Anda di halaman 1dari 7

MANFAAT GEOGRAFI

Manfaat Geografi Karena kajian geografi adalah interaksi antara manusia dan lingkungan, maka geografi memberikan manfaat bagi manusia, baik individu maupun kelompok. Di dalam aktivitas pendidikan, geografi memberikan 2 sumbangan yang penting, yaitu sumbangan bersifat pendidikan (pedagogis) dan sumbangan bersifat pembentukan kepribadian.

Sumbangan Pedagogis

a. Wawasan dalam Ruang Geografi melatih manusia untuk melakukan orientasi di bumi sebagai tempat tinggalnya dan memproyeksikan dirinya dalam ruang. Orientasi dan proyeksi tersebut meliputi semua unsur ruang, yaitu arah, jarak, luas, dan bentuk.

b. Persepsi Relasi Antargejala Geografi dapat melatih kegiatan pengamatan dan pemahaman hubungan antargejala yang terdapat dalam suatu bentang alam. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan yang bersifat pengamatan lapangan atau kegiatan luar ruang (outdoor). Melalui kegiatan luar ruang tersebut kita dapat mengetahui setiap proses dan pola dari fenomena geosfer.

c. Pendidikan Keindahan Buku-buku geografi yang dilengkapi dengan gambar-gambar tentang fenomena geosfer dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap keindahan alam. Namun, pengamatan langsung terhadap fenomena alam yang umum terdapat di lingkungan sekitar dapat lebih meningkatkan kecintaan tersebut.

d. Kecintaan Terhadap Tanah Air Geografi mengajak kita untuk menyadari tentang kekayaan dan kemiskinan sumber daya di tempat tinggal kita. Geografi berusaha menjelaskan potensi sumber daya yang ada di setiap wilayah sehingga dapat dimanfaatkan secara bijaksana. Potensi sumber daya tersebut tentu saja diupayakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik masa sekarang ataupun masa yang akan datang.

e. Pemahaman Global Geografi memberikan wawasan tentang wilayah-wilayah yang lebih luas selain wilayah tempat tinggal kita. Kita dikenalkan pada sifat dan karakter tempat lain sehingga kita dapat menilainya sesuai dengan sifat dan karakternya. Pemahaman terhadap wilayah global ini dapat memupuk sifat salingmenghargai dan menghormati antarbangsa.

Pembentukan Kepribadian

Kita dapat mengerti permasalahan sosial yang sangat kompleks sebagai akibat adanya perbedaan dalam lingkungan. Kita dapat menghargai adanya fakta gejala geografi sehingga akan lebih memperhatikan berbagai masalah, baik lokal ataupun global. Kita dapat mengetahui ketersediaan sumber daya alam yang perlu dimanfaatkan. Kita dapat menghargai kondisi perekonomian dan kultural yang saling bergantung antardaerah. Kita dapat membentuk pribadi melalui refleksi atas lingkungannya dengan lingkungan orang lain. Di dalam kehidupan sehari-hari geografi memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, meskipun manfaat tersebut tidak secara langsung dirasakan manusia. Contoh manfaat ilmu geografi dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.

1. Bidang Pertanian Kebiasaan petani dalam memulai bercocok tanam, meskipun secara tradisional, sebenarnya sudah menunjukkan bahwa petani tersebut menggunakan ilmu geografi. Perhitungan terhadap musim, jenis tanah, dan sistem pengairan merupakan contoh bahwa geografi memiliki peran yang sangat penting dalam bidang pertanian.

2. Bidang Industri Pemilihan lokasi industri umumnya mempertimbangkan faktor biaya, baik biaya untuk bahan baku, proses produksi, maupun distribusi. Di dalam pemilihan lokasi industri tersebut faktor jarak menjadi pertimbangan yang sangat penting, baik jarak untuk memperoleh bahan baku maupun untuk pemasarannya.

Saat ini lokasi industri telah dikelola sedemikian rupa sehingga berdiri pemusatan lokasi perindustrian berupa kawasan-kawasan industri. Faktor jarak merupakan contoh bahwa geografi sangat penting dalam bidang industri.

GEOGRAFI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Gejala-gejala geogra yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari tercermin dalam berbagai hal, antara lain dalam persebaran pemukiman, persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk (sekolah, rumah, pasar, dan industri), peristiwa alam, seperti banjir, gempa, letusan gunungapi, cuaca, atau iklim. Peristiwa-peristiwa alam di dalam geosfer banyak yang berkaitan dengan kehidupan manusia baik yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

1. Gejala pada Atmosfer


Gejala-gejala yang terjadi di atmosfer, seperti terjadinya perubahan musim dapat berpengaruh antara lain sebagai berikut. a. Pada musim penghujan para petani mulai menggarap lahannya (sawah tadah hujan). b. Jenis pakaian yang digunakan penduduk, seperti di daerah beriklim dingin, pakaian yang digunakan pada umumnya tebal-tebal.

