Anda di halaman 1dari 35

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PENGKAJIAN I. IDENTITAS UMUM KELUARGA a.

Identitas Kepala Keluarga: Nama Umur Agama Suku : Tn J : 45 tahun : Islam : Madura Pendidikan Pekerjaan Alamat Nomor Telpon : S1 : Wiraswasta : RT 3 RW 2 :-

b. Komposisi Keluarga: No 1. 2. 3. 5. 6. 7. c. Tn. J Ny. G S. F. I R Genogram: Nama L/P L P P L L L Umur 45 42 17 15 7 4,5 Hub. Klg KK Istri Anak Anak Anak Anak Pekerjaan Wiraswasta Guru Pelajar Pelajar Pelajar Pelajar Pendidikan S1 S1 SMA SMA SD -

Keterangan : : laki-laki : perempuan : meninggal : tinggal bersama

d. Type Keluarga: a) Jenis type keluarga: Nuclear Family (keluarga inti). Tn. J dan Istrinya tinggal bersama anak-anaknya dalam satu rumah. b) Masalah yang terjadi dg type tersebut: Tidak ada masalah, walaupun Tn. J berasal dari suku Madura dan istri berasal dari suku Jawa, mereka menerapkan system musyawarah dalam keluarga. e. Suku Bangsa: a) Asal suku bangsa: Tn. J suku Madura dan Istri suku Jawa b) Budaya yang berhubungan dg kesehatan: Jika ada anggota keluarga yang sakit diberi obat herbal, jarang dibawa ke pelayanan kesehatan. c) Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan: Agama Islam, dan meyakini bahwa kesehatan itu berasal dari

ketidakseimbangan yang ada dalam tubuh terhadap paparan dari luar, sesuai dengan ayat-ayat yang ada di Al-Quran. Tn. J juga meyakini bahwa sakit itu sebenarnya adalah ujian dari Allah, dan ketika seseorang itu

mengalami stress, berati ada ketidakseimbangan dalam persepsi/pikirannya, dimana seseorang itu tidak dapat menerima realita yang tidak sesuai dengan harapan atau cita-cita, dan juga tidak bersyukur dengan apa yang dimiliki selama ini. f. Status Sosial Ekonomi Keluarga: a) Anggota keluarga yang mencari nafkah: suami dan istri b) Penghasilan: > Rp 1.000.000,00 c) Upaya lain: Bisnis ternak burung dari suami d) Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll) Harta benda yang dimiliki yaitu mobil, sepeda motor, TV, kulkas. e) Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan: makan, perlengkapan harian, listrik, air, uang sekolah, jajan bulanan anak g. Aktivitas Rekreasi Keluarga: Keluarga mengatakan jarang sekali rekreasi ke tempat hiburan. Aktifitas rekreasi di dalam rumah selama ini yaitu merawat burung dan berkumpul dengan

keluaga sambil menonton TV. Kadang saat malam hari, sering ada teman-teman Tn. J yang datang dan saling diskusi bersama tentang hal-hal yang unik dan menarik, seperti sel, kehidupan, biologi, alam semesta, dan lain-lain. Ini digunakan sebagai sarana keluarga untuk mengurangi kejenuhan selama aktivitas sehari-hari dan merefresh kembali pikiran-pikiran dengan hal-hal baru.

II.

RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA a. Tahap perkembangan keluarga saat ini (ditentukan dengan anak tertua): Keluarga ini dalam tahap keluarga dengan anak Remaja, dimana anak tertua dalam keluarga ini telah menginjak masa remaja. b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya: Dari tugas perkembangan keluarga dengan anak remaja yang memiliki tujuan utama yaitu memberikan tanggung jawab serta kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri menjadi dewasa. Disini keluarga mulai meberikan kebebasan yang bertanggung jawab pada anak-anaknya yang sudah mulai menginjak remaja, dan pola komunikasi yang dibangun dalam keluarga juga terbuka, menghindari perdebatan, dan tetap menjaga tata karma yang sudah menjadi tradisi keluarga. c. Riwayat kesehatan keluarga inti: a) Riwayat kesehatan keluarga saat ini: Tn. J: memiliki kadar asam urat yang tinggi tapi belum menjadi gout arthritis, hanya kaku di persendian jari dan lutut. Juga memiliki asma beberapa bulan belakangan ini (2 bulan). Ny. G An. S An. F An. I An. R : Tidak memiliki keluhan dan penyakit lain : Memiliki keluhan tekanan darah rendah dan sering pusing : Tidak memiliki keluhan dan penyakit lain : Pernah mengalami DBD 2 bulan yang lalu. : Memiliki riwayat kejang waktu masih usia 2 tahun

b) Riwayat penyakit keturunan: Saat dikaji, Istri (Ny. G) mengatakan Ibunya memiliki sakit Diabetes Melitus dan saat ini sedang menggunakan terapi insulin. c) Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga Imunisasi Keadaan (BCG/Polio/ Masalah Umur BB Kesehata DPT/HB/ kesehatan n Campak 45 60 Sakit Lengkap Asam urat 42 17 50 55 Sehat Sehat Lengkap Lengkap Mengeluh pusing 4. 5. 6. An. F. An. I An. R 15 7 4,5 Sehat Sehat Sehat Lengkap Lengkap Lengkap Tindakan Yang telah dilakukan -

No 1. 2. 3.

