Anda di halaman 1dari 25

BAB I MARIFATURRASUL A. Definisi Rasul Secara bahasa Rasul berarti utusan.

Dalam istilah syari, Rasul adalah lelaki pilihan yang diutus Allah dengan membawa risalah kepada umat manusia. Rasul hanya merupakan utusan Tuhan seperti manusia biasa, yang tidak akan mungkin menjadi Tuhan.

Artinya Katakanlah, Sesungguhnya aku ini adalah manusia seperti kamu, yang mendapat wahyu bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (QS. AlKahfi:110). B. Fungsi Rasul Berikut adalah fungsi fungsi Rasul ; a. b. Membawa Risalah dari Allah. Teladan dalam Menerapkan Risalah.

C. Sifat Sifat Rasul Sifat sifat Rasul Allah adalah ; a. Manusia biasa. b. Terpelihara dari kesalahan dan dosa

c. d. e.

Jujur Cerdas Amanah

f. g.

Tabligh Komitmen

D. Tugas Rasul Selain itu, Rasul juga mengemban tugas yaitu ; a. b. Mengemban risalah dakwah Menegakkan sistem (agama) Allah

E. Kewajiban Kita Terhadap Rasul Tindakan konkret syahadat kita bahwa kita mengaku Muhammad adalah utusan Allah yaitu kita mempunyai kewajiban terhadap Rasul Allah, antaranya : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. Membenarkan apa yang disampaikannya Menaati apa yang diperintahkannya Menjauhi apa yang dilarangnya Tidak beribadah kecuali dengan apa yang disyariatkannya Mengimaninya Mencintainya Mengagungkannya Membelanya Mencintai mereka yang mencintainya Menghidupkan Sunnahnya Memperbanyak shalawat kepadanya Mengikuti manhajnya

m. Mewarisi risalahnya

BAB II THAHARAH A. Macam Macam Air a. Air Mutlak Merupakan air yang jika dipakai kemudian dipakai kembali oleh orang lain menyucikan orang tersebut. Yang termasuk air ini ; a) Air Hujan b) Air Laut c) Air telaga d) Air yang berubah disebabkan lama tergenang atau tidak mengalir b. Air Mustamal (air terpakai) Yaitu air yang telah terpisah dari anggota anggota orang yang wudhu dan mandi. c. Air yang Bercampur dangan Barang yang Suci Misalnya bercampur dengan sabun, kiambang, tepung dll.

Hukumnya mensucikan dirinya tetapi tidak mensucikan orang lain. d. Air yang Bernajis Terdapat dua keadaan : a) Bila najis itu merubah salah satu di antara rasa, warna atau baunya. Air itu tidak dapat dipakai untuk bersuci.

b) Bila air tersebut tidak berubah rasa, warna atau baunya. Hukumnya suci atau mensucikan baik dalam keadaan banyak atau sedikit. e. Air Sisa Manusia Ialah apa yang masih terdapat pada bejana setelah diminum atau terdapat bermacam macam : a) Sisa manusia atau anak cucu adam Ia adalah suci, baik muslim atau kafir, junub atau haid. b) Sisa binatang yang dimakan dagingnya Ia adalah suci karena air liurnya terbit dari daging yang suci hingga hukumnya tiada beda. c) Sisa bagal, keledai, binatang serta burung buas Ia juga suci berdasarkan hadits Jabir r.a d) Sisa kucing Ia adalah suci berdasarkan hadits Kabsyah binti kaab. e) Sisa anjing dan babi Ia adalah najis yang haru dijauhi B. Macam Macam Najis Najis ialah kotoran yang bagi setiap Muslim wajib mensucikan diri daripadanya dan mensucikan apa yang dikenalnya. Berikut adalah macam macam najis : a. Bangkai. Pengecualian bangkai yang tidak merupakan najis :

a) Bangkai ikan dan belalang b) Bangkai binatang yang tidak mempunyai darah mengalir seperti semut, lebah dan lainnya. c) Tulang dari bangkai, tanduk, bulu, rambut, kuku, dan kulit serta apa yang sejenis dengan itu. b. c. d. e. f. g. Darah. Daging babi Muntah manusia Kencing manusia Kotoran manusia Wadi Yakni air putih kental yang mengiringi kencing. h. Madzi Yaitu air putih bergetah yang keluar sewaktu mengingat senggama atau ketika sedang bercanda. i. j. k. l. Mani Kencing dan tahi binatang yang tidak dimakan dagingnya Binatang jallalah Khamr

m. Anjing C. Sunah Sunah Wudhu 1. 2. Memulai dengan basmalah Menggosok gigi atau siwak

3. 4. 5.

