Anda di halaman 1dari 8

X. SISTEM PERNAPASAN A. Sasaran Pembelajaran 1.

Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem pernapasan. 2. Agar mahasiswa mampu mengenali bagian-bagian dari organ pernapasan dan alat pernapasan tambahan. B. Organ Pernapasan Pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida oleh suatu organisme hidup. Untuk dapat bernapas maka diperlukan organ pernapasan. Pada ikan, proses pernapasan umumnya dilakukan dengan menggunakan insang (branchia). Insang ikan juga mengalami perkembangan sebagaimana organ-organ lainnya. Pada stadia larva, insang belum sempurna dan belum dapat berfungsi. Untuk dapat bernapas, larva ikan biasanya menggunakan kantung telur (yolk sac) atau pada beberapa ikan tertentu menggunakan insang luar (Gambar 58). Setiap insang ikan terdiri dari beberapa bagian, yaitu (Gambar 59): Filamen insang (hemibranchia = gill filament), berwarna merah, terdiri dari jaringan lunak, berbentuk seperti sisir, melekat pada lengkung insang. Banyak mengandung kapiler-kapiler darah sebagai cabang dari arteri branchialis dan merupakan tempat terjadinya pengikatan oksigen terlarut dari dalam air. Tulang lengkung insang (arcus branchialis = gill arch), merupakan tempat melekatnya filamen dan tapis insang, berwarna putih, dan memiliki saluran darah (arteri afferent dan arteri efferent) yang memungkinkan darah dapat keluar dan masuk ke dalam insang. Tapis insang (gill rakers), berupa sepasang deretan batang tulang rawan yang pendek dan sedikit bergerigi, melekat pada bagian depan dari lengkung insang, berfungsi untuk menyaring air pernapasan. Pada ikan-ikan herbivora pemakan plankton, tapis insangnya rapat dan ukurannya panjang. Hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai alat penyaring makanan. Sedangkan pada ikan-ikan carnivora, tapis insang tersebut jarang-jarang dan berukuran pendek (Gambar 60).

124

Gambar 58. Alat pernapasan pada larva ikan (Affandi et al., 1992)

Gambar 59. Bagian-bagian insang ikan Teleostei (Andy Omar, 1987)

Gambar 60. Insang pada ikan herbivora (A) dan karnivora (B)(Affandi et al., 1992)
125

Ikan-ikan bertulang sejati memiliki insang yang ditutup oleh penutup insang (apparatus opercularis). Tutup insang ini terdapat di sebelah kanan dan kiri bagian belakang dari kepala, berbentuk seperti setengah membundar. Setiap tutup insang terdiri atas (Gambar 61): Operculum, yang tersusun atas empat potong tulang, yaitu: os operculare, merupakan tulang yang paling besar dan letaknya paling dorsal os preoperculare, merupakan tulang kecil yang melengkung seperti sabit dan terletak paling cranial os interoperculare, merupakan tulang kecil yang terletak di antara os operculare dan os preoperculare os suboperculare, merupakan bagian tulang yang terletak paling caudal Membrana branchiostega, merupakan selaput tipis yang melekat pada operculum dan berakhir bebas di tepi belakang dari operculum. Berfungsi sebagai klep untuk menahan agar supaya air tidak masuk ke dalam rongga insang dari arah belakang. Radii branchiostega, merupakan tulang-tulang kecil yang terletak pada bagian ventral pharynx, dan berfungsi untuk menyokong membrana branchiostega. Ikan-ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) tidak memiliki tulang-tulang penutup insang. Insang ikan tersebut berada di dalam rongga dan berhubungan keluar melalui celah-celah insang yang berjumlah sekitar 5 7 buah (Gambar 62). C. Organ Pernapasan Tambahan Ada beberapa jenis ikan tertentu yang selain bernapas dengan insang juga menggunakan paru-paru sebagai organ pernapasannya. Ikan-ikan yang mempunyai organ paru-paru adalah ikan paru-paru Australia (Neoceratodus forsteri (Krefft, 1870)), ikan paru-paru Afrika Timur (Protopterus annectens annectens (Owen, 1839)), dan ikan paru-paru Amerika Selatan (Lepidosiren paradoxa Fitzinger, 1837). Selain insang dan paru-paru, beberapa jenis ikan tertentu memiliki alat pernapasan tambahan yang berupa: a. Labyrinth, lipatan membran seperti bunga mawar yang merupakan derivat dari lengkung insang.
126

Gambar 61. Tulang penutup insang pada ikan Teleostei (Andy Omar, 1987)

Gambar 62. Celah insang pada ikan cucut (Wischnitzer, 1972)

127

Pada ikan betok (Anabas testudineus (Bloch, 1792)), organ labyrinth terletak di bagian atas insang dan terdapat saluran yang menghubungkan labyrinth dan insang (Gambar 63). b. Arborescent organ, berbentuk seperti bunga karang.,Pada ikan lele (Clarias batrachus (Linnaeus, 1758)) alat pernapasan tambahan ini terletak di bagian atas depan insang (Gambar 64). c. Diverticula, lipatan kulit pada bagian mulut dan ruang pharynx, misalnya pada ikan gabus (Channa striata (Bloch, 1793))(Gambar 65). d. Alat pernapasan tambahan berupa tabung, misalnya pada ikan Heteropneustes microps (Gnther, 1864) dan jenis catfish lainnya. e. Dinding bagian dalam dari operculum yang banyak mengandung pembuluh darah, misalnya pada ikan blodok (Periophthalmus kalalo Lesson, 1831). D. Soal-soal Latihan Setelah membaca materi di atas, bentuklah kelompok diskusi (5 orang per kelompok), kemudian masing-masing kelompok menjelaskan mengapa ikan blodok (Periophthalmus argentilineatus Valenciennes, 1837) dapat bertengger pada akar-akar pohon bakau. Presentasikan selama 10 menit. E. Daftar Pustaka Affandi, R., D.S. Sjafei, M.F. Rahardjo, dan Sulistiono. 1992. Iktiologi. Suatu Pedoman Kerja Laboratorium. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat. Institut Pertanian Bogor, Bogor. Alamsjah, Z. 1974. Ichthyologi I. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. Alamsjah, Z. dan M.F. Rahardjo. 1977. Penuntun Untuk Identifikasi Ikan. Departemen Biologi Perairan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor, Bogor. Andy Omar, S. Bin. 1987. Penuntun Praktikum Ichthyologi. Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin, Ujungpandang. Bond, C.E. 1979. Biology of Fishes. W.B. Saunders Company, Philadelphia. Chiasson, R. 1980. Laboratory Anatomy of the Perch. Third edition. WM. C. Brown Company Publishers, Dubuque, Iowa.

128

Gambar 63. Labyrinth pada ikan betok (Anabas testudineus)(Affandi et al., 1992)

Gambar 64. Organ arborescent pada ikan lele (Clarias batrachus)(Affandi et al., 1992)

129

Gambar 65. Diverticula pada ikan gabus (Ophiocephalus striatus)(Affandi et al., 1992)

130

Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller, and D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology. Second edition. John Wiley and Sons, Inc., New York. Moyle, P.B. and J.J. Cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology. Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. Wischnitzer, S. 1972. Atlas and Dissection Guide for Comparative Anatomy. Second edition. W. H. Freeman and Company, San Francisco.

131