Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

Setiap wanita menginginkan persalinan berjalan lancar dan melahirkan bayi yang sempurna. Hal ini sesuai dengan Rencana Strategis Nasional yang terdapat dalam pesan kunci Making Pregnancy Safer (MPS yaitu ! setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih" setiap komplikasi obstetrik dan neonatal mendapatkan pelayanan yang adekuat. Namun" tidak jarang proses persalinan mengalami hambatan sehingga perlu segera dilakukan persalinan dengan tindakan
seperti dengan ektraksi #acum dan forsep untuk menyelamatkan jiwa ibu $ bayi dalam kandungannya.%"&

'kstraksi #akum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. (indakan ini dilakukan untuk semua keadaan yang mengancam ibu dan janin yang memiliki indikasi untuk menjalani pelahiran per#aginam dengan bantuan alat. )ndikasi dan syarat dari tindakan ini antara lain ! pada palpasi abdomen kepala tidak teraba (*+, atau teraba (%+, sedangkan pembukaan sudah lengkap" keterlambatan pada kala )) yaitu lebih dari -* menit pada primigra#ida dan .* menit pada multigra#ida" dan )bu yang menderita kelainan atau penyakit yang melarangnya untuk mengeran (mengedan " misalnya pada penyakit jantung" hipertensi" asma" atau tuberkulosis berat.."/",
Sebagian besar pertolongan persalinan dengan tindakan disebabkan karena persalinan lama atau macet. Menurut penelitian di RS 0r. Mohammad Hoesin" Palembang tahun %1112&**/" menunjukkan kejadian persalinan tindakan ektraksi #akum sebanyak ."/-3 dengan indikasi terbanyak adalah kala )) lama (/,"..3 . Penelitian lainnya yang dilakukan di klinik 4bstetri 5ynekology 6oso#o didapatkan persalinan yang menggunakan ektraksi #akum sebesar %,7 atau (%"8/3 dari %*8/& persalinan.Persalinan dengan tindakan bertujuan untuk membantu proses persalinan yang mengalami penyulit" sehingga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi yang

pada akhirnya dapat menurunkan 9ngka 6ematian )bu (96) dan 9ngka 6ematian :ayi (96: di )ndonesia. Namun disisi lain" pertolongan persalinan dengan tindakan memberikan dampak kesakitan pada ibu dan bayi. Persalinan tindakan per#aginam dengan ektraksi #akum" dapat meningkatkan bahaya robekan jalan lahir dan perdarahan pasca persalinan yang merupakan faktor penyebab kematian ibu. /"8 Melihat jumlah persalinan dengan tindakan ektraksi #akum yang cukup besar" sehingga kecenderungan terjadinya resiko pada ibu maupun janin yaitu berupa kesakitan sampai kematian" maka diperlukan fantom ekstraksi #akum untuk melahirkan penolong persalinan yang kompeten.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi 'kstraksi #akum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. 4leh karena itu" kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya" merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama. (arikan pada kulit kepala bayi" dilakukan dengan membuat cengkraman yang dihasilkan dari aplikasi tekanan negatif (#akum . Mangkuk logam atau silastik akan memegang kulit kepala yang akibat tekanan #akum" menjadi kaput artifisial. Mangkuk dihubungkan dengan tuas penarik (yang dipegang oleh penolong persalinan " melalui seutas rantai. 9da . gaya yang bekerja pada prosedur ini" yaitu tekanan interauterin (oleh kontraksi tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan dan gaya tarik (ekstraksi #akum . B. Indikasi Konvensional: Mempersingkat kala )) pada keadaan ! %. )bu tidak boleh meneran terlalu lama pada kala )) akibat kondisi obstetri tertentu (preeklampsia berat" anemia" diabetes mellitus" eklampsia &. 6ondisi obstetri tertentu ! 2 2 Riwayat S; 6ala )) memanjang

.. Maternal distress pada kala )) /. 5awat janin pada kala )) dengan syarat ! 2 2 Perjalanan persalinan normal <asilitas sectio caesar sudah siap

C. Kontraindikasi Kontraindikasi A sol!t! 0isproporsi sepalo2pel#ik .

Kontraindikasi "elatif: %. Pasca pengambilan sediaan darah dari kulit kepala janin.

