Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KUMON TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS VIII MTsN SIGLI PADA

MATERI LIMAS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Oleh : Junaidi & Yuni Asrina ( Dosen dan Mahasiswa Prodi Matematika FKIP Universitas Jabal Ghafur) ABSTRACT Learning Mathematics in school is very important to improve the intelligence of the students, so the math is often considered as a measure of student success in learning. But in fact, many students have difficulty in solving geometrical problems, especially pyramid. The effort to make the students have a solid foundation skills so that students are active and motivated to follow the learning process, ie by applying the Kumon learning method. Since the purpose of the Kumon method of learning is to help children have a solid foundation skills. Researchers using quantitative research methods, in which the researcher obtained the data statistically tested. As for obtaining data directly from the field, the researchers conducted tests. The test aims to see the results of eighth grade students learn math MTsN Sigli pyramid on the material. Based on the analysis of the data that has been obtained, by taking a 95% confidence interval, and the degrees of freedom (df) = 75 obtained tcount = 2.73 while the value of TTable = 1.67, thus thitung> TTable then 2.73> 1.67 , meaning that the Kumon learning method on limas material effect on the improvement of mathematics learning outcomes MTsN Sigli eighth grade students. Keywords: Kumon, learning method, subject pyramid. Pendahuluan Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik buruknya suatu pendidikan sangat tergantung dari kegiatan belajar mengajar yang dilakukan manusia, serta sikap dan keterampilan yang dimilikinya. Proses pendidikan melalui kegiatan belajar diperlukan untuk mempersiapkan dan menciptakan manusia-manusia terdidik dan profesional dalam mengembangkan pendidikan dimasa depan bagi kepentingan bangsa dan negara. Salah satu usaha untuk meningkatkan kesejahteraan, kecakapan dan keterampilan yang lebih baik adalah dengan mengembangkan pendidikan. Dalam hal ini, pemerintah telah berusaha melakukan perbaikan dalam pendidikan, diantaranya pembaharuan kurikulum, peningkatan mutu guru dalam mendidik dan mengajar melalui pelatihan atau penataran, serta berupaya membantu lembaga pendidikan melalui pemberian fasilitas-fasilitas yang menunjang keberhasilan pendidikan. Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sangat penting yang harus dipelajari oleh setiap jenjang pendidikan. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar matematika, hendaknyaseorang guru mampu untuk dapat menciptakan model-model pembelajaran yang bervariasi dan dapat disesuaikan dengan materi-materi ajar, dimana dapat kita ketahui metode pembelajaran itu banyak diantaranya, Inkuiri, Discovery, Numbered Heads Together (NHT), Problem Based Instruktion (PBI), StudentsTeams Achievement Division (STAD), serta metode belajar perseorangan yaitu metode kumon. Dimana dengan metodetersebutseorang dapat menciptakan suasana yang membuat siswa termotivasi, aktif dan merasa senang nyaman dalam belajar. Guru matematika juga harus menyadari bahwa siswa adalah manusia yang sukar diduga, oleh karena itu diharapkan kepada guru tidak hanya menstranferkan ilmunya saja, akan tetapi dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk ikut serta dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran yang terjadi selama ini tidak bersifat menurun dan kaku, karena kita ketahui selama ini guru hanya menjadi otoriter, seharusnya guru memperhatikan keadaan peserta didik yang tindakannya sangat komplek baik terhadap perilaku dan kemampuan menyerap ilmunya. Bahkan masih ada siswa yang menganggap 1

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

matematika adalah mata pelajaran yang sangat sulit karena hubungan dengan perhitungan yang rumit dan menggunakan rumus yang banyak. Berdasarkan hasil observasi peneliti di MTs Negeri Sigli, ada beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika siswa. Pertama: waktu yang sangat terbatas, sedangkan materi yang dituntut kurikulum sangat padat. Hal ini menyebabkan guru tergesa-gesa dalam memberi pelajaran. Kedua: metode yang dipilih tidak sesuai dengan materi yang diajarkan dalam dalam pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan guru dalam mengajar matematika masih banyak menggunakan pembelajaran konvensional. Sedangkan menurut sebagian siswa mengatakan kalau matematika itu membingungkan apalagi pada materi bangun ruang salah satunya limas, karena berhubungan dengan menghitung luas permukaan dan volumnya. Kesulitan tersebut disebabkan karena siswa kurang memahami konsep sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika yang selama ini dilaksanakan belum sepenuhnya efektif dan belum mencapai kelulusan belajar. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dicari formula pembelajaran yang tepat, sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika. Para guru terus berusaha menyusun dan menerapkan berbagai metode yang bervariasi. Penyajian bermacammacam metode mengajar dan aplikasinya dalam mengajar matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan akademik yang kuat. Salah satu metode yang mampu membuat siswa bisa memiliki kemampuan akademik yang kuat yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran kumon karena tujuan dari metode Kumon adalah untuk membantu anak-anak memperoleh kemampuan akademik yang kuat dengan memungkinkan mereka maju melampaui tingkat kelasnya. Metode yang berasal dari Jepang ini memang dianggap efektif meningkatkan kemampuan matematika anak di sekolah. Karena dalam metode pembelajaran kumon lebih menekankan kegiatannya pada kemampuan masing-

