Anda di halaman 1dari 11

VISI (2011) 19 (1) 473-481 KECEMASAN PASCA BERCERAI PADA WANITA DEWASA AWAL Chainar Elly Ria ABSTRACK

This study aims to find out in depth pictu e of an!iety at the "e#innin# of the post di$o ce adu%t &omen' the facto s that cause an!iety and the facto s that %ead to di$o ce( The method used in this esea ch is a case study( Su")ects in this study amounted to one pe son &ith the cha acte istics of fema%e se! is at a#e 20-40 yea s and the status of &ido&s( The esu%ts of this study indicate that su")ects e!pe ienced an!iety as sad "ecause no one he%ped he fami%y' ma ia#e and %ife disappointed that happened' an!ious in thin*in# a"out the needs of e$e yday %ife &ith th ee chi%d en' adu%t &omen may a%so "e a"%e to independent%y mana#e the fami%y economy and panic thin*in# a"out the futu e of thei chi%d en( The facto s that cause an!iety in adu%t &omen afte di$o ce is difficu%t fo the su")ect ea %y in the sea ch fo a )o" at the time the &oman initia%%y as house&i$es( +nd facto s %eadin# to di$o ce in the a"sence of a su")ect is ci$i% ma ia#e e#ist ation as a condition of ci$i% se $ants to inc%ude dependent chi%d en into the pay o%%' and the fo me su")ect did not p o$ide compensation to the fami%y( ,ut in the end the su")ect is independent and st on# fo %ife and o$e come "y p aye as*in# -od +%mi#hty' &hi%e a%so "e#innin# to fo%%o& the acti$ities of adu%t &omen in the chu ch and in the p esence of the chi%d en &ho a%&ays is nea "y then this initia% adu%t &omen fee% comfo ted( -------------.ey &o ds/ +n!iety' 0ost-1i$o ced' fema%e +du%t ,e#innin#

