Anda di halaman 1dari 55

By: dr. Sri Wahyuni, M.

Kes

Menurut

World

Health

Organization

(WHO),

lansia

dikelompokkan menjadi : 1.Usia pertengahan (middle age), ialah kelompok usia 45

sampai 59 tahun.
2. Lanjut usia (elderly) = antara 60 dan 74 tahun 3. Lanjut usia tua (old) = antara 75 dan 90 tahun 4. Usia sangat tua (very old) = diatas 90 tahun

A. Perubahan yg terjadi pada lansia : 1. Perubahan fisiologis 2. Perubahan psikologis 3. Perubahan sosial B. Masalah kesehatan lansia

A. PERUBAHAN FISIOLOGIS USIA LANJUT


Perubahan Fisik 1.Perubahan sistem sel: Sel jumlahnya semakin sedikit, lebih besar ukurannya, berkurangnya jumlah cairan tubuh & berkurangnya cairan intrasel Menurunnya proporsi protein otak, otot, ginjal, darah & hati Jml sel otak menurun Terganggunya mekanisme perbaikan sel Otak menjadi atrofi beratnya berkurang 5-10 %

2. Perubahan sistem kulit:


Kulit keriput, kering & kurang elastis karena menurunnya cairan , & hilangnya jaringan adiposa Kulit pucat & terdp bintik-bintik hitam akibat menurunnya vaskularisasi ke kulit, menurunnya sel-sel yg memproduksi pigmen.

3. Sistem termostat tubuh


Temperatur tubuh menurun akibat kecepatan metabolisme menurun Keterbatasan refleks menggigil Menurunnya kemampuan memproduksi panas yg merupakan dampak dari rendahnya aktivitas otot

4. Sistem skeletal
Cairan tulang menurun,tulang kehilangan kapasitasnya, sehingga mudah rapuh (osteoporosis) maka akan meningkatkan resiko terjadinya fraktur, khyphosis, persendian membesar & menjadi kaku(atrofi), pinggang, lutut serta jari-jari , kram, termor, tendon mengerut serta diskus intervertebralis menipis & menjadi pendek (tinggi badan berkurang).

5. Sistem muskular
Kecepatan & kekuatan kontraksi otot skeletal berkurang, pengecilan otot karena menurunnya serabut otot, paling nyata pada otot tangan bagian depan, otot yg menopang tegaknya yubuh.

6. Sistem pendengaran
Presbiakusis : daya dengar telinga dlm berkurang terutama nada tinggi membran timpani menjadi atrofi shg menyebabkan otosklerosis, penumpukan serumen shg mengeras karena meningkatnya keratin

7. Sistem penglihatan
kornea lebih berbentuk sferis ( bola ) , sfingter pupil timbul sklerosis & hilangnya respon terhadap sinar, lensa keruh shg daya adaptasi thd kegelapan lambat & susah melihat cahaya gelap, hilangnya daya akomodasi, menurunnya lapang pandang, menurunnya daya membedakan warna hijau/ biru pada skala

8. Sistem penghidu/pengecap menurunnya kemampuan mengecap, menurunnya kemampuan penghidu.

9. Sistem pernafasan
Otot pernafasan kehilangan kekuatan & menjadi kaku, menurunnya aktifitas silia, paru kurang elastis shg kapasitas residu meningkat, menarik napas lebih besar, kedlman bernapas menurun, alveoli ukurannya melebar dari biasa & jumlahnya berkurang, O2 arteri menurun menjadi 75 mmHg, CO2 arteri tidak berganti, kemampuan untuk batuk berkurang

PERUBAHAN FISIOLOGIS USIA LANJUT 10. Sistem kardiovaskuler


katup jantung menebal & menjadi kaku, kemampuan jantung memompa darah menurun 1%/ tahun setelah usia 20 th, kehilangan elastisitas pembuluh darah , tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer
11. Sistem gastrointestinal kehilangan gigi, indra pengecap menurun, esofagus melebar, rasa lapar menurun, asam lambung menurun, waktu pengosongan lambung menurun, peristaltik melemah, kemampuan absorbsi menurun, hati makin mengecil

