Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

Stroke adalah defisit neurologis fokal atau global yang mendadak lebih dari 24 jam atau kurang dari 24 jam yang menyebabkan kematian oleh karena gangguan serebrovaskular, tanpa adanya penyebab yang lain. Stroke menjadi masalah kesehatan yang amat penting karena meningkatnya insiden setiap tahunnya serta menyebabkan berbagai defisit neurologis bahkan kematian. Prevalensi stroke di daerah pedesaan di Indonesia adalah 0,001 ! sedangkan untuk daerah perkotaan prevalensinya lebih besar yaitu 0,022!. "i #akarta prevalensi stroke pada orang de$asa adalah 0,%!. &ata' rata usia pasien stroke di Indonesia adalah %(,( tahun.1 Stroke memberikan dampak yang sangat besar bagi pasien, selain berdampak pada tubuh pasien itu sendiri, stroke juga berdampak pada kondisi ekonomi, sosial dan emosional. "ari segi ekonomi, pasien akan mengeluarkan biaya pengobatan dan pera$atan yang tidak sedikit karena manajemen stroke memerlukan $aktu yang lama. "ari segi sosial, dengan adanya defisit neurologis fokal yang berakibat pada gangguan bahkan kelumpuhan pada salah satu anggota tubuh pasien mengakibatkan pasien tidak dapat bekerja dan mengganggu proses sosialisasi pasien. Sedangkan dari segi emosional, pasien sering mengalami ke)emasan karena penyakitnya. *aktor risiko terjadinya stroke ada yang tidak bisa di modifikasi dan ada yang dapat dimodifikasi. *aktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi misalnya umur, jenis kelamin, ri$ayat stroke sebelumnya dan +I, -Trancient Iscemic Attack.. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi serta menjadi faktor risiko yang paling sering di Indonesia adalah hipertensi, merokok, dan hiperkolesterolemia. "ari faktor risiko yang dapat dimodifikasi ini seharusnya bisa di)egah mun)ulnya stroke, salah satunya adalah dengan memperbaiki gaya hidup berupa olahraga teratur, pola makan yang sehat dengan diet seimbang dan hindari merokok serta minuman beralkohol. Pola makan ini hendaknya disesuaikan dengan faktor risiko pasien -hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.. "iet dapat memberikan pengaruh pada berbagai faktor risiko stroke serta dapat memberikan keuntungan

