Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Manusia sebagai makhluk dinamis memiliki berbagai kebutuhan di dalam hidup yang harus dipenuhi, salah satunya kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi atau dipuaskan oleh sumber media dan nonmedia (Karlinah dkk, 2009 : 24). Menurut Dominick dalam Karlinah, kebutuhan manusia yang hanya bisa dipuaskan melalui media terbagi ke dalam empat kategori yaitu pengetahuan, hiburan, kepentingan sosial, dan pelarian. Kegiatan jurnalistik sebagai kegiatan yang menjadi bagian dari komunikasi massa merupakan salah satu penyedia pemenuhan kebutuhan khalayak dalam memenuhi kebutuhan khalayak akan media. Jurnalistik merupakan seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari dalam rangka memenuhi kebutuhan khalayaknya (Purnama, Hikmat Kusumaningrat, 2009 : 15). Melalui berbagai kegiatannya tersebut, berbagai kebutuhan khalayak akan media massa pun terpenuhi salah satunya melalui pemberitaan atau news. Berbagai jenis kegiatan jurnalistik sesungguhnya bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak melalui dua saluran, yaitu views (pandangan) dan news

(pemberitaan). Views umumnya disampaikan oleh redaksi sebagai bentuk pandangan subjektif atas sebuah peristiwa, sedangkan news berupa penyampaian informasi secara objektif oleh pihak redaksi kepada khalayak. Sebagai mahasiswa jurnalistik yang mempelajari secara teoritis ilmu jurnalistik tentu harus memahami sepenuhnya bagaimana kinerja kegiatan jurnalistik secara praktiknya. Hal tersebut dapat tercapai dengan melakukan praktik lapangan/pkl/job training di sebuah institusi media. Melalui praktik kerja lapangan, mahasiswa jurnalistik akan mengetahui bagaimana sebuah institusi media bekerja, memilih fakta, menentukan sikap terhadap peristiwa, hingga tahapan

memberitakannya. Dengan melakukan praktik kerja lapangan, maka mahasiswa tersebut dapat mengaplikasikan seluruh ilmu secara teoritis yang telah didapatkan selama perkuliahan untuk diimplementasikan ke dalam dunia kewartawan yang

sesungguhnya.

Selain mempelajari dan mendalami kegiatan kewartawan dengan

menjadi perwakilan sebuah institusi media, mahasiswa jurnalistik juga bisa memahami secara mendalam mengenai bagaimana penentuan sikap oleh media massa atau yang dikenal sebagai views (pandangan). Melalui memahami dua jenis kegiatan jurnalistik tersebut, maka mahasiswa jurnalistik dapat memahami seutuhnya kinerja sebuah institusi media massa, tidak hanya dari sisi pemberitaan, tetapi juga dari sisi subjektivitas intitusi tersebut.

Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran bertanggungjawab pula dalam menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari dalam rangka memenuhi kebutuhan khalayaknya secara baik. Atas dasar tersebut, setiap mahasiswa Jurusan Jurnalistik Unpad diwajibkan untuk melakukan kegiatan Job Training setelah mengikuti seluruh rangkaian perkuliahan di tujuh semester sebelumnya. 1.2 Tujuan Tujuan dari kegiatan job training, yakni: Memenuhi mata kuliah job training media massa elektronik. Mengaplikasikan ilmu dan teori tentang kegiatan jurnalistik selama proses perkuliahan. Mendapatkan pengalaman menjadi wartawan dan memahami kinerja institusi media massa dari sisi pemberitaan (news) dan pandangan (views). 1.3 Manfaat Manfaat kegiatan job training, yakni: Sarana bagi mahasiswa jurnalistik untuk mengaplikan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan Mendapatkan pengalaman dan pemahaman secara praktik tentang kegiatan jurnalistik di institusi media massa elektronik

Mendapatkan gambaran konstruksi realitas kinerja wartawan secara pemberitaan dan redaksi secara pandangan (views)

