Anda di halaman 1dari 55

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Laporan Keuangan Bagi para analis, laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Pada tahap pertama seorang analis tidak akan mampu melakukan pengamatan langsung ke suatu perusahaan. Dan seandainya dilakukan ia pun tidak akan dapat mengetahui banyak tentang situasi perusahaan. Oleh karena itu yang paling penting adalah media laporan keuangan. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan sarana informasi bagi analis dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan, hasil usaha perusahaan dalam suatu periode dan arus dana perusahaan dalam periode tertentu. 2.1.1. Pengertian laporan keuangan Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! Laporan keuangan meliputi bagian dari pro e laporan keuangan. Laporan keuangan !ang lengkap bia an!a meliputi nera"a# laporan laba rugi# laporan peruba$an po i i keuangan %!ang dapat di a&ikan dalam berbagai "ara mi aln!a# ebagai laporan aru ka ' laporan aru dana(. )atatan dan laporan lain erta materi pen&ela an !ang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.* %2++2,-(

"#

Bab II Tinjauan Pustaka

")

Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Pada umumn!a laporan keuangan itu terdiri dari Nera"a dan Per$itungan Laba .ugi erta Laporan Peruba$an /odal# dimana Nera"a menun&ukkan' menggambarkan &umla$ akti0a# $utang dan modal dari uatu peru a$aan pada tanggal tertentu# edangkan per$itungan %laporan( .ugi Laba memperli$atkan $a il1$a il !ang tela$ di"apai ole$ peru a$aan erta bia!a !ang ter&adi elama periode tertentu# dan Laporan Peruba$an /odal menun&ukkan umber dan penggunaan atau ala an1ala an !ang men!ebabkan peruba$an modal peru a$aan*. %2++2,2( Menurut $ofyan $afri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Laporan keuangan menggambarkan kondi i keuangan dan $a il u a$a uatu peru a$aan pada aat tertentu atau &angka 3aktu tertentu. Adapun &eni laporan keuangan !ang la4im dikenal adala$5 Nera"a atau Laporan Laba' .ugi# atau $a il u a$a# Laporan Aru Ka # Laporan Po i i Keuangan6. %2++7,1+2( Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bah a laporan keuangan untuk perusahaan terdiri dari laporan&laporan yang melaporkan posisi keuangan perusahaan pada suatu aktu tertentu, yang dilaporkan dalam nera'a dan

perhitungan laba rugi serta laporan perubahan modal dan laporan arus kas, dimana nera'a menunjukkan jumlah akti(a, hutang dan modal perusahaan. Laporan laba rugi menunjukkan hasil operasi perusahaan selama periode tertentu. $edangkan laporan perubahan modal menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan& alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.

Bab II Tinjauan Pustaka


2.1.2. Tu&uan Laporan Keuangan

"*

Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi bagi pihak&pihak yang berkepentingan yang berguna dalam pengambilan keputusan. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! Tu&uan laporan keuangan adala$ men!ediakan in8orma i !ang men!angkut po i i keuangan# kiner&a# erta peruba$an po i i keuangan uatu peru a$aan !ang berman8aat bagi e&umla$ be ar pemakai dalam pengambilan keputu an ekonomi*. %2++7,7( Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Teori Akuntansi, menyatakan bah a! Tu&uan utama dari laporan keuangan adala$ memberikan in8orma i !ang berguna untuk pengambilan keputu an ekonomi . Para pemakai laporan akan menggunakann!a untuk meramalkan# membandingkan# dan menilai dampak keuangan !ang timbul dari keputu an ekonomi !ang diambiln!a. In8orma i mengenai dampak keuangan !ang timbul tadi angat berguna bagi pemakai untuk meramalkan# membandingkan dan menilai aru ka . Seandain!a nilai uang tidak tabil# maka $al ini akan di&ela kan dalam laporan keuangan. Laporan keuangan akan lebi$ berman8aat apabila !ang dilaporkan tidak a&a a pek1a pek kuantitati8# tetapi men"akup pen&ela an1 pen&ela an lainn!a !ang dira akan perlu. 9an in8orma i ini $aru 8aktual dan dapat diukur e"ara ob&ekti8*. %2++2,1:1( Dari beberapa tujuan laporan keuangan dari berbagai sumber, maka dapat disimpulkan bah a! Informasi posisi laporan keuangan yang dihasilkan dari kinerja dan harta perusahaan sangat dibutuhkan oleh para pemakai laporan keuangan, sebagai bahan e(aluasi dan perbandingan untuk melihat dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya.

Bab II Tinjauan Pustaka

",

Informasi keuangan perusahaan diperlukan juga untuk menilai dan meramalkan apakah perusahaan di masa sekarang dan di masa yang akan datang sehingga akan menghasilkan keuntungan yang sama atau lebih menguntungkan.

Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk menilai akti(itas in(estasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode tertentu. $elain untuk menilai kemampuan perusahaan, laporan keuangan juga bertujuan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan in(estasi.

2.1.:. Karakteri tik Kualitati8 Laporan Keuangan +arakteristik kualitatif merupakan 'iri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! Terdapat empat karakteri tik kualitati8 pokok !aitu5 1. dapat dipa$ami# 2. rele0an# :. keandalan dan 7. dapat diperbandingkan*. %2++7,-( ". Dapat Difahami +ualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat difahami oleh pemakai. Pemakai dalam hal ini diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang akti(itas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang ajar.

Bab II Tinjauan Pustaka


-. .ele(an

-1

Informasi harus rele(an untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas rele(an apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka menge(aluasi peristi a masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi hasil e(aluasi mereka di masa lalu. /. +eandalan Informasi memiliki kualitas andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan penyajiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang se'ara ajar diharapkan dapat disajikan. 0. Dapat Diperbandingkan Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengidentifikasikan ke'enderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan.

Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Teori Akuntansi, menyatakan bah a! Si8at1 i8at kualitati8 dari laporan keuangan adala$5 1. Relevance 2. Reliability :. Verifiability 7. Co pleteness 2. Co parability ;. Consistency*. %2++2,171(

Bab II Tinjauan Pustaka


"2 Relevance

-"

Agar informasi rele(an, maka informasi itu harus memiliki predictive value 3meramalkan nilai di masa yang akan datang2, feedback value 3menguatkan atau mengoreksi pengharapan yang sudah lalu2 pada saat yang sama dan harus disampaikan pada aktu yang tepat. -2 Reliability Reliability menyangkut kualitas yang menyebabkan pemakai data bergantung pada keper'ayaannya pada data yang disajikan dan yang dimaksudkan untuk disajikan. 4ntuk meningkatkan reliability, maka laporan keuangan harus dapat diperiksa 3verifiability2. /2 Verifiability Adalah suatu sarana yang dapat memberikan kesempatan kepada orang& orang tertentu yang bekerja se'ara terpisah antara satu dengan yang lain untuk mengembangkan ukuran&ukuran yang sama atas bukti, data, dan 'atatan yang sama. 02 Co pleteness Menjelaskan kelengkapan dan kesesuaian antara data akuntansi dengan kejadian yang dimaksud untuk disajikan. 52 Co parability Dalam menyusun laporan keuangan harus digunakan metode yang sama sepanjang aktu oleh perusahaan tertentu agar dapat diperbandingkan.

Bab II Tinjauan Pustaka


#2 Consistency

--

Metode&metode akuntansi tidak dapat diubah apabila telah dipilih. 6amun dalam prinsip akuntansi disebutkan bah a boleh mengubahnya apabila alternatif lain yang juga sesuai dengan prinsip akuntansi yang la7im dianggap lebih baik. Perubahan itu harus diungkapkan dan termasuk diungkapkan alasan mengapa prinsip alternatif itu dipilih. 2.1.7. Pemakai Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan komoditi yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, karena dapat memberikan informasi yang dibutuhkan para pemakainya dalam dunia bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan memba'a laporan keuangan dengan tepat, seseorang dapat melakukan tindakan ekonomi menyangkut lembaga perusahaan yang dilaporkan dan diharapkan akan menghasilkan keuntungan baginya. Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Pi$ak1pi$ak !ang berkepentingan ter$adap po i i laporan keuangan maupun perkembangan uatu peru a$aan adala$5 para pemilik peru a$aan# mana&er peru a$aan !ang ber angkutan# para kreditur , bankers# para in0e tor dan pemerinta$ dimana peru a$aan itu berdomi ili# buru$ erta pi$ak1pi$ak lainn!a.* %2++2,2(

Bab II Tinjauan Pustaka

-/

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! Para pemakai laporan keuangan terdiri dari5 Pemilik Peru a$aan# Kar!a3an# Pemberi Pin&aman# Pema ok dan Kreditur U a$a lainn!a# Pelanggan# Pemerinta$ dan /a !arakat*. %2++7,:( Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Para pemakai laporan keuangan terdiri dari5 Pemegang Sa$am# In0e tor# Anali Pa ar /odal# /ana&er# Kar!a3an dan Serikat Peker&a# In tan i Pa&ak# Pemberi 9ana %Kreditur(# Supplier# Pemerinta$ atau Lembaga Pengatur .e mi# Langganan atau Lembaga Kon umen# Lembaga S3ada!a /a !arakat# Peneliti'Akademi i'Lembaga Peringkat*. %2++7,12+( 2.1.2. Si8at dan Keterbata an Laporan Keuangan $ebelum mengambil keputusan, para pemakai laporan keuangan harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu sifat dan keterbatasan laporan keuangan agar para pemakai laporan keuangan tersebut tidak salah mengartikan sehingga tidak akan menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan se'ara periodik yang dilakukan oleh pihak manajemen yang bersangkutan. 8adi laporan keuangan bersifat historis serta menyeluruh.

