Anda di halaman 1dari 2

Jurnal Pengajaran Fisika Sekolah Menengah

Vol. 1 No.2, Mei 2009

ISSN 1979-4959

Editorial: Kreatif dan Inovatif dalam Pengajaran Sains


Mikrajuddin Abdullah Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Jalan Ganeca 10 Bandung 40132 E-mail: din@fi.ac.id

Hanya bangsa yang ingin menjadi bangsa terbelakanglah yang tidak sungguh-sungguh mengembangkan sains. Hanya sekolah yang ingin menjerumuskan bangsa saja yang tidak sungguh-sungguh mengajarkan sains pada siswanya. Mengapa? Karena sains adalah modal utama membangun bangsa. Tidak ada bangsa di dunia yang maju tanpa mengembangkan sains dengan sungguh-sungguh. Bangsa-bangsa yang sudah maju seperti Amerika, Eropa, dan sejumlah bangsa Asia adalah bangsa-bangsa yang sangat maju dalam bidang sains. Bangsa-bangsa yang masih terbelakang seperti sejumlah negara Asia dan sejumlah negara Afirika dan Amerika Latin adalah bangsa-bangsa yang tidak sungguhsungguh mengembangkan sains. Mengapa demikian? Karena sains adalah ujung tombak sebuah teknologi. Sains adalah awal dari lahirnya sebuah peradaban. Revolusi industri dan revolusi teknologi yang mengiringi perjalanan hidup manusia bermula dari penemuan-penemuan baru dalam bidang sains. Perubahan gaya hidup manusia juga diawali dengan penemuan baru dalam bisang sains. Bangsa maju, atau bangsa yang ingin maju memberikan perhatian sangat-sangat serius pada pengembangan sains, baik pada saat ini maupuin pada masa datang. Pengembangan sains di masa datang dilakukan melalui peningkatan minat para siswa pada sains itu sendiri sehingga sebagian dari mereka akan memilih jalur ilmuwan sebagai profesi kelak. Salah satu problem besar dalam pendidikan kita adalah kurangnya minat siswa terhadap pelajaran sains. Pelajaran sains tidak menarik, membosankan, dan hanya membuat stress. Pelajaran sains, seperti fisika, hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang memusingkan kepala dan tanpa jelas kegunaannya. Kalau perlu jangan ada deh. Pengajaran sains oleh guru-guru juga membosankan, monoton, metode jadul, dan boring abis. Tobat deh. Buku pelajaran juga amit-amit. Rumusnya sulit dipahami dan tebal lagi. Ampun-ampun, kalau bisa jangan ada deh. Siswa-siwa masuk jurusan IPA bukan karena mereka senang IPA. Siswa masuk IPA sekedar untuk memudahkan masuk perguruan tinggi karena memberikan banyak pulihan jurusan. Jika jurusan yang ditempuh di SMA adalah IPA maka ketika mendaftar di perguruan tinggi siswa yang bersangkutan bisa mendaftar di program studi IPA maupun IPS. Sedangkan jika jurusan yang ditempuh di SMA adalah IPS maka program studi pilihan di perguruan tinggi hanya IPS.

Pola pengajaran sains yang hanya menfokuskan pada hafalan dan rumus-rumus adalah salah satu biang kerok rendahnya minat siswa pada sains. Tanpa adanya inovasi di bidang pengajaran, maka sampai kapan pun tidak akan ada peningkatan minat siswa-siswa pada sains. Inovasi dan cara pengajaran yang sedikit revolusioner adalah satu-satunya pilihan jika ingin melakukan perubahan tersebut. Bagaimana caranya? Banyak orang berpendapat bahwa pengajaran monoton yang melulu merupakan ceramah di depan papan tulis tidak terlalu menarik. Inti dari sains adalah pengamatan. Inti dari pengamatan itu sendiri adalah demosntrasi atau eksperimen. Pengajaran sains akan lebih menarik jika siswa dihadapkan langsung pada demonstrasi atau eksperimen. Berarti pengajaran sains harus memberikan porsi yang cukup pada kegiatan demosntrasi atau eksperimen. Pertanyannya selanjutnya adalah jika pola ini dilakukan apakah tidaak mahal. Apakah terjangkau oleh dana pendidikan yang minim? Tidakkah harga kit-kit demosntrasi atau eksperimen cukup mahal? Bagaimana jika alat yang mahal itu rusak? Bagaimana menggantinya? Sejumlah pertanyaan pesimistis mungkin akan muncul seketika, baik oleh sekolah elit atau sekolah biasa. Hampir semua sekolah akan menghindar kalau dihadapkan pada demo atau eksperimen sains. Apakah memang demikian? Apakah benar demo atau eksperimen sains itu mahal? Kalau saya ditanya, maka saya jawab sangat tidak benar demo sains itu mahal. Caranya? Dengan INOVASI. Dengan sejumlah inovasi maka demo sains bisa menjadi sangat-sangat murah. Sejumlah demo sains menarik dapat dilakukan dengan biaya tidak lebih dari Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Demo-demo semacam inilah yang harus dikembangkan di negara dengan biaya pendidikan minim seperti Indonesia. Karena tidak ada pilihan lain. Kita tidak mungkin terus menunggu diturunkan anggaran untuk membeli kit-kit demo/ekpserimen yang mahal. Sekarang dengan inovasi kita lupakan kit-kit itu. Lupakan alat-alat pabrikan yang mahal itu. Mari kita bikin alat sendiri. Apakah iya, demo sains bisa semurah itu? Coba kita pikirkan bagaimana mengukur koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan permukaan papan. Bagi pengajar yang malas berinovasi, yang terbayang dalam pikiran adalah ketersediaan neraca pegas yang akan digunakan untuk menarik balok. Butuh biaya dan belum tentu neraca itu dapat diperoleh dengan mudah. Akhirnya

