Anda di halaman 1dari 28

Agus Subhan, S.Ked Pembimbing : dr. H. Ibrahim. Sp.

KEPANITRAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MATA FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAHPALEMBANG/ RSUD PALEMBANG BARI

Kornea merupakan bagian anterior dari mata, yang merupakan bagian dari media refraksi. Kornea juga berfungsi sebagai membran pelindung dan jendela yang dilalui berkas cahaya menuju retina. Kornea terdiri atas lima lapis yaitu epitel, membran bowman, stroma, membran descemet, dan endotel. Keratitis adalah suatu peradangan kornea yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Keratitis dapat diklasifikasikan berdasarkan lapis kornea yang terkena seperti keratitis superficial dan profunda, atau berdasarkan penyebabnya yaitu keratitis karena berkurangnya sekresi air mata, keratitis karena keracunan obat, keratitis reaksi alergi, infeksi, reaksi kekebalan, reaksi terhadap konjungtivitis menahun. Manajemen yang tepat dapat mengurangi insidensi kehilangan penglihatan dan membatasi kerusakan kornea. Keterlambatan diagnosis infeksi adalah salah satu faktor yang berperan terhadap terapi awal yang tidak tepat. Kebanyakan gangguan penglihatan ini dapat dicegah, namun hanya bila di diagnosis penyebabnya ditetapkan secara dini dan diobati secara memadai

Identifikasi Nama Umur : Tn. MB : 28 tahun

Alamat

: Lr. Sekolah 09 RT.

13/07 Kel. Sukamaju Kec. Sako Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan Agama : Buruh Harian : Islam

Suku Bangsa : Indonesia

Keluhan Utama : pasien mengeluh mata kanan merah, nyeri, nganjel, pandangan kabur

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke poliklinik mata RSMP pada tanggal 20 Desember 2013 dengan keluhan mata kanan mata kanan merah, nyeri, terasa mengganjal, pandangan kabur sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengaku 1 minggu yang lalu ketika sedang memasang pipa PDAM mata kanan pasien kecipratan lumpur, setelah itu mata kanannya menjadi merah, nyeri, terasa mengganjal.

Riwayat Penyakit Sekarang

.Nyeri dan Mengganjal dirasakan sepanjang hari dan terus menerus sehingga mengganggu aktivitas, bertambah berat saat beraktivitas di bawah sinar matahari di siang hari, lebih ringan saat istirahat di malam hari. Pasien juga mengaku matanya silau dan berair bila terkena sinar matahari. Pasien

juga merasakan penglihatan sebelah kanan kabur.

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengaku matanya sering merah, nyeri dan membaik bila ditetesi tetes mata, namun kali ini nyerinya tidak menghilang sehingga pasien berobat ke RSMP. Pasien tidak mengeluh mata belekan, pasien juga tidak mengeluh pusing, pasien tidak pernah memakai kacamata sebelumnya.

Riwayat Penyakit

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Riwayat alergi tidak ada, mata sering merah ada, kemasukan benda asing ada, dan penyakit sistemik seperti hipertensi dan diabetes mellitus disangkal oleh pasien.

dalam Keluarga Keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan yang sama.

Riwayat Sosial : Pasien sehari-harinya merupakan tukang pasang pipa PDAM

Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Keadaan Umum Kesadaran Tanda vital : Tekanan darah Nadi Laju Nafas Suhu : Tampak sakit ringan : Compos mentis

: 130/90 mmHg : 84 x/menit : 21 x/menit : 36,90C

Status optalmologi

OD 20/30 PH 20/20 Normal Normal Injeksi Silier (+) Tenang Infiltrat (+) Arkus senilis (-) Cukup, Jernih Bulat, reguler, sentral Jernih

Visus Palpebra Punctum Lacrimal Konjungtiva Sklera Kornea Limbus Kornea COA Iris Lensa

OS 20/20 PH 20/20 Normal Normal Tenang Tenang Normal Arkus senilis (-) Cukup, Jernih Bulat, reguler, sentral Jernih