4perator baik

tidak

dapat

mengenali denominator dengan &. Prematuritas 6ecuali pada persalinan gemelli anak ke )) dimana persalinan hanya memerlukan traksi ringan akibat sudah adanya dilatasi ser#i@ dan #agina.

4perator untuk #akum.

tidak

kompeten ekstraksi

melakukan

o o o o

6elainan letak ! Presentasi Muka =etak 0ahi Presentasi =intang >9fter coming head? pada presentasi sungsang

0ikhawatirkan terjadi trauma intrakranial" perdarahan intrakranial " ikterus neonatorum berat.

.. )A<0

4leh karena ! tidak dapat terbentuk kaput. Pada janin maserasi" kranium sangat lunak sehingga pemasangan mangkuk menjadi sulit.

/. 6elainan kongenital janin yang menyangkut kranium ! anensephalus

D. Alat ekstraksi vak!#: %. ;awan penghisap (cup Mangkuk ini digunakan untuk membuat kaput suksedaneum buatan sehingga mangkuk dapat mencekam kepala janin. Sekarang ini terdapat dua macam mangkuk yaitu mangkuk yang terbuat dari bahan logam
4

dan plastik. :eberapa laporan menyebutkan bahwa mangkuk plastik kurang traumatis dibanding dengan mangkuk logam. Mangkuk umumnya berdiameter / cm sampai dengan - cm. Pada punggung mangkuk terdapat tonjolan berlubang tempat insersi rantai penarik (onjolan berlubang yang menghubungkan rongga mangkuk dengan pipa penghubung . (onjolan landai sebagai tanda untuk titik petunjuk kepala janin (point of direction Pada mangkuk bagian depan terdapat logam+plastik yang berlubang untuk menghisap cairan atau udara. (erdiri dari . ukuran ! 2 2 2 ,* mm -* mm 8* mm

&. :otol penghisap Merupakan tempat cadangan tekanan negatif dan tempat penampungan cairan yang mungkin ikut tersedot ( air ketuban" lendir ser#iks" dan darah . Pada botol ini terdapat tutup yang mempunyai tiga saluran yaitu ! %. Saluran manometer &. Saluran menuju mangkuk .. Saluran menuju ke pompa penghisap .. Pompa penghisap

Pemilihan ukuran cawan penghisap disesuaikan dengan dilatasi ser#ikB pada dilatasi ser#ik yang sudah lengkap biasanya dipasang ukuran yang terbesar (8* mm .

Pada sisi belakang cawan penghisap terdapat > marker > sebagai penuntun gerakan rotasi dalam dan dipasang pada posisi jam %&. Pada penampang melintang cawan penghisap terlihat adanya rantai yang merupakan alat pengaman agar cawan tidak mudah terlepas dari >pegangan? saat melakukan traksi.

Diagram mangkuk penghisap

cawan penghisap E. S$arat ekstraksi vak!# %. Canin diperkirakan dapat lahir per#aginam. &. Pembukaan sekurang 2 kurangnya 8 cm ( idealnya adalah dilatasi lengkap . .. Penurunan kepala D station * ( idealnya adalah setinggi Hodge ))) E /. Selaput ketuban negatif. ,. Harus ada kekuatan meneran ibu dan kontraksi uterus (H)S %. Prinsi& ekstraksi vak!#: Membuat #akum. suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor

;aput Succadeneum
6

Pemasangan cawan penghisap dalam keadaan miring '. Pe#asan(an )a*an &en(+isa& %. Setelah persiapan operator dan atau pasien selesai serta peralatan sudah dipersiapkan dengan baik. &. =abia dibuka dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri dari arah atas. .. ;awan penghisap yang sudah dilumuri dengan jelly dimasukkan jalan lahir secara miring dengan menghindari urethra dan klitoris. /. ;awan penghisap diputar 1** dan ditempatkan tepat pada permukaan kulit kepala dengan posisi menjauhi ubun2ubun besar. ,. :uat tekanan #akum dalam cawan penghisap dengan memompa sampai *.& kg+cm& sebagai tekanan awal. -. Pastikan bahwa cawan penghisap terpasang dengan baik dan tidak ada bagian jalan lahir atau sisa selaput amnion yang ikut terjepit 8. Setelah & menit" naikkan tekanan negatif sampai *.8 F *.7 kg+cm& dengan kecepatan *.& kg+cm& setiap & menit. 7. Penilaian ulang untuk melihat adanya bagian jalan lahir yang terjepit. 1. (raksi percobaan untuk melihat apakah ekstraksi #akum sudah berfungsi dengan baik. %*. (raksi sesuai dengan derajat desensus sampai lahirnya kepala janin. %%. ;awan penghisap dilepas dan sisa tubuh anak dilahirkan dengan cara sebagaimana laGimnya.