terhadap intervensi farmakologis pada pasien dengan penyakit kardiovaskular. Pada pasien hipertensi, diet rendah natrium akan mampu menurunkan tekanan darah sehingga dapat membantu pen)egahan stroke. Sebuah metaanalisis pada studi kohort menemukan bah$a diet tinggi buah dan sayuran -lebih dari % jenis perhari. mampu menurunkan risiko kejadian stroke. Selain itu metaanalisis pada studi kohort lainnya juga menunjukkan bah$a diet tinggi minyak ikan berhubungan dengan penurunan risiko stroke. "iet rendah lemak juga menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular sehingga dapat juga menurunkan risiko stroke. Sebaliknya pemberian suplemen antioksidan dan vitamin tidak menunjukkan adanya korelasi terhadap penurunan risiko stroke.2 Pada kondisi yang tidak bisa di)egah atau sudah terjadinya stroke maka dilakukan manajemen stroke sesuai dengan guideline stroke. "isamping terapi farmakologi dan non farmakologi lainnya, terapi nutrisi pada pasien stroke sangat penting. /al ini karena pada pasien stroke tidak jarang terjadi keterbatasan dan gangguan dalam melakukan aktifitas sehari'hari termasuk makan. 0angguan menelan pada stroke juga bisa menjadi salah satu penyebab kurangnya asupan makanan hingga mengakibatkan kondisi kekurangan nutrisi yang dapat dilihat dari penurunan berat badan dan nafsu makan pasien. Sebuah studi terbaru menemukan bah$a tingginya angka prevalensi malnutrisi pada pasien stroke. 1leh karena itu diperlukan modifikasi diet yang disesuaikan dengan kondisi pasien, baik dari segi )ara pemberiannya, jenis makanannya, jumlah kalorinya, dan batasan terhadap beberapa jenis makanan.2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Nutrisi 3utrisi adalah substansi'substansi yang harus disediakan melalui diet karena tubuh tidak dapat mensintesa substansi'substansi tersebut dalam jumlah yang adekuat. 4anusia membutuhkan nutrisi penghasil energi -karbohidrat, protein, dan lemak., vitamin, mineral, dan air agar tetap sehat. 5arbohidrat sebagai sumber energi bagi tubuh. Se)ara umum satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori. Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera dan sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai )adangan energi di dalam jaringan lemak. Protein merupakan 6at organik yang terdiri dari unit'unit pembentuk berupa asam amino. Pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh memerlukan protein dan protein berperan sebagai bahan pembentuk senya$a kimia seperti en6im yang penting dalam mengatur berbagai proses yang terjadi di dalam tubuh. Pada kondisi tertentu protein dapat menjadi sumber energi. Protein juga berfungsi sebagai media perambatan impuls saraf. 7emak adalah sumber energi, bahan baku hormon, membantu tranport vitamin yang larut dalam lemak, serta pelindung organ'organ tubuh bagian dalam. 5olesterol adalah satu turunan lemak. 8ila kadar kolesterol dalam tubuh )ukup, maka 6at ini sangat berguna bagi tubuh untuk menjalankan fungsi beberapa organ tubuh. 5olesterol berlebihan berisiko menimbulkan aterosklerosis. 9itamin berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses metabolisme tubuh. 9itamin juga sangat penting sebagai 6at untuk memper)epat proses penyembuhan penyakit, meningkatkan serta menjaga kebugaran tubuh dan memperlambat proses penuaan. 4ineral adalah suatu 6at padat yang terdiri

dari unsur atau persenya$aan kimia yang dibentuk se)ara alamiah oleh proses'proses anorganik yang mempunyai sifat'sifat kimia dan fisika tertentu. +erdapat berbagai jenis mineral diantaranya adalah kalsium, kromium, tembaga, besi, flourida, yodium, dan lain lain. 5alsium penting untuk kesehatan tulang dan gigi, kontraksi otot, fungsi saraf dan pembekuan darah yang biasa didapati dalam produk susu, jus jeruk yang diperkaya kalsium dan sayuran berdaun hijau. 5romium penting untuk metabolisme glukosa, meningkatkan efektivitas insulin dan fungsi otot, bersumber dari keju, gandum, daging, ka)ang polong dan ka)ang'ka)angan. +embaga diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, pigmen, dan penting untuk kesehatan tulang biasa didapati dari ka)ang'ka)angan, ka)ang kering dan tiram. *luorida pula dapat diperoleh dari pasta gigi dan air fluoride yang berfungsi untuk mengeraskan enamel gigi. :odium penting untuk fungsi kelenjar tiroid, bisa didapati dari makan laut dan garam. 4akanan dengan besi seperti daging, ikan, ka)ang'ka)angan, biji'bijian dan sayuran berdaun hijau dapat membantu dalam pembentukan hemoglobin.4 2.2 Stroke Mempeng ru!i Kem mpu n M k n +ergantung dari tipe dan tingkat keparahan stroke, seseorang mungkin mengalami sedikit atau tidak mengalami perubahan pada kemampuan mereka untuk makan. "efisit motorik meliputi kelemahan otot lidah dan bibir, atau kerusakan saraf yang menimbulkan gangguan koordinasi otot mulut, lidah, dan tenggorokan. 4enelan kemudian menjadi suatu proses yang sulit, bahkan membahayakan. 5emampuan mengunyah kemudian menjadi tantangan untuk mengubah tekstur makan. "efisit sensoris mungkin mempengaruhi kemampuan untuk membaui dan merasakan makanan yang kemudian dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. "efisit kognitif dapat menimbulkan gangguan dalam rentang perhatian, gangguan lapang pandang, dan pengambilan keputusan, seperti ketidakmampuan dalam mengambil makanan dari tempatnya. 0angguan penglihatan, pendengaran, dan berbi)ara dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memperoleh makanan. Semua keadaan ini pada akhirnya berakibat penurunan status gi6i, oleh karena

