Anda di halaman 1dari 24

PENGARUH DISIPLIN KERJA EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERIODE TAHUN 2011 - 2012 (Studi Kasus

Di Kantor PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat)

Rahmad Haposanta Manurung (108100036)

D I S U S U N Oleh

SEKOLAH ADMINISTRASI BISNIS DAN KEUANGAN INSTITUT MANAJEMEN TELKOM BANDUNG 2013

Sejarah Singkat PT. PLN (Persero)

1.

Pada tanggal 27 Oktober 1945 dengan PP No. 1SD/45 merupakan hari dan tanggal yang

bersejarah bagi perusahaan listrik era tahun 1945 karena pada hari itu adalah hari jadi listrik.

2.

Perkembangan selanjutnya ialah dikeluarkannya PP No. 18 Tahun 1972 tentang pembentukan Perusahaan Umum Listrik Negara yang berkantor di Jakarta.

3.

Dengan peraturan pekerjaan umum dan tenaga listrik pada tanggal 9 September 1975 tentang organisasi dan tata kerja Perusahaan Umum Listrik Negara, maka Perusahaan

Umum Listrik Negara mengadakan reorganisasi yang menyangkut tugas dan wilayah kerja
di rayon, kemudian berdasarkan pengumuman pemerintah pada tanggal 14 Juli 1975, maka perusahaan Listrik Negara Explorasi XI diganti namanya menjadi Perusahaan Listrik Negara.

Latar Belakang Penelitian


BUMN harus dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat selaku konsumen dan memberikan citra yang baik di mata masyarakat dengan cara memberikan pelayanan yang Melihat berkualitas.

keadaan tersebut, pemerintah berupaya agar BUMN berusaha dapat memperbaiki

keadaan dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Dalam melakukan kegiatannya PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat menyediakan bagian pelayanan pelanggan yang tugasnya memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh setiap pelanggan, diantaranya : 1. Pelayanan Sambung Baru dan Penambahan Daya 2. Pelayanan Pembacaan Meter

3. Pelayanan Penjualan Rekening Listrik


4. Pelayanan Gangguan 5. Pelayanan Informasi Pelanggan, Call Center 123

Berdasarkan data pada tahun 2011 2012 terdapat beberapa indikasi adanya penurunan
disiplin kerja karyawan pada kantor PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat, yaitu : 1. Masih banyaknya karyawan yang masuk kerja terlambat dan pulang lebih awal yang seharusnya masuk dari jam 07.00 Pagi - 05.00 Sore. 2. Terdapat beberapa kasus yang terjadi pada karyawan yang datang ke kantor hanya finger scan tanpa memenuhi kewajibannya untuk bekerja.

3. Selama jam kerja berlangsung banyak diantaranya karyawan melakukan kegiatan diluar
kantor, sehingga waktu tidak efektif dan pekerjaan tidak maksimal. Sehingga hal ini mengakibatkan pekerjaan menumpuk.

TABEL 1.1 PRESENTASE ABSENSI JAM KERJA KARYAWAN BULAN 31 JULI 2011 31 DESEMBER 2012 PUKUL 07.00 PAGI - 05.00 SORE PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN AREA BANDUNG RAYON BANDUNG BARAT PADA PERIODE TAHUN 2011 2012
Keterangan Juli 15 15 Agustus 12 10 September 10 9 Oktober 20 10 November 22 16 Desember 20 13

Absensi
Cuti Sakit Masuk Tepat waktu Terlambat Masuk Kerja Jumlah Hari Kerja Jumlah Jam Kerja Jumlah Karyawan

0 73
20 Hari

13 68
20 Hari

15 69
18 Hari

17 57
22 Hari

12 54
20 Hari

11 59
21 Hari

162,5 234

157,5 234

148,5 234

177,9 234

157,5 234

168,5 234

Sumber : Bidang Administrasi Sumber Daya Manusia pada kantor PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat.

