Anda di halaman 1dari 19

BAHAN KOMPOSIT

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2009

BAHAN KOMPOSIT
Kebanyakan teknologi modern memerelukan bahan dengan kombinasi sifat-sifat yang luar biasa yang tidak bisa dicapai oleh bahan-bahan lazim seperti logam, besi, keramik, dan bahan polimer.

BAHAN KOMPOSIT
Kenyataan ini adalah benar bagi bahan yang diperlukan untuk penggunaan dalam bidang angkasa lepas, perumahan perkapalan, kendaraan untuk industri pengangkutan.

BAHAN KOMPOSIT
Bidang-bidang tersebut membutuhkan density yang rendah, flexural, dan tensile yang tinggi serta viscosity yang baik. Perkataan komposit memberikan suatu pengertian yang sangat luas dan berbedabeda mengikuti situasi dan perkemangan bahan itu sendiri.

Menurut Schwartz
Ada tiga tingkat tahapan dari bahan komposit 1. Tahap/ peringkat atas 2. Tahap/ Peringkat Mikrostruktur 3. Tahap/Peringkat Makrostruktur

A. Tahap/ peringkat atas


Suatu bahan yang terdiri dari dua atau lebih atom yang berbeda bolehlah dikatakan sebagai bahan komposit. Ini termasuk alloy polimer dan keramik. bahan-bahan yang terdiri dari unsur asal apa saja termasuk dalam peringkat ini.

B. Tahap/ Peringkat Mikrostruktur


Suatu bahan yang terdiri dari dua atau lebih struktur molekul atau fasa merupakan suatu komposit. Mengikuti definisi ini banyak bahan yang secara tradisional dikenal sebagai komposit seperti kebanyakan bahan logam. Contoh besi yang merupakan alloy multifusi yang terdiri dari karbon dan besi.

C. Tahap/Peringkat Makrostruktur
Merupakan gabungan bahan yang berbeda komposisi atau bentuk untuk mendapatkan suatu sifat atau ciri tertentu.

Kroschwitz dan rekan telah menyatakan bahwa komposit adalah bahan yang terbentuk apabila dua atau lebih komponen yang berlainan digabungkan. Rosatto dan Di Matitia pula menyatakan bahwa plastik dan bahan-bahan penguat yang biasanya dalam bentuk serat, dimana ada serat pendek, panjang, anyaman pabrik atau lainya. Selain itu juga ada yang menyatakan bahwa bahan komposit adalah kombinasi bahan tambah yang berbentuk serat, butiran atau wisker.

Jenis-Jenis Bahan Komposit


Komposit dikategorikan menjadi beberapa jenis: komposit serat kontinu, komposit serat anyam, komposit serat acak, komposit hibrid dan komposit serat-logam. Serat terbuat dari karbon, boron, silicon carbide, alumina atau material lainnya. Matriks terbuat dari polimer (misal: epoksi), keramik dan logam (aluminum, titanium, etc).

Keunggulan dan Kelemahanya


A. Kelebihan bahan komposit Bahan komposit mempunyai beberapa kelebihan berbanding dengan bahan konvensional seperti logam.kelebihan bahan tersebut pada umumnya dapat dilihat dari beberapa sudut yang penting seperti sifat mekanikal dan sifat fisikal, keupayaan (reability), kebolehprosesan dan biaya. seperti yang diuraikan dibawah ini :

1. Sifat-sifat mekanikal dan fisikal


Pada umumnya pemilihan bahan matriks dan serat memainkan peranan penting dalam menentukan sifat-sifat mekanik dan sifat komposit. Gabungan matriks dan serta dapat menghasilkan komposit yang mempunyai kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi dari bahan konvensional.

Dalam industri angkasa lepas terdapat kecenderungan untuk menggantikan komponen yang dibuat dari logam dengan komposit Karena komposit dengan serat karbon mempunyai kekuatan fatigue yang baik.

Contoh beberapa sifat serat unggul serat Karbon Gelas


Kekuatan Perpanjang Massa jenis Modulus Modulus (g/cm) tarik an young jenis (GN/m) (GN/m) (MJ/kg) patah (%)

1,8 3,2

0,5 2,3

1,99 2,54

400 75

200 30

Baja 3,5 Nilon 66 0,9 Polyester 1,1

2,0 14,0 9,0

7,80 1,14 1,38

200 7 15

26 6 11

B. Kekurangan bahan komposit


Bahan yang relatif mahal Komposit masih cukup mahal untuk diproduksi, sehingga hanya komponen atau bagian tertentu saja yang dibuat dari komposit. (FYI, meski mahal, Boeing memakai komposit sebanyak 50% total struktur pesawat Boeing 787) Pemakaian bahan yang hanya pada bagian tertentu dari suatu komponen/mesin

Aplikasi Dalam Keteknikan


Penggunaan bahan komposit sangat luas, yaitu untuk : a. Angkasa luar o Komponen kapal terbang o Komponen helikopter o Komponen satelit o Dan lain-lain b. Auotomobile o Komponen Mesin o Komponen Kereta o Dan lain-lain

c. Industri Pertahanan Komponen jet tempur Peluru komponen kapal selam Dan lain-lain d. Pembinaan Jembatan Terowongan Rumah Dan lain-lain e. Kelautan Kapal layar kayak Dan lain-lain

Aplikasi bahan komposit dalam industri Migas


Komposit telah dipakai di industri pesawat terbang lebih dari 40 tahun, dan kini, aplikasi komposit telah merambah ke industri lain seperti otomotif (misal: bodi mobil balap F1), olahraga (misal: raket tenis), perkapalan; industri minyak dan gas juga telah memakai komposit untuk membangun infrastrukturnya. Komposit memiliki kekuatan yang bisa diatur (tailorability), memiliki kekuatan lelah (fatigue) yang baik, memiliki kekuatan jenis (strength/weight) yang tinggi dan tahan korosi.

Aplikasi bahan komposit dalam industri Migas Sejak 1980an, komposit mulai dikenal di industri minyak dan gas setelah sebuah panel anti-api untuk heli-deck dibangun memakai komposit serat gelas (glass-fiber reinforcedplastics).