Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit bukanlah suatu penyakit, tetapi selalu merupakan bagian atau

penyulit dari proses suatu penyakit, misalnya infeksi, trauma, termasuk trauma dari operasi, gangguan keseimbangan hormonal atau bahkan, iatrogenik dari suatu terapi medik. Gangguan keseimbangan pada keadaan atau bersama penyakit : Kehilangan cairan meningkat : muntaber/gastroenteritis, kebocoran kapiler pada sindrom shock dengue, demam tinggi, cairan lambung berlebihan, ileus pada sepsis, peritonitis, luka bakar. Masukkan cairan berkurang atau terhenti : mual, muntah, ileus, koma, puasa pasca bedah, tidak mau atau tidak mampu minum cukup. Asupan cairan berlebihan : infus berlebihan, redistribusi cairan interstitial masuk ke intravaskuler. Produksi urin terhenti : gagal gin al akut, gagal antung lan ut. !leh karena itu, penting sekali bagi dokter, ika menghadapi pasien dengan tanda gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, untuk selalu mencari penyakit penyebab gangguan tersebut. Kemudian terapi hendaknya diker akan serentak, yaitu terapi suportif untuk mengurangi dera at gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit bersama terapi definitif atau kausal untuk menyembuhkan penyakit dasarnya. "ntuk itu, pemahaman yang mendasar tentang metabolisme garam, air dan elektrolit merupakan bagian penting pada pengelolaan pasien bedah. Penatalaksanaan cairan dan elektrolit adalah hal yang utama dalam pera#atan pasien bedah. Perubahan $ perubahan pada volume cairan dan komposisi elektrolit dapat ter adi secara preopertif, intraoperatif dan postoperatif sebagai respon terhadap trauma dan sepsis.

BAB II PEMBAHASAN TERAPI CAIRAN

A. Definisi %erapi cairan adalah suatu tindakan pemberian air dan elektrolit dengan atau tanpa &at gi&i kepada pasien'pasien yang mengalami dehidrasi dan tidak bisa dipenuhi oleh asupan oral biasa melalui minum atau makanan. Pada pasien'pasien yang mengalami syok karena perdarahan uga membutuhkan terapi cairan untuk menyelamatkan i#anya. "ntuk dehidrasi ringan, umumnya digunakan terapi cairan oral (le#at mulut). *edangkan pada dehidrasi sedang sampai berat, atau asupan oral tidak memungkinkan, misal ika ada muntah'muntah atau pasien tidak sadar, biasanya diberikan cairan melaui infus. B. Indikasi Terapi Cairan +. %idak dapat minum cukup untuk mengganti urine, keringat, dan nafas ,. Kehilangan cairan tubuh akut, misalnya karena diare berat -. Kehilangan banyak darah .. Anoreksia berat /. Mual dan muntah dalam angka #aktu yang pan ang 0. Pasien harus puasa lama, misalnya karena pembedahan saluran cerna 1. Kelainan saluran cerna, misalnya usus tidak berfungsi 2. "ntuk memasukkan obat'obatan, diantaranya: a) Pada keadaan emergency resusitasi antung paru memungkinkan pemberian obat secara langsung kedalam intravena. b) "ntuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat (furosemid, digo3in) c) "ntuk memasukkan dosis obat dalam umlah besar secara terus'menerus melalui infuse (lidokain, 3ilokain) d) "ntuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan dengan in eksi intramuskuler. e) "ntuk mencegah masalah yang mungkin timbul apabila beberapa obat di campur dalam satu botol.
2

f) "ntuk memasukkan obat yang tidak dapat diberikan secara oral (misal :pada pasien koma) atau intra muskuler (misal : pasien dengan gangguan koagulasi) C. Tujuan dan Jenis Cairan +. tu uan terapi cairan i. ii. iii. Memperbaiki gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit yang ter adi karena berbagai sebab. Memberikan air dan elektrolit. Mencegah ter adinya gangguan baru dari keseimbangan air dan elektrolit

