Anda di halaman 1dari 35

SITI AMANDA CHAIRI 030.07.

246

Hyperplasia

endometrium adalah keadaan dimana endometrium tumbuh secara berlebihan. Kelainan ini bersifat benigna (jinak), akan tetapi pada sejumlah kasus dapat berkembang kearah keganasan uterus. Sejumlah wanita berada pada resiko tinggi menderita hiperplasia endometrium.

Pada

kasus umum, peningkatan hormon estrogen bisa terjadi akibat dipicu oleh tumbuhnya kista. Pada kasus lain, penebalan dinding rahim juga terjadi karena faktor ketidakseimbangan hormonal dimana peningkatan hormon estrogen tak diimbangi oleh peningkatan progesteron. Kondisi ini juga biasanya dialami oleh wanita yang tergolong berbadan gemuk karena produksi estrogennya berlebihan.

Pasien Ny. N 49 tahun Ibu rumah tangga Islam Jawa Rawa Lumbu Jalan Penegak F 205

Suami Tn. A 54 tahun Buruh Islam Jawa Rawa Lumbu Jalan Penegak F205

Tanggal masuk RS :13 November 2013 Asal Pasien : Poli Kebidanan

Keluhan Utama
Perdarahan dari vagina sejak lima belas hari yang lalu

Keluhan Tambahan
Nyeri perut, lemas, sejak perdarahan

Perdarahan dari vagina sejak tanggal 29 Oktober 2013

Berwarna merah segar, banyak gumpalan berwarna hitam kemerahan

Pusing, lemas, kunangkunang, pengurangan aktifitas

BAB DAN BAK NORMAL

Mual, muntah, demam disangkal

Sulit tidur, hot flash, sulit menahan kencing, sembelit, berkurangnya daya ingat disangkal

Riwayat menstruasi yang tidak teratur disangkal

OKT12 GEJALA MENOPAUSE

FEB13 PERDARAHAN TIAP BULANNYA >10 HARI S.D SAAT INI

JULI 2012 KURET

Riwayat Penyakit Dahulu


Sejak lahir pasien sering pucat dan lemas, mata dan kulit kuning. Saat usia 5 tahun, pasien ditransfusi karena sering lemas dan sering pucat. Setelah ditransfusi pasien menjadi segar dan tidak pucat lagi Selama seumur hidup pasien hanya ditransfusi 1 x. Pasien tidak ditransfusi lagi dikarenakan biaya. Riwayat hipertensi, penyakit jantung, kencing manis, asma, alergi terhadap obat, riwayat operasi disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga


Nenek pasien dari ibu seumur hidup sering pucat tetapi tidak pernah ditransfusi. Nenek pasien meninggal karena muntah darah akibat pecah pembuluh darah di paru. Kakak kandung ayah pasien juga sering mengalami pucat, dan meninggal karena tekanan darah tinggi. Riwayat penyakit jantung, kencing manis, asma dalam keluarga disangkal.

Riwayat Menstruasi
Haid pertama umur : 13 tahun Siklus : teratur, 28 hari Lamanya : 7 hari dengan pemakaian pembalut 2x/hari Hari Pertama Haid Terakhir : 9 Desember 2012 Tafsiran persalinan : 16 September 2013 Sakit saat haid (dismenorea) : (-)

Riwayat Perkawinan satu kali, saat usia 21 tahun, usia perkawinan 1 tahun

Riwayat Persalinan Merupakan kehamilan pertama

Riwayat ANC Pasien lakukan setiap bulan di bidan, selama antenatal care tidak ada kelainan pada janin pasien.

Riwayat Kebiasaan merokok (-), minum alkohol (-), minum jamu (-), minum obat-obatan (-) pemakaian jarum suntik bersamasama (-).

Status

Generalis TandaVital
TD Nadi Pernapasan Suhu

: 120/90 mmHg : 88 x/menit : 20 x/menit : 36,7 0C

Kepala Mata

Normocephali, rambut hitam tumbuh merata, tidak mudah dicabut conjungtiva anemi +/+, sclera ikterik +/+

THT
Leher

secret telinga -/-, secret hidung -/-, tonsil hiperemis (-)

Simetris, pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)

Thorak Inspeksi : pergerakan hemithorak kanan dan kiri simetris, retraksi (-) Palpasi : retraksi (-), stem fremitus kanan dan kiri simetris Perkusi : sonor pada kedua hemithorak Auskultasi : Paru : suara nafas vesikuler +/+, ronchi +/+, Jantung : bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)

Mammae Inspeksi : aerola mammae hiperpigmentasi (+), peau de orange (-) Palpasi : massa (-), retraksi (-), nyeri (-)

Abdomen Inspeksi : perut tampak membuncit Palpasi : lien teraba membesar di regio hipochondria kiri (schuffner sulit dinilai) Perkusi : sulit dinilai Auskultasi : BU(+) 4x/menit