masing peserta didik, sehingga peserta didik dapat menggali potensi dirinya dan mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Pembelajaran kumon tidak hanya mengajarkan cara berhitung tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dan percaya diri. Sehingga memberikan dampak pada hasil belajar yang akan dicapai. Salah satu alasan yang membuat metode ini efektif adalah metode pembelajaran dimana dalam program pembelajarannya disesuaikan dengan kemampuan serta potensi masing-masing siswa. Dengan demikian akan lebih mudah bagi siswa untuk mempelajarinya. Begitu teknik inti sudah dimengerti ia bisa langsung mempraktikannya sendiri dirumah dengan berlatih soal-soal. Bila terus berlatih, kemampuannya akan terus terasah. Pada metode ini peserta didik diberikan bimbingan secara perseorangan. Karena itu sebelum memulai pelajarannya anak diberikan tes untuk mengetahui titik pangkal yang tepat atau pengetahuan mereka terhadap meteri yang diberikan, dimana dalam pembelajaran tersebut akan mulai dari bagian yang dapat dikerjakan anak dengan mudah dan sedikit demi sedikit dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Didalam progam kumon tidak hanya mengajarkan cara berhitung, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dan menumbuhkan rasa kepercayaan diri. Kemampuan tersebut akan terlihat dari kemampuan anak dalam menyelesaikan soal dengan cara mereka sendiri. Peserta didik akan diajarkan dasardasar perhitungan untuk bisa menyelesaikan soal yang lebih sulit, sebab metode kumon juga bermanfaat untuk mempelajari matematika yang lebih luas, misalnya untuk bidang Aljabar, bangun ruang, trigonometri, kalkulus dan matematika tingkat lanjut lainnya. Dan dengan mengikuti metode pembelajaran kumon, kemampuan analisis anak dilatih sejak kecil sehingga dia bisa mengatasi masalah dengan baik dan dapat memotivasi dirinya sendiri. Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh metode pembelajaran kumon terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN Sigli? Setiap kegiatan penelitian yang dilaksanakan seseorang selalu mempunyai tujuan dan harapan tertentu yang ingin dicapai. Demikian juga dengan penelitian yang penulis lakukan.Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran kumon terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN Sigli pada materi limas. Dari tujuan yang telah dikemukakan di atas, jelaslah bahwa penelitian yang penulis lakukan ini berada dalam ruang lingkup penelitian keguruan dan pendidikan, lebih khusus lagi dalam bidang pendidikan matematika. Masalah yang diteliti dibatasi pada kemampuan siswa dalam memahami materi limas dengan metode kumon. Deskripsi Teoritis dan Hipotesis Penelitian Berikut ini diuraikan berbagai teori yang mendukung tentang prestasi belajar dan metode Kumon. Prestasi Belajar Sebelum berbicara lebih jauh tentang prestasi belajar belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, ada baiknya terlebih dahulu kita lihat defenisi-defenisi tentang belajar dan prestasi. Diantaranya menurut Soeryabrata (2002:6) mengemukakan bahwa: Belajar adalah segenap rangkaian kegiatan/aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya sendiri, berupa pemahaman pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen. Selanjutnya, Natawijaya (2005:27) menjelaskan bahwa: Belajar dalam arti luas adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan dan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai, pengertian dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang atau aspek kehidupan. Proses berarti terjadi interaksi antara individu dengan suatu sikap, nilai, atau kebiasaan, pengetahuan dan keterampilan dalam hubungan dengan dunianya sehingga ia berubah.

