ke dalam
daftar hasil pengecekan fisik.
2) Mengalikan kuantitas dari harga pokok per satuan yang tercantum dalam
daftar hasil pengecekan fisik.
3) Mencantumkan harga pokok total dalam daftar hasil pengecekan fisik.
16
4) Melakukan adjustment terhadap kartu persediaan berdasar data hasil
pengecekan fisik persediaan.
5) Membuat bukti memorial untuk mencatat adjustment data persediaan dalam
jurnal umum berdasarkan hasil pengecekan fisik persediaan.
c. Fungsi gudang
Dalam sistem pengecekan fisik persediaan, fungsi gudang bertanggung jawab
untuk melakukan adjustment data kuantitas persediaan yang dicatat dalam kartu
gudang berdasarkan hasil pengecekan fisik persediaan.
Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam prosedur
pengecekan persediaan barang dagang membutuhkan fungsi-fungsi yang berperan
untuk melaksanakan pengecekan fisik persediaan agar berjalan sesuai prosedur yang
ada.
Mulyadi.2008. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
17
II.2.6. Dokumen-dokumen yang terkait
Dalam pengecekan persediaan barang dagang diperlukan dokumen-dokumen
yang berfungsi untuk merekam, meringkas, dan membubukan hasil perhitungan fisik
persediaan. Dokumen-dokumen yang terkait antara lain:
a. Kartu perhitungan fisik (inventory tag)
Dokumen ini digunakan untuk merekam hasil pengecekan fisik persediaan.
Dalam pengecekan persediaan, setiap jenis persediaan dihitung dua kali secara
independen oleh penghitung (counter) dan pengecek (checker).
b. Daftar hasil perhitungan fisik (inventory summary sheet)
Dokumen ini digunakan untuk meringkas data yang telah direkam dalam kartu
perhitungan fisik. Dokumen ini diisi dengan harga pokok persatuan dan harga
pokok total tiap jenis persediaan oleh Bagian Kartu Persediaan berdasarkan data
yang dicatat dalam kertu persediaan. Daftar hasil pengecekan persediaan yang
telah selesai diproses kemudian ditandatangani oleh Ketua Panitia Pngecekan
Fisik dan diotorisasi oleh Direktur Utama. Daftar ini kemudian digunakan untuk
meminta pertanggung jawaban dari Bagian Gudang mengenai pelaksanaan
fungsi penyimpanan barang gudang dan pertanggung jawaban dari Bagian
Kartu Persediaan mengenai keandalan penyelenggaraan catatan akuntansi
persediaan.
c. Bukti memorial
Dokumen ini merupakan dokumen sumber yang digunakan untuk membukukan
adjustment rekening persediaan sebagai akibat dari hasil perhitungan fisik ke
dalam jurnal umum. Data yang digunakan sebagai dasar pembuatan bukti
18
memorial ini adalah selisih jumlah kolom harga pokok total dalam daftar hasil
pengecekan fisik dengan saldo harga pokok persediaan yang bersangkutan
menurut kartu persediaan.
d. Kartu persediaan
Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat adjustment terhadap data
persediaan yang tercantum dalam kartu persediaan oleh Bagian Kartu
Persediaan, berdasarkan hasil perhitungan fisik persediaan.
e. Kartu Gudang
Catatan ini digunakan untuk mencatat adjustment terhadap data persediaan
yang tercantum dalam kartu gudang yang diselenggarakan oleh Bagian Gudang,
berdasarkan hasil perhitungan fisik persediaan.
f. Jurnal Umum
Dalam sistem perhitungan fisik persediaan, jurnal umum digunakan untuk
mencatat jurnal adjustment rekening persediaan karena adanya perbedaan
antara saldo yang dicatat dalam rekening persediaan dengan saldo menurut
perhitungan fisik.
Berdasarkan keterangan diatas dapat diketahui bahwa dalam prosedur
pengecekan persediaan barang dagang dibutuhkan dokumen-dokumen yang
digunakan untuk merekam, meringkas, dan membubukan hasil perhitungan fisik
persediaan proses pengecekan persediaan barang dagang.
Mulyadi.2008. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
19
II.2.7. SOP Pengecekan Persediaan Barang Dagang
Dalam prosedur pengecekan persediaan barang dagang sangat rentan yang
namanya kesalahan misalnya kesalahan pencatatan nilai persediaan dll. Untuk
mengatasi agar tidak terjadi kesalahan maka harus dilakukan pemisahan tugas dan
wewenang antara divisi.