Nama Tn. J Ny. G An. S.

d) Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan Puskesmas Dau , RS. Aisyah d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya: An. I pernah menderita DBD 2 bulan yang lalu

III.

PENGKAJIAN LINGKUNGAN a. Karakteristik Rumah a) Luas rumah: kurang lebih 223 meter persegi b) Type rumah: rumah permanen c) Kepemilikan: milik sendiri d) Jumlah dan ratio kamar/ruangan: kamar tidur berjumlah 3, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1 kamar mandi, 1 gudang, 1 tempat burung, 1 ruang keluarga e) Ventilasi/cendela: Kurang baik, bila siang hari, di dalam rumah terutama kamar, gelap. Siang hari sering menyalakan lampu di ruang keluarga dan kamar. f) Pemanfaatan ruangan: pencahayaan kurang baik, kadang kandang burung saking banyaknya digantung di ruang keluarga dan ada yang di taruh dalam kamar tidur. g) Septic tank: ada, letak di belakang rumah h) Sumber air minum: air PDAM i) Kamar mandi/WC: 1 buah, kamar mandi gabung dengan toilet WC j) Sampah: di buang di depan rumah, ada petugas yang bertugas mengumpulkan sampah warga dan dikumpulkan di TPS k) Kebersihan lingkungan: Kebersihan lingkungan banyak barang berserakan di dalam rumah, lantai kotor dan jarang dibersihkan, di teras depan rumah sering basah bekas air burung, bau lingkungan tempat tinggal seperti banyak kandang burung. b. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW a) Kebiasaan: Sering ada kegiatan warga kerja bakti, PKK, Pengajian, Yasinan, tetapi KK (Tn. J) tidak pernah aktif ikut kegiatan warga, hanya Bu G yang ikut PKK. b) Aturan/kesepakatan: Kegiatan masyarakat dilakukan dalam 1 RT c) Budaya: Masyarakat menggunakan adat istiadat jawa dalam setiap kegiatan dan budaya gotong royong masih ada.

c.

Mobilitas Geografis Keluarga: Keluarga Tn. J sudah menempati rumah sejak menikah hampir 20 tahun yang lalu. Bila hari raya mudik ke Malang selatan. Setiap hari Ny. G. mengajar di daerah SD ..., anak sekolah di tempat yang jauh dari rumah sehingga setiap harinya keluarga aktif untuk keluar masuk rumah dan daerah sekitar.

d. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat Ny. G mengikuti PKK dan pengajian, akan tetapi Tn. J tidak pernak ikut pengajian dan kerja bakti yang diadakan di lingkungan sekitar. Interaksi dengan tetangga kurang baik dan cenderung tertutup, karena keluarga lebih banyak menghabiskan aktivitasnya di dalam rumah. e. System Pendudukung Keluarga Keluarga Tn J. berjumlah 6 orang, dan apabila ada anggota keluarga yang sakit atau memiliki masalah, diusahakan diselesaikan bersama dengan komunikasi terbuka. Keluarga tidak memiliki dana khusus untuk berobat. f. Denah Rumah

IV.

STRUKTUR KELUARGA a. Pola/cara Komunikasi Keluarga: Pola komunikasi yang terbangun dalam keluarga baik, dengan cara bermusyawarah, keluarga hampir setiap hari selalu berkumpul di rumah setelah sholat Isya. b. Struktur Kekuatan Keluarga: Tn. J lebih mendominasi keputusan dalam keluarga terutama untuk pengeluaran rumah tangga. Ny. G membantu untuk

menyelaraskan ritmenya terhadap anak-anaknya. c. Struktur Peran (peran masing/masing anggota keluarga) Ayah bertugas mencari nafkah dan mengasuh anak yang terkecil saat istri mengajar, Istri juga membatu mencari nafkah dengan mengajar sampai siang dan setelah itu melakukan pekerjaan rumah tangga yang lainnya. Anak, berperan sebagai pendukung dalam keluarga, belajar, dan membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. d. Nilai dan Norma Keluarga Kalau ada sesuatu yang tidak beres dalam hidupnya, berati ada yang tidak beres dalam dirinya, dan meyakini bahwa masalah atau penyakit dalam diri manusia itu tergantung dari persepsi masing-masing ketika menghadapi masalah.

V.