,. 4enis 5airan 5airan intravena %erdapat - enis cairan intravena yang biasanya digunakan dalam terapi cairan. a. 5airan Kristaloid Merupakan cairan yang mengandung &at dengan berat molekul rendah ( 6 2777 8alton ) dengan atau tanpa glukosa. %ekanan onkotik yang rendah menyebabkan ia mudah dan cepat terdistribusi ke seluruh ruang ekstraseluler, sehingga volume yang diberikan harus lebih banyak (,,/'. kali) dari volume darah yang hilang. 5airan ini mempunyai masa paruh intravaskuler ,7'-7 menit. 9kspansi cairan dari ruangan intravaskuler ke interstisial berlansung selama -7' 07 menit sesudah infuse dan akan keluar dalam ,.'.2 am sebagai urine. *ecara umum kristaloid digunakan untuk meningkatkan volume ekstrasel dengan atau tanpa peningkatan volume intrasel. 5ontoh cairan yang tergolong cairan kristaloid adalah: :inger ;aktat< :inger< =a5l 7,>? (=*)< 8e3trose /? dan +7?, 8arro#< dan 8/?@=* dan 8/?@+/.=*. b. 5airan Koloid 5airan yang mengandungi &at dengan berat molekul tinggi ( A 2777 8alton), misalnya protein. 5airan ini mengandung molekul'molekul besar berfungsi seperti albumin dalam plasma yang akan tinggal dalam intravaskuler cukup lama. Baktu paruh koloid intravaskuler adalah -'0 am, sehingga volume yang diberikan adalah sama dengan volume darah yang hilang. 5ontoh cairan koloid antara lain albumin, blood product (:C5), plasma protein fraction (plasmanat) dan koloid sintetik (de3tran, hetastarch).
Tabel 1. Perbedaan Cairan Kristaloid dan Koloid 3

9fek volume intravaskuler 9fek volume interstitial 8!D sistemik *embab paru *embab perifer Koagulopati Aliran urine :eaksi'reaksi Farga D8! G delivery oxygen +.

Kris a!"id '

K"!"id ;ebih baik ( efisien, volume lebih

kecil, menetap lebih lama) ;ebih baik ' ' ;ebih tinggi Keduanya sama'sama potensial menyebabkan sembab paru. *ering 4arang ' 8e3tran A kan i hidroksi etil ;ebih besar GE: menurun %idak ada 4arang Murah Albumin mahal, lainnya sedang.

Pembagian cairan uga di bagi berdasarkan fungsinya. 5airan pemeliharaan (maintenance therapy) 8itu ukan untuk menggantikan air yang hilang le#at urine, tin a, paru dan kulit. 4umlah kehilangan air tubuh ini berbeda sesuai dengan umur, yaitu: 8e#asa Anak'anak Cayi =eonates : +./ $ , ml/kg/ am : , $ . ml/kg/ am : . $ 0 ml/kg/ am : -ml/kg/ am

Mengingatkan cairan yang keluar sedikit sekali mengandungi elektrolit, maka cairan pengganti terbaik adalah cairan hipotonik, seperti 8/?@+/.=*, atau 8/B. ,. 5airan pengganti (replacement therapy)

8itu ukan untuk mengganti kehilangan air tubuh akibat sekuestrasi atau proses patologi lain seperti fistula, efusi pleura, asites, drainase lambung. *ebagai cairan pengganti untuk tu uan ini digunakan cairan yang bersifat isotonik seperti, :;, =*, 8/:;, 8/?@=*.