1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Praktek job training media massa elektronik dijalani penulis sebagai asisten produser di PJTV (Parijz Van Java TV) yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta No.633, Bandung, 40285 Waktu pelaksanaan job training, yaitu pada periode 1 Juli 15 September 2013

BAB II GAMBARAN UMUM PJTV (Parijz Van Java TV) 2.1 Sejarah Singkat PJTV PT. Esa Visual Padjadjaran TV televisi swasta lokal di Bandung pada Juni 2005 dan mulai melakukan siaran percobaan hingga 30 Juni 2005 atas nama

Padjadjaran Televisi dengan konsep televisi lokal yang mengutamakan kontent lokal dan budaya masyarakat. Pada Maret 2006, Padjadjaran Televisi bergabung di bawah naungan PT. JAWA POS GROUP. Pada tanggal 1 Mei 2010 Padjajaran Televisi atau PJTV mereposisi diri dengan merubah proporsi program tayangannya agar dapat disesuaikan dengan

keadaan pasar yang lebih mengutamakan segmentasi kalangan muda. Perkembangan yang pesat dalam tubuh PJTV mengantarkan PJTV untuk lebih kreatif dalam mengkonsep tujuannya, dengan berbagai perubahan untuk sebuah konsep kreatif PJTV berganti nama dari Padjadjaran TV menjadi "Parijz van Java TV". Perubahan nama PJTV tersebut terjadi karena adanya perubahan struktur manajemen, dimana manajemen baru PJTV lebih memperjelas target pasar perusahaannya. Dengan semangat untuk mencapai visinya, selain telah banyaknya program program menarik, menghibur serta mendidik, PJTV adalah stasiun TV lokal pertama yang di Bandung yang sudah mengudara kurang lebih 18 jam per hari.

Visi Menjadikan PJTV sebagai stasiun televisi yang terdepan dalam rangka memberikan informasi yang cerdas serta mempunyai kepedulian nyata dalam ikut berperan memajukan lini strategis bagi kemajuan masyarakat, dan ikut berkiprah menjaga keutuhan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Misi a. Memberikan Informasi yang lebih kepada masyarakat sekitar melalui program-programnya sesuai dengan kondisi masyarakat Bandung dan sekitarnya. b. Menjadi partner bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam ikut menyukseskan program-program pembangunan untuk kepentingan

masyarakat banyak. c. Memberikan nilai tambah bagi potensi peningkatan pendapatan daerah dengan melahirkan usaha-usaha baru dan pendapatan usaha yang semakin meningkat d. Membuat program-program siaran unggulan yang menggambarkan

kebudayaan masyarakat Bandung, baik program yang bersifat kesenian, budaya dan pendidikan. e. Menjadi solusi bagi persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat melalui program-program acara yang bersifat edutainment.

Logo Seperti halnya perusahaan lain, PJTV juga memiliki logo perusahaan yang mencerminkan image perusahaannya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Sumber: www.pjtv.co.id , Mei 2011 56

Cakram : Dinamis, produktif, menunjukkan kecepatan Lingkaran : Kesempurnaan yang tidak berujung PJTV : Kependekan dari Parijz Van Java Televisi atau plesetan dari Post Java Television karena PJTV berada dibawah naungan Jawa Pos Indonesia Parijz Van Java TV : Nama lain dari kota Bandung Tagline dari PJTV , yaitu We are solution for your business solution yang berarti Kami adalah solusi bagi solusi bisnis Anda. Tagline tersebut sesuai dengan PJTV yang menjalin kerjasama dengan publik eksternal baik secara personal maupun institusi untuk menjalin hubungan yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak
7

2.2 Susunan Redaksi PJTV

Direktur Utama Direktur Pemberitaan

: Hendra Sukma : ARIE SUTRIESNO

Direktur Pengembangan Bisnis : Wawan Gunawan Dept. Head Production (PJS) Koordinator Dept. Program Pimpinan Redaksi Current Affair Daily News Coordinator Liputan Reporter : SUGENG WIDODO : R. GANJAR PAMUNGKAS : ARI SURIESNO : ARI SUTRIESNO, SUJUD PRIBADI : WILDAN ZAUZI, DIDIT : FERRY SETIAWAN : DIAN KUSMAYADI, HERYAWAN, HARDIANSYAH, YANA ARIA, AGUS UJANG

