Anda di halaman 1dari 28

TRAINING OF TRAINNER PEMASARAN KURSUS DAN PELATIHAN

PROGRAM PEMASARAN KURSUS DAN PELATIHAN

OLEH ALEX SUJANTO

Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen PAUDNI Kemdikbud RI Tahun 2013

PRAKATA

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat karunianya direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen PAUD NI

Kemdikbud Republik Indonesia, telah membuat modul strategi pemasaran lembaga kursus dan pelatihan. Proses kegiatan pemasaran dalam suatu lembaga kursus dan pelatihan mempunyai tujuan untuk mendatangkan sebanyak-banyak orang ke lembaga kursus dan pelatihan, agar mereka mendapatkan informasi sebanyak-banyak terhadap program yang dimiliki oleh lembaga dan mereka mau menggunakan atau mengikuti kursus dan pelatihan yang ada pada lembaga tersebut. Hal ini akan dapat tercapai apabila lembaga-lembaga kursus memahami kegiatan apa saja yang di lakukan dalam kegiatan pemasaran. pemasaran merupakan konsep menyeluruh yang menyangkut berbagai kegiatan pemasaran yang tercakup dalam satu sistem pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba/profit sebanyak-banyaknya. Modul ini menjelaskan Proses pemasaran diawali dengan pengertian

pemasaran, konsep pemasaran, manajemen pemasaran dan strategi pemasaran bagi lembaga untuk dapat mendatangkan calon peserta didik sebanyak-banyaknya ke lembaga kursus dan calon peserta didik tersebut mau menggunakan semua produk yang di miliki oleh lembaga kursus. Pimpinan Lembaga Pendidikan bertugas menetapkan arah dan tujuan lembaga pendidikan melalui perumusan visi, misi, dan tujuan yang berorientasi ke masa depan. Selanjutnya perlu dilakukan penyusunan program pemasaran yang akan di jalankan untuk mendapatkan peserta didik yang sebanyak-banyaknya. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kemajuan lembaga kursus dan pelatihan di tanah air utamanya pada bagian pemasaran.

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul .......................................................................................................... Prakata....................................................................................................................... Kata Pengantar .......................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................... I. PENDAHULUAN .............................................................................................. A. Latar Belakang .............................................................................................. B. Tujuan Kompetensi, Sub Kompetensi .......................................................... II. PEMASARAN LEMBAGA KURSUS. ............................................................. A. Pengertian .................................................................................................... B. Prinsip-prinsip .............................................................................................. C. Tujuan .......................................................................................................... D. Strategi ......................................................................................................... III. STUDI KASUS ................................................................................................... A. Contoh dilapangan .......................................................................................

i ii iii iv 1 1 1 3 3 7 12 12 16 16

B. Rangkuman .................................................................................................. 119 C. Latihan/Tugas .............................................................................................. D. Daftar Pertanyaan dan Jawaban .................................................................. DAFTAR PUSTAKA 19 20

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kebijakan pemerintah dalam pembangunan pendidikan nasional diarahkan pada tiga pilar kebijakan, yaitu: 1) Pemerataan dan perluasan akses; 2) Mutu, relevansi dan daya saing; 3) Governance, akuntabilitas dan pencitraan publik. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing lembaga pendidikan khususnya lembaga kursus dan keterampilan, maka dilakukan pembinaan peningkatan manajemen kelembagaan, baik pengelolaan administrasi, pengelolaan keuangan dan khususnya dalam bidang pemasaran. Hal ini bertujuan agar Lembaga kursus dan pelatihan dapat tetap hidup dan berkembang dengan mempertahankan dan meningkatkan laba. Laba dapat

dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta didik yang mengikuti program kursus. Jika hal tersebut di atas dapat tercapai akan dapat memacu lembaga yang bersangkutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompeten dan dapat memenuhi syarat untuk mencari kerja atau membangun usaha mandiri.

B. Tujuan Kompetensi, Sub Kompetensi 1. Tujuan Kompetensi Mampu merancang kegiatan pemasaran dengan baik, untuk mencapai tujuan lembaga kursus dan pelatihan dalam meningkatkan daya saing, kualitas dan jumlah peserta didik. 2. Sub Kompetensi a. Mampu menjelaskan Definisi pemasaran b. Mampu menjelaskan Definisi konsep pemasaran c. Mampu menjelaskan Definisi manajemen pemasaran d. Memahami tahap-tahap perkembangan konsep pemasaran. e. Mampu memahami dan menjelaskan Lembaga kusus dan pelatihan sebagai organisasi jasa. f. Memahami dan mempraktekkan Prinsip prinsip marketing mix.
1

g. Memahami konsep Orientasi pasar. h. Memahami dan mampu menerapkan Manajemen hubungan pelanggan. i. Memahami Perubahan dramatis dalam pemasaran. j. Mengerti dan memahami Tujuan dari Strategi pemasaran . k. Mampu menerapkan Langkah-langkah merancang pemasaran. l. Mampu menentukan Media pemasaran yang tepat. m. Memahami Prosedur pemilihan media pemasaran. n. Mampu melakukan Segmentasi pasar (Pembagian pasar).