D. #isi"!"$i Cairan Tu%u& +. Kompartemen cairan tubuh *eluruh cairan tubuh didistribusikan di antara dua kompartemen utama : cairan ekstraselular dan cairan intraselular. Kemudian cairan ekstraselular dibagi men adi cairan interstitial dan plasma darah. Ada uga kompartemen cairan yang kecil yang disebut sebagai cairan transelar. Kompartemen ini meliputi cairan dalam rongga sinovial,
4

peritoneum,

perikardial,

dan

intraokular

uga

cairan

serebrospinal<

biasanya

dipertimbangkan sebagai enis cairan ekstraselular khusus, #alaupun pada beberapa kasus, komposisinya dapat sangat berbeda dengan yang di plasma atau cairan interstitial. 5airan transelular seluruhnya ber umalah sekitar + $ , liter. Pada orang normal dengan berat 17 kg, total cairan tubuhnya kira $ kira 07? berat badan atau sekitar ., ;. Persentase ini dapat berubah bergantung pada umur, enis kelamin, dan dera at obesitas. *eiring dengan pertumbuhan seseorang, persentase total cairan terhadap berat badan berangsur $ angsur turun. Fal ini sebagian adalah akibat dari kenyataan bah#a penuaan biasanya berhubungan dengan peningkatan persentase berat badan yaitu lemak, yang kemudian menurunkan persentase cairan dalam tubuh. Karena #anita mempunyai lebih sedikit cairan daripada pria dalam perbandingan dengan berat badan. a) Kompartemen cairan intraselular *ekitar ,2 dari ., liter cairan tubuh merupakan cairan interselular. 5airan intraseluler dipisahkan dari cairan ekstraselular oleh membran selektif yang sangat permeabel terhadap air, tetapi tidak permeabel terhadap sebagian elektrolit dalam tubuh. Membran sel mempertahankan komposisi cairan di dalam agar serupa seperti yang terdapat di berbagai sel tubuh lainnya. Cerbeda dengan cairan ekstraselular, maka cairan intraselular hanya mengandung se umlah kecil ion natrium dan klorida dan hampir tidak ada ion kalsium. Malah , cairan ini mengandung se umlah besar ion kalium dan fosfat ditambah ion magnesium dan sulfat dalam umlah sedang. *emua ion ini memiliki konsentrasi yang rendah pada cairan ekstraselular. 4uga sel mengandung se umlah besar protein, hampir empat kali lipat lebih banyak daripada dalam plasma. b) Kompartemen cairan ekstraselular *eluruh cairan di luar sel disebut cairan ekstraselular. 5airan ini merupakan ,7 persen dari berat badan. 8ua kompartemen terbesar cairan ekstraseluler adalah cairan interstitial yang merupakan tiga perempat cairan ekstraselular, dan plasma yang hampir seperempat cairan ekstraselular. Plasma adalah bagian darah nonselular dan terus $ menerus berhubungan dengan cairan interstitial melalui celah membran kapiler. 5elah ini bersifat sangat permeabel untuk hampir semua &at terlarut dalam cairan ekstraselular, kecuali protein. Karenanya cairan ekstraselular secara konstan terus tercampur sehingga plasma dan cairan interstitial mempunyai komposisi yang sama kecuali untuk protein, yang konsentrasinya lebih tinggi pada plasma. Konstituen ekstraselular terdiri dari natrium dan klorida dalam umlah besar, ion bikarbonat yang
5

