Anda di halaman 1dari 13

IK KULIT DAN KELAMIN

PENDAHULUAN
Struktur dan adanya kelainan pada rongga mulut merupakan suatu petanda penting untuk diagnosis penyakit rongga mulut dan dapat merupakan suatu bagian dari penyakit sistemik
Pemeriksaan rongga mulut: inspeksi dan palpasi Pemeriksaan sistematik: bibir, sulkus ginggivobukal, mukosa bukal, ginggiva, gigi, palatum mole dan durum, lidah, orofaring.

Bila ada kelainan, organ lain yaitu hidung, mata, mukosa genital, anogenital, dan kulit harus diperiksa Pemeriksaan penunjang: lab, foto toraks, biopsi histopatologi

Acute necrotizing ulcerative gingivitis (Vincents gingivitis)


Tentara Semua usia, terutama mengenai dewasa muda, dekade kedua dan ketiga Etiologi ?? infeksi bakteri spirocheta Faktor predisposisi: higiene oral buruk, kalkulus, merokok Presipitasi: stres psikis

Keluhan: nyeri, kaku pada gigi dan daerah sekitar, terganggunya fungsi pengecap Gejala konstitusi: febris
Gejala klinis yang penting: Nekrosis papila interdental yg disertai ulserasi dan perdarahan gingiva Pseudomembran putih keabuan dapat terlihat pada gingiva Limfadenopati pada kasus kronis

Pengobatan: Debrideman dengan kuretase untuk mengangkat jaringan nekrotik diikuti lavase dengan hidrogen peroksida dan air hangat Terapi sistemik: Antibiotik gol. Penisilin, metronidasol Analgetik Pencegahan: hindari makanan iritan, merokok, alkohol

SIFILIS
Etiologi: Treponema pallidum chancre tempat inokulasi T. pallidum Terdapat pada: bibir, ginggiva, lidah atau orofaring Klinis: ~ genital: ulkus tidak nyeri, indurasi, tepi menimbul

Bila tidak diobati, dalam waktu 6 minggu berlanjut menjadi SIFILIS SEKUNDER Gejala: febris, malaise, nyeri tenggorokan, nyeri kepala dan anoreksia disertai erupsi papuloskuamosa Pada rongga mulut: mucous patches multipel, oval atau bulat, lesi putih keabuan, sering dengan halo kemerahan, tidak nyeri

SIFILIS TERSIER, terjadi setelah periode laten sekitar 3-12 th setelah infeksi Gejala: membran mukosa: gumma. Lesi berupa tumor tidak nyeri, ulserasi, jar. Nekrotik. Lokasi: palatum durum, mole, septum nasal, faring, laring, dan lidah. Komplikasi: glossitis kronis, Ca lidah

KONGENITAL SIFILIS: -rhagadic scars, gigi permanen insicors sentral atas dan M1. Insicors bawah jarang. Hutchinson insicors. Pengobatan: Benzatin Penisilin 2,4 jt unit im dosis tunggal

TUBERKULOSIS
TBC rongga mulut: Jarang Inokulasi primer TBC: nodul diikuti ulserasi, adenopati regional. TBC sekunder dengan lesi oral jarang, terjadi pada perluasan TBC laring dan gastrointrestinal

Klinis: lesi ulkus bulat batas tidak teratur, nodul granulomatous. Lokasi: lidah, mukosa bukal, gingiva Pengobatan: Rifampisin 10 mg/kgBB Etambutol 25 mg/kg BB INH 5-10 mg/kg Bb Pirazinamid 20-35 mg/kg BB