WILDAN

FADILLAH,

ANWAR RAHARDJO

2.3 Struktur Organisasi Redaksi PJTV

2.4 Segmentasi Target Penonton PJTV Segmentasi PJTV berdasarkan klasifikasi usia yaitu : Keluarga (Primary Target : 10 - 55 tahun) Remaja (Secondary Target : 15 - 25 tahun)

(Sumber : PJTV)

10

2.5 Tugas dan Peran Bagian Redaksional PJTV A. Bagian produksi Bagian produksi dikepalai oleh manager produksi yang dibantu oleh beberapa staf dibawahnya, yaitu: 1. Produser yang bertugas sebagai konseptor sekaligus praktisi dalam pembuatan sebuah program. 2. Cameraman, seorang praktisi dalam pengambilan gambar 3. Post produksi yang tugasnya menerima menerima bahan mentah dan memprosesnya sampai menjadi bahan jadi yang siap ditayangkan. 4. Editor bertugas mengedit bahan tayangan hingga siap untuk disajikan ke pemirsa. 5. Artistik adalah staf divisi produksi yang bertanggung jawab atas visualisasi, talent make up artis), maupun dekorasi studio B.Redaksi News Redaksi ini bertanggung jawab atas setiap penayangan program berita. Dalam praktiknya, redaksi news dibantu oleh beberapa staf dibawahnya, yaitu 1. News producer yang bertugas mempersiapkan talent (narasumber dan presenter) serta mengatur durasi tayangan 2. Reporter atau pencari berita dilapangan yang layak untuk ditayangkan 3. NCA (News and Curent Affair) yang diproyeksikan untuk liputan insidentil atau liputan khusus berita-berita yang bersifat komersial

11

4. Translator, penerjemah dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris (sebaliknya) ataupun Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda (sebaliknya).

2.6 Prosedur Kerja Redaksi PJTV a. Rapat redaksi dilakukan secara mingguan (tentative) dengan tujuan berkooordinasi untuk menyamakan visi dan misi perusahaan b. Peliputan pemberitaan diserahkan kepada masing-masing reporter dengan berkoordinasi dengan coordinator liputan c. Reporter melakukan peliputan ke lapangan bersama cameraman d. Setelah liputan, reporter membuat naskah untuk menayangkan hasil liputan

12

BAB III PELAKSANAAN JOB TRAINING

3.1 Hasil Pelaksanaan Job Training Penulis melaksanakan praktik kerja lapangan selama 45 hari kerja sejak 1 Juli hingga 15 September 2013. Selama praktik kerja lapangan, penulis berada sebagai asisten produser program feature di bagian daily news dan program berita mingguan yang terdiri dari Bandung Weekly (Minggu), Gubernur Menjawab (Senin), Talkshow Kang UU (Jumat), dan Talkshow Simpang Braga (Senin-Kamis). Berbagai bentuk kegiatan jurnalistik dijalani penulis, mulai dari menulis naskah, membantu peliputan di lapangan hingga menentukan topik dan alur topik. Penulis sebagai asisten produser tepat berada di bawah pengawasan Didit Yuniantoro sebagai produser program feature daily news dan program berita mingguan. Berbagai penugasan asisten produser diberikan oleh produser. Berbagai bentuk bimbingan diberikan oleh produser kepada penulis melalui penugasan dan pengoreksian hasil tulisan naskah dan penyusunan program yang tayang.Sebagai asisten produser, penulis lebih banyak menghabiskan jam kerja di kantor untuk penentuan program, penulisan naskah, dan pengawasan saat acara berlangsung.. Dalam jam kerja, tidak ada pembatasan secara kaku yang ditetapkan oleh pihak keredaksian. Penulis memilih Senin-Minggu sebagai hari kerja, tetapi Minggu

