Anda di halaman 1dari 30

AL-JAMAAH

BAB I
AL-JAMA'AH
Pengertian Al-Jama'ah
Menurut Bahasa


/ - -

Al-Jama'ah adalah asal kata dari Jama'a yang artinya ber-kumpul1, atau
jumlah yang banyak.
Menurut Istilah
Ibnu Masud berkata :


Barang siapa di atas kebenaran maka ia Jamaah , walaupun ia
menyendiri adanya.( Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, hal. 383)

, ,
Kasihanilah engkau, sesungguhnya kebanyakan manusia itu berpecah
meninggalkan Jamaah, dan sesungguhnya Jamaah itu apa-apa yang
berkesesuaian dengan taat kepada Allah azza wa jalla. (Kembali kepada
Al-Quran dan Sunnah, hal. 384)

,
Sesungguhnya jumhur Jamaah yang telah meninggalkan Al-Jama'ah.
Al-Jama'ah adalah apa-apa yang sesuai dengan haq walau kamu seorang.
Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, hal. 383-384)

Tatkala Imam Ali ditanya tentang arti Sunnah dan Bid'ah dan juga tentang
Jama'ah dan firqah, beliau berkata;
1

Kamus Arab Indonesia, Prof. Mahmud Yunus, bab Jim


Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

"Sunnah itu adalah sunnah baginda Nabi Muhammad SAW sedang bid'ah
adalah apa-apa yang menyalahinya. Adapun Al-Jama'ah adalah himpunan
ahlul haq (yang berpegang pada kebenaran) walaupun jumlah mereka
sedikit, sedang firqah itu adalah kumpulan ahlul bathil walaupun
jumlahnya banyak". (Kanzul Ummal dalam Musnad Ahmad 1/109).
Imam Abu Nu'aim menjelaskan tentang arti Al-Jama'ah :



"Apabila Al-Jamaah telah rusak, maka hendaklah kamu tetap berada pada
Al-Jama'ah para shahabat sebelum rusak walaupun kamu sendirian, maka
ketika itu kamu berada pada Al-Jama'ah. (Kembali kepada al-Quran dan
Sunnah, hal. 38)
Sebagian besar ulama menjelaskan :


,


Yang dimaksud dengan Jama'ah yaitu siapa-siapa yang berada di atas
kebenaran walaupun ia sendirian, karena kebenaran itu ialah apa-apa yang
ada pada Al-Jama'ah masa pertama (permulaan Islam), dan tidak boleh
memandang kepada banyaknya anggota sekalipun kebatilan itu meliputi
seluruh manusia di dunia". (Kembali kepada al-Quran dan Sunnah, hal.
384)
Imaam Abu Syammah dalah kitabnya "AL-BAA'ITS, menjelaskan :

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

,


,
.
Telah datang perintah untuk menetapi Al-Jama'ah, yang dimaksud adalah
menetapi kebenaran dan mengikutinya (mengamalkannya) walaupun
orang yang berpegang kepadanya sedikit dan yang memusuhinya banyak,
karena haq itu adalah Al-Jama'ah di zaman Nabi Saw, dan tidak boleh
memandang kebanyakan orang-orang ahli kebatilan dimasa kemudian
mereka. (Kembali kepada al-Quran dan Sunnah, hal. 385)
-

Dengan tarif dan definisi yang dijelaskan oleh para shahabat dan
tabiin tersebut di atas, maka kita dapatkan pengertian bahwa AlJama'ah adalah himpunan atau kumpulan khusus orang-orang
yang mengamalkan kebenaran (Al-Qur'an dan As Sunnah)
walaupun jumlah mereka sedikit, atau dengan kata lain AlJama'ah adalah kumpulan khusus ahlul haq, pengamal kebenaran
dari Allah dan Rasul-Nya.

1. Asal Manusia Adalah Umat yang Satu.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan),


maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan
pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab
dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang
perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang
Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka
Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan
yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah
memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran
tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan ke-hendak-Nya.
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang lurus. (QS. Al-Baqarah : 213).


.

(- :
)

Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua;


agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di
antara mereka. Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan
kembali" (QS Al-Anbiya; 92-93).

"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua,


agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah
kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu)

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa


pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada
pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam
kesesatannya sampai suatu waktu". (QS. Al-Mu'minun 52-54).

"Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka


satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang
dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang
zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula
seorang penolong" (QS. As-Syuura : 8).

"Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka


satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang
dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang
zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula
seorang penolong. (QS. Al-Nahl : 93).