Mencuci kedua telapak tangan sewaktu hendak memulai wudhu Berkumur kumur tiga kali Memasukkan air ke hidung kemudian mengeluarkannya sebanyak tigakali

6. 7. 8. 9.

Menyilang nyilang jenggot Menyilang-nyilangi anak anak jari Membasuh tangan tiga kali Tayamun, membasuh dari yang kanan terlebih dahulu.

10. Menggosok 11. Muwalat 12. Menyapu kedua telinga 13. Memanjangkan cahaya 14. Sederhana, tidak boros menggunakan air 15. Berdoa sementara berwudhu D. Yang Membatalkan Wudhu Hal hal yang membatalkan wudhu : a) Kencing b) Buang air besar c) Angin dubur, yakni kentut d) Mani e) Madzi f) Wadi

g) Tidur nyenyak h) Hilang akal i) Menyentuh kemaluan tanpa ada batas

E. Tayamum Tayamum diperbolehkan ketika sedang sakit dan ditakutkan sakitnya menjadi parah ketika bersentuhan dengan air, dalam perjalanan, tidak menemukan air atau ada air tapi jumlahnya tidak mencukupi. Rukun Tayamum : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Niat Dengan tanah suci Sekali sentuh Menempelkan kedua tangan ke debu untuk mengambil dan meniupnya Mengusap wajah dan kedua telapak tangan Menyapu muka dengan batas sama seperti wudhu Meletakkan kedua tangan ke debu dan meniupnya Menyapu kedua tangan dengan batas sama ketika wudhu (kanan terlebih dahulu) F. Yang Membatalkan Tayamum a) Sama dengan semua hal yang membatalkan wudhu b) Adanya air bagi orang yang tadinya tidak menemukan air sebelum mengerjakan shalat. G. Mandi Janabat Mandi janabat adalah thaharah yang dilaksanakan karena hadast besar seperti haid, nifas atau keluarnya mani. H. Hal yang Membuat Mandi Janabat Wajib a) Jinabat yang mencakup hubungan suami-istri

b) Terhentinya darah haid dan nifas c) Kematian d) Keluar mani dengan segala sebab I. Tata Cara Mandi Janabat 1. 2. 3. Niat Membersihkan telapak tangan 3 kali Membersihkan apa yang ada di kedua lubangnya dan kotoran di sekitarnya 4. 5. 6. Berwudhu kecil kecuali kedua kaki Mencelupkan kedua tangan ke air Menyiramkan air yang diperoleh kedua tangan ke kepala dan meratakan ke kepala sampai kulit kulit kepala 7. 8. Membasuh kepala sekaligus kedua telinga 3 kali dengan siraman air Menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan, dimulai dari bagian atas sampai bawah. 9. Menyiram air ke bagian tubuh sebelah kiri, dimulai dari bagian atas sampai bawah. 10. Memperhatikan tempat tempat yang tersembunyi

BAB III SHALAT A. Yang Diwajibkan Shalat Mereka yang diwajibkan shalat ialah : a) Islam b) Suci dari haid dan nifas c) Balig d) Berakal B. Syarat Shalat a. b. c. d. e. f. Suci dari hadast besar maupun kecil Suci badan, pakaian dan tempat dari najis Menutup aurat Mengetahui masuknya waktu shalat Menghadap kiblat Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunat f) e) Telah sampai dakwah Islam kepadanya Melihat dan mendengar

g) Jaga (sadar)

C. Rukun Shalat a. b. c. d. e. f. g. Niat Berdiri bagi yang mampu Takbiratul ihram Membaca surah Al-Fatihah Ruku dengan tumaninah Itidal dengan tumaninah Sujud dua kali dengan tumaninah
10

h. i. j. k. l.