BAB II PEMASARAN LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN

A. Pengertian Pemasaran, Konsep Pemasaran dan Manajemen Pemasaran a.1 Pengertian Pemasaran Ada beberapa definisi mengenai pengertian pemasaran diantaranya adalah : a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. (Kotler, 1986 : 5) c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan konsumen dan mencapai pasar sasaran serta tujuan lembaga. d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan

mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. . (Stanton, 1986 : 7) Dari definisi-definisi di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa pemasaran mempunyai arti sebagai berikut: 1. Pemasaran merupakan suatu proses pertukaran yang dilakukan individu maupun kelompok. 2. Adanya proses pertukaran arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen. 3. Adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang harus dipuaskan oleh kegiatan manusia lain yang menghasilkan alat pemuas tersebut yang berupa produk barang dan jasa. 4. Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi secara dinamis, dalam arti bahwa pemasaran merupakan hasil dari berbagai macam kegiatan. Kesimpulan Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli adalah pemasaran merupakan konsep menyeluruh yang menyangkut berbagai kegiatan pemasaran yang tercakup dalam satu sistem pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan

pokok yang dilakukan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba/profit sebanyak-banyaknya.

a.2. Konsep Pemasaran Definisi konsep pemasaran menurut Philip Kotler: Konsep pemasaran adalah sebuah upaya pemasaran terkoordinasi yang berfokus pada pasar dan berorientasi pada pelanggan dengan tujuan memberikan kepuasan pada pelanggan sebagai kunci untuk mencapai tujuan organisasi. (Kotler, 1997, 17) Dari definisi konsep pemasaran di atas diperoleh empat komponen utama yang melandasi konsep pemasaran, yaitu: 1. Fokus pasar Perusahaan harus dapat membatasi dan menentukan pasarnya yang akan menjadikan sasarannya karena kenyataannya tidak ada perusahaan yang sanggup melaksanakan semua kegiatannya disemua pasar dengan memenuhi kebutuhan pelanggan. 2. Orientasi pada pelanggan Perusahaan harus berorientasi pada pelanggan bukan berorientasi pada perusahaan, hal ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumen agar dapat menimbulkan rasa loyalitas konsumen terhadap pelanggan. 3. Pemasaran terpadu Kegiatan perusahaan harus dikoordinasi dengan baik dengan bagian-bagian lain dari perusahaan untuk berusaha memberikan kepuasan kepada konsumen. 4. Kemampuan memperoleh laba Melalui konsep pemasaran perusahaan harus berusaha membina hubungan baik dengan konsumen, sehingga tercipta hubungan timbal balik yang

menguntungkan bagi lembaga dan masyarakat sebagai pengguna. Perusahaan tidak dituntut untuk dapat menjual barang dan jasa yang diproduksi melainkan untuk memproduksi barang dan jasa yang dapat dijual. Jadi dengan konsep pemasaran perusahaan menjajaki apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen kemudian mengembangkan produk yang akan memuaskan keinginan konsumen dan sekaligus memperoleh laba, Sekarang perusahaan dituntut untuk dapat menanggapi tekanan-tekanan dari luar,

ketidakpuasan konsumen, perhatian pada masalah-masalah lingkungan dan kekuatan-kekuatan politik yang legal. Perusahaan tidak lagi berorientasi pada
4

konsumen saja, tetapi juga harus berorientasi pada tanggung jawab sosial. Konsep pemasaran dan tanggung jawab sosial sebuah lembaga pendidikan yang berjalan dengan selaras ini disebut konsep pemasaran masyarakat (Social marketing concept). Agar konsep pemasaran dan tanggung jawab sosial dapat berjalan dengan selaras, pihak manajemen harus bekerja keras dalam program jangka panjangnya membuat keseimbangan untuk: 1. Memuaskan keinginan konsumen sebagai pembeli produk 2. Memuaskan keinginan masyarakat yang terpengaruhi oleh kegiatan lembaga 3. Mencapai tujuan mendapat laba lembaga. Perubahan situasi dan kondisi yang terus menerus terjadi dalam masyarakat membawa konsekwensi pada perubahan konsep pemikiran dari waktu ke waktu. Orientasi lembaga mencerminkan adaptasi lembaga terhadap perubahan situasi dan kondisi tersebut. Adapun tahap-tahap perkembangan konsep pemasaran sebagai berikut: (Swastha, 1997; 17) 1. Konsep Produksi Konsep ini mengemukakan bahwa pelanggan akan memahami produk-produk yang tersedia secara luas dan harganya murah, maka manajemen harus berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi produksi dan distribusi. 2. Konsep Produk Konsep ini berpendapat bahwa para konsumen akan menyukai produk-produk berkualitas, penampilan, ciri-ciri terbaik, maka organisasi harus mencurahkan upaya terus menerus dalam perbaikan produk. 3. Konsep Penjualan Konsep ini berpendapat bahwa konsumen jika dibiarkan sendiri, biasanya tidak akan membeli produk-produk dari organisasi perusahaan tersebut, maka perusahaan harus melakukan kegiatan penjualan yang agresif dan usaha promosi yang gencar. 4. Konsep Pemasaran. Konsep pemasaran ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyerahan produk yang memuaskan secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing.
5

5. Konsep Pemasaran Sosial Konsep ini berpegang pada anggapan bahwa tugas lembaga adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan minat dari pasar sasaran serta memberi kepuasan dengan cara yang lebih efisien dan efektif daripada pesaing, sehingga dapat menjamin atau mendorong kesejahteraan dan masyarakat. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

a.3. Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan organisasi . Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan (controling). Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk

menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli/pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Kesimpulan : Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi

pendistribusian produk, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran yaitu mendapatkan profit lembaga dapat tercapai.