Ekstremitas pada keempat ekstremitas (+), edema pada keempat ekstremitas (-)

Pemeriksaan luar Inspeksi : Perut tampak membuncit, striae gravidarum (+), linea nigra (+) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I : bokong Leopold II : punggung kanan Leopold III : kepala Leopold IV : divergen HIS Frekuensi : 1-2 x / 10 menit Lamanya : 10-15 detik Kekuatan : kurang Relaksasi : ada Auskultasi DJJ : 152 x/ menit

Pemeriksaan dalam Inspekulo : Tidak dilakukan Vaginal Toucher : Portio Konsistensi : Tebal lunak Pembukaan : 3 cm Ketuban : Utuh Kepala : Hodge I

Hasil
HEMATOLOGI Darah Lengkap

Satuan

Nilai Normal

Laju Endap Darah


Leukosit Hitung Jenis Basofil Eosinofil Batang

25
10,9 0 0 2

mm
ribu/uL % % %

0-15
5-10 <1 1-3 2-6

Segmen
Limfosit Monosit

68
34 0

%
% %

52-70
20-40 2-8

Eritrosit
Hemoglobin Hematokrit Index Eritrosit MCV MCH MCHC Trombosit

3,25
5,8 21,0 64,7 17,8 27,6 226

Juta/uL
g/dL % fl pg % ribu/uL

4-5
12-14 37-47 82-92 27-32 32-37 150-400

HEMOSTASIS PT PT control APTT PTT control IMUNOSEROLOGI HBsAg (Elisa) Non reaktif, TV: 0.00 Non reaktif TV < 0,13 Reaktif TV >= 0,13 KIMIA KLINIK Fungsi Hati AST (SGOT) ALT (SGPT) Fungsi Ginjal Ureum Kreatinin GDS 15 0,51 61 mg/dL mg/dL mg/dL 20-40 0,5-1,5 60-110 33 13 U/L U/L < 37 < 41 14,8 14,0 34,1 35,9 detik detik detik detik 12-18 12,4-17,9 20-40 27,5-39,5

Eritrosit

Hipokrom mikrositik, anisopoikilositosis, ovalosit (+), sel target (+), sel tear drops (+), fragmentosit (+), polikromasi, basophilic stippling, saglutinasi.

Leukosit

Kesan jumlah meningkat, hipersegmentasi (+), limfosit atipik (+) Blast Promielosit Mielosit Metamielosit Basofil : 0% : 0% : 0% : 0% : 0% Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit : 1% : 2% : 73% : 20% :4%

Eritrosit berinti / 100 leukosit

Trombosit
Kesan

Kesan jumlah kurang, trombosit raksasa (+)


Bisitopenia dengan leukositosis ec suspek kelainan hemoglobin dan infeksi

USG 24 September 2013

Janin tunggal hidup hamil 37 minggu, plasenta di fundus, amnion cukup

Pasien Ny. KM, G1 hamil 37 minggu datang ke IGD Ponek RSUD Kota Bekasi dengan keluhan mules sejak 12 jam sebelum masuk Rumah Sakit selain itu pasien juga merasa lemas, letih dan lesu. 7 jam saat di rumah sakit, pasien mengeluh keluar air-air. Keluar air-air tersebut tidak bisa ditahan, cairan berwarna jernih, tidak berlendir dan tidak berdarah. Gerakan janin aktif.

Sejak lahir pasien sering pucat dan lemas, mata dan kulit kuning. Saat usia 5 tahun, pasien ditransfusi karena sering lemas dan sering pucat. Selama seumur hidup pasien hanya ditransfusi 1 x. Setelah ditransfusi pasien menjadi segar dan tidak pucat lagi. Pasien tidak ditransfusi lagi dikarenakan biaya.

Nenek pasien seumur hidup sering pucat tetapi tidak pernah ditransfusi. Nenek pasien meninggal karena muntah darah akibat pecah pembuluh darah di paru. Kakak kandung ayah pasien juga sering mengalami pucat, dan meninggal karena hipertensi.

Haid pertama pada umur 13 tahun, siklus teratur, 28 hari dengan lamanya 7 hari dengan pemakaian pembalut 2x/hari. Hari Pertama Haid Terakhir 9 Desember 2012 dengan tafsiran persalinan 16 September 2013

Status Generalis TandaVital TD : 120/90 mmHg Nadi : 88 x/menit Pernapasan : 20 x/menit Suhu : 36,7 0C Mata : conjungtiva anemi +/+, sclera ikterik +/+ Abdomen Inspeksi : perut tampak membuncit Palpasi : lien teraba membesar di regio hipochondria kiri (schuffner sulit dinilai)

Status Obstetri
Pemeriksaan Luar Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II Leopold III Leopold IV
Auskultasi DJJ HIS Frekuensi Lamanya Kekuatan Relaksasi Pemeriksaan Dalam Portio Konsistensi Pembukaan Ketuban Kepala