Duduk diantara dua sujud dengan tumaninah Duduk tasyahud akhir dengan tumaninah Membaca tasyahud akhir Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW Mengucapkan salam pertama

m. Tertib D. Sunat Shalat 1. Sunat abad a. b. c. Membaca tasyahud awal Membaca shalawat pada tasyahud awal Membaca shalawat ata keluarga Rasulullah SAW pada tasyahud akhir d. Membca qunut pada saat shalat subuh dan shalat witir sejak pertengahan hingga akhir bulan Ramadhan 2. Sunat haiah a. Mengangkat kedua belah tangan pada saat takbiratul ihram, ruku dan tatkala berdiri dari ruku dan saat berdiri dari tasyahud awal b. c. d. e. f. Meletakkan telapak tangan kenan di atas punggung tangan kiri Melihat ke arah tempat sujud sepanjang shalat Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram Membaca taawudz Mengucapkan amin setelah membaca Al-Fatihah

11

g.

Membaca surat atau ayat Al-Quran setelah membaca Al-Fatihah pada dua rakaat permulaan

h. i.

Sunat bagi makmum mendengarkan bacaan imamnya Mengeraskan bacaan Al-fatihah pada shalat subuh, dua rakaat pertama pada shalat meghrib dan isya serta shalat jumat, hari raya, tarawih dan witir pada bulan Ramadhan

j.

Membaca takbir saat hendak turun dan bangkit, kecuali bangkit dari ruku

k. l.

Ketika bangkit dari ruku membaca Samiallahulimanhamidahu Membaca Rabbana lakal hamdu saat itidal

m. Meletakkan dua telapak tangan di atas lutut ketika ruku n. Membaca Subhaana rabbiyal adziimii wabihamdihi sebanyak tiga kali pada saat ruku o. Membaca Subhaana rabbiyal ala wabihamdihi sebanyak tiga kali pada saat sujud p. q. Membaca doa ketika duduk di antara dua sujud Duduk iftirasy (bersimpuh) pada semua duduk shalat, kecuali pada tahhiyat akhir r. s. t. u. Duduk tawwaruk pada tahhiyat terakhir Duduk istirahat sebentar sesudah sujud sebelum berdiri Bertumpu pada tanah (lantai) saat hendak berdiri dan duduk Membaca salam kedua

12

v.

Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri masing masing waktu membaca slam pertama dan salam kedua

E. Yang Membatalkan Shalat 1. 2. 3. Berhadas Terkena najis, kecuali yang dimaafkan seperti darah yang tidak mengalir Dengan sengaja megucapkan kata-kata yang dapat dimengerti meskipun hannya satu huruf 4. 5. 6. 7. 8. 9. Terbukanya aurat Ada niat untuk membatalkan shalat Makan atau minum walaupun hanya sedikit Menggerakkan anggota badan tiga kali berturut turut Tertawa sampai mengeluarkan suara Tidak menghadap kiblat

10. Menambah rukun sendiri 11. Murtad 12. Lebih dahulu atau terlambat dari imam dua rukun atau lebih 13. Mendahului imam dalam melakukan takbiratul ihram F. Hal yang Makruh dalam Shalat 1. Meletakkan telapak tangannya di dalam lengan baju saat takbiratul ihram, ruku dan sujud 2. 3. 4. Menutup muka rapat rapat Berkacak pinggang Memalingkan wajah ke kiri dan kanan

13

5. 6. 7. 8. 9.

Memejamkan mata Menengadah ke langit Menahan buang air besar dan kecil Menahan kantuk Menguap

10. Melihat kepada yang membimbangkan 11. Meludah 12. Mengerjakan shalat di atas kuburan 13. Melakukan hal-hal yang mengurangi kekusyukan shalat

14

BAB IV AL-QURAN A. Pengertian Al-Quran Secara bahasa Al-Quran berasal dari kata Qaraa, artinya bacaan. Secara syariat, Kitabullah didefinisikan sebagai Kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kapada Nabi Muhammad SAW diriwaytkan secara mutawir serta membacanya adalah ibadah. B. Fungsi Al-Quran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pemimpin (Imam) Cahaya (Nur) Petunjuk (Al-Huda) Kasih sayang Allah (Rahmah) Pengingat (Adz-Dzikr) Penerangan (Hidayat) Argumentasi (Hujjah) atau Bukti (Burhan)

C. Keistimewaan Al-Quran Kitab suci Al-Quran memiliki keistimewaan keistimewaan yang dapat dibedakan dari kitab kitab suci yang diturunkan sebelumnya, di antaranya yaitu : 1. Al-Quran memuat ringaksan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang pernah dimuat kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil, dan lainlain

15

2.

Ajaran-ajaran yang termuat dalam Al-Quran adalah kalam Allah yang terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia.