a.3.1 Lembaga Kursus dan Pelatihan sebagai Organisasi Jasa Sebagai lembaga pendidikan non formal, lembaga kursus dapat dipandang sebagai suatu proses produksi, karena itu dapat diasumsikan sebagai industri jasa dan produk yang dihasilkan adalah lulusan yang memiliki kemampuan sesuai

layanan pendidikan yang diberikan kepada lulusan yang menerima layanan pendidikan secara lansung sesuai standar mutu tertentu. Menurut Kotler(1997:428), jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud (intangible) dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Stanton (1996:529) menyatakan produk pendidikan adalah kegiatan yang dapat di identifikasi secara sendiri, yang pada hakekatnya bersifat tak berwujud, yang merupakan pemenuhan kebutuhan, dan tidak harus terikat pada penjualan produk atau jasa lain. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa jasa memiliki 4 karakteristik, yaitu; maya(intangibility), tak terpisah (inseparability), heteroginitas, cepat hilang dan permintaan yang berfluktuasi. Manajemen lembaga kursus dan pelatihan bertujuan agar lembaga tetap dapat hidup dan berkembang. Tujuan itu dapat dicapai dengan cara mempertahankan dan meningkatkan laba. Laba dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta didik yang mengikuti program kursus. Salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan adalah dengan meningkatkan kegiatan pemasaran secara insentif dan kontinyu. Pemasaran merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh lembaga kursus dengan cara membuat perencanaan, menentukan harga,

menentukan jenis produk, membuat strategi marketing, serta dengan teknik promosi. B. Prinsip-prinsip Pemasaran 1. Prinsip Prinsip Marketing Mix Marketing mix adalah suatu strategi marketing yang menekankan bagaimana cara menjual produk seefektif dan seefisien mungkin. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan dikumpulkan, baik melalui proses komputerisasi maupun data yang dikoleksi berdasarkan langganan, agar proses penjualan berjalan lancar. Prinsip dasar 4P dari Marketing-Mix tersebut menjadi dasar dari sukses atau tidaknya lembaga kursus, adapun 4P tersebut adalah. a. Product Product Adalah sesuatu yang dapat di tawarkan ke dalam pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan (Jemore MC.Carti,189) dalam (Radiany,Rahmadi (2005:36) dalam hal ini dijelaskan bahwa tugas seorang bagian produksi adalah
7

membuat barang yang ditentukan kualitasnya, bentuk, berat, susunan kimiawinya dan lain-lain. Sedangkan tugas seorang marketing adalah menentukan barang, kualitas, design, bentuk, merk, dan kemasannya. Untuk lebih jelasnya dijabarkan di bawah ini: a) Kualitas produk: Adalah kemampuan sebuah produk melakukan fungsi dasarnya. Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas. Produk yang memiliki kualitas yang sama dengan harga yang relative rendah akan memberikan nilai tinggi kepada pelanggan. b) Feature dan style: merupakan keistimewaan produk, seorang manajer disini dituntut untuk memilih beberapa produk untuk ditonjolkan (featured), sehingga dapat meningkatkan citra lini produk perusahaan. c) Merk dan kemasan: Merk adalah nama, istilah, tanda, symbol, rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok produsen atau penjual dan untuk membedakan dari produk competitor yang ada dipasar. Sedangkan kemasan merupakan wadah atau pembungkus suatu produk. Kemasan yang terancang dengan baik atau sempurna akan memberikan nilai kenyamanan bagi konsumen dan nilai promosi bagi produsen, karena itu kemasan dituntut harus menarik perhatian, menjelaskan kemampuan produk, menciptakan keyakinan bagi konsumen dan menimbulkan kesan menyeluruh yang menyenangkan. Dengan kemasan yang menarik secara otomatis ketika orang melihat secara spontan muncul emosi ini yang disebut sebagai sensatioanal transprence (marketing mix edisi 15 desember 2005 ) d) Produk line (lini produk) merupakan sekelompok produk dalam suatu produk yang berkaitan erat karena produk tersebut melaksanakan fungsi yang serupa, dijual pada kelompok pelanggan sama, dipasarkan melalui saluran distribusi yang sama atau berada dalam rentang harga tertentu. e) Tingkat pelayanan: pelayanan purna jual, garansi, pemasangan, layanan atar barang. Tingkat pelayanan tersebut merupakan elemen lain dari strategi produk yang mendukung produk, untuk meraih keuntungan. Pelayanan kepada pelanggan yang baik akan menguntungkan bisnis, hal ini disebabkan hanya untuk

mempertahankan kehendak baik pelanggan baru atau menarik kembali pelanggan yang hilang. b. Price Price adalah nilai yang diperuntukan konsumen untuk suatu manfaat atau pengkomsusian, penggunaan atau kepemilikan barang atau jasa (Philip kolter,1999) dalam (Radiany, Rahmadi (2005:41) Price atau nila terdiri dari 4 komponen yaitu: 1. Tingkat harga: tingkat satuan dari suatu produk besar, sedang atau kecil 2. Potongan harga: terdiri dari 6 komponen yaitu: (1) Fungsional atau distribusi, (2) pengecer atau pengguna langsung, (3)

kuantitas (unit, rupiah atau ukuran), (4) cash, (5) inden (order dini), (6)kelompok/pemenuhan muatan (car load discount) 3. Waktu pembayaran: cash atau kredit 4. Syarat pembayaran: yang terdiri dari: harus bayar dimuka, dibayar saat barang diterima, ada pembayaran dimuka/inden, mata uang c. Place Place terdiri dari 5komponen yaitu: a) Saluran distribusi: serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk dapat digunakan konsumen atau bagaimana menyalurkan produk dari produsen ke konsumen (radiany, Rahmadi(2005:41) b) Jangkauan distribusi; local, nasional, internasional c) Lokasi penjualan, tempat jual dekat dengan konsumen d) Pengankutan : darat, laut, udara e) Persediaan : kebuthan konsumen dengan segera terpenuhi, yang secara fisik menerapkan metode LIFO (last in first out) dan FIFO (firs in first out) f) Penggudangan : untuk menyimpan barang agar tidak rusak dan aman d. Promotion Iklan bekerja bukan seperti tukang sulap, tetapi iklan bekerja melalui proses yang membutuhkan waktu. Iklan harus mempunyai sesuatu yang unik yang memiliki stopping power, yang melihat orang menoleh jika berjalan, membuat orang berhenti membuka halaman koran dan membuat pemirsa terpaku dalam televisi (Trisnanto, Adhy:2007:145) periklanan merupakan alat promosi untuk
9

memberikan kepada khalayak mengenai barang dan jasa yang di tawarkan, serta macam macam metode untuk membujuk dan mendorong khalayak untuk membeli barang dan jasa tersebut.

