Anda di halaman 1dari 14

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME, karena hanya dengan rahmat-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini disajikan sesederhana mungkin untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi makalah ini. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Dra. Hermina Simanihuruk, MM. Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Umum Pendidikan Pancasila sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dengan adanya makalah ini Mahasiswa diharapkan dapat melestarikan dan menerapkan nilainilai luhur Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Sehingga kita Mahasiswa akan mampu menjadi pribadi yang cerdas, intensif, mandiri, dan berbudi luhur. Sehingga diharapkan Mahasiswa bisa menjadi generasi penerus bangsa yang akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik dan lebih maju. Jakarta, 17 September 2013 Penyusun

BAB 1 PENDAHULUAN

Pancasila di era reformasi sebagai dasar Negara dan ideology nasional merupakan tuntutan hakiki agar setiap warga Negara Indonesia memilki pemahaman yang sama, dan akhirnya memilki persepsi dan sikap yang sama terhadap kedudukan, peran dan fungsi pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila lahir pada tanggal 1 juni 1945. Sebagai dasar falsafat Negara republic kesatuan kesatuan Indonesia, atau lebih dikenal sebagai dasar Negara. Lahirnya pancasila diketahui pada saat Soekarno diminta oleh ketua Dukuritsu Zyunbiy Toosakai untuk berbicara di depan siding badan penyelidik usaha persiapan kemerdekaan Indonesia pada tanggal tersebut. Beliau menegaskan dasar Indonesia merdeka sesuai dengan permintaan ketua. Pidato yang kedua Soekarno menyatakan bahwa dasar Negara merupakan dasar berdirinya Negara Indonesia dan juga menyatakan filosofich principle. Yang kedua adalah internasionalisme, pengertian internasionalisme tersebut dinyatakan bahwa internasionalisme bukanlah berarti kosmopolitisme, yang menolak adanya kebangsaan, bahkan beliau menegaskan Internasionalisme tidak dapat tumbuh subur kalau tidak berakar didalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak dapat hidup dalam tanah sarinya internasionalisme. Prinsip dasar yang ketiga Soekarno menyatakan bahwa Negara Indonesia adalah Negara semua buwat semua, satu buwat semua, semua buwat satu dan syarat yang kuat untuk berdirinya Negara Indonesia adalah permusyawaratan perwakilan. Prinsip dasar yang keempat Soekarno mengusulkan kesejahteraan ialah prinsip tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Prinsip dasar kelima adalah prinsip Indonesia merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa. Prinsip-prinsip dasar yang dijelaskan Soekarno tersebut merupakan dasar Negara yang namanya bukan Pancadasar tetapi namanya dikasih oleh seorang temannya yang ahli bahasa namanya ialah PANCA SILA. Sila artinya asas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi
B. 1. 2. 3. Rumusan Masalah Apa pengertian dari Pancasila Sebagai Dasar Negara? Bagaimanakah kronologi perumusan dan pengesahan Pancasila Sebagai Dasar Negara? Bagaimanakah perkembangan Pancasila sebagai Dasar Negara ?

C. Tujuan 1. Mengetahui arti dari pancasila sebagai Dasar Negara. 2. Mengetahui kronologi perumusan dan pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara. 3. Mengetahui penjelasan secara terperinci perumusan dan pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pancasila sebagai Dasar Negara Secara etimologi istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta Pancasila memiliki arti yaitu : Panca artinya lima Syila artinya batu sendi, alas/dasar Syiila artinya peraturan tingkah laku yang baik Pancasila adalah dasar filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 and tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik Indonesia Tahun. II No. 7 tanggal 15 Februari 1946 bersama-sama dengan Batang Tubuh UUD 1945. Pandangan hidup suatu bangsa adalah masalah pilihan, masalah putusan suatu bangsa mengenai kehidupan bersama yang dianggap baik. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan tuntunan dan pegangan adlam mengatur sikap dan tingkah laku manusia Indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan, mayarakat dan alam semesta. Pancasila sebagai dasar negara, ini berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur tata kehidupan bernegara seperti yang diatur oleh UUD 1945.