I. Pendahuluan Didalam perkembangan hidup manusia selalu dimulai dari berbagai tahapan, yang dimulai dari masa kanak-kanak, remaja dan dewasa. Dalam setiap tahapan perkembangan terdapat tugas-tugas yang khas yang harus diselesaikan oleh individu untuk kemudian dilanjutkan ketahapan berikutnya. Salah satu tahapan dimana individu memulai suatu babak baru dalam kehidupan adalah tahapan dewasa muda (Turner, 199 !. "ada saat seseorang telah berhasil melalui masa remaja dan harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan kehidupan dewasa. Dalam kehidupan dewasa selalu dihadapkan pada suatu proses hidup dimana manusia dewasa harus melalui suatu perkawinan. "ada masyarakat modern, pada umumnya manusia dewasa yang sudah mengalami perkawinan, dalam menjalani kehidupan selalu diikuti oleh perasaan #emas ini dapat dilihat berdasarkan dari jenis kelamin, pengalaman, keadaan ekonomi dan status perkawinan ($# %eil, dalam &ransis#a, '(((!. )emas menurut sebagian ahli psikologi adalah seseorang yang merasa tidak mampu melawan bahaya yang mengan#am bila sumbernya tidak diketahui. $enurut *tkinson (199'! orang yang mengalami gangguan ke#emasan, baik ke#emasan menyeluruh maupun gangguan panik biasanya tidak mengetahui sebabnya mengapa mereka ter#ekam, ketakutan, '1+ ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 sehingga ke#emasan ini disebut dengan 0mengambang dengan bebas1 atau ke#emasan yang tidak jelas penyebabnya. Setiap pasangan tentunya menginginkan kehidupan perkawinannya akan berlangsung lebih lama. %amun, kadang kala sebuah perkawinan harus menghadapi masa-masa sulit yang tidak dapat dielakkan lagi dan akan berakhir dengan per#eraian. "er#eraian dide2inisikan sebagai penghapusan perkawinan dengan putusan hakim, atau tuntutan salah satu pihak dalam perkawinan itu. Se#ara umum dan logika, kaum pria lebih banyak menderita ke#emasan dan rasa takut dalam menghadapi masa depan setelah ber#erai, mengingat 2ungsinya sebagai penanggung jawab atas diri dan keluarganya, serta sebagai pilar utama untuk membahagiakan rumah tangga. *kan tetapi pada kenyataannya setelah melalui penelitian dan studi ilmiah, terbukti bahwa wanitalah yang lebih sering merasakan ke#emasan dan ketakutan dalam menghadapi masa depan setelah ber#erai (*3shari, '((+!. Derajat ke#emasan dan ketakutan akan masa depan setelah ber#erai pada diri wanita dewasa awal menjadi lebih jelas dilihat dalam kehidupan sehari-hari. 4anita dewasa awal lebih sering #emas dan takut setelah ber#erai ketika sudah mempunyai anak yang telah memasuki usia sekolah. Selanjutnya pengertian ke#emasan pas#a ber#erai adalah suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan tegang, ketakutan, dan gelisah yang bersi2at subjekti2. -ni disebabkan karena adanya situasi yang mengan#am yang membahayakan subjek serta sumbernya tidak diketahui, internal dan samar-samar. *rgill (dalam *3shari, '((+! menyakini bahwa rata-rata ke#emasan dan ketakutan akan masa depan pada wanita setelah ber#erai semakin bertambah, karena mereka menghadapi masalah yang lebih banyak. -tu karena wanita lebih perasa. *rtinya, pada tingkat tertentu, mereka lebih sering terpengaruh dengan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sebagai orangtua tunggal (sin#%e pa ent!. Selain sebagai orangtua tunggal (sin#%e pa ent! wanita juga mempunyai kesulitan dalam menghadapi masyarakat yang masih berpandangan negati2 terhadap per#eraian, sehingga hal ini dapat menimbulkan rasa malu dan keputusasaan pada wanita tersebut. I.1. Hipotesa Sebagai jawaban sementara atas permasalahan penulisan tersebut, dapat kita lihat adanya ke#emasan pas#a ber#erai pada wanita dewasa awal. I. . Ka!a"te!isti" Penelitian Subjek penelitian yang terdiri dari 1 (satu! orang dengan karakteristik berjenis kelamin wanita berada pada usia '(56( tahun dan berstatus janda. I.#. Wa"tu Pela"sanaan "elaksanaan penelitian dilakukan oleh penulis di $edan sejak tanggal '9 bulan *pril '(1( sampai dengan tanggal '( *gustus '(1(. '1. ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 I. $. Metode Penelitian "enelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitati2 yang berbentuk studi kasus. 