: bokong : punggung kanan : kepala : divergen

: 152 x/ menit

: 1-2 x / 10 menit : 10-15 detik : kurang : ada

: Tebal lunak : 3 cm : Utuh : Hodge I

Hasil HEMATOLOGI Darah Lengkap Laju Endap Darah Leukosit Hitung Jenis Basofil 0 25 10,9

Satuan

Nilai Normal

mm ribu/uL

0-15 5-10

<1

Eosinofil
Batang Segmen Limfosit Monosit Eritrosit Hemoglobin Hematokrit Index Eritrosit MCV MCH MCHC

0
2 68 34 0 3,25 5,8 21,0

%
% % % % Juta/uL g/dL %

1-3
2-6 52-70 20-40 2-8 4-5 12-14 37-47

64,7 17,8 27,6

fl pg %

82-92 27-32 32-37

Eritrosit

Hipokrom mikrositik, anisopoikilositosis, ovalosit (+), sel target (+), sel tear drops (+), fragmentosit (+), polikromasi, basophilic stippling, saglutinasi.

Leukosit

Kesan jumlah meningkat, hipersegmentasi (+), limfosit atipik (+) Blast Promielosit Mielosit Metamielosit Basofil : 0% : 0% : 0% : 0% : 0% Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit : 1% : 2% : 73% : 20% :4%

Eritrosit berinti / 100 leukosit


Trombosit Kesan jumlah kurang, trombosit raksasa (+)

Kesan

Bisitopenia dengan leukositosis ec suspek kelainan hemoglobin dan infeksi

Ibu

G1 Hamil 37 minggu dengan anemia hipokrom mikrositik ec thalasemia

Janin

janin tunggal hidup intra uterine presentasi kepala

Ibu
Dubia ad malam

Janin
Dubia ad bonam

Rawat inap Transfusi PRC 1000cc Cek Hb post transfusi Konsul ke penyakit dalam

Th/ injeksi Cefuroxime Na 2x750 mg Isoxsuprine HCL 4 ampul/drip Th/ oral Asam folat 5mg/hari

Pasien wanita berusia 22 tahun, G1 hamil 37 minggu datang ke IGD Ponek RSUD Kota Bekasi mules-mules sejak 12 jam yang lalu dikarenakan kontraksi uterus. Selain itu pasien juga mengeluh pucat, lemas, letih dan lesu dikarenakan kadar Hb pasien adalah 5,8 mg/dL. Dan pasien juga mengeluh keluar air-air sejak 7 jam yang lalu, dan dari pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm, ini merupakan ketuban pecah dini yang biasanya paling sering diakibatkan oleh infeksi.

Sejak lahir pasien sering mengalami pucat, lemas dan kuning.


Saat usia 5 tahun pasien ditransfusi akibat pasien sering lemas dan pucat. Setelah ditransfusi pasien tidak pucat dan tidak lemas lagi. Pasien hanya ditransfusi 1x akibat masalah biaya.

Nenek pasien semasa hidupnya sering pucat dan lemas dan meninggal karena muntah darah akibat pecah pembuluh darah di paru. Kakak kandung ayahnya juga sering mengalami pucat dan meninggal karena hipertensi.

Dari hasil pemeriksaan fisik, didapatkan conjugtiva anemis dan sclera ikterik.
Penyebab sclera ikterik ini dikarenakan pemecahan eritrosit yang berlebihan sehingga menyebabkan kadar bilirubin indirect meningkat. Lalu dari pemeriksaan abdomen didapatkan splenomegali di regio hipochondriasis kiri. Akibat penghancuran eritrosit yang berlebihan. Pada pasien ini sulit ditentukan schuffnernya dikarenakan pasien hamil. Dari hasil laboratorium hematologi didapatkan Hb 5,8 mg/dL, eritrosit 3,25 juta/uL, Hematokrit 21,0%, MCV 64,7 fl, MCH 17,8 pg, MCHC 27,6 %. Sehingga dapat disimpulkan jumlah eritrosit berkurang dengan ukuran mengecil, warna hipokrom dan isi hemoglobin yang berkurang.

Dari hasil apusan darah tepi didapatkan eritrosit : Hipokrom mikrositik, anisopoikilositosis, ovalosit (+), sel target (+), sel tear drops (+), fragmentosit (+), polikromasi, basophilic stippling, saglutinasi. Trombosit : kesan jumlah kurang, trombosit raksasa (+).
Dari hasil analisa Hb dan apusan darah tepi yang telah dilakukan dan digabungkan dengan anamnesa dan pemeriksaan yang didapat, dapat diambil kesimpulan bahwa pada pasien mengalami Thalasemia. Untuk menentukan rantainya maka perlu dilakukan pemeriksaan elektroforesis Hb. Terapi pada pasien thalasemia dengan kehamilan dapat diberikan asam folat 5mg/hari, bila Hb kurang dapat ditransfusi dengan PRC.