13

sebagai hari piket dimana penulis akan mengerjakan berbagai naskah pesanan yang akan tayang esok harinya. Mengenai hari kerja, tidak ada pengaturan baku dengan persyaratan masuk kerja enam hari dan libur satu hari dalam seminggu. Selain tidak ada pengaturan baku dalam hari kerja, mengenai jam kerja juga tidak ada aturan baku yang ditetapkan. Biasanya dalam jam kerja, penulis akan datang ke kantor pada pukul 12 siang dan mengerjakan tugas pembuatan naskah untuk program yang akan tayang pada sore hari dari pukul 12 hingga pukul 2 siang. Khusus pada Ramadhan, beberapa program berlangsung pada pukul 7 malam , sehingga penulis akan berada di kantor hingga pukul 8 malam. Dalam proses praktik kerja lapangan, porsi penulis untuk berada di kantor dan liputan di lapangan bisa dikatakan lebih banyak di kantor daripada di lapangan. Penulis baru akan ke lapangan untuk meliput berita yang akan tayang di hari Minggu, yaitu Bandung Weekly. Penugasan peliputan diberikan sehari sebelumnya. Seusai meliput, penulis biasanya akan kembali ke kantor untuk menceritakan hasil liputan kepada produser dan memberikan gambaran untuk berita yang akan tayang. Namun, naskah tidak harus pada saat itu pula selesai karena berita yang tayang mingguan. Untuk naskah program, penulis biasanya datang ke kantor kemudian produser memberitahu topik apa yang akan diangkat kemudian jumlah segmen termasuk durasi waktunya dan tujuan penanyangan. Setelah itu, penulis akan membuat naskah beserta rundown termasuk pertanyaan yang akan diajukan oleh presenter kepada narasumber. Setelah selesai, penulis akan meminta koreksian kembali jika ada yang kurang atau yang

14

tidak sesuai. Ketika naskah sudah matang, maka naskah akan diberikan kepada presenter dan rundown kepada master control room.

3.2 Rincian Naskah Tayang dan Pelaksanaan Job Training Selama 45 hari kerja, sebanyak 17 naskah penulis telah tayang yang umumnya berbentuk berita khas dan advertorial dan 1 buah video promo ramadhan. Penulis dalam kegiatan job training juga banyak diajak untuk berdiskusi dalam menentukan arahan program yang akan tayang. Berikut daftar naskah berita yang telah tayang beserta ringkasan aktivitas penulis selama jobtraining dapat terangkum dalam tabel berikut ini: NO 1 2 HARI Senin Selasa TGL/BLN/THN 1 Juli 2013 2 Juli 2013 KEGIATAN Pengenalan dan hari pertama job training Membuat naskah menuju D1 (Bandung di Tangan Pemuda) 3 4 5 6 7 8 9 Rabu Kamis Jumat Sabtu Senin Selasa Rabu 3 Juli 2013 4 Juli 2013 5 Juli 2013 6 Juli 2013 8 Juli 2013 9 Juli 2013 10 Juli 2013 Membuat naskah dialog simpang braga Mengonsep promo ramadhan PJTV Membuat promo ramadhan PJTV Membuat promo ramadhan PJTV Membuat promo ramadhan PJTV Membuat storyline Balai Lingkungan Keairan Riset mengenai BLK ke kantor BLK

15

10 11 12 13 14 15 16 17

Kamis Jumat Sabtu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat

11 Juli 2013 12 Juli 2013 13 Juli 2013 15 Juli 2013 16 Juli 2013 17 Juli 2013 18 Juli 2013 19 Juli 2013

Liputan BLK Membuat naskah Talkshow Kang UU Membuat naskah BLK Liputan Ramadhan Cup (voli) Liputan Ramadhan Cup (softball) Membuat naskah Indahnya Berbagi Ramadhan Membuat naskah Indahnya Berbagi Ramadhan Membuat naskah Talkshow Kang UU dan Indahnya Berbagi Ramadhan

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Sabtu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Senin Selasa Rabu Kamis

20 Juli 2013 22 Juli 2013 23 Juli 2013 24 Juli 2013 25 Juli 2013 26 Juli 2013 27 Juli 2013 28 Juli 2013 29 Juli 2013 30 Juli 2013 31 Juli 2013