7eru 8asuki ('((9!, menjelaskan bahwa penelitian yang menggunakan pendekatan kualitati2 adalah penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah manusia dan sosial, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari suatu realitas sebagaimana dilakukan penelitian kuantitati2 dengan positivismenya. "eneliti menginterpretasikan bagaimana subjek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku mereka. "enelitian dilakukan dalam latar ( settin#! yang alamiah (natu a%istic! bukan hasil perlakuan (t eatment! atau manipulasi variable yang dilibatkan. Sedangkan menurut "oerwandari (199.!, penelitian yang menggunakan pendekatan kualitati2 adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang si2atnya deskripti2 seperti transkip wawan#ara, #atatan lapangan, gambar 2oto, rekaman video dan lain-lain sebagainya. Studi kasus menurut "oerwandari (199.! yaitu studi yang mempelajari 2enomena khusus yang hadir dalam suatu konteks yang terbatasi dan kasus ini dapat berupa individu, kelompok ke#il, organisasi, komunitas atau bahkan suatu bangsa. $enurut 7eru 8asuki ('((9!, studi kasus adalah bentuk penelitian (in2ui y! atau studi tentang suatu masalah yang memiliki si2at kekhususan (pa ticu%a ity!, dapat dilakukan baik dengan pendekatan kualitati2 dengan sasaran perorangan (individu! maupun kelompok, bahkan masyarakat luas. Sesuai dengan latar belakang masalah penelitian, maka digunakan pendekatan kualitati2 untuk mengetahui bagaimana ke#emasan pas#a ber#erai pada wanita dewasa awal. Dengan pendekatan ini maka nantinya diperoleh penghayatan, persepsi, dan pemahaman yang mendalam. I. %. Metode Pen&a'(ilan Data Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua #ara yaitu : 1. Wa)an*a!a 4awan#ara adalah per#akapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawan#ara ( inte $ie&e ! yang mengajukan pertanyaan dan terwawan#ara (inte $ie&ee! yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu ($oleong, '((9!. 4awan#ara ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang lengkap dari individu-individu tertentu untuk keperluan in2ormasi. ;eunggulan tehnik wawan#ara adalah sangat komunikati2, jika subjek kurang memahami pertanyaan yang diajukan, maka subjek dapat bertanya lebih lanjut pada pewawan#ara. Selain itu, pewawan#ara juga dapat menggali in2ormasi yang lebih lengkap dan lebih dalam dari subjek. 4awan#ara yang dilakukan adalah ter2okus (focused inte $ie&!, yaitu wawan#ara yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersi2at open-ended, tetapi ada da2tar pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya berdasarkan '19 ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 topik-topik yang akan dibahas. 4awan#ara akan membahas tentang penyesuaian diri pada penderita ski<o2renia terhadap lingkungan. . +(se!,asi Dalam penelitian ini akan digunakan metode observasi yang dilakukan untuk memperoleh in2ormasi tentang perilaku manusia yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. =bservasi adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan #ara mengamati dan men#atat se#ara sistematik tentang gejala yang diselidiki. "endekatan sistematik dalam observasi dapat dikelompokkan melalui pertanyaan dimana observasi dilakukan, apa yang diobservasi, serta bagaimana dan kapan observasi dilakukan (%arbuko dan *#hmadi, '((/!. I. -. Tin.auan Pusta"a )haplin ('((6! mengemukakan ke#emasan adalah perasaan #ampuran berisikan ketakutan dan keprihatinan mengenai masa-masa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut. Sedangkan menurut Davison dan %eale (dalam &ausiah dkk, '(( ! ke#emasan adalah mun#ulnya perasaan takut dan kehati-hatian atau kewaspadaan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan. ;e#emasan seringkali ditandai dengan gejala 2isik seperti sakit kepala, jantung berdebar #epat, dada terasa sesak, tidak tenang dan tidak dapat duduk tenang. $enurut )orey (199.! mende2inisikan ke#emasan sebagai suatu keadaan tegang yang memotivasi individu untuk berbuat sesuatu. ;e#emasan adalah suatu penyerta yang normal dalam kehidupan kita seharihari, dari perubahan atau dari pengalaman sesuatu yang baru dan belum pernah di#oba. Setiap orang, siapapun dia pasti pernah mengalami ke#emasan, seperti halnya seorang anak yang teran#am perpisahan dengan orangtuanya, atau bagi remaja pada saat ken#an pertamanya. ;e#emasan diartikan sebagai respon dari suatu keadaan yang disebabkan adanya an#aman yang sumbernya tidak diketahui, internal dan samar-samar (;aplan dkk, 199+!. Dari keseluruhan de2inisi tentang ke#emasan diatas maka dapat disimpulkan, pengertian ke#emasan adalah suatu keadaan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan tegang, ketakutan, dan gelisah yang bersi2at subjekti2. -ni disebabkan karena adanya situasi yang mengan#am yang membahayakan subjek serta sumbernya tidak diketahui, internal dan samar-samar. II. /a'(a!an Ke*e'asan Pada Su(.e" Dala' Keadaan Pas*a Be!*e!ai $asa ketika per#eraian terjadi merupakan masa yang sangat sulit bagi subjek, terutama menyangkut keadaan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anak-anaknya. "ada saat pas#a ber#erai subjek adalah seorang ibu rumah tangga yang belum bekerja. 