Anda di halaman 1dari 4

PROPOSAL

ANALISIS OPTIMALISASI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN PROVINSI RIAU

A. Manfaat Penelitian Beberapa manfaat yang dapat diharapkan dari hasil penelitian ini adalah : 1. Hasil penelitian dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah khususnya Pemda abupaten arimun dalam rangka memningkatkan sumber!sumber penerimaan daerah dengan meng"ptimalkan penerimaan dari pajak daerah dan retribusi daerah sebagai sumber utama PA#. $. Publikasi hasil pnelitian dapat menjadi bahan referensi bagi masyarakat khususnya kalangan akademisi untuk melakukan penelitian yang sejenis. %. Bagi pelaku usaha& hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan mereka dalam berin'estasi di daerah tersebut khususnya mengenai besarnya tarif pajak maupun retribusi di daerah bersangkutan. B. Tinjauan Pu ta!a ". P#in i$ %an K#ite#ia Pe#$aja!an Dae#a& ebijakan pungutan pajak daerah berdasarkan Perda& diupayakan tidak berbenturan dengan pungutan pusat (pajak maupun retribusi)& karena hal tersebut akan menimbulkan duplikasi pungutan yang pada akhirnya akan mendist"rsi kegiatan perek"n"mian. Hal tersebut sebetulnya sudah diantisipasi dalam ** +".1, -ahun 1../ tentang Pajak #aerah dan Retribusi #aerah sebagaimana diubah dengan ** +".%0 -ahun $111 dan ** +". $, -ahun $11. -entang Pajak #aerah dan Retribusi #aerah& dimana dinyatakan dalam Pasal $ ayat (0) yang antara lain menyatakan bah2a "bjek merupakan "bjek pajak pusat. Sementara itu& apabila kita perhatikan sistem perpajakan yang dianut "leh banyak negara di dunia& maka prinsip! prinsip umum perpajakan daerah yang baik pada umumnya tetap sama& yaitu harus memenuhi kriteria umum tentang perpajakan daerah sebagai berikut: pajak daerah bukan

Proposal: Optimalisasi Pajak & Retribusi Daerah Kabupaten Karimun

3 prinsip memberikan pendapatan yang 4ukup dan elastis& artinya dapat mudah naik turun mengikuti naik5turunnya tingkat pendapatan masyarakat. 3 adil dan merata se4ara 'ertikal masyarakat dan 3 3 3 h"ri6"ntal artinya sesuai dengan tingkatan kel"mp"k artinya berlaku sama bagi setiap angg"ta artinya sederhana& mudah dihitung& pelayanan

kel"mp"k masyarakat sehingga tidak ada yang kebal pajak. administrasi yang fleksibel memuaskan bagi si 2ajib pajak . se4ara p"litis dapat diterima "leh masyarakat& sehingga timbul m"ti'asi dan kesadaran pribadi untuk membayar pajak. +"n!dist"rsi terhadap perek"n"mian : implikasi pajak atau pungutan yang hanya menimbulkan pengaruh minimal terhadap perek"n"mian. Pada dasarnya setiap pajak atau pungutan akan menimbulkan su atu beban baik bagi k"nsumen maupun pr"dusen. 7angan sampai suatu pajak atau pungutan menimbulkan beban tambahan (extra burden) yang berlebihan& sehingga akan merugikan masyarakat se4ara menyeluruh (dead-weight loss). *ntuk mempertahankan prinsip!prinsip tersebut& maka perpajakan daerah harus memiliki 4iri!4iri tertentu. Adapun 4iri!4iri dimaksud& khususnya yang terjadi di banyak negara sedang berkembang& adalah sebagai berikut: 3 3 pajak daerah se4ara ek"n"mis dapat dipungut& berarti perbandingan antara penerimaan pajak harus lebih besar dibandingkan "ngk"s pemungutannya. relatif stabil& artinya penerimaan pajak nya tidak berfluktuasi terlalu besar& kadang!kadang meningkat se4ara drastis dan adakalanya menurun se4ara tajam. 3 ta8 basenya harus merupakan perpaduan antara prinsip keuntungan (benefit) dan kemampuan untuk membayar (ability to pay ). #alam kaitannya dengan pelaksanaan "t "n"mi daerah& maka pemberian ke2enangan untuk mengadakan pemungutan pajak selain mempertimbangkan kriteria!kriteria perpajakan yang berlaku se4ara umum& sey"gyanya& juga harus mempertimbangkan ketepatan suatu pajak sebagai pajak daerah. Pajak daerah yang baik merupakan pajak yang akan mendukung pemberian ke2enangan kepada daerah dalam rangka pembiayaan desentralisasi. *ntuk itu& Pemerintah #aerah dalam melakukan pungutan pajak harus tetap 9menempatkan: sesuai dengan fungsinya. Adapun fungsi pajak dapat dikel"mp"kkan menjadi $ (dua)& yaitu : fungsi budgeter dan fungsi regulat"r.