TABEL 1.2 HASIL AKHIR PENILAIAN SASARAN KINERJA PADA KANTOR PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN AREA BANDUNG RAYON Bandung Barat PADA PERIODE TAHUN 2010 2012
N0 1 2 3 4 5 6 INDIKATOR Perspektif Bisnis Internal Perspektif Pelayanan Pelanggan Perspektif Keuangan Perspektif Pembelajaran 2010 (%) 14,23 10,00 46,16 4,40 5,10 2,34 2011 (%) 15,74 9,70 52,90 5,10 4,50 2,10 2012 (%) 10,00 20,00 47,00 5,00 5,90 2,13

Perspektif Administratif
Perspektif Pengawasan

Sumber : Bidang Administrasi Sumber Daya Manusia pada kantor PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat.

Perumusan Masalah Penelitian


Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penulis meninjau rumusan

masalah sebagai berikut :


1. Bagaimana disiplin kerja karyawan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat periode tahun 2011 2012 ? 2. Bagaimana kinerja karyawan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat periode tahun 2011 2012 ? 3. Seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung periode tahun 2011 2012 ?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penulis meninjau tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui disiplin kerja di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat periode tahun 2011 - 2012. 2. Mengetahui kinerja karyawan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat pada periode tahun 2011 2012. 3. Mengetahui besarnya pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Area Bandung Rayon Bandung Barat pada periode tahun 2011 2012.

Gambaran Teori
Pengertan Disiplin Kerja Disiplin adalah sebagai mental yang tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku perorangan, kelompok, atau masyarakat berupa ketaatan terhadap peraturan peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Tujuan Disiplin Kerja


1. Tingginya rasa kepedulian karyawan terhadap pencapaian tujuan perusahaan. 2. Tingginya semangat dan gairah kerja dan inisiatif para karyawan untuk melaksanakan

pekerjaan.
3. Besarnya rasa tanggung jawab pada karyawan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya. 4. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solidaritas yang tinggi. 5. Meningkatnya efisiensi disiplin kerja dan kinerja karyawan.

Pendekatan Dalam Disiplin

1. Pendekatan Disiplin Positif


2. Pendekatan Disiplin Progresif Jenis jenis Disiplin Kerja 1. Disiplin Preventif. 2. Disiplin Korektif 3. Disiplin Progresif Faktor faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan

1. Tujuan dan kemampuan


2. Teladan pimpinan 3. Balas Jasa 4. Keadilan 5. Waskat 6. Sanksi Hukuman 7. Ketegasan 8. Hubungan Kemanusiaan

Pengertian Kinerja Kinerja adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi. Tujuan dan Manfaat Kinerja 1. Meningkatkan prestasi kerja karyawan, baik secara individu maupun sebagai kelompok 2. Merangsang minat dalam pengembangan pribadi 3. Membantu perusahaan untuk dapat menyusun program pengembangan dan pelatihan karyawan yang lebih tepat guna. 4. Menyediakan sarana untuk membandingkan prestasi kerja karyawan dengan tingkat gajinya atau imbalannya sebagai bagian dari kebijakan dan system imbalan yang baik. Faktor faktor yang Mempengaruhi Kinerja 1. Faktor Kemampuan (Ability) 2. Faktor Motivasi

Kerangka Pemikiran
Variabel Disiplin Kerja Sub Variabel Tujuan dan Kemampuan Hubungan Kemanusiaan Teladan Pimpinan Balas Jasa Keadilan Waskat Sanksi Hukuman Ketegasan Indikator Kejelasan Tujuan yang dicapai Hubungan Horizontal yang harmonis Hubungan Vertikal yang harmonis Pimpinan Berdisiplin baik Balas Jasa yang besar dan balas jasa yang kecil Kehadiran atasan Pimpinan yang tegas

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 5.

Variabel 1. Proses karyawan 2. Kondisi pekerjaan 3. Efisiensi waktu

4.
5. 6. 7.

Pemberian pelayanan
Ketepatan kerja Kualitas kerja Tingkat kemampuan kerja

8. Kemampuan analsis data

6. 7.

1. Jenis penelitian

a. Metode Deskriptif
b. Metode Kausal 2. Variabel Penelitian a. Disiplin Internal (X1) b. Disiplin Eksternal (X2) c. Kinerja (Y) 3. Skala Pengukuran a. skala ordinal, yaitu skala yang memungkinkan peneliti untuk menempatkan subjek pada kategori atau kelompok tertentu . b. Skala ini mengukur tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap serangkaian pernyataan yang mengukur suatu objek.

