Anda di halaman 1dari 3

1.

Pitting corrosion adalah korosi yang arah perkembangannya tidak menyebar ke seluruh permukaan logam melainkan menusuk kearah ketebalan logam. Akibatnya konstruksi mengalami kebocoran. Bahan yang terkorosi tidak sampai habis terkorosi, tapi konstruksi tidak dapat beroperasi optimal bahan tidak dapat dipergunakan lagi karena bocor. Skema gambar :

2. Prinsip reaksi korosi logam oleh lingkungan yaitu adanya logam yang bereaksi dengan senyawaan yang berada dalam lingkungan, membentuk senyawa baru dan hasil samping yang lain yang teroksidasi : logam, yang tereduksi : senyawa lingkungan. Korosi logam besi dalam udara lembab . Anode : Fe(s) -> Fe2+(aq) + 2eKatode : O2(g) + 4H+ + 4e- -> 2H2O Redoks : 2 Fe (s) + O2(g) -> 2Fe2+ + H2O Jika proses korosi terjadi pada lingkungan basa maka reaksi katodik : O2(g) + 2H2O(l) + 4e- -> 4OH- (aq)

3. Beda korosi pada logam dan korosi pada keramik yaitu : pada korosi logam yang bereaksi pada lingkungan adalah logam itu sendiri atau unsur dari logam itu sendiri, sedangkan pada keramik korosi yang terjadi bukan korosi pada unsur tetapi berupa senyawa, garam kompleks. Perbedaan lainnya yaitu pada korosi logam terjadi reaksi elektrokimia sedangkan pada korosi keramik tidak terjadi proses elektrokimia pada reaksi korosi.

4. Cara mencegah agar tidak terbentuknya sel galvanic yaitu untuk menghindari terbentuknya sel galvanic dapat digunakan bahan katalisator listrik sehingga kedua logam tidak dapat berkontak secara langsung.

5. Cara mendeteksi korosi pada pipa dengan radio tracer, yaitu konstruksi dikenai sinar radioaktif dan bayangannya akan tergambar pada film radiografi. Keberadaan bahan radioaktif dimonitor dari luar pipa (objek yang diamati) dengan menggunakan detector radioaktif yang dihubungkan dengan sistem computer. Sistem computer dilengkapi dengan layar maupun print out berupa gambar atau foto.

6. Stress corrosion cracking adalah cracking akibat adanya stress dan terjadinya korosi secara bersamaan. Korosi jenis ini hanya terjadi jika keduanya unsure penyebabnya (yaitu stress dan lingkungan korosif) berada secara bersama-sama. Korosi jenis ini biasa terjadi pada stainless steel yaitu : ketika terjadi korosi, pada permukaan logam terbentuk lapisan corrosion product berupa Cr2O3 yang berupa bahan keramik, ketika ada stress maka lapis keramik itu tidak tahan sehingga pecah.

7. Reaksi elektrrokimia korosi besi : Fe -> Fe3+ + 3e(1)

2H2O + O2 + 4e4Fe3+

-> 4OH- (2) (3) + (4)

+ 12OH- -> 4Fe(OH)3

4Fe + 6H2O + 3O2

-> 4Fe(OH)3

8.Beda reaksi korosi pada polimer dengan korosi pada logam yaitu korosi pada logam yang bereaksi pada lingkungan logam itu sendiri atau unsure dari logam itu sendiri, sedangkan pada polimer senyawanya yang bereaksi. Reaksi korosi pada polimer bukan reaksi elektrokimia, sedangkan pada logam merupakan reaksi elektrokimia

9.

Gambar Korosi Erosi Cara pengendalian korosi erosi :


Menghindari partikel abrasive pada fluida Mengurangi kecepatan aliran fluida Menggunakan material dengan ketahanan korosi yang baik Perancangan, penambahan diameter pipa membantu dari segi mekanika dalam hal pengurangan kecepatan dan membuat agar aliran yang terjadi adalah aliran laminar Penambahan inhibitor Coating dan cathodic protection

10. Cara mengukur korosi pada pipa dengan mikrometer