Bab II Tinjauan Pustaka

-0

Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyebutkan bah a! Laporan keuangan !ang ber i8at $i tori erta men!eluru$ dan ebagai uatu laporan kema&uan laporan keuangan terdiri dari data1 data !ang merupakan $a il dari uatu kombina i antara5 a. <akta !ang tela$ di"atat (Recorded fact) b. Prin ip1prin ip dan kebia aan1kebia aan didalam akuntan i (Accounting convention and postulate) ". Pendapat pribadi (Personal judgement)*. %2++2,;( Dengan mengingat atau memperhatikan sifat&sifat laporan keuangan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bah a laporan keuangan mempunyai keterbatasan. $. Muna ir mengemukakan keterbatasan laporan keuangan yaitu! Keterbata an Laporan Keuangan antara lain5 1. Laporan keuangan !ang dibuat e"ara periodik pada da arn!a merupakan interim report %laporan !ang dibuat antara 3aktu tertentu !ang i8atn!a ementara( dan bukan merupakan laporan !ang 8inal. 2. Laporan keuangan menun&ukkan angka dalam rupia$ !ang keli$atann!a ber i8at pa ti dan tepat# tetapi ebenarn!a dengan tandar nilai !ang mungkin berbeda atau beruba$1uba$. :. Laporan keuangan di u un berda arkan $a il pen"atatan tran ak i keuangan atau nilai rupia$ dari berbagai 3aktu atau tanggal !ang lalu dimana da!a beli (purchasing power) uang ter ebut menurun# dibanding dengan ta$un1ta$un ebelumn!a# e$ingga kenaikan 0olume pen&ualan !ang din!atakan dalam rupia$ belum tentu menun&ukkan atau men"erminkan unit !ang di&ual emakin be ar# mungkin kenaikan ter ebut di ebabkan naikn!a $arga &ual barang ter ebut !ang mungkin &uga diikuti kenaikan $arga1$arga. 7. Laporan keuangan tidak dapat men"erminkan berbagai 8aktor !ang dapat mempengaru$i po i i atau keadaan keuangan peru a$aan karena 8aktor18aktor ter ebut tidak dapat din!atakan dengan uatu uang*. %2++2,=(

Bab II Tinjauan Pustaka

-5

Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Teori Akuntansi, menyatakan bah a! Keterbata an Laporan Keuangan adala$5 1. Laporan keuangan ber i8at $i tori # !aitu merupakan laporan ata ke&adian !ang tela$ le3at. Karenan!a# laporan keuangan tidak dapat dianggap ebagai atu1 atun!a umber in8orma i dalam pro e pengambilan keputu an ekonomi. 2. Laporan keuangan ber i8at umum dan tidak dimak udkan untuk memenu$i kebutu$an pi$ak1pi$ak tertentu. :. Pro e pen!u unan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan tak iran dan berbagai pertimbangan. 7. Akuntan i $an!a melaporkan in8orma i !ang material. 2. Laporan keuangan ber i8at kon er0ati8 dalam meng$adapi ketidakpa tian. ;. Laporan keuangan lebi$ menekankan pada makna ekonomi uatu peri ti3a'tran ak i daripada bentuk $ukumn!a. -. Laporan keuangan di u un dengan menggunakan i tila$1i tila$ tekni . >. Adan!a berbagai alternati8 metode akuntan i !ang dapat digunakan menimbulkan 0aria i dalam pengukuran umber1 umber ekonomi dan tingkat ke uk e an antar peru a$aan. =. In8orma i !ang ber i8at kualitati8 dan 8akta !ang tidak dapat dikuanti8ika ikan umumn!a diabaikan*. %2++2,2:2( Dari beberapa pernyataan tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bah a laporan keuangan bersifat historis dan hanya merupakan gambaran kemajuan perusahaan yang terdiri dari data&data, laporan dan elemen yang 'ukup berarti yang mempunyai sifat yang dapat mempengaruhi atau menyebabkan timbulnya suatu perbedaan dalam suatu pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan keadaan lain yang ada di perusahaan. Laporan keuangan pada dasarnya mempunyai suatu keterbatasan sebab laporan keuangan yang dibuat oleh suatu perusahaan pada aktu tertentu hanya

bersifat sementara, bukan merupakan hasil akhir dari suatu kegiatan perusahaan. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pen'atatan transaksi keuangan

Bab II Tinjauan Pustaka

-#

karena itu angka yang ter'ermin dalam laporan keuangan hanya bersifat nilai buku yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya. 2.1.;. Jeni Laporan Keuangan Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari nera'a, laporan laba9rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas, namun pada prakteknya sering diikutsertakan beberapa daftar atau 'atatan yang sifatnya dapat memberikan informasi atau keterangan yang lebih rin'i. Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Jeni laporan utama dan pendukung ata laporan keuangan adala$5 1. 9a8tar Nera"a !ang menggambarkan po i i keuangan peru a$aan pada uatu tanggal tertentu. 2. Per$itungan Laba'.ugi !ang menggambarkan &umla$ $a il# bia!a dan Laba'.ugi peru a$aan pada uatu periode tertentu. :. Laporan Sumber dan Penggunaan 9ana. 9i ini dimuat umber dan pengeluaran peru a$aan elama atu periode. 7. Laporan Aru Ka . 9i ini digambarkan umber dan penggunaan ka dalam uatu periode. 2. Laporan ?arga Pokok Produk i !ang menggambarkan berapa dan un ur apa !ang diper$itungkan dalam $arga pokok produk i uatu barang. ;. Laporan Laba 9ita$an# men&ela kan po i i laba dita$an !ang tidak dibagikan kepada pemilik a$am. -. Laporan Peruba$an /odal# men&ela kan peruba$an po i i modal baik a$am dalam PT atau /odal dalam peru a$aan per eroan. >. 9alam uatu ka&ian dikenal Laporan Kegiatan Keuangan. Laporan ini menggambarkan tran ak i laporan keuangan peru a$aan !ang mempengaru$i ka atau ekui0alen ka . Laporan ini &arang digunakan.* %2++7,1+;(

Bab II Tinjauan Pustaka

-)

Menurut 8ohn 8. :ild, +... $ubramanyam, .obert ;. %alsey dalam bukunya !inancial State ent Analysis yang diterjemahkan oleh <ani(i $. Ba'htiar dan $. 6ur ahyu %arahap dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Jeni 1&eni laporan keuangan adala$5 1. Nera"a %Balance Sheet( 2. Laporan Laba .ugi % ncome Statement( :. Laporan @kuita Pemegang Sa$am %Statement of Shareholders !"uit#( 7. Laporan Aru Ka %2++2,2:( Dalam penelitian ini, penulis menggunakan nera'a dan laporan laba9rugi. 2.1.;.1. Nera"a 6era'a merupakan laporan sistematis mengenai akti(a, hutang dan modal perusahaan pada suatu periode tertentu. Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Nera"a adala$ laporan !ang i temati tentang akti0a# $utang erta modal dari uatu peru a$aan tertentu. Jadi tu&uan nera"a adala$ untuk menun&ukkan po i i keuangan uatu peru a$aan pada uatu tanggal tertentu# bia an!a pada 3aktu dimana buku1buku ditutup dan ditentukan i an!a pada uatu ak$ir 8i kal atau ta$un kalender# e$ingga nera"a ering di ebut balance sheet*. %2++2,1:( Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Laporan Nera"a atau da8tar nera"a di ebut &uga laporan po i i keuangan peru a$aan. Laporan ini menggambarkan po i i akti0a# ke3a&iban dan modal pada aat tertentu. Laporan ini bi a di u un etiap aat*. %2++7,1+-(

Bab II Tinjauan Pustaka


Menurut $usan Ira ati dalam bukunya Akuntansi

-*

"ana#e en,

menyatakan bah a! Nera"a adala$ laporan keuangan !ang menun&ukkan po i i keuangan uatu peru a$aan pada aat tertentu. 9i dalam nera"a akan terli$at keka!aan peru a$aan !ang berupa akti0a lan"ar dan akti0a tetap# !ang umber pendanaann!a baik bera al dari pin&aman !aitu pin&aman &angka pendek ataupun &angka pan&ang dan modal endiri*. %2++;,;>( Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bah a yang dimaksud dengan nera'a adalah laporan yang sistematis tentang harta, hutang dan modal suatu perusahaan untuk menunjukkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu. Bentuk atau susunan dari nera'a tidak ada keseragaman diantara perusahaan&perusahaan tergantung pada tujuan&tujuan yang akan di'apai, tetapi bentuk nera'a yang umum digunakan 3tradisional atau kon(ensional2, menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Bentuk nera"a adala$ ebagai berikut, 1. Bentuk Skontro %Account $orm(# dimana emua akti0a ter"antum ebela$ kiri'debet dan $utang erta modal ter"antum ebela$ kanan'kredit. 2. Bentuk Aertikal %Report $orm(# dalam bentuk ini emua akti0a nampak di bagian ata !ang elan&utn!a diikuti dengan $utang &angka pendek# $utang &angka pan&ang erta modal. :. Bentuk Nera"a !ang di e uaikan dengan kedudukan atau po i i keuangan peru a$aan# bentuk ini bertu&uan agar kedudukan atau po i i keuangan !ang dike$endaki nampak dengan &ela # mi aln!a be arn!a modal ker&a ber i$ atau &umla$ modal peru a$aan*. %2++2,2+(

