Anda di halaman 1dari 18

KOMPONEN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

TUGAS MATA KULIAH

PENULISAN KARYA ILMIAH


Dosen Pengampu

Drs. Suhartono, M.Pd Disusun Oleh : Nama : Amalia Ningsih NIM : !"#$$$% Kelas : A Semes&e' : % PROGRAM STUDI S(# PGSD KAMPUS )I KEBUMEN *AKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNI)ERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

"$##

LEMBAR PENGESAHAN Judul Makalah Peneliti Nama NM Kelas Semester : Komponen Dalam Manajemen Berbasis Sekolah : : : : Amalia Ningsih !"#$%%%& A ' Kebumen, #( Maret #%$$ Penulis Amalia Ningsih N M !"#$%%%& Mengesahkan Sekretaris Program P)SD D's+ ,ah-u.i/ M+P. N P $*&#$#$% $*++%, $ %%$ Dosen Pembimbing D's+ Suha'&0n0/ M+P.

KATA PENGANTAR
Puji s-ukur penulis panjatkan kehadirat Allah atas limpahan rahmat dan hida-ah. N-a, sehingga penulis dapat men-elesaikan makalah Komponen Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. Penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Penulisan Kar-a lmiah semester ' Program S.$ P)SD /K P 0NS Kampus ' Kebumen. Penulisan makalah ini dapat dilaksanakan atas bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. 1leh karena itu, perkenankanlah penulis men-ampaikan u2apan terima kasih -ang sebesar.besarn-a kepada : $. Bapak Drs. 3ah-udi, M.Pd selaku Sekretaris Program S$ P)SD Kampus ' Kebumen4 #. Bapak Drs. Suhartono, M.Pd selaku dosen pengampu Mata Kuliah Penulisan Kar-a lmiah4 ,. 5ekan.rekan mahasis6a dan semua pihak -ang telah membantu dalam pen-usunan makalah ini. Penulis men-adari bah6a dalam pembuatan makalah ini masih ban-ak kekurangan dan jauh dari sempurna. 1leh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran -ang bersi7at membangun dari pemba2a -ang budiman demi kesempurnaan makalah ini. Kebumen, #( Maret #%$$ Penulis,

DA*TAR ISI
8A9AMAN :::::::::::::::::::::::::::::: i 8A9AMAN ::::::::::::::::::::::::: ii KA<A P;N)AN<A5:::::::::::::::::::::::::::::. iii DA/<A5 :::::::::::::::::::::::::::::::::: i= BAB P;NDA8090AN :::::::::::::::::::::::::. $ A. 9atar Belakang::::::::::::::::::::::::::::: .. $ B. 5umusan Masalah :::::::::::::::::::::::::::.. # BAB ::::::::::::::::::::::::::: , A. Komponen dan Manajemen Berbasis Sekolah :::::::::::::. , A. Manajemen :::::::::::::::::::::::::. > Kurikulum P;MBA8ASAN S P;N);SA8AN J0D09

B. Manajemen :::::::::::::::::::::::: ( ?. Manajemen D. Manajemen :::::::::::::::::::::::::. " ;. Manajemen :::::::::::::::::::::::::.. + /. Manajemen Sarana dan <enaga

Pembelajaran Kependidikan Kesis6aan Keuangan Prasarana

:::::::::::::::::::. &

:::::::::::::::::::.. * ). Manajemen 8ubungan Kemas-arakatan :::::::::::::::: $% 8. Manajemen Khusus:::::::::::::::::::::: $$ BAB P;N0<0P:::::::::::::::::::::::::::::.. $# A. Kesimpulan ::::::::::::::::::::::::::::::: $# B. Saran:::::::::::::::::::::::::::::: ::::.. $# DA/<A5 P0S<AKA:::::::::::::::::::::::::::::.. $, 9a-anan