uga dalam umlah cukup besar, tapi hanya sedikit ion kalium, magnesium, fosfat, dan asam organik. Komposisi cairan ekstraselular diatur dengan cermat oleh berbagai mekanisme, tapi khususnya oleh gin al. Fal ini memungkinkan sel untuk tetap terus terendam dalam cairan yang mengandung konsentrasi elektrolit dan nutrien yang sesuai untuk fungsi sel yang optimal. c) Asupan cairan 5airan ditambahkan ke dalam tubuh dari dua sumber utama : (+) berasal dari larutan atau cairan makanan yang dimakan, yang normalnya menambah cairan tubuh sekitar ,+77 ml/hari, dan (,) berasal dari sintesis dalam badan sebagai hasil oksidasi karbohidrat, menambah sekitar ,77 ml/hari. Kedua hal ini memberikan asupan cairan harian total sekitar ,-77 ml/hari. Asupan cairan sangat bervariasi bergantung pada cuaca, kebiasaan, dan tingkat aktivitas fisik. d) Keluaran cairan Hnsensibe fluid loss Iariasi asupan cairan harus hati $ hati disesuaikan dengan pengeluaran cairan harian. Ceberapa pengeluaran cairan tidak dapat diatur dengan tepat. *ebagai contoh, ada pengeluaran cairan yang berlangsung terus menerus melalui evaporasi sekitar 177 ml/hari pada keadaan normal. Hnilah yang disebut insensible #ater loss. *ensible fluid loss Kehilangan cairan ini dapat melalui tiga alur yaitu keringat, feses, dan urine. 4umlah cairan yang hilang melalui keringat sangat bervariasi bergantung pada aktivitas fisik dan suhu lingkungan. Iolume keringat normal hanya sekitar +77 ml/hari, tapi pada keadaan cuaca panas ataupun latihan berat, kehilangan cairan kadang $ kadang meningkat sampai + $ , liter/ am. Kehilangan cairan le#at feses bisa mencapai +77 ml/hari yang bisa bertambah pada penderita diare. "ntuk kehilangan cairan le#at urine, volumenya tidak dapat ditentukan dengan pasti bergantung pada keadaan cairan dan elektrolit tubuh. ,. Keseimbangan 5airan %ubuh 5airan ekstraselular merupakan perantara antara sel dan lingkungan luar. *emua pertukaran air dan konstituen lainnya antara H5E dan lingkungan luar harus ter adi mele#ati 95E. Plasma hanyalah satu $ satunya cairan yang bisa diatur secara langsung baik volume maupun komposisinya. 5airan ini berada dalam sirkulasi. Perubahan komposisi dan volume plasma uga akan mempengaruhi cairan interstitial. !leh karena itu, semua kontrol terhadap plasma akan mengatur keseluruhan 95E uga.
6

8ua faktor yang diatur untuk mempertahankan keseimbangan cairan tubuh adalah volume dan osmolaritasnya. Balaupun, regulasi keduanya saling berhubungan (kadar =a5l dan F,!), alasan mengapa keduanya dikontrol sangatlah berbeda : H. Iolume 95E sangat diatur untuk mempertahankan tekanan darah. Mempertahankan keseimbangan garam adalah bagian terpenting untuk pengaturan volume 95E angka pan ang. HH. !smolaritas 95E sangat diatur untuk mencegah pembengkakan dan pengerutan sel. Mempertahankan keseimbangan air adalah bagian terpenting untuk mengatur osmolaritas 95E.

E. Pr"ses Per$erakan Cairan Tu%u& Perpindahan air dan &at terlarut di antara bagian'bagian tubuh melibatkan mekanisme transpor pasif dan aktif. Mekanisme transpor pasif tidak membutuhkan energi sedangkan mekanisme transpor aktif membutuhkan energi. 8ifusi dan osmosis adalah mekanisme transpor pasif. *edangkan mekanisme transpor aktif berhubungan dengan pompa =a'K yang memerlukan A%P. Proses pergerakan cairan tubuh antar kompertemen dapat berlangsung secara: a. !smosis !smosis adalah bergeraknya molekul (&at terlarut) melalui membrane semipermeabel (permeabel selektif) dari larutan berkadar lebih rendah menu u larutan berkadar lebih tinggi hingga kadarnya sama. Pada proses osmosis dapat ter adi perpindahan dari larutan dengan kepekatan rendah ke larutan yang kepekatannya lebih tinggi melalui membran semipermeabel, sehingga larutan yang berkonsentrasi rendah volumenya akan berkurang, sedang larutan yang berkonsentrasi lebih tinggi akan bertambah volumenya. *eluruh membran sel dan kapiler permeable terhadap air, sehingga tekanan osmotik cairan tubuh seluruh kompartemen sama. Membran semipermeabel ialah membran yang dapat dilalui air (pelarut), namun tidak dapat dilalui &at terlarut misalnya protein. %ekanan osmotik plasma darah ialah ,2/@ / m!sm/;. ;arutan dengan tekanan osmotik (kepekatan) kira'kira sama dengan larutan yang dicampur disebut isotonik (=a5H 7,>?, 8ekstrosa /?, :inger laktat). ;arutan dengan tekanan osmotik lebih rendah dibanding larutan intrasel disebut hipotonik (akuades), sedangkan lebih tinggi dibanding larutan intrasel disebut hipertonik