2. Marketing Mix Pada Pemasaran Jasa Pendidikan Pada pemasaran barang di kenal istilah 4p yakni product, price, place, dan promotion. Boom dan biner menyarankan tambahan 3P dalam pemasaran jasa yaitu personal traits, physical evidence dan proses (alma, 2003: 37). 1. Product Produk dalam lembaga kursus adalah jenis program pelatihan yang akan ditawarkan kepada calon peserta didik, produk yang kita miliki harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 2. Price Harga yang akan di tawarkan kepada peserta didik, di mana harga yang ditawarkan kepada calon peserta didik adalah harga yang harus terjangkau. 3. Place Tempat kedudukan lembaga kursus, tempat yang strategis sangat penting dalam penawaran produk, semakin strategis tempat usaha yang kita miliki semakin banyak diminati oleh masyarakat. 4. Promotion. Promosi dilakukan dengan tujuan untuk membuat banyak orang datang ke lembaga kita dan berubah dari calon peserta didik menjadi peserta didik. 5. Personal Traits (tenaga personalia) Personal traits dalam bauran pemasaran adalah karakter/sifat personalia meliputi pimpinan dan personal lembaga pendidikan lainnya sebagai pihak penyedia dan pemberi jasa yang dapat meningkatkan kualitas jasa pendidikan. Personal traits dapat berupa perilaku unsur pimpinan, guru dan karyawan. Figur pimpinan dapat membawa perkembangan pesat bagi lembaga kursus tersebut, sebaliknya dapat pula menjatuhkan nama baik lembaga. Demikian pula pendidik beserta seluruh jajaran karyawan yang melayani peserta didik. Gorman (1974:246) menyatakan betapa pentingnya tenaga pengajar, is jugs merangkap sebagai pembangkit image positif terhadap siswa. Pelayanan atau produk yang dihasilkan lembaga sangat dipengaruhi oleh tenaga pendidik yang kompeten, profesional dalam bidangnya dan melakukan proses belajar secara teratur.
10

6. Process (Proses) Proses menciptakan dan memberikan jasa pada pelanggan merupakan faktor utama dalam marketing mix jasa, karena pelanggan jasa akan memandang sistem pemberian jasa tersebut sebagai bagian dari jasa itu sendiri (payne, 2000:210). Proses dalam hal ini seperti: mekanisme pelayanan, prosedur, jadwal kegiatan serta rutinitas lainnya seperti mengajar, membimbing, mengevaluasi, kejelasan dari kebijakan, aturan atau prosedur, kelancaran informasi yang diperlukan, akan sangat mempengaruhi pada pelanggan dalam menilai kualitas jasa yang diberikan oleh lembaga. 7. Physical Evidence (Kondisi Fisik) Alma (2003 :119) menguntip Zeithaml dan Bitner bahwa physical evidence is the environment in which the service is delivered and where the firm and custumer interact, and any tangible components that facititate performace or communication of the service. Kondisi fisik lembaga dapat berupa gedung/ bangunan, dan segala sarana dan fasilitas yang tersedia. Kondisi fisik dapat membantu positioning dan organisasi jasa dan pemberian dukungan penting pada pelayanan jasa. Kondisi fisik juga dapat mempengaruhi konsumen penerima jasa dalam mempertimbangkan kualitas yang ditawarkan. Dalam membangun sarana fisik, perlu dipertimbangkan untuk dapat menjadikan jasa lebih berwujud, jasa lebih mudah diterima dan lingkungan secara keseluruhan agar dapat mencerminkan kualitas layanan sesuai dengan harapan atau melampaui harapan yang diinginkan dalam memotivasi keputusan pembelian pelanggan.

3.

Orientasi Pasar Manajemen pemasaran pada suatu lembaga kursus dan pelatihan dapat mengadopsi salah satu dari lima orientasi pasar: a. Konsep produksi menyatakan bahwa tugas manajemen adalah

meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan harga. b. Konsep produk menyatakan bahwa konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur inovatif terbaik; agar diperlukan sedikit usaha promosi.

11

c. Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi kecuali organisasi mengadakan penjualan dalam skala besar dan usaha promosi. d. Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan target pasar dan menghantarkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing . e. Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa menghasilkan kepuasan pelanggan dan kesejahteraan sosial jangka panjang adalah kunci untuk mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi tanggung jawabnya

C.

Tujuan Tujuan dari pemasaran pada dasarnya adalah untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dari konsumen. Kebutuhan erat sekali hubungannya dengan kepuasan konsumen. Jika konsumen puas, konsumen tersebut akan terus menerus, menggunakan produk yang kita tawarkan. Sehingga tujuan akhir tercapai yaitu keuntungan/laba. Lembaga kursus dan pelatihan akan tetap hidup dan berkembang jika dapat mempertahankan dan meningkatkan laba. Laba dapat dipertahankan dan

ditingkatkan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta didik yang mengikuti program kursus. Oleh karena itu kegiatan pemasaran harus ditingkatkan dan dilakukan secara intensif dan kontinyu. Agar tujuan lembaga kursus dan pelatihan dapat tercapai maka perlu membuat strategi marketing yang baik,

D.