itu dibutuhkan diet khusus bagi penderita stroke. "iet stroke adalah diet yang diberikan khusus untuk pasien yang menderita penyakit stroke.% 2." Tu#u n Diet Stroke "iet stroke bertujuan untuk memberikan makanan yang )ukup untuk memenuhi kebutuhan gi6i pasien dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi pneumonia, penyakit. kelainan 4emperbaiki ginjal, dan keadaan dekubitus stroke serta seperti disfagia, mempertahankan

keseimbangan )airan dan elektrolit.; 2.$ M n% t Diet Stroke

"iet stroke adalah diet khusus yang diberikan kepada pasien stroke. "iet yang diberikan ada empat ma)am yaitu diet stroke I, II,, II8 dan II<. 4elalui diet stroke ini diharapkan mampu memperbaiki keadaan stroke seperti disfagia, dekubitus, dan kelainan penyakit lainnya, memberikan makanan se)ukupnya untuk memenuhi kebutuhan gi6i pasien, men)egah komplikasi, mempertahankan keseimbangan )airan dan elektrolit, memper)epat tingkat kesembuhan pasien, serta memperbaiki keadaan malnutrisi yang ada.;, ,( 2.& S' r t Diet Stroke 1. =nergi )ukup, yaitu 2%'4% kkal>kg88. Pada fase akut energi diberikan 1100'1%00 kkal>hari. 2. Protein )ukup yaitu 0,('1 g>kg88. ,pabila pasien berada dalam keadaan gi6i kurang, protein diberikan 1,2'1,% g>kg88. ,pabila penyakit disertai komplikasi gagal ginjal kronik, protein diberikan rendah yaitu 0,; g>kg88. 2. 7emak )ukup, yaitu 20'2%! dari kebutuhan energi total. ?tamakan sumber lemak tidak jenuh ganda, batasi sumber lemak jenuh yaitu @ 10! dari kebutuhan energi total. 5olesterol dibatasi @ 200 mg. 4. 5arbohidrat )ukup, yaitu ;0' 0! dari kebutuhan energi total.
%. 9itamin )ukup, terutama vitamin ,, ribovlavin, 8;, asam folat, 8 12, <, dan

=.

;. 4ineral )ukup, terutama kalsium, magnesium, dan kalium. Penggunaan natrium dibatasi denagan memberikan garam dapur maksimal 1,% sendok teh> hari -setara dengan A % gram garam dapur atau 2 g natrium.. . Serat )ukup, untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan men)egah konstipasi. (. <airan )ukup, yaitu ;' gelas>hari, ke)uali pada keadaan edema dan asites, )airan dibatasi, minuman hendaknya diberikan setelah selesai makan agar porsi makan dapat dihabiskan. ?ntuk pasien dengan disfagia, )airan diberikan se)ara hati'hati. <airan dapat dikentalkan dengan gel atau guarcol . B. 8entuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien. 10. 4akanan diberikan dalam porsi ke)il dan sering.;, ,( 2.( Peni) i n *ungsi Mene) n Saat datang ke rumah sakit, pasien dengan stroke akut harus diskrining terhadap fungsi menelan oleh tenaga kesehatan terlatih sebelum memberikan makanan se)ara oral, )airan, ataupun pengobatan. Penilaian fungsi menelan ini paling tidak telah dilakukan dalam 24 jam pertama dan tidak lebih dari 2 jam. Pasien dengan stroke akut yang tidak mampu untuk mendapatkan nutrisi dan )airan yang )ukup se)ara oral seharusnya menggunakan selang nasogastrik dalam 24 jam pertama. #ika pasien tidak mentolerir terhadap penggunaan selang nasogastrik, pertimbangkan untuk menggunakan nasal bridle tube atau gastrostomy. Pasien tipe ini juga semestinya mendapatkan penilaian nutrisi dari tenaga kesehatan terlatih, termasuk mendapat monitoring dan saran nutrisi se)ara individu.( 2.+ T ! p Diet Stroke 8erdasarkan tahapnya diet stroke dibagi menjadi 2 fase, yaituC; 1. *ase akut -24' 4( jam. *ase akut adalah keadaan tidak sadarkan diri atau kesadaran menurun. Pada fase ini diberikan makanan parenteral -3P1> nothing per oral. dan