Berdasarkan kutipan di atas, dapat dilihat bahwa belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang sehingga mengakibatkan perubahan tingkah laku yang sifatnya menetap. Secara umum dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang. Perubahan tingkah laku itu dapat diamati dan berlaku relatif lama. Perubahan tingkah laku itu harus disertai usaha orang tersebut, sehingga dari tidak mampu mengerjakan sesuatu menjadi mampu mengerjakannya. Setiap proses belajar selalu menghasilkan hasil belajar. Menurut Winkel (2002:163) mengemukakan bahwa: Prestasi sebagai suatu bukti keberhasilan yang dicapai. Jika dihubungkan dengan pengertian belajar, maka prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai dari serangkaian kegiatan yang dilakukan secara kontinu oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan pengetahuan atau kemampuan dalam dirinya. Dalam proses belajar matematika yang menjadi penyebab siswa mengalami kesulitan belajar kemungkinan berasal dari dalam diri siswa bersangkutan yang di nyatakan oleh Jaula (2005:44). Penyebab anak mengalami kesulitan belajar yaitu: a. Anak kurang belajar dengan teratur. b. Anak kurang bersungguh-sungguh dalam belajar. c. Anak kurang disiplin dalam belajar. d. Anak kurang menguasai bahan pelajaran yang harus dipelajari. e. Anak kurang konsentrasi pada saat berlangsungnya proses belajar matematika. Menurut Djamarah dan Zain (2002:120) indikator bahwa suatu proses belajar mengajar menganggap berhasil adalah: 1. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok 2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran intruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa baik secara individual maupun kelompok. Prestasi belajar yang dicapai siswa sifatnya sangat bervariasi. Adanya sebagian 3

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

siswa mampu mencapai prestasi istimewa, namun sebagian lainnya malah sangat rendah dalam prestasi belajar. Hal ini di samping dikarenakan oleh kemampuan siswa yang berbeda-beda juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya. Winkel (2002:43) mengatakan: Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor-faktor dari pihak siswa dan faktor-faktor dari luar siswa. Faktor-faktor dari siswa meliputi faktor psikis dan fisik, faktor dari luar siswa adalah yang berkaitan dengan pengaturan proses belajar mengajar di sekolah, faktor-faktor sosial dan faktor situasi. Berdasarkan kutipan di atas, maka secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi dua, yaitu : 1. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor yang berasal dari siswa sebagai peserta didik, yang berada dalam proses belajar. Faktor internal ini antara lain: a. Faktor Biologis b. Faktor Intelektual c. Faktor Psikologis Beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain: 1. Minat 2. Bakat 3. Motivasi 4. Cara Belajar 2 Faktor Eksternal Faktor eksternal adalah faktor atau situasi yang berasal dari luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya. mennurut Slameto (2003:60) adalah Faktor eksteren yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dari seseorang dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Faktor eksternal antara lain: 1. Lingkungan keluarga 2. Lingkungan Sekolah 3. Lingkungan Masyarakat Ada empat faktor yang mempengaruhi atau menghambat proses belajar anak, yaitu: 1. Mas media, misalnya bioskop, radio, majalah, komik, dan lain sebagainya

2. Teman bergaul yang tidak baik juga dapat membawa akibat anak itu mejadi tidak baik 3. Aktivitas di dalam masyarakat, terlalu banyak tugas dalam organisasi dapat mengganggu anak dalam belajar 4. Corak kehidupan tetangga misalnya lingkungan tetangga suka berjudi, mencuri, atau kebiasaan buruk lainnya. Dengan memperhatikan keempat faktor di atas, maka dapat dikatakan bahwa lingkungan masyarakat dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya anak dalam belajar. Metode Kumon Metode Kumon adalah sistem belajar yang memberikan program belajar secara perseorangan, sesuai dengan kemampuan yang memungkinkan anak menggali potensi dirinya dan mengembangkan secara maksimal. Hendrian (http://id.Kumon global.com) mengatakan bahwa: metode pembelajaran kumon adalah suatu pembelajaran dengan memngkaitkan antara konsep, keterampilan, kerja individu, serta menjaga suasana nyaman menyenangkan. Bahwa pembelajarannya dirancang sedemikian rupa sehingga anak-anak dapat mengerjakan dengan kemampuannya sendiri, bahkan memungkinkan bagi anak-anak untuk mempelajari bahan pelajaran di atas tingkatan kelasnya di sekolah. Metode kumon pertama kali dikembangkan oleh Toru kumon, seorang berkebangsaan Jepang dan seorang guru matematika di Jepang pada tahun 1954, ia pertama kali menyusunnya sendiri bahan pelajaran matematika untuk membimbing anaknya belajar matematika. Ia kemudian merancang suatu metode agar anaknya dapat belajar secara efektif, sistematis serta memiliki dasar-dasar matematika yang kuat. Setelah terbukti dalam keberhasilan yang dicapai anaknya maka ia menyebarkan metode tersebut ke seluruh Jepang sehingga metode tersebut dikenal dengan metode kumon. Adapun prinsip dasar metode kumon yang telah disebarluaskan ke Indonesia pada Oktober 1993 ini adalah pengakuan tentang potensi dan kemampuan individu setiap siswa. Sesuai dengan misi yang telah ditetapkan pada metode Kumon yaitu dengan menggali potensi yang ada pada 4