B. Kronologi Perumusan dan Pengesahan Pancasila sebagai Dasar Negara Proses perumusuan pancasila secara formal terbagi menjadi empat bagian : 1. Sidang BPUPKI I Badan ini dibentuk pada tanggal pada 29 April 1945. Dilantik pada tanggal 28 Mei 1945. Fungsinya: Membicarakan/mempersiapkan keperluan-keperluan kemerdekaan Indonesia, seperti: Persiapan Undang-Undang Dasar yang berisi Dasar Negara, tujuan negara, bentuk negara, dan sistem pemerintahannya. Sebagai ketua adalah Dr. KRT Rajiman Widiodiningrat. Mr. M. Yamin ( 29 Mei 1945 ) Pada sidang tanggal 29 Mei 1945 Mr. M. Yamin, sebagai Ketua Panitia Konsep UUD mengusulkan secara lisan Dasar Nagara Indonesia, yaitu: 1.Peri Kebangsaan. 2.Peri Kemanusiaan. 3.Peri Ketuhanan. 4.Peri Kerakyatan. 5.Peri Kesejahteraan Rakyat

Kemudian secara tertulis, tercantum dalam Rancangan Pembukaan UUD Negara RI, sebagai berikut: 1. Ke Tuhanan Yang Maha Esa. 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia. 3. Rasa kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari hasil yang dikemukakan oleh Mr. M. Yamin ini, jelas bahwa beliau adalah penggali Pancasila yang lebih khusus, yakni Pancasila sebagai Dasar Negara. Prof. Dr. Soepomo ( 31 Mei 1945) Beliau mengemukaan teori-teori Negara sebagai berikut : 1. Teori Negara perseorangan (individualis) yaitu paham yang menyatakan bahwa Negara adalah masyarakat hukum yang disusun, atas kontrak antara seluruh individu(paham yang banyak terdapat di eropa dan amerika) 2. Paham Negara kelas (class theory) teori yang diajarkan oleh Marx, Engels dan lenn yang mengatakan bahwa Negara adalah alat dari suatu golongan (suatu klasse) untuk menindas klasse lain 3. Paham Negara integralistik, yang diajarkan oleh Spinoza, Adam Muler, Hegel. Menurut paham ini Negara buknla unuk mejamin perseorangan atau golongan akan tetapi menjamin kepentingan masyrakat seluruhnya sebagi suatu persatuan Ir. Soekarno (1 Juni 1945) Ir. Soekarno mengusulkan Dasar Negara itu adalah Pancasila. Usul ini dikemukakan beliau dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tanggal 1 Juni 1945, yakni: 1. Nasionalisme 2. Internasionalisme, atau peri kemanusiaan. 3. Mufakat, atau Demokrasi. 4. Kesejahteraan Sosial. 5. KeTuhanan yang berkebudayaan. Pidato ini ketika diterbitkan pada tahun 1947 diberi judul: Lahirnya Panca Sila. Karena Ir. Soekarno juga mengemukakan butir-butir yang kemudian dikenal dengan Pancasila tersebut, maka beliau juga adalah penggali Pancasila. 2. SIDANG PANITIA SEMBILAN Pada tanggal 22 juni 1945 sembilan tokoh yang terdiri dari : Ir. Soekarno, Drs. M. Hatta. Mr. A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr.A. Soebardjo, K.H. Wahid Hasjim dan Mr. M. Yamin. Tugas mereka: membahas pidato/usul Mr. M. Yamin. Dari pertemuan ini mereka berhasil menyusun naskah yang di dalamnya terdapat rumusan Dasar Negara, yaitu: 1. KeTuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Persatuan Indonesia. 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Naskah yang mengandung rumusan Dasar Negara ini diberi nama oleh Mr. M. Yamin dengan Piagam Jakarta. Panitia Sembilan adalah penggali Pancasila menurut rumusannya sendiri. 3. SIDANG BPUPKI II Ada tambahan 6 anggota pada sidang BPUPKI kedua ini. Selain itu Ir Soekarno juga melaporkan hasil pertemuan panitia Sembilan yang telah mencapai suatu hasil yang baik yaitu suatu modus atau persetujuan antara golongan Islam dengan golongan kebangsaan. Persetujuan tersebut tertuang dalam suatu rancangan Pembukaan hukum dasar, rancangan preambule Hukum dasar yang dipermaklumkan oleh panitia kecil Badan Penyelidik dalam rapat BPUPKI kedua tanggal 10 juli 1945. Panitia kecil badan penyelidik menyetujui sebulat-bulatnya rancangan preambule yang disusun oleh panitia Sembilan tersebut. Dalam sidang ini istilah hukum dasar diganti dengan istilah Undang-Undang Dasar. Keputusan penting dalam rapat ini anara lain: a. Tanggal 10 juli 1945 Pada tanggal 10 juli 1945 keputusan tentang bentuk Negara. Dari 64 suara yang pro republik 55 orang yang meminta bentuk kerajaan 6 orang adapu bentuk lain dan blanko 1 orang. b. Tanggal 11 juli 1945 Pada tanggal 11 juli 1945 keputusan tentang luas wilayah Negara. Sebanyak 39 suara memilih daerah Hindia Belanda ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (borneo Inggris), Irian timur, Timor Portugis dan Pulau-pulau sekitanya. Keputusan-kepuusan lain yaitu membentuk panitia perancangan Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membentuk panitia ekonomi dan keuangan yang diketuai oleh Drs. Moh. Hatta, dan juga membentuk panitia pembelaan tanah air diketuai oleh Abikusno Tjokrosoejoso. c. Tanggal 13 Juli 1945 Pada tanggal 13 juli 1945 menghasilkan keputusan tentang kedaulatan negara , tugas presiden , undang undang dan rancangan hukum dasar 15 Bab 42 Pasal. d. Tanggal 14 Juli 1945 Badan Penyelidik bersidang lagi dan Panitia Perancanga Undang-Undang dasar yang diusulkan terdiri atas 3 bagian, yaitu: 1. Pernyataan Indonesia merdeka, yang berupa dakwaan di muka dunia atas penjajahan Belanda 2. Pembukaan yang didalamnya terkandung dasar Negara Pancasila 3. Pasal-pasal UUD (Pringgodigdo, 1979: 169-170)