dilanjutkan dengan makanan erenteral -naso gastric tube > 30+.. Pemberian makanan parenteral total perlu dimonitor dengan baik. 5elebihan )airan dapat menimbulkan edema serebral. 5ebutuhan energi pada 3P1 total adalah ,48 D 1 D 1,2E protein 1,% g>kg88E lemak maksimal 2,% g>kg88E dekstrosa maksimal 2. *ase pemulihan *ase pemulihan adalah fase dimana pasien telah sadar dan tidak mengalami gangguan fungsi menelan -disfagia.. 4akanan diberikan diberikan per oral se)ara bertahap dalam bentuk makanan )air, makanan saring, makanan lunak , makanan biasa. 8ila ada disfagia, makanan diberikan se)ara bertahap, sebagai gabungan makanan 3P1, per oral , dan 30+ sebagai berikutC a. 3P1 b. F bagian per oral -bentuk semi padat. dan G bagian melalui 30+. ). H bagian per oral -bentuk semi padat. dan H bagian melalui 30+. d. "iet per oral -bentuk semi padat dan semi )air. dan air melalui 30+ e. "iet lengkap per oral 2., J )ur Pem-eri n M k n n Pemberian nutrisi pada pasien stroke merupakan salah satu penatalaksanaan umum stroke. 3utrisi se)ara enteral paling lambat sudah harus diberikan dalam 4( jam. Pemberian nutrisi se)ara oral hanya boleh diberikan jika pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukannya ada gangguan pada fungsi menelan pasien. /al ini dilakukan untuk menghindari terjadinya aspirasi makanan yang dapat menyumbat sistem respirasi pasien. #alur pemberian makanan pada pasien stroke diklasifikasikan menjadi tipe nasoenterik dan tipe enterostomi. #alur nasoenterik meliputi 30+ -nasogastri) tube., nasoduodenal, dan nasojejunal. 30+ adalah pemasangan selang melalui hidung hingga ke gaster. 3asoduodenal adalah pemasangan selang melalui hidung hingga mele$ati pylorus dan berakhir di duodenal. 3asojejunal adalah pemasangan selang melalui hidung hingga mele$ati pylorus dan berakhir di jejunum. g>kg 88.

Pemberian makanan melalui jalur nasogastrik se)ara umum lebih aman, khususnya jika tidak ditemukannya risiko refluk atau aspirasi. Sedangkan pemberian makanan se)ara enterostomi dapat dilakukan se)ara pembedahan atau se)ara perkutan -gastrostomi atau jejunostomi.. 0astrostomi adalah memasukkan selang ke dalam gaster dengan ukuran, pliabilitas dan teknik yang bervariasi. Sedangkan jejunostomi adalah membuat sebuah stoma jejunum yang dapat dimasukkan selang se)ara intermiten. Pada P=0 -percutaneous endoscopic gastrostomy. dan P=# -percutaneous endoscopic jejunostomy., selang makanan dimasukkan se)ara perkutaneus dengan bantuan visualisasi endoskopi, hingga nantinya selang dapat sampai ke gaster atau jejunum kemudian selang dikun)i dengan )ara mengembungkan ujung selang>kateter. Pemberiaan makanan le$at jalur enteral sebaiknya dilakukan se)ara kontinyu, atau dengan menggunakan infusion pump untuk mendapatkan volume dan toleransi yang akurat. Pemberiannya diusahakan dengan ke)epatan yang konstan, biasanya selama 1;'24 jam. Pemberian makanan ini diberikan 1 sampai % hari pas)a stroke, untuk men)egah terjadinya aspirasi pulmonary. Pemberian makanan dapat dibagi dalam 2 sampai ; kali pemberian per hari selama 20';0 menit setiap kali pemberian. 9olume makanan yang diberikan berkisar antara 2%0 sampai 400 ml dengan volume maksimumnya adalah 400' %00 ml setiap kali pemberian. 3amun beberapa pasien mungkin merasa tidak nyaman dengan dosis maksimal ini, pasien )enderung mengeluhkan mual atau perut kembung. #ika hal ini terjadi maka volume setiap kali pemberian dapat dikurangi, namun frekuensi pemberiannya ditambah sehingga tidak mengurangi jumlah total asupan perhari. &isiko terjadinya aspirasi dapat dikurangi dengan )ara memperbaiki posisi selang dengan menggunakan bantuan radiografi dada. <ara yang lebih sederhana adalah dengan meninggikan posisi kepala pasien - head up. setinggi 200'4%0 selama pemberian makanan hingga 1 jam setelah pemberian makanan.2,;, 2.. Tipe Diet Stroke

