Anda di halaman 1dari 11

PENGERTIAN SEJARAH

Pengertian sejarah secara etimologi berasal dari: Bahasa Arab Syajarah, artinya pohon. Dalam bahasa asing lainnya, peristilahan sejarah disebut histore (Perancis), Geschite (German), histoire atau geschiedenis (Belanda), dan history (Inggris). Kata history sendiri lebih populer untuk menyebut sejarah dalam ilmu pengetahuan, sebetulnya berasal dari bahasa Yunani (Istoria) yang berarti pengetahun tentang gejala-gejala alam, khususnya manusia yang bersifat kronologis. Sementara itu pengetahuan serupa tidak kronologis diistilahkan dengan science. Berdasarkan pengertian ini dapat dikemukakan di sini bahwa secara terbatas bahwa sejarah hanya berkaitan dengan aktivitas manusia yang berhubungan dengan kejadian-kejadian tertentu (unik) yang tersusun secara kronologis. (Ibrahim Alfian, 1984, Bunga Rampai Metode Peradaban Sejarah, Lembaga Riset IAIN Sunan Kalijaga)

Secara luas makna sejarah dapat mengacu kepada, paling sedikit, dua konsep terpisah: Objektif : sejarah yang tersusun dari serangkaian peristiwa masa lampau, keseluruhan pengalaman manusia; dalam arti pemahaman obyektif tentang masa lampau dan hendaknya dipahami sebagai suatu aktualitas atau sebagai peristiwa itu sendiri Subjektif : dan sejarah sebagai suatu cara dengannya faktafakta diseleksi, diubah, dijabarkan dan dianalisis. Dalam arti bahwa sejarah menunjukkan maknanya yang subyektif, sebab masa lampau itu telah menjadi sebuah kisah atau cerita, hal mana di dalam proses pengkisahan itu terdapat kesan yang dirasakan oleh sejarahwan kemudian diseleksi dan dianalisis

KEGUNAAN SEJARAH
1. untuk kelestarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidupnya. 2. sejarah berguna sebagai pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh-contoh di masa lampau, sehingga sejarah memberikan asas manfaat secara lebih khusus demi kelangsungan hidup itu. 3. sejarah berfungsi sebagai sarana pemahaman mengenai hidup dan mati suatu bangsa F.R. Ankersmit, bahwa dengan mengetahui kelakuan obyektif dari manusia masa lampau, maka sejarah berfungsi sebagai guru kehidupan. Begitu pentingnya sejarah bagi kehidupan manusia, di dalam Al-Quran terdapat banyak kisah para nabi dan tokoh yang dipaparkan secara jelas untuk dicontoh atau sebaliknya untuk dihindari. Perhatikan terjemahan ayat-ayat berikut: Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitabkitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan Telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang Telah mereka makmurkan. dan Telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri Al-Quran,

Kata Peradaban seringkali diberi arti dengan Kebudayaan, tapi dalam bahasa Inggris terdapat perbedaan pengertian. Istilah Civilization untuk peradaban dan Culture untuk kebudayaan. Dalam bahasa Arab juga dibedakan: Tsaqafah (budaya), Hadharah (kemajuan), dan Tamaddun (peradaban). Dalam bahasa Melayu Tamaddun memiliki arti budaya dan peradaban

Pengertian Peradaban menurut AAA Fyzee Peradaban (civilazation) diartikan dalam hubungannya dengan kewarganegaraan karena diambil dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti menjadi seorang warga negara yang maju dengan dua cara: 1) Proses menjadi berkeadaban; 2) masyarakat yang sudah berkembang dan maju. Berdasarkan pengertian terakhir, peradaban ditunjukkan dengan gejala-gejala lahir, misalnya: kota-kota besar, masyarakat telah memiliki keahlian dalam industri (pertanian, pertambangan, pembangunan, pengangkutan, dan sebagainya), memiliki tertib politik dan kekuasaan, dan terdidik dalam kesenian yang indah-indah.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan (culture) memiliki arti mengerjakan tanah, memelihara tumbuh-tumbuhan, melatih jiwa dan raga manusia. Berkebudayaan merupakan proses melatih dan mengembangkan cipta, karsa, rasa manusia. Kebudayaan dapat dilihat seabagai pengetahuan manusia yang digunakan untuk menginterpretasi dan memahami lingkungan yang dihadapi sebagai pedoman untuk bertindak sesuai dengan lingkungannya. Kebudayaan memiliki persamaan dengan peradaban, yakni kedua-duanya meliputi: keagamaan, sosial, hukum,intelektual, etika ekonomi, bahasa dan teknologi. Perbedaannya: a) Kebudayaan bersifat nasional, sedangkan peradaban bersifat internasional; b) Kebudayaan tersusun dari sentimen-sentimen yang tidak dapat dikembangkan secara artificial dan tidak dapat ditransmisikan dari satu bangsa ke bangsa yang lain, sedangkan peradaban adalah cakupan total yang berupa konsep-konsep dan teknik-teknik yang

B. SEJARAH PERADABAN ISLAM


Sejarah Peradaban Islam merupakan perkembangan atau kemajuan kebudayaan Islam dalam persfektif sejarah. Peradaban Islam memiliki 3 makna: 1)Kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang dihasilkan dalam suatu periode kekuasaan Islam, mulai dari periode Nabi Muhammad saw sampai perkembangan kekuasaan Islam sekarang; 2)Hasil-hasil yang dicapai oleh umat dalam lapangan kesusastraan, ilmu pengetahuan dan kesenian; 3)Kemajuan politik atau kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam hubungannya dalam ibadah-ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup bermasyarakat.

AYAT-AYAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERADABAN ISLAM

1. Q.S. Al-Nisa, 4: 9
Artinya: Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

2.

Q.S. Al-Qashash, 28 : 77


Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenimatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak tidak

Q.S. Al-Hasyr, 59 : 18

)18(
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertawakkallah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

58 : 11 )11(

Q.S. Al-Mujadilah,

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan : Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang dierik ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. Ali Imran, 3: 190-191

) 190 (
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal; (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

asep.siddiq@yahoo.co.id