4. SIDANG PPKI I Sebelum sidang resmi dimulai dilakukan pertemuan untuk membahas beberapa perubahan yang berkaitan dengan rancangan naskah pembukan UUD 1945 yang pada saat itu disebut piagam Jakarta, terutama yang menyangkut sila pertama pancasila. Dan sidang yang dihadiri 27 orang ini menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut: Mengesahkan UUD 1945 yang meliputi : 1. Setelah melakukan beberapa perubahan pada piagam Jakarta sehingga dihasilkan pembukaan Undang-undang Dasar 1945 2. Menetapkan rancangan Hukum Dasar yang telah diterima dari Badan Penyelidik pada tanggal 17 Juli 1945, setelah mengalami beberapa perubahan karena berkaitan dengan perubahan piagam Jakarta, kemudian menjadi Undang-Undang Dasar 1945 Memilih Presiden (Ir. Soekarno) dan wakil presiden (Drs. Moh. Hatta) Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai musyawarah darurat C. Perkembangan Pancasila sebagai Dasar Negara

Semenjak ditetapkan sebagai Dasar Negara(oleh PPKI 18 Agustus 1945) Pancasila telah mengalami perkembangan sesuai dengan pasang naiknya sejarah bangsa Indonesia.Koento Wibisono(2001) memberikan tahapan perkembangan Pancasila sebagai Dasar negara dalam tiga tahap yaitu: 1. Tahap 1945-1968 sebagai tahap politis 2. Tahap 1969-1994 sebagai tahap pembangunan ekonomi 3. Tahap 1995-2020 sebagai tahap repositing Pancasila Penahapan ini memang tampak berbeda lazimnya para pakar hukum ketatanegaraan melakukan penahapan perkembangan Pancasila Dasar Negara yaitu: 1. Tahun 1945-1949 Masa Undang-undang Dasar 1945 yang Pertama 2. Tahun 1949-1950 Masa Konstitusi RIS 3. Tahun 1950-1959 Masa UUDS 1950 4. Tahun 1959-1965 Masa Orde Lama 5. Tahun 1966-1968 Masa Orde Baru 6. Tahun 1998-sekarang Masa Reformasi (Soegito A.T.2001)

