Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH Konsep Pembelajaran Berbantuan Komputer

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Berbantuan Komputer Yang dibimbing oleh Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd.

Oleh : Evania Kurniawati 110533406960 S1 PTI 2011 Offering A

PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG Januari 2014

KATA PENGANTAR Puji syukur dipanjatkan kehadhirat Allah SWT, karena berkat Rahmat. Hidayah serta Bimbingan-Nya, akhirnya dapat disusunlah sebuah Makalah dengan judul Konsep Pembelajaran Berbantuan Komputer. Penyusunan Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Berbantuan Komputer. Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada : o Bapak Syaad Patmanthara selaku pembimbing mata kuliah Pembelajaran Berbantuan Komputer ini o Serta semua pihak yang telah mendukung terselesaikannya Makalah ini. Besar harapan penyusun, semoga Makalah dapat bermanfaat serta dapat digunakan sebagai sumber belajar dan sumber referensi bagi pembaca.

Malang, Januari 2014

Penyusun

ii

Daftar Isi
MAKALAH ......................................................................................................................... i KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii 1. Pendahuluan .................................................................................................................... 1 2. Pembelajaran Berbantuan Komputer .............................................................................. 1 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 Pengertian Pembelajaran Berbantuan Komputer .................................................... 1 Tujuan Pembelajaran Berbantuan Komputer .......................................................... 2 Karakteristik Pembelajaran Berbantuan Komputer ................................................ 3 Jenis Pembelajaran Berbantuan Komputer ............................................................. 4 Kategori Pembelajaran Berbantuan Komputer ....................................................... 6 Tahapan Pengembangan Pembelajaran Berbantuan Komputer .............................. 7 Kelebihan Pembelajaran Berbantuan Komputer ..................................................... 7 Kekurangan Pembelajaran Berbantuan Komputer .................................................. 8

3. Perbedaan Penerapan PBK dengan Metode Konvensional ............................................. 9 4. Penutup ........................................................................................................................... 9 Daftar Rujukan .................................................................................................................. 10

iii

1. Pendahuluan Mengikuti era globalisasi, dengan perkembangan teknologi yang cepat menghasilkan hasi-hasil teknologi yang dapat diaplikasikan di dunia pendidikan. Salah satunya yaitu komputer. Penggunaan komputer di dunia pendidikan lebih dikenal dengan pembelajaran berbantuan komputer. Pembelajaran berbantuan komputer tersebut diposisikan sebagai penunjang sekaligus sebagai salah satu bentuk model pembelajaran yang menitikberatkan pada penggunaan komputer lebih intens. Berdasarkan latar belakang di atas, maka makalah ini akan membahas beberapa masalah yaitu: a) Apa yang dimaksud dengan pembelajaran berbantuan komputer? b) Apa tujuan dari pembelajaran berbantuan komputer? c) Bagaimana karakteristik pembelajaran berbantuan komputer? d) Apa saja jenis pembelajaran berbantuan komputer? e) Apa saja kategori pembelajaran berbantuan komputer? f) Bagaimana tahapan pengembangan pembelajaran berbantuan komputer? g) Apa kekurangan dan kelebihan pembelajaran berbantuan komputer? Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu: a) Mengetahui pengertian pembelajaran berbantuan komputer. b) Mengetahui tujuan dari pembelajaran berbantuan komputer. c) Mengetahui karakteristik pembelajaran berbantuan komputer. d) Mengetahui jenis pembelajaran berbantuan komputer. e) Mengetahui kategori pembelajaran berbantuan komputer. f) Mengetahui tahapan pengembangan pembelajaran berbantuan komputer. g) Mengetahui kekurangan dan kelebihan pembelajaran berbantuan komputer.

