Anda di halaman 1dari 28

TUGAS PPT SKENARIO BISIKAN GAIB BLOK SARAF DAN PERILAKU

Kelompok B-2 Ketua Anggota : Rizka Putri Agussy : Yenny Permata Sari Prathita Amanda Aryani Norman Yudha Mahendra Melinda Anzani Putri Mellati Zastia Putri Melly Faisha Rahma M. Rizdimas Ridho Putra M. Syarif Hidayatullah 1102008305 1102011162 1102008323 1102011208 1102009206 1102011159 1102011160 1102011161 1102011181 1102010170 Sekretaris : Mia Indah Sari

Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Jakarta 2013/2014

SKENARIO 4 BISIKAN GAIB

Laki-laki 25 tahun, dibawa ke IGD RSJ karena memukul ibunya dan memecahkan kaca jendela. Alasannya ada bisikan gaib didekat telinganya yang memerintahkannya melakukan tindakan tersebut. Sudah dua pekan ini pasien mengalami insomnia dan menarik diri, kadang bicara sendiri yang bila ditegur marah (iritabel). Pasien pernah mengalami gejala seperti ini satu tahun yang lalu, setelah di rawat di RSJ seminggu pasien dibolehkan pulang, tapi tak mau berobat jalan dan jadi pemalas. Pada pemeriksaan psikiatrik; keadaan kompos mentis, kontak psikik tidak wajar, sikap kurang kooperatif;afek tumpul tidak serasi;fungsi kognitif seperti atensi, konsentrasi, orientasi dan memori tidak terganggu;terdapat waham kear dan halusinasi auditorik. Pada pemeriksaan penunang ditemukan peninggian metabolit dopamin pada urine. Dokter menduga pasien menderita Gangguan Skizofrenia sebagai bentuk ganguuan psikotik yang disertai proses kemunduran (deteriorasi). Akhirnya dokter memberikan injeksi psikotropika yang akan dilanjutkan dengan program psikoterapi,sosioterapi dan rehabilitasi. Dokter menanyakan apakah sebagai muslim pasien masih bisa melaksanakan ibadah mahdhoh.

SASARAN BELAJAR LI I. Memahami Dan Menjelaskan Gangguan Psikotik LO I.1 Memahami Dan Menjelaskan Definisi LO I.2 Memahami Dan Menjelaskan Epidemiologi LO I.3 Memahami Dan Menjelaskan Etiologi LO I.4 Memahami Dan Menjelaskan Klasifikasi LO I.5 Memahami Dan Menjelaskan Manifestasi Klinik LI II. Memahami Dan Menjelaskan Skizofrenia LO II.1 Memahami Dan Menjelaskan Definisi LO II.2 Memahami Dan Menjelaskan Epidemiologi LO II.3 Memahami Dan Menjelaskan Etiologi LO II.4 Memahami Dan Menjelaskan Patofisiologi LO II.5 Memahami Dan Menjelaskan Klasifikasi LO II.6 Memahami Dan Menjelaskan Manifestasi Klinik

LO II.7 Memahami Dan Menjelaskan Diagnosis dan Diagnosis Banding LO II.8 Memahami Dan Menjelaskan Penatalaksanaan LO II.9 Memahami Dan Menjelaskan Komplikasi LO II.10 Memahami Dan Menjelaskan Prognosis LO II.11 Memahami Dan Menjelaskan Pencegahan
LI III. Memahami Dan Menjelaskan Ibadah Mahdhoh terhadap Penderita Gangguan Jiwa

LI I. MEMAHAMI DAN MENELASKAN GANGGUAN PSIKOTIK LO I.1 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN DEFINISI Gangguan psikotik adalah gangguan mental yang ditandai dengan kerusakan menyeluruh dalam uji realitas seperti yang ditandai dengan delusi, halusinasi, bicara inkohern yang jelas, atau perilaku yang tidak teratur atau mengacau, biasanya tanpa ada kewaspadaan pasien terhadap inkomprehensibilitas dalam tingkah lakunya. PPDGJ III, gangguan jiwa adalah pola perilaku atau psikologik yang secara klinis bermakna dan secara khas berkaitan dengan gejala, penderitaan (distress) serta hendaya (impairment) dalam fungsi psikososial.
LO I.2 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN EPIDEMIOLOGI Data statistik yang dikemukakan oleh WHO pada tahun 1990 (Hawari,2007) menyebutkan bahwa setiap saat 1% pendudk di dunia berada dalam keadaan membuthkan pertolongan serta pengobatan untuk suatu gangguan jiwa. Sementara 10% dari peduduk memerlukan pertolongan medis pada suatu waktu dalam hidupya. Salah satu bentuk gangguan jiwa yang terdapat di seluruh dunia adalah ganguan jiwa berat yaitu skizofrenia.