27

JPFSM Vol. 2 No. 1, Mei 2009

28

demo tidak dapat dilakukan. Bagi guru yang inovatif, mereka akan mencari alternatif-alternatif lain yang memungkinkan demo tersebut dapat dilakukan dengan mudah tanpa perlatan mahal. Contoh cara tersebut, tampak pada Gbr. 1.

N fs
Ba l ok

Pa

pa

mg
x
Gambar 1 Demo sederhana untuk menentukan koefisien gesekan statis antara permukaan balok dengan papan. Balok ditempatkan di atas papan yang diposisikan miring. Gaya penggerak balok agar meluncur ke bawah adalah
F = mg sin .

Kita dapat meelakukan improvisasi dengan melihat pengaruh pelumas pada kosefisien gesekan statis. Caranya adalah melumuri permukaan dengan pelumas. Inilah prinsip kerja pelumas kendaraan. Banyak percobaan atau demo lain yang dapat dilakukan dengan modal minim melalui sedikit inovasi. Para guru bisa mengembangkan ekperimen lain dengan memanfaatkan bahan atau alat-alat murah yang ada di sekitar kita. Alat rumah tangga atau mainan anak-anak yang dijual di pinggir jalan adalah contoh bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mendemosntrasikan sains secara menarik. Bagi siswa-siswa sekolah menengah, belum perlu melakukan percobaan dengan ketelitian yang tinggi. Yang terpenting adalah memperlihatkan bekerjanya hukum alam tersebut. Pengukuran yang teliti akan didapat di bangku kuliah. Mari kita mengubah bangsa dengan inovasi. Sekecil apa pun itu. Tentang Penulis. Dr.Eng. Mikrajuddin Abdullah adalah dosen di Program Studi Fisika, FMIPA Institut Teknologi Bandung. Yang bersangkutan aktif menulis buku-buku pelajaran sains dan fisika untuk tingkat SD/MI sampai perguruan tinggi. Buku-buku yang telah ditulis adalah: buku sains SD/MI sebanyak 11 buku, buku fisika dan sains SMP/MTs sebanyak 9 buku, buku fisika SMA/MTs sebanyak 7 buku (6 buku dalam bahasa Indonesia dan 1 buku dalam bahasa Inggris), untuk perguruan tinggi sebanyak 2 buku, dan untuk umum sebanyak 2 buku. Penulis juga banyak menulis diktat kuliah untuk mahasiswa ITB maupun umum. Jumlah diktat yang ditulis sekitar 12 diktat. Penulis juga sering memberikan pelatihan peningkatan kemampuan pengajaran sains pada guru-guru bidang sains dan fisika tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA di Jawa dan Sumatera dan memberikan pelatihan bagaimana menulis karya ilmiah yang baik pada dosen dan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. Selain menjadi ketua editor jurnal ini, penulis juga menjadi ketua editor Jurnal Nanosains & Nanoteknologi (http://ijp.fi.itb.ac.id/index.php/nano) dan anggota editor Indonesia Journal of Physics (http://ijp.fi.itb.ac.id/index.php/ijp). Dalam bidang riset, penulis telah menghasilkan sekitar 200 makalah ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional, jurnal ilmiah nasional, seminar internasional, dan seminar nasional.

(1)

Gaya normal yang bekerja pada balok adalah


N = mg cos .

(2)

Gaya gesekan statis maksimum yang bekerja pada balok adalah


f s ,maks = s N = s mg cos .

(3)

Balok tepat akan bergerak jika terpenuhi


F = f s ,maks

atau atau

mg sin = s mg cos

s =

sin = tan cos

(4)

Tampak dari persamaan (4) bahwa koefisien gesekan statik antara permukaan balok dan papan sama dengan tangensial kemiringan papan ketika balok tepat akan bergerak. Nilai tangen tersebut dapat ditentukan dengan mengukur x dan y seperti tampak pada Gbr. 1. Pada saat eksperimen kita tempatkan balok di atas papan. Lalu miringkan papan secara perlahan-lahan hingga balok tepat meluncur. Ukur nilai x dan y pada posisi itu. Dengan demikian, koefieisn gesekan statik dapat dihitung. Tidak ada perlatan yang mahal dalam demo ini. Tidak ada neraca pegas yang diperlukan.