2. Pembelajaran Berbantuan Komputer 2.1 Pengertian Pembelajaran Berbantuan Komputer Pembelajaran Computer-Assisted Instruction atau Pembelajaran Berbantuan Komputer atau (PBK) sebagai proses mengajar yang dilakukan secara langsung

yang melibatkan komputer untuk mempresentasikan bahan ajar dalam suatu model pembelajaran yang interaktif untuk memberikan dan mengendalikan lingkungan belajar secara individual pada masing-masing peserta didik (Splittgerber dan Stirzaker,1984). Definisi ini selaras dengan Steinberg yang menyatakan bahwa PBK merupakan semua penerapan komputer untuk pembelajaran yang memiliki aspek individual, interaktif, dan arahan (Steinberg,1991). Makna PBK sebagai pembelajaran individual, karena komputer memberikan layanan sebagai seorang tutor bagi seorang peserta didik dari pada sebagai seorang instruktur untuk suatu kelompok peserta didik. Dalam pembelajaran berbantuan komputer terjadi komunikasi dua arah secara intensif antara peserta didik dengan sistem komputer. Ini dimaknai sebagai PBK interaktif (PBKI). Selain itu, dengan PBK memungkinkan peserta didik dapat mengajukan pertanyaan, memberi respon dan sistem komputer menyajikan umpan balik secepat mungkin setelah peserta didik memberi respon. Umpan balik yang diberikan komputer diharapkan agar peserta didik selalu dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan. Prosedur stimuli yang disajikan melalui layar monitor, respon peserta didik melalui papan ketik dan umpan balik yang berbentuk teks, suara atau gambar diarahkan berdasarkan struktur program yang dirancang oleh pengembang PBKI.

2.2 Tujuan Pembelajaran Berbantuan Komputer Menurut Sidik, dkk (2008), tujuan pemakaian komputer dalam proses pembelajaran meliputi: a. Tujuan Kognitif Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep, prinsip,langkah-langkah, aturan, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut secara sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk pembelajaran secara mandiri. b. Tujuan Psikomotor Dengan pembelajaran yang dikemas dalam bentukgame dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. c. Tujuan Afektif

Bila program didesain secara tepat dengan memberikan unsur audio dan video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/ afektif pun dapatdilakukan menggunakan media komputer.

2.3 Karakteristik Pembelajaran Berbantuan Komputer 2.3.1 Karakteristik umum Karakteristik umum adalah sifat umum yang ada di setiap model pembelajaran, sehingga masing-masing model pun selalu ada dan melekat pada karakteristik umum ini. Hal-hal yang terdapat pada karakteristik umum antara lain: Mengajarkan (ajaran)/ pola pengetahuan. Unit-unit kecil dari sajian informasi pada layar seringkali latihan diperlukan, diikuti umpan balik langsung. Desain (rancangan) untuk menetapkan keandalan program media pengajaran. Untuk tiap peserta didik, program menyediakan (memperbolehkan) perseorangan (peserta didik) melangkah dan melalui beberapa cabang. Melalui penerapan dari prinsip-prinsip ilmu pengetahuan tentang belajar manusia. 2.3.2 Karakteristik khusus Karakteristik khusus adalah karakteristik penbelejaran berbantuan komputer yang mengacu pada masing-masing model. Sehingga akan didapatkan karakteristik yang berbeda-beda pada masing-masing model pembelajaran. Mengadaptasi Hanaffin dan Peck (1988), bahwa karakteristik PBK antara lain: o Tersedianya fasilitas komputer untuk kegiatan belajar siswa. o Program CAI dikembangkan berdasarkan kompetensi yang ingin dicapai. o Strategi belajar dapat ditentukan dengan tutorial, drill and practice, problem solving atau simulation. o Relevan dengan ragam karakteristik siswa.