!smolaritas adalah cara untuk mengukur kepekatan larutan dengan menggunakan satuan mol. =atrium dalam =a5l berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Apabila terdapat tiga enis larutan garam dengan kepekatan yang berbeda dan di daiamnya dimasukkan sel darah merah, maka larutan yang mempunyai kepekatan sama yang akan seimbang dan berdifusi. *olut adalah &at pelarut, sedang solven adalah larutannya. Air merupakan solven, sedang garam adalah solut. Proses osmosis penting dalam mengatur keseimbangan cairan ekstra dan intra sel. b. 8ifusi 8ifusi merupakan bercampurnya molekul'molekul dalam cairan, gas, atau &at padat secara bebas dan acak. Proses difusi dapat ter adi bila dua &at bercampur dalam sel membran melalui pori'pori. 8alam tubuh, proses difusi air, elektrolit, dan &at'&at lain ter adi melalui membran kapiler yang permeabel. Kecepatan proses difusi bervariasi, bergantung pada faktor ukuran molekul, konsentrasi cairan, dan temperatur cairan. Jat dengan molekul yang besar akan bergerak lambat dibanding molekul kecil. Molekul akan lebih mudah berpindah dari larutan dengan konsentrasi tinggi ke larutan dengan konsentrasi rendah. ;arutan dengan konsentrasi yang tinggi akan mempercepat pergerakan molekul, sehingga proses difusi ber alan lebih cepat. %ekanan hidrostatik pembuluh darah uga mendorong air masuk berdifusi mele#ati pori'pori tersebut. 4adi difusi tergantung kepada perbedaan konsentrasi dan tekanan hidrostatik. Eaktor'faktor yang meningkatkan difusi Peningkatan suhu Peningkatan konsentrasi partikel Penurunan ukuran atau berat molekul dari partikel Peningkatan area permukaan yang tersedia untuk difusi Penurunan arak lintas dimana massa partikel harus berdifusi c. %ranspor Aktif %ransfor aktif / pompa natrium kalium merupakan suatu proses transpor yang memompa ion natrium keluar melalui membran sel dan pada saat bersamaan memompa ion kalium dari luar ke dalam menggunakan mekanisme transpor aktif. %ranspor aktif merupakan gerak &at yang akan berdifusi dan berosmosis. Proses %u uan dari pompa natrium kalium adalah untuk mencegah keadaan hiperosmolar di dalam sel dan penting untuk mempertahankan natrium dalam cairan intra dan ekstrasel.
8

Proses pengaturan cairan dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu : a. %ekanan cairan. Proses difusi dan osmosis melibatkan adanya tekanan cairan. Proses osmotik uga menggunakan tekanan osmotik, yang merupakan kemampuan partikel pelarut untuk menarik larutan melalui membran. Cila dua larutan dengan perbedaan konsentrasi dan larutan yang mempunyai konsentrasi lebih pekat molekulnya tidak dapat bergabung, maka larutan tersebut disebut koloid. *edangkan, larutan yang mempunyai kepekatan yang sama dan dapat bergabung disebut sebagai kristaloid. *ebagai contoh, larutan kristaloid adalah larutan garam, tetapi dapat men adi koloid apabila protein bercampur dengan plasma. *ecara normal, perpindahan cairan menembus membran sel permeabel tidak ter adi. Prinsip tekanan osmotik ini sangat penting dalam proses pemberian cairan intravena. Ciasanya, larutan yang sering digunakan dalam pemberian infus intravena bersifat isotonik karena mempunyai konsentrasi yang sama dengan plasma darah. Fal ini penting untuk mencegah perpindahan cairan dan elektrolit ke dalam intrasel. ;arutan intravena bersifat hipotonik, yaitu larutan yang konsentrasinya kurang pekat dibanding konsentrasi plasma darah. %ekanan osmotik plasma akan lebih besar dibandingkan tekanan osmotik cairan interstisial karena konsentrasi protein dalam plasma dan molekul protein lebih besar dibanding cairan interstisial, sehingga membentuk larutan koloid dan sulit menembus membran semipermiabel. %ekanan hidrostatik adalah kemampuan tiap molekul larutan yang bergerak dalam ruang tertutup. Fal ini penting guna mengatur keseimbangan cairan ekstra dan intrasel. b. Membran *emipermiabel Membran semipermeabel merupakan penyaring agar cairan yang bermolekul besar tidak tergabung. Membran semipermeabel terdapat pada dinding kapiler pembuluh darah, yang terdapat di seluruh tubuh sehingga molekul atau &at tidak berpindah ke aringan. Membran semipermeabel tubuh meliputi : Membran sel : memisahkan 5H* dan 5H%, terdiri atas lipid dan protein Membran kapiler : memisahkan 5HI dari 5H% Membran epitelial : memisahkan 5H% dan 5HI dari 5%*. 5ontoh : epitelium mukosa dari lambung dan usus, membran sinovial dan tubulus gin al.
9