BAB I
PENDAHULUAN
A. La&a' Bala1ang

De6asa ini globalisasi telah memba6a perubahan.perubahan mendasar dalam berbagai lingkungan termasuk lingkungan pendidikan. Salah satu 2ontoh perubahan mendasar -ang sedang digulirkan saat ini adalah Manajem Berbasis Sekolah. Pemerintah telah melakukan sosialisasi ditingkat sekolah dasar pada khususn-a tentang pengaruh dan kegunaan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap peningkatan mutu dan kualitas sekolah menuju kearah -ang lebih baik, akan tetapi hal tersebut seolah tidak mendapat respon -ang positi7 dari pihak sekolah. <erbukti dengan masih ban-akn-a angka partisipasi pendidikan nasional -ang kurang baik dan kualitas pendidikan tetap menurun. Diharapkan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah sesuai dengan anjuran -ang diberikan sehingga Manajemen Berbasis Sekolah dapat berhasil mengangkat kondisi dan meme2ahkan masalah pendidikan -ang ada. 8al tersebut diharapkan akan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan di ndonesia. Dalam Manajemen Berbasis Sekolah, sekolah memiliki 6e6enang -ang besar dalam mengelola kebijakann-a. 1leh karena itu, kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sekolah sangatlah penting, selain peran guru, sis6a, maupun peran serta mas-arakat tentun-a. Dalam pengeolaan sekolah diperlukan suatu kemampuan manajerial. Dalam buku Manajemen Berbasis Sekolah, Nurkholis @#%%,: $#%A men-atakan bah6a: BSebagai manajer, kepala sekolah harus memerankan 7ungsi manajerial dengan melakukan proses peren2anaan, pengorganisasian, menggerakkan dan mengoordinasikan.C Dari hal tersebut jelas terlihat bah6a kepemimpinan kepala sekolah sangatlah =ital dalam pengelolaan sekolah. Bisa diba-angkan bagaimana jadin-a sebuah sekolah apabila kepala sekolah tidak memiliki kemampuan manajemen @ sebagai manajer A maka -ang terjadi adalah kesemra6utan pengelolaan, baik itu pengelolaan kurikulum, pengelolaan pembelajaran, pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan kesis6aan, pengelolaan keuangan, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan hubungan kemas-arakatan, serta pengelolaan la-anan khusus. Akan tetapi, pengelolaan tersebut tidak semata.mata tugas dari kepala sekolah saja. Dibutuhkan kerjasama -ang baik antara komponen sekolah itu sendiri. Baik dari guru,

sis6a, orang tua sis6a, maupun komite sekolah. Apabila kerjasama terjalin dengan baik, maka tujuan pendidikan -ang diharapkan akan lebih mudah ter2apai. B+ Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah -ang dikemukakan di atas, terdapat beberapa rumusan masalah dalam kaitann-a dengan komponen Manajemen Berbasis Sekolah, -aitu sebagai berikut: A. Apakah pengertian dari komponen dan Manajemen Berbasis SekolahD B. Bagaimanakah Manajemen KurikulumD ?. Bagaimanakah Manajemen Pembelajaran atau PengajaranD D. Bagaimanakah Manajemen KetenagaanD ;. Bagaimanakah Manajemen Kesis6aanD /. Bagaimanakah Manajemen Keuangan dan Pembia-aanD ). Bagaimanakah Manajemen Sarana dan Prasarana PendidikanD 8. Bagaimanakah Manajemen 8ubungan Sekolah dengan Mas-arakatD . Bagaimanakah Manajemen 9a-anan KhususD 0ntuk menja6ab beberapa rumusan masalah di atas, berikut penjelasann-a dalam Bab .