Berikut ini bagian-bagian yang terkait dalam prosedur pengecekan persediaan barang
dagang antara lain:
a.Bagian Kartu Penghitung Fisik (KPF)
Pemegang Kartu Penghitung Fisik memberikan Kartu Penghitung Fisik kepada
penghitung secara independen untuk tiap jenis persediaan digudang. Kemudian
pemegang Kartu Penghitung Fisik melakukan perbandingan data KPF yang
dicatat dalam bagian ke 3 dan bagian ke 2 Kartu Penghitung Fisik serta
melakukan pencocokan terhadap data Kartu Penghitung Fisik, jika tidak cocok
maka Kartu Penghitung Fisik dihitung kembali dan jika data cocok maka data
yang tercantum dalam bagian ke 2 Kartu Penghitung Fisik di catat di Daftar
Hasil Penghitung Fisik. Hal ini dilakukan untuk membuktikan ketelitian data
yang direkam dalam kartu tersebut.
b. Bagian Penghitung
Melakukan penghitungan pertama terhadap persediaan dan mencatat hasil
penghitungan tersebut ke dalam bagian ke 3 Kartu Penghitung Fisik, serta
menyobek bagian kartu tersebut untuk diserahkan kepada pemegang Kartu
Penghitung Fisik.
20
c. Bagian Pengecek
Melakukan penghitungan kedua terhadap persediaan yang telah dihitung oleh
penghitung dan mencatat hasil penghitungan ke dalam bagian ke 2 Kartu
Penghitung Fisik, serta menyobek bagian kartu tersebut untuk diserahkan
kepada pemegang Kartu Penghitung Fisik.
d. Bagian kartu persediaan
Setelah kuantitas tiap jenis persediaan yang telah dihitung berdasarkan hasil
penghitungan fisik persediaan, maka hasil tersebut dicantumkan dalam Daftar
Hasil Penghitungan fisik, kemudiaan ditentukan harga pokok perunitnya dan
jumlah harga pokok tiap jenis persediaan, setelah itu meminta otorisasi atas data
yang di cantumkan ke dalam Daftar Hasil Penghitungan Fisik yang terbagi 2
bagian dan membuat bukti memorial untuk membukukan adjustment rekening
persediaan sebagai akibat dari hasil penghitungan fisik kedalam jurnal umum,
kemudian Daftar Hasil Prnghitungan Fisik bagian ke 1 dicatat ke dalam kartu
persediaan dan Daftar Hasil Prnghitungan Fisik bagian diteruskan ke bagian
gudang.
Mulyadi.2008. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Salemba
Empat
21
e. Bagian jurnal
Mencatat jurnal adjustment rekening persediaan dari bukti memorial yang
diterima dari Bagian Kartu Persediaan ke dalam jurnal umum.
f. Bagian gudang
Daftar Hasil Penghitungan Fisik bagian ke 2 yang diterima dari bagian Kartu
Persediaan dicatat ke dalam Kartu Gudang untuk melakukan proses adjustment
data kuantitas persediaan berdasarkan hasil penghitungan fisik persediaan.
Mulyadi.2008. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
22
II.2.8 Bagan Alir Dokumen SOP Pengecekan Fisik Persediaan
Bagian Pemegang Kartu Penghitungan Fisik
tidak
ya
3
2
banding
KPF bgian 1
KPF bgian 2
cocok
Menghitung
kembali
KPF
catat
KPF bagian
2 ke dlm
DHPF
2
DHPF
4
Catatan:
KPF: Kartu Penghitung Fisik
DHPF: Daftar Hasil Penghitung
Fisik
bagikan KPF
kpd
Penghitung
KPF
1
Mulai
Sumber : Mulyadi (Sistem Akuntansi tahun 2008)
23
Bagian Penghitung (counter)
Disambumgkan pada tempat
penyimpanan barang sebagi
tanda bahwa persediaan yang
bersangkutan telah dihitung
Digantung pada tempat penyimpanan
barang bersama dengan KPF bagian
3
Sumber : Mulyadi (Sistem Akuntansi tahun 2008)
N
1
Melakukan
hitung fisik
persediaan
KPF
Isi KPF
bagian 3 dan
sobek
KPF 3
KPF 2
KPF 1
N
2
24
Bagian Pengecek (checker)
2
3
KPF 1
KPF 2
KPF 1
Hitung fisik
ke dua
Isi hasil itung
pada KPF
bagian 2
KPF 2
Diterima dari
bagian
gudang
Digantungkan pd tempat
penyimpanan barang.
Gudang sebagai tanda barang telah
dihitung
Sumber : Mulyadi (Sistem Akuntansi tahun 2008)
25
Sumber : Mulyadi (Sistem Akuntansi tahun 2008)
Bagian Kartu Persediaan
4
2
DHPF 1
Isi harga pokok
per unit &
itung harga
pokok total
Minta
otorisasi atas
DHPF
Buat bukti
memorial
2
DHPF 1
Bukti
memorial
6
T
Kartu
persediaan
5
Prosedur
adjustment
26
Bagian jurnal Bagian gudang
5
Bukti
memorial
N
Jurnal
umum
6
DHPF 2
Kartu
gudang
Selesai
Sumber : Mulyadi (Sistem Akuntansi tahun 2008)