Kalau Rab mu menghendaki niscaya Dia menjadikan manusia


ummat yang satu; akan tetapi mereka senantiasa berselisih
pendapat" (Q.S. Hud : 118)
Keterangan :
-

Asal usul manusia adalah dari umat yang satu.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Jika allah berkehndak niscaya menjadikan manusia umat yang


satu, akan tetapi Allah memberikan petunjuk atas rahmat-nya
(berjama'ah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Kebanyakan manusia lebih suka berselisih dan berfirqah-firqah,
walaupun Allah memerintahkan bersatu dan berja-ma'ah serta
melarang berpecah belah.

2. Perpecahan Umat


Artinya : Dari Abi Amir Abdillah bin Yahya berkata: kami telah
menunaikan Haji bersama Muu'awiya bin Abi Sufyan, ketika kami
sampai di kota Makkah, setelah selesai shalat Dzuhurm, dia berdiri
seraya berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW telah besabda: "
Sesungguhnya kedua Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) telah
berserai berai (berpecah) dalam agama mereka menjadi 72 golongan
dan sesungguhnya ummat (Islam) ini akan berpecah menajdi 73
golongan, yakni pengikut hawa nafsu, semua akanmasuk neraka
kecuali yang satu; yaitu Al-Jama'ah. Sesungguhnya akan ada
dinatara ummat ku mengikut hawanafsunya sebagaimana
menjalarnya penyakit anjing gila pada orang yang dihinggapinya,

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

tidak tinggal satu urat dan sendi ruas tulangnya melainka dijangkitinya". )HR Ahmad 3/145, 4/102, dan Abu Daud 3/198(



Artinya : .. Demi Dzat yang diri Muhammad berada di tangan
kekuasaan-Nya, sungguh akan berpecah ummatku ini menja-di 73
golongan, yang satu dalam dan 72 dalam neraka. Rasulullah
ditanya; wahai Rasulullah siapa mereka itu? Beliau bersabda; AlJama'ah. (HR. Ibn Majah 2/1322 no 3992)
Dalam riwayat Tirmidzy : Siapa-siapa yang mengikuti (sunnah)
ku dan Sahabatku. (Sunan Tirmidzy 5/29)
Keterangan :
-

Menurut hadits di atas, bahwa ummat Nabi Muhammad SAW


akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka
kecuali satu yaitu AL-JAMAAH.

Ada hadits yang bertentangan dengan kedua hadits di atas, yakni


tujuh puluh tiga golongan itu akan selamat semuanya, kecuali
yang satu, yaitu Zinadaq (kodariyah). Lihat kitab Al-Maudluat
oleh Imam Al-Jauzy, juz 1 hal. 63. Kitab Silsilah Hadits Shahih oleh
Nasiruddin Al-Albany, juz 2, hal. 117. Bahwa hadits ini tidak bisa
dipakai hujjah, karena tergolong hadits maudlu. Nasiruddin AlAlbany dalam mengomentari hadits ini mengatakan : Hadits ini
tidak terdapat konteks aslinya.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

3. Kewajiban Berjamaah
Dalil-dalil Al-Quran




Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada
Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali
kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah sraya
berjamaah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara;
dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan
kamu
daripadanya.
Demikianlah
Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk. (QS. Ali Imran : 102-103).

Artinya : "Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang


bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa


yang berat. (QS. Al Imran :105).

Artinya : "Dia (Allah) telah mensyari`atkan kamu tentang agama


apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah
Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan
kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan
janganlah kamu berpecah belah tentangnya . (QS. Asy Syuura :
13)

Artinya : ".. dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang


mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah
agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap
golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan
mereka. (QS. Ar-Rum : 31-32)





Artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah
agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak
ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya
urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah
akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka
perbuat. (QS. Al An'am : 159)

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam


Dari Abi Huraerah RA bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
"Sesungguhnya Allah ridla atas kamu dengan tiga perkara dan benci
kepada kamu dengan tiga perkara juga; 1).Dia (Allah) ridla atas
kamu untuk menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya
dengan sesuatu apapun, 2).Kamu berpegang teguh pada tali Allah
seraya berjama'ah dan tidak berpecah belah, dan 3).Kamu
menasehati orang yang diserahi oleh Allah untuk memimpin urusan
kamu. Dan Dia (Allah) benci kepada kamu dengan tiga perkara,
yaitu: 1). Beromong kosong, 2). Banyak bertanya (bukan untuk
diamalkan) dan 3). Menyia-nyiakan harta. (HR. Muslim:2/61,
dengan lafadz matan dari padanya, Imam Malik:2/254-255, dan
Imam Ahmad:2/327.)