'kstraksi Hakum Pada Posisi 4cciput 9nterior

Pemasangan cawan pada sutura sagitalis menjauhi ubun2ubun besar

Posisi awal, arah traksi horisontal sampai kepala nampak dibawah simfisis

;ara melakukan traksi

H. Daftar ker,a-lan(ka+ ekstraksi vak!# PENUNTUN BELAJA" KET"A.PILAN KLINIK EKST"AKSI /AKU. LAN'KAH - KE'IATAN I. PE"SETUJUAN TINDAKAN .EDIK %. Sapa pasien dan keluarganya" perkenalkan bahwa anda petugas yang akan melakukan tindakan medic &. .. /. ,. -. Celaskan tentang diagnosis dan penatalaksanaan 6ala )) lama Celaskan bahwa setiap tindakan medik mengandung risiko" baik yang telah diduga sebelumnya" maupun tidak Pastikan bahwa pasien dan keluarganya telah mengerti dan jelas tentang penjelasan tersebut diatas :eri kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk mendapat penjelasan ulang" apabila masih ragu dan belum mengerti Setelah pasien dan keluarganya mengerti dan memberikan persetujuan untuk melakukan tindakan ini" mintakan persetujuan secara tertulis" dengan mengisi dan menandatangani formulir yang telah disediakan 8. 7. Masukkan lembar Persetujuan (indakan Medik yang telah diisi dan ditandatangani" kedalam catatan medik pasien Serahkan kembali catatan medik pasien setelah diperiksa kelengkapannya" catatan kondisi pasien dan pelaksanaan instruksi II. PE"SIAPAN SEBELU. TINDAKAN 9. P9S)'N 1. ;airan dan slang infus sudah terpasang. Perut bawah dan lipat paha sudah dibersihkan dengan air dan sabun %*. %%. %&. Aji fungsi dan perlengkapan peralatan resusitasi kardiopulmoner Siapkan alas bokong" sarung kaki dan penutup perut bawah Medikamentosa

a. 4ksitosin b. 'rgometrin c. Prokain %3 %.. =arutan antiseptik (Po#idon )odin %*3


9

%/. %,.

4ksigen dengan regulator )nstrumen

a. Partus set! % set b. #akum 'kstraktor! % set c. 6lem o#um! & d. ;unam tampon! % e. (abung , ml dan jarum suntik No.&. (sekali pakai ! & f. Spekulum SimIs atau = dan kateter karet! & dan % :. P'N4=4N5 (4perator dan 9sisten %-. :aju kamar tindakan" pelapis plastik" masker dan kacamata pelindung! . set %8. %7. %1. sarung tangan 0((+Steril! / pasang 9las kaki ( sepatu+?boot? karet ! . pasang )nstrumen

a. lampu sorot ! % b. monoaural stetoskop dan stetoskop" tensimeter ! % ;. 9N96 &*. )nstrumen a. Penghisap lendir dan sudep+penekan lidah ! % set b. 6ain penyeka muka dan badan ! & c. Meja bersih" kering dan hangat (untuk tindakan ! % d. )nkubator ! % set e. Pemotong dan pengikat tali pusat ! % set f. (abung &* ml dan jarum suntik No.&.+)nsulin (sekali pakai ! & g. 6ateter intra#ena atau jarum kupu2kupu ! & h. Popok dan selimut ! % &%. Medikamentosa a. =arutan bikarbonas Natrikus 8",3 atau 7"/3 b. Nalokson (Narkan *"*% mg+kg :: c. 'pinefrin *"*%3 d. 9ntibiotika e. 9kuabidestilata dan de@trose %*3 &&. 4ksigen dengan Regulator