PERUBAHAN FISIOLOGIS USIA LANJUT


12. Sistem perkemihan

ginjal mengecil, nefron atrofi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50% fungsi tubulus berkurang shg kurang mampu memekatkan urin, protein uria, BUN meningkat, ambang ginjal thd glukosa meningkat, kapasitas kandung kemih menurun 200 ml karena otototot yg melemah, frekuensi berkemih meningkat, kandung kemih sulit dikosongkan karena adanya pembesaran prostat

13. Sistem reproduksi

PERUBAHAN FISIOLOGIS USIA LANJUT

selaput lendir vagina kering, menciutnya ovarium & uterus, atrofi payudara, testis masih dpt memproduksi, meskipun adanya penurunan scr berangsur, dorongan seks menetap sampai usia > 70 th, asal kondisi kesehatan baik
14. Sistem endokrin

produksi hampir semua hormon menurun, fungsi paratiroid & sekresinya tidak berubah, berkurangnya ACTH, TSH, FSH, LH, menurunnya aktivitas tiroid shg BMR turun, menurunnya produksi aldosteron, menurunnya sekresi hormon gonad

15.

Sistem persarafan Saraf panca indra mengecil sehingga fungsinya menurun serta lambat dalam merespon dan waktu berekasi khususnya yg berhubungan dg stre. Berkurang/hilangnya lapisan mielin akson sehingga berkurangnya respon motorik, kurang sensitif thd sentuhan(refleks), berat otak menurun sekitar 10% - 20%

Kepribadian

individu yg terdiri atas motivasi dan intelegensi Penurunan dari Intelektual yang meliputi persepsi, kemampuan kognitif, memori Belajar dan memori (kemampuan belajar ada tetapi realatif menurun memori (daya ingat menurun karena proses encoding menurun) Intelegensi secara umum tidak banyak berubah Pesonality tidak berubah

Dalam Psikologi perkembangan, lansia dan perubahan yg dialmi akibat proses penuaan terjadi pada masalah umum: Keadaan fisk lemah tak berdaya sehingga hrs bergantung pada orang lain Status ekonomi terancam Menentukan kondisi hidup yg sesuai dg perubahan status ekonomi dan kondisi fisik

Mencari teman baru untuk menggantikan suami/istri yg telah meninggal/pergi jauh/cacat Mengembangkan kegiatan baru untuk mengisi waktu luang yg semakin bertambah Belajar untuk memperlakukan anak yg sudah besar sebagai orang dewasa

Mulai

merasakan kebahagiaan dari kegiatan yg sesuai u/ lansia yg memiliki kemauan u/ mengganti kegiatan lama yg berat dg yg lebih cocok Menjadi sasaran/dimanfaatkan o/penjual obat, buaya darat dan kriminalitas kerena mereka tidak sanggup lagi untuk mempertahankan diri

Peran : post power syndrome, single women dan single parent Keluarga : Emtiness ( kesendirian, kehampaan) Teman : ketika lansia meninggal, maka muncul persaan kapan meninggal, berada dirumah terus-menerus akan cepat pikun ( tidak berkembang)

Abuse: kekerasan berbentuk verbal (dibentak) dan non verbal(dicubit, tdk diberi makan) Masalah hukum: berkaitan dg perlindungan aset dan kekayaan pribadi yg dikumpulkan sejak masih muda Pensiun : dana pensiun(PNS) non PNS (anak cucu yang memberi uang) Ekonomi: kesempatan yg cocok u/dpt pekerjaan

Rekreasi : untuk ketenangan batin Keamanan : jatuh terpeleset Transportasi: kebutuhan yg cocok untuk lansia Politik : kesempatan yg sama u/terlibat & memberikan masukan dlm sistem politik yg berlaku Agama : melaksanakan ibadah

Pendidikan : berkaitan dg pengentasan buta aksara dan kesempatan untuk tetap belajar sesuai dg hak asasi manusia Panti Jompo : merasa dibuang atau diasingkan

TUGAS PERKEMBANGAN USIA LANJUT:


Menyesuaikan kekuatan fisik & kesehatan turun, menyesuaikan dg pensiun & perubahan status ekonomi, menerima pola keluarga yg diatur kembali, menyesuaikan dg pola baru, tanggung jawab sosial & kemasyarakatan, menyesuaikan dg kematian orang penting lain, menjalin keakraban dg sesama kelompok tua, mempertahankan tata penghidupan yg memuaskan, mengembangkan butir pandangan tentang maut