:
) (
:

10

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Dari Umar bin Khatab bahwa Nabi SAW telah bersabda kepada
Aisyah; Wahai Aisyah, sesungguhnya orang-orang yang memecah
belahkan agama mereka menjadi beberapa golongan, mereka adalah
ahli-ahli hawa nafsu dan ahli bid'ah (dalam riwayat lain ahli yang
sesat dari umat Islam, tidak ada bagi mereka taubat). Wahai Aisyah,
sesungguhnya bagi setiap orang yang berdosa ada taubatnya kecuali
bid'ah dan ahli hawa nafsu. Mereka berlepas denganku, dan aku
(Muhammad SAW) berlepas diri dari mereka. (HR. Tirmidzy,
Imam Abi Hatim, Abu Syaikh, Tabrany dan Baihaqy, lihat AlManar:8/215.)

Dari Ibnu Abbas r.a dari Nabi SAW., telah bersabda; Barang siapa
yang melihat dari seorang pemimpin sesuatu yang tidak disukainya,
maka hendaklah ia bersabar darinya, karena barang siapa yang
berpisah dari al-Jama'ah kemudian ia mati, maka matinya
berbangkai jahiliyyah". (HR. Bukhari: 4/22, dengan lafdz matan
dari padanya, Muslim:2/136, Abu Daud:4/241,Tirmidzy dalam
kitab Adab no 88. Al Nasai:6/28, al-Darimy:2/241, Ahmad:1/70,
83, 93, 97, 123, 154, 2/6, 29, 306, 488, 3/445-446)




Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

11

AL-JAMAAH

Dari Ibn Masud r.a berkata, Rasulullah SAW telah bersabda; Tidak
halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan yang wajib disembah dan daku Muhammad adalah pesuruh
Allah kecuali dengan salah satu dari tiga perkara; membunuh orang,
tsayib (orang yang telah menikah) berzina dan orang yang
meninggalkan agamanya karena berpisah dari al-Jamaah. (HR.
Bukhari dengan lafadz hadith ini dari padanya: 4/188, Muslim:2/40,
Tirmidzy:4/19, Abu Daud:4/126, Al-Nasai:7/83, Ibn Majah:2/847,
no.2534, Imam Ahmad:1/382)










Dari Abi Dzar telah berkata; Rasulullah SAW telah berabda;
"Barang siapa yang memisahkan diri dari al-Jama'ah sejengkal
maka berarti ia telah melepaskan tali keislaman dari batang
lehernya". (HR. Abu Daud:4/241, Ahmad Fathurrabbany: 23/48)
Keterangan:
-

12

Kaum Muslimin wajib berjama'ah dan dilarang berpecah belah.


Yang memecah belah dienullah (Al-Islam) menjadi beberapa
golongan dikatagorikan sama dengan mempersekutukan Allah
(syirik).
Rasulullah saw berlepas diri terhadap orang-orang yang
memecah belahkan agama.
Barang siapa yang memisahkan diri dari Al-Jama'ah berarti
telah melepaskan tali Islam dari lehernya dan kematiannya
laksana bangkai Jahiliyyah.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Penegasan Rasulullah ini menunjukan betapa penting dan


eratnya hubungan perintah berjama'ah dengan syariat lainnya.

4. Jama'ah Muslimin sebagai wadah kaum Muslimin

Dari Hudzaefah bin Yaman r.a berkata; Adalah orang-orang


bertanya kepada Rasulullah SAW, tentang hal kebaikan, sedangkan
aku bertanya kepadanya tentang keburukan, khawatir ianya
menimpaku, maka aku bertanya; Ya Rasulallah, sesungguhnya kami
(dahulu) berada dalam keadaan jahiliyah dan keburukan, kemudian
Allah mendatangkan kepada kami kebaikan (Islam) apakah sesudah
kebaikan ini ada keburu-kan? Rasul menjawab; Ya. Saya bertanya
lagi; Apakah setelah keburukan ini ada lagi kebaikan? Beliau