Strategi pemasaran Perilaku konsumen (pengguna jasa pendidikan) terus mengalami perubahan seiring dengan munculnya produk-produk baru dan dibarengi dengan perubahan sosial dan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini kegiatan pemasaran khususnya pada lembaga kursus perlu dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat agar lembaga kursus dapat mencapai keuntungan. Manajemen Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang dan jasa serta

12

gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi. (Kotler, 1997:6). Untuk dapat merancang pemasaran, lembaga kursus perlu untuk mempelajari proses pemasaran jasa pendidikan yang mengacu pada elemen bauran pemasaran yang terdiri dari 7P (product, price, place, promotion, personal trait, process, physical eviden) dan melakukan modifikasi sehingga mempengaruhi calon peserta didik untuk mau bergabung menggunakan jasa lembaga kursus dan pelatihan (Sumber:Alma (1998;122).
PRODUK YANG DITAWARKAN
INPUT DESAIN
SDM Kurikulum Fasilitas Learning environtmen Mapping Technique Diversifikasi Manajemen

Penawaran Jasa
Learning Process Layanan Umum Hubungan Masyarakat Pembinaan Alumni

Land Man Capital Management

Strategi marketing mix 4P + Personal Trait


Layanan akademik Layanan sosial Price Place Promotion Unsur pimpinan Instruktur dan staff

Process + Physical eviden


Proses pelatihan Praktikun Seminar/workshop Sarana Prasarana

Tujuan / Output
Peningkatan mutu pendidikan Pencitraan Add Value Kuantitas peserta didik Lulusan berkualitas

Strategi pemasaran lembaga kursus dan pelatihan: 1. Mengidentidikasi konsep pemasaran Konsep-konsep inti pemasaran meliputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produk dan jasa, nilai dan kepuasan dan mutu; pertukaran transaksi dan hubungan, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan
13

akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Konsep inti pemasaran dapat di gambarkan sebagai berikut :

2. Memiliki Media Pemasaran Berbagai media bisa kita gunakan sebagai media pemasaran, diantaranya media cetak, audio visual, internet termasuk di dalamnya social media. Media cetak bisa digunakan dengan menyesuaikan pada target konsumen kita, dengan biaya yang relatif lebih murah media cetak akan mampu meningkatkan awareness konsumen. Media cetak bukan semata-mata media koran atau majalah, tetapi juga brosur, pamflet, spanduk, dan flyer. Prosedur Pemilihan Media Pemasaran Pemilihan media memerlukan dua keputusan, yaitu media apa yang akan digunakan dan sarana media apa yang dipakai. Dua metode berikut dapat digunakan untuk menentukan pemilihan media. a) Cost-Per-Thousand Contacts Comparison Dalam metode ini, pemilihan media dilakukan berdasarkan jumlah kontak yang terjadi tanpa memperhatikan kualitas kontaknya. Metode ini sangat populer, karena sederhana dan mudah diterapkan. Meskipun demikian, penggunaan metode ini bisa menyesatkan jika pengiklan memandang kontak sama dengan eksposur. Eksposur adalah peluang individu menangkap pesan iklan dari media tertentu. Oleh karena itu kuantitas dan kualitas eksposur sama-sama penting bagi pengiklan, yang keduanya diukur melalui : 1) Jangkauan (reach), yaitu jumlah individu yang menerima eksposur dari media tertentu minimal sekali dalam periode waktu tertentu.
14

2) Kekerapan (frequency), yaitu berapa kali individu menerima tayangan atau pesan selama periode waktu tertentu. 3) Dampak (impact), yaitu nilai kualitatif tayangan pada media tertentu. Misalnya iklan kosmetik lebih banyak faedahnya bila ditempatkan pada majalah wanita daripada di majalah bisnis. b) Matching of Audience and Media Characteristics Pendekatan lainnya untuk memilih media adalah dengan menentukan target khalayak lalu membandingkan karakteristiknya dengan karakteristik berbagai media Prosedurnya adalah sebagai berikut : 1) Mengumpulkan data-data rinci tentang pelanggan (siapa, dimana, kapan, dan bagaimana). 2) Mempelajari cakupan (coverage) suatu media. 3) Membandingkan kedua informasi di atas. Hasilnya baru merupakan pemilihan media pendahuluan, karena hanya didasari aspek cakupan. 4) Mengkaji pemilihan media pendahuluan itu dari aspek lainnya seperti aspek kebiasaan target khalayak terhadap media, jenis produk, bentuk pesan, dan biaya penggunaan media. 5) Anggaran iklan dialokasikan ke media-media yang dipilih, termasuk sarana media masing-masing. 6) Saran media yang dipilih harus memperhitungkan aspek-aspek berikut : 7) Tiras atau sirkulasi, yaitu banyaknya unit fisik penyampai iklan. 8) Khalayak, yaitu jumlah orang atau individu yang dapat dirangkul suatu sarana media. 9) Khalayak efektif, yaitu sejumlah individu yang benar-benar menjadii sasaran sarana media tersebut. 10) Effective-ad-exposed audience, yaitu bagian dari khalayak efektif yang memperhatikan iklan di sarana media tersebut.

