Anda di halaman 1dari 25

KEBIJAKAN PENERBITAN OBLIGASI DAERAH

disampaikan oleh oleh: : Prof. Dr. Mardiasmo Dirjen Perimbangan Keuangan - Departemen Keuangan Pada acara acara: : Sosialisasi Kebijakan Penerbitan Obligasi Daerah Daerah

Hotel Arya Duta, Jakarta 7 Juni 2007

DASAR HUKUM
1) UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah; 2) UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal; 3) PP No.54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah; 4) PP No.58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 5) PMK No.147/PMK.07/2006 tentang Tatacara Penerbitan, Pertanggungjawaban, dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah 6) Paket Peraturan Ketua Bapepam -LK terkait Penawaran Umum Obligasi Daerah
2

UU No.33 Tahun 2004


(Pasal 57)
q Daerah dapat menerbitkan Obligasi Daerah dalam mata uang Rupiah di pasar modal domestik; q Hasil penjualan Obligasi Daerah digunakan untuk membiayai investasi sektor publik yang menghasilkan penerimaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat; q Penerbitan Obligasi Daerah wajib memenuhi ketentuan dalam Pasal 54 dan 55 serta mengikuti peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
3

Persyaratan Umum Pinjaman (Pasal 54 dan 55)


1) Jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya; 2) Rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman (DSCR) > 2,5; 3) Tidak mempunyai tunggakan pinjaman dari Pemerintah ; 4) Daerah tidak dapat memberikan jaminan atas pinjaman pihak lain; 5) Pendapatan daerah dan/atau barang milik daerah tidak boleh dijadikan jaminan pinjaman daerah ; 6) Proyek yang dibiayai dari Obligasi Daerah beserta barang milik daerah yang melekat dalam proyek tersebut dapat dijadikan jaminan Obligasi Daerah .
4

Obligasi Daerah?
Obligasi Daerah merupakan efek yang
diterbitkan oleh Pemerintah Daerah yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal domestik dan digunakan untuk membiayai investasi sektor publik yang menghasilkan penerimaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Pasal 22, 23 dan 25 PP No. 54/2005)
5

tentang Tatacara Penerbitan, Pertanggungjawaban dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah

PMK 147/PMK.07/2006

PRINSIP DASAR
q Pengelolaan Obligasi Daerah dilaksanakan oleh Kepala Daerah; q Obligasi Daerah digunakan untuk membiayai investasi sektor publik yang menghasilkan penerimaan; q Rencana kegiatan yang akan dibiayai dengan penerbitan Obligasi Daerah mengacu pada dokumen perencanaan Daerah.
7

PERENCANAAN
q Kepala Daerah (melalui SKPD yang ditunjuk) melakukan persiapan penerbitan Obligasi Daerah. q Persiapan penerbitan Obligasi Daerah sekurang-kurangnya meliputi:
a) b) c) d)

Menentukan kegiatan; Membuat kerangka acuan kegiatan; Menyiapkan studi kelayakan; Memantau batas kumulatif pinjaman dan posisi kumulatif pinjaman daerahnya; e) Membuat proyeksi keuangan dan perhitungan DSCR; f) Mengajukan permohonan persetujuan prinsip kepada DPRD.
8

PERENCANAAN (Lanjutan)
Persetujuan prinsip DPRD meliputi:
a) Nilai bersih nominal Obligasi Daerah ; b) Jumlah dan nilai nominal Obligasi Daerah yang akan diterbitkan; c) Penggunaan dana Obligasi Daerah ; dan d) Pembayaran pokok, kupon, dan biaya lainnya yang timbul sebagai akibat penerbitan Obligasi Daerah.
9

PENGAJUAN USULAN
q Rencana penerbitan Obligasi Daerah disampaikan kepada Menteri Keuangan c.q Dirjen Perimbangan Keuangan; q Surat usulan rencana penerbitan Obligasi Daerah dilengkapi dengan dokumen sbb:
a) b) c) studi kelayakan kegiatan (Feasibility Study/FS); kerangka acuan kegiatan (TOR); Perda APBD tahun bersangkutan dan Perda perhitungan APBD 3 (tiga) tahun terakhir; d) Perhitungan proyeksi DSCR; dan e) surat persetujuan prinsip DPRD.
10

PENILAIAN USULAN
q Penilaian dilakukan oleh Menteri Keuangan c.q Dirjen Perimbangan Keuangan meliputi penilaian administrasi dan keuangan; q Penilaian administrasi dilakukan atas kelengkapan dokumen usulan rencana penerbitan Obligasi Daerah;

q Penilaian keuangan meliputi:


a) b) c) Kemampuan keuangan Pemda; Jumlah kumulatif pinjaman Pemda; dan Jumlah defisit APBD
11

PENILAIAN USULAN (Lanjutan)


q Penilaian keuangan dilakukan paling lambat selama 20 hari kerja setelah dokumen usulan dinyatakan lengkap; q Dalam melakukan penilaian keuangan, Menteri Keuangan memperhatikan pertimbangan Mendagri. q Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan atas rencana penerbitan Obligasi Daerah;
12

PERSIAPAN PENERBITAN DI DAERAH


DAERAH DPRD KEPALA DAERAH TIM PERSIAPAN PROYEK YG AKAN DIBIAYAI
Rencana Penerbitan Obligasi Daerah DATA BASE FS (dinilai) DANA CADANGAN (SINKING FUND) PELAPORAN Rcn Keuangan Persetujuan Prinsip Komisi DPRD
Rencana Penerbitan Obligasi

PENGELOLA OBLIGASI DAERAH

DEPKEU

Penetapan proyek (mengacu pd RJPMD)