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

13

AL-JAMAAH

menjawab; Ya, namun di dalamnya terdapat dakhan (kabut, tidak


jelas, cam-pur aduk). Saya bertanya lagi: Apakah dakhannya itu?
Beliau menjawab: yaitu satu kaum yang mengikuti petunjuk tapi
bukan atas petunjukku ((dilain riwayat; suatu kaum yang mengikuti
sunnah tapi bukan sunnahku dan mengikuti petunjuk tapi bukan
petunjukku)) hendaknya kamu ketahui hal itu dan ingkari. Saya
bertanya lagi; Apakah setelah kebaikan ini akan ada lagi
keburukan? Beliau menjawab: ya, seruan kearah pintu jahanam
barangsiapa yang memenuhi panggilan itu niscaya mereka
dilemparkannya ke dalam neraka Jahannam. Saya bertanya lagi; ya
Rasulullah berikanlah tanda-tanda mereka. Beliau menjawab:
Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita.
Saya bertanya lagi, Apa yang engkau perintahkan padaku sekiranya
saya menjumpai hal seperti itu? Beliau bersabda: Kamu tetap dalam
Jama'ah Muslimin dan Imaam mereka. Saya bertanya lagi,
bagaimana sekiranya tidak ada Jama'ah dan Imaamah? Beliau
bersabda: hendaknya kamu tinggalkan semua firqah-firqah itu walaupun kamu menggigit akar kayu, sehingga kematian menjumpaimu, agar kamu tetap demikian. (HR. Imam Bukhari: 4/225,
Muslim:2/234-235, Ibn Majah:2/1317)

:
-

....

-

14

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Dari Muhammad bin Zubair bin Muth'im dari bapaknya, ia telah


menyaksikan khutbah Nabi SAW, pada hari Arafah dan haji
wada'ketahuilah bahwa hati itu tidak akan berbuat curang pada
tiga perkara; Ikhlas beramal karena Allah semata, menasihati Ulil
Amri dan menetapi Jama'ah Muslimin, ka-rena do'a mereka
meliputi dari belakang mereka. (HR. Al-Darimy:1/76, AlTirmidzy:5/34-35)

- -
:

:



Dari Abi Darda berkata; Rasulullah telah berkhutbah di tengahtengah kami seraya bersabda : Allah mengelokkan seorang hamba
yang mendengar hadits daripada kami kemudian ia
menyampaikannya sebagaimana ia dengar. Berapa banyak orang
yang menyampaikan hadits tapi kefahamannya lebih faham orang
yang mendengarnya. Ada tiga perkara yang menyebabkan hati
seseorang tidak berbuat curang; 1). Muslim yang ikhlas beramal
karena Allah, 2). Menasehati setiap muslim dan 3). Menetapi
Jama'ah Muslimin, karena do'a mereka meliputi dari belakang
mereka. (HR. Al-Darimy: 1/76 dan Ahmad:5/34-35)
Keterangan;
- Kalimat Jama'ah Muslimin merupakan lafadz yang diberikan
oleh Rasulullah yang hendaknya seluruh umat Islam berada di
dalamnya demi menggalang kesatuan umat seluruhnya.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

15

AL-JAMAAH

Jama'ah Muslimin dan Imamnya merupakan bentuk konkrit


untuk mewujudkan kesatuan dalam menghambakan dirinya
kepada Allah dalam mengharap ridla dan ampunan-Nya.
Kesatuan hanya dapat diwujudkan dengan menetapi Jama'ah
Muslimin dan Imamnya dab bukan dengan cara-cara lain yang
biasa dilakukan hanya dari ide dan pemikiran seseorang yang
melahirkan teori-teori yang berbeda yang membawa pada
pertentangan pendapat berkepanjangan. Hal inilah yang
melahirkan firqah-firqah yang justru tercela menurut agama.

5. Wajib berada pada Sawadzul Adzam




Dari Said bin Jamhan ia berkata : saya telah bertemu dengan
Abdullah bin Abi Aufa r.a, ia dalam pandangannya tertutup (buta),
kemudian aku salam kepadanya, ia berkata kepadaku : siapa kamu?
Saya menjawab: saya Said bin Jamhan. Ia berkata: apa pekerjaan

16

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

bapakmu? Telah diperangi oleh Al-Azarikoh, ia berkata: semoaga


Allah melaknat kaum Al-Azarokoh (dua kali), Rasulullah saw telah
menceritakan kepada kami, bahwa mereka itu anjingnya api neraka.
Aku berkata: apakah hanya kaum Al-Azarikoh saja atau kaum
khowarij ssemuanya? Beliau menjawab: benar dengan kaum
khowarij semuanya. Aku berkata: sesungguhnya penguasa itu telah
terbuat dzalim sesama manusia, ia berkata: aku telah
mendapatkannya / menemuinya kemudian aku mencelanya dengan
sangat. Kemudian ia berkata: celaka wahai Ibnu Jamhan!
Hendaknya kamu berpegang dengan As Sawadhul Adham,
hendaknya kamu berpegang pada As Sawadhul Adham jika
penguasa itu mendengar darimu karena ia berada di rumahnya,
maka ceritakanlah apa yang kamu ketahui, jika tidak, maka
tinggalkanlah karena kamu bukan orang yang lebih tahu dari
padanya. (H.R Ahmad, Al-Haetamy berkata: Rijal hadits ini
Tsiqot, Al-Fathur Robbany, 23 / 46).