o Mengoptimalkan interaksi belajar siswa dengan materi ajar. o Memiliki potensi untuk mengatur kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan siswa. o Efektif untuk mempertahankan minat belajar siswa. o Memberikan pendekatan yang positif terhadap siswa. o Memberikan variasi umpan balik dan dilakukan secepat mungkin. o Relevan digunakan untuk berbagai lingkungan belajar, dimana siswa satu dan lainnya melakukan kegiatan belajar yang berbeda. o Mampu menilai kemampuan siswa secara komprehensif dan mendokumentasikan penilaian dengan baik. o Rancangan evaluasi sesuai dengan kompetensi o Mampu menggunakan sumber belajar berbasis komputer secara luas

2.4 Jenis Pembelajaran Berbantuan Komputer Menurut Strickland Patterson seperti dikutip oleh Eva Handriyantini, S.Kom, M.MT (2009), ada lima tipe Pembelajaran Berbantuan Komputer (Computer Aided Instruction) yaitu: a. Tutorial (Penjelasan) Jenis PBK ini digunakan untuk menyampaikan suatu materi pengajaran. Tutorial bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi tertentu, dimana komputer menyampaikan materi, sesuai dengan bahan yang akan diajarkan. Dalam menyajikan materi, tutorial dapat dibedakan menjadi tutorial linier dan tutorial bercabang (Hastuti, 1997). Tutorial linier menyajikan suatu topik ke topik berikutnya sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh pemrogram, sehingga siswa tidak dapat memilih materi pembelajaran sesuai keinginan dan kemampuannya. Sebaliknya pada tutorial bercabang perbedaan individu diperhatikan dengan memberikan kebebasan pada siswa untuk mempelajari materi sesuai keinginan dan kemampuannya. Penyajian materi dan topik pada tutorial bercabang menyesuaikan dengan pilihan dan kemampuan siswa. Dalam hal ini, tutorial bercabang memiliki kelebihan dibanding tutorial linier, karena hal-hal sebagai berikut: 1. Siswa dapat menentukan materi yang akan dipelajari.

2. Pembelajaran lebih menarik, kreatif dan fleksibel. 3. Pembelajaran lebih efektif. Dalam beberapa hal pula, tutorial diperlukan agar membantu siswa dalam mengatasi masalah belajarnya. Biasanya dengan bantuan navigasi materi yang diajarkan, tutorial akan memudahkan siswa mempelajari bagian-bagian materi tertentu. b. Drill and Practice (Latihan dan Praktik) Jenis ini digunakan untuk menguji tingkat pengetahuan siswa dan mempraktekkan pengetahuan mereka, sehingga pembuatannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa. Dalam hal ini, siswa bertugas menjawab soal setelah selesai menjawab seluruh soal komputer memberikan feedback, atau juga memberi feedback setelah menjawab satu soal sebelum beralih ke soal berikutnya. Latihan dan praktik juga dapat diterapkan pada siswa yang sudah mempelajari konsep (kemampuan dasar) dengan tujuan untuk memantapkan konsep yang telah dipelajari, di mana siswa sudah siap mengingat kembali atau mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki. c. Simulation (Simulasi) Simulasi digunakan untuk memperagakan sesuatu (keterampilan) sehingga siswa merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya. Simulasi banyak digunakan pada pembelajaran materi yang membahayakan, sulit, atau memerlukan biaya tinggi, misalnya untuk melatih pilot pesawat terbang atau pesawat tempur. Pada perangkat ajar simulasi siswa dihadapkan pada situasi yang mirip dengan kehidupan nyata. Intinya, dunia nyata dipresentasikan dalam bentuk model dan kemudian dengan teknik simulasi siswa dapat mempelajari kelakuan sistem. d. Games (Permainan) Berdasarkan tujuan belajarnya jenis permainan dibagi menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut:

Permainan Intrinsik (Intrinsic Games) : Mempelajari aturan permainan dan keahlian dalam suatu permainan (games).

Permainan Ekstrinsik (Extrinsic Games) : Permainan hanya sebagai perangkat tambahan sebagai fasilitas belajar dan membangkitkan motivasi siswa.