MASALAH KESEHATAN USIA LANJUT


Masalah kesehatan sebagai akibat kemunduran antara lain : Kemunduran fisik :

Penglihatan menurun , Pendengaran menurun, Pengecapan kurang peka Gangguan keseimbangan tubuh ( mudah jatuh ), Gangguan pencernakan ( diare, konstipasi, gangguan lambung ) Gangguan perkemihan ( beser kencing, kencing tertahan ) Keterbatasan gerak tubuh Gangguan keseimbangan suhu tubuh, Tekanan darah meningkat, Gangguan metabolisme tubuh Gatal gatal dikulit Nyeri pada persendian, nyeri pinggang, nyeri punggung Mudah lelah, pusing pusing, kesemutan pd anggota badan, perasaan dingin

Kemunduran psikososial : Mudah lupa pd kejadian yg belum lama terjadi Kecemasan, Murung, Isolasi diri, kesepian, Gangguan pola hidup, gangguan tidur

MASALAH KESEHATAN USIA LANJUT


Penyakit yg sering terjadi pd Usila : 1. Penyakit sistem pernafasan 2. Penyakit kardiovaskuler ( hipertensi, arterosklerosis, dekompensasi kordis ) 3. Penyakit sistem pencernakan ( gigi & mulut, lambung, usus ) 4. Penyakit sistem urogenital 5. Penyakit endokrin ( DM, Klimakterium, Ketidakseimbangan tiroid ) 6. Penyakit persedian & tulang ( Osteoartritis, Gout artriitis ) 7. Penyakit keganasan 8. Demensia, Depresi mental, kecemasan

1)

2)

Yang tidak dapat dikontrol oleh individu, misalnya faktor keturunan, lingkungan air dan udara, polusi, dan lain-lain, dikontrol oleh individu antara lain makanan, merokok, aktifitas fisik, dan lain-lain.

Penelitian Chope(4): Anemia berhubungan erat dengan insidens penyakit saluran pernafasan Rendah mengkonsumsi vitamin A berhubungan dengan Insidens penyakit saraf, peredaran darah, dan pernafasan. Konsumsi vitamin B1 yang rendah berkorelasi erat dengan penyakit saraf dan sistem peredaran darah. Kedua macam penyakit ini berkurang apabila intake vitamin B1 ditingkatkan.

Penelitian

Kirk dan Chieffi membuktikan daya absorpsi zat-zat gizi pada dinding usus halus. Pada manula absorpsi zat-zat gizi lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa muda.(5)

Penelitian

buta-ganda terhadap 35 manula berusia 65 sampai 90 tahun, yang semuanya mempunyai gejala pusing kepala dan pucat Pemberian vitamin B12, gejala pusing atau pucat hilang pada 89% subyek yang diteliti Plasebo, rasa pusing masih ditemukan(6).

Penelitian Smith dan Rizek(7) menemukan sebanyak 80% dari 2000 wanita berumur 65 tahun ke atas di kota Detroit mengalami osteoporosis. Penelitian 3 tahun kemudian membuktikan bahwa keadaan ini ada hubungannya dengan demineralisasi tulang. Menurut Garn(8): Demineralisasi tulang dimulai pada usia 30 tahun; sesudah umur itu, kejadian demineralisasi berjalan uniform. Kehilangan zat tulang lebih besar pada wanita daripada lakilaki. Ada baiknya konsumsi mineral harus lebih banyak pada usia dewasa muda agar dapat disimpan dalam tulang sebagai persiapan menghadapi usia tua.

Osteoporosis adalah penyakit degeneratif yang paling umum dijumpai pada manula, dan keadaan ini ada hubungannya dengan kerapuhan tulang. Obesitas (kegemukan) dapat terjadi apabila pada usia tua kegiatan fisik dan pengeluaran energi menurun/lebih rendah, sedangkan makan tetap banyak seperti pada usia muda sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makin bertambah usia, makin banyak orang bertambah gemuk baik pada wanita maupun pada laki-laki(10).