"iet stroke terdiri dari diet stroke I, IIa, IIb, dan II). "alam diet stroke ada beberapa makanan yang dianjurkan dan ada juga yang tidak dianjurkan -+abel I.. "iet stroke I diberikan kepada pasien dalam fase akut atau bila ada ganggguan fungsi menelan. 1leh karena itu diet stroke I berupa makanan yang lebih mudah ditelan yaitu makanan diberikan dalam bentuk )air kental atau kombinasi )air jernih dan )air kental yang diberikan peroral atau enteral melalui 30+ -Naso Gastic Tube. sesuai dengan keadaan penyakit. 8erbeda halnya dengan diet stroke II, diet stroke II diberikan kepada pasien pada fase pemulihan atau sebagai makanan perpindahan dari diet stroke I. bentuk makanan diet stroke II dapat berupa kombinasi )air jernih, )air kental, saring, lunak, dan biasa. Pemberian diet pada pasien stroke disesuaikan dengan penyakit penyertanya. "iet Stroke II dibagi menjadi diet stroke IIa, IIb, dan II). ; T -e) 1. 8ahan 4akanan yang "ianjurkan dan yang +idak "ianjurkan pada "iet Stroke
/o)ong n B ! n M k n n Sumber 5arbohidrat Di n#urk n 8eras, kentang, ubi, singkong, terigu, hunk$e, tapioka, sagu, gula, madu, serta produk olahan yang dibuat tanpa garam dapur, soda>baking po$der, seperti makaroni, mie, bihun, roti, Sumber Protein /e$ani biskuat, dan kue kering "aging sapi dan ayam tidak berlemak, ikan, telur, susu skim, dan susu penuh dalam jumlah terbatas "aging sapi dan ayam berlemak, jerohan, otak, hati, ikan banyak duri, susu penuh, keju, es krim, dan produk olahan protein he$ani yang dia$et seperti Sumber Protein 3abati Semua ka)ang'ka)angan dan produk olahan yang dibuat dengan garam dapur, dalam daging asap dan dendeng Semua produk olahan ka)ang'ka)angan yang dia$et dengan garam Ti0 k Di n#urk n Produk olahan yang dibuat dengan garam dapur, soda>baking po$der, kue' kue yang terlalu manis

jumlah terbatas Sayuran Sayuran berserat sedang dimasak, seperti bayam, kangkung, ka)ang panjang, labu siam, tomat, taoge, dan $ortel 8uah'buahan 8uah segar, dibuat jus atau disetup seperti pisang, pepaya, jeruk, mangga, nenas, dan jambu biji -tanpa Sumber 7emak bahan penga$et. 4inyak jagung dan minyak kedelai, margarin dan mentega tanpa garam yang digunakan untuk menumis 4inuman atau setup, santan en)er +eh, kopi, )okelat dalam jumlah terbatas, en)er susu skim dan sirup

natrium atau digoreng Sayuran menimbulkan gas -sa$i, kol, kembang kol, lobak., sayuran berserat tinggi -daun singkong, katuk, melinjo, dan sayuran mentah 8uah yang menimbulkan gas seperti nangka dan durian, buah yang dia$et dengan natrium seperti buah kaleng dan asin 4inyak kelapa sa$it, margarin dan mentega biasa, santan kental, krim, dan produk gorengan +eh, kopi, )okelat dalam jumlah terbatas, dan kental minuman bersoda dan alkohol

a. "iet Stroke I "iet stroke I memiliki bahan makanan tersendiri -+abel 2. dimana masing' masing bahan makanan pada diet stroke tipe I memiliki nilai gi6i tersendiri untuk diberikan pada pasien stroke -+abel 2..
T -e) 2. 8ahan 4akanan pada "iet Stroke I;