Pada dasarnya, jenis PBK ini tepat jika diterapkan pada siswa yang senang bermain. Bahkan, jika didesain dengan baik sebagai sarana bermain sekaligus belajar, maka akan lebih meningkatkan motivasi belajar siswa. e. Pemecahan Masalah (Problem Solving) Model seperti ini memberi kemungkinan terhadap siswa untuk melatih kemampuan dalam memecahkan suatu masalah. Siswa dituntut untuk berfikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan. Program multimedia interaktif berbentuk pemecahan masalah memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada didalamnya (Munir, 2010). Program multimedia interaktif berbentuk pemecahan masalah biasanya berisi beberapa soal atau masalah yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesulitan yang dikandung di dalamnya. Siswa dapat mencoba memecahkan masalah yang lebih tinggi tingkatannya setelah berhasil memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.

2.5 Kategori Pembelajaran Berbantuan Komputer Ada dua kategori dari Pembelajaran Berbantuan Komputer yaitu :

Computer-based Training (CBT) CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer, dengan meman-faatkan media CD-ROM dan disk-based sebagai media pendidikan (Horton, 2000). CD-ROM tersebut berisi aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam proses belajar seperti video klip, animasi, grafik, dll. Dengan memanfaatkan aplikasi tersebut interaksi dalam kelas tetap

berlangsung yang juga didukung oleh kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan CBT.

Web-based training (WBT) Disebut juga dengan e-learning. Metode ini memanfaatkan internet supaya peserta didik dapat mengakses materi pelajaran dimanapun dan kapanpun selama terhubung dengan jaringan Internet.

2.6 Tahapan Pengembangan Pembelajaran Berbantuan Komputer Menurut Luther seperti dikutip oleh Sutopo (2009: 8), pengembangan Pembelajaran Berbantuan Komputer berbasis multimedia meliputi tahap-tahap: 1. Konsep (Concept) Dalam tahap ini dilakukan identifikasi perkiraan kebutuhan yang dihasilkan dari tahap pengamatan pada penelitian awal. 2. Rancangan (Design) Dalam tahap ini dibuat desain visual tampilan screen, interface, script atau cerita, storyboard dan struktur navigasi. 3. Pengumpulan Materi (Collecting Content Material) Pada tahap ini dilakukan pengumpulan bahan seperti image, animasi , audio dan video berikut pembuatan gambar, grafik, dan lain-lain yang diperlukan untuk tahap berikutnya. 4. Perakitan (Assembly) Dalam tahap ini dilakukan pembuatan ilustrasi, audio dan video, serta pembuatan aplikasi berdasarkan storyboard dan struktur navigasi yang berasal dari tahap design. Dalam tahap ini juga dilakukan pembuatan program. 5. Pengujian (Testing) Dalam pengembangan multimedia perlu dilakukan testing (uji coba) setelah produksi. 6. Distribusi (Distribution) Dalam tahap ini dilakukan pembuatan pedoman penggunaan model pembelajaran, kemasan, dan dokumentasi.

2.7 Kelebihan Pembelajaran Berbantuan Komputer Menurut Wiharjo (2007), kelebihan komputer sebagai media pembelajaran adalah: a. Meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa. b. Meningkatkan motivasi siswa.

c. Menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa. d. Mereduksi penggunaan waktu penyampaian materi. e. Dapat mengakomodasi banyak siswa dan menjalankan fungsinya dengan sedikit kesalahan. f. Dapat menggunakan fasilitas penyimpanan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. g. Bersifat tanggap dan bersahabat sehingga siswa belajar tanpa tekanan psikologis. h. Materi dapat didesain lebih menarik. i. Tingkat kemampuan dan kecepatan belajar dapat dikontrol oleh siswa sehingga siswa dapat belajar dan berprestasi sesuai dengan kemampuannya. j. Dapat mendorong guru untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai komputer.