BAB III ANALISIS

Hal ini patut dipahami,karena adanya perbedaan pendekatan,yaitu segi politik dan dari segi hukum. 1. 1945-1968 merupakan tahap politis,dimana orientasi pengembangan pancasila diarahkan kepada nation and character building.Hal ini sebagai perwujudan keinginan bangsa Indonesia untuk survival dari berbagai tantangan yang muncul baik dalam maupun luar negeri,sehingga atmosfer politis sebagai panglima sangat dominan.Menurut Notonegoro dan Driyarkara Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan bahkan pancasila merupakan suatu paham atau aliran filsafat Indonesia, dan ditegaskan bahwa pancasila merupakan rumusan ilmiah filsafati tentang manusia dan realitas,sehingga pancasila tidak lagi dijadikan alternatif melainkan menjadi suatu imperatif dan suatu philosophial consensus dengan komitmen transenden sebagai tali pengikat kesatuan dan persatuan dalam menyongsong kehidupan masa depan bangsa yang Bhineka Tunggal Ika.Bahkan Notonegoro menyatakan bahwa Pembukaan UUD 1945 merupakan Staatfundamental Norm yang tidak dapat diubah secara hukum oleh siapapun. 2. 1969-1994 sebagai tahap pembangun ekonomi yaitu upaya mengisi kemerdekaan melalui program-program ekonomi.Pembanguna ekonomi menunjukkan keberhasilan secara spektakuler walaupun bersamaan dengan itu muncul gejala ketidak merataan dalam pembagian hasil pembangunan.Kesenjangan sosial merupakan fenomena yang dilematis dengan program Penataran P4 yang selama itu dilaksanakan oleh pemerintah.Keadaan ini semakin memprihatinkan setelah terjadi gejala KKN dan Kroniisme yang nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.Bersamaan dengan itu perkembangan perpolitikan dunia,setelah hancurnya negara-negara komunias lahirnya tiga raksasa kapitalisme dunia yaitu Amerika Serikat,Eropa dan Jepang. Oleh karena itu,Pancasila sebagai dasar Negara tidak hanya dihantui oleh subersifnya komunisme melainkan juga harus berhadapan dengan gelombang anekasinya kapitalisme disamping menghadapi tantangan baru yaitu ; KKN dan Kroniisme. 3. 1995-2020 merupakan tahap respositioning Pancasila,karena dunia masa kini sedang dihadapkan kepada gelombang perubahan secara cepat,mendasar,spektakuler,sebagai implikasi arus globalisasi yang melanda seluruh penjuru dunia,khususnya di abad XXI sekarang ini, bersamaan arus refomasi yang sedang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut di atas Koento Wibisono(2001) menyarankan perlunya reposisi Pancasila: reposisi Pancasila sebagai Dasar negara yang mengandung makna Pacasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan Pembukaan UUD 1945,yang dieksplorasikan pada dimensi realitas, idealitas dan fleksibilitas. Reposisi Pancasila sebagai Dasar Negara harus diarahkan pada pembinaan dan pengembangan

moral,sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah untuk mengatasi krisis dan disintegrasi.Moralitas Pancasila harus disertai penegakan hukum(penegakan supremasi hukum).