7al inilah yang membuat subjek dalam menjalani kehidupannya sehari-hari merasa #emas dan takut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anaknya. Subjek berusaha bekerja keras dari mulai berdagang baju sampai akhirnya subjek diterima sebagai "%S yang ''( ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 sesuai dengan latar belakang pendidikannya hal tersebut tidak meruntuhkan per#aya diri subjek untuk bekerja dan selalu pasrah bahwa suatu saat Tuhan akan memberikan yang terbaik pada subjek. Subjek menjalani kehidupannya bersama anak-anaknya dengan per#aya diri walaupun suatu waktu subjek mengalami kepanikan karena anaknya sakit dimana pada saat itu subjek tidak memiliki uang. 4alaupun demikian subjek tetap pasrah dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Subjek tetap per#aya diri walaupun tidak ada keluarga yang membantunya. Sampai sekarang subjek masih tetap panik dalam memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan subjek merasa #emas akan masa depan subjek dan anak-anaknya. $enurut >eitenberg dan $# %eil (dalam 2ransis#a, '(((! ke#emasan memiliki tiga komponen, yaitu yang pertama adalah kognisi yang ditandai adanya gejala ? berbi#ara pada diri sendiri mengenai hal-hal negati2 (ne#ati$e se%f ta%*!. $enurut 8la#kburn dan @unson (dalam 8la#kburn dan Davidson, 1996!ini merupakan pikiran otomatis dan berlangsung se#ara re2lek yang merupakan komentar-komentar langsung terhadap situasi yang sedang dihadapi, keper#ayaan pada kemampuan diri untuk menyelesaikan suatu tugas rendah (%o& se%f efficacy "e%ief!, kekhawatiran yang berlebihan, bahkan seringkali dalam derajat yang tidak masuk akal ( a"sessi$e &o in#!, "enyangkalan diri (se%f a"ne#ation!. Aang kedua dari komponen ke#emasan adalah tingkah laku yaitu, tingkah laku yang diasosiasikan dengan ke#emasan biasanya bersi2at motorik dan dapat diamati. 8iasanya tindakan yang dilakukan yaitu menghindari atau melarikan diri. $arks (dalam &ransis#a, '(((! menemukan empat ma#am tingkah laku yang diasosiasikan dengan ke#emasan, yaitu menarik diri (&ithd a&a%!, ada ' (dua! ma#am dalam menarik diri yaitu yang pertama, menghindari (a$oidance! : menghindar terhadap objek atau situasi telah lama menjadi tanda dari 2obia. $enghindar merupakan bentuk ke#emasan atau ketakutan dengan #ara menghindari objek atau situasi tersebut. Aang kedua melarikan diri (escape! : tingkah laku yang mirip dengan a$oidance' tetapi individu tidak langsung menghindari objek atau situasi seperti pada a$oidance. Disini individu menghadapi objek atau situasi tersebut lebih dahulu, baru kemudian meninggalkannya sebelum waktunya. Aang kedua dari tingkah laku ini adalah diam (immo"i%ity! ? ada ' (dua! ma#am diam, yaitu : membeku (f ee3in#!, immo"i%ity (diam!, tetapi tetap waspada atau penuh perhatian, artinya walaupun merasa tidak berdaya atau takut, tetapi tetap meningkatkan kesadaran akan adanya bahaya yang mungkin timbul, tidak berespon (un esponsi$e! : organisme tampak seperti mati. Bespon-respon ke#emasan seperti ini jarang terjadi pada manusia, tetapi dapat dilihat pada reaksi yang ekstrim terhadap sumber-sumber st ess yang utama. Tunduk atau patuh (su"mission! adalah organisme berusaha untuk mengelak dari serangan pada dirinya atau berusaha untuk menerangkan organisme yang teran#am. "ada manusia, penenangan dapat diamati dalam setiap interaksi so#ial, seperti situasi dimana individu dengan status yang lebih rendah berusaha untuk menentramkan orang dengan status yang lebih tinggi, dengan #ara menghindari kontak mata. *gresi (a# ession! : respon individu terhadap an#aman dapat dilakukan dengan mengurangi serangan dari orang lain. )ontohnya, $e "a% ''1 ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 attac* (serangan se#ara verbal! dan th eats (an#aman!. ;etiga dari komponen ke#emasan adalah respon 2isiologis yaitu ke#emasan yang diasosiasikan dengan perubahan-perubahan pada organ dan sistem tubuh, seperti pada denyut jantung, aliran darah, tekanan darah, dan lain-lain. Dari komponen ke#emasan diatas terdapat gambaran ke#emasan pada subjek seperti berbi#ara pada diri sendiri mengenai hal-hal yang negati2 tentang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan masa depan subjek bersama anak-anaknya, keper#ayaan pada kemampuan diri untuk menyelesaikan suatu tugas sebagai sin#%e pa ent seperti dalam hal subjek harus mampu meme#ahkan masalah ekonomi keluarganya se#ara mandiri, kekhawatiran yang berlebihan ketika anak subjek sakit sementara subjek tidak memiliki uang, dalam bertingkah laku subjek tidak menunjukkan agresi, dan dalam respon 2isiologis subjek merasakan adanya perubahan-perubahan pada organ dan sistem tubuhnya, seperti pada denyut jantung dan tekanan darah. )haplin ('((6! mengemukakan bahwa ke#emasan adalah perasaan #ampuran berisikan ketakutan dan keprihatinan mengenai masa-masa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut. Sebagai