2.8 Kekurangan Pembelajaran Berbantuan Komputer Pada sisi lain, PBK juga memiliki kekurangan, antara lain: a. Pengembangan masih bersifat terbatas sehingga belum dapat mengatasi segala permasalahan peserta didik. b. Masih relatif mahal. c. Tidak dapat melihat teknik siswa dalam menjawab soal. d. Pengembangan PBK memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit. e. Pada kasus khusus, PBK hanya dapat dijalankan pada spesifikasi komputer tertentu. f. Kecepatan perkembangan teknologi komputer memerlukan upgrade yang terus-menerus. g. Penilaian tidak mempertimbangkan apakah siswa sedang lelah, mengantuk atau sakit. h. Pada umumnya hanya menilai hasil akhir, bukan proses belajar. i. Komputer tidak dapat meniru tingkah laku guru, misalnya senyuman, raut muka, gerakan tangan dan badan, serta tidak dapat menggantikan ikatan batin antara siswa dan guru.

3. Perbedaan Penerapan PBK dengan Metode Konvensional Mengadopsi Byte (1995), Maier dkk mendeskripsikan pembandingan model PBK dengan model pembelajaran konvensional yaitu sebagai berikut: a. Model Non PBK : Materi disajikan dengan presentasi di ruang kelas Model PBK : Secara Individu siswa mengeksplorasi materi ajar b. Model Non PBK : Mengabsorsi materi ajar secara pasif dan/atau aktif Model PBK : Belajar materi ajar dengan pengalaman c. Model Non PBK : Kerja individu Model PBK : Belajar berkelompok d. Model Non PBK : Guru sebagai penyampai informasi Model PBK : Guru sebagai pembimbing e. Model Non PBK : Materi ajar relatif stabil Model PBK : Materi ajar berubah secara cepat

4. Penutup Kesimpulan yang dapat ditarik dari penjelasan di atas, yaitu: Pembelajaran Berbantuan Komputer adalah proses mengajar yang dilakukan secara langsung yang melibatkan komputer untuk mempresentasikan bahan ajar dalam suatu model pembelajaran yang interaktif. Tujuan pembelajaran berbantuan komputer meliputi tujuan kognitif(), afektif(), dan psikomotor. Karakteristik dalam pembelajaran berbantuan komputer terbagi atas karakteristik umum yaitu sifat umum yang ada di setiap model pembelajaran, sehingga masing-masing model pun selalu ada dan melekat pada karakteristik umum ini dan karakteristik khusus dimana karakteristik pengajaran berbantuan komputer yang mengacu pada masing-masing model. Metode yang digunakan dalam pembelajaran berbantuan komputer yaitu: drill and practice, tutorial, simulasi, games, dan problem-solving.

Daftar Rujukan Anonim. 2011. Pembelajaran Berbantuan Komputer. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20261/4/Chapter%20II.p df (online) Diakses 20 Januari 2014 Ardiansyah, Afan. 2011. Konsep Pembelajaran Berbantuan Komputer. http://blog.um.ac.id/afanardiansyah/2011/12/07/konsep-pembelajaranberbantuan-komputer/ (online) Diakses 20 Januari 2014 Permadi, Yogi. 2011. GAME EDUKASI MENGENAL DAN MENYUSUN HURUF ALPHABET. http://dir.unikom.ac.id/s1-final-project/fakultasteknik-dan-ilmu-komputer/manajemen-informatika/2011/jbptunikomppgdl-yogiperman-26199/ (online) Diakses 20 Januari 2014 Rokhman, Fendi. 2013. Konsep Pembelajaran Berbantuan Komputer. http://pendidikan-elektro.blogspot.com/2013/09/konsep-pembelajaranberbantuan-komputer.html (online) Diakses 20 Januari 2014 Sunarto, Sunaryo. 2009. Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK). http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/131568300/PEMBELAJARAN%2 0BERBANTUAN%20KOMPUTER-2.pdf (online) Diakses 20 Januari 2014

10