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

setiap individu dan dengan mengembangkan kemampuan secara maksimal, maka akan terbentuk manusia yang sehat dan berbakat yag dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat. Metode pembelajaran Kumon bisa dimulai dari tingkat prasekolah sampai tingkat SMA atau sederajat. Belajar dengan metode Kumon yaitu belajar dengan membaca petunjuk dan contoh soal pada lembar latihan, berpikir sendiri, lau mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri dan bila mengalami kesulitan bisa melihat buku ataub bertanya pada guru bila masih belum mengerti sistem belajar, bahan ajar dibuat sedemikian rupa agar siswa dapat belajar secara mandiri. Rangkaian soal-soal pada lembar latihan tersusun secara small steps (langkah demi selangkah) sehingga dapat leluasa disesuaikan dengan kemampuan belajar dan kemampuan siswa. Soal-soal tersebut disusun sedemikian rupa agar dapat membentuk kemampuan dasar yang mantap dan memungkinkan siswa mengerjakan level yang lebih tinggi dari tingkat kelasnya dengan kemampuan sendiri, pembimbing atau guru selalu memperhatikan dan mengamati satu persatu siswa yang baik, lalu memberikan soal latihan yang sesuai dengan kemampuan dan keadaan siswa. Kumon bertujuan agar setiap siswa memiliki kemampuan dasar yang kuat, kemandirian dan rasa percaya diri untuk mengembangkan dirinya masing-masing dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan dengan kemampuannya sendiri sehingga mereka dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat dan memberikan kontribusi bagi layanan pengembangan pendidikan. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Matode Kumon Setiap metode pembelajaran yang digunakan dalam kelas tentu ada keunggulan (kelebihan) dan kelemahan (kekurangan) masing-masing. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Russefendi (1991:294) bahwa setiap metode pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangannya, namun yang lebih penting adalah kemampuan guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan kemampuan

anak didiknya. Metode Kumon terdapat beberapa keunggulan dan kelemahannya. Keunggulan belajar dengan metode kumon antara lain: 1. Sistem belajar perseorangan Kumon memberikan pelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak.Agar anak dapat mengerjakan pelajarannya dengan lancar secara mandiri. 2. Bahan pelajaran small steps Rangkain soal-soal pada lembar kerja kumon tersusun secara sistematis dan dengan tingkat kesulitan yang meningkat setahap demi setahap (small steps). 3. Melatih kemandirian belajar Di kumon, anak belajar tidak dengan cara diajarkan, melainkan dilatih untuk berpikir, memahami dan mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri. Sedangkan kelemahan belajar dengan metode kumon antara lain adalah: 1. Memerlukan banyak waktu untuk siswa belajar 2. Umumnya target pencapaian kurikulum sering tidak tercapai 3. Kurang cocok untuk kelas yang cukup besar 4. Perlunya monitoring yang ketat dari gurunya. Adapun langkah-langkah model pembelajaran dengan menggunakan metode kumon yaitu: a. Memberikan sajian konsep b. Memberikan latihan c. Jika ada jawaban yang keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan dipariksa lagi d. Apabila sampai 5 kali masih juga salah guru akan membimbing siswa tersebut. Pada metode pembelajaran kumon, siswa memulai pelajarannya dari bagian yang dapat dekerjakan dengan lancar untuk membentuk kemampuan dasar yang mantap. Siswa dapat maju kepelajarannya yana levelnya lebih tinggi dengan kemampuannya sendiri. Dalam sistem pembelajarannya di kumon setiap anak diberikan tes penempatan untuk menentukan titik pangkal yang mudah. Soal-soal tersebut kemudian diperiksa dan diberi nilai oleh pembimbing. Apabila ada bagian yang salah, anak diminta untuk memperbaikinya sampai semua 5