#. Peru%a&an Cairan Tu%u& Perubahan cairan tubuh seseorang dipengaruhi oleh asupan dan keluaran cairan tubuh harian a. Asupan cairan harian 5airan ditambahkan ke dalam tubuh dari dua sumber utama, yaitu (+) Cerasal dari air atau cairan dalam makanan, yang normalnya menambah cairan tubuh sekitar ,+77 ml/hari dan (,) berasal dari sintesis di tubuh sebagai hasil oksidasi karbohidrat, yang menambah sekitar ,77 ml/hari. Kedua hal ini memberikan asupan cairan harian total kira'kira ,-77 ml/hari. Akan tetapi, asupan air sangat bervariasi pada masing ' masing orang dan bahkan pada orang yang sama pada hari yang berbeda, bergantung pada cuaca, kebiasaan dan tingkat aktivitas fisik. b. Kehilangan cairan tubuh harian Kehilangan air yang tidak dirasakan (Insensible water loss) Ceberapa pengeluaran cairan tidak dapat diatur secara tepat. 5ontohnya, ada kehilangan air yang berlangsing terus menerus melalui evaporasi dari traktus respiratorius dan difusi melalui kulit, yang keduanya mengeluarkan air sekitar 177 ml/hari pada keadaan normal. Fal inilah yang disebut insensible water loss karena kita tidak menyadarinya, #alaupun ter adi terus menerus pada semua makhluk hidup. insensible water lossyang ter adi melalui kulit tidak bergantung pada keringat, dan bahkan tetap ter adi pada orang yang lahir tanpa kelen ar keringat. 4umlah rata'rata kehilangan air dengan cara difusi melalui kulit kira'kira -77 sampai .77 ml/hari. Kehilangan ini diminimalkan oleh lapisan korneum kulit yang mengandung kolesterol, yang memberikan perlindungan terhadap kehilangan yang berlebihan melalui difusi. Cila lapisan korneum ini hilang, seperti yang ter adi pada luka bakar yang luas, kecepatan evaporasi dapat meningkat sampai +7 kali lipat, mencapai - sampai / liter/hari. !leh sebab itu, korban luka bakar harus diberi cairan dalam umlah besar, biasanya secara intravena untuk mengimbangi kehilangan cairan. insensible water lossmelalui traktus respiratorius rata'rata berkisar antara -77 sampai .77 ml/hari. *e#aktu udara memasuki traktus respiratorius, udara akan di enuhkan dengan pengembunan dan mencapai tekanan uap kira'kira .1 mmFg sebelum dikeluarkan. Karena tekanan uap dari udara inspirasi biasanya kurang dari .1 mmFg, cairan terus menerus hilang melalui
10