umat nasrani 8iasanya subjek mengatasi ke#emasan dengan manambah ibadahnya mengikuti kegiatan di gereja dan berdoa agar membuat pikirannya lebih tenang, selalu bersyukur atas sesuatu yang sudah dimiliki, tidak selalu ber2ikir negati2 atau menuntut yang tidak ada serta mengurangi tingkat st ess dengan #ara positi$e thin*in# dan rileks dalam menjalani kehidupan. $enurut @llis (dalam =#taria, '((6! ada beberapa #ara yang dapat digunakan dalam mengatasi rasa #emas, antara lain menantang pikiran yang tidak rasional (misalnya : ber2ikir yang positi2 dan ber2ikir kearah yang lebih rasional! dan penghentian pikiran (misalnya : tenang dan rileks!. III. 0a"to!10a"to! 2an& Men3e(a("an Ke*e'asan Pada Su(.e" "er#eraian adalah penyebab dari ke#emasan seseorang dalam menanggapi kehidupan seseorang. Dalam hal ini ada beberapa 2aktor yang menyebabkan ke#emasan pada subjek yaitu dapat dilihat dari 2aktor tidak siapnya subjek ber#erai karena subjek pada awalnya sebagai ibu rumah tangga dan pada saat ber#erai subjek belum bekerja sementara subjek ber#erai dengan ditinggalkan tiga orang anak serta sulitnya men#ari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 8egitu juga subjek tidak mendapat dukungan maupun bantuan dari pihak keluarga. $enurut 8e#k (dalam &reeman C Di Tomasso, 1996! penyebab dari ke#emasan seseorang kemungkinan disebabkan oleh beberapa 2aktor dari potensial penentu (p edisposisi! dan 2aktor pen#etus (p ecipitatin#!. &aktor dari potensial penentu (p edisposisi! adalah pewaris genetik, penyakit 2isik, trauma mental, pikiran-pikiran, asumsi dan kesalahan proses kognisi, kurang e2ekti2nya mekanisme penyesuaian diri ( copin#!. &aktor pen#etus (p ecipitatin#! adalah masalah 2isik, stressor eksternal yang berat, kepekaan emosi. Ditinjau dari 2aktor potensial penentu ( p edisposisi! yaitu penyebab ke#emasan pada subjek yang pertama adalah pikiran-pikiran, asumsi-asumsi dan kesalahan proses kognisi, seperti subjek tidak mampu tapi subjek harus bisa ''' ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 mengatasi masalah ekonomi keluarganya sendiri, karena orang lain tidak akan membantu subjek memikirkan bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup subjek dan masa depan anak-anaknya. &aktor-2aktor penyebab ke#emasan kedua adanya penyakit 2isik yang dialami subjek yaitu adanya perubahan kesehatan pada subjek seperti sesak na2as, susah tidur, pusing dan detak jantung meningkat. $enurut Davison dan %eale (dalam &ausiah dkk, '(( ! ke#emasan adalah mun#ulnya perasaan takut dan kehati-hatian atau kewaspadaan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan. ;e#emasan ini seringkali ditandai dengan gejala 2isik seperti sakit kepala, jantung berdebar #epat, dada terasa sesak, tidak tenang, dam tidak dapt duduk tenang. "erubahan tersebut dapat terjadi apabila subjek mengalami perubahan pada denyut jantungnya dalam hal pengeluaran untuk kebutuhan sekolah, kehidupan seharihari, subjek sakit kepala melihat tingkah laku anak-anaknya nakal, dan belum pulang ke rumah tepat pada waktunya. Ditinjau dari 2aktor pen#etus (p ecipitatin#! yaitu penyebab ke#emasan pada subjek yang pertama adalah masalah 2isik yaitu adanya perubahan kesehatan pada subjek seperti sesak na2as, susah tidur, pusing dan detak jantung meningkat. &aktor pen#etus (p ecipitatin#! yaitu penyebab ke#emasan pada subjek yang kedua adalah st esso eksternal, seperti menjauhnya keluarganya dalam kehidupan subjek yang sebelumnya subjek selalu mendapat perhatian dan solusi terhadap masalah yang dihadapinya sebelum per#eraian, namun setelah ber#erai keluarga subjek menjauh dan tidak mempunyai respon lagi terhadap apa yang dialami subjek. 7al ini menyebabkan subjek mengalami ke#emasan yang berlebihan yang mengakibatkan emosi yang mningkat dan tidak terkendali. I4. Kesi'pulan ;e#emasan pada wanita yang mengalami per#eraian, suatu studi kasus pada wanita yang ber#erai dan mengalami ke#emasan, maka kesimpulan yang bisa didapat adalah : 1. 8agaimana gambaran ke#emasan pada subjek dalam keadaan pas#a ber#erai. "ada wanita yang ber#erai merupakan masa yang sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan apalagi wanita tersebut pada saat ber#erai adalah sebagai ibu rumah tangga. $enurut subjek dalam menjalankan kehidupan sehari-hari merasa #emas dan takut tidak dapat memenuhi kehidupan anak-anaknya membuat subjek panik yang mengakibatkan emosi meningkat. '. &aktor yang menyebabkan ke#emasan pada subjek. &aktor yang menyebabkan ke#emasan pada subjek adalah karena tidak siapnya subjek ber#erai karena subjek pada awalnya ibu rumah tangga. Subjek pada saat ber#erai belum bekerja dan sulit men#ari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan.

