Anda di halaman 1dari 5

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap. Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.

1. Mamfaat urbanisasi Pembangunan akan selalu dibarengi urbanisasi. Dengan kata lain tak ada urbanisasi tanpa pertumbuhan ekonomi. Kecuali di Afrika, urbanisasi tanpa pertumbuhan ekonomi adalah fenomena tak biasa (Fay dan Opal, 2000). Jakarta adalah kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara semua kota di Indonesia (5,6 persen per tahun pada tahun 2005).

Secara makro, manfaat urbanisasi misalnya bisa juga dilihat dalam konteks migrasi internasional. Contohnya Malaysia, negara tetangga ini bisa merayakan ulang tahun emas kemerdekaannya dengan gagah karena pembangunannya ditopang salah satunya oleh arus migran asal Indonesia. Hak Hidup Penting disadari, agar dapat memetik manfaat urbanisasi, yang terutama diperlukan adalah penghormatan atas hak untuk hidup. Tanpa penghargaan semacam ini, orang miskin akan selalu dipandang sebagai noda yang perlu dihilangkan dari radar kota. Celakanya, akibat arah kebijakan yang disetir ideologi neoliberal, dunia kini sedang menghadapi bangkitnya berbagai regulasi yang mengkriminalkan kaum marjinal. Privatisasi ruang publik kian menggusur orang miskin dari kota. Di AS misalnya, hingga 1996 lebih sepertiga dari 504 kota besar memiliki regulasi anti pengemis khususnya dalam kategori agresif (Panhandling in Winnipeg, 2007). Ibarat semut yang tak pernah menjauh dari gula. Tak ada intervensi yang efektif untuk menghidari urbanisasi. Sebaliknya, kriminalisasi kemiskinan hanya akan menyulut masalah yang lain. Selain tak menyentuh akar masalah kemiskinan, pengalaman di AS menunjukkan, kriminalisasi terhadap orang miskin justru meningkatkan penghuni penjara dari 1,15 juta pada 1990 menjadi 2,3 juta pada 2005 (Sullivan 2007). Satu-satunya jalan yang bisa sedikit mengerem urbanisasi adalah dengan meningkatkan akses masyarakat miskin kota terhadap kontrasepsi. Di kalangan ini angka kelahiran yang menyebabkan regenerasi kemiskinan lebih tinggi. Karena itu, dengan mendorong program keluarga berencana urbanisasi akibat pertumbuhan alamiah bisa dikurangi. Urbanisasi bisa lebih banyak manfaat atau mudaratnya. Dengan cara pandang baru dan pilihan kebijakan yang tepat bisa dihasilkan keuntungan sosial-ekonomi dari fenomena tak terelakkan ini. Yang jadi soal, maukah pemerintah kota berubah

2.

Cara Mengurangi dampak nigatif urbanisasi Masalah urbanisasi ini dapat ditangani dengan memperlambat laju pertumbuhan populasi

kota yaitu diantaranya dengan membangun desa , adapun program-program yang dikembangkan diantaranya: intensifikasi pertanian mengurangi/ membatasi tingkat pertambahan penduduk lewat pembatasan kelahiran, yaitu program Keluarga Berencana memperluas dan mengembangkan lapangan kerja dan tingkat pendapatan di pedesaan program pelaksanaan transmigrasi penyebaran pembangunan fungsional di seluruh wilayah pengembangan teknologi menengah bagi masyarakat desa pemberdayaan potensi utama desa perlu dukungan politik dari pemerintah, diantaranya adanya kebijakan seperti reformasi tanah