LO I.3 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN ETIOLOGI Faktor-faktor somatik (somatogenik) Neroanatomi Nerofisiologi Neurokimia Tingkat kematangan dan perkembangan organik Faktor-faktor pre dan peri - natal Faktor-faktor psikologik ( psikogenik) : Interaksi ibu anak : normal (rasa percaya dan rasa aman) atau abnormal berdasarkan kekurangan, distorsi dan keadaan yang terputus (perasaan tak percaya dan kebimbangan) Peranan ayah Persaingan antara saudara kandung Inteligensi Hubungan dalam keluarga, pekerjaan, permainan dan masyarakat

Kehilangan yang mengakibatkan kecemasan, depresi, rasa malu atau rasa salah. Konsep dini : pengertian identitas diri sendiri lawan peranan yang tidak menentu. Keterampilan, bakat dan kreativitas Pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya Tingkat perkembangan emosi

Faktor-faktor sosio-budaya (sosiogenik) Kestabilan keluarga Pola mengasuh anak Tingkat ekonomi Perumahan : perkotaan lawan pedesaan Masalah kelompok minoritas yang meliputi prasangka dan fasilitas kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan yang tidak memadai Pengaruh rasial dan keagamaan Nilai-nilai

LO I.4 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KLASIFIKASI 1.Gangguan psikotik singkat : Simptom psikotik singkat : 1 hari 1 bulan. Kemudian dapat berfungsi secara norm 2. Gangguan schizofreniform Ada simptom psikotik, tetapi lama dan keparahannya kurang daripada pada psikosis reaktif yang singkat (1-6 bulan, kalau lebih dari 6 bulan, harus di diagnosis schizophrenia)al (waktu terbatas).Ada stressor yang diketahui ada yang tidak 3. Gangguan delusional Penderita dapat berfungsi normal.Hanya ada satu gejala yaitu delusi. 4. Gangguan psikotik bersama Bila seorang atau lebih banyak orang mengembangkan sistem delusional sebagai akibat hubungan yang dekat dengan orang yang delusional.Kalau dua orang disebut folie a deux. Sering terjadi tiga orang atau lebih, atau seluruh keluarga .jadi seakan-akan orang terjangkit karena dekat, kalau pisah yang terjangkit dapat kembali normal.

LO I.5 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MANIFESTASI KLINIK Ciri-ciri penderita gangguan psikotik - Penarikan diri dari pergaulan sosial, banyak di dalam rumah, malu keluar rumah. - Tak mampu bekerja sesuai dengan fungsinya. Di rumah tak mau bekerja, atau bekerja sekedarnya saja karena diperintah, setelah itu tak mau mengerjakan tugas yang diberikan. - Berpikir aneh, dangkal, berbicara tak sesuai dengan keadaan situasi keseharian, bicara ngelantur. - Dalam pergaulan ada riwayat gejala waham atau halusinasi dan illusi. - Perubahan perilaku yang nyata, misalnya tadinya ceria menjadi melamun, perilaku aneh-aneh yang sebelumnya tidak pernah dijalani. - Kelihatan menjadi murung dan merasa tak berdaya. - Sulit tidur dalam beberapa hari, atau bisa tidur yang terlihat oleh keluarganya, tetapi pasien merasa sulit atau tidak bisa tidur.

LI II.MEMAHAMI DAN MENJELASKAN SKIZOFRENIA LO II.1 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN DEFINISI Skizofrenia adalah sekelompok gangguan psikologi dengan gangguan dasar pada kepribadian dan distorsi khas proses pikir yang ditandai dengan proses pikir penderita yang lepas dari realita sehingga terjadi perubahan kepribadian seseorang yang reversible dan menuju kehancuran serta tidak berguna sama sekali ( Dep. Kes. , 1995 ). Terjadinya serangan skizofrenia pada umumnya sebelum usia 45 tahun dan berlangsung paling sedikit 1 bulan. Penderita skizofrenia banyak ditemukan dikalangan golongan ekonomi rendah , sehingga hal ini diperkirakan merupakan faktor predisposisi penyebab timbulnya skizofrenia.