2. Gejala pada Hidrosfer


Gejala-gejala yang terjadi di hidrosfer antara lain sebagai berikut. a. Besar kecilnya air limpasan di permukaan bumi, selain dipengaruhi oleh besar dan lamanya hujan juga dipengaruhi penggunaan lahan oleh manusia. Apabila perbukitan yang seharusnya dijadikan tempat peresapan air (catchment area) dijadikan areal permukiman atau kegiatan pertanian yang tidak memperhatikan pelestariannya maka air limpasan (run o) jumlahnya semakin banyak. b. Besar kecilnya cadangan air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya peresapan air ke dalam tanah. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis batuan dan vegetasi penutup lahan. Cadangan air tanah juga dipengaruhi cara manusia yang memanfaatkannya. Jika manusia memanfaatkan air tanah secara boros, ketersediaannyapun akan cepat habis.

3. Gejala pada Litosfer


Gejala-gejala yang terjadi di litosfer antara lain sebagai berikut. a. Untuk mengurangi tingkat erosi, pemanfaatan lahan di daerah miring dilakukan dengan membuat sengkedan (terrasering). b. Untuk menghindari penurunan daya dukung lahan, maka pemanfaatan lahan harus memerhatikan daya dukung atau kemampuan lahannya.

4. Gejala pada Biosfer


Keragaman ora dan fauna menyebabkan keanekaragaman konsumsi bahan pangan. Pada daerah penghasil padi mayoritas penduduk mengonsumsi nasi dari beras. Pada daerah penghasil gandum menggunakan terigu sebagai bahan untuk membuat makanannya. Keberadaan hewan juga demikian misalnya orang Thailand menggunakan gajah untuk membantu pekerjaannya, sedangkan di Indonesia penduduk memanfaatkan kuda, sapi, dan kerbau. Hal ini disebabkan karena faktor keberadaan dari hewan-hewan tersebut.

5. Gejala pada Antroposfer


Manusia di permukaan bumi beragam adat dan budayanya, hal ini mengakibatkan interaksi penduduk yang berbeda. Penduduk memiliki keahlian yang berbeda-beda sehingga terjadi adanya saling membutuhkan. Penduduk juga menempati tempat yang berbeda-beda kondisi alam dan sumber dayanya. Hal ini menyebabkan kehidupanpun beragam karena dalam pemanfaatan alam yang berbeda perlu pengolahan dan alat yang berbeda pula

SIRKUM PASIFIK DAN MEDITERANIA

Sirkum Mediterania
Sirkum Medetarian berawal dari Pegunungan Alpen di Eropa kemudian menyambung ke pegunungan Himalaya di Asia lalu memasuki Indonesia melalui Pulau Sumatra. Jalur Sirkum Medetarian di Indonesia membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku. Di Indonesia Sirkum Meditarian di Indonesia terbagi menjadi dua Busur, sebagai berikut :

Busur Dalam Vulkanik


Busur dalam dari rangkaian Meditarian bersifat vulkanis. Yang menyababkan banyak Gunung api aktif di sekitar rangkaian Sirkum Meditarian. Contoh gunungapi tersebut adalah :Gunung Kerinci, Gunung Leuseur,dan Gunung Krakatau

Busur Luar Nonvulkanik


Busur luar dari rangkaian Meditarian tidak bersifat vukanis. Busur luar sirkum Meditarian membentang di pantai barat Sumatra, seperti Pulau Simeul, Nias, Mentawai, dan Enggano, pantai selatan Jawa, dan pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara.

Sirkum Pasifik
Sirkum Pasifik berawal dari dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, lalu bersambung ke pegunugan Rocky di Amerika Utara, lalu ke Jepang, Filipina, sampai akhirnya sampai ke Indonesia melalui Sulawesi. Sirkum Pasifik juga bercabang ke Pulau Halmahera dan akhirnya sampai di Papua.

Di sepanjang dua jalur ini membentang gunung api aktif yang siap mengeluarkan muntahan abu vulkanik kapan saja. Hampir seluruh wilayah di Indonesia dilalui kedua jalur ini, hanya Pulau Kalimantan yang tidak. Itu sebabnya tidak ada gunung api di Pulau ini dan wilayah ini aman dari gempa.