3. Memilih Segmentasi Pasar Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompokkelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. segmentasi pasar bisa diartikan suatu proses pengidentifikasian dan

15

menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar. Segmentasi pasar yang efektif harus memenuhi kriteria dan syarat sebagai berikut: a. b. Dapat diukur daya belinya. Dapat dijangkau, baik lokasi maupun komunikasinya sehingga dapat dilayani secara efektif. c. Cukup besar dan menguntungkan. Suatu kelompok konsumen akan pantas disebut segmen, jika kelompok tersebut cukup besar dan menguntungkan. d. e. Dapat dilaksanakan sehingga semua program yang disusun dapat efektif. Dapat dibedakan. Segmen-segmen dapat dibedakan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan programprogram bauran pemasaran yang berlainan. Target Market harus tepat, supaya proses pemasaran yang dilakukan dapat berhasil, efektif dan efisien.

I.

STUDI KASUS A. Contoh dilapangan 1. Contoh kasus Langkah-langkah merancang pemasaran Dengan sedikit mengerti konsep inti pemasaran, maka kita dapat mulai merancang pemasaran, yang dapat dimulai dengan menjawab pertanyaanpertanyaan di bawah ini: a. Siapa Siapa fokus atau target pasaran anda? Siapa pelanggan anda yang ideal? Apakah kajian yang perlu dilakukan untuk mencari lebih informasi mengenai target pasaran anda? b. Apa Apakah yang calon peserta didik anda inginkan, butuhkan dan minta? Apakah jasa yang dibutuhkan calon peserta didik? Apakah jasa yang diberikan dapat menyelesaikan permasalahan calon peserta didik? Apakah reaksi peserta didik (puas/tidak puas)? Apakah yang kita berikan kepada mereka?
16

Apakah harga sesuai dengan kemampuan calon peserta didik? c. Di mana Di mana calon peserta didik ideal anda? Di mana lokasi calon peserta didik? Di mana lokasi anda yang memudahkan calon peserta didik untuk menghubungi anda? Di mana calon peserta didik bisa mendapat pesan pemasaran anda? d. Kapan Kapan kita menyampaikan pesan pemasaran ? e. Mengapa Mengapa kita mendirikan/membuat jasa pelatihan ini? Mengapa calon peserta didik harus datang kepada anda? Mengapa calon peserta didik harus memilih jasa anda, bukan pesaing anda? f. Bagaimana Bagaimana cara calon peserta didik harus membeli jasa anda? Bagaimana anda mendapatkan calon peserta didik yang berpotensi untuk menjadi peserta didik? Bagaimana anda berkomunikasi dengan menggunakan strategi pemasaran yang anda rencanakan? Bagaimana anda menyediakan informasi kepada calon peserta didik supaya mereka membuat keputusan untuk menjadi peserta didik? Bagaimana tindaklanjut setelah proses pendidikan berakhir?

2.

Contoh kasus Media Pemasaran Media elektronik, relatif lebih mahal, bahkan untuk media televisi perhitungannya menggunakan slot iklan yang di bagi menjadi 15 detik, 30, detik, dan 45 detik tergantung permintaan pengiklan. Media televisi atau radio mempunyai cakupan wilayah yang sangat luas bahkan nasional, tetapi badget yang terlalu tinggi seringkali menjadi kendala. Pilihan yang sangat rasional sebagai media komunikasi murah, segmented, dan mempunyai efek domino yang kuat adalah pemasaran melalui online. Pemasaran online bisa dilakukan melalui pembuatan website atau blog. Namun karena website atau blog relatif membutuhkan waktu dan dibutuhkan

17

pemahaman dasar mengenai blogging, maka sebaiknya menggunakan media sosial sebagai pintu gerbang pemasaran online. Media sosial menjadi salah satu solusi alternatif karena memang sudah booming, bahkan fitur-fitur yang mempermudah kita dalam memasarkan produk juga tersedia melimpah, mulai fan page hingga grup-grup diskusi.

penggunaannya pun relatif mudah bahkan oleh orang yang tergolong awam sekalipun. Meskipun promosi dilakukan melalui online, efek dari pemasaran pun bisa berdampak offline melalui mulut ke mulut atau word of mouth. jika bisa mengkombinasikan model pemasaran online dan offline, bisa dipastikan produk kita akan mudah diterima oleh konsumen. Berbagai metode pemasaran ini harus dievaluasi tingkat efektivitasnya, karena bukan tidak mungkin ada yang tidak cocok dengan produk. Hasil evaluasi dan trial yang terus menerus dan pantang menyerah akan mengasah kemampuan marketing lebih luas. Kegagalan dalam menggunakan media sebagai upaya promosi bukan berarti produk kita gagal, tapi mungkin ada faktor lain yang harus diperhatikan. Sesekali ajaklah konsumen untuk berdiskusi tentang media promosi apa yang mereka sukai sehingga akan mendapatkan feedback yang positif bagi produk lembaga. 3. Contoh kasus Segmentasi Pasar. Kaitannya dengan lembaga kursus, segmentasi pasar dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian calon peserta didik yang potensial dan membutuhkan jasa pendidikan yang tersedia pada lembaga kursus. Manfaat segmentasi pasar begi lembaga kursus dan pelatihan adalah: a. Lembaga kursus dan pelatihan akan berada pada posisi yang lebih baik untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan dalam pemasaran karena ia lebih mudah untuk mempelajari keinginan setiap segmen, b. Lembaga kursus dan pelatihan dapat menggunakan kemampuannya yang ada untuk merespon pasar yang berbeda-beda secara baik, sehinggga dapat menghemat biaya, energi dan waktu. c. Lembaga kursus dan pelatihan dapat mengatur produknya (program yang ditawarkan) dan marketting.

18

d.