Me-review berita Bandung Weekly Membantu produser di Indahnya Berbagi Ramadhan Membantu produser di Indahnya Berbagi Ramadhan Membuat naskah Indahnya Berbagi Ramadhan Membuat naskah Balai Pantai Membuat naskah Talkshow Kang UU Me-review berita Bandung Weekly Membantu produser di Indahnya Berbagi Ramadhan Membuat naskah Indahnya Berbagi Ramadhan Liputan Basket BSC Bandung Utama dan JNE Membuat naskah liputan Basket BSC Bandung Utama

29

Jumat

1 Agustus 2013

Membuat naskah Indahnya Berbagi Ramadhan

16

30 31

Sabtu Senin

2 Agustus 2013 3 Agustus 2013

Me-review berita Bandung Weekly Membantu produser di acara Indahnya Berbagi Ramadhan

32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

Jumat Sabtu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

30 Agustus 2013 31 Agustus 2013 2 September 2013 3 September 2013 4 September 2013 5 September 2013 6 September 2013 7 September 2013 9 September 2013 10 September 2013 11 September 2013 12 September 2013 13 September 2013 14 September 2013

Membuat naskah Talkshow Kang UU Me-review berita Bandung Weekly Membantu produser di Gubernur Menjawab Membantu produser di Gubernur Menjawab Membuat naskah dialog Simpang Braga Membuat storyline Balai Hidrologi Membuat storyline Balai Geoteknik Me-review berita Bandung Weekly Riset Balai Hidrologi Riset Balai Geoteknik Liputan Balai Hidrologi Liputan Balai Geoteknik Membantu produser di Talkshow Kang UU Me-review berita Bandung Weekly dan Hari terakhir Job Training

17

BAB IV PENUTUP 4.1 Refleksi Menjalani PKL selama 45 hari kerja memberikan pengalaman tersendiri bagi penulis. Terlebih selama 3,5 tahun penulis hanya mendapat pengetahuan mengenai dunia jurnalistik dari materi perkuliahan yang kemudian diaplikasikan dalam dunia wartawan yang lebih nyata di 45 hari kerja masa PKL. Hari pertama PKL di PJTV diawali pertemuan langsung dengan produser feature mingguan . Pada hari yang sama pula saya langsung diberi arahan untuk menuliskan naskah perbasketan Kota Bandung. Di awal penugasan, penulis tidak merasa kesulitan karena pembuatan naskah televisi sudah sering diajarkan di kampus. Langkah awal yang dilakukan penulis saat itu adalah meng-capture hasil liputan untuk kemudian menentukan angle dan menulis naskahnya. Bekerja di televisi daerah tentu saja memberikan saya banyak hal pelajaran. Betapa tv daerah tidak begitu memikirkan persaingan pasar dengan televisi lokal lainnya dan sistem kerja yang tidak terlalu diburu oleh deadline. Ibarat kata kalau ada uang ya produksi, kalau tidak ada ya sudah. Tentu saja di awal pekerjaan

18

membuat penulis harus cepat beradaptasi terlebih 30 hari sebelumnya, penulis sudah sempat pkl di televisi nasional yang sangat penuh persaingan dan kecepatan. Berkat bimbingan dari produser, penulis bisa memahami bagaimana menjadi asisten produser, bagaimana membuat sebuah program acara, bagaimana membuat naskah televisi, termasuk bagaimana bertahan untuk tetap memproduksi pemberitaan ditengah krisis keuangan. Untuk pembuatan sebuah program acara, ini merupakan suatu hal yang menarik bagi penulis sebab selama perkualiahan, penulis cenderung diajarkan mengenai menjadi reporter lapangan untuk meliput pemberitaan baik itu berita langsung atau khas. Akan tetapi, untuk program acara terutama talkshow, penulis kurang mendapat pengetahuan dari perkuliahan. Alhasil, membuat program acara menjadi hal yang menarik sebab memberikan tantangan kepada penulis mengenai topic apa yang akan diangkat, pengaturan arah acara, bahkan termasuk pengisi acara di dalam program tersebut. Mengenai penugasan di bagian news, penulis merasakan tidak ada yang berbeda dengan apa yang telah diajarkan di perkuliahan. Dimana penulis harus menentukan sudut pandang pemberitaan kemudian melakukan liputan sesuai dengan kerangkan pemberitaan yang telah dibuat sebelumnya. Setelah liputan, penulis pun akan membuat naskah berita untuk ditayangkan dan bekerja sama dengan cameraman. Kerjasama dengan cameraman ini penting sebab gambarlah yang akan ditayangkan untuk disaksikan oleh penonton, sehingga pesan berita dapat efektif tersampaikan melalui gambar yang didukung oleh naskah. Dalam penentuan sudut pandang pemberitaan, redaktur memberikan arahan kepada penulis, akan tetapi