FUNGSI KELUARGA a. Fungsi afektif Ibu bertugas mengurus rumah dan anak-anak, jika anak-anak ada masalah lebih cenderung dekat dengan ibu. b. Fungsi sosialisasi a) Kerukunan hidup dalam keluarga: keluarga hidup baik dan rukun b) Interaksi dan hubungan dalam keluarga: hubungan baik c) Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan: kepala keluarga d) Kegiatan keluarga waktu senggang: bersantai dan sering berdiskusi, merawat burung e) Partisipasi dalam kegiatan social: PKK dan Pengajian (Ibu), tapi KK tidak pernah mengikuti kegiatan masyarakat dengan alasan tidak ada gunanya dan terkesan buang-buang waktu karena sudah tau ilmunya. c. Fungsi perawatan kesehatan Bila keluarga lebiih banyak mengobati dahulu dengan obat herbal sebelum dibawa ke petugas kesehatan. a) Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatan

keluarganya: Meyakini bahwa sakit itu disebabkan oleh persepsi dalam diri. Stress diakibatkan tidak bisa menerima antara cita-cita dan realita. b) Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat: Baik, tidak segera dibawa ke pelayanan kesehatan tapi diatasi dulu di rumah c) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit: Cukup baik karena lebih proaktif merawat sendiri baru apabila tidak dapat diatasi sendiri dibawa ke tempat pelayanan kesehatan d) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat: Tidak baik karena rumahnya berantakan, dan banyak benda-barang berserakan, penempatan burung tidak pada tempat yang benar. e) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat : Cukup, jika ada anggota yang sakit dirawat dahulu baru dibawa ke tempat pelayanan kesehatan

d. Fungsi reproduksi a) Perencanaan jumlah anak: 4 b) Akseptor: Ya - yang digunakan (spiral/suntik) lamanya (4 tahun sebelumnya/ < 1 tahun) c) Akseptor: Belum - alasannya: d) Keterangan lain: Ganti dari spiral ke suntik karena yang spiral tidak mempan, masih bisa hamil anak yang terakhir. e. Fungsi ekonomi a) Upaya pemenuhan sandang pangan: semua terpenuhi b) Pemanfaatan sumber di msyarakat: jarang dimanfaatkan.

VI.

STRES DAN KOPING KELUARGA a. Stressor jangka pendek: tidak punya uang b. Stressor jangka panjang: Anak-anak banyak dan bagaimana menata masa depan dan pendidikan mereka c. Respon keluarga terhada stressor: keluarga mampu bermusyawarah dan menghadapi bersama-sama sehingga perselisihan dan stress dapat dihindari d. Strategi koping: diselesaikan bersama e. Strategi adaptasi disfungsional: kadang apabila ada masalah kecil contoh

masalah ibu di sekolah, Bapak berpesan agar tidak membawanya ketika sudah ada di rumah.

VII. KEADAAN GIZI KELUARGA Kondisi gizi: gizi keluarga baik Pemenuhan gizi: , sering konsumsi jus, nasi dan lauk pauk, tempe, tahu, ikan.

VIII. HARAPAN KELUARGA a. Terhadap masalah kesehatannya: keluarga berharap tidak terjangkit lagi penyakit yang parah dan menular agar seluruh keluarga dapat selalu sehat b. Terhadap petugas kesehatan yang ada: Biaya kesehatan harus murah dan tingkatkan kualitas pelayanan

IX.

PEMERIKSAAN FISIK Nama Tn. J Tgl Hasil Pemeriksaan Fisik

8 Agustus 1. TD: 130/90, N: 80, RR 20 x/ menit AU: 7,6 mg/dl 2012 2. Kepala: rambut tersebar merata, mata simetris, konjungtiva tidak anemis, DVJ (-), mulut bersih 3. Dada: pergerakan dinding dada simetris (inspeksi), auskultasi ronchi (-) wheezing (-) 4. Abdomen: kembung (-), nyeri tekan (-) BU: 16x/menit 5. Ekstremitas: normal, edema (-),CRT < 2 detik 6. Genetalia: tidak terkaji 7. Neurologi: normal

Ny. G

98 Agustus 2012

1. TD: 110/80, N: 74, RR 18 x/ menit AU: 2,3 mg/dl 8. Kepala: rambut tersebar merata, mata simetris, konjungtiva tidak anemis, DVJ (-), mulut bersih 2. Dada: pergerakan dinding dada simetris (inspeksi), auskultasi ronchi (-) wheezing (-) 3. Abdomen: nyeri tekan (-) BU: 12 x/menit 4. Ekstremitas: normal, edema (-), CRT < 2 detik 5. Genetalia: tidak terkaji 6. Neurologi: normal

An. S

30 September 2012

1. TD: 100/70 mmHg, N: 74, RR 18 x/ menit AU: 2,3 mg/dl 2. Kepala: rambut tersebar merata, mata simetris, konjungtiva tidak anemis, mulut bersih, hidung simetris dan bersih 3. Dada: pergerakan dinding ada simetris (inspeksi),