BAB II
PEMBAHASAN

A. K1MP1N;N DAN MANAJ;M;N B;5BAS S S;K19A8 Komponen adalah bagian -ang merupakan seutuh @ 3.J.S. Poer6odaminto, $*+>: A. Se2ara umum, komponen merupakan bagian dari sebuah sistem utuh. Mengenai pengertian Manajemen Berbasis Sekolah @MBSA, Nurkholis @#%%,: A men-atakan bah6a: Manajemen Berbasis Sekolah adalah model pengelolaan sekolah berdasarkan kekhasan, kebolehan, kemampuan, dan kebutuhan sekolah,-ang dilakukan se2ara partisipati7, transparan, akuntabel, ber6a6asan kedepan, tegas dalam penegakan hukum, adil, predikti7, peka terhadap aspirasi stakeholder, pasti dalam jaminan mutu, pro7essional, e7isien dan e7ekti7 dalam rangka peningkatan mutu. Sedangkan menurut Mul-asa @#%%*: A men-atakan bah6a: BMBS adalah salah satu 6ujud dari re7ormasi pendidikan, -ang mena6arkan kepada sekolah untuk men-ediakan pendidikan -ang lebih baik dan memadai bagi peserta didik.C <idak terlalu berbeda dengan pendapat di atas, 5ohiat @#%%+: A juga men-atakan bah6a: MBS adalah model pengelolaan -ang memberikan otonomi, memberikan 7leksibilitas atau kelu6esan pada sekolah, mendorong partisipasi sekolah se2ara langsung dari 6arga sekolah dan mas-arakat dan guna meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta perundang. undangan -ang berlaku. Dari beberapa pendapat di atas, dapat kita pahami bah6a komponen merupakan bagian dari sebuah keutuhan. Dalam hal ini keutuhan -ang dimaksud adalah MBS. Jadi komponen dalam MBS memiliki makna bagian.bagian dari Manajemen Berbasis Sekolah. Bagian.bagian tersebut antara lain: Manajemen Kurikulum, Manjemen Keuangan, dan sebagain-a. B. MANAJ;M;N K05 K090M Kurikulum merupakan seperangkat ren2ana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta 2ara -ang digunakan sebagai pedoman pen-elenggaraan kegiatan pembelajaran untuk men2apai tujuan pendidikan tertentu @Kurikulum SDN , <aman6inangun, #%$%: (A. <ujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional

serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. 1leh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan pen-esuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi -ang ada di daerah. Peren2anaan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumn-a telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasioanal @ sekarang Kementerian Pendidikan Nasional.red A pada tingkat pusat. Karena itu sekolah merealisasikan dan men-esuaiakan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran. Disamping itu, sekolah juga bertugas dan ber6enang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan mas-arakat dan lingkungan setempat. Menurut Nurkholis @#%%,: >(A men-atakan bah6a: BSekolah dapat mengembangkan, namun tidak boleh mengurangi isi kurikulum -ang berlaku se2ara nasional -ang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat. Sekolah juga diberi kebebasan untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal.C Pengembangan kurikulum muatan lokal telah dilakukan sejak digunakkann-a Kurikulum $*+>, khususn-a di sekolah dasar @Mul-asa, #%%*: >%A. Pada kurikulum tersebut muatan lokal disisipkan pada berbagai bidang studi -ang sesuai. Dalam kurikulum $**>, muatan lokal tidak lagi disisipkan pada setiap bidang studi. Jadi intin-a adalah dalam pengelolaan kurikulum -ang bersi7at nasional, sekolah tidak berhak mengurangi isin-a. Eang boleh dikembangkan adalah muatan lokal -ang disesuaiakan sesuai dengan kondisi dan karakteristik sekolah masing. masing. ?. MANAJ;M;N P51)5AM P;MB;9AJA5AN A<A0 P;N)AJA5AN Sekolah diharapkan dapat mengembangkan program pengajaran serta melaksanakan penga6asan dalam pelaksanaann-a. Dalam proses pengembangan program sekolah, manajer hendakn-a tidak membatasi diri pada pendidikan dalam arti sempit, ia harus menghubungkan peserta didik dan kebutuhan lingkungan. Dalam kepentingan kepala sekolah sebagai manajer, ia harus bertanggung ja6ab terhadap peren2anaan, pelaksanaan, dan penilaian perubahan atau perbaikan program pengajaran di sekolah. Dalam kaitann-a dengan hal tersebut, ada empat