''/ ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 Dengan ditinggalkan tiga orang anak, subjek #emas dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan sekolah. 8egitu juga subjek tidak mendapat dukungan maupun bantuan dari pihak keluarga. /. 8agaimana #ara mengatasi ke#emasan subjek. Setelah ber#erai subjek sangat sulit mengatasi ke#emasan didalam kehidupannya sehari-hari namun demikian subjek men#ari #ara dalam mengatasi ke#emasannya dimana subjek berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sebagai sin#%e pa ent sampai subjek mendapatkan pekerjaan menetap sebagai "%S. Dalam hal ini subjek juga mempunyai #ara mengatasi ke#emasannya men#ari pekerjaan tambahan, subjek berusaha untuk mampu meme#ahkan masalah ekonomi keluarganya dengan #ara subjek memilih hidup yang sederhana. Subjek pasrah dan selalu bergantung pada Tuhan karena bagi subjek tiada yang mustahil bagi Tuhan, subjek tidak pernah berprilaku agresi karena subjek dapat menengkan pikirannya dengan #ara berdoa, subjek harus selalu positi$e thin*in# dalam menghadapi kehidupan sehariharinya dan subjek juga harus bisa mengontrol emosinya. 4. Sa!an 8erdasarkan penelitian yang dilakukan, maka saran yang dapat diberikan adalah : 1. 7endaknya subjek tidak berputus asa dalam menghidupi kebutuhan anakanak yang akan beranjak remaja dan tetap tegar menjalani kehidupan sendiri sebagai sin#%e pa ent serta tidak meninggalkan pekerjaan yang telah ada. '. Dntuk keluarga subjek diharapkan agar lebih sering memperhatikan subjek serta anak-anaknya dan jangan membiarkan subjek dalam kesendiriannya untuk ber2ikir. ;arena kehidupan yang dijalani #ukup berat jadi diperlukan dukungan serta motivasi yang kuat untuk menjalani kehidupan dengan ikhlas. DA0TAR P5STAKA *tkinson, B.>. (199'!. 0en#anta 0si*o%o#i. Eakarta : @rlangga. *3shari, *.A. ('((+!. +pa*ah +nda 4e asa 5emas +*an 4asa 1epan . Eakarta : )endekia Sentra $uslim. 8asuki, 7. ('((9!. 0ene%itian .ua%itatif 6ntu* I%mu-i%mu .emanusiaan dan ,udaya. Eakarta : Dniversitas Funadarma. 8la#kburn, -.$., C Davidson, ;. (1996!. Te api .o#nitif 6ntu* 1ep esi dan .ecemasan Suatu 0etun)u* ,a#i 0 a*tisi. (Dra. Busda ;oto Sutadi, "engalih 8ahasa!. Semarang : -;-" Semarang "ress. ''6 ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481 )haplin, E.". ('((6!. .amus 7en#*ap 0si*o%o#i. (@d.1G#et.9!. Eakarta : "T. Baja "enerjemah : ;artini ;artono. Eakarta : "T. Baja Fra2indo "ersada. &ausiah, &. ('(( !. 0si*o%o#i +"no ma% (;linis Dewasa!. Eakarta : &akultas "sikologi Dniversitas -ndonesia. &ransis#a. ('(((!. 8u"un#an 0e sepsi Te hadap Isu 9an# 4en#ancam 1en#an .ecemasan Te hadap 0endudu* Eakarta. Skripsi. (Tidak diterbitkan!. Depok : &akultas "sikologi Dniversitas -ndonesia. &reeman, *. C Di Tomasso, B.*. (1996!. The 5o#niti$e Theo y of +n!iety / In a 8and"oo* +n!iety and :e%ated 1iso de . @ditor : 4olman, 8.8. C Stri#ker, F. %ew Aork : Eohn 4iley C Sons. 7ermawati, -., 7artanti C >asmono, 7.;. (1996!. 8u"un#an +nta a .ecemasan 0ada .ehami%an +*hi T i&u%an .eti#a 1en#an 7ama 0e sa%inan 0ada I"u 9an# 4e%ahi *an +na* 0e tama. Hol. -I (%o./6!, (7al : 9/-.'!. *nima : $edia "sikologi -ndonesia. ;aplan, 7.-., Sado#k, 8.E., C Frebb, E.*. (199+!. Sinopsis 0si*iat i Eilid --. (@d.+!. *hli 8ahasa : 4idjaja ;usuma. Eakarta : 8inarupa *ksara. =#taria, %. ('((6!. 0e "edaan .ecemasan 4en#hadapi 0e *a&inan 0ada ;anita dan 0 ia 1e&asa 4uda. "enelitian -lmiah. (Tidak Diterbitkan!. Depok : &akultas "sikologi Dniversitas Funadarma. Turner, E.S., dan 7elms, D.8. (199 !. 7ifespan 1e$e%opment. ( 7olt, Bin#hart and 4inston, in#.
th