Nama

Tgl

Hasil Pemeriksaan Fisik auskultasi ronchi (-) wheezing (-) 4. Abdomen: nyeri tekan (-) BU: 12 x/menit, CRT < 2 detik 5. Ekstremitas: normal 6. Genetalia: tidak terkaji 7. Neurologi: normal

An. F An. I An. R

Belum terkaji Belum terkaji Belum terkaji

ANALISA DATA Data DO: - An. I menderita DHF (+) dua bulan yang lalu di Puskesmas Dau rawat inap selama 10 hari - Lingkungan rumah tampak kotor dan berdebu - Banyak barang berserakan di lantai - Kandang burung ada di manamana - Ventilasi kurang sehingga tampak lembab - Pencahayaan kurang jika siang hari gelap dan kadang menyalakan lampu siang hari, dan rumah sering tertutup - Ada sisa air di teras rumah sehingga kadang basah - Got di depan rumah menggenang dan kotor DS - Tn. J mengatakan tidak tahu penyebab anaknya terkena DHF - Tn. J mengatakan pada saat itu anaknya hanya panas selama 3 hari tidak turun-turun kemudian dibawa ke Puskesmas - Tn. J mengatakan ada di rumah setiap hari, setiap pagi hingga siang hari sampai istri pulang - Tn. J mengatkan hobi ternak burung untuk bisnis juga - Tn. J mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan social seperti kerja bakti di lingkungan RT ataupun kegiatan tahlilan DO: - An. I menderita DHF (+) dua bulan yang lalu di Puskesmas Dau rawat inap selama 10 hari (data dari puskesmas) - Tn. J: AU 7,6 mg/dl, TD 130/90 - An S: TD 100/70 mmHg, sering Etiologi Kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari anggota keluarga yang masih kurang Masalah Keperawatan

Hambatan pemeliharaan rumah berhubungan dengan ketidakmampuan memodifikasi Kurangnya kebersihan di lingkungan yang lingkungan rumah menguntungkan kesehaan anggota keluarganya. Factor resiko terjadinya penyakit

Keluarga bersifat tertutup

Ketidakefektifan manajemen

regimen terapeutik kurang memahami tentang penyakit-penyakit yang keluarga diderita anggota keluarga berhubungan dengan

mengeluh pusing karena tekanan darah rendah DS: - Tn. J mengatakan dahulu anaknya (An. I) hanya demam biasa yang tinggi tapi kondisi ini terlalu dibesar-besarkan oleh pihak Puskesmas - Saat An. I sakit, awalnya hanya dikompres air dingin, tapi tidak turun, akhirnya di bawa ke Puskesmas. - Tn. J mengatakan sering asma selama 2 bulan terakhir ini - Tn. J mengatakan jari-jari dan lutut sering sakit tapi tidak sampai bengkak dan radang - Tn. J mengatakan sering makan jeroan dan merokok - Tn. J mengatakan keluarga setiap hari sering mengkonsumsi jus - Ny. G mengatakan biasanya Tn. J susah untuk diingatkan

Keluarga tidak menyadari bagaimana cara mengatasi masalah kesehatan yang dapat diatasi dari masingmasing individu keluarganya

ketidakmampuan: mengenal masalah, mengatasi masalah, dan merawat anggota keluarga yang sakit.

Keluarga kurang motivasi untuk hidup sehat dan tidak mampu memamanemen keluarganya untuk hidup sehat

SKORING Diagnosa: Hambatan pemeliharaan rumah berhubungan dengan ketidakmampuan memodifikasi lingkungan yang menguntungkan kesehaan anggota keluarganya. Kriteria 1. Sifat masalah Skoring 22/3x1=2/3 Pembenaran Dengan kondisi lingkungan rumah yang tidak 11/2x2=1 sehat ini dapat mengancam

kesehatan anggota keluarga 2. Kemungkinan masalah dapat diubah 3. Potensi masalah untuk dicegah 11/2x1=1/2 2 2/3x1= 2/3 Pencegahan dapat dilakukan jika keluarga berkomitmen untuk merubah gaya hidup secara konsisten 4. Menonjolnya masalah. Masalah menyangkut kehidupan seharihari keluarga yang harus segera ditangani Keluarga cuek dengan kondisi rumahnya

Total Skor

2 5/6

Diagnosa: Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan: mengenal masalah, mengatasi masalah, dan merawat anggota keluarga yang sakit. Kriteria 1. Sifat masalah Skor 22/3x1=2/3 Pembenaran Keadaan ini merupakan ancaman jika keluarga tidak mengubah perilaku hidup sehat 2. Kemungkinan masalah dapat diubah 3. Potensi masalah untuk dicegah 11/2x1=1/2 2 2/3x1= 2/3 Pencegahan dapat dilakukan jika keluarga berkomitmen untuk merubah gaya hidup secara konsisten 4. Menonjolnya masalah. Masalah menyangkut kehidupan seharihari keluarga 22/2x2=2 Keluarga mau menerima masukan terkait informasi kesehatan