langkah -ang harus dilakukan. Menurut Mul-asa @#%%*: >$A , empat langkah tersebut -aitu: menilai kesesuaian program -ang ada dengan tuntutan kebuda-aan dan kebutuhan murid, meningkatkan peren2anaan program, memilih dan melaksanakan program, serta menilai perubahan program. Sekolah diberi kebebasan untuk memilih strategi, metode, dan teknik pembelajaran -ang paling e7ekti7 @Nurkholis, #%%,: >(A. Dalam kaitann-a dengan hal tersebut, maka dalam proses pembelajaran atau pengajaran ada baikn-a bersi7at terpusat pada sis6a. Mengenai pembelajaran bersi7at pada sis6a, 5ohiat @#%%+: &(A men-atakan bah6a: Eang dimaksud dengan pembelajaran berpusat pada sis6a adalah pembelajaran -ang menekankan pada keakti7an belajar sis6a, bukan pada keakti7an mengajar guru. 1leh karena iitu, 2ara.2ara belajar sis6a akti7 seperti active learning, cooperative learning, dan quantum learning perlu diterapkan. Berikut beberapa prinsip -ang harus diperhatikan dalam pengelolaan program pengajaran: $. <ujuan -ang hendak di2apai harus jelas4 #. Bersi7at sederhana dan 7leksibel4 ,. Sesuai dengan tujuan -ang telah ditetapkan4 >. Bersi7at men-eluruh dan harus jelas pen2apainn-a4 (. Ada koordinasi antarkomponen pelaksana program. Dari beberapa prinsip di atas, apabila dapat dilaksanakan semua maka tujuan -ang diharapkan akan lebih mudah ter2apai. Selain itu, dalam pengelolaan sekolah harus ada pembagian tugas guru, pen-usunan kalender pendidikan, program.program pembelajaran. Dengan tujuan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan teratur. D. MANAJ;M;N <;NA)A K;P;ND D KAN

Ketenagaan dalam sekolah identik dengan posisi guru sebagai pendidik maupun tenaga kependidikan. Adan-a pembagian tugas -ang jelas antara ketenagaan -ang satu dengan -ang lainn-a akan menunjang kelan2aran dari pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Menurut Mul-asa @#%%*: >#A manajemen tenaga kependidikan @guru dan personilA men2akup @$A peren2anaan pega6ai, @#A pengadaan pega6ai, @,A pembinaan dan pengembangan pega6ai, @>A promosi dan mutasi, @(A pemberhentian pega6ai, @&A kompensasi, @"A penilaian pega6ai. Mengenai pengelolaan ketenagaan, Nurkholis @#%%,: >&A men-atakan bah6a: Pengelolaan ketenagaan mulai dari analisis kebutuhan peren2anaan, rekrutmen, pengembangan, penghargaan dan sanksi, hubungan kerja hingga e=aluasi kinerja tenaga kerja sekolah dapat dilakukan oleh sekolah ke2uali guru pega6ai negeri -ang sampai saat ini masih ditangani oleh birokrasi di atasn-a. <ugas kepala sekolah dalam kaitann-a dengan manajemen tenaga kependidikan bukanlah pekerjaan -ang mudah karena tidak han-a mengusahakan ter2apain-a tujuan sekolah, tetapi juga tujuan tenaga kependidikan @guru dan pega6aiA se2ara pribadi. 1leh karena itu, kepala sekolah dituntut untuk mengerjakan instrumen pengelolaan tenaga kependidikan, seperti da7tar ri6a-at pekerjaan, dan kondisi pega6ai untuk membantu kelan2aran MBS di sekolah -ang dipimpinn-a. ;. MANAJ;M;N K;S S3AAN Mengenai Manajemen Kesis6aan, Mul-asa @#%%*: >&.>"A men-atakan bah6a: Manajemen kesis6aan adalah penataan dan pengaturan kegiatan -ang berkaitan dengan peserta didik @sis6aA, mulai masuk sampai dengan keluarn-a peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesis6aan bukan han-a berbentuk pen2atatan data peserta didik, melainkan meliputi aspek -ang lebih luas -ang se2ara operasional dapat membantu upa-a pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan di sekolah. <ujuan dari manajemen kesis6aan -aitu untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesis6aan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan lan2ar, tertib, dan teratur, serta men2apai tujuan pendidikan sekolah.