Wanita pada umumnya hidup lebih lama. Umur harapan hidup wanita di Indonesia sekarang ini adalah 61,5 tahun, dan laki-laki 57,9 tahun(9). Perbedaan umur harapan hidup antara wanita dan laki-laki adalah 3 tahun, Lebih panjangnya umur harapan hidup pada wanita antara lain disebabkan oleh cadangan lemak dalam badan(10). Lebih besarnya persediaan energi dalam jaringan adiposa pada wanita, menyebabkan wanita lebih mampu bertahan hidup terutama pada waktu keadaan kurang pangan.

Jumlah makanan yang dikonsumsi nyata mempengaruhi insidens penyakit dan umur panjang. Berg(11) pada penelitiannya terhadap tikus menemukan: Konsumsi makanan yang tidak terlalu banyak (terbatas) tidak hanya menyebabkan hidup umur panjang, tetapi juga menunjukkan gejala/lesi miokardial, vaskular dan renal yang jarang terdapat dibandingkan dengan tikus yang makannya berlebihan.

Tikus yang diberi makan pas-pasan disamping deposit lemak dalam badan yang sedikit juga pertumbuhan tulang lebih lambat dan kematangan seks juga terlambat.

Mc Cay(12) dalam analisisnya: Pengaruh makanan yang dikonsumsi paspasan, macam dan jumlah protein, suplemen zat-zat gizi komersial, dan kegiatan fisik tikus, mendapatkan bahwa faktor yang terutama berhubungan dengan umur panjang adalah jumlah lemak n.

Orang

berbadan kurus lebih jarang sakit, umur lebih panjang, lebih rendah tekanan darahnya, jarang menderita sakit jantung, dan jarang terkena kanker. Mereka ini umumnya mempunyai berat badan terhadap tinggi badan lebih rendah dari standar.

Rata-rata berat badan naik sampai umur enam puluhan, dan sesudah itu menurun secara bermakna. Hal ini dapat diartikan bahwa orang-orang gemuk pada usia enam puluhan banyak yang meninggal, sedangkan orang-orang yang masih bertahan hidup sesudah umur 60-an adalah kebanyakan orang-orang yang berbadan kurus. Pada setiap tingkatan umur, wanita mempunyai lemak badan lebih banyak dari pada laki-laki. Makin bertambah tua umur, baik wanita maupun laki-laki makin cenderung lebih gemuk.

Masa

otot bertambah kecil dengan bertambah tuanya usia. Menemukan bahwa potassium dalam badan menurun pada usia dewasa, dan dijumpai kadar potassium pada wanita lebih rendah dari pada laki-laki. Reduksi potassium dalam tubuh ini menunjukkan terjadinya perubahan metabolisme seluler atau penggantian masa otot dengan jaringan pengikat.

Upaya menjaga badan jangan sampai obes adalah suatu cara yang terbaik sebagai persiapan menghadapi hari tua yang sehat. Badan yang tidak gemuk, mempunyai kesempatan hidup 4 tahun lebih panjangl(12). Beberapa indikasi menunjukkan bahwa sejumlah komplikasi terdapat lebih banyak pada orang gemuk daripada orang berbadan normal. Salah satunya adalah disfungsi hati terdapat lebih banyak pada orang gemuk. Arthritis degeneratif terdapat pada 80% orang-orang yang gemuk. Jaringan lemak yang berlebihan, adalah faktor yang berperanan terhadap meningkatnya prevalensi diabetes(10).

Sumber dan jumlah lemak dalam makanan manula dilaporkan erat hubungannya dengan kejadian penyakit jantung koroner. Dengan mengurangi jumlah lemak makanan, kolesterol dalam darah turun tapi hanya bersifat sementara, dan jumlah yang meninggal dunia karena sakit jantung tidak berkurang.

Pearce dan Dayton(13) Pemberian lebih banyak lemak majemuk tak jenuh (polyunsaturated fat) dalam makanan tidak mengubah insidens sakit jantung koroner pada orang-orang berumur 55 tahun ke atas. Pemberian lemak majemuk tak jenuh selama 5 tahun atau lebih seperti yang diberikan pada penelitian malah memperbesar kemungkinan timbulnya kanker.

Bender dan Damjo(l4): Pemberian karbohidrat sederhana (gula) sebagai kontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas pada manula.

Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa:

1) gula meninggikan kolesterol dalam darah sehingga yang bersangkutan rawan terhadap sakit jantung, 2) berpengaruh terhadap fungsi pankreas sehingga menimbulkan diabetes, dan 3) kemungkinan besar menderita obes. Tentang pengaruh gula terhadap kanker tidak diungkapkan dengan jelas.

Meningkatnya konsumsi gula erat hubungannya dengan menurunnya konsumsi serat makanan. Reduksi konsumsi serat ini yang dianggap sebagai penyebab mengapa orang-orang di Barat banyak yang menderita penyakit divertikulosis. Selain itu terjadi pula perubahan kegiatan mikroorganisme dalam usus besar yang sebelumnya aktif memecah serat makanan; kemudian setelah orang lebih banyak makan gula dan sedikit serat, maka transit time makanan yang dicerna menjadi lebih panjang (karena sisa makanan sedikit, lama baru dikeluarkan); sehingga keadaan ini mempermudah terjadinya kanker pada usus besar. Penyakit divertikulosis maupun kanker usus besar banyak dijumpai pada masyarakat maju, tetapi sedikit di kampungkampung di Asia dan Africa(10).

Penelitian Schlenker dkk.(10) terhadap 97 wanita berkulit putih yang sudah pensiun di Amerika Serikat:

Manula yang konsumsi lemaknya tinggi pada usia muda, lebihdahulu meninggal dunia, dibandingkan dengan manula yang membatasi konsumsi lemak makanan. bahwa makin tinggi konsumsi lemak, makin pendek umur harapan hidup seseorang, sedangkan hubungan antara total intake kalori dengan umur pada waktu meninggal tidak tampak nyata. Jadi konsumsi lemak yang berpengaruh nyata terhadap umur harapan hidup, bukan total kalori.

Kebutuhan

gizi berbeda dengan orang muda dan juga sesama orangtua. Bergantung pada keadaan faali dan kemungkinan adanya kelainan yang diderita.

Keseimbangan

energi bergantung pada asupan dan keluaran energi. Kebutuhan energi menurun pada proses penuaan (> 50 thn energi kurang 5% setiap 10 thn). Kebutuhan berdasarkan kesehatan pasien (sehat, sakit).

BMR : Laki-laki : (13.5 x BB) + 487 Kkal Perempuan: (10.5 x BB) + 596 Kkal Hitung AKG Jenis
Kelamin Laki-Laki Perempuan Aktivitas Sedang Berat Ringan

1.56 x BMR 1.55 x BMR

1.76 x BMR 1.70 x BMR

2.10 x BMR 2.00 x BMR

45 50 % Susu rendah lemak (sebagian lansia kekurangan enzim laktase Diare, kram, flatulens)
Kebutuhan

Kebutuhan 12 15 % tanpa penyakit hati dan ginjal Protein (hewani & nabati) Tempe prioritas menu u/lansia (kaya protein yang mudah cerna, asam lemak esensial, vit.B12, zat besi, anti bakteri (cegah peny. Infeksi), antioksidan (hambat proses penuaan), cegah kanker, cegh peny.jantung koroner, cegah osteoporosis)

20 25% Gunakan minyak tidak jenuh ganda (minyak kacang tanah, kacang kedelai, jagung atau biji bunga matahari) Lemak minyak ikan (turunkan kolesterol darah dan cegah arthritis). Sebaiknya konsumsi ikan dan daging ayam tanpa kulit.
Kebutuhan

Lansia

Sembelit Serat melunakkan dan memberi bentuk pada feses, menyerap air sehingga membantu gerakan usus cegah sembelit dan lancar BAB Serat juga turunkan kolesterol darah dan cegah kanker.

Terjadi defisiensi:
Vit.

B6 (rendahnya asupan terhadap kebutuhan) B12 (asupan kurang dan gangguan penyerapan) D (kurang terpapar sinar matahari) Asam folat (kurang asupan).

dianjurkan

untuk dapat memperlambat proses degeneratif dan meningkatkan kemampuan tubuh terhadap penyakit, mempertahankan badan tidak kelebihan berat.