B ! nM k n n 4ai6ena +elur ayam Susu penuh bubuk Susu skim bubuk 8uah 4inyak jagung 0ula pasir <airan

Ber t 1gr m2 2% %0 2% 120 120 20 100 1%00 ml

U3T % sendok makan 1 butir % sendok makan 24 sendok makan 2 potong sedang papaya 2 sendok makan 10 sendok makan ; gelas

T -e) ". 3ilai 0i6i pada 8ahan 4akanan "iet Stroke I. K n0ung n 4 t /i5i =nergi -kkal. Protein -g. 7emak -g. 7emak #enuh -g. 5arbohidrat -g. 5alsium -mg. 8esi -mg. 9itamin , -&=. +iamin -mg. 9itamin < -mg. 5olesterol -mg. b. "iet Stroke II "iet stroke II dibagi dalam tiga tahap, yaitu diet stroke II , berupa makanan )air dan bubur saring -1 00 kkal., diet stroke II 8 berupa makanan lunak -1B00 kkal. dan diet stroke II < berupa makanan biasa -2100 kkal.. T -e) $. 8ahan 4akanan untuk 4akanan 8iasa dalam Sehari pada "iet Stroke I;
B ! n M k n n 8eras +epung 8eras 4ai6ena +elur ,yam Ikan +empe Sayuran Pepaya 4inyak #agung 0ula pasir 0ula merah Susu skim bubuk Diet Stroke II A Ber t U3T 1g2 ' ' 12% 20 sdm 20 4 sdm %0 1 btr % 1 ptg bsr %0 2 ptg bsr 100 1 gls 200 2 ptg sdg 2% 2H sdm 40 4 sdm 2% 2H sdm (0 1; Diet Stroke II B Ber t U3T 1g2 200 4 gls tim ' ' 20 4 sdm %0 1 btr 100 2 ptg sdg 100 4 ptg sdg 1%0 1H gls 200 2 ptg sdg 20 2 sdm %0 % sdm ' ' 40 ( sdm Diet Stroke II 6 Ber t URT 1g2 2%0 2H gls nasi ' ' 20 4 sdm %0 1 btr 100 2 ptg sdg 100 4 ptg sdg 200 2 gls 200 2 ptg 2% 2H sdm 20 2 sdm ' ' 40 8 sdm

Diet Stroke I 12;1 %; 24 (,4 211 1(;B ;,1 1% 2 0,; 1;; 212

T -e) &. 3ilai 0i6i 8ahan 4akanan untuk "iet Stroke II berdasarkan #enis "ietnya ;

2.17 Pen t ) ks n

n Umum Nutrisi 0i 3u ng 3 8 t

a. 3utrisi enteral paling lambat sudah harus diberikan dalam 4( jam, nutrisi oral hanya boleh diberikan setelah hasil tes fungsi menelan baik. K n0ung n /i5i =nergi -kkal. Protein -g. 7emak -g. 7emak #enuh -g. 5arbohidrat -g. 5alsium -mg. 8esi -mg. 9itamin , -&=. +iamin -mg. 9itamin < -mg. 5olesterol -mg. Diet Stroke II A 1 1( ;B 41 %,( 2 2 12B; 1%,B ; 0% 0,( 2 2 2%( Diet Stroke II B 1B1 2 %2 ,2 2B2 (2% 1B,; (B40 0,( 212 2 2 Diet Stroke II 6 2102 ( %B ( 21( (;2 20,; 114%( 0,B 222 2 2