<anggung ja6ab kepala sekolah menurut Sutisna @$*+(A dalam Mul-asa @#%%*: >&A sebagai berikut: $. Kehadiran murid di sekolah dan masalah.masalah -ang berhubungan dengan itu4 #. Penerimaan, orientasi, klari7ikasi, dan penunjukkan murid kelas dan program studi4 ,. ;=aluasi dan pelaporan kemajuan belajar4 >. Program super=isi bagi murid -ang mempun-ai kelainan, seperti : pengajaran, perbaikan, dan pengajaran luar biasa4 (. Pengendalian dan disiplin murid4 &. Program bimbingan dan pen-uluhan4 ". Program kesehatan dan keamanan4 +. Pen-esuaian pribadi, sosial, dan emosional. Nurkholis @#%%,: >&A dan 5ohiat @#%%+: &"A men-atakan bah6a: BEang diperlukan dalam manajemen kesis6aan adalah intensitas dan ekstensin-a.C Eang perlu diperhatikan dalam manajemen kesis6aan adalah bah6a sekolah tidak han-a mengembangkan pengetahuan anak saja, akan tetapi juga harus mengembangkan sikap kepribadian, aspek sosial emosional, disamping keterampilan. keterampilan -ang lain. Sehingga akan ter2ipta peserta didik -ang 2erdas intelejen, emosional, maupun spiritualn-a. /. MANAJ;M;N K;0AN)AN Keuangan merupakan salah satu sumber dari sekolah -ang se2ara langsung menunjang kelangsungan dari sekolah tersebut dalam e7ekti7itas dan e7isiensi pengelolaan pendidikan. Dalam MB, hal tersebut akan jauh lebih terasa, karena menuntut sekolah untuk meren2anakan, mengelola, menge=aluasi, serta mempertanggungja6abkan penggunaan keuangan se2ara transparan.

Sekolah

diberi

kebebasan

untuk

melakukan

kegiatan.kegiatan

-ang

mendatangkan penghasilan, sehingga sumber keuangan tidak semata.mata bergantung pada pemerintah @Nurkholis, #%%,: >&A. 8al ini didasari oleh ken-ataan bah6a sekolahlah -ang paling memahami kebutuhann-a sehingga desentralisasi uang sudah seharusn-a dilimpahkan ke sekolah @5ohiat, #%%*: &&A Mul-asa @#%%*: >+A men-atakan bah6a: BSumber keuangan dan pembia-an sekolah se2ara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga -aitu: @$A pemerintah, @#A orang tua atau peserta didik, @,A mas-arakat.C Dalam pengelolaan keuangan di sekolah, diperlukan rasa tanggungja6ab -ang besar dari semua komponen sekolah agar penggunaann-a dapat maksimal dan sesuai sasaran. Dengan penggunaan -ang tepat, maka semua kebutuhan sekolah dalam hal peningkatan pembelajaran, baik teknis ataupun non.teknis akan ter2ukupi sehingga sekolah dapat berjalan dengan lan2ar, teratur dan bertanggungja6ab. ). MANAJ;M;N SA5ANA DAN P5ASA5ANA @ /AS 9 <AS A Mengenai sarana dan prasarana pendidikan, Mul-asa @#%%*: >*A men-atakan bah6a: Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan -ang se2ara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususn-a proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat.alat dan media pengajaran. Adapun -ang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah 7asilitas -ang se2ara tidak langsung menunjang jalann-a proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi jika diman7aatkan se2ara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olahraga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. Manejemen sarana dan prasarana -ang baik diharapkan dapat men2iptakan sekolah -ang bersih, rapi, indah sehingga men2iptakan kondisi -ang men-enangkan baik bagi guru maupun murid untuk berada di sekolah.

Nurkholis @#%%,: >&A dan 5ohiat @#%%+: &&A sepakat bah6a pengelolaan 7asilitas seharusn-a dilakukan oleh sekolah mulai dari pengadaan, pemeliharaan, dan perbaikan hingga pengembann-a. Melihat alasan dari pendapat di atas, dapat dipahami bah6a dalam MBS, sekolah -ang benar.benar mengetahui kondisi dan kebutuhan 7asilitas untuk pengembangan sekolahn-a masing.masing. 8. MANAJ;M;N 80B0N)AN MASEA5AKA< 8ubungan sekolah dengan mas-arakat pada hakekatn-a merupakan suatu sarana -ang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Menurut Mul-asa @#%%*: (%A tujuan dari hubungan sekolah dengan mas-arakat adalah: $A Memajukan kualitas pembelajaran, dan pertumbuhan anak4 #A Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan mas-arakat4 ,A Menggairahkan mas-arakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah. )ambaran dan kondisi sekolah dapat diin7ormasikan ke mas-arakat melalui laporan kepada orang tua sis6a, buletin bulanan, penerbitan surat kabar, pameran sekolah, open house, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah sis6a @home =isitA, penjelasan oleh sta7 sekolah, sis6a itu sendiri, radio serta laporan tahunan. ;sensi dari hubungan ini adalah meningkatkan keterlibatan, kepedulian, kepemilikan, dan dukungan dari mas-arakat, terutama dukungan moral dan 7inansial -ang dari dulu telah didesentralisasikan FNurkholis @#%%,: >&.>"A dan 5ohiat @#%%+: &"AG Dari beberapa pendapat di atas, dapat kita ketahui bah6a kelangsungan sebuah sekolah tidak bisa lepas dari peran serta mas-arakat. Maka, se-og-an-a jalinan atau hubungan -ang baik antara sekolah dan mas-arakat harus dijunjung