Bab II Tinjauan Pustaka

-,

6era'a terdiri dari tiga komponen utama yaitu akti(a, hutang dan modal. 1. Akti0a'?arta'A et Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! A et adala$ $arta !ang dimiliki peru a$aan !ang berperan dalam opera i peru a$aan mi aln!a ka # per ediaan# akti0a tetap# akti0a !ang tak ber3u&ud# dan lain1lain*. %2++2,2+;( Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! Akti0a adala$ umber da!a !ang dikua ai ole$ peru a$aan ebagai akibat dari peri ti3a ma a lalu dan dari mana man8aat ekonomi di ma a depan di$arapkan akan diperole$ peru a$aan*. %2++7,1:( Menurut 8ohn 8. :ild, +... $ubramanyam, .obert ;. %alsey dalam bukunya !inancial State ent Analysis yang diterjemahkan oleh <ani(i $. Ba'htiar dan $. 6ur ahyu %arahap dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Akti0a merupakan in0e ta i !ang di$arapkan untuk meng$a ilkan laba di ma a depan melalui akti0ita opera i. Untuk men&alankan akti0ita opera i# peru a$aan membutu$kan pendanaan untuk membia!ain!a*. %2++2,2:(

Bab II Tinjauan Pustaka

/1

Pada dasarnya akti(a dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian utama yaitu sebagai berikut! a. Akti(a Lan'ar Adalah uang kas dan akti(a lainnya yang diharapkan dapat di'airkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumsi dalam periode berikutnya 3paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal2. b. Akti(a =idak Lan'ar Adalah akti(a yang mempunyai umur kegiatan relatif permanen atau jangka panjang 3mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan2. 2. ?utang'Ke3a&iban Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! Ke3a&iban merupakan $utang peru a$aan ma a kini !ang timbul dari peri ti3a ma a lalu# pen!ele aiann!a di$arapkan mengakibatkan aru keluar dan umber da!a peru a$aan !ang mengandung man8aat ekonomi*. %2++7,1:( Menurut +. ;red $kousen dalam buku $nter ediate Accounting yang diterjemahkan oleh $afrida ..P dan Ahmad Maulana dalam bukunya Akuntansi Keuangan "enenga%, menyatakan bah a! ?utang adala$ kemungkinan keuntungan ekonomi di ma a depan !ang mun"ul dari ke3a&iban ekarang ata entita tertentu untuk mentran 8er akti0a' memberikan pela!anan untuk entita lain di ma a depan ebagai $a il dari tran ak i' ke&adian di ma a lalu*. %2++1,1:1(

Bab II Tinjauan Pustaka

/"

Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! ?utang adala$ emua ke3a&iban keuangan peru a$aan kepada pi$ak lain !ang belum terpenu$i# dimana $utang ini merupakan umber dana atau modal peru a$aan !ang bera al dari kreditor. ?utang atau ke3a&iban peru a$aan dapat dibedakan kedalam $utang &angka pendek dan $utang &angka pan&ang*. %2++2,1>( Menurut 8ohn 8. :ild, +... $ubramanyam, .obert ;. %alsey dalam bukunya !inancial State ent Analysis yang diterjemahkan oleh <ani(i $. Ba'htiar dan $. 6ur ahyu %arahap dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Ke3a&iban merupakan pendanaan dari kreditor dan me3akili ke3a&iban peru a$aan# atau claim kreditor ata akti0a*. %2++2,27( %utang lan'ar atau hutang jangka pendek adalah ke ajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek 3maksimal satu tahun sejak tanggal nera'a2 dengan menggunakan akti(a lan'ar yang dimiliki perusahaan. %utang jangka panjang adalah ke ajiban keuangan yang jangka aktu pembayarannya 3jatuh temponya2 lebih dari satu

tahun sejak tanggal nera'a.

Bab II Tinjauan Pustaka


:. /odal

/-

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a! @kuita ' modal adala$ $ak re idual ata akti0a peru a$aan etela$ dikurangi emua ke3a&iban*. %2++2,1:( Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! /odal merupakan $ak atau bagian !ang dimiliki ole$ pemilik peru a$aan !ang ditu&ukan dalam po modal %modal a$am(# ur8lu dan modal !ang dita$an. Atau kelebi$an nilai akti0a !ang dimiliki ole$ peru a$aan ter$adap eluru$ $utang1$utangn!a*. %2++2,1=( 2.1.;.2 Laporan Laba .ugi Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Laporan laba rugi merupakan uatu laporan !ang i temati tentang peng$a ilan# bia!a# rugi laba !ang diperole$ uatu peru a$aan elama periode tertentu*. %2++2,2;( Menurut 8ohn 8. :ild, +... $ubramanyam, .obert ;. %alsey dalam bukunya !inancial State ent Analysis yang diterjemahkan oleh <ani(i $. Ba'htiar dan $. 6ur ahyu %arahap dalam bukunya Analisis Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Laporan Laba .ugi mengukur kiner&a keuangan peru a$aan antara tanggal nera"a. Laporan ini men"erminkan akti0ita opera i

Bab II Tinjauan Pustaka

//

peru a$aan. Laporan laba rugi men!ediakan rin"ian pendapatan# beban# untung dan rugi peru a$aan untuk uatu periode 3aktu*. %2++2,27( Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bah a yang dimaksud dengan laporan laba rugi adalah suatu laporan yang memberikan gambaran terhadap kesuksesan yang di'apai atau kegagalan yang dialami oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya dalam periode tertentu serta menyajikan pendapatan dan biaya&biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Bentuk dari laporan rugi laba !ang bia a digunakan adala$ ebagai berikut, 1. Bentuk Single Step 2. Bentuk %ultiple Step*. %2++2,2;( ". Bentuk Single Step <aitu dengan menggabungkan semua penghasilan menjadi satu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok, sehingga untuk menghitung rugi9laba bersih hanya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan total biaya terhadap total penghasilan. -. Bentuk "ultiple Step Dalam bentuk ini dilakukan pengelompokkan yang lebih teliti sesuai dengan prinsip yang digunakan se'ara umum.

Bab II Tinjauan Pustaka


2.2. Anali i Laporan Keuangan

/0

$alah satu tugas penting manajemen atau in(estor setelah akhir tahun adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan. Analisis ini didasarkan pada laporan keuangan yang telah disusun. $ebaiknya laporan keuangan itu adalah laporan yang diyakini ke ajarannya. +e ajaran laporan keuangan diketahui dari hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan perusahaan. %asil laporan akuntan biasanya menyajikan pendapat tentang ke ajaran laporan keuangan tersebut. 2.2.1 Pengertian Anali i Laporan Keuangan Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Anali i laporan keuangan berarti menguraikan po 1po laporan keuangan men&adi unit in8orma i !ang lebi$ ke"il dan meli$at $ubungann!a !ang ber i8at igni8ikan atau !ang mempun!ai makna antara !ang atu dengan !ang lain baik antara data kuantitati8 maupun data non1kuantitati8 dengan tu&uan untuk mengeta$ui kondi i keuangan lebi$ dalam !ang angat penting dalam pro e meng$a ilkan keputu an !ang tepat*. %2++7,1=+( Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bah a yang dimaksud dengan analisis laporan keuangan adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana posisi keuangan dan hasil&hasil yang diperoleh suatu perusahaan sesuai dengan hasil yang ditargetkan manajemen atau tidak, dengan melakukan perbandingan&perbandingan atas data yang satu dengan yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut.

Bab II Tinjauan Pustaka

/5

Menurut Lukman $yamsuddin dalam bukunya "ana#e en Keuangan &erusa%aan, menyatakan bah a! Anali i laporan keuangan peru a$aan pada da arn!a merupakan per$itungan ra io1ra io untuk menilai keadaan keuangan peru a$aan di ma a lalu# aat ini# dan kemungkinann!a di ma a depan*. %2++2,:-( Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bah a seorang analis laporan keuangan dalam melakukan analisisnya tidak akan lepas dari peranan rasio&rasio laporan keuangan, dengan melakukan analisis terhadap rasio&rasio keuangan akan dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil. 2.2.2 Tu&uan Anali i Laporan Keuangan Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Tu&uan anali i laporan keuangan merupakan alat !ang angat penting untuk memperole$ in8orma i e$ubungan dengan po i i keuangan dan $a il1$a il !ang tela$ di"apai peru a$aan !ang ber angkutan. 9ata keuangan ter ebut akan lebi$ berarti bagi pi$ak1 pi$ak !ang berkepentingan apabila data ter ebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebi$# dan dianali a lebi$ lan&ut e$ingga akan dapat diperole$ data !ang akan dapat mendukung keputu an !ang akan diambil*. %2++2,:1( Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Anali i laporan keuangan !ang dilakukan dimak udkan untuk

menamba$ in8orma i !ang ada dalam uatu laporan keuangan*. %2++7,1=2(

Bab II Tinjauan Pustaka

/#

Dari beberapa pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan bah a tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih mudah dimengerti, dari data&data yang ada kita dapat menentukan informasi posisi keuangan, hasil operasi, perkembangan perusahaan serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk suatu pengambilan keputusan. 2.2.: /etode dan Teknik Anali i Laporan Keuangan Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Ada dua metode anali i !ang digunakan ole$ etiap penganali i laporan keuangan# !aitu Anali i $ori ontal dan Anali i 0ertikal. Anali i $ori ontal adala$ anali i dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa aat e$ingga akan diketa$ui perkembangann!a. Anali i 0ertikal adala$ apabila laporan keuangan !ang dianali i $an!a meliputi atu periode atau atu aat a&a# !aitu dengan memperbandingkan antara po !ang atu dengan po !ang lain dalam laporan keuangan ter ebut e$ingga $an!a akan diketa$ui keadaan keuangan atau $a il opera i pada aat itu a&a*. %2++2,:;( $edangkan teknik analisis laporan keuangan yang biasa digunakan menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, adalah sebagai berikut! Teknik anali i laporan keuangan adala$, 1. Anali i Perbandingan Laporan Keuangan 2. &rend atau tenden i atau po i i dan kema&uan keuangan peru a$aan !ang din!atakan dalam per enta e % &rend Percentage Anal#sis( :. Laporan dengan per enta e per komponen %'ommon Si(e Statement) 7. Anali i Sumber dan Penggunaan /odal Ker&a 2. Anali i Sumber dan Penggunaan Ka % 'ash $low Statement Anal#sis( ;. Anali i .a io -. Anali i Peruba$an Laba Kotor %)ross Profit Anal#sis)

Bab II Tinjauan Pustaka


>. Anali i Break !ven*.