10

III. PENCE'AHAN IN%EKSI SEBELU. TINDAKAN &.. ;uci tangan dan lengan (hingga siku dengan sabun" dibawah air mengalir &/. 6eringkan tangan dengan handuk 0(( &,. Pakai baju dan alas kaki kamar tindakan" masker dan kacamata pelindung &-. Pakai sarung tangan 0(( steril &8. Pasien dengan posisi lithotomi" pasang alas bokong" sarung kaki dan penutup perut bawah" fiksasi dengan klem kain I/. TINDAKAN &7. )nstruksikan asisten untuk menyiapkan ekstraktor #akum dan pastikan petugas dan alat untuk menolong bayi telah siap &1. =akukan pemeriksaan dalam untuk memastikan terpenuhinya persyaratan ekstraksi #akum (presentasi belakang kepala" tidak prematur" pembukaan lengkap" Hodge )H+ didasar panggul .*. Masukkan tangan kedalam wadah yang mengandung larutan klorin *",3" bersihkan darah dan cairan tubuh yang melekat pada sarung tangan" lepaskan secara terbalik dan rendam dalam larutan tersebut .%. Pakai sarung tangan 0(( steril yang baru /. PE.ASAN'AN .AN'KUK /AKU. .&. Masukkan mangkuk #akum melalui introitus #agina secara miring dan setelah melewati introitus" pasangkan pada kepala bayi (perhatikan agar tepi mangkok tidak terpasang pada bagian yang tidak rata+moulage didaerah ubun2ubun kecil ... 0engan jari tengah dan telunjuk tangan kanan" tahan mangkuk pada posisinya dan dengan jari tengah dan telunjuk tangan kiri lakukan pemeriksaan disekeliling tepi mangkuk" untuk memastikan tidak ada bagian #agina atau porsio yang terjepit diantara mangkuk dan kepala ./. Setelah hasil pemeriksaan ternyata baik" keluarkan jari tangan kiri" jari kanan tetap menahan mangkuk pada posisinya" instruksikan asisten untuk mulai menaikkan tekanan negatif dalam mangkuk #akum secara bertahap .,. Pompa hingga tekanan %**mmHg (skala %* atau 2*"& kg+sm& pada jenis Malmstorm klasik setelah & menit. Naikkan hingga /** mmHg (skala /* atau 2*"/ kg+sm& Malmstorm klasik . (ekanan maksimal adalah -** mmHg (skala -* atau *"- kg+sm& Malmstorm hanya dipakai bila his kurang kuat+memerlukan tarikan kuat (ingat !

11

jangan menggunakan tekanan maksimal pada kepala bayi" lebih dari 7 menit .-. Sambil menunggu his" jelaskan pada pasien bahwa pada his puncak (fase acme pasien harus mengedan sekuat dan selama mungkin. (arik lipat lutut dengan lipat siku agar tekanan abdomen menjadi lebih efektif /I. PENA"IKAN .8. Pada fase acme (puncak dari his" minta pasien untuk mengedan seperti tersebut diatas" lakukan penarikan dengan pengait mangkuk dengan arah sejajar lantai (tangan kanan menarik pengait" ibu jari tangan kiri menahan mangkuk" telunjuk dan jari tengah pada kulit kepala bayi .7. :ila belum berhasil pada tarikan pertama" ulangi lagi pada tarikan kedua. 'pisiotomi (pada primi atau pasien dengan perineum yang kaku dilakukan pada saat kepala mendorong perineum J ! :ila tarikan kedua dilakukan dengan benar dan bayi belum lahir" sebaiknya pasien dirujuk (ingat! penatalaksanaan rujukan .1. Saat subocciput berada dibawah simfisis" arahkan tarikan keatas hingga lahir berturut2 turut dahi" muka dan dagu /II.LAHI"KAN BA0I /*. 6epala bayi dipegang biparietal" gerakan kebawah untuk melahirkan bahu depan" kemudian gerakkan keatas untuk melahirkan bahu belakang" kemudian lahirkan bayi /%. :ersihkan muka (hidung dan mulut bayi dengan kain bersih" potong tali pusat dan serahkan bayi pada petugas bagian anak /III. LAHI"KAN PLASENTA /&. (unggu tanda lepasnya plasenta" lahirkan plasenta dengan menarik tali pusat dan mendorong uterus kearah dorsokranial /.. Periksa kelengkapan plasenta (perhatikan bila terdapat bagian2bagian yang lepas atau tidak lengkap //. Masukkan plasenta kedalam tempatnya I1. EKSPL2"ASI JALAN LAHI" /,. Masukkan spekulum SimIs+= atas dan bawah pada #agina /-. Perhatikan apakah terdapat robekan perpanjangan luka episiotomi atau robekan pada dinding #agina ditempat lain /8. 9mbil klem o#um sebanyak & buah" lakukan penjepitan secara bergantian kearah