Identifikasi Masalah dan Tujuan Studi Pustaka Identifikasi Variabel Penelitian Penentuan Alat dan Teknik Pengumpulan data Penyusunan Kuesioner

Studi Pendahuluan

Penentuan Sampel dan Objek Penelitian

Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner


Pengumpulan Data

Penentuan Teknik Pengolahan Data

Proses Pengolahan Data


Analisis Data Kesimpulan dan Saran

Populasi dan Sampel


1. Populasi Mengemukakan bahwa objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh pneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. 2. Sampel

Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut dan Teknik
sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :

Keterangan :

N = Ukuran populasi
n = Ukuran sampel e = 10 % kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir (batas kesalahan 10 %) n= 234

1 + 234 (0,1) = 234 3,34 = 70,006 = 70

Sampel minimal yang harus penulis peroleh sebagai bahan penelitian adalah sebanyak 234 sampel dari 71 sampel masing masing divisi.

Pengumpulan Data
1. Data primer Pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan peninjauan langsung pada perusahaan. 2. Data sekunder adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tidak langsung yang berhubungan dengan masalah masalah yang diteliti.

Uji validitas

Validitas menunjukan sejauh mana ketepatan, kesesuaian, atau kecocokan suatu alat
untuk mengukur apa yang akan diukur. Untuk mengukur validitas suatu alat, maka peneliti menggunakan korelasi Product Moment : rxy

Uji Reliabilitas alat ukur konsisten atau memiliki kemantapan dalam penggunaannya, baik ditinjau dari waktu ke waktu maupun dari kondisi satu dengan kondisi yang lain.

Y = a + b1X1+b2X2++bnXn

Teknik Analisis Data


Statistik Deskriptif Statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data sampel yang telah dikumpulkan tanpa melakukan analisisdan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (penggeneralisasian).

Dengan statistik deskriptif akan diketahui nilai rata rata (mean), distribusi frekuensi, nilai minimum dan maksimum serta standar deviasi.
Data yang diteliti akan dikelompokkan kedalam beberapa kategori yaitu : Disiplin kerja eksternal dan internal terhadap kinerja.

Analisis Regresi Linear Berganda Analisis ini untuk memprediksikan nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel mengalami kenaikan atau penurunan dan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing masing variabel independen berhubungan positif atau negatif.
Rumus:
Y = a + b1X1+b2X2++bnXn

Keterangan : Y = variabel terikat a = konstanta b1,b2 = koefisien regresi X1, X2 = variabel bebas

Analisis Determinasi (R)


Analisis determinasi digunakan untuk mengetahui prosentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1, X2, , Xn) secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Koefisien ini menunjukkan seberapa besar prosentase variasi variabel dependen. R2 = 0, maka variasi variabel independen yang digunakan dalam model tidak menjelaskan sedikit pun variasi variabel dependen. R2 = 1, maka variasi variabel independen yang digunakan dalam model menjelaskan 100% variasi variabel dependen. Rumus yang digunakan adalah : KD : R2 x 100%

Uji Hipotesis secara Simultan (Uji statistik F)

Persamaannya Sebagai Berikut

Keterangan : R2 = Koefisien determinasi n = Jumlah data k = jumlah variabel independen

Jika nilai signifikan F < 0.05 maka hipotesis alternatif ditolak atau dengan = 5% variabel independen secara statis mempengaruhi variabel dependen secara bersama sama. Hasil perhitungan nanti adalah Jika F hitung< F tabel, maka H0 diterima (H1 ditolak) dan jika F hitung> F tabel, maka H0 ditolak (H1 diterima) pada = 0,05.

Uji Hipotesis secara Parsial (Uji statistik t)

Keterangan : bi = koefisien regresi variabel i Sbi = Standar error variabel i

Kriteria hasil pengujian adalah a. H0 diterima jika -t tabel t hitung t tabel b. H0 ditolak jika t hitung <t table atau t hitung > t table

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai