Anda di halaman 1dari 24

Pengodean neoplasma berdasarkan International Classification of Diseases for Oncology (ICD-O) 3rd edition

Erkadius

ICD for Oncology ICD-O

ICD-10 Chapter II dua aksis Lokasi: Bibir, mulut, farings


Pencernaan Pernafasan & organ intratoraks; ... Ganas, jinak, in situ, tak jelas

Sifat:

ICD-O

Morfologi Sifat: /0 jinak; /1 tak jelas; /2 intraepitel; /3 ganas primer; /6 ganas sekunder; /9 ganas tak jelas

C00-C75 Kanker primer, tempat jelas, selain jar. limfoid, hematopoietik dan yang terkait.

C00-C14 C15-C26 C30-C39 C40-C41 C43-C44 C45-C49

Bibir, rongga mulut, dan farings Organ pencernaan Organ pernafasan dan intratoraks Tulang dan rawan sendi Kulit Jaringan mesotel dan jaringan lunak

C00-C75 Kanker primer, tempat jelas, selain jar. limfoid, hematopoietik dan yang terkait.

C50 C51-C58 C60-C63 C64-C68 C69-C72 C73-C75

Mammae Organ genitalia wanita Organ genitalia pria Saluran kemih Mata, otak, dan bagian lain SSP Thyroid dan kelenjar endokrin lain

C76-C80 Kanker pada situs yang kurang jelas, sekunder dan tidak dijelaskan C81-C96 Kanker primer pada jar. limfoid, hematopoietik dan terkait C97 Kanker pada situs-situs ganda yang independen (primer) D00-D09 Neoplasma in situ D10-D36 Neoplasma jinak D37-D48 Neoplasma dengan sifat tidak jelas atau tidak diketahui

1. Kanker primer, kurang jelas, sekunder dan situs tidak jelas.

C76-C80: kanker tanpa indikasi yang jelas mengenai situs asalnya, atau kanker dinyatakan disseminata, tersebar, atau meluas tanpa menyebutkan situs primer. situs primer dianggap tidak diketahui. Semua neoplasma diklasifikasikan di dalam bab II, kode tambahan dari Bab IV digunakan untuk identifikasi aktifitas fungsional yang terkait; phaeochromocytoma ganas adrenal [enghasil catecholamine dikode pada C74 dengan kode tambahan E27.5; adenoma basofil kelenjar pituitary dikode pada D35.2 dengan kode tambahan E24.0.

2. Aktifitas fungsional.

Terdapat bbrp kelompok morfologis (histologis) kanker:


karsinoma: karsinoma (sel) skuamosa dan adenokarsinoma; sarkoma; tumor jaringan lunak lain yang termasuk mesothelioma; limfoma (Hodgkin and non-Hodgkin); leukaemia; jenis lain yang dijelaskan atau spesifik pada suatu situs; kanker yang tidak dijelaskan.

Kanker adalah istilah umum dan dapat digunakan untuk semua kelompok di atas,

jarang untuk kanker jaringan limfatik, hematopoietik dan terkait kadang-kadang digunakan secara salah sebagai sinonim kanker.

Karsinoma

4. Penggunaan subkategori pada Bab II.


Perhatikan penggunaan khusus subkategori .8. Tempat untuk subkategori yang lain umumnya diberikan sebagai subkategori .7

5. Kanker yang batas situsnya overlap dan subkategori .8 (lesi overlap)


Kategori C00-C75 mengklasifikasi Kanker menurut titik asalnya. Banyak kategori 3-karakter dibagi lebih lanjut atas bagian yang diberi nama atau subkategori dari organ yang dipertanyakan. .

