Anda di halaman 1dari 2

Apakah agama Islam sedang sekarat?

Banyak orang Muslim yang berpikir bahwa agama Islam sangat hidup dan sedang bertumbuh secara pesat. Berikut ini sebuah investigasi tentang status Islam dalam hal vitalitas dan pertumbuhannya: 1. Kebebasan berpikir dibatasi. Stagnasi di dalam Islam dimulai di abad XII M, dan makin terlihat nyata di dalam abad XV M. Titik balik Islam adalah pelarangan pemikiran filosofis secara bebas oleh Al-Ghazali (10581128). Anti-intelektualisme dikembangkan dan hanya Al-Quran yang diposisikan sebagai otoritas kebenaran [1]. Filsafat Islam, yang dulu menjadi kesaksian yang brilian tentang fase dinamis dari agama tersebut, kini telah sirna. 2. Kemunduran politis Di dalam Islam, politik tak bisa dipisahkan dari Islam, kecuali di negara Turki. Ketika negaranegara Muslim kehilangan posisi terdepan mereka di bidang sains, mereka juga mengalami kemunduran di bidang teknologi dan militer. Kaum Muslim menjadi minoritas, bahkan kehilangan seluruh kendali yang pernah dipegangnya di banyak negara, termasuk di Spanyol. Kemunduran ini makin nyata ketika Napoleon menaklukkan Mesir, negeri utama kaum Muslim pada tahun 1798. Di dalam perkembangan negara-negara Barat, kebebasan berpikir menjadi salah satu instrumen yang paling kuat. Islam tidak menghargai pekerjaan-pekerjaan sekuler sebagai bentuk ibadah kepada Allah, seperti Martin Luther ataupun pandangan tentang kesuksesan ekonomi sebagai bukti anugerah Allah di dalam ajaran Yohanes Calvin. Di luar kekayaan sejumlah negara penghasil minyak, negara-negara Muslim masih bergantung pada negaranegara Barat. Sistem politis mereka takkan mampu memulai perubahan struktural, dan hanya protes massal hak asasi manusia yang bisa mengawali perubahan sebesar itu. Hal yang melemahkan Islam sebenarnya bukanlah misi-misi Kristen, tapi justru modernisasilah yang membuat agama Islam sekarat. Karena itu, negara-negara Muslim dan orang-orang Muslim sendiri secara perlahan berubah menjadi sekuler. 3. Kemunduran psikologis bagi kaum Muslim Kaum Muslim tak bisa menangani perubahan mentalitas secara radikal [2]. Ini adalah akibat dari keputusan untuk membatasi kebebasan berpikir di abad IX M. Setelah sirnanya kekuatan politis bangsa-bangsa Muslim, kaum Muslim mengalami sebuah krisis identitas. Kaum Muslim merasa tak berdaya, dan menganggap diri mereka terasing di tengah masyarakat. Hilangnya kesadaran dan harga diri ini terjadi melalui konfrontasi dengan perkembangan dunia Barat yang terus berkembang. Bahkan kemenangan Khomeini di Iran pada 1979 pun tak bisa memperbaiki kesadaran diri kaum Muslim di seluruh dunia. 4. Kemerosotan religius Karena tingginya tingkat kelahiran mereka, surutnya agama Islam tak mudah bisa diamati. Tapi para pakar statistik Muslim selalu memberikan angka yang lebih tinggi [3]. Carol Stone, riset seorang ilmuwan, menyatakan bahwa masih belum jelas berapa banyak orang Muslim yang kini tinggal di Amerika Serikat [4]. Kemerosotan Islam tampak jelas di Afrika. Bahkan sejumlah dai sendiri pun memperkirakan bahwa dalam waktu yang tak lama lagi Islam akan punah dari kawasan selatan Sahara [5]. Ketika Sheikh Ahmad Al Katani, yang secara terus-menerus meluluskan sejumlah imam dan pengkhotbah Islami, ditanyai tentang keberhasilan Kristenisasi, menjawab: referensinya terlalu banyak. Afrika: Setiap tahunnya, lebih dari 6 juta orang Muslim berpindah agama menjadi Kristen. [5] Di Indonesia, setiap tahunnya 2 juta orang Muslim

menjadi Kristen [6]. Juga di rata-rata negara-negara Muslim lain, kita melihat pertumbuhan jumlah orang Muslim yang pindah agama menjadi Kristen: Iran (setiap tahun 200.000), Turki (setiap tahun 35.000). Kesimpulan Orang Kristen perlu membantu saudara-saudari kita sesama pengikut iman Abraham. Cara yang terbaik untuk melakukan ini adalah memahami kebutuhan mereka serta menunjukkan kepada mereka jalan kepada Yesus Kristus, yang berkata: Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu (Lukas 10:2).

Catatan: [1] Robert Spencer, Islam Unveiled. Disturbing questions about The Worlds Fastest-Growing Faith, Encounter Books, San Francisco, 2002, 121-123. [2] Hans Kng, Islam, Past, Present & Future, Oneworld Publications, 2009, 607-608. [3] WikiIslam, Muslim Statistics (Population) Dr. Ilyas Ba-Yunus. [4] Arabic Bible Outreach Ministries, Islam In America - Muslim Population and Growth: Carol Stone. [5] Al-Jazeerah, Islam the fastest dying - Sheikh Al Qataani. [6] Mercy Mission World.