SEJARAH PEMBENTUKAN MUKA BUMI


Geological Time Scale atau Kolom Geologi menggambarkan sejarah peristiwa pembentukan muka bumi yang disusun secara kronologis

A. Skala waktu geologi


Secara umum dibedakan menjadi :
I.

Haden ( di bawah muka bumi ) 4,6 Milyar tahun-3,9 Milyar tahun Archae ( kuno) 3,9 Milyar tahun 2,5 Milyar tahun

II.

Merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi menjadi protokontinen ; terdapat kraton perisai benua, mikoroorganisme primitive, dan terbentuknya Indrofer dan atmosfer. Proterozoic ( awal kehidupan ) 2,5 Milyar tahun 545 juta tahun. Tergabung dalam Precambrian. Perkembangan bentuk hidrosfer dan atmosfer, munculnya organisme eukariota dan prokariota ( awal ), invertebrate ( akhir ). Phanerozoic ( kehidupan yang terlihat ). A Era Paleozoic ( kehidupan kuno ). 1) Periode kambrium 545-505 juta tahun. Hewan invertebrata muncul dalam kehidupan laut, muncul daratan Gondwana ( Pannotia ) cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. 2) Periode Ordoviches 505-438 juta tahun. Muncul hewan vertebrata ( ikan tanpa rahang ), meluapnya Samudra dari zaman es Gondwana dan benua lain menutup celah samudra yang berada di antaranya. 3) Periode Silur 438-408 juta tahun. Muncul tumbuhan darat ( paku ) peralihan kehidupan dari air ke darat, deretan pegunungan mulai terbentuk. 4) Periode Devon 408-360 juta tahun. Perkembangan jenis ikan dan tumbuhan darat, muncul hewan amfibi, muncul serangga, samudra menyempit, Gondwana menutupi Eropa, amerika utara, dan tanah hijau. 5) Periode karbon Reptilian yang dapat meletakkan telur di luar air muncul, serangga raksasa muncul, amfibi memingkat jumlahnya, pohon muncul, benua di muka bumi menyatu (Pangea). Peride Mississipian 360-320 juta tahun. Periode Pennsylvanian 320-286 juta tahun.

III.

IV.

6) Periode Perm 286-248 juta tahun. Reptilian meningkat, serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan Leonifer dan Gingko Primitif. Amfibi kurang berperan, kepunahan masa skala besar. Gurun pasir terbentuk.

B Era Mezosoikum ( kehidupan masa pertengahan ). 1. Periode Trias 248-213 juta tahun Dinosaurus dan reptilia laut raksasa muncul, begitu juga mamalia. Lembaran es mencair, celah-celah pangea terbentuk. 2. Periode Jura 213-144 juta tahun. Perkembangan bentuk hewan dan tumbuhan, beserta jumlah dan perannya, amerika Utara dan Amerika Selatan berpisah dari Pangea. 3. Periode Kapur 144-65 juta tahun Mulai ditemukan Dinasaurus, hewan vertebrata paling banyak ditemukan pada era mezosoikum juga tanaman berbunga. Dinosaurus punah, mamalia berari-ari muncul. Dengan perkembangan bentuknya yang juga terjadi lagi tumbuhan berbunga. Iklim sedang muncul, India terlepas dari Pangea. c) Era Enozoikum ( kehidupan masa sekarang ) ( 1 ) Periode Kuarter Tersier 65-2 juta tahun. Muncul primate dan burung tak bergigi raksasa. Perkembangan bentuk hewan dan tumbuhan yang ada sebelumnya. Perubahan cuaca secara global ( Periode tersier ). 1. Epoch Paleosen 6,5-54,9 juta tahun 2. Epoch Eosen 54,9-38 juta tahun 3. Epoch Oligosen 38-24,6 juta tahun 4. Epoch Miosen 24,6-5,1 juta tahun 5. Epoch Pliosen 5,1-2 juta tahun 6. Epoch Pleistosen 2-0,01 juta tahun 7. Epoch Holosen 0,01 juta tahun sekarang. Manusia modern dengan perdaban baru muncul ( awal ). ( 2 ) Pleistosen ( Kuarter ) 5 kali zaman es ( zaman glacial ), terdapat jaman Intra Glasial ( iklim bumi lebih hangat ), muncul manusia purba jawa

2. Rentangan Waktu
i. Eon mencakup waktu hingga jutaan bahkan milyaran tahun. ii. Era mencakup waktu hingga ratusan juta tahun. iii. Periode mencakup waktu jutaan tahun hingga puluhan juta tahun. Berlangsung selama 10milyar tahun saja. iv. Epoch (Zaman) mencakup waktu ratusan ribu hingga puluhan juta tahun (Yulia)