Berdasarkan kebijakan tersebut, maka yang yang berperan adalah pemerintah setempat dalam penerapannya. Pemerintah daerah perlu berbenah diri dan perlu mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi yang ada di daerah, sehingga terjadi kegiatan ekonomi dan bisnis yang benarbenar berorientasi pada kepentingan warganya. Tapi bukan berarti pemerintah daerah saja yang berperan, di tingkat pusat, pemerintah juga perlu membuat kebijakan lebih adil dan tegas terkait pemerataan distribusi sumber daya ekonomi. Arus balik ialah fenomena tahunan. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik untuk mengantisipasi meledaknya jumlah penduduk perkotaan dengan segala macam persoalannya. Dampak urbanisasi yang biasanya menjadi perhatian adalah masalah kemiskinan kota. Potret ini umumnya terekam melalui wajah perkotaan, dengan sudut-sudut pemukiman kumuh. Hal ini, dikarenakan sebagian besar kaum urban adalah tenaga tak terdidik yang biasanya menjadi buruh kasar dan memperoleh penghasilan minim. Akibatnya, mereka hanya mampu tinggal di kawasan kumuh dengan segala permasalahannya.

Dampak yang terkait kesehatan adalah masalah air bersih dan sanitasi. Berdasarkan laporan UNESCAP, ternyata dua dari tiap lima penduduk kota tinggal di kawasan kumuh atau sekitar empat puluh persen warga di tiap kota. Indonesia bersama Cina dan Filipina adalah tiga negara yang mengalami penurunan secara signifikan, tingkat ketersediaan air bersih bagi warga kota. Dan jelas, yang paling merasakan dampak ini adalah kaum miskin kota.Menurut hemat penulis, berbagai program yang ada sebenarnya cukup baik. Akan tetapi, terkadang masih muncul kesan adanya kurang koordinasi antarlembaga yang ada. Di antara kementerian yang terkait mestinya dapat melakukan sinergi secara terpadu terhadap program-program yang ada dalam mengatasi dampak negatif urbanisasi. Peringatan Hari Kesehatan ini juga mengusung subtema Kota Sehat, Warga Sehat. Program ini barangkali dapat pula disinergikan dengan Program Pengembangan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Program KLA ini misalnya mendorong adanya pelayanan dasar kesehatan, rujukan, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan kejadian luar biasa, dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Program lainnya adalah pelayanan bidang perumahan, sarana, dan prasarana lingkungan, serta pelayanan fasilitas umum dan pelayanan lingkungan hidup, kebutuhan dasar sanitasi dan penanganan akibatnya. Akhirnya urbanisasi adalah masalah bersama. Beberapa dampak positif, khususnya dalam konteks ekonomi dapat terus dioptimalisasikan. Namun, dampakdampak negatif yang muncul mestinya menjadi perhatian serius. Bukan saja menjadi tanggungjawab kementerian terkait di tingkat pusat, tetapi juga memerlukan dukungan dan kapasitas pemerintahan di daerah. Apalagi, jika menyangkut masalah kaum miskin kota. Pemerintah daerah dituntut untuk lebih responsif dalam menangani masalah ini tanpa diskriminasi.

3.

Strategi mengendalikan tingkat urbanisasi Hal-hal yang perlu diperhatikan demi menuntaskan urbanisasi yaitu: 1.
Pertama tentu peran pemerintah pusat sangat tinggi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terencana dan permanen di desa, terutama desa tertinggal, lewat menteri yang terkait.

2. Peranan bupati kepala daerah, pemda, kepala desa sangat dibutuhkan dalam memberi prioritas
pembangunan pedesaan terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peluang penciptaan tenaga kerja.

3. Perlu adanya insentif bagi pemuda yang mau membantu atau berperan dalam pembangunan
pedesaan

4.

Perlunya penggalanan dana baik dari pajak, zakat dan shodakoh untuk membangkitkan peluang usaha baru

5. Perlu ada komunikasi kota desa sehingga untuk setiap pemuda yang meninggalkan desa harus
berkonteribusi dalam pembangunan desa

6. Hindari profokasi yang berlebihan terhadap enaknya hidup di kota 7. Promosikan enaknya hidup di desa 8. Perlu adanya transmigrasi apabila terjadi urbanisasi yang sangat meluap.