Tes Fluoresen

Diagnosis Banding Keratitis Keratokonjuntivitis Diagnosis Kerja

Keratitis Pungtata Supefisialis OD

Tarivid eye drop 6x1 tetes


Cendoxitrol 3x1 tetes Asam Mefenamat 500 mg 3x 1

Dubia ad Bonam

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi Kornea

Etiologi

Belum ditemukan organisme penyebabnya, namun dicurigai virus. Pada satu kasus berhasil diisolasi virus varicella-zoster dari kerokan kornea1,3. Penyebab lainnya dapat terjadi pada moluskulum kontangiosum, acne roasea, blefaritis neuroparalitik, trachoma, trauma radiasi, lagoftalmos, keracunan obat seperti neomisin, tobramisin dan bahan pengawet lainnya

Klasifikasi

epitel

Herpes zoster, herpes simplek, punctata

Superfisial
KERATITIS

subepite l stroma
interstitial

Numularis, disiform
neuroparalitik

Profunda
disiformis sklerotikan

Gambaran Klinis

adanya sensasi benda asing, mata berair, penglihatan yang sedikit kabur, silau (fotofobia)

Anamnesa
Subyektif : Anamnesis Dari anamnesis biasanya didapatkan gejala seperti : mata merah yang saki, injeksi perikorneal fotofobia penglihatan menurun,

Pemeriksaan fisik mata Pemeriksaan penunjang

Diberikan dengan tujuan mengatasi gejala yang ditimbulkan oleh penyulit misalnya, untuk melindungi mata dari cahaya terang, benda asing dan bahan iritatif lainnya, maka pasien dapat menggunakan kacamata. Untuk megurangi inflamasi dapat diberikan steroid ringan. Untuk mata kering diberikan air mata buatan.

Komplikasi yang paling ditakutkan adalah penipisan perforasi kornea yang dapat mengakibatkan endopthalmitis dan hilangnya penglihatan.

BAB IV ANALISIS KASUS

Pasien Laki-laki berumur 28 tahun dengan keluhan utama pasien adalah mata kanan mata kanan merah, nyeri, terasa mengganjal, pandangan kabur sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengaku 1 minggu yang lalu ketika sedang memasang pipa PDAM mata kanan pasien kecipratan lumpur, setelah itu mata kanannya menjadi merah, nyeri, terasa mengganjal dan mata terasa kabur..

Gejala-gejala yang dialami pasien ini sesuai dengan kepustakaan yang menuju kearah keratitis. Keratitis adalah kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. Keratitis dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Bakteri umumnya tidak dapat menyerang kornea yang sehat, namun beberapa kondisi dapat menyebabkan kornea terinfeksi. Mata yang sangat kering juga dapat menurunkan mekanisme pertahanan kornea.

` Pada pemeriksaan fisik didapatkan visus mata kanan pasien 20/30 dan visus mata kiri 20/20, pada mata sebelah kanan tampak kornea ada infiltrat, serta tampak adanya hiperemis pada konjungtiva, tidak didapatkan adanya kelainan pada palpebra, skera, iris, dan pupil.

Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan bahwa Permukaan mata secara regular terpajan lingkungan luar dan mudah mengalami trauma, infeksi, dan reaksi alergi yang merupakan sebagian besar penyakit pada jaringan ini. Kelainan kornea sering menjadi penyebab timbulnya gejala pada mata. Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrat sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh Usulan pemeriksaan yang dilakukan pada pasien ini adalah pemeriksaan fluoresen tes untuk lebih memastikan kerusakan epitel kornea.

Pada penatalaksanaan diberikan tarivid eye drop, cendoxitrol dan asam mefenamat. Dan diberi edukasi memakai kacamata pelindung ketika bekerja atau bermain di tempat yang potensial berbahaya bagi mata. Kacamata dengan lapisan anti ultraviolet dapat membantu mengurangi pajanan

TERIMA KASIH