Vit. A (mata, kulit, cegah peny.kanker, jantung, tumor, infeksi) Vit. E (antioksidan) Vit. C (menguatkan pembuluh darah, menyembuhkan luka, pembentukan tulang, fungsi kekebalan) Kalsium (pembentukan tulang & gigi)

Kemungkinan mekanisme lain di mana lemak makanan mempengaruhi usia hidup adalah dalam hubungannya dengan penyakit jantung koroner. Dari 52 wanita manula yang diteliti, 28 meninggal dunia karena sakit jantung. Manula yang masih hidup pada penelitian ini, pada waktu lampau mengkonsumsi lemak kurang lebih sama banyaknya dengan manula yang sudah meninggal, tetapi kebiasaan makan mereka sekarang sudah berubah. Mereka mengkonsumsi sedikit lemak tetapi lbih tinggi protein. Adanya perubahan kebiasaan makan ini yang barangkali merupakan salah satu faktor mengapa mereka hidup lebih lama.

Hasil-hasil penelitian telah membuktikan bahwa gizi memberikankontribusi yang nyata terhadap kesehatan dan umur harapan hidup. Seri reaksi radikal bebas pada proses degeneratif menyebabkan orang tampak lebih tua dari umurnya. Proses penuaan ini dapat diperlambat oleh hadirnya vitamin E dan vitamin C sebagai zat antioksidan disertai dengan selenium dan zinc sebagai trace element. Zat-zat gizi tersebut berguna untuk mempertahankan seseorang tetap sehat dan awet muda. Zat gizi yang diketahui paling berpengaruh terhadap umur panjang adalah lemak makanan. Makin tinggi konsumsi lemak, cenderung makin pendek umur harapan hidup seseorang. Sukrosa (gula) juga ada pengaruhnya terhadap kesehatan manula, terutama apabila disertai dengan sedikit konsumsi serat (selulosa, hemiselulosa dan lignin) dalam makanan sehari-hari.

KEPUSTAKAAN 1. Buttriss J. Free radicals and nutrition. J. Nutr. Food Sci. 1989; 2: 2-3. 2. Weindruch R, Walford RL The Retardation of Aging and Disease by Dietary Restriction. Illinois : Charles Thomas, 1988. Hal 245-51. 3. Diplock AT. Antioxidant nutrients and disease prevention : an overview. Am. J. Clin. Nut:. 1991: 189S-93S. 4. Chope HD. Relation of nutrition to health in aging persons. Calif. Medi., 1954; 81: 335-40. 5. Kirk JE, Chieffi M. Hypovitaminemia A: Effect of vitamin A administration on plasma vitamin A concentration, conjunctival changes, dark adaptation, and toad skin. Am. J. Clin. Nutr. 1952; 1: 37-45. 6. Rafsky HA. Special nutritional problems of the aged. Symp. on Problems of Gerontology. New York : Ntl. Vitamin Found. 1974. 7. Smith RW, Rizek J. Epidemiologic studies of osteoporosis in women. Clin. Arthopaed. Related Res. 1966; 45: 31-7. 8. Gam SM. The course of bone gain and the phases of bone loss. Orthopedic. Clin. N. Am. 1972; 3: 503-8. 9. Biro Pusat Statistik. Indikator Kesejahteraan Rakyat. 1990. Hal. 80. 10. Schlenker ED, Feurig JS, Stone LH, Ohlson MA, Mickelson O. Nutrition and health of older people. Dalam: Labuza TP, Sloan AE, (eds.) Contemporary Nutrition Controversies. St. Paul: West Publ. 1979; 301-11. 11. Berg BN. Nutrition and longevity in the rat. III. Food restriction beyond 800 days. J. Nutr.. 1961; 74: 23-8. 12. McCay CM, Maynard LA, Sperling G, Sanger VL Nutritional requirement during the latter half of life. J. Nutr. 1961; 21: 45-50. 13. Pearce ML, Dayton S. Incidence of cancer in men on a diet high in poly unsaturated fat. Lancet 1971; 1: 464-8. 14. Bender AE, Damji KB. Some effects of dietary sucrose. Dalam: Yudkin J, Ederlan J, Hough L, (eds). Sugar: Chemical, Biological and Nutritional Aspects of Sucrose. London: Butterworths, 1971; 115-21.