Total Skor

3 5/6

DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH Berdasarkan rumusan prioritas di atas, maka dapat diketahui prioritas permasalahan pada Keluarga Tn. J adalah sebagai berikut: 1. Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan: mengenal masalah, mengatasi masalah, dan merawat anggota keluarga yang sakit. 2. Hambatan pemeliharaan rumah berhubungan dengan ketidakmampuan memodifikasi lingkungan yang menguntungkan kesehaan anggota keluarganya.

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN No. 1. DIAGNOSA KEPERAWATAN Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan: mengenal masalah, mengatasi masalah, dan merawat anggota keluarga yang sakit. TUJUAN Tujuan Umum: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 minggu, keluarga mampu memanaje proses keluarga untuk mencapai taraf kesehatan yang memuaskan Tujuan Khusus: 1. Keluarga mengenal masalah kesehatan anggotanya KRITERIA HASIL STANDAR INTERVENSI

1.1 Afektif

1.2 Kognitif

1.1.1 Keluarga mau mendengarkan penjelasan tentang penyakit oleh perawat 1.1.2 Keluarga mau memberikan minimal 2 pertanyaan di akhir penjelasan 1.2.1 Keluarga mampu menyebutkan kembali: Pengertian penyakit asma, minimal 3 penyebab, minimal 3 tanda dan gejala, proses terjadinya secara singkat, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya dan mencegahnya

1. Bina hubungan saling percaya karena keluarga ini cenderung tertutup 2. Buat kontrak belajar dengan keluarga

3. Berikan edukasi pada anggota keluarga tentang penyakit DBD, asam urat, asma, darah rendah yang meliputi: Pengertian, penyebab atau factor resiko, tanda dan gejala, proses terjadinya, cara mengatasi dan mencegah

1.3 Psikomotor:

1.3.1 Keluarga berkomitmen akan merubah gaya hidup menjadi gaya hidup yang sehat

2. Keluarga mampu mengambil keputusan terkait masalah kesehatan anggotanya

2.1 Psikomotor

2.1.1 Keluarga mengkonsumsi jus setiap hari 2.1.2 Keluarga memperbaiki keadaan rumah: Lingkungan rumah bersih, ventilasi baik 2.1.3 Keluarga mengikuti kegiatan social di lingkungan sekitar rumah

4. Ajarkan cara bagaimana mengatasi dan mencegah penyakit anggota keluarga: merubah cara merawat burung dengan baik, menjaga pola hidup, makan, kebersihan, olahraga 5. Tekankan pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini 6. Motivasi keluarga untuk menjaga kesehatan sejak dini 7. Motivasi keluarga untuk mau aktif dalam kegiatan di lingkungannya, terutama untuk membangun dukungan kesehatan melalui warga setempat

2.

Hambatan pemeliharaan rumah berhubungan dengan ketidakmampuan memodifikasi lingkungan yang menguntungkan kesehatan anggota keluarganya.

Tujuan Umum: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 minggu, keluarga mampu memelihara dan memodifikasi lingkungan rumah Tujuan Khusus: 1. Keluarga mampu memodifikasi lingkungan rumah

1.1 Afektif

1.1.1

Keluarga mau mendengarkan penjelasan tentang

1. Bina hubungan saling percaya karena keluarga ini cenderung tertutup

yang menguntungkan kesehatan anggota keluarganya

1.2 Kognitif:

bagaimana memelihara kondisi lingkungan 1.2.1 Keluarga memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah 1.2.2 Keluarga mampu menjelaskan pentingnya memelihara kondisi lingkungan sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga dengan optimal

1.3 Psikomotor:

1.3.1

1.3.2

1.3.3

1.3.4 1.3.5

1.3.6

Keluarga menjalankan program pembersihan rumah secara rutin Tidak ada kandang burung di ruang tamu dan kamar Tidak ada benda-benda berserakan di lingkungan rumah Lantai bersih Tidak ada air menggenang di teras depan rumah Upaya pemeliharaan rumah dari kategori buruk masuk ke kategori baik

2. Berikan edukasi tentang cara memelihara kondisi rumah 3. Berikan edukasi tentang pentingnya memelihara lingkungan rumah agar bersih dan sehat 4. Berikan edukasi tentang cara merawat burung yang baik dan benar dan bahayanya jika tidak dirawat dengan benar 5. Ajak diskusi keluarga tentang bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidak bersihnya lingkungan rumah 6. Ajak diskusi tentang pembagian peran yang tepat untuk membersihkan lingkungan rumah

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TANGGAL 8 Agustus 2012 1 DIAGNOSA IMPLEMENTASI 1. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga 2. Membuat kontak dengan keluarga tentang kedatangan perawat selama 6 minggu ke depan 3. Menggali tentang sumber-sumber penguat dalam keluarga untuk mengubah perilaku 4. Menanyakan keluhan-keluhan kesehatan yang dialami anggota keluarga 10 Agustus 2012 1 1. Bina hubungan salaing percaya dengan keluarga 2. Menanyakan pada keluarga waktu-waktu yang semua keluarga bisa berkumpul bersama (agar perawat bisa datang ketika semua keluarga lengkap ada di rumah) 3. Mengajak keluarga berdiskusi tentang masalah kesehatan yang sedang dialami dalam keluarga 30 Agustus 2012 1 1. Bina hubungan saling percaya dengan keluarga 2. Halal bihala dengan keluarga 3. Mengevaluasi keadaan keluarga 4. Membuat kontrak pertemuan selanjutnya 1 September 2012 1, 2 1. Bina hubungan saling percaya 2. Mengajak keluarga berdiskusi tentang penyebab keluhan kesehatan/penyakit yang pernah atau sedang dialami keluarga 3. Memberikan edukasi tentang penyakit DHF (penyebab, tanda dan gejala, penyebab, cara penularan, cara pencegahan, upaya yang dilakukan jika muncul demam pada anak, bagaimana kondiisi yang mungkin terjadi PARAF

sembuh/meninggal) 4. Mengajak keluarga untuk berfikir rasional tentang pentingnya mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar 5. Memberi motivasi kepada keluarga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, merubah pola hidup menjadi pola hidup yang sehat 6. Menyadarkan keluarga akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini 7. Mengajak keluarga untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di masyarakat (posyandu, puskesmas) 3 September 2012 1, 2 1. Bina hubungan saling percaya 2. Mengevaluasi pengetahuan keluarga tentang penyakit DHF 3. Mengedukasi keluarga tentang penyakit asma (penyebab, tanda dan gejala, penyebab, cara penularan, cara pencegahan, kaitan antara kebersihan lingkungan dengan penyakit asma) 4. Memberi motivasi kepada keluarga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, merubah pola hidup menjadi pola hidup yang sehat 7 September 2012 1 1. Bina hubungan saling percaya 2. Mengevaluasi pengetahuan keluarga tentang penyakit asma 3. Mengedukasi keluarga tentang penyakit asam urat (penyebab, tanda dan gejala, penyebab, cara penularan, cara pencegahan) 4. Menganjurkan untuk menambah menu jus harian dengan jus yang komposisi buah dan sayurnya kaya akan vitamin C 5. Memberi motivasi kepada keluarga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, merubah pola hidup menjadi pola hidup yang sehat

11 September 2012

1. Bina hubungan saling percaya 2. Mengevaluasi konsumsi jus untuk asam urat dan konsumsi harian keluarga 3. Mengajarkan cara merawat burung dengan baik dan benar

15 September 2012

1. Bina hubungan saling percaya 2. Mendiskusikan tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah 3. Mendiskusikan tentang bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidak bersihnya lingkungan rumah 4. Mendiskusikan peran masing-masing anggota keluarga dalam upaya kebersihan lingkungan rumah

16 September 2012

1. Bina hubungan saling percaya 2. Mendiskusikan tentang kesehatan dan penyakit serta bagaimana penyembuhannya secara herbal dengan konsumsi jus: untuk penyakit jantung, lever, diabetes, dan reumatik

17 September 2012

1,2

1. Bina hubungan saling percaya 2. Mengevaluasi upaya keluarga dalam menjaga kebersihan rumah 3. Mengevaluasi pola hidup dan konsumsi keluarga untuk mengatasi sakit asam urat dan asma

18 September 2012

1.2

1. Bina hubungan saling percaya 2. Mengevaluasi upaya keluarga dalam menjaga kebersihan rumah 3. Mengevaluasi pola hidup dan konsumsi keluarga untuk mengatasi sakit asam urat dan asma

20 September 2012

1. Bina hubungan saling percaya 2. Terminasi pertemuan keluarga 3. Memberikan kesimpulan semua intervensi yang telah diberikan kepada

keluarga 4. Meminta maaf kepada anggota keluarga jika ada kelakuan dan perkataan yang kurang berkenan, melakukan pamitan kepada anggota keluarga dan memberikan kenang-kenangan kepada keluraga

