Anda di halaman 1dari 18

BULIMIA NERVOSA

Ns. Nurul H. Listyaningrum, S.Kep

PENGERTIAN
Bulimia Nervosa adalah episode makan yang berlebih yang terjadi berulang kali dengan perasaan kurang pengendalian terhadap perilaku makan dan sangat prihatin dengan bentuk dan berat tubuh. Individu juga secara teratur berusaha untuk memuntahkan kembali yang dimakannya, menggunakan pencahar diit berlebih dan berpuasa untuk melawan efek makan yang berlebihan. Bulimia nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus atau mengkonsumsi sejumlah besar makanan dalam waktu singkat, diikuti dengan upaya untuk membebaskan diri dari makanan yang dikonsumsi (kadang-kadang disebut pembersihan; puasa), biasanya dengan membersihkan (muntah) atau dengan pencahar, diuretik atau berolahraga.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi dimulai dari ketidakpuasan seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya Penggambaran media bentuk tubuh 'ideal' secara luas dianggap sebagai faktor penyebab bulimia Umumnya orang-orang yang menderita bulimia mempunyai harga diri rendah dan takut menjadi gemuk. Bulimia merupakan hasil dari factor lingkungan dan kimia Beberapa orang terlahir dengan kecenderungan mengalami bulimia

Faktor Biologik
Diyakini adanya keterkaitan genetik pada bulima nervosa, serta hubungan antara bulimia dan gangguan efektif, dengan prevalensi tinggi pada anggota keluarga pasien sebagai peminum alkohol. Model biologik dari etiologi gangguan makan difokuskan pada pusat pengatur nafsu makan di hipotalamus, yang mengendalikan mekanisme neurokimia khusus untuk makan dan kenyang. Serotonin dianggap terlibat dalam patofisiologik gangguan makan, walaupun model biologik masih dalam tahap perkembangan.

Faktor Psikologi
Riwayat terdahulu pasien pada gangguan makan sering ditandai dengan adanya penyakit dalam dan bedah, perpisahan, kematian keluarga, lingkungan keluarga yang berkonflik dan penganiayaan seksual.

Faktor Sosiokultural
Pada budaya dimana kemontokan diterima atau bernilai, jarang terjadi gangguan makan. Akan tetapi pada lingkungan sekitar sosiokultural bagi remaja dan wanita muda yang sangat menekankan pada kelangsingan dan pengendalian terhadap tubuh seseorang menjadi indikator untuk evaluasi diri untuk melalukan pembatasan makanan

SUB-JENIS BULIMIA NERVOSA:


Purging type jenis bulimia Pembersihan menyebabkan muntah sendiri (biasanya dengan memicu refleks muntah atau menelan muntah seperti sirup ipecac) untuk secara cepat melepas makanan dari tubuh sebelum dapat dicerna, atau menggunakan obat pencahar, diuretik, atau enema Non-purging type jenis bulimia Non-membersihkan (sekitar 6% -8% kasus) melakukan latihan/olahraga secara cepat atau berlebihan setelah pesta makan untuk mengimbangi asupan kalori setelah makan. Latihan/olahraga secara cepat ini sebagai bentuk sekunder dari pengendalian berat badan

Pada umumnya orang yang terkena bulimia adalah perempuan pada usia remaja sampai awal 20an Puncak awitan adalah pada umur 14 18 tahun Angka mortalitas antara 2% - 8% Angka insiden meningkat pada kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi Bulimia dapat terjadi pada semua ras, tetapi lebih sering terjadi pada perempuan kulit putih Ada tingkat gangguan makan yang lebih tinggi dalam kelompok yang terlibat dalam kegiatan yang mengidealkan fisik yang ramping, seperti tari, senam, model, cheerleader, atlet lari, artis, dan skating.

Insiden

Kriteria diagnostik
Permulaan bulimia nervosa sering selama masa remaja, antara 13 dan 20 tahun, dan banyak kasus sebelumnya telah menderita obesitas Menolak mempertahankan berat badan pada atau diatas berat badan normal minimal sesuai umur dan tinggi badan. Ketakutan yang hebat tentang naiknya berat badan atau menjadi gemuk meski sebenarnya berat badannya kurang. Gangguan pada cara seseorang menerima berat badan atau bentuk tubuhnya. Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan merangsang muntah oleh diri sendiri, menggunakan pencahar, olahraga berlebihan, memakai obat penekan nafsu makan atau diuretika Adanya gangguan endokrin yang meluas dengan manifestasi pada wanita sebagai aminore dan pada pria kehilangan minat dan potensi seksual.

TANDA DAN GEJALA


Perubahan kebiasaan makan, waktu makan yang tidak lazim, tidak dapat mengendalikan kebiasaan makan Latihan dan aktivitas fisik yang berlebihan Perhatian berlebihan terhadap makanan dan penampilan tubuh Memaksa diri anda untuk muntah setelah makan Fokus yang berlebihan pada pencapaian hasil yang tinggi Penyalahgunaan laxative, diuretic atau enema

TANDA DAN GEJALA


Penurunan BB mendadak, tanpa penyebab yg jelas. Tampilan kurus kering, hilangnya lemak subcutan Amenorea Kulit kering bersisik Lanugo pada ekstremitas, punggung dan wajah Erosi email dan dentin tinggi Dehidrasi Gangguan tidur Kulit berubah kekuningan Konstipasi Erosi eosopagus Alam perasaan depresi Radang tenggorokan dan mulut Detak jantung yang tidak teratur Radang, luka atau kulit kering pada pergelangan atau tangan

Penatalaksanaan
Pemantauan medis Rencana diet untuk memulihkan status nutrisinya Psikoterapi jangka panjang untuk mengatasi penyebab dasarnya Pengobatan psikofarmaka untuk mengatasi gejala depresi, kegelisahan dan perilaku kompulsif obsesif (antidepresan, juga dipakai SSRI /Selective Serotonin Reuptake Inhibitors)

Consequences of Bulimia Nervosa


Electrolyte imbalances can lead to irregular heartbeat, heart failure and death. Inflammation and possible rupture of esophagus from frequent vomiting. Tooth decay and staining from stomach acids released during vomiting. Chronic irregular bowel movements and constipation as result of laxative abuse. Gastric rupture is possible.

Pengkajian
Pola makan Kebiasaan muntah Gambaran diri catat ketidak adequatan nutrisi catat kehilangan berat badan 15% dibawah normal atau lebih kaji turgor kulit kaki kekuatan otot amenorrhea ketidak seimbangan elektrolit erosi gigi

Diagnosa Keperawatan
Perubahan nutrisi; kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuat pemasukan, menginduksi muntah, penggunaan pencahan kronis. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan aktivitas dan latihan berlebihan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan psikososial dan kognitif

INTERVENSI ?????
Carilah intervensi dari massing-masing diagnosa