LO II.2 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN EPIDEMIOLOGI Prevalensi skizofrenia di Amerika Serikat dilaporkan bervariasi terentang dari 1 sampai 1,5 persen dengan angka insidens 1 per 10.000 orang per tahun. Berdasarkan jenis kelamin prevalensi skizofrenia adalah sama, perbedaannya terlihat dalam onset dan perjalanan penyakit. Onset untuk laki laki 15 sampai 25 tahun sedangkan wanita 25-35 tahun. Prognosisnya adalah lebih buruk pada laki laki dibandingkan wanita. Beberapa penelitian menemukan bahwa 80% semua pasien skizofrenia menderita penyakit fisik dan 50% nya tidak terdiagnosis. Bunuh diri adalah penyebab umum kematian diantara penderita skizofrenia, 50% penderita skizofrenia pernah mencoba bunuh diri 1 kali seumur hidupnya dan 10% berhasil melakukannya. Faktor risiko bunuh diri adalah adanya gejala depresif, usia muda dan tingkat fungsi premorbid yang tinggi.

LO II.3 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN ETIOLOGI Menurut teori ini skizofrenia timbul akibat faktor psikososial dan lingkungan. Model ini berpendapat bahwa seseorang yang memiliki kerentanan (diatesis) jika dikenai stresor akan lebih mudah menjadi skizofrenia. a.Keturunan b.Endokrin c.Metabolisme d.Susunan saraf pusat e. Teori Adolf Meyer f. Teori Sigmund Freud g. Eugen Bleuler Faktor Biologi Komplikasi kelahiran Infeksi Hipotesis Dopamin Hipotesis Serotonin Genetika

LO II.4 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KLASIFIKASI

Skizofrenia Paranoid Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia Sebagai tambahan : Halusinasi dan atau waham harus menonjol

Skizofrenia Hebefrenik Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary), namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi

Skizofrenia Katatonik Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : Stupor Gaduh gelisah Menampilkan posisi tubuh tertentu Negativisme Rigiditas Fleksibilitas cerea / waxy flexibility Gejala-gejala lain seperti command automatism (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah), dan pengulangan kata-kata serta kalimatkalimat.

LO II.5 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PATOFISIOLOGI

LO II.6 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MANIFESTASI KLINIK Gejala mulai timbul biasanya pada masa remaja atau dewasa awal sampai dengan umur pertengahan dengan melalui beberapa fase antara lain : Fase Prodomal Berlangsung antara 6 bulan sampai 1 tahun Gangguan dapat berupa Self care, gangguan dalam akademik, gangguan dalam pekerjaan,gangguan fungsi sosial, gangguan pikiran dan persepsi. Fase Aktif Berlangsung kurang lebih 1 bulan Gangguan dapat berupa gejala psikotik; Halusinasi, delusi, disorganisasi proses berfikir,gangguan bicara, gangguan perilaku, disertai kelainan neurokimiawi Fase Residual Kien mengalami minimal 2 gejala; gangguan afek dan gangguan peran, serangan biasanya berulang.

Gejala Positif Skizofrenia Gejala-gejala positif yang diperlihatkan pada penderita Skizofrenia adalah sebagai berikut: Delusi atau waham, yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional (tidak masuk akal). Meskipun telah dibuktikan secara obyektif bahwa keyakinan itu tidak rasional, namun penderita tetap meyakini kebenarannya. Halusinasi, yaitu pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan (stimulus). Misalnya penderita mendengar suara-suara/bisikan di telinganya padahal sebenarnya tidak ada sumbernya. Kekacauan alam pikir, yang dapat dilihat dari isi pembicaraannya. Misalnya bicaranya kacau, sehingga tidak dapat diikuti alur pikirannya. Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat dan gembira berlebihan. Merasa dirinya Orang Besar, merasa serba bisa, serba mampu dan sejenisnya. Pikirannya penuh dengan kecurigaan atau seakan-akan ada ancaman terhadap dirinya. Menyimpan rasa permusuhan.

Gejala Negatif Skizofrenia Gejala-gejala negatif yang diperlihatkan adalah sebagai berikut: Alam perasaan (affect) tumpul dan mendatar. Gambaran perasaan ini terlihat dari wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi. Menarik diri atau mengungsikan diri (with-drawn) tidak mau bergaul atau kontak dengan orang lain, suka melamun (day dreaming). Kontak emosional amat miskin, sukar diajak bicara, pendiam. Pasif dan apatis, menarik diri dari pergaulan sosial. Sulit dalam berpikir abstrak. Pola pikir stereotip. Tidak ada/kehilangan dorongan kehendak (avolition) dan tidak ada inisatif, tidak ada upaya dan usaha, setra tidak ingin apa-apa dan serba malas (kehilangan nafsu)

LO II.7 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING Pedoman Diagnostik PPDGJ-lll Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):