Dari Anas bin Malik r.a berkata: Saya telah mendengar Rasululah
saw bersabda : Sesungguhnya umatku tidak akan berkumpul pada
kesesatan, apabila kamu melihat perselisihan, maka hendaklah
kamu berpegang pada As Sawadhul Adham. (H.R Ibnu Majah,
dalam kitab Az Zawaid, sanad hadits ini ada yang bernama Abu
Khalaf Al-Ama yang nama aslinya Hazim bin Atha, ia adalah
dhaif ( Sunan Ibnu Majah, 2 / 1303).
Keterangan :

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

17

AL-JAMAAH

As Sawadhul Adham, sebagaimana komentar As Sayuthi :


adalah kumpulan manusia dalam perjalanannya yang
lurus/benar (Islam). Lihat, Sunan Ibnu Majah, juz 2, hal.
1303.
As Sawadhul Adham, berarti juga kumpulan ahli
kebenaran, baik mulai dari niat, prosedur yang ditempuh,
dan tujuan yang akan dicapaidalam pelaksanaan syariat
Islam dengan contoh Rasulullah saw dan Khulafaurasyidin
al Mahdiyyin, lihat surat Al-Ahzab : 21.
Sabda Rasululullah saw : Barangsiapa beramal dengan
suatu amalan yang tidak ada dari sunnahku, maka ia
tertolak.
Titik beratnya, bukan pada jumlah, tapi pada kebenarannya.

6. Adanya Islam hanya dalam Al-Jama'ah

Dari harits al-Asy'ary RA, telah berkata; Rasulullah telah bersabda :


Aku perintahkan padamu dengan lima perkara sebagaimana Allah
perintahkannya padaku dengan lima perkara ini; ber-Jama'ah,
Mendengar, Tha'at, Hijrah dan Jihad fi sabilillah. Barangsiapa yang
keluar dari Al-Jama'ah sekedar sejengkal sungguh ia telah

18

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

melepaskan tali keIslaman dari lehernya sampai ia kembali (taubat),


barangsiapa yang menyeru dengan seruan jahiliyah maka ia
bertekuk lutut dalam api neraka jahanam. Para Sahabat bertanya; Ya
Rasulullah bagaimana kalau dia shaum (puasa) dan shalat, Rasul
menjawab; ya, walaupun ia shaum dan shalat serta menamakan diri
sebagai muslim, bagaimanapun panggilah olehmu MUS-LIMIN,
sebagaimana Allah telah menamakan mereka; Muslimin, Mu'minin
ibadallah Azza wa jalla. (HR. Ahmad:4/202, 5/344, Al
Tirmidzy:5/149)





Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a berkata; Rasulullah SAW, telah
bersabda: Tangan (kekuasaan) Allah beserta Al-Jama'ah. (HR. At
Tirmidzy, 4/466 dengan kedudukan hadits ini gharib)







Artinya: Dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah SAW telah bersabda;
Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan ummatku atau
beliau bersabda- ummat Muhammad SAW, dalam kesesatan dan
Tangan (kekuasaan) Allah beserta Al-Jamaah, barang siapa yang
memisahkan diri maka ia berarti ke Neraka. (H.R. At-Tirmidzy,
4/466)

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

19

AL-JAMAAH

:



:





Artinya: Dari Tamim al-Daary r.a berkata; Umar ibn al-Khattab
RA, berkata; Tidak ada Islam kecuali dengan Al-Jama'ah, dan tidak
ada Al-Jama'ah kecuali dengan Imarah (sistem kepemimpinan
Islam), dan tidak ada Imarah kecuali dengan ta'at. Barang siapa
yang dijadikan pemimpin atas dasar ilmu berarti ada suatu
kehidupan (yang baik) bagi dia dan mereka, dan barang siapa yang
dijadikan pemimpin bukan atas dasar ilmu maka berarti suatu
kehancuran bagi dia dan mereka (para mamumnya). (H.R. AdDarimy, 1/79)
Keterangan:
-

20

Di samping Allah mensyariatkan rukun Islam yang kita ketahui,


ternyata Allah juga mensyari'atkan untuk berjamaaah,
mendengar, dan taat. Seakan-akan tidak ada Islam kecuali
adanya Al-Jama'ah. Dan Al-Jama'ah itu terwujud dengan adanya
kepemimpinan (Imaamah/Khilafah/amir). Keduanya tidak berarti
tanpa wujud ta'at dan kepatuhan kepadanya selama ia ta'at pada
Allah dan Rasulnya, dan selama yang diperintahkannya itu
sejalan dan tepat dengan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi SAW.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

7. Syaithan beserta orang yang menyendiri


Hadits nabi SAW.