19

mengenai daftar pertanyaan dan kerangka tulisan peliputan redaktur memberikan kewenangan kepada penulis asalkan sesuai dengan sudut pandang yang diarahkan. Bahkan, hal uniknya adalah mengenai objektivitas di PJTV tidak masalah jika yang berbicara dalam satu berita hanya satu narasumber. Bahkanbanyak pula berita yang berupa pemberitaan pesanaan dari sebuah instansi.Bekerja selama 45 hari kerja di PJTV memberikan sebuah pengalaman tersendiri bagi penulis sebab melalui PKL ini, penulis lebih mengetahui bagaimana praktik kerja wartawan di lapangan yang ternyata jauh dari kata objektif dan bagaimana menjadi asisten produser. 4.2. Simpulan

1. Kegiatan Job Training merupakan kesempatan penulis untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dari kampus. 2. Objektivitas di PJTV ternyata tidak begitu penting 3. Modal yang harus dimiliki penulis untuk Job Training di PJTV adalah mampu melihat isu terkini, membuat program acara, menulis naskah berita langsung, khas, dan advertorial 4. Di PJTV mahasiswa magang diperlakukan sama seperti wartawan dan asisten produser di PJTV 5. Selama meliput di lapangan wartawan. 6. Penulis meliput peristiwa di lapangan bersama seorang cameraman dan mendiskusikan hasil liputan sebelum tayang. penulis banyak belajar tentang cara kerja

20

7. Penulis mendapatkan pengalaman berbeda ketika bekerja sebagai asisten produser 8. PJTV memiliki ciri khas dalam pengangkatan isu yang mengedepankan nilai Sunda 9. Penulis tidak dilibatkan langsung dalam rapat redaksi. 10. Penulis merekomendasikan PJTV sebagai tempat Job Training.

4.3. Saran Dari hasil Job Training yang dilaksanakan pada 1 Juli 2013 sampai dengan 2013 di bagian asisten produser program khas PJTV, penulis memberikan saran kepada pihak perusahaan maupun pihak kampus. Hal ini berkenaan dengan pelaksanaan Job Training maupun hal-hal teknis lainnya.

Saran untuk pihak perusahaan: 1. Pihak perusahaan sebaiknya lebih memberdayakan mahasiwa yang Job Training dengan daftar pekerjaan yang jelas, sehingga tidak ada kekosongan waktu yang sangat banyak saat Job Training. Saran untuk pihak kampus: 1. Kampus sebaiknya membuka link ke media massa bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Job Training. 2. Kampus sebaiknya memantau apakah pembekalan Job Training diberikan dengan baik kepada mahasiswa.

21

3. Kampus sebaiknya memantau mahasiswa yang tengah Job Training di suatu media. Hal ini guna memberikan dukungan bagi mahasiswa dan menjalin hubungan kerja sama yang baik antara kampus dan media. DAFTAR PUSTAKA Elvinaro, Lukiati, Siti Karlina. 2007. Komunikasi Massa (Suatu Pengantar). Simbiosa : Bandung Purnama, Hikmat Kusumaningrat. 2009. Teori dan Praktik Jurnalistik. Remaja Rosdakarya : Bandung

22

LAMPIRAN

23