Proposal: Optimalisasi Pajak & Retribusi Daerah Kabupaten Karimun

;ungsi budgeter yaitu bila pajak sebagai alat untuk mengisi kas negara yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerin tahan dan pembangunan. Sementara& fungsi regulat"r yaitu bila pajak dipergunakan sebagai alat mengatur untuk men4apai tujuan& misalnya : pajak minuman keras dimaksudkan agar rakyat menghindari atau mengurangi k"nsumsi minuman keras& pajak eksp"r dimaksudkan untuk mengekang pertumbuhan eksp"r k"m"diti tertentu dalam rangka menghindari kelangkaan pr"duk tersebut di dalam negeri. <enurut -eresa -er!<inassian (1../)& beberapa kriteria dan pertimbangan yang diperlukan dalam pemberian ke2enangan perpajakan kepada tingkat Pemerintahan Pusat& Pr"pinsi dan abupaten5 "ta& yaitu : 1) Pajak yang dimaksudkan untuk tuj uan stabilisasi ek"n"mi dan 4"4"k untuk tujuan distribusi pendapatan seharus nya tetap menjadi tanggungja2ab Pemerintah Pusat. $) Basis pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya tidak terlalu 9m"bile:. Pajak daerah yang sangat 9m"bile: akan mend"r"ng pembayar pajak merel"kasi usahanya dari daerah yang beban pajaknya tinggi ke daerah yang beban pajaknya rendah. Sebaliknya& basis pajak yang tidak terlalu 9 m"bile: akan mempermudah daerah untuk menetapkan tarip pajak yang berbeda sebagai 4erminan dari kemampuan masyarakat. *ntuk alasan ini pajak k"msumsi di bany ak negara yang diserahkan kepada daerah hanya karena pertimbangan 2ilayah daerah yang 4ukup luas (seperti pr"pinsi di =anada). #engan demikian& basis pajak yang 9m"bile: merupakan persyaratan utama untuk mempertahankan di tingkat pemerintah yang lebih tinggi (Pusat5Pr"pinsi). %) Basis pajak yang distribusinya sangat timpang antar daerah& seharusnya diserahkan kepada Pemerintah Pusat. 0) Pajak daerah seharusnya 9'isible:& dalam arti bah2a pajak seharusnya jelas bagi pembayar pajak daerah& "bjek dan subjek pajak dan besarnya pajak terutang dapat dengan mudah dihi tung sehingga dapat mend"r"ng akuntabilitas daerah. >) Pajak daerah seharusnya tidak dapat dibebankan kepada penduduk daerah lain& karena akan memperlemah hubungan antar pembayar pajak dengan pelayanan yang diterima (pajak adalah fungsi dari pelayanan).

Proposal: Optimalisasi Pajak & Retribusi Daerah Kabupaten Karimun

?) Pajak daerah seharusnya dapat menjadi sumber penerimaan yang memadai untuk menghindari ketimpangan fi skal 'ertikal yang besar. Hasil penerimaan& idealnya& harus elastis sepanjang 2aktu dan seharusnya tidak terlalu berfluktuasi. /) Pajak yang diserahkan kepada d aerah seharusnya relatif mudah diadministrasikan atau dengan kata lain perlu pertimbangan efisiensi se4ara ek"n"mi berkaitan dengan kebutuhan data & seperti identifikasi jumlah pembayar pajak& penegakkan hukum (law- enforcement) dan k"mputerisasi. ,) Pajak dan retribusi berdasarkan prinsip manfaat dapat digunakan se4ukupnya pada semua tingkat pemerintahan& namun penyerahan ke2enangan pemungutannya kepada daerah akan tepat sepanjang manfaatnya dapat dil"kalisir bagi pembayar pajak l"kal. '. Ketentuan Men(enai Pun(utan Paja! Dae#a& %an Ret#i)u i Dae#a&

Proposal: Optimalisasi Pajak & Retribusi Daerah Kabupaten Karimun