tingggi. Sekolah merupakan bagian dari mas-arakat, pun demikian dengan mas-arakat -ang harus merasa memiliki sekolah. Keduan-a saling membutuhkan demi ter2apain-a tujuan pendidikan ndonesia. . MANAJ;M;N 9AEANAN K80S0S Menurut Mul-asa @#%%*: (#A manajemen la-anan khusus meliputi manajemen perpustakaan, kesehatan, dan keamanan sekolah. $A Manajemen perpustakaan Perpustakaan -ang lengkap dan dikelola dengan baik akan menunjang perkembangan peserta didik dalam hal perkembangan pengetahuan . Disamping itu juga memungkinkan bagi guru untuk mengembangkan pengetahuan se2ara mandiri, dan juga dapat mengajar dengan metode ber=ariasi, misaln-a belajar indi=idual. #A Manajemen Kesehatan Sekolah sebagai satuan pendidikan -ang bertugas dan

bertanggungja6ab terhadap proses pembelajaran, tidak han-a bertugas mengembangkan pengetahuan saja, tetapi juga harus meningkatkan jasmani dan rohani sis6a. 8al ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional -aitu mengembangkan manusia ndonesia seutuhn-a. Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, maka di sekolah diadakan 0KS @ 0saha Kesehatan Sekolah A dan pendirian tempat ibadah. ,A Manajemen Keamanan Dengan tujuan memberikan rasa tenang dan n-aman dalam mengikuti proses belajar dan mengajar bagi komponen sekolah. BAB III PENUTUP A+ Kesim2ulan

Dari beberapa komponen MBS -ang telah diuraikan di atas, sebenarn-a ada benang merah dari pelaksanaan MBS, -aitu bah6a sekolah mempun-ai ke6enangan dalam mengelola sekolahn-a. Alasan -ang menguatkan hal tersebut karena sekolah dianggap lebih memahami dan mengetahui kondisi -ang ada di sekolah, baik mengenai program pembelajaran, ketenagaan, kesis6aan, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan dengan mas-arakat serta la-anan khusus. Akan tetapi ke6enangan tersebut tidak dalam arti semuan-a merupakan ke6enangan sekolah. Ada hal.hal -ang perlu diperhatikan, diantaran-a dalam hal kurikulum. Sekolah han-a ber6enang menjabarkan kurikulum nasional dan mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan karakteristik daearahn-a masing.masing. Jadi konsep Manajemen Berbasis Sekolah @MBSA sebagaimana telah diuraikan di atas, esensin-a adalah ke6enangan -ang besar pada sekolah dengan tuntutan kemampuan manajerial dari kepala sekolah dengan dukungan dari guru, peserta didik, mas-arakat, serta pemerintah. B+ Sa'an $. Komponen.komponen MBS seperti diuraikan di atas akan berjalan dengan baik apabila kemampuan manajerial kepala sekolah baik dengan didukung oleh semua komponen sekolah -ang ada4 #. Sebaikn-a semua komponen dalam sekolah memahami tugas dan ke6ajibann-a masing.masing sehingga akan ter2ipta kondisi -ang baik demi ter2apain-a tujuan pendidikan nasional. DA*TAR PUSTAKA ;. Mul-asa. #%%*. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: P< 5emaja 5osdakar-a. Nurkholis. #%%,. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: P< )ramedia 3idiasarana ndonesia. 5ohiat. #%%+. Manajemen Sekolah. Bandung: P< 5e7ika Aditama. <im Pengembang Kurikulum. #%$%. Kurikulum SD Negeri 3 Tamanwinangun.