EVALUASI FORMATIF DIAGNOSA 1 TANGGAL 8 Agustus 2012 JAM 10.00 10.30 S: - Keluarga mengatakan bahwa bersedia jika rumahnya akan dikunjungi selama 6 minggu ke depan - Tn. J mengatakan yang berperan penting dalam keluarga adalah dirinya dan istri, akan tetapi Tn. J lebih dominan - Tn. J mengatakan anaknya pernah didiagnosa DHF 2 bulan yang lalu, Tn. J mengatakan sering asma selama 2 bulan terakhir ini, sudah muncul 2 kali padahal tidak pernah asma, Tn. J mengatakan asam urat pernah mencapai angka 9 mg/dl O: - Tn. J masih tampak belum terbuka dengan perawat - Tn. J menunjukkan ekspresi bingung - Pembicaraan melebar ke berbagai topic, kurang focus A: Afek: Klien masih belum menerima kehadiran perawat, tertutup Kognitif: Klien mampu menyebutkan masalah kesehatan yang dialami keluarga, namun belum mengerti tentang keseluruhannya EVALUASI

Psikomotor: Klien belum menunjukkan sikap yang asertif P: Lanjutkan BHSP dan intervensi 1 10 Agustus 2012 13.00 13.20 S: - Tn. J mengatakan semua anggota keluarga berkumpul di rumah saat malam hari setelah sholat isya dan menyarankan ke rumahnya saat malam hari - Tn. J mengatakan masalah keluarga bisa diatasi sendiri O: - Kontak mata (+) - Klien sudah mulai sedikit rileks berkomunikasi dengan perawat A: Afektif: Klien sudah mau membuat kontrak baru dengan perawat Kognitif: pengetahuan tentang penyakit/masalah dalam keluarganya masih kurang Psikomotor: Klien belum mampu mengenali masalah sehingga belum bisa mengatasi dengan baik P: Lanjutkan BHSP dan intervensi 1 30 Agustus 2012 15.00 S: - Keluarga mengatakan senang dikunjungi setiap saat apalagi jika bisa sharing ilmu - Keluarga mengatakan keluhan asam urat dan asma tidak muncul selama 2 minggu ini - An. S mengatakan sering mengalami pusing jika banyak aktivitas O: - Keluarga sudah menerima kehadiran perawat - Kontak mata (+)

- Keluarga sudah mulai menampakkan suasana yang mulai mencair A: Afektif: Klien sudah mau bertemu di pertemuan selanjutnya Kognitif: Sudah mulai terbiasa diajak berdiskusi dengan perawat Psikomotor: P: Lanjutkan intervensi 1, 2 1 September 2012 16.00 S: - Tn. G dan Ny. G mengatakan sudah mulai memahami sakit yang dialami An. I (DHF) dan aktif bertanya tentang penyakit DHF - Tn. G mengatakan tidak begitu berminat mengikuti kegiatan di masyarakat, seperti pengajian contohnya, beliau menilai hal itu sama dengan buang waktu, karena sudah pernah diajari dari kecil tentang asgama - Tn. J mengatakan memang kerja bakti tidak pernah ikut dan menyadari bahwa lingkungan rumah kurang bersih - Tn. G dan Ny. G mengatakan akan menata kembali lingkungan rumah O: - Tn. J dan Ny. G bersikap terbiuka dengan perawat - Tn. J dan Ny. G menunjukkan ekspresi senang saat perawat berkunjung ke sana A: Afek: Klien mau menerima penjelasan edukasi yang diberikan perawat dan mau bertanya (memberikan feedback) Kognitif: Klien mampu menjawab pertanyaan di akhir sesi yang diberikan perawat Psikomotor: Klien bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik.

P: Lanjutkan intervensi 1, 2 3 September 2012 18.00 S: - Tn. J dan Ny. G mengatakan mulai mengetahui penyakit asma - Tn. J dan Ny. G mengatakan sudah mulai mengkonsumsi jus setiap hari selama 2 bulan terakhir ini dan mengatakan akan merubah pola hidup - Keadaan lingkungan rumah sudah mulai tapak lebih bersih dan teratur dibandingkan beberapa hari sebelumnya O: - Tn. J dan Ny. G bersikap terbuka dengan perawat - Tn. J dan Ny. G menunjukkan ekspresi senang saat perawat berkunjung ke sana A: Afek: Klien mau menerima penjelasan edukasi yang diberikan perawat dan mau bertanya (memberikan feedback) Kognitif: Klien mampu menjawab pertanyaan di akhir sesi yang diberikan perawat Psikomotor: Klien bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik. P: Lanjutkan intervensi 1 7 September 2012 19.45 S: - Tn. J mengatakan mulai mengetahui penyakit asam urat yang diderita - Tn. J dan Ny. G mengatakan sudah mulai mengkonsumsi jus setiap hari selama 2 bulan terakhir ini dan mengataka akan merubah pola hidup - Tn. J mengatakan kesulitan jika harus mengurangi rokok setiap hari O:

- Tn. J dan Ny. G bersikap terbuka dengan perawat - Tn. J dan Ny. G menunjukkan ekspresi senang saat perawat berkunjung ke sana - Tn. J dan Ny. G terlihat antusias saat berdiskusi - Keadaan lingkungan rumah sudah mulai tapak lebih bersih dan teratur dibandingkan beberapa hari sebelumnya A: Afek: Klien mau menerima penjelasan edukasi yang diberikan perawat dan mau bertanya (memberikan feedback) Kognitif: Klien mampu menjawab pertanyaan di akhir sesi yang diberikan perawat Psikomotor: Klien bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik. Klien juga meminta untuk dibawakan di pertemuan selanjutnya informasi tentang penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, dan hipertensi untuk menambah wawasan disertai dengan terapi herbal dalam bentuk jus buah dan sayuran, P: Lanjutkan intervensi 1 11 September 2012 12.00 S: - Tn. J mengatakan mulai mengetahui penyakit asam urat yang diderita - Tn. J dan Ny. G mengatakan sudah mulai mengkonsumsi jus setiap hari selama 2 bulan terakhir ini dan mengataka akan merubah pola hidup - Tn. J mengatakan kesulitan jika harus mengurangi rokok setiap hari O: - Tn. J dan Ny. G bersikap terbuka dengan perawat - Tn. J dan Ny. G menunjukkan ekspresi senang saat perawat berkunjung ke sana - Tn. J dan Ny. G terlihat antusias saat berdiskusi

- Keadaan lingkungan rumah sudah mulai tapak lebih bersih dan teratur dibandingkan beberapa hari sebelumnya A: Afek: Klien mau menerima penjelasan edukasi yang diberikan perawat dan mau bertanya (memberikan feedback) Kognitif: Klien mampu menjawab pertanyaan di akhir sesi yang diberikan perawat Psikomotor: Klien bertanya dan menjawab pertanyaan dengan baik. P: Lanjutkan intervensi 2 15 September 2012 10.00 S: - Ny. G mengatakan sudah ada pembagian peran dalam membersihkan lingkungan rumah secara rutin - Ny. G mengatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah - Ny. G dan Tn J. mampu menyebutkan bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidak bersihnya lingkungan rumah O: - Keluarga menjalankan program pembersihan rumah secara rutin - Masih ada kandang burung di ruang tamu dan kamar - Masih ada benda-benda berserakan di lingkungan rumah - Lantai rumah masih belum bersih - Tidak ada air menggenang di teras depan rumah A: Masalah teratasi sebagian P:

Ulangi intervensi 1 16 September 2012 19.00 S: - Ny. G mengatakan sudah ada pembagian peran dalam membersihkan lingkungan rumah secara rutin - Ny. G mengatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah - Ny. G dan Tn J. mampu menyebutkan bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidak bersihnya lingkungan rumah - Ny G. dan Tn. J. mengatakan akan mengkonsumsi jus setiap hari secara rutin - Tn. J tidak mengeluh sendi-sendi sakit dan asmanya tidak kambuh O: - Keluarga menjalankan program pembersihan rumah secara rutin - Masih ada kandang burung di ruang tamu dan kamar - Masih ada benda-benda berserakan di lingkungan rumah - Lantai rumah masih belum bersih - Tidak ada air menggenang di teras depan rumah A: Masalah teratasi sebagian P: Ulangi intervensi 1,2 17 September 2012 14.00 S: - Ny. G mengatakan sudah ada pembagian peran dalam membersihkan lingkungan rumah secara rutin - Ny. G mengatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah - Ny. G dan Tn J. mampu menyebutkan bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari

tidak bersihnya lingkungan rumah - Ny G. dan Tn. J. mengatakan akan mengkonsumsi jus setiap hari secara rutin - Tn. J tidak mengeluh sendi-sendi sakit dan asmanya tidak kambuh O: - Keluarga menjalankan program pembersihan rumah secara rutin - Masih ada kandang burung di ruang tamu dan kamar - Masih ada benda-benda berserakan di lingkungan rumah - Lantai rumah masih belum bersih - Tidak ada air menggenang di teras depan rumah A: Masalah teratasi sebagian P: Ulangi intervensi 1,2 18 September 2012 18.30 S: - Ny. G mengatakan sudah ada pembagian peran dalam membersihkan lingkungan rumah secara rutin - Ny. G mengatakan memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah - Ny. G dan Tn J. mampu menyebutkan bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidak bersihnya lingkungan rumah O: - Keluarga menjalankan program pembersihan rumah secara rutin - Tidak ada kandang burung di ruang tamu dan kamar - Masih ada benda-benda berserakan di lingkungan rumah - Lantai rumah sudah mulai bersih

- Tidak ada air menggenang di teras depan rumah A: Masalah teratasi sebagian P: Ulangi intervensi 20 September 2012 09.00 S: - Klien mengatakan senang bisa berbagi ilmu dengan perawat - Klien mengatakan akan menjaga kesehatan keluarga - Klien mengatakan akan menjaga kebersihan lingkungan rