Anda di halaman 1dari 6

Tugas Individu

PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI


Pengenalan Psikologi Industri & Organisasi4

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN


2014

PENGENALAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

1. Pengertian Psikologi Industri dan Organisasi Aamodt (2009)mengemukakan bahwa psikologi industri dan organisasi adalah cabang psikologi yang menerapkan prinsip psikologi ke tempat kerja. Tujuan dari psikologi industri dan organisasi adalah untuk meningkatkan kinerja manusia dan organisasi tempat mereka bekerja, dengan memajikan ilmu dan pengetahuan tingkah laku manusia. Psikologi industri dan organisasi bergantung secara ekstensif pada penelitian, metode kuantitatif, dan teknik pengujian. Psikologi industri dan organisasi (Munandar,2001) adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen, baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemanfaatan manusianya dan organisasinya. Psikologi industri dan organisasi berhubungan dengan industri dan organisasi. Semula ilmu ini dinamakan psikologi industri yang fungsi utamanya menerapkan ilmu psikologi di industri. Dengan berkembangnya psikologi industri menjadi ilmu yang mandiri maka terjadi pula perubahan pada namanya yaitu psikologi industri dan organisasi. Dalam ilmu ini, yang dimaksud organisasi adalah organisasi formal yang mencakup organisasi yang mencari keuntungan, yang memproduksi barang atau jasa seperti industri, perdagangan, biro akuntan, biro perjalanan, perbankan, dan sebagainya; dan organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, badan-badan pemerintah, lembaga permasyarakatan, dan sebagainnya. 2. Ruang Lingkup Psikologi Industri dan Organisasi Objek yang dipelajari oleh psikologi industri dan organisasi adalah perilaku manusia sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen dalam interaksinya dengan organisasinya. Dengan kata lain perilaku manusia dipelajari dalam kaitan : a. Fungsi batas sistem, dan

b. Proses produksi dalam sistem Dalam kaitan fungsi batas sistem, perilaku manusia yang dikaji secara perorangan atau secara kelompok, adalah sebagai : 1. Pelamar/ calon tenaga kerja. 2. Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan dan seleksi tenaga kerja. 3. Tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengendalian mutu, pemasaran dan penjualan. 4. Konsmen, perorangan maupun perusahaan Dalam kaitan dengan proses produksi dalam sistem, perilaku manusia dikaji, secara perorangan atau secara kelompok, sebagai : 1. Tenaga kerja pelaksana, yang dikelola, 2. Tenaga kerja pengelola (manager). 3. Sejarah Psikologi Industri dan Organisasi Kemungkinan penggunana psikologi umum untuk industri telah diketahui pada permulaan abad ke-20 ini, penerapannya secara lebih luas baru berlangsung sekitar tahun 1930-an. Pada tahun 1901, Walter Dill Scott berbicara tentang kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan. Tahun 1903 ia menerbitkan bukunya The Theory of Advertising, yang dipandang sebagai buku pertama yang membahas tentang psikologi dengan suatu aspek dari dunia kerja. Tahun 1913 terbit buku lain dengan judul The Psychology of Industrial Efficiency yang ditulis oleh Hugo Muensterberg yang membahas secara lebih luas bidang dari psikologi industri. Frederick Winslow Taylor adalah seorang sarjana teknik, pelopor gerakan scientific management mencari cara-cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan, dan menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan kita. Pada masa itu mulailah para sarjana psikologi melakukan eksperimen bersama-sama dengan para teknik industri menggarap obyek studi yang

baru, yaitu kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik dan psikis dari manusia sebagai tenaga kerja. Mulai tahun 1960-an penerapan psikologi di bidang penjualan berkembang pesat, perilaku manusia sebagai konsumen diteliti. Kebiasaan membeli dan proses pengambilan keputusan untuk membeli dikaji dan dicarikan aturan-aturan umum. Industry melalui kegiatan promosinya dengan menggunakan berbagai ragam media massa. Para sarjana psikologi mendalami hubungan antar manusia dalam industri, mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan, struktur dan iklim berbagai macam organisasi, pola dan gaya komunikasi, struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan, untuk menentukan pengaruh dan akibatnya terhadap perilaku tenaga kerja. Fred Fiedler mengemukakan teori kepemimpinan yang di kenal sebagai contigency models of leadership, yang menyatakan situasi yang berbeda membutuhkan leadership style yang berbeda pula. Dalam era ini, teoriteori organisasi mulai tumbuh dan berkembang dengan lebih banyak variasinya. Sampai Perang Dunia II psikologi industri dan organisasi merupakan cabang psikologi yang menerapkan ilmu psikologi. Psikologi industri waktu itu (belum ada tambahan psikologi organisasi)kegiatan utamanya adalah menerapkan metode, fakta dan prinsip-prinsip dari psikologi pada manusia sebagai tenaga kerja. Pada masa sampai Perang Dunia II, maka Classical organization theory mendominasi ranah teori organisasi. Pada tahun 1960-an, teory organisasi berkembang dengan pesat, baik di Inggris maupun di Amerika. Dapat dikatakan sejak era 1960-an, para ahli Psikologi Industri dan Organisasi mulai terpengaruh oleh masalah-masalah orgnisasi sebagai context individu yang berbeda. Pada tahun 1971, istilah Psikologi Industri dan Organisasi mulai digunakan di kalangan akademisi dan praktisi. Psikologi Industri dan Organisasi ini tidak saja membicarakan hal-hal yang tradisional dalam

psikologi industri seperti seleksi dan lain-lain, tetapi mulai memasukkan faktor organisasi seperti kepemimpinan, komunikasi dalam organisasi sebagai bagian dari buku-buku Psikologi Industri dan Organisasi.

4. Psikologi Industri dan Organisasi Dahulu psikologi industri dan organisasi bernama psikologi industri. Psikologi industri berfokus pada usaha mengembangkan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi mempengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya. Psikologi industri dan organisasi mempelajari tingkah laku manusia di ranah industri dan organisasi. Organisasi disini berupa organisasi formal yang mencakup organisasi yang mencari keuntungan, yang memproduksi barang dan jasa (industri, perdagangan, biro, akuntan, biro pekerjaan, perbankan, dan lain sebagainya) dan organisasi yang tujuan utamanya bukan mencari keuntungan (lembaga pendidikan, rumah sakit, badan-badan pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan sebagainya).

DAFTAR PUSTAKA Aamodt, M. G. (2009). Industrial/Organizational Psychology. California: Wadsworth, Cengage Learning. Munandar, A. S. (2001). Psikologi Industri & Organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.