Pembentukkan Tim Persiapan

KAK

PEMBELIAN KEMBALI PEMBAYARAN (KUPON & POKOK)


Penilaian

LAPORAN PERSIAPAN

PKKD**

Usulan
Ya Pernyataan Pendaftaran

persetujuan

Belum lengkap
Perda ttg Penerbitan obligasi daerah Perda ttg APBD

Penelaahan disclosure

lengkap
Pernyataan efektif

Pemberitahuan
**PKKD: laporan perhitungan kemampuan keuangan daerah

13
Penawaran Umum

13

PENGAJUAN, PENILAIAN, DAN PERSETUJUAN MENKEU


PEMDA DEPARTEMEN KEUANGAN MENKEU DITJEN PERIMBANGAN KEUANGAN
Tanda Terima Usulan Penerbitan Obligasi Daerah Penilaian Kelengkapan Dokumen

BAPEPAM -LK

Usulan Penerbitan Obligasi Daerah

Pemberitahuan Penolakan

Tidak Lengkap

Lengkap
Pertimbangan Mendagri

Penilaian

Pemberitahuan Pemberitahuan Persetujuan

Ditolak

Kemampuan Keuangan Pemda

Batas Kumulatif Pinjaman Daerah

Jumlah Defisit APBD

Keputusan

Hasil Penilaian

Disetujui
Pernyataan Pendaftaran Penelaahan Disclosure

Belum Lengkap
Perda ttg Penerbitan obligasi daerah Perda ttg APBD Pemberitahuan

Lengkap
Pernyataan efektif

14
Penawaran14 Umum

PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM


q Setelah usulan rencana penerbitan Obligasi Daerah mendapat persetujuan Menteri Keuangan, Kepala Daerah menyampaikan pernyataan pendaftaran penawaran umum Obligasi Daerah kepada Bapepam-LK; q Pernyataan pendaftaran penawaran umum Obligasi Daerah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal.
15

PERDA TENTANG OBLIGASI DAERAH


q Pemda wajib menyampaikan Perda tentang Penerbitan Obligasi Daerah kepada Bapepam -LK sebelum pernyataan efektif Obligasi Daerah; q Perda sekurang- kurangnya memuat ketentuan mengenai jumlah, nilai nominal, dan penggunaan dana Obligasi Daerah; q Apabila Obligasi Daerah akan diterbitkan dalam beberapa tahun anggaran, jadwal penerbitan harus tercantum dalam Perda; q Apabila Oblgasi Daerah membutuhkan jaminan, Perda harus memuat aturan tentang jaminan tersebut.
16

PERTANGGUNGJAWABAN
q Kepala Daerah wajib membuat pertanggungjawaban atas pengelolaan Obligasi Daerah dan dana Obligasi Daerah; q Pertanggungjawaban pengelolaan Obligasi Daerah mencakup:
a) b) c) d) Keterangan tentang portofolio; Laporan transaksi di pasar modal; Posisi Obligasi Daerah; Realisasi strategi dan kebijakan pengelolaan serta pengendalian resiko; dan e) Alokasi anggaran dan realisasinya.
17

PERTANGGUNGJAWABAN
(Lanjutan)

q Pertanggungjawaban dana Obligasi Daerah mencakup:


a) b) c) Perkembangan pelaksanaan kegiatan; Laporan keuangan kegiatan; dan Laporan alokasi dana cadangan.

q Pertanggungjawaban disampaikan kepada DPRD dan merupakan bagian dari pertanggungjawaban APBD

18

DANA CADANGAN
q Dana Cadangan (sinking fund) adalah sejumlah dana yang ditempatkan pada rekening tersendiri milik Pemda yang digunakan untuk keperluan pembayaran pokok Obligasi Daerah; q Pemda wajib mengalokasikan dana cadangan sesuai ketentuan yang berlaku; q Dana cadangan tidak dapat digunakan untuk keperluan lainnya sampai dengan tanggal jatuh tempo.
19

PELAPORAN
q Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk wajib menyampaikan laporan penerbitan, penggunaan dana dan pembayaran kupon dan/atau Pokok Obligasi Daerah kepada Menteri Keuangan ; q Laporan wajib disampaikan secara berkala setiap triwulan (3 bulan), paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya periode triwulan yang bersangkutan.
20

PEMANTAUAN DAN EVALUASI


q Menteri Keuangan c.q DJPK melakukan pemantauan dan evaluasi atas:
a) b) c) d) penerbitan Obligasi Daerah; penggunaan dana; kinerja pelaksanaan kegiatan; dan realisasi pembayaran kupon dan/atau Pokok Obligasi Daerah.

q Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk melihat indikasi adanya penyimpangan dan/atau ketidaksesuaian antara rencana penerbitan Obligasi Daerah dengan realisasinya;
21

PEMANTAUAN DAN EVALUASI


(Lanjutan)

q Hasil pemantauan dan evaluasi oleh DJPK dapat dijadikan bahan rekomendasi kepada Bapepam-LK untuk menghentikan penerbitan Obligasi Daerah

22

PUBLIKASI INFORMASI
q Kepala Daerah melalui satuan kerja yang ditunjuk wajib mempublikasikan secara berkala mengenai data Obligasi Daerah dan/atau informasi lainnya berdasarkan peraturan perundangan di bidang Pasar Modal; q Publikasi informasi oleh pihak lain hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Kepala Daerah yang bersangkutan.
23

SANKSI
Dalam hal Pemerintah Daerah tidak menyampaikan laporan penerbitan, penggunaan dana dan pembayaran Kupon dan/atau Pokok Obligasi Daerah,

Menteri Keuangan dapat menunda penyaluran dana perimbangan.

24

SEKIAN

25