3.

Kitab suci Al-Quran yang dikehendaki oleh Allah Taala akan kekekalannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa ilmu pengetahuan akan mencapai suatu titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat Al-Quran

4.

Allah SWT berkehendak supaya kalimat-Nya disiarkan dan disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan.

D. Adab Membaca Al-Quran 1. Berwudhu terlebih dahulu sebelum membaca Al-Quran, mengambil dengan tangan kanan dan memegangnya dengan kedua belah tangan. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Disunatkan membaca Al-Quran di tempat yang bersih Disunatkan membaca Al-Quran menghadap kiblat Ketika membaca Al-Quran mulut hendaknya bersih Disunatkan membaca taawudz sebelum membaca Al-Quran Disunatkan membaca Al-Quran dengan tartil Bagi orang yang sudah mengerti arti dan maksud dari ayat-ayat AlQuran, disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat-ayat yang dibacanya dan maksudnya 8. Disunatkan membaca Al-Quran dengan suara yang bagus lagi merdu

16

9.

Ketika membaca Al-Quran janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain.

E. Bahaya Melupakan Al-Quran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Sesat yang nyata Sempit dada Kehidupan yang serba sulit Mata hati yang buta Hati yang menjadi keras Zalim dan hina Bersahabat dengan setan Fasiq Nifaq

17

BAB V MARIFATUL INSAN A. Kedudukan Manusia (Kemuliaan yang Allah Berikan) 1. 2. Makhluk yang paling indah bentuk dan kejadiaannya Makhluk yang diberi kekuasaan menundukkan alam Allah memberikan kedudukan yang tinggi kepada manusia, sehingga ia bisa memanfaatkan alam semesta untuk keperluan hidupnya.

Artinya : ....Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu sebagai pemakmurnya...(Q.S. Hud:61) 3. Makhluk yang dijadikan khalifah di muka bumi a. Sebagai pemimpin yang mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan undang undang Allah SWT b. c. Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan Memakmurkan bumi dan mengolah potensi yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan umat manusia sesuai dengan peraturan Allah SWT B. Sifat/Fitrah Manusia a. Sifat Buruk 1. 2. 3. Bersifat tergesa gesa Suka membantah Keluh kesah dan kikir

18

4. 5. 6. b.

Ingkar Zhalim dan bodoh Berlebih lebihan dan melampaui batas

Sifat Baik Sifat baik manusi lahir karena dipilihnya jalan ketaqwaan yaitu kalan kebenaran. Barang siapa yang mengikutinya, ia akan memilih sifat syukur, sabar, penyantun, bijaksana, suka bertaubat, lemah lembut, jujur dan dapat dipercaya. Jalan yang ditempuh untuk mendapatkan ketaqwaaan ialah dengan melakukan pembersihan diri (tazkiatun-Nafs).

C. Potensi Manusia 1. Hati Hati dan semua kepada yang manusia akhirat kerjakan nanti. akan Bahkan

dipertanggungjawabkan

Allah di

pendengaran dan penglihatan pun akan dimintai penjelasannya. 2. Akal Kemampuan akal manusia memperoleh ilmu dan pengetahuan tidaklah diragukan, dan kemampuan ini tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. 3. Jasmani Jasad dan kekuatan fisikal diberikan Allah kepada manusia untuk melengkapi kesempurnaan Islam. Jasad yang kuat lebih dicintai Allah dibandingkan yang lemah.

19

D. Tugas Manusia Tugas yang diemban manusia di muka bumi pada dasarnya ada dua, yaitu : a. Tugas Ibadah Manusia diciptakan agar beribadah kepada Allah semata. Ibadah adalah segala amal manusia yang diridhai Allah dan diniatkan untuk Allah. Hasil Ibadah : a) Iman b) Islam c) Ihsan d) Tawakal Hasil Taqwa : a) Kemudahan ampunan b) Berkah b. Tugas Khalifah Tugas khalifah ini berhubungan dengan tugas yang pertama, yakni ibadah. Kekhalifah dimaksudkan untuk tegaknya Ubudiyah secara total. Oleh karenanya, tugas mengemban syariat Islam di muka bumi serta pemakmurannya senantiasa terkait dengan pengabdian kepada Allah secara mutlak. dan c) Jalan keluar d) Rizki e) Cinta f) Tercapainya Taqwa nilai