b. 8ila terdapat gangguan menelan atau kesadaran menurun, makanan, nutrisi diberikan melalui pipa nasogastrik. ). Pada keadaan akut, kebutuhan kalori sebesar 2%'20 kal>kg88>hari dengan komposisi C 5arbohidrat 20'40 ! dari kebutuhan kalori 7emak 2%'2% ! -pada gangguan nafas dapat lebih tinggi 2%'%%!. Protein 20'20! -pada saat stress kebutuhan protein 1,4 ' 2,0 g>kg88>hari, pada gangguan fungsi ginjal @ 0,( gram>kg88>hari. d. ,pabila kemungkinan pemakaian pipa nasogastrik diperkirakan lebih dari ; minggu, pertimbangkan untuk gastrostomi. e. Pada keadaan tertentu, yaitu nutrisi enteral tidak memungkinkan, dukungan nutrisi boleh diberikan se)ara parenteral. f. Perhatikan diet pasien yang tidak bertentangan dengan pemberian obat' obatan yang diberikan. <ontohnya hindarkan makanan yang banyak mengandung vitamin 5 pada pasien yang mendapat $arfarin.B 2.11 Mengontro) * ktor 3isiko M k n n Pedoman 4akanan untuk 4engontrol /ipertensi

8atasi konsumsi garam hingga 2200 mg per hari, substitusi dengan bahan perasa lainnya. Sayur dan buah C ada beberapa bukti yang menyatakan bah$a sayuran dan buah'buahan memiliki efek proteksi terhadap stroke. Sayur dan buah membantu mengurangi tekanan darah dan men)egah hipertensi yang merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Sayur dan buah yang mengandung kalium sangat )o)ok untuk pasien stroke seperti kentang, bayam, tomat, pisang, jeruk, dan apel 8atasi konsumsi alkohol hingga dua gelas perhari untuk laki'laki dan satu gelas untuk perempuan Pilihlah produk susu yang rendah lemak atau bebas lemak. Ini akan membantu memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium dan natrium. Pedoman 4akanan untuk 5engontrol 5olesterol 8atasi konsumsi lemak jenuh dan lemak tras ke nilai minimal. #enis lemak ini dapat meningkatkan kadar 7"7 yang merupakan suatu lemak jahat di dalam tubuh. 7emak jenuh ditemukan pada makan yang bersumber dari binatang seperti daging'daging berlemak tinggi, susu utuh, mentega, minyak kelapa, dan produk'produk susu yang dibuat dari susu utuh. 7emak trans ditemukan pada semua makanan dibuat dengan minyak yang dihidrogenasi seperti pada makanan yang digoreng, krekers, dan makanan yang dibuat dengan margarine. Pilihlah makan yang mengandung lemak tidak jenuh seperti kedelai, minyak 6aitun #aga agar lemak total yang dikonsumsi kurang dari 2%!'2%! dari kalori yang terdapat pada makanan dan minuman. 8atasi kolesterol yang didapat dari makanan hingga 200 mg per hari. 4akanan yang tinggi kolesterol seperti kuning telur, daging berlemak, dan produk susu. Ikan C asam lemak omega'2 yang ditemukan pada ikan, seperti ikan salmon, tuna, dan sardine dipandang memiliki efek protektif terhadap stroke. "irekomendasikan untuk mengkonsumsi ikan 2'2 kali dalam seminggu. Sumber omega'2 yang lain adalah telur dan minyak kedelai.
,10

"ianjurkan mengkonsumsi 20'20 gram serat per hari. 4akan yang banyak mengandung banyak serat seperti sayur, buah, dan biji'bijian. 5onsumsi serat ini hendaknya disertai dengan peningkatan konsumsi air untuk membantu tubuh dalam memetabolisme serat tersebut.
,10