Subkategori .8: overlap

Neoplasma yang overlap pada 2/> situs yang bersebelahan di dalam satu kategori, yang titik asalnya tidak bisa ditentukan, diklasifikasi pada subkategori .8 (lesi overlap), kecuali kalau kombinasi ini secara jelas diindeks di tempat lain. - Ca esofagus dan lambung diindeks pada C16.0 (cardia), - Ca ujung dan permukaan ventral lidah dikode pada C02.8 - Ca ujung lidah yang meluas ke permukaan ventral dikode pada C02.1 karena titik asalnya, ujung lidah, diketahui. - Ca lambung dan usus halus, dikode pada C26.8

Neoplasma overlap pada kategori 3karakter


C02.8 C08.8 C14.8 C21.8 C24.8 C26.8 C39.8 C41.8 C49.8 C57.8 C63.8 C68.8 C72.8

Lidah Kelenjar saliva utama Bibir, rongga mulut dan lidah Rektum, anus, dan saluran anus Saluran empedu Sistem pencernaan Organ pernafasan dan intratoraks Tulang dan rawan sendi Jaringan penyambung dan jaringan lunak Organ genitalia wanita Organ genitalia pria Organ perkemihan Sistem syaraf pusat

6. Kanker jaringan ektopik.

Kanker jaringan ektopik dikode pada situs yang disebutkan, misalnya Kanker pankreas ektopik: kanker pankreas, tidak dijelaskan (C25.9).
morfologi dan sifat harus dipertimbangkan ketika mengkode neoplasma, rujukan pertama pada indeks alfabet untuk melihat uraian morfologis.

7. Penggunaan indeks alfabet (Volume 3).

Kode morfologi

M800_/_

Neoplasma (Np) Np epitel Np sel skuamosa Np sel basal Papilloma dan Ca sel transisional Adenoma dan adenoCa

M801M804 M805M808 M809M811 M812-M813 M814-M838

M839-M842 M843 M844-M849 M850-M854 M855 M856-M858

Np adnexa dan appendage kulit Np mukoepidermoid Np kistik, musinosa dan serosa Np duktus, lobulus dan medullaris Np sel asinus Np epitel kompleks

M859-M867 M868-M871 M872-M879 M880 M881-M883 M884

Np gonad khusus Tumor para ganglioma dan glomus Naevi dan melanoma Tumor jaringan lunak dan sarkoma Np fibromatosa Np miksomatosa

M885-M888 M889-M892 M893-M899 M900-M903 M904 M905

Np lipomatosa Np miomatosa Np campuran kompleks dan stroma Np fibroepitel Np mirip sinovium Np mesotel

M906-M909 M910 M911 M912-M916 M917 M918-M924

Np sel benih Np trofoblast Mesonefroma Tumor pembuluh darah Tumor pembuluh limfe Np osseosa dan khondromatosa

M925 M926 M927-M934 M935-M937 M938-M948 M949-M952

Tumor sel raksasa Tumor tulang lainnya Tumor odontogenik Tumor lainnya Glioma Np neuroepiteiomatosa

M953 M954-M957 M958 bagian lunak M959-M971 M972 M973

Meningioma Tumor pembungkus syaraf Tumor sel granular dan Sa alveolaris Limfoma hodgkin dan non-Hodgkin Np limforetikularis lain Tumor sel plasma

M974 M976 M980-M994 M995-M997

M998

Tumor sel mast Penyakit imunoproliferatif Leukemia Kelainan mieloproliferatif dan limfoproliferatif lain Sindroma mielodisplastik

M800_/_ Neoplasma

M8000/0 Neoplasma, jinak M8000/1 Neoplasma, tak jelas ganas/jinak M8000/3 Neoplasma, ganas M8000/6 Neoplasma, metastatik

M8001/0 Sel tumor, jinak M8001/1 Sel tumor, tak jelas ganas/jinak M8001/3 Sel tumor, ganas M8002/3 Tumor ganas, jenis sel kecil M8003/3 Tumor ganas, jenis sel raksasa M8004/3 Tumor ganas, jenis sel fusiformis

ICD-10, International Classification of Diseases and Related Health Problems, Tenth Revision, Second edition WHO, Geneva, 2010 ICD-O, Internationa Classification of Diseases for Oncology, Third edition April Fritz et al., WHO, Geneva, 2000