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat diperoleh sebuah kesimpulan bahwa pancasila adalah satu landasan atau sebagai dasar negara yang dibentuk melalui proses yang cukup lama . Nama Pancasila Sebagai Dasar Negara meskipun tidak tertulis secara resmi didalam Pembukaan dan Batang Tubuh maupun Penjelasan UUD 1945, tapi sudah cukup jelas bahwa yang dimaksudkan adalah lima Dasar Negara sebagaimana perumusannya terdapat dalam alinea keempat UUD 1945. Sebelum pancasila berlaku sah sebagai Dasar Negar RI, diawali dengan adanya suatu proses perumusan yang mengandung latar belakang tertentu. Selanjutnya Pancasila sebagaimana yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut dituangkan dalam wujud berbagai aturan-aturan dasar/ pokok seperti yang terdapat dalam Batang Tubuh UUD 1945 dalam bentuk pasal-pasalnya, yang kemudian dijabarkan lagi kedalam berbagai Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat serta peraturan perundang-perundagan lainnya, yaitu sekedar mengenai bagian yang tertulis, sedangkan yang tidak tertulis terpelihara dalam konvensi atau kebiasaan ketatanegaraan. Pancasila sekaligus diasuh sebagai landasan negara dengan kandungan nilainilai kesatuan dan kebhinekaragamannya. Maka pancasila merupakan suatu gagasan pegangan yang menjadi patokan dalam menjalankan amanah dan fungsi kenegaraan kebangsaan kemasyarakatan

B. Saran Saran yang dapat diberikan oleh penulis berdasarkan pembahasan diatas adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus lebih ditegakkan lagi kedepannya, karena Pancasila adalah Dasar Negara Kita yang merupakan pedoman baik dalam bertindak ataupun bertutur kata.

. Kronologi Perumusan Dan Pengesahan Pembukaan UUD 1945 (Pancasila) Dan UUUD

1945

Pancasila Dasar Negara dan Pembukaan UUD 1945 tidak dapat terpisahkan baik dalam proses perumusan dan pengesahan. Sejarah perumusan dan pengesahan Pancasila Dasar Negara dan Pembukaan UUD 1945 secara kronologis ; 1. Tanggal 7 September 1944 Proses perumusan dan pengesahan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dimulai sejak Indonesia masih dijajah oleh jepang. Terlihat dalam siding Badan Penyelidik. Latar belakang dibentuknya Badan Penyelidik. Jepang menderita kekalahan, tekanan dan serangan dari pihak sekutu Adanya tuntutan dan desakan dari para pemimpin bangsa kepada Balatentara Jepang agar segera memerdekaan Indonesia atau setidaknya diambil tindaka. Pada tanggal 7 September 1944 jepang megeluarkan janji Kemerdekaan Indonesia dikemudian hari yang direncanakan pada tanggal 24 Agustus 1945 2. Tanggal 29 April 1945 Gunseikan (gubernur pemerintah balatentara Jepang di Jawa) membentuk Dokuritsu Zyunbi Coosakai/Badan penyelidik usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tugasnya menyelidiki segala sesuatu mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia. 3. Tanggal 28 Mei 1945 BPUPKI dilantik oleh Gunseikan yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widjodiningrat. 4. Tanggal 29 Mei s.d. 01 juni 1945 Sidang I BPUPKI tanggal 29 Mei s.d. 01 Juni 1945. Mempersiapkan Rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka. Prof. Mr. Moh Yamin mengajukan usul yang berjudul Asas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia yang terdiri dari ; peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Dan terdapat tokoh-tokoh lain yang turut andil dalam menyumbangkan ide, seperti Prof. Dr. Mr. R. Soepomo, P.F. Dahlan, Drs.Moh. Hatta 5. Tanggal 1 juni 1945 Ir. Soekarno berpidato dan mengajukan usul tentang Konsepsi Dasar Filsafat Negara Indonesia yang diberi nama Pancasila dengan urutan sebagai berikut ;

Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia Internasionalisme atau perikemanusiaan

Mufakat atau demokrasi Kesejahteraan social Ketuhanan yang berkebudayaan

Pada tanggal 1 juni 1945 dibentuk panita kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno sebgai pengganti BPUPKI. 6. tanggal 22 juni 1945 Hasil Rapat gabungan Himpunan Kebaktian Rakyat Jawa.

Supaya selekas-lekasnya Indonesia merdeka Hukum dasar diberi semacam kata pengantar BPUPKI terus bekerja sampai terbentuknya Hukum dasar Membentuk panitia kecil penyelidik usul-usul/perumus Negara.