/)

%2++2,:-( "2 Analisis Perbandingan Laporan +euangan, adalah metode dan teknik analisis dengan 'ara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan menunjukkan! a. Data absolut atau jumlah&jumlah dalam rupiah. b. +enaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah. '. +enaikan atau penurunan dalam persentase. d. Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio. e. Persentase dalam total. Analisis dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui perubahan& perubahan yang terjadi dan perubahan mana yang memerlukan penelitian lebih lanjut. -2 Trend atau tendensi atau posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam persentase 3Trend &ercentage Analysis2, adalah suatu metode atau teknik analisis untuk mengetahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendensi tetap, naik atau bahkan turun. /2 Laporan dengan persentase per komponen 3Co on Si'e State ent),

adalah suatu metode analisis untuk mengetahui persentase in(estasi pada masing&masing akti(a terhadap total akti(anya, juga untuk mengetahui struktur permodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.

Bab II Tinjauan Pustaka

/*

02 Analisis $umber dan Penggunaan Modal +erja, adalah suatu analisis untuk mengetahui sumber&sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab&sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu. 52 Analisis $umber dan Penggunaan +as 3Cas% !lo( State ent Analysis2, adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab&sebab berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber&sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu. #2 Analisi .asio, adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos&pos tertentu dalam nera'a atau laporan laba rugi se'ara indi(idu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. )2 Analisis Perubahan Laba +otor 3)ross &rofit Analysis), adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab&sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari suatu periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor dari suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut. *2 Analisis *reak +ven, adalah suatu analisis untuk menentukan tingkat penjualan yang harus di'apai oleh suatu perusahaan agar perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisis ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan. Metode dan teknik analisis manapun yang digunakan, kesemuanya itu merupakan permulaan dari proses analisis yang diperlukan untuk menganalisis laporan keuangan, dan setiap metode analisis mempunyai tujuan yang sama yaitu

Bab II Tinjauan Pustaka

/,

untuk membuat agar data lebih dimengerti sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak&pihak yang membutuhkan. 2.2.7. Kelema$an Anali i Laporan Keuangan Menurut $ofyan $yafri %arahap dalam bukunya Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, adalah sebagai berikut! Kelema$an anali i laporan keuangan adala$, 1. Anali i laporan keuangan dida arkan pada laporan keuangan# ole$ karenan!a kelema$an laporan keuangan $aru elalu diingat agar ke impulan dari anali i itu tidak ala$. 2. Bb&ek anali i laporan keuangan $an!a laporan keuangan. Untuk menilai uatu laporan keuangan tidak "ukup $an!a angka1angka laporan keuangan. Kita &uga $aru meli$at a pek1a pek lainn!a eperti tu&uan peru a$aan# itua i ekonomi# itua i indu tri# ga!a mana&emen# buda!a peru a$aan dan buda!a ma !arakat. :. Bb&ek anali i adala$ data $i tori !ang menggambarkan ma a lalu dan kondi i ini bi a berbeda dengan kondi i ma a depan. 7. Jika kita melakukan perbandingan dengan peru a$aan lain# maka perlu dili$at beberapa perbedaan prin ip !ang bi a men&adi pen!ebab perbedaan angka# mi aln!a prin ip akuntan i# si(e peru a$aan# &eni indu tri# periode laporan# laporan indi0idual atau laporan kon olida i# &eni peru a$aan# apaka$ profit motive atau non profit motive*. %2++7,2+:(

2.:. Anali i .a io 2.:.1. Pengertian Anali i .a io Menurut $. Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a! Anali i .a io# adala$ uatu metode anali i untuk mengeta$ui

$ubungan dari po 1po tertentu dalam nera"a atau laporan laba rugi e"ara indi0idu atau kombina i dari kedua laporan ter ebut*. %2++2,:-(

Bab II Tinjauan Pustaka

01

Menurut Mohamad Musli'h dalam bukunya "ana#e en Keuangan "odern, menyatakan bah a! Anali i ra io keuangan merupakan alat utama dalam anali i ini dapat digunakan untuk men&a3ab

keuangan# karena anali i

berbagai pertan!aan tentang keadaan keuangan peru a$aan*. %2++:,77( Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bah a analisis rasio dapat digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos&pos yang ada dalam laporan keuangan sehingga dapat diketahui perubahan&perubahan dari masing&masing pos tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode dalam suatu perusahaan, atau diperbandingkan dengan alat&alat perbandingan lainnya. 2.:.2. Jeni 1&eni .a io Menurut $usan Ira ati dalam bukunya "ana#e en Keuangan,

mengklasifikasikan lima bagian analisis rasio, yaitu sebagai berikut! 1. .a io Likuidita Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar semua ke ajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo. 4ntuk menghitung rasio likuiditas dapat diklasifikasikan sebagai berikut! a, Current Ratio(CR) Merupakan rasio yang membandingkan antara akti(a lan'ar yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendek.

Bab II Tinjauan Pustaka


.umus Current Ratio adalah> Current Ratio Current Assets . /001

0"

Current Liabilities b, 2uick Ratio Merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan akti(a lan'ar yang lebih likuid. .umus 2uick Ratio adalah> 2uick Ratio Current Assets & $nventory Current Liabilities c, Cas% Ratio Merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan. .umus Cas% Ratio adalah> Cas% Ratio - Cas% 3 Securuties . /001 Current Liabilities d, 4orking Capital To Total Assets Ratio(4CTT) Merupakan rasio yang mengukur likuiditas dari total akti(a dan posisi modal kerja netto dari jumlah akti(a. .umus 4CTT adalah> 4CTT - Modal +erja 6etto ? "11@ =otal Akti(a . /001

Bab II Tinjauan Pustaka


2. .a io *everage

0-

.asio Le(erage menunjukkan seberapa besar kebutuhan dana perusahaan dibelanjai atau didanai dengan pinjaman. 4ntuk menghitung rasio leverage dapat diklasifikasikan sebagai berikut! a, Total 5ebt to Total Assets Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur persentase besarnya dana atau modal yang berasal dari pinjaman. $emakin tinggi tingkat rasio ini, semakin tinggi risiko keuangan perusahaan. .umus Total 5ebt to Total Assets Ratio adalah> Total 5ebt to Total Assets Ratio Total 5ebt . /001 Total Assets b, Total 5ebt to Total +6uity Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perimbangan antara ke ajiban yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. $emakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri yang digunakan semakin sedikit dibandingkan dengan hutangnya atau ke ajibannya. .umus Total 5ebt to Total +6uity Ratio adalah> Total 5ebt to Total +6uity Ratio Total 5ebt . /001 Total +6uity c, Ti e $nterest +arned Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi beban tetapnya berupa bunga dengan laba yang diperolehnya.

Bab II Tinjauan Pustaka


.umus Ti e $nterest +arned Ratio adalah> Ti e $nterest +arned Ratio +*$T $nterest d, !i.ed C%arge Coverage Ratio . / Ti e

0/

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kesanggupan perusahaan dalam memenuhi beban tetapnya berupa bunga beserta angsuran pokok pinjaman, pembayaran di(iden saham preferen, dan se a dengan laba yang diperolehnya. .umus !i.ed C%arge Coverage Ratio adalah> !i.ed C%arge Coverage Ratio +*$T 3Rent $nterest 3 Rent e, 5ebt Service Coverage Ratio Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kesanggupan suatu perusahaan dalam memenuhi beban tetapnya termasuk angsuran pokok pinjamannya dengan laba yang diperolehnya. .umus 5ebt Service Coverage Ratio adalah> 5ebt Service Coverage Ratio A Interest C :. .a io Akti0ita Adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar efekti(itas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya. 4ntuk menghitung rasio akti(itas dapat diklasifikasikan sebagai berikut! BBI=
Angsuran pokok pinjaman
3"&=a?2

. / Ti e

? " =ime

Bab II Tinjauan Pustaka


a, Total Assets Turnover

00

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar efekti(itas pemanfaatan akti(a dalam menghasilkan penjualan suatu perusahaan. $emakin besar perputaran akti(a semakin efektif perusahaan dalam mengelola akti(anya. .umus Total Assets Turnover adalah> Total Assets Turnover 7et Sales . Ti e Total Assets b, Receivable Turnover Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efekti(itas pengelolaan piutang. $emakin 'epat perputaran piutang, maka semakin efektif perusahaan dalam mengelola piutangnya. .umus Receivable Turnover adalah> Receivable Turnover Sales on Credit Average Receivable c, Receivable Collection &eriod Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efekti(itas rata&rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang usaha dalam suatu perusahaan. .umus Receivable Collection &eriod adalah> Receivable Collection &eriod - Average Receivable . 890 days Sales on Credit . Ti e