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

lembar kerja mendapatkan nilai sempurna (100). Disini penulis ingin menekankan bahwa metode pembelajaran kumon berbeda dengan metode kumon pada kursus kumon, karena dalam kursus kumon yang dihadapi guru dalam satu kelas adalah siswa yang tingkat kemampuannya berbeda-beda dan level yang dipelajaripun berbedabeda.dengan demikian materipun berbeda, sedangkan metode kumon dalam pembelajaran yang penulis maksud yaitu materi pelajaran yang dibahas sama untuk satu kelas tetapi latihan yang diberikan pada siswa secara bertahap berbeda tingkat kesukarannya dan dikerjakan oleh masingmasing siswa disesuaikan dengan kemampuan mereka. Disini penerapan metode kumon lebih menekankan pada potensi dan kemampuan yang berbeda pada tiap siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa yang ditetapkan dengan metode kumon lebih menekankan pada belajar perseorangan (PT KIE Indonesia 2005:9). Metodologi Penelitian Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan tes. Daryanto (2002:36) berpendapat Tes yaitu: suatu alat prosedur yang sistematik dan objektif untuk memperoleh data-data dalam keterangan yang diinginkan. Dalam penelitian ini, peneliti mengadakan dua kali tes, yaitu tes awal (pre-tes) dan tes akhir (pos-tes). Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil belajar materi limas siswa. Dalam penelitian ini peneliti mengambil populasi seluruh siswa kelas VIII MTsN Sigli semester II Tahun Pelajaran 2011/2012, yang terdiri tujuh kelas dengan jumlah 280 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yang dilih dari populasi secara purposif sampling berdasarkan nilai matematika semester I yang ada dirapor dengan tingkat homogenitas siswa relatif sedikit, kedua kelas tersebut adalah kelas II- 4 yang berjumlah 38 siswa tidak diterapkan metode pembelajaran kumon sebagai kelas kontrol dan kelas II-5 yang berjumlah 38 siswa akan diterapkan pembelajaran metode kumon sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data peneliti memberikan tes awal terlebih dahulu, tes ini bertujuan untuk melihat kemampuan awal siswa.

Kemudian peneliti melakukan eksperimen dimana kelas kontrol peneliti menerapkan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen peneliti terapkan model pembelajaran kumon. Selanjutnya peneliti memberikan postest untuk kedua kelas tersebut. Hipotesis Penelitian Berdasarkan gambaran teori dan kerangka berpikir, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah Metode pembelajaran kumon dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa di kelas VIII MTsN Sigli pada materi limas. Hasil Penelitian Tabel 1. Hasil Postest Kelas Kontrol Eksperimen 70 75 65 70 60 70 80 75 70 60 50 85 65 60 70 70 45 70 70 75 70 55 40 75 60 75 70 75 60 75 60 80 50 70 50 65 55 65 75 70 65 85 65 65 65 70 65 50 70 70 60 65 60 65 60 50 65 60 65 70 75 80 70 65 65 65 65 65 60 65 6

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

60 Dari perhitungan sebelumnya diperoleh 60 varians terbesar = 93,12 dan varians terkecil 65 = 71,27. 55 Maka F = = 1,31 Selanjutnya data diatas di susun kedalam Dari tabel distribusi F diperoleh F 0,05 ( tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: 38,37) = 1,71 , karena Fhitung Ftabel yaitu Tabel 2. Daftar Distribusi Frekuensi Kelas 1,31 1,71, maka H0 diterima. Dengan Eksperimen Diperoleh: Nilai Tes fi Xi Xi2 fiXi fiXi2 50 55 3 52,5 2756,25 157,5 8268,75 = 56 61 5 58,5 3422,25 292,5 17111,25 = 68,19 62 67 11 64,5 4160,25 709,5 45762,75 Dan 68 73 9 70,5 4970,25 634,5 44732,25 74 79 7 76,5 5852,25 535,5 40965,75 S12 = 80 85 4 82,5 6806,25 330 27225 S12 = Jumlah 39 2659,5 184065,75 S1 = 8,44 demikian dapat disimpulkan bahwa variansvarians data kelompok eksperimen dan Tabel 2. Daftar Distribusi Frekuensi Kelas kelompok kontrol berasal dari populasi yang Kontrol sama. Nilai fi Xi Xi2 fiXi fiXi2 Tes akhir yang telah dilakukan Tes merupakan pengukuran hasil belajar siswa 40 46 2 43 1849 86 3698 yang telah menjadi sampel dalam penelitian, 47 53 4 50 2500 200 10000 dimana kelompok eksperimen dikenai 54 60 11 57 3249 627 35739 variabel perlakuan yaitu mengajar dengan 61 67 9 64 4096 576 36864 menggunakan metode kumon dalam jangka 68 74 7 71 5041 497 35287 waktu tertentu, sedangkan kelompok kontrol 75 81 5 78 6084 390 30420 tidak dikenai variabel perlakuan. Dengan pengukuran tersebut dapat diperoleh mean Jumlah 38 2376 152008 dari masing-masing kelompok dan dapat Diperoleh: diketahui selisih antara dua mean itu, = sebagaimana rumus yang dikemukakan oleh = 62,53