ed!. %ew Aork :

'' ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

VISI (2011) 19 (1) 473-481

DA0TAR RIWA2AT HID5P 6Cu!!i*ulu' 4itae7 Saya bertanda tangan dibawah ini : %ama TempatGTanggal >ahir *gama "endidikan ($$! *lamat "utih Tengah %o.7p : El. "abrik Tenun %o. 1(. Bt (( G(' Sei$edan 8arat '(11. : (.1/1(999 1/ PENDIDIKAN 0+RMAL 1. SD %asrani - $edan '. S$"% - $edan 8erija<ah /. S$*% - $edan 8erija<ah 6. Sarjana 7ukum (S1! &akultas 7ukum DSD 8erija<ah . Sarjana @konomi (S1! ST-@ Eagakarsa >ulus Th 8erija<ah >ulus Th >ulus >ulus Th Th 19+' 19+ 19+9 19.+ 1999
''9 ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/

: )hainar @lly Bia >T, S.7, S.@, $$ : $edanG Eanuari 1991 : ;risten "rotestan : S1 (Sarjana 7ukum!, S1 (@konomi!, S'

>ulus Th 8erija<ah

VISI (2011) 19 (1) 473-481

9. "as#a Sarjana (S'! 8erija<ah

>ulus PEN/ALAMAN KER8A

Th

'(((

1. "ernah sebagai Furu di S$", S$* "embangunan Eakarta dari Th 19.9 sGd Th '((( '. "ernah sebagai Dosen di D;- dari Th 19.9 sGd Th 199 /. "ernah sebagai Dosen di Dniv. $"D Tantular dari Th 19.9 sGd Th 199. 6. "ernah sebagai Dosen di Dniv. Eagakarsa dari Th 19.9 sGd Th '((9 . "ernah sebagai "%S pada "usdiklat Depdiknas dari Th 199( sGd Th '((' 9. "ernah sebagai Dosen "%S pada ;opwil --- Eakarta +. Sebagai Dosen D"; pada Dniv. Dharma *gung pada ;opwil - $edan Demikianlah da2tar riwayat hidup ini saya perbuat dengan sebenarnya. $edan, '(11 Saya yang membuat, Eanuari

()hainar @lly Bia >T, S.7, S.@, $$!

''+ ,,,,,,,,,,,,, -SS% (. /-('(/