Bab II Tinjauan Pustaka


d, $nventory Turnover

05

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efekti(itas kemampuan dana suatu perusahaan yang tertanam dalam suatu persediaan yang berputar dalam suatu periode tertentu. $emakin 'epat persediaan berputar semakin efektif perusahaan dalam mengelola persediaan. .umus $nventory Turnover adalah> $nventory Turnover 7et Sales Average $nventory 7. .a io Keuntungan %Profitabilit# Ratio( .asio keuntungan adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan akti(a perusahaan atau merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, untuk melihat kemampuan perusahaan dalam beroperasi se'ara efisien. 4ntuk menghitung rasio keuntungan dapat diklasifikasikan sebagai berikut! a, Return on $nvest ent(R:$) Merupakan suatu 'ara untuk mengukur seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan . .umus R:$ adalah> R:$ A Laba bersih ;u la% Aktiva ? "11@ . / Ti e

Bab II Tinjauan Pustaka


2. .a io Penilaian Menghitung rasio ini digunakan rumus sebagai berikut> a, &rice +arning Ratio (&+R) Ru us yang digunakan adala%< &+R - "arket &rice . / Ti e +&S b, "arket to *ook Value Ratio .umus yang digunakan adalah> "arket to *ook Value Ratio - "arket &rice . / Ti e *ook Value

0#

2.7. In0e ta i +eputusan in(estasi yang dilakukan perusahaan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan. %al ini karena keputusan in(estasi menyangkut dana yang digunakan untuk in(estasi, jenis in(estasi yang akan dilakukan, pengembalian in(estasi dan risiko in(estasi yang mungkin timbul. +eputusan in(estasi ini diharapkan memperoleh penerimaan&penerimaan yang dihasilkan dari in(estasi tersebut yang dapat menutup biaya&biaya yang dikeluarkannya. Penerimaan in(estasi yang akan diterima berasal dari proyeksi keuntungan atas in(estasi tersebut.

Bab II Tinjauan Pustaka


2.7.1. Pengertian In0e ta i

0)

Menurut Martono dan D. Agus Marjito dalam bukunya "ana#e en Keuangan, menyatakan bah a! In0e ta i merupakan penanaman dana !ang dilakukan ole$ uatu peru a$aan kedalam uatu asset %akti0a( dengan $arapan

memperole$ pendapatan dima a !ang akan datang*. %2++2,1:>( Menurut Mulyadi dalam bukunya Akuntansi "ana#e en, menyatakan bah a! In0e ta i adala$ pengaitan umber1 umber dalam &angka pan&ang untuk meng$a ilkan laba di ma a !ang akan datang*. %2++1,2>7( Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bah a in(estasi merupakan penanaman dana yang dilakukan oleh perusahaan dalam suatu akti(a jangka panjang dengan harapan untuk mendapatkan pendapatan atau laba di masa yang akan datang. 2.7.2. Jeni In0e ta i Menurut Donald B. +ieso, 8erry 8. :eygandt, =erry D. :arfield dalam bukunya Accounting $nter ediate yang diterjemahkan oleh Bmil $alim dalam bukunya Akuntansi $nter ediate, menyatakan bah a! Terdapat empat &eni in0e ta i# !aitu5 1. In0e ta i dalam ekurita # eperti obliga i# a$am bia a# atau 3e el &angka pan&ang. 2. In0e ta i dalam akti0a tetap ber3u&ud# eperti tana$. :. In0e ta i !ang di i i$kan dalam dana k$u u # eperti dana peluna an# dana pen iun atau dana ek pan i pabrik.

Bab II Tinjauan Pustaka


7.

0*

In0e ta i dalam anak peru a$aan atau a8ilia i !ang tidak dikon olida i*. %2++:,227(

Menurut Mulyadi dalam bukunya Akuntansi "ana#e en, menyatakan bah a! Jeni in0e ta i dapat dibagi men&adi empat# !aitu5 1. In0e ta i !ang tidak meng$a ilkan laba. 2. In0e ta i !ang tidak dapat diukur laban!a. :. In0e ta i dalam penggantian e"uipment. 7. In0e ta i dalam perlua an u a$a*. %2++1,2>7( Bmpat jenis in(estasi yang telah disebutkan di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut! ". In(estasi yang tidak menghasilkan laba In(estasi ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat&syarat yang telah disetujui, yang me ajibkan perusahaan untuk melaksanakannya tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. -. In(estasi yang tidak dapat diukur labanya In(estasi ini dimaksudkan untuk menaikkan laba, namun laba yang diharapkan akan diperoleh perusahaan. In(estasi ini sulit dihitung se'ara teliti. /. In(estasi dalam penggantian e6uip ent In(estasi jenis ini meliputi pengeluaran untuk penggantian mesin dan e6uip ent yang ada. Dalam pemakaian mesin dan e6uip ent pada suatu saat akan terjadi biaya operasi mesin dan e6uip ent menjadi lebih besar dibandingkan dengan biaya operasi jika mesin tersebut diganti dengan yang baru atau produkti(itasnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.

Bab II Tinjauan Pustaka


0. In(estasi dalam perluasan usaha

0,

In(estasi jenis ini merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar daripada sebelumnya. =ambahan kapasitas akan memerlukan akti(a diferensial berupa tambahan in(estasi dan akan menghasilkan pendapatan diferensial yang berupa tambahan pendapatan serta memerlukan biaya diferensial yang berupa tambahan biaya karena tambahan kapasitas.

Menurut Martono dan D. Agus Marjito dalam bukunya "ana#e en Keuangan, menyatakan bah a! 9ili$at dari &angka 3aktun!a# in0e ta i dibedakan men&adi : ma"am !aitu in0e ta i &angka pendek# in0e ta i &angka menenga$ dan in0e ta i &angka pan&ang. Sedangkan dili$at dari &eni akti0an!a# in0e ta i dibedakan kedalam 2 &eni !aitu in0e ta i pada akti0a riil dan in0e ta i dalam akti0a non1riil. In0e ta i dalam akti0a riil mi aln!a in0e ta i dalam tana$# gedung# me in dan peralatan1 peralatan. Sedangkan in0e ta i dalam akti0a non1riil mi aln!a in0e ta i kedalam urat1 urat ber$arga*. %2++2,1:>( 2.2. Akti0a Tetap Ber3u&ud Akti(a tetap ber ujud merupakan harta yang dimiliki perusahaan yang mempunyai peranan penting untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. 2.2.1. Pengertian Akti0a Tetap Ber3u&ud Akti(a tetap merupakan harta perusahaan yang penting bagi suatu perusahaan. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan, menyatakan bah a!

Bab II Tinjauan Pustaka

51

Akti0a tetap adala$ akti0a ber3u&ud !ang diperole$ dalam bentuk iap pakai atau dengan dibangun terlebi$ da$ulu# !ang digunakan dalam opera i peru a$aan# tidak dimak udkan untuk di&ual dalam rangka kegiatan normal peru a$aan dan mempun!ai ma a man8aat lebi$ dari atu ta$un*. %2++7,1;.2( Menurut Mulyadi dalam bukunya Siste Akuntansi, menyatakan bah a! Akti0a tetap adala$ keka!aan peru a$aan !ang memiliki 3u&ud# mempun!ai man8aat lebi$ dari atu ta$un# dan diperole$ peru a$aan untuk melak anakan kegiatan peru a$aan# bukan untuk di&ual kembali*. %2++2,2=1( Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bah a suatu akti(a tetap dapat dikatakan sebagai akti(a tetap, apabila memenuhi kriteria sebagai berikut! ". Akti(a tetap diperoleh dengan tujuan untuk dipergunakan dalam operasi perusahaan yang tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. -. Akti(a tetap mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. /. Pengeluaran dana untuk memperoleh akti(a tetap adalah dalam jumlah yang relatif besar, dimana besar ke'ilnya tergantung dari kebijakan

kapitalisasi pada tiap perusahaan. Menurut Daki Barid an dalam bukunya Accounting $nter ediate, menyatakan bah a! Akti0a tetap ber3u&ud !ang i8atn!a relati8 permanen !ang digunakan dalam kegiatan peru a$aan !ang normal. I tila$ relati8 permanen menun&ukkan digunakan dalam &angka 3aktu !ang relati8 lama# untuk tu&uan akuntan i# &angka 3aktu penggunaan ini dibata i dengan lebi$ dari atu periode akuntan i*. %2+++,2-1(

Bab II Tinjauan Pustaka


2.2.2. Kla i8ika i Akti0a Tetap

5"

Akti(a tetap yang dimiliki perusahaan sangat beragam, sehingga untuk membedakannya diperlukan pengklasifikasian yang 'ermat, agar tidak ter'ampur dengan akti(a lain. Akti(a tetap yang digunakan dalam operasi perusahaan ada dua jenis, yaitu akti(a tetap ber ujud (Tangible Assets2 dan akti(a tetap tidak ber ujud 3$ntangible Assets2. Menurut Barl +. $ti'e, 8ames D. $ti'e, +. ;red $kousen dalam buku $nter ediate Accounting yang diterjemahkan oleh $afrida ..P dan Ahmad Maulana dalam bukunya Akuntansi $nter ediate, menyatakan bah a> Akti0a tetap !ang terdiri dari, 1. Akti0a tetap ber3u&ud (&angible Assets( Cang terma uk dalam akti0a tetap ber3u&ud# diantaran!a5 Tana$# !aitu $arta !ang digunakan untuk tu&uan u a$a. Bangunan# bangunan !ang digunakan untuk menempatkan opera i peru a$aan. Peralatan# akti0a !ang dipergunakan dalam pro e produk i atau pen!ediaan &a a. )onto$n!a antara lain mobil# truk# me in# 8urnitur. 2. Akti0a tetap tak ber3u&ud % ntangible Assets( Cang terma uk dalam akti0a tetap tak ber3u&ud# diantaran!a5 Paten /erek 9agang ?ak )ipta ?ak Daralaba 9a8tar Pelanggan )oodwill*. %2++2,;( Beberapa jenis akti(a tetap tak ber ujud, dijelaskan sebagai berikut! Paten, yaitu suatu hak eksklusif yang diberikan oleh pemerintah suatu 6egara yang memungkinkan seorang penemu9 pen'ipta untuk