Lembaga kursus dan pelatihan memilih segmen mana yang berpotensi paling besar yang akan menjadi sasaran.

B. Rangkuman Pemasaran merupakan proses yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Pemasaran tidak terbatas pada dunia bisnis saja, karena sebenarnya setiap hubungan antar individu dan antar organisasi yang melibatkan proses pertukaran adalah kegiatan pemasaran. Lembaga kursus dan pelatihan akan tetap hidup dan berkembang jika dapat mempertahankan dan meningkatkan laba. Laba dapat dipertahankan dan

ditingkatkan dengan cara mempertahankan dan meningkatkan penjualan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta didik yang mengikuti program kursus. Konsep-konsep inti pemasaran meliputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produk dan jasa, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Konsep tersebut dapat digunakan dalam proses merancang pemasaran. Pemasaran tidak lepas dari media pemasaran. Pemilihan media pemasaran sesuai segmentasi pasar yang tepat akan dapat mengantarkan lembaga pendidikan mencapai tujuannya meningkatkan minat peserta didik belajar di lembaga tersebut

C. Latihan Program Pemasaran Lembaga Kursus dan Pelatihan 1. Jelaskan pengertian pemasaran, konsep pemasaran dan manajemen pemasaran menurut pendapat para ahli? Kesimpulan Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli adalah pemasaran merupakan konsep menyeluruh yang menyangkut berbagai kegiatan pemasaran yang tercakup dalam satu sistem pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba/profit sebanyak-banyaknya Konsep pemasaran adalah sebuah upaya pemasaran terkoordinasi yang berfokus pada pasar dan berorientasi pada pelanggan dengan tujuan memberikan kepuasan pada pelanggan sebagai kunci untuk mencapai tujuan organisasi.

19

2. Apa yang dimaksud dengan marketing mix 7P. Pada pemasaran barang di kenal istilah 4p yakni product, price, place, dan promotion. Kemudian ditambahkan 3P dalam pemasaran jasa yaitu personal traits, physical evidence dan proses : a) Product Produk dalam lembaga kursus adalah jenis program pelatihan yang akan ditawarkan kepada calon peserta didik, produk yang kita miliki harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. b) Price Harga yang akan di tawarkan kepada peserta didik, di mana harga yang ditawarkan kepada calon peserta didik adalah harga yang harus terjangkau. c) Place Tempat kedudukan lembaga kursus, tempat yang strategis sangat penting dalam penawaran produk, semakin strategis tempat usaha yang kita miliki semakin banyak diminati oleh masyarakat. d) Promotion. Promosi dilakukan dengan tujuan untuk membuat banyak orang datang ke lembaga kita dan berubah dari calon peserta didik menjadi peserta didik. e) Personal Traits (tenaga personalia) Personal traits dalam bauran pemasaran adalah karakter/sifat personalia meliputi pimpinan dan personal lembaga pendidikan lainnya sebagai pihak penyedia dan pemberi jasa yang dapat meningkatkan kualitas jasa pendidikan. f) Process (Proses) Proses menciptakan dan memberikan jasa pada pelanggan merupakan faktor utama dalam marketing mix jasa, karena pelanggan jasa akan memandang sistem pemberian jasa tersebut sebagai bagian dari jasa itu sendiri (payne, 2000:210). Proses dalam hal ini seperti: mekanisme pelayanan, prosedur, jadwal kegiatan serta rutinitas lainnya seperti mengajar, membimbing, mengevaluasi, kejelasan dari kebijakan, aturan atau prosedur, kelancaran informasi yang diperlukan, akan sangat mempengaruhi pada pelanggan dalam menilai kualitas jasa yang diberikan oleh lembaga.

20

g) Physical Evidence (Kondisi Fisik) Kondisi fisik lembaga dapat berupa gedung/ bangunan, dan segala sarana dan fasilitas yang tersedia. Kondisi fisik dapat membantu positioning dan organisasi jasa dan pemberian dukungan penting pada pelayanan jasa.

3. Jelaskan 5 konsep pemasaran berorientasi pasar? Manajemen pemasaran pada suatu lembaga kursus dan pelatihan dapat mengadopsi salah satu dari lima orientasi pasar: a) Konsep produksi menyatakan bahwa tugas manajemen adalah

meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan harga. b) Konsep produk menyatakan bahwa konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur inovatif terbaik; agar diperlukan sedikit usaha promosi. c) Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi kecuali organisasi mengadakan penjualan dalam skala besar dan usaha promosi. d) Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan target pasar dan menghantarkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing . e) Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa menghasilkan kepuasan pelanggan dan kesejahteraan sosial jangka panjang adalah kunci untuk mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi tanggung jawabnya

4. Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap perkembangan konsep pemasaran? Tahap-tahap perkembangan konsep pemasaran sebagai berikut: (Swastha, 1997; 17) a) Konsep Produksi Konsep ini mengemukakan bahwa pelanggan akan memahami produkproduk yang tersedia secara luas dan harganya murah, maka manajemen harus berkonsentrasi pada peningkatan efisiensi produksi dan distribusi. b) Konsep Produk

21

Konsep ini berpendapat bahwa para konsumen akan menyukai produkproduk berkualitas, penampilan, ciri-ciri terbaik, maka organisasi harus mencurahkan upaya terus menerus dalam perbaikan produk. c) Konsep Penjualan Konsep ini berpendapat bahwa konsumen jika dibiarkan sendiri, biasanya tidak akan membeli produk-produk dari organisasi perusahaan tersebut, maka perusahaan harus melakukan kegiatan penjualan yang agresif dan usaha promosi yang gencar. d) Konsep Pemasaran. Konsep pemasaran ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuantujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyerahan produk yang memuaskan secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing. e) Konsep Pemasaran Sosial Konsep ini berpegang pada anggapan bahwa tugas lembaga adalah

menentukan kebutuhan, keinginan dan minat dari pasar sasaran serta memberi kepuasan dengan cara yang lebih efisien dan efektif daripada pesaing, sehingga dapat menjamin atau mendorong kesejahteraan dan masyarakat.