paru'paru dengan respirasi. Pada cuaca yang dingin, tekanan uap atmosfir turun mendekati 7, menyebabkan kehilangan air yang bahkan lebih besar dari paru'paru bersamaan dengan turunnya suhu tubuh. Fal tersebut men elaskan perasaan kering pada saluran napas saat cuaca dingin. c. Kehilangan air le#at keringat 4umlah air yang hilang melalui keringat sangat bervariasi, bergantung pada kativitas fisik dan suhu lingkungan. Iolume keringat normal kira'kira +77 ml/hari, tapi pada cuaca yang sangat panas atau selam aktivitas berat, kehilangan cairan melalui keringat kadang'kadang meningkat sampai +', liter/ am. Fal tersebut akan dengan cepat mengurangi volume cairan tubuh ika asupan tidak ditingkatkan dengan mengaktivasi mekanisme haus. d. Kehilangan air le#at feses *ecara normal hanya se umlah kecil cairan yang dikeluarkan melalui feses sebanyak +77 ml/hari. 4umlah ini dapat meningkat sampai beberapa liter sehari pada pasien diare berat. !leh karena itu, diare berat dapat membahayakan i#a ika tidak ditangani dalam beberapa hari. e. Kehilangan air melalui gin al Kehilangan air lainnya dari tubuh adalah le#at urin yang dieksresikan oleh gin al. Ada berbagai mekanisme yang mengatur kecepatan eksresi urin. Cahkan, cara terpenting yang dilakukan oleh tubuh dalam mempertahankan keseimbangan asupan dan keluarancairan serta keseimbangan antara asupan dan keluaran sebagian besar elektrolit di tubuh adalah dengan mengatur kecepatan eksresi &at'&at tersebut dari gin al. Misalnya, volume urin dapat berkurang sampai 7,/ liter/hari pada orang yang mengalami dehidrasi atau bisa sebanyak ,7 liter/hari pada orang yang meminum se umlah besar air. Iariasi asupan ini uga tre adi pada kebanyakan elektrolit tubuh, seperti natrium, klorida dan kalium, pada beberapa orang, asupan natrium dapat serendah ,7 m9K/hari, sedangkan pada orang lain, dapat mencapai -77 sampai /77 m9K/hari. Gin al bertugas untuk menyesuaikan kecepatan eksresi air dan elektrolit dengan asupan &at'&at tersebut dan mengkompensasi kehilangan air dan elektrolit yang berlebihan yang ter adi pada penyakit'penyakit tertentu. '. De&idrasi
11

8ehidrasi adalah kekurangan air dalam tubuh yang dapat dikategorikan men adi ringan (kurang dari /persen),sedang(/'+7persen), dan berat (lebih dari +7persen). Kebutuhan harian air sebanyak /7 mlLkgCC,natrium , m9KLkgCC,kalium + m9KLkgCC. *ifat dehidrasi dapat berupa isotonik (kadar =a dan osmolaritas serum normal), hipotonik atau hiponatremik(kadar =a 6+-7 mmolL;) atau osmolaritas serum 6,1/ m!smL;) dan hipertonik atau hipernatremik (kadar =aA+/7 mmolL; atau osmolaritas serum A,>/ m!smL;) Kebutuhan cairan basal (rutin,rumatan) adalah : ' .ml pr KgCC pr am untuk berat badan +7 Kg pertama ' , ml pr KgCC pr am tambahkan untuk berat badan +7 kg kedua ' + ml pr KgCC pr am tambahkan untuk sisa berat badan Klinis 8ehidrasi (/persen) Keadaan "mum Caik, komposmentis :ingan 8ehidrasi (/'+7 persen) Gelisah,re#el,lesu 5ekung Kering Kering *edang 8ehidrasi (A+7 persen) ;etargi, tidak sadar *angat cekung Kering sekali *angat pecah'pecah Minum normal Caik =ormal =ormal =ormal Faus 4elek 5epat %urun Kurang, oliguri %idak bisa minum *angat elek 5epat sekali %urun sekali Kurang sekali kering, Cerat

Mata cekung, kering =ormal Air mata Mulut kering Faus %urgor =adi %ekanan darah Air kemih atau Ada lidah ;embab

%abel pedoman BF! untuk menilai dehidrasi .

12

13