Bab II Tinjauan Pustaka

5-

mengendalikan produksi, penjualan, atau penggunaan dari suatu temuan9'iptaannya. Merek Dagang, yaitu suatu hak eksklusif yang diberikan oleh pemerintah suatu 6egara yang mengi7inkan suatu simbol, label dan ran'angan khusus. Masa berlaku sahnya tidak terbatas. %ak Eipta, yaitu suatu hak eksklusif yang diberikan oleh pemerintah suatu 6egara yang mengi7inkan seorang pengarang untuk menjual, memberi i7in, atau mengendalikan pekerjaannya. %ak :aralaba, yaitu suatu hak eksklusif atau keistime aan yang diterima suatu perusahaan atau indi(idu untuk menjalankan fungsi&fungsi tertentu atau menjual produk atau jasa tertentu. Daftar Pelanggan, yaitu suatu daftar atau database yang berisi informasi tentang pelanggan seperti nama, alamat, pembelian sebelumnya dan lainnya. )ood(ill, yaitu sumber daya, faktor dan kondisi tak ber ujud lain yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan laba di atas laba normal dengan akti(a yang dapat diidentifikasikan. )ood(ill di'atat hanya jika suatu entitas usaha diakuisisi melalui pembelian. 2.2.:. Perole$an Akti0a Tetap +etika suatu akti(a dibeli se'ara tunai, maka perolehannya hanya di'atat pada jumlah kas yang dibayar, termasuk semua pengeluaran yang berhubungan dengan pembelian dan persiapan akti(a untuk penggunaan yang diren'anakan. =etapi, akti(a juga dapat dibeli dengan berbagai perjanjian lain, yang sebagian

Bab II Tinjauan Pustaka

5/

diantaranya memiliki masalah khusus mengenai harga perolehan yang akan di'atat. Menurut Barl +. $ti'e, 8ames D. $ti'e, +. ;red $kousen dalam buku $nter ediate Accounting yang diterjemahkan oleh $afrida ..P dan Ahmad Maulana dalam bukunya Akuntansi $nter ediate, menyatakan bah a> Perole$an akti0a tetap elain dengan tran ak i ka # diantaran!a5 1. Pembelian e"ara paket 2. Pemba!aran !ang ditanggu$kan :. Se3a guna u a$a 7. Pertukaran akti0a non moneter 2. Perole$an dengan penerbitan urat ber$arga ;. Kontruk i endiri -. Perole$an melalui umbangan atau penemuan >. Akui i i uatu peru a$aan e"ara ke eluru$an*. %2++2,1+( Beberapa perolehan akti(a tetap berdasarkan kutipan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut! ". Pembelian se'ara Paket Dalam beberapa pembelian, sejumlah akti(a dapat dibeli dalam suatu pembelian se'ara paket. Alokasi harga perolehan dalam pembelian se'ara paket ini, beberapa akti(a dalam kelompok tersebut dapat disusutkan, sementara yang lainnya tidak. Akti(a yang disusutkan mungkin memiliki masa manfaat yang berbeda&beda. Beban

penyusutan periodik dapat se'ara signifikan dipengaruhi oleh proporsi harga pembelian yang dialokasikan pada akti(a dengan masa manfaat yang relatif panjang.

Bab II Tinjauan Pustaka


-. Pembayaran yang Ditangguhkan

50

Perolehan real estate atau properti lainnya terkadang berupa pembayaran yang ditangguhkan untuk semua atau sebagian dari harga pembelian. Apabila tidak ada nilai yang ditentukan untuk suatu properti atau jasa, dan tidak ada suatu tingkat bunga yang ditetapkan pada suatu kontrak, maka suatu tingkat bunga perkiraan harus digunakan. =ingkat bunga perkiraan adalah estimasi tentang tingkat bunga yang harus dibayar oleh perusahaan peminjam atas suatu pinjaman berdasarkan tingkat kelayakan kreditnya atau tingkat bunga pasar yang berlaku. /. $e a Funa 4saha Adalah suatu kontrak dimana satu pihak 3penye a2 diberikan hak untuk menggunakan akti(a yang dimiliki oleh pihak lain, yaitu pihak yang menye akan untuk suatu periode biaya periodik tertentu. 0. Pertukaran Akti(a 6on Moneter Dalam beberapa kasus, suatu perusahaan memperoleh suatu akti(a baru dengan 'ara menukarnya dengan akti(a non moneter yang ada. 4mumnya, akti(a yang baru harus dinilai pada nilai pasar ajarnya aktu tertentu dan untuk suatu

atau pada nilai pasar ajar dari akti(a yang diserahkan. 8ika akti(a non moneter yang diserahkan untuk memperoleh akti(a baru adalah properti atau peralatan, maka penjualan suatu properti terjadi bersamaan dengan perolehan tersebut. Apabila pertukaran akti(a non

Bab II Tinjauan Pustaka


moneter terjadi, maka penggunaan nilai pasar ajar

55

akan

menyebabkan adanya keuntungan atau kerugian dari pelepasan akti(a non moneter tersebut. 5. Perolehan dengan Penerbitan Bfek $uatu perusahaan dapat memperoleh properti tertentu dengan 'ara menerbitkan obligasi atau saham. 8ika nilai pasar dari efek tersebut dapat ditentukan, maka nilai tersebut akan digunakan sebagai nilai akti(a. 8ika tidak ada nilai pasar dari efek tersebut, maka digunakan nilai pasar ajar dari akti(a yang diperoleh. 8ika suatu efek tidak

memiliki nilai pasar, maka penilaian oleh suatu otoritas yang independen atas akti(a yang diperoleh mungkin diperlukan untuk mendapatkan nilai pasar ajar yang objektif. #. +ontruksi $endiri +adang kala bangunan atau peralatan dibangun atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan sendiri. %al ini mungkin dilakukan untuk menghemat biaya, untuk menggunakan fasilitas yang

menganggur atau untuk mendapatkan kualitas bangunan yang lebih baik. $eperti halnya akti(a yang dibeli, akti(a ini di'atat pada harga perolehannya, termasuk semua pengeluaran yang terjadi untuk membuat akti(a dan mempersiapkan akti(a tersebut untuk digunakan sesuai dengan ren'ana.

Bab II Tinjauan Pustaka


). Perolehan Melalui $umbangan atau Penemuan

5#

+etika akti(a diperoleh melalui sumbangan, tidak ada biaya yang dapat digunakan sebagai dasar perhitungannya. Meskipun ada pengeluaran tertentu yang harus dikeluarkan se'ara insidental untuk mendapatkan hadiah tersebut, tetapi pengeluaran tersebut biasanya jauh lebih ke'il dibandingkan dengan nilai akti(a tersebut. Dalam hal ini, biaya tentu saja tidak dapat dijadikan sebagai dasar penilaian. Properti yang diperoleh melalui donasi harus diperkirakan nilainya dan di'atat sesuai dengan harga pasar ajarnya. $umbangan diakui sebagai pendapatan atau keuntungan pada saat diterima. *. Akuisisi $uatu Perusahaan $e'ara +eseluruhan Dari pada membeli akti(a tertentu dari perusahaan lain, seperti dalam pembelian se'ara paket, kadang kala perusahaan membeli perusahaan lain tersebut se'ara keseluruhan. %al ini disebut dengan penggabungan usaha. Prosedur&prosedur akuntansi untuk penggabungan usaha sama dengan prosedur yang digunakan dalam pembelian se'ara paket. Perbedaan utamanya adalah bah a dalam suatu penggabungan usaha, jumlah nilai ajar dari akti(a yang dapat diidentifikasi biasanya lebih

sedikit dibandingkan dengan jumlah total yang dibayarkan untuk membeli perusahaan. 2.2.7. Kapitali a i Akti0a Tetap Ber3u&ud Akti(a tetap yang dimiliki oleh perusahaan banyak sekali jumlahnya dan mempunyai nilai yang sangat besar, guna menghindari pengeluaran&pengeluaran

Bab II Tinjauan Pustaka

5)

bagi akti(a yang nilainya relatif besar dan kurang efisien serta penatausahaan akti(a yang memakan aktu dan biaya lebih dari perolehan akti(a tetap tersebut,

maka diperlukan kebijakan kapitalisasi, yaitu kebijakan yang menetapkan jumlah atau batas minimum dimana suatu pengeluaran akti(a dapat dikapitalisasi atau disesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada perusahaan. Dengan adanya kebijakan kapitalisasi ini, maka kesulitan perusahaan dapat dikurangi terutama dalam membedakan antara pengeluaran modal dengan pengeluaran pendapatan serta dalam menentukan beban penyusutan. Berikut ini pengertian tentang pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan. ". Pengeluaran modal 3Capital +.penditure2 adalah pengeluaran yang berasal dari modal dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi. -. Pengeluaran pendapatan 3Revenue +.penditure2 adalah pengeluaran yang masa manfaatnya hanya untuk satu periode akuntansi dan biasanya di'atat sebagai biaya. Dasar pertimbangan dalam pen'atatan pengeluaran&pengeluaran untuk akti(a tetap adalah berapa lama manfaat pengeluaran tersebut dapat dirasakan, selain pertimbangan masa manfaat, kadangkala untuk masalah kepraktisan, dilakukan penyimpangan yaitu! a. Pengeluaran itu relatif ke'il. b. Manfaat di masa yang akan datang tidak begitu berarti. '. $ulit untuk mengukur masa manfaat di masa yang akan datang. $eringkali pihak yang ber enang dalam perusahaan memutuskan kebijakan akuntansi yang berisi bah a pengeluaran&pengeluaran sampai jumlah