Dari Ibnu Umar r.a berkata: bahwa Umar r.a Telah berpidato:
Wahai manusia sesungguhnya aku berdiri sebagaimana Rasulullah
berdiri di tengah-tengah kamu lalu bersabda: "Aku berwasiat
kepada kamu (berpegang) dengan shahabatku, kemudian dengan
orang selepas mereka, kemudian dengan orang yang selepas
mereka, kemudian mereka menyebar kebohongan sampai seorang
bersumpah padahal tidak diminta untuk berbuat demikian,
kemudian mereka menjadi saksi sedangkan mereka tidak diminta
menjadi saksi. Ketahuilah, tidaklah seorang laki-laki berkhalwat
dengan seorang perempuan, selain ketiganya adalah syaithan.
Wajiblah atas kamu berjama'ah dan jauhilah olehmu firqah-firqah,
karena syaitan beserta orang yang menyendiri dan menjauh dengan
orang yang berdua. Barang siapa yang mau tinggal dalam Jannah
(surga) maka tetaplah dalam Al-Jama'ah. Barang siapa yang
bergembira dengan kebaikannya dan merasa buruk dengan segala
kelakuan jahatnya, maka yang demikian itu adalah mumin". (H.R.
Ahmad, 1/18. Fathurrabany, 23/85. Tirmidzy, 4/456)
Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

21

AL-JAMAAH

Hendaklah kamu dalam al-Jama'ah karena sesungguhnya srigala


itu memakan kambing yang bersendirian".
(H.R. Abu Daud no 547, Nasai 2/107 dari Imam Abi Darda)

"Barang siapa yang berpisah dari Al-Jama'ah dan menghina Imarah,


maka bertemu dengan Allah Azza Wa jalla tiada hujjah baginya".
(H.R. Ahmad dan al Hakim, dan Imam Adz-Dzhahaby menshahihkannya akan hadits ini, lihat Fathurrabany 23/48)

Dari Abi Dzar r.a dari nabi SAW, bahwasanya beliau telah
bersabda: "berduaan itu lebih baik daripada menyendiri, dan bertiga
lebih baik daripada berdua, dan berempat lebih baik daripada
bertiga, maka hendaklah kamu berjama'ah, ka-rena sesungguhnya
Allah Ta'ala tidak akan menyatukan ummat ku kecuali dalam
hidayah (petunjuk)".
(H.R. Ahmad, menurut al-Haithamy dalam hadits ini ada sanadnya
yang bernama al-Bakhtary bin Ubaed bin Sulaiman adalah
lemah/dha'if (lihat, Fathurrabny, 23/47))
Keterangan:

22

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Menyendiri dan berpisah dari Al-Jama'ah seseorang akan mudah


terjerumus kepada amalan buruk, dan jahat. Dalam kehidupan
bermasyarakat orang yang menyendiri seumpama binatang yang
berpisah dari rombongannya, maka srigala akan dengan mudah
menangkapnya.

Kehidupan menyendiri adalah tidak digalakkan. Kerena itu, kita


hendakanya selalu berjamaah, sehingga ketika kita bepergianpun
adalah berdua itu lebih baik daripada menyendiri.

8. Al-Jama'ah adalah Rahmat


"Berjama'ah itu rahmat, dan berfirqah-firqah itu adzab".
(HR.Ahmad, 4/278, termasuk hadits yang shahih, lihat silsilah
hadits shahih, no.667)
Keterangan:
-

Al-Jama'ah disebut sebagai rahmat oleh baginda Nabi SAW,


karena didalamnya subur dengan amalan yang mengarah pada
kasih sayang, tolong menolong dan nasihat menasihati. Hal ini
sesuai dengan diutusnya baginda Nabi untuk menjadi ramhat
bagi sekalian alam (al-Anbiya: 107).