80 55 60

Dan S22 =

Sudjana (2005 : 239) yaitu : t =

S22 = 93,12 S2 = 9,65 Uji homogenitas berguna untuk mengetahui apakah sampel dari penelitian ini berasal dari populasi yang sama, sehingga generalisasi dari hasil penelitian ini hasilnya berlaku bagi populasi. Hipotesis yang akan diuji pada taraf signifikan = 0,05 yaitu ; H0 : = Ha : Dengan kriteria pengujiannya akan ditolak H0 jika F F ( n1 1, n2 1 ) dan dalam hal lain dapat diterima. Dengan menggunakan rumus: F =

Dengan S2= Dari perhitungan sebelumnya diperoleh nilai mean dan varians pada masing-masing kelompok yaitu : 1 = 68,19 dan S1 2 = 71,27 2 = 62,53 dan S2 2 = 93,12 Sehingga S2= S2= S2= S2 = S2 = 82,05 S = 9,06 7

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013

Untuk S = 9,06 maka nilai t diperoleh : t =

belajar matematika siswa kelas VIII MTsN Sigli. DAFTAR PUSTAKA Djamarah, S.B, dan Zain, A. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Hamalik, Oemar. 2000. Metode Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito. Hendrian. ModelPembelajaran Kumon, (online), (Http://id. Kumon Global. Com, diakses 12 Januari 2012). Http://id.Kumon Global. Visijangkapanjang kumon, (online), diakses 12 Januari 2012. Irma, Mutia. Metode Gali Potensi Matematika Anak, (Http://id. Shvoog. Com. Diakses 12 Januari 2012) Munandar, Utami. 2005. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak. Jakarta: Erlangga. Netty Nurindah Ningsih. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode KumonUntuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pelajaran Matematika. Surakarta: Universitas Muhammadiyah. Rahayu, Siti. 2002 . PsikologiPerkembangan Pengantar Dalam BerbagaiBahagiannya. Yogyakarta: Rikit Press. UGM. Russefendi, E. T. 2001. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensi Dalam Pengajaran Matematika Untuk MeningkatkanCBSA. Bandung: Tarsito. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Balai Pustaka. Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung: Tarsito. Winkel, W. S. 2002. PsikologiPendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

t = 2,73 Dengan taraf signifikan = 0,05 dan derajat kebebasan dk = ( n1 + n2 2 ) = ( 39 + 38 2 ) = 75, maka dari daftar distribusi t dengan peluang 0,95 dan dk = 75 dengan cara interpolasi diperoleh t 0,95(75) = 1,67. Hipotesis yang akan diuji adalah: H0 : 1 2 : (Metode pembelajaran kumon pada materi limas tidak berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN Sigli.) Ha : 1 >2 : (Metode pembelajaran kumon pada materi limas berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN Sigli.) Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikan = 0,05 dan derajat kebebasan dk = (n1 + n2 2) = 75, dengan peluang ( 1 ) dan kriteria pengujian adalah sebagai berikut : H0 diterima jika t < t(1-) H0 ditolak jika t t(1-) Berdasarkan penelitian diatas diperoleh t = 2,73, jadi thitung> ttabel yaitu 2,73 > 1,67 sehingga H0 ditolak dengan demikian Ha diterima dengan taraf signifikan = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Metode pembelajaran kumon pada materi limas berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTsN Sigli. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian terhadap hipotesis yang telah dilakukan pada taraf signifikan 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode pembelajaran kumon pada materi limas berpengaruh terhadap peningkatan hasil

Sains Riset Volume 3 - No. 1, 2013