Bab II Tinjauan Pustaka

5*

tertentu dianggap sebagai pengeluaran pendapatan dan pengeluaran di atas jumlah tertentu dianggap sebagai pengeluaran modal apabila pengeluaran tersebut jelas& jelas memberikan manfaat untuk periode yang akan datang. 2.2.7.1. 9ampak Kapitali a i Ter$adap Laba +apitalisasi memiliki dua dampak terhadap laba. Pertama, kapitalisasi menangguhkan biaya. %al ini berarti kapitalisasi menghasilkan laba yang lebih tinggi selama periode akuisisi namun laba yang lebih rendah pada periode berikutnya jika dibandingkan dengan pembebanan biaya. +edua, kapitalisasi menghasilkan serial perataan laba. <aitu alokasi biaya akti(a sepanjang periode manfaat menghasilkan angka laba akrual yang lebih stabil dan merupakan pengukuran kinerja perusahaan yang lebih berarti. 2.2.7.2. 9ampak Kapitali a i Ter$adap Tingkat Pengembalian In0e ta i +apitalisasi meningkatkan fluktuasi pengukuran laba dan rasio tingkat pengembalian in(estasi. +apitalisasi mempengaruhi baik laba maupun in(estasi dari rasio tingkat pengembalian in(estasi. $ebaliknya membebankan biaya akti(a menghasilkan basis in(estasi yang lebih rendah dan meningkatkan fluktuasi laba. Pembebanan juga menghasilkan bias terhadap pengukuran laba, karena laba dinyatakan terlalu rendah pada tahun akuisisi dan terlalu tinggi pada tahun&tahun berikutnya. 2.2.2. Pen!u utan# Penilaian dan Pelaporan

2.2.2.1. Pen!u utan $emua jenis akti(a tetap, ke'uali tanah, akan berkurang kemampuannya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya aktu. Beberapa faktor

Bab II Tinjauan Pustaka

5,

yang mempengaruhi menurunnya kemampuan ini adalah pemakaian, keausan, ketidakseimbangan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta dan

keterbelakangan teknologi. Berkurangnya kapasitas berarti berkurangnya nilai akti(a tetap yang bersangkutan. %al ini perlu di'atat dan dilaporkan. Pengakuan adanya penurunan nilai akti(a tetap ber ujud disebut penyusutan 3depreciation2. Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk men'atat penyusutan adalah! Tabel 2.1. Pen"atatan Pen!u utan =anggal +eterangan Beban Penyusutan . . . . . Akum. Penyusutan . . . . 2.2.2.2. /etode Pen!u utan Ada dua faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan yaitu nilai akti(a tetap yang digunakan dalam perhitungan penyusutan 3dasar penyusutan2 dan taksiran manfaat. Dasar penyusutan dapat berupa harga perolehan atau nilai buku. 6ilai maksimum akti(a tetap yang dapat disusutkan adalah harga perolehannya. =etapi adakalanya, dianggap bah a setelah habis dipakai, akti(a tetap yang bersangkutan masih mempunyai nilai yang disebut nilai sisa. =aksiran manfaat men'erminkan besarnya kapasitas atau manfaat akti(a tetap selama dapat dipakai. =aksiran ini dapat dinyatakan dalam lamanya jangka aktu pemakaian atau .ef Debit ??? +redit ???

kapasitas produksi yang dapat dihasilkan. 4ntuk menghitung penyusutan, taksiran manfaat dinyatakan dalam tarif penyusutan. Dari uraian tersebut, pada dasarnya, penyusutan akti(a tetap untuk suatu tahun dapat dihitung dengan rumus!

Bab II Tinjauan Pustaka


Beban Penyusutan A =arif Penyusutan ? Dasar Penyusutan

#1

Menurut $oemarso $.. dalam bukunya Akuntansi Suatu &engantar, menyatakan bah a! Ada beberapa metode untuk meng$itung pen!u utan# !aitu5 1. /etode Eari Luru %Straight *ine %ethod) 2. /etode Saldo /enurun %+eclining Balance %ethod) :. /etode Jumla$ Angka Ta$un %Sum of the ,ears +igits %ethod) 7. /etode Unit Produk i %-nit of Production %ethod) %2++2,22( Beberapa metode untuk menghitung penyusutan, dijelaskan sebagai berikut! ". Metode Faris Lurus 3Straig%t Line "et%od) Dalam metode garis lurus, beban penyusutan dialokasikan berdasarkan berlalunya aktu, dalam jumlah yang sama, sepanjang masa manfaat

akti(a tetap. P=. PL6 3PB.$B.O2 Distribusi 8a a Barat dan Banten menggunakan metode ini dalam menghitung penyusutannya. Beban penyusutan dihitung dengan rumus! Beban Penyusutan A =arif Penyusutan ? Dasar Penyusutan Dasar Penyusutan A %arga Perolehan G 6ilai $isa -. Metode $aldo Menurun 35eclining *alance "et%od) Dalam metode saldo menurun, beban penyusutan makin menurun dari tahun ke tahun. Pembebanan yang makin menurun didasarkan pada anggapan bah a semakin tua, kapasitas akti(a tetap dalam memberikan jasanya, juga akan menurun. Dalam metode saldo menurun, beban penyusutan dihitung dengan rumus sebagai berikut! Beban Penyusutan A =arif Penyusutan ? Dasar Penyusutan

Bab II Tinjauan Pustaka


Dasar Penyusutan A 6ilai Buku A al Periode /. Metode 8umlah Angka =ahun 3Su of t%e =ears 5igits "et%od)

#"

Metode jumlah angka tahun akan menghasilkan jad al penyusutan yang sama dengan metode saldo menurun. 8umlah penyusutan akan semakin menurun dari tahun ke tahun. =etapi 'ara perhitungan penyusutan berbeda dengan metode saldo menurun. Beban penyusutan dalam metode ini, dihitung dengan menggunakan rumus! Beban Penyusutan A =arif Penyusutan ? Dasar Penyusutan Dasar Penyusutan A %arga Perolehan G 6ilai $isa 0. Metode 4nit Produksi 3>nit of &roduction "et%od) Dalam metode unit produksi taksiran manfaat dinyatakan dalam bentuk unit produksi, jam pemakaian, kilometer pemakaian, atau unit&unit kegiatan yang lain. Beban penyusutan dihitung dengan rumus sebagai berikut! Beban Penyusutan A =arif Penyusutan ? Dasar Penyusutan =arif Penyusutan A Produksi Aktual +apasitas Produksi Dasar Penyusutan A %arga Perolehan G 6ilai $isa ? "11@

2.2.2.:. Penilaian dan Pelaporan Akti(a tetap dinilai sebesar nilai bukunya, yaitu harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. =etapi, apabila manfaat ekonomi dari suatu akti(a

Bab II Tinjauan Pustaka

#-

tetap tidak lagi sebesar nilai bukunya, maka akti(a tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat ekonomi yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan akti(a tersebut di'atat sebagai kerugian. Dalam laporan keuangan, akti(a tetap dirin'i menurut jenisnya, seperti misalnya gedung, tanah, mesin&mesin, peralatan, kendaraan, dan lain&lain. Akumulasi penyusutan disajikan sebagai pengurang terhadap akti(a tetap, baik se'ara sendiri&sendiri menurut jenisnya maupun se'ara keseluruhan. Apabila di nera'a akumulasi penyusutan dikurangkan se'ara keseluruhan, maka dalam 'atatan dalam laporan keuangan perlu dibuatkan rin'ian harga perolehan masing& masing jenis akti(a serta masing&masing penyusutannya. Metode penyusutan yang dianut oleh perusahaan serta taksiran masa manfaat, perlu dijelaskan dalam laporan keuangan.

2.;. Pro8itabilita Menurut $artono dalam bukunya yang berjudul "ana#e en Keuangan Teori dan Aplikasi, menyatakan bah a! Pro8itabilita iala$ kemampuan peru a$aan memperole$ laba dalam $ubungann!a dengan pen&ualan# total akti0a maupun modal endiri*. %2++1,122( Menurut $utrisno dalam bukunya "ana#e en Keuangan, menyatakan bah a!

