Anda di halaman 1dari 9

Cara Membuat Oli Bekas Menjadi Bahan Bakar Kendaraan

Posted on April 24, 2011 | 2 Komentar

DIPERKIRAKAN lebih dari 30,3 miliar liter oli bekas dihasilkan setiap tahun oleh kendaraan di seluruh dunia. Sebagian didaur ulang menjadi oli baru dan sisanya dibakar dalam tungku panas yang tidak seluruhnya proses tersebut aman bagi lingkungan.

Saat ini, peneliti dari Universitas Cambridge mengumumkan bahwa dengan menggunakan gelombang microwave, limbah oli bekas tersebut dapat diubah menjadi bahan bakar kendaraan. Para ilmuwan telah menggunakan proses yang disebut pyrolysis untuk mendaur ulang oli dengan metode berbeda.

Minyak yang dipanaskan pada suhu tinggi dalam ketidakadaan oksigen menyebabkan oli terpecah menjadi beberapa campuran gas, cairan, dan meterial padat. Gas-gas dan cairan dapat diubah menjadi bahan bakar. Ilmuwan di Cambrige menyatakan bahwa proses pyrolysis tradisional tidak dapat memanaskan oli secara merata sehingga proses perubahan menjadi bahan bakar sangat sulit dan tidak praktis.

Untuk mengatasi hal itu para ilmuwan tersebut menambah material penyerap gelombang microwave dalam sampel limbah oli sebelum melakukan proses pyrolysis yang kali ini memanfaatkan gelombang microwave.

Penambahan material tersebut ternyata membuat limbah oli menjadi panas secara merata yang membuat hampir 90% limbah oli dengan mudah diubah ke dalam sebuah campuran bensin dan solar konvensional.

Pimpinan penelitian Howard Chase, seorang profesor biochemical engineering, meyakini bahwa proses pyrolysis unik yang mereka lakukan menunjukkan potensi besar untuk dapat ditingkatkan dalam skala komersial.

Hasil penelitian ini dipresentasikan di acara National Meeting & Exposition of the American Chemical Society yang ke-241 yang digelar di Anheim, California, AS

Kita tahu bahwa banyak sekali ban ban bekas yang tidak terpakai , atau aspal yang terbuang maupun oli buangan , bahkan yg sudah tumpah di pasir maupun tanah. Saya punya pemikiran bagaimana cara memanfaatkan barang2 tersebut , seperti kita tahu bahwa bahan pembuatan barang2 itu adalah banyak dari minyak mentah , yang hampir merupakan sisa2 /residu minyak mentah Bagaimana cara mengambil kandungan karbon dari barang2 yg sudah tidak dipakai lagi ? , Istilah ini saya beri nama Carbon Capture , atau cara menangkap carbon dari ban , aspal , oli bekas buangan atau tumpahan hasil carbon capture masih berupa raw carbon , yg sarat dengan sulpur dan lain2 , Alat yang digunakan meng Capture sangat sederhana. Saya tidak akan merinci dengan detil tapi dengan gambar yg saya sajikan nanti anda akan dapat memahami maksudnya. Kenapa karbon kita capture ? yaitu selain bisa memanfaatkan barang2 bekas , hasil Carbon capture bisa kita jadikan membuat bbm , seperti bensin untuk kendaraan . Tentunya akan saya bahas pada thread tersendiri : Membuat BBM sendiri dengan carbon cair dan air suling ,bbm tersebut bisa digunakan untuk kendaraan jika sudah di beri zat aditif yg dibutuhkan untuk piston percobaan ini sudah saya coba tahun lalu awal 2008 , sewaktu bbm dunia mulai melambung tinggi dan hasilnya sangat menggembirakan ini gambar Carbon capture pakdehari Indonesia > maaf di gambar NDONESIA

koreksi gambar : pada tabung terakhir yg ada tanda panah belum ada keterangannya > hasil yg

bercampur oli adalah air , ini adalah bubler terakhir yang memfilter carbon . sumber bakaran ban bekas bisa juga kita ambil buangan carbon dari asap buangan pabrik

MEMBUAT BAHAN BAKAR DARI MINYAK JELANTAH DAN OLI MESIN BEKAS
Menjadi suatu masalah tersendiri ketika memiliki oli bekas hasil mengganti oli motor arau mobil sendiri, bingung kemana membuangnya.. di alirkan ke selokan atau ke wc tentu saja akan berakibat jelek bagi lingkungan, secara langsungpun dapat dirasakan sendiri dengan warna hitam pekat dan licin dimanamana. Oil burner mungkin bisa jadi pilihan, bukan solusi yang terbaik sih karena masih ada asap yang dihasilkan tapi mungkin sedikit mengurangi polusi kalau oli dibuang begitu saja ke air mungkin akan berakibat lebih buruk.oil burner ini dapat membakar oli, oli bekas inij adi bisa dibakar dan hasil panasnya dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti memanaskan air untuk mandi ataupun hal lain yang menggunakan api dalam prosesnya. Prinsipnya adalah dengan memanaskan oli/minyak jelantah pada suhu yang cukup panas sehingga oli/jelantah ini dapat dibakar.

Langsung saja prakteknya Cari 2 kaleng bekas yang berukuran sama, mau besar ataupun kecil tidak masalah... kemudian lubangi bagian sampingnya seperti terlihat pada gambar

Lubangnya besar-besar di sekeliling kaleng, di bagian atas dan bawah

Kemudian untuk kaleng kedua, buat lubang-lubang dengan menggunakan paku di sekeliling bagian bawah kaleng.lubang ini berfungsi untuk membuat vortex pada saat api sudah menyala, sehingga api yang didapat menjadi besar.

Setelah alatnya di buat, ada cara khusus juga untuk oil burner versiku ini, biasanya oil burner disertai dengan supply udara yang cukup dari blower, versiku ini tidak butuh listrik sedikitpun. Tapi ada cara khusus untuk menyalakannya. 1. 2. 3. ambil minyak jelantah dan tissue masukan jelantah ke kaleng yang pertama dibuat, begitu juga dengan tissuenya nyalakan

4. Tunggu hingga api menjadi besar kemudian simpang kaleng ke dua diatasnya

5. masukan minyak jelantah ke kaleng atas, tunggu hingga panas maka dengan sendirinya akan menyala. Atau bisa juga menyulutnya dengan api kalau minyak sudah panas

Jangan lupa untuk menambahkan minyak/oli ke bagian kaleng atas untuk mempertahankan api.Atau dapat dibuat selang kecil dari pipa besi untuk terus menerus meneteskan oli/minyak ke oil burner ini.

Api dari pembakaran ini dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, jadi mulai sekarang jangan buang oli bekas ataupun minyak jelantah ke selokan sembarangan, oli bekas/minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan lainnya. Semoga bermanfaat. Kalau ada pertanyaan silahkan email k klostome@yahoo.com

*tambahan... ada fenomena menarik dari oil burner ini... dengan menambahkan air ke dalamnya akan jadi bola api yang besar! Coba masukan air satu sendok teh... . HATI-HATI!!

Deskripsi Dan Aplikasi BCO (Bio Chemical Oils)

BCO (Bio Chemical Oils) adalah produk yang dihasilkan dari tekhnologi tinggi, berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) industry yang termasuk kategori energy terbarukan (renewable energy) dan setara dengan jenis solar yang memiliki angka performa cetane number 45. Jenis BBM ini umumnya diperuntukan untuk kebutuhan industry pada mesin boiler, diesel yang umum dipakai dengan sistem injeksi pompa mekanik (injection pump) dan electronic injection. BCO (Bio Chemical Oils), yang dihasilkan oleh PT.Bayang Anis telah melewati uji laboratorium oleh Sucofindo. SUCOFINDO merupakan BUMN Indonesia yang bergerak dalam bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian. BCO (Bio Chemical Oils), karena kualitasnya setara dengan HSD (High Speed Diesel) atau solar yang memiliki performa cetane No.45 tentunya dapat digunakan untuk aplikasi yang sama dengan jenis solar tersebut di atas.

Spesifikasi BCO (Bio Chemical Oils) Parameters Units Results Kg/M3 837.2 Methods ASTM D. 4052-96

Density at 15 C

(Reappreved 2002)-(2007)
Kinematic Viscossity at 50 C Sulfur Content Pour Point Flash Point PMcc Conradson Carbon Residue Ash Content Sediment Content Water Content V AI+Si cSt % wt C C % wt % wt % wt % Vol ppm ppm 4.0 ASTM D. 445-06 (2007)

59.85 ASTM D. 4294-03-(2007) 3.462 ASTM D 97-06-(2007) -18 ASTM D 93-06 (2007)

0.502 ASTM D 189-05 (2007) 3a 0.03 0.1 0.12 29 ASTM D 482-03 (2007) ASTM D 473-02 (2007) ASTM D 95-05-(2007) ICP ICP