20

E. Musuh Manusia 1. 2. 3. 4. Syaitan/Iblis Hawa nafsu Orang-orang kafir Orang munafiq

21

BAB VI GHAZWUL FIKRI A. Pengertian Ghazwul Fikri Pengertian Ghazwul fikri terbagi menjadi dua, yakni : a. Secara bahasa : Ghazwah artinya serbuan, perang, atau invansi; Fikr adalah pemikiran. b. Secara istilah Artinya adalah serangan pemikiran, budaya, mental dan konsep yang dilakukan secara terus menerus dengan sistematik, teraturr, serta terancang dengan baik. B. Tujuan Ghazwul Fikri Tujuan utama adalah terbentuknya loyalitas yang kuat dari ummat muslim terhadap orang orang kafir. Tujuan lainnya yaitu merusak akhlaq, meracuni pemikiran, merusak kepribadian, dan menumbangkan aqidah. C. Metode Ghazwul Fikri 1. Membatasi agar Islam tidak berkembang luas a. b. c. d. 2. Pendangkalan / Peragu-raguan (Tasykik) Pelecehan / Pencemaran (Tasywih) Penyesatan (Tadhlil) Pembaratan / Westernisasi / Kafirinisasi (Taghrib)

Penyerangan Islam dari dalam a. b. Penanaman sekularisme dalam tubuh umat Pengrusakan akhlak pemuda Islam
22

c. d.

Menanamkan faham Nasionalisme sempit Penyusupan paham-paham sekte animisme dan dinamisme

D. Sarana Ghazwul Fikri 1. 2. 3. 4. Media massa Lembaga pendidikan Hiburan-hiburan Klub-klub/perkumpulan 6. 5. Bentuk-bentuk yang melalaikan LSM/yayasan-yayasan olahraga

E. Hasil yang Diharapkan Orang Kafir 1. 2. Umat Islam terjauhkan dari Al-Quran dan Sunnah Umat Islam minder dan kurang percaya diri dalam menunjukkan jalan hidupnya 3. 4. Umat Islam menjadi pengikut apa-apa yang dibawa oleh Barat Umat Islam menjadi umat yang terpecah belah dan bersifat

individualistik

23

BAB VII URGENSI TARBIYAH A. Pengertian Definisi tarbiyah mencakup dua makna, yakni : a. Sebuah tarbiyah/pendidikan yang berkaitan dengan ilmu seorang murrobi (pendidik) terhadap ilmunya agar ilmu tersebut menjadi sempurna dan menyatu dalam dirinya di samping itu pula aga ilmu tersebut terus bertambah. b. Tarbiyah yang berkaitan dengan orang lain yakni kerja tarbiyah yang dilakukan oleh seorang murrobi dalam mendidik manusia dengan ilmu yang dimilikinya dan dengan ketekunannya dalam menyertai mereka agar mereka menguasai ilmu yang diberikan kepadanya secara bertahap serta melaksanakannya. B. Hakekat Pendidikan Islam 1. Internal Fitrah jiwa yang pada dirinya terdapat kecenderungan kepada taqwa dan kecenderungan kepada kesesatan. 2. Eksternal Adalah musuh bebuyutan yang tidak hanya membuat perencanaan yang matang tapi juga merealisasikannya yang keduanya adalah bagian dari langkah syaiton.

24

C. Tugas Utama Pendidikan Islam 1. Mendidik manusia agar memiliki persepsi dan pemahaman yang benar, jelas dan utuh tentang Islam agar tidak timbul persepsi yang parsial atau Juziyah. 2. 3. Men-shibghoh (celup) manusia dengan shibghoh Islam Mengarahkan manusia untuk bergerak mendakwahkan Islam dan memberikan pendidikan Islami kepada orang lain selain dirinya sendiri. D. Sumber Sumber Pendidikan Islam 1. 2. Al-Quran As-Sunnah

E. Tujuan Pendidikan Islam 1. 2. 3. 4. Membentuk manusia beraqidah Membentuk manusia dengan akhlaq mulia Membentuk manusia yang berfikir Membentuk manusia social yang responsive

F. Karakteristik Pendidikan Islam 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Rabbaniyah (memiliki sifat-sifat atau ruh ilahi) Akhlaqiyah wasail Integral/Syumuliyah Bertahap (mutadarijjah) Terus menerus (istimrarriyah) Penuh kesungguhan Mengajar setelah belajar

25