Bab II Tinjauan Pustaka

#/

Keuntungan merupakan $a il dari kebi&ak anaan !ang diambil ole$ mana&emen. Semakin be ar tingkat keuntungan menun&ukkan emakin baik mana&emen dalam mengelola peru a$aan*. %227,2++:( Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bah a profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang diperoleh dari hasil penjualan, pengembalian atas akti(a maupun modal perusahaan itu sendiri. $emakin besar tingkat keuntungan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan. Ada beberapa pengukuran terhadap profitabilitas perusahaan dimana masing&masing pengukuran dihubungkan dengan (olume penjualan, total akti(a dan modal sendiri. $e'ara keseluruhan ketiga pengukuran ini memungkinkan seorang analis untuk menge(aluasi tingkat earning dalam hubungannya dengan (olume penjualan, jumlah akti(a dan in(estasi tertentudari pemilik perusahaan. Dalam hal ini, perhatian ditekankan pada profitabilitas karena untuk dapat melangsungkan hidupnya, suatu perusahaan haruslah berada dalam keadaan menguntungkan. =anpa adanya keuntungan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk menarik modal dari luar. Para kreditur, pemilik perusahaan dan terutama sekali pihak manajemen perusahaan akan berusaha meningkatkan keuntungan ini, karena disadari betul betapa pentingnya arti keuntungan bagi masa depan perusahaan Menurut Lukman $yamsuddin dalam bukunya "ana#e en Keuangan &erusa%aan, menyatakan bah a!

Bab II Tinjauan Pustaka


Ada beberapa ra io pengukuran pro8itabilita !aitu, ./ )ross Profit %argin 0/ 1perating Profit %argin 2/ 3et Profit %argin 4/ &otal Assets &urnover 5/ Return 1n nvestments 6/ Return 1n !"uit# 7/ Return 1n 'ommon Stock !"uit# 8/ !arning Per Share 9/ +evidend Per Share .:/ Book ;alue Per Share</

#0

%2++2,;1( Berdasarkan pernyataan di atas, beberapa rasio pengukuran profitabilitas dapat dijelaskan sebagai berikut> /) )ross &rofit "argin Merupakan persentase dari laba kotor dibandingkan dengan penjualan. $emakin besar gross profit argin maka semakin baik

keadaan operasi perusahaan, karena hal ini menunjukkan bah a cost of goods sold relatif lebih rendah dibandingkan dengan sales. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah gross profit semakin kurang baik operasi perusahaan. )ross &rofit "argin dapat dihitung sebagai berikut> )ross &rofit "argin - Sales ? Cost of goods sold Sales argin

@) :perating &rofit "argin

Bab II Tinjauan Pustaka

#5

Menggambarkan Hpure profitI yang diterima atas setiap rupiah dari penjualan yang dilakukan. $emakin tinggi rasio ini, maka akan semakin baik operasi perusahaan. :perating &rofit "argin dapat dihitung sebagai berikut> :perating &rofit "argin - :perating &rofit Sales 8) 7et &rofit "argin Merupakan rasio antara laba bersih yaitu penjualan sesudah dikurangi dengan seluruh e.penses termasuk pajak dibandingkan dengan penjualan. $emakin tinggi rasio ini, maka akan semakin baik operasi perusahaan. 7et &rofit "argin dapat dihitung sebagai berikut> 7et &rofit "argin - 7et &rofit After Ta.es . /001 $ales A) Total Assets Turnover Total Assets Turnover menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan akti(a perusahaan didalam menghasilkan (olume penjualan tertentu. $emakin tinggi rasio ini berarti semakin efisien penggunaan keseluruhan akti(a didalam menghasilkan penjualan. Total Assets Turnover ini penting bagi para kreditur dan pemilik perusahaan tetapi akan lebih penting lagi bagi pihak manajemen perusahaan, karena hal ini akan menunjukkan efisien tidaknya penggunaan seluruh akti(a didalam perusahaan. Total Assets Turnover dapat dihitung sebagai berikut> . /001

Bab II Tinjauan Pustaka


Total Assets Turnover - Annual Sales . / kali =otal Assets B) Return :n $nvest ents Merupakan pengukuran kemampuan perusahaan

##

se'ara

keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan akti(a yang tersedia didalam perusahaan. $emakin tinggi rasio ini, semakin baik keadaan suatu perusahaan. Return :n $nvest ents dapat dihitung sebagai berikut> Return :n $nvest ents - Laba *ersi% =otal Akti(a 9) Return :n +6uity Merupakan suatu pengukuran dari penghasilan yang tersedia bagi para pemilik perusahaan atas modal yang mereka in(estasikan dalam perusahaan. $emakin tinggi penghasilan yang diperoleh, maka semakin baik kedudukan pemilik perusahaan. Return :n +6uity dapat dihitung sebagai berikut> Return :n +6uity - 7et &rofit After Ta.es Stock%olders +6uity C) Return :n Co Return :n Co on Stock +6uity on Stock +6uity ini menyangkut tingkat

penghasilan yang diperoleh atas nilai buku saham biasa. Pihak yang sangat berkepentingan dalam hal ini adalah para pemegang saham biasa karena hal ini akan menggambarkan keberhasilan

Bab II Tinjauan Pustaka


perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi

#)

pemilik

perusahaan yang dalam hal ini pemegang saham biasa. Return :n Co Return :n Co Stock +6uity on Stock +6uity dapat dihitung sebagai berikut> on = 7et &rofit After Ta.es D &refered 5evidens Stock%olders +6uity ? &refered Stock +6uity

E) +arning &er S%are Pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan 'alon pemegang saham sangat tertarik akan earning per s%are, karena hal ini menggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. +arning &er S%are dapat dihitung sebagai berikut> +&S = +arning Available !or Co on Stock ? .p ",11 7u ber :f S%ares :f Co on Stock :ut Standing

F) 5evidend &er S%are 5evidend &er S%are menggambarkan berapa jumlah pendapatan per lembar saham yang akan didistribusikan. 5evidend &er S%are dapat dihitung sebagai berikut> 5evidend &er S%are 5evidend &aid ? .p ",11 7u ber :f S%are :f Co on Stock :ut Standing /0) *ook Value &er S%are *ook Value &er S%are menunjukkan suatu Gappro.i ate valueH atau perkiraan nilai dari setiap lembar saham biasa yang didasarkan atas asumsi bah a semua akti(a perusahaan dapat dilikuidir menurut nilai bukunya.

Bab II Tinjauan Pustaka


*ook Value &er S%are dapat dihitung sebagai berikut> *ook Value - Total Co on Stock%olders +6uity &er S%are 7u ber :f S%are :f Co on Stock :ut Standing ? .p ",11

#*

4ntuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan, penulis menggunakan salah satu rasio profitabilitas yaitu Return :n $nvest ents Ratio, +arena menurut Muna ir dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan, menyatakan bah a> Return 1n nvestment adala$ ala$ atu bentuk dari ra io pro8itabilita !ang dimak udkan untuk dapat mengukur kemampuan peru a$aan dengan ke eluru$an dana !ang ditanamkan dalam akti0a !ang digunakan untuk opera i peru a$aan untuk meng$a ilkan keuntungan*. %2++7,>=( 2.-. Pengaru$ Pro8itabilita Peru a$aan Ter$adap In0e ta i Akti0a Tetap Ber3u&ud %asil akhir dari suatu proses pen'atatan keuangan diantaranya adalah laporan keuangan, laporan keuangan ini merupakan pen'erminan prestasi dari manajemen perusahaan pada satu periode tertentu. Perlu adanya analisis dari laporan keuangan tersebut untuk bisa melihat prestasi perusahaan yang sesungguhnya, yaitu dengan menghubungkan elemen&elemen yang ada pada laporan keuangan. Laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nera'a dan laporan laba rugi. 6era'a adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu. Di dalam nera'a akan terlihat kekayaan perusahaan yang berupa akti(a lan'ar dan akti(a tetap, yang sumber pendanaannya baik berasal dari pinjaman jangka panjang atau jangka pendek dan

Bab II Tinjauan Pustaka

#,

modal sendiri. $edangkan laporan rugi laba merupakan laporan keuangan yang menunjukkan hasil kegiatan perusahaan pada suatu periode tertentu. Pada laporan rugi laba akan tampak pendapatan, biaya dan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan selama jangka aktu tertentu. Informasi yang didasarkan pada analisis keuangan men'akup penilaian keadaan keuangan perusahaan baik yang telah lampau, saat sekarang dan ekspektasi masa depan. =ujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi setiap kelemahan dari keadaan keuangan yang dapat menimbulkan masalah di masa depan, dan menentukan setiap kekuatan yang dapat dipergunakan. Disamping itu, analisis yang dilakukan oleh pihak luar perusahaan dapat digunakan untuk menentukan tingkat kredibilitas atau potensi in(estasi. Menurut Mohamad Musli'h dalam bukunya "ana#e en Keuangan "odern, menyatakan bah a! In0e ta i dalam akti0a tetap merupakan keputu an in0e ta i !ang mempun!ai &angka 3aktu pan&ang F lebi$ dari atu ta$un F di amping &umla$ atau kala nilai in0e ta in!a !ang "ukup be ar. Ble$ karena nilai in0e ta i !ang be ar dan perioden!a !ang pan&ang ini# maka keputu an !ang diambil ata in0e ta i dalam akti0a tetap mempun!ai pengaru$ !ang be ar ter$adap ri iko dan pro8itabilita peru a$aan*. %2++:,122( Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bah a in(estasi dalam akti(a tetap merupakan keputusan in(estasi yang memiliki jangka aktu yang panjang

yaitu lebih dari satu tahun dan mempunyai nilai in(estasi yang 'ukup besar. Akti(a tetap yang dibahas dalam penelitian ini adalah akti(a tetap ber ujud. $ehingga, keputusan yang diambil atas in(estasi dalam akti(a tetap ber ujud mempunyai pengaruh yang besar terhadap risiko dan profitabilitas perusahaan.

Bab II Tinjauan Pustaka

)1

Artinya, in(estasi dalam akti(a tetap ber ujud berpengaruh terhadap besarnya profitabilitas yang akan diperoleh perusahaan.