9. Kesatuan dalam Al-Jama'ah hanya karena Allah


Firman Allah Ta'ala;

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

23

AL-JAMAAH





Kamu tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada
Allah dan hari Akhir saling berkasih sayang dengan orang yang
menentang Allah dan Rasul-Nya walau-pun mereka adalah bapakbapaknya, atau anak-anaknya, atau saudaranya, atau keluarganya.
Mereka itulah yang telah ditanamkan dalam hati mereka keimanan
dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkan mereka ke dalam Jannah yang mengalir di
ba-wahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridla
terhadap mereka dan merekapun ridla terhadap (limpahan rahmat)
Nya. Ketahuilah bahwa Hizbullah (yang berpihak kepada Alla yang
beruntung. (Q.S. Al-Mujadalah : 22)
Hadith Nabi SAW.





{



}

24

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

Dari Umar bin Khatab RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:


"Bahwasanya dari hamba-hamba Allah ada orang-orang yang
mereka bukan para Nabi, bukan para syuhada, tapi kedudukan
mereka pada hari kiamat menyerupai para nabi dan para syuhada di
sisi Allah Ta'ala. Mereka bertanya: ya Rasulullah mohon kami
beritahu siapa gerangan mereka? Beliau menjawab: yaitu satu kaum
yang berkasih sayang karena ruh Allah bukan karena pertalian
kekeluargaan dan bukan pula karena harta kekayaan yang saling
beri memberi. Demi Allah sesungguhnya wajah mereka adalah
"NUR" (cahaya) bahkan di atas cahaya, dan mereka tidak merasa
takut dikala manusia mengalami ketakutan dan tidak bersedih dikala
manusia bersedih. Kemudian baginda membacakan ayat; Ingatlah,
bahwa penolong-penolong Allah itu tidak merasa takut dan
tidakpula merasa bersedih . (H.R. Abu Daud 3/288, no 3527 dan
ahmad 5/343)
keterangan:
-

Nabi menggambarkan tentang orang-orang yang bersatu di


bawah naungan Islam artinya mereka bersatu dalam Jama'ah dan
Imamah. Perkumpulan mereka bukan karena ikantan keturunan,
bukan pula karena harta kekayaan, tapi hanya karena Allah
semata. Ini telahpun dicontohkan oleh kemasyarakatan Islam di
Madinah ketika itu, dimana para Shahabat datang dari berbagai
suku, berlainan warna kulit, berlainan bahasa, tapi mereka
bersatu dalam panji Islam; menjadi masyarakata madinah yang
hebat seumpama pelangi di awan biru.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

25

AL-JAMAAH

Mereka yang berkumpul karena Allah, tidak takut dengan


cercaan orang yang mencerca, tidak khawatir hinaan orang yang
menghina. Mereka hanya takur akan Allah Taala.

Mereka itu umpama cahaya yang dapat menerangi digelapan


hari, yang menyinar ketika suasana kelabu. Hari ini yang
diumpamakan alam Jahiliyah modern, manusia dalam kegelapan
karena sudah terlalu banyak kemungkaran, keburukan, dan
kejahatan. Sedangkan umat Islam pula, berada dalam situasi dan
kondisi perpecahan karena berbagai aliran politik dan
perkauman, maka kesatuan Jamaah dan Imaamah tampil untuk
meluruskan yang bengkok, untuk menerangi kegelapan
peradaban perpecahan sehingga menjadi satu kekuatan yang
disegani oleh kawan dan lawan. Inilah kesatuan yang bertaut
karena Ruh dan kalimat Allah.

10. Ancaman bagi orang yang memecah belah Kesatuan









Dari Ziyad bin Alaqah berkata; Saya telah mendengar Urfajjah
berkata; Saya telah mendegar Rasulullah SAW bersabda; "Akan
terjadi fitnah dan akan terjadi fitnah, barang siapa yang akan
memecah belahkan urusan (ummat) ini sedang ia dalam keadaan
berjama'ah maka pukullah dengan pedang dimana saja berada".

26

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

(H.R. Muslim, juz 2, hal. 136 dan Ahmad dalam Fathurrabany juz
23, hal. 8)

Dari Urfajjah berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW


bersabda: "Barang siapa yang datang kepadamu sedang kamu
berada dalam kesatuan (berjama'ah) kemudian dia hendak memecah
belahkan kamu maka perangilah". (H.R. Muslim, juz 2, hal.137)
Keterangan:
-

Ada diantara ummat Islam yang kerjaannya mau memecah


belahkan ummat ketika ia bersatu, maka sekiranya kita menemui
hal seperti ini, maka Nabi memberikan isyarat untuk
diperanginya, karena ia tidak searah dengan ajaran Islam.