12

samping" searah jarum jam" perhatikan ada tidaknya robekan porsio /7. :ila terjadi robekan diluar luka episiotomi" lakukan penjahitan 1. PENJAHITAN EPISI2T2.I 3Unt!k Pri#i&ara4 /1. Pasang penopang bokong (beri alas kain . Suntikan prokain %3 (yang telah disiapkan dalam tabung suntik pada sisi dalam luka episiotomi (4tot" jaringan" submukosa dan subkutis bagian atas dan bawah. Aji hasil infiltrasi dengan menjepit kulit perineum yang dianestesi dengan pinset bergigi ,*. Masukkan tampon #agina kemudian jepit tali pengikat tampon dan kain penutup perut bawah dengan kocher ,%. 0imulai dari ujung luka episiotomi bagian dalam" jahit luka bagian dalam secara jelujur bersimpul kearah luar kemudian tautkan kembali luka kulit dan mukosa secara subkutikuler atau jelujur matras ,&. (arik tali pengikat tampon #agina secara perlahan2lahan hingga tampon dapat dikeluarkan. 6emudian kosongkan kandung kemih ,.. :ersihkan noda darah" cairan tubuh dan air ketuban dengan kapas yang telah diberikan larutan antiseptik ,/. Pasang kasa yang dibasahi dengan po#idon iodin pada tempat jahitan episiotomi 1I. DEK2NTA.INASI ,,. Sementara masih menggunakan sarung tangan" kumpulkan instrumen dan masukkan kedalam wadah yang berisi cairan klorin *",3 ,-. Masukkan sampah bahan habis pakai ketempat yang tersedia ,8. :enda atau bagian yang tercemar darah atau cairan tubuh" dibubuhi dengan larutan klorin *",3 ,7. Masukkan tangan kedalam wadah yang berisi larutan klorin *",3 bersihkan darah atau cairan tubuh pasien yang melekat pada sarung tangan" lepaskan terbalik dan rendam dalam wadah tersebut 1II.CUCI TAN'AN PASCA TINDAKAN ,1. ;uci tangan dan lengan hingga ke siku dengan sabun" dibawah air mengalir -*. 6eringkan tangan dengan handuk+tissue yang bersih 1III. PE"A5ATAN PASCATINDAKAN -%. Periksa kembali tanda #ital pasien" lakukan tindakan dan beri instruksi lanjut bila diperlukan -&. ;atat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan pada kolom yang

13

tersedia dalam status pasien -.. :uat instruksi pengobatan lanjutan dan pemantauan kondisi pasien (Pertahankan infus bila diperlukan. :ila keadaan umum pasien cukup baik lepaskan infus -/. :eritahukan pada pasien bahwa tindakan telah selesai dilaksanakan dan pasien masih memerlukan perawatan lanjutan -,. :ersama petugas yang akan melakukan perawatan" jelaskan jenis dan lama perawatan serta laporkan pada petugas tersebut jika ada keluhan+gangguan pascatindakan --. (egaskan pada petugas yang merawat untuk melaksanakan instruksi pengobatan dan perawatan serta laporkan segera bila pada pemantauan lanjutan terjadi perubahan2 perubahan seperti yang ditulis dalam catatan pascatindakan I. Kriteria Ke(a(alan Ekstraksi /ak!#: %. ;awan penghisap terlepas lebih dari . kali saat melakukan traksi dan hal ini biasanya terjadi oleh karena ! a. (enaga #akum terlampau rendah (seharusnya 2*.7 kg+cm& oleh karena kerusakan pada alat atau pembentukan caput succedaneum yang terlampau cepat ( K *.& kg+cm& per & menit b. c. (erdapat selaput ketuban atau bagian jalan lahir yang terjepit diantara cawan penghisap dengan kepala anak. Saat melakukan traksi ! kedua tangan penolong tidak bekerja secara harmonis" traksi dengan arah yang tidak tegak lurus dengan bidang cawan penghisap atau traksi dilakukan dengan tenaga yang berlebihan. d. (erdapat gangguan pada imbang sepalopel#ik (;P0 &. Setelah dilakukan traksi selama .* menit" janin belum dapat dilahirkan. J. Ko#&likasi Pada I ! : Perdarahan