5. Apa yang dimaksud dengan Lembaga kusus dan pelatihan sebagai organisasi jasa? Sebagai lembaga pendidikan non formal, lembaga kursus dapat dipandang sebagai suatu proses produksi, karena itu dapat diasumsikan sebagai industri jasa dan produk yang dihasilkan adalah lulusan yang memiliki kemampuan sesuai layanan pendidikan yang diberikan kepada lulusan yang menerima layanan pendidikan secara lansung sesuai standar mutu tertentu.

6. Memahami Prosedur pemilihan media pemasaran. Pemilihan media memerlukan dua keputusan, yaitu media apa yang akan digunakan dan sarana media apa yang dipakai. Dua metode berikut dapat digunakan untuk menentukan pemilihan media.

22

a) Cost-Per-Thousand Contacts Comparison Dalam metode ini, pemilihan media dilakukan berdasarkan jumlah kontak yang terjadi tanpa memperhatikan kualitas kontaknya. Metode ini sangat populer, karena sederhana dan mudah diterapkan. Meskipun demikian, penggunaan metode ini bisa menyesatkan jika pengiklan memandang kontak sama dengan eksposur. Eksposur adalah peluang individu menangkap pesan iklan dari media tertentu. Oleh karena itu kuantitas dan kualitas eksposur sama-sama penting bagi pengiklan, yang keduanya diukur melalui : Jangkauan (reach), yaitu jumlah individu yang menerima eksposur dari media tertentu minimal sekali dalam periode waktu tertentu. Kekerapan (frequency), yaitu berapa kali individu menerima tayangan atau pesan selama periode waktu tertentu. Dampak (impact), yaitu nilai kualitatif tayangan pada media tertentu. Misalnya iklan kosmetik lebih banyak faedahnya bila ditempatkan pada majalah wanita daripada di majalah bisnis. b) Matching of Audience and Media Characteristics Pendekatan lainnya untuk memilih media adalah dengan menentukan target khalayak lalu membandingkan karakteristiknya dengan karakteristik berbagai media Prosedurnya adalah sebagai berikut : Mengumpulkan data-data rinci tentang pelanggan (siapa, dimana, kapan, dan bagaimana). Mempelajari cakupan (coverage) suatu media. Membandingkan kedua informasi di atas. Hasilnya baru merupakan pemilihan media pendahuluan, karena hanya didasari aspek cakupan. Mengkaji pemilihan media pendahuluan itu dari aspek lainnya seperti aspek kebiasaan target khalayak terhadap media, jenis produk, bentuk pesan, dan biaya penggunaan media. Anggaran iklan dialokasikan ke media-media yang dipilih, termasuk sarana media masing-masing. Saran media yang dipilih harus memperhitungkan aspek-aspek berikut : Tiras atau sirkulasi, yaitu banyaknya unit fisik penyampai iklan. Khalayak, yaitu jumlah orang atau individu yang dapat dirangkul suatu sarana media.
23

Khalayak efektif, yaitu sejumlah individu yang benar-benar menjadii sasaran sarana media tersebut. Effective-ad-exposed audience, yaitu bagian dari khalayak efektif yang memperhatikan iklan di sarana media tersebut.

7. Bagaimana menentukan segmentasi pasar yang efektif? Segmentasi pasar yang efektif harus memenuhi kriteria dan syarat sebagai berikut: a) Dapat diukur daya belinya. b) Dapat dijangkau, baik lokasi maupun komunikasinya sehingga dapat dilayani secara efektif. c) Cukup besar dan menguntungkan. Suatu kelompok konsumen akan pantas disebut segmen, jika kelompok tersebut cukup besar dan menguntungkan. d) Dapat dilaksanakan sehingga semua program yang disusun dapat efektif. e) Dapat dibedakan. Segmen-segmen dapat dibedakan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan program-program bauran pemasaran yang berlainan.

D. Pertanyaan Evaluasi Program Pemasaran Lembaga Kursus Dan Pelatihan : 1. Bagaimana menentukan media yang tepat untuk lembaga pendidikan anda? 2. Buatlah segmentasi pasar sesuai dengan program keahlian yang ada di lembaga saudara? 3. Buatlah rencana pemasaran untuk program keahlian yang ada di lembaga saudara? 4. Bagaimana penerapan program bauran pemasaran 7P yang ada di lembaga saudara jelaskan ? 5. Menurut anda, mengapa konsep pemasaran bergeser menjadi pemasaran berorientasi konsumen? 6. Apa yang dimaksud dengan manajemen hubungan pelanggan? Bagaimana anda membina hubungan yang baik dengan pelanggan dan peserta didik?

24

DAFTAR PUSTAKA

William J, Stanton, Prinsip Pemasaran, Edisi Ketujuh,Jilid Kedua, Erlangga, Jakarta, 1986 Philip Kotler, (1986) Manajemen Pemasaran, Jakarta : Erlangga. Philip Kotler, (1997) Konsep Pemasaran, Jakarta : Erlangga. Basu Swasta, dan Handoko, T Hani., 1997, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perilaku Konsumen , Liberty, Yogyakarta. Husein Umar. Riset pemasaran & Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama 2000.

25