Islam mengajarkan ummatnya untuk bersatu, bergandeng bahu


dalam meniti ridla dan ampunan Allah.

11. Orang yang menyeru pada Ashabiyah


Dari Jundub bin Abdillah al Bajali berkata; Rasulullah SAW telah
bersabda: Barang siapa yang berperang di bawah bendera yang
menyeru pada ashabiyah (kesukuan) atau menolong pada ashabiyah,
Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

27

AL-JAMAAH

maka jika terbunuh, matinya laksana bangkai Jahiliyah". (H.R.


Muslim, juz 2, hal. 136)











Dari Jubair bin Muthim berkata; bahwasannya Rasulullah saw
bersabda : Bukan dari ummat kami orang yang menyeru pada
ashabiyyah (kesukuan), dan bukan dari (ummat) kami orang yang
berperang karena Ashabiyah dan bukan dari ummat kami orang
yang mati karena Ashabiyah". (H.R. Abu Daud dalam Jamius
Shaghir, no 275)
Keterangan:

28

Terkadang tidak terasa bagi ummat Islam terjerumus kearah


ashabiyah dalam kehidupannya. Dizaman modern ini dimana kita
telah dibentuk oleh imperialisme untuk terlibat dalam hal ini,
sehingga banyak di kalangan kita baik ulama atau rakyat biasa,
kyai ataupun santri justru menyeru kearah ashabiyah ini.

Islam menyeru kepada bendera kesatuan, tanpa mengira kaum,


suku, bahasa dan bangsa. Rasulullah SAW., diutus adalah untuk
seluruh ummat manusia dan seluruh alam (lihat, Q.S. al Saba:28
dan al-Abiya; 107). Oleh kaarena itu, Nabi Muhamad akan
berlepas diri kepada orang yang menyeruk akan kesukuan,
kebangsaan dengan kata lain ashabiyah.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

AL-JAMAAH

12. Penderitaan yang berkepanjangan akibat tidak berjama'ah


Dari Thauban berkata; Rasulullah SAW telah bersabda:" Kamu
sekalian hampir-hampir dikeroyoki sebagaimana dikeroyokinya
hidangan makanan di atas meja oleh orang-orang yang lapar.
Kemudian ada yang bertanya: Apakah kami ketika itu termasuk
golongan yang sedikit? Rasul menjawab: Bahkan kamu kamu ketika
itu adalah golongan yang banyak tapi kamu seumpama buih di
lautan, Allah mencabut dari hati musuh kamu rasa takut pada kamu,
dan Allah menjadikan dalam hati kamu penyakit "Wahn". Lalu ada
yang bertanya lagi: Ya Rasulullah, apakah penyakit Wahn itu?
Rasul menjawab: "Cinta Dunia dan takut mati". (H.R. Abu Daud,
juz 4, hal. 110)
Keterangan:
-

Ummat Islam hari ini sedang dikroyok dari berbagai sudut oleh
orang-orang kafir terutama Yahudi dan Nasrani, dan diantara
penyebab utama adalah karena ummat Islam tidak bersatu; satu

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh

29

AL-JAMAAH

Jama'ah dan satu Imamah. Mereka mengeroyok ummat Islam


seumpama orang-orang yang lapar menyantap dan memakan
hidangan di atas meja. Hal ini bukan karena ummat Islam
memiliki kuantitas yang sedikit, akan tetapi karena mereka tidak
ada kwalitas.

30

Nabi memperumakan ummat Islam seperti buih di atas lautan,


yang begitu mudah diumbang ambingkan oleh alur air dan angin
laut. Hal ini karena ummat Islam sudah tidak ada nilai dan value
sehingga pihak musuh begitu mudah memperdaya dari berbagai
sudut hidup dan kehidupan. Mengapa demikian? Karena umat
Islam sudah ditimpa dua penyakit; yaitu terlalu cinta dunia dan
takut mati.

Akibat terlalu cinta akan dunia, ummat Islam lupa akan infak dan
shadaqah. Khawatir berkurangan apabila mau menunaikan zakat,
dan akhirnya lalai beribadah. Sikapnya semakin tamak dan rakus,
sehingga tidak mengenal halal dan haram. Oleh karena itu
selepas jiwanya dihuni penyakit cinta dunia, maka sikapnya akan
takut kematian menjemputnya, karena di sekelilingnya banyak
kekayaan menyelimutinya, baik itu rumah yang mewah dan
segala isinya, keuangan dan lain sebagainya.

Dalil-Dalil Jamaah-Imamah-Imaroh