- thought echo = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras), dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya sama, namun kualitasnya berbeda ; atau - thought insertion or withdrawal = isi yang asing dan luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal); dan - thought broadcasting= isi pikiranya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya; - delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar; atau delusion of passivitiy = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang dirinya = secara jelas merujuk kepergerakan tubuh / anggota gerak atau ke pikiran, tindakan, atau penginderaan khusus); - delusional perception = pengalaman indrawi yang tidak wajar, yang bermakna sangat khas bagi dirinya, biasnya bersifatmistik atau mukjizat;

Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja, apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap, atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan terus menerus; arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation), yang berkibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan, atau neologisme; perilaku katatonik, seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu (posturing), atau fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan stupor; gejala-gejala negative, seperti sikap sangat apatis, bicara yang jarang, dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial; tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi oleh depresi atau medikasi neuroleptika;

DIAGNOSIS BANDING Lesi Anatomi Penyakit Metabolik Gangguan endokrin Cerebral Abses Penyakit Infeksi Creutzfeldt-Jakob

LO II.8 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PENATALAKSANAAN Terapi Somatik (Medikamentosa) Berdasarkan afinitas terhadap reseptor dopamin tipe 2 (D2) dan efek samping yang ditimbulkannya, obat ini dibagi ke dalam dua kelompok yakni antipsikotik generasi pertama (tipikal) dan antipsikotik generasi kedua ( atipikal) (11). Antipsikotik Tipikal Berikatan kuat dengan reseptor dopamine tipe 2. Diberikan saat pasien mengalami gejala positif. Efek antipsikotik terlihat beberapa hari atau minggu setelah mengkonsumsi obat. Perbaikan gejala didapat setelah obat menduduki reseptor dopamine di mesolimbik. Lebih sering menyebabkan gejala ekstrapiramidal. Antipsikotik Atipikal Bekerja pada reseptor dopamine dan serotonin. Diberikan saat pasien mengalami gejala negatif. Efek samping tersering gejala ekstrapiramidal yang lebih ringan dan penambahan berat badan.

LO II.8 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KOMPLIKASI - Gangguan Jiwa Semakin berat - Gangguan Organ Tubuh

LO II.11 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PENCEGAHAN Menurut Prof. Tuti, terdapat tiga bentuk pencegahan primer. Pertama, pencegahan universal, ditujukan kepada populasi umum agar tidak terjadi faktor risiko.Caranya adalah mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan. Kedua, pencegahan selektif, ditujukan kepada kelompok yang mempunyai risiko tinggi dengan cara, orang tua menciptakan keluarga yang harmonis, hangat, dan stabil. Ketiga, pencegahan terindikasi, yaitu mencegah mereka yang baru memperlihatkan tanda-tanda fase prodromal tidak menjadi skizofrenia yang nyata, dengan cara memberikan obat antipsikotik dan suasana keluarga yang kondusif.

LI III. MEMAHAMI DAN MENJELASKAN IBADAH MAHDHOH TERHADAP PENDERITA GANGGUAN JIWA 1. Pengertian Ibadah Ibadah secara etimologis berasal dari bahasa arab yaitu - - yang artinya melayani patuh, tunduk. Sedangkan menurut terminologis ialah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai allah azza wa jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin[1]. Ditinjau dari jenisnya, ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dengan bentuk dan sifat yang berbeda antara satu dengan lainnya[2]; Ibadah Mahdoh adalah ibadah yang dari segi perkataan, perbuatan telah didesign oleh Allah SWT kemudian diperintahkan kepada Rasulullah untuk mengerjakannya. Seperti sholat fardu 5 kali, ibadah puasa ramadhan dan haji. Semuanya adalah bentuk paket dari Allah turun kepada Rasulullah kemudian wajib ditirukan oleh umatnya tanpa boleh menambah atau memperbaharui sedikitpun.

2.

Ibadah mahdhah atau ibadah khusus ialah ibadah yang apa saja yang telah ditetpkan Allah akan tingkat, tata cara dan perincianperinciannya. Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah : Wudhu, Tayammum Mandi hadats Shalat Shiyam ( Puasa ) Haji Umrah

Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip, yaitu: a. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Quran maupun al- Sunnah b. Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. c. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal) d. Azasnya taat
3. Ibadah Ghairu Mahdah Ibadah ghoiru mahdoh : adalah seluruh perilaku seorang hamba yangdiorientasikan untuk meraih ridho Allah (ibadah). Dalam hal ini tidak ada aturan baku dari Rasulullah.

TERIMA KASIH