Panitia Sembilan mengadakan pertemuan di Pegangsaan timur 56 jakarta untuk menyusun konsep rancangan mukaddimah hokum dasar yang kemudian dinamakan piagam Jakarta. 7. Tanggal 10 s.d. 16 Juli 1945 a. Pada tanggal 10 juli 1945 Ir. Soekarno selaku ketua panitia memberikan laporan.

Telah diusulkan 32 macam usul atau 9 kelompok usul dari 40 anggota Tanggal 22Juni 1945 diputuskan membentuk panitia kecil (panitia sembilan) Telah berhasil menyusun konsep rancangan preambule hokum dasar (piagam jakarta)
b. Pada tanggal 11 juli 1945 panitia perancang hukum dasar. Dan pada hari itu juga Panitia Perancang Hukum Dasar telah memutuskan ;

Membentuk panitia perancang Declaration Of Human Right Segenap anggota setuju unitarisme Isi prembule bukan hanya sekadar kata-kata Negara dipimpin 1 orang
c. Tanggal 13 Juli 1945, Panitia Kecil Perancang Hukum Dasar berhasil menghimpun usulan penting. d. Tanggal 14 Juli Pukul 15.00 s.d. 18.00 sidang mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Perancang Hukum Dasar. e. Tanggal 15 dan 16 Juli 1945

Ir. Soekarno menyamapikan kosep Rancangan Hukum Dasar beserta penjelasannya dan usul Drs. Moh. Hatta tentang Hak-hak asasi manusia. f. Tanggal 16 Juli 1945 Menyetujui dan menerima Rancangan Hukum dasar yang diajukan oleh Panitia Perancang Hukum Dasar. Dengan ditutupnya sidang BPUPKI yang kedua maka tugas BPUPKI dianggap selesai kemudian dibubarkan. Untuk melanjutkan tugas BPUPKI maka dibentuklah PPKI. 8. Tanggal 9 Agustus 1945 1. PPKI dibentuk tanggal 9 Agustus 1945. PPKI adalah badan bentukan pemerintahan Jepang tetapi bukan alat pemerintaha Jepang, sebab :

PPKI bekerja sesudah Jepang tidak berkuasa lagi. PPKI bekerja atas dasar keyakinan, pemikiran dan caranya sendiri untuk mencapai kemerdekaan Indonesia Merdeka. PPKI merupakan suatu badan perwujudan/perwakilan rakyat Indonesia.

9. Tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia 10. Tanggal 18 Agustus 1945 Pukul 10.30, dimulai sidang pleno membahas naskah rancangan hukum dasar dan pengesahan UUD C. Pengesahan Pembukaan UUD 1945/Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia Sidang Pleno dimulai pukul 11.30 dengan acara pokok membahas Rancangan Hukum Dasar (termasuk Rancangan PPreambule Hukum Dasar) untuk ditetapkan menjadi UUD (termasuk Pembukaan Undang-undang Dasar) suatu Negara yang telah merdeka ada tanggal 17 Agustus 1945. Beberapa keputusan dalam siding pleno : 1. Mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia dengan jalan.

Menetapkan Pigam Jakarta dengan beberapa perubahan menjadi pembukaan UUD Negara Republik Indonesia. Menetapkan Rancangan HUkum Dasar dengan beberapa perubahan menjadi UUD Negara Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945.

2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 3. Membentuk Komite Nasional Indonesia yang dikemudian dikenal sebagai Badan Musyawarah Darurat. D.Perkembangan Pancasila sebagai Dasar Negara

Perkembangan pancasila sebagai Dasar Negara, menurut Koento Wibisono: tahap 1945-1968 sebagai tahap politis, tahap 1969-1994 sebagai tahap pembagunan ekonomi, tahap 1995-2020 sebagai tahap respositioning pancasila. Penahapan perkembangan pancasila menurut para ahli hukum ketatanegaraan: 1945-1949 masa UUD 1945 pertama, 1949-1950 masa konstitusi RIS, 1950-1959 masa UUDS 1950, 19591965 masa orde lama, 1966-1998 masa orde baru, dan 1998- sekarang masa reformasi(Soegito A.T,2001).