BAB III PENUTUP

Stroke merupakan salah satu penyakit saraf dan menjadi masalah kesehatan yang amat penting karena meningkatnya angka kejadian setiap tahunnya. Stroke juga memberikan dampak baik se)ara ekonomi, sosial maupun emosional pasien. ?ntuk menghindari stroke, terlebih dahulu harus dapat menghindari faktor risiko stroke, namun tidak semua faktor risiko stroke dapat dimodifikasi, ada juga faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Salah satu yang bisa dimodifikasi adalah gaya hidup berupa olahraga teratur, pola makan yang sehat dengan diet seimbang dan hindari merokok serta minuman beralkohol. Pada kondisi yang tidak bisa di)egah atau sudah terjadinya stroke maka diperlukan diet khusus pada stroke dengan bahan makanan tertentu, dengan jumlah kalori tertentu serta jalur pemberian yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Se)ara umum nutrisi terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Stroke dapat mempengaruhi kemampuan makan tergantung dari tipe dan tingkat keparahan stroke. Pasien stroke tidak jarang mengalami disfagia, gangguan penge)apan atau ageusia, gangguan motorik sehingga pasien tidak bisa makan sendiri atau tidak nafsu makan. Semua keadaan ini pada akhirnya berakibat penurunan status gi6i. "ibutuhkan diet khusus bagi penderita stroke sehingga dapat memberi manfaat yang maksimal bagi pasien stroke. Selain itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam diet stroke antara lain jumlah dan jenis energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serat dan )airan harus )ukup sesuai dengan kebutuhan pasien stroke. Sebelum memberikan makanan atau diet stroke kepada pasien, perlu dinilai fungsi menelan pasien untuk menentukan jalur pemberian makanan nantinya. Pada fase akut -24'4( jam pertama. diberikan makanan parenteral dan dilanjutkan dengan makanan erenteral. Sedangkan pada fase pemulihan diberikan per oral se)ara bertahap dalam bentuk makanan )air, makanan saring, makanan lunak, dan makanan biasa. 8ila ada disfagia, makanan diberikan se)ara bertahap, sebagai gabungan makanan 3P1, per oral , dan 30+. "iet stroke terdiri dari diet stroke I, IIa, IIb, dan II). "iet stroke I diberikan kepada pasien dalam fase akut atau bila ada ganggguan fungsi menelan, oleh karena itu diberikan makanan dalam bentuk )air kental. "iet stroke II diberikan

kepada pasien pada fase pemulihan dapat berupa kombinasi )air jernih, )air kental, saring, lunak, dan biasa. Setelah pasien pulih atau pulang ke rumah, pasien diberikan edukasi tentang mengontrol faktor risiko dari makanan, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya stroke berulang. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah, membatasi mengkonsumsi garam, membatasi atau tidak mengkonsumsi alkohol, minum susu rendah lemak atau bebas lemak, batasi konsumsi lemak jenuh dan lemak tras, dan perbanyak mengkonsumsi serat. "engan pemilihan terapi nutrisi yang tepat pada pasien stroke diharapkan dapat menurunkan kejadian malnutrisi pas)a stroke, serta membantu memper)epat pemulihan kondisi pasien, serta mengotrol faktor risiko terkait makanan.

DA*TA3 PUSTAKA

1. :. 5usuma, et al. 8urden of Stroke in Indonesia. International #ournal of Stroke. 200BE4C2 BI(0. 2. <lini)al 0uidelines for Stroke 4anagement 2010. 3ational Stroke *oundation. 4elbourne ,ustralia. 2010. /alaman ;B 2. /illel 4. *inestone, et al. +he &ole of 3utrition and "iet in Stroke &ehabilitation. +op Stroke &ehabil 1BBBE;-2.C4;I;; $. go8ri %. "ietary 0uidelines *ollo$ing a Stroke httpC>>$$$.strokeasso)iation.org>presenter.jhtmlJidentifierK201(%;1 ;. ,lmatsier, S. 200;. Penuntun "iet. #akarta C P+ 0ramedia Pustaka ?mum . Inter)ollegiate Stroke Lorking Party. 3ational )lini)al guideline for stroke, 2rd edition. 7ondonC &oyal <ollege of Physi)ians, 200( (. Stroke, "iagnosis and Initial management of a)ute stroke and transient is)haemi) atta)k -+I,.. 3I<= )lini)al guideline ;(. 200( B. 0uideline Stroke 2011. Perhimpunan "okter Spesialis Saraf Indonesia -P=&"1SSI.. #akarta 2011. 10. Stroke nutrition therapy. ,meri)an "iateti) ,sso)iation