Pada anak : 'kskoriasi dan nekrosis kulit kepala


)nfeksi jalan lahir (rauma jalan lahir

;ephal hematoma Subgaleal hematoma

14

Perdarahan intrakranial Perdarahan retina subconjunti#a" perdarahan

<raktura kla#ikula 0istosia bahu ;edera pada syaraf cranial ke H) dan H)) 'rb paralysa 6ematian janin

Ke!n((!lan ekstraktor vak!# di andin(kan ekstraksi )!na#: %. (ehnik pelaksanaan relatif lebih mudah &. (idak memerlukan anaesthesia general .. Akuran yang akan melewati jalan lahir tidak bertambah (cawan penghisap tidak menambah ukuran besar bagian anak yang akan melwati jalan lahir /. (rauma pada kepala janin relatif rendah Ker!(ian ekstraktor vak!# di andin(kan ekstraksi )!na#: %. Proses persalinan membutuhkan waktu yang lebih lama. &. (enaga traksi pada ekstraktor #akum tidak sekuat ekstraksi cunam. .. Pemeliharaan instrumen ekstraktor #akum lebih rumit. /. 'kstraktor #akum lebih sering menyebabkan icterus neonatorum. Ber a(ai reko#endasi erkaitan den(an tindakan ekstraksi vak!# : %. 6lasifikasi persalinan dengan ekstraksi #akum hendaknya menggunakan klasifikasi yang sama dengan ekstraksi cunam. &. )ndikasi dan kontraindikasi yang dipakai dalam ekstraksi cunam hendaknya juga digunakan pada ekstraksi #akum. .. 'kstraksi #akum tidak boleh dilakukan pada kepala yang masih belum engage atau diatas station *. /. 4perator hendaknya memiliki pengalaman yang cukup dalam menggunakan peralatan ekstraksi #akum.

15

,. 4perator harus segera menghentikan usaha persalinan per#aginam dengan ekstraksi #akum bila cawan penghisap terlepas sampai . kali saat melakukan traksi.

BAB III
KESI.PULAN

'kstraktor #acum adalah alat yang menggunakan daya hampa udara (tekanan negatif untuk melahirkan bayi dengan tarikan pada kepala. Prinsip dari cara ini adalah mengadakan suatu #akum (tekanan negatif melalui suatu cup pada kepala bayi" dengan demikian akan timbul caput secara artificiil dan cup akan melekat erat pada kepala bayi. Penurunan tekanan harus diatur perlahan2lahan untuk menghindarkan kerusakan pada kulit kepala" mencegah timbulnya perdarahan pada otak bayi dan supaya timbul caput succedaneum. Cadi" prinsip kerja #akum ekstraksi yaitu membuat suatu caput succedaneum artifisialis dengan

16

cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor #akum. ;aput ini akan hilang dalam beberapa hari.

DA%TA" PUSTAKA
%. Mochtar R. %117. Sinopsis Obstetri Jilid I Edisi 2 . Cakarta ! '5;. &. Mose ;.C." 9lamsyah M. &*%%. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohard ! Cakarta! P( :ina Pustaka.

.. Syafrudin dan Hamidah. &**1. Kebidanan Komunitas! Cakarta! '5; /. ;uningham" <. 5ary. &**-. Obstetri "illiam! Cakarta ! '5; ,. 0epartemen 6esehatan R). &***. Standart Pela#anan Kebidanan! Cakarta! 0epartemen 6esehatan
-. Rusydi S.0. $indakan Ekstraksi %akum dan &orsep di Departemen Obstetri dan 'inekologi di (S Dr! )ohammad *oesin Palembang selama + tahun , periode -gustus ./// 0 Juli 21123! Curnal 6edokteran dan 6esehatan L)nternetM. &**, Lcited &*%% 4ct ,M. 9#ailable from! Curnal 6edokteran dan 6esehatan

17

8. 6ementerian 6esehatan Republik )ndonesia. Jaminan persalinan upa#a terobosan kementerian kesehatan dalam percepatan pencapaian target )D's L)nternetM. ;&*%% Lcited &*%% 4ct ,M. 9#ailable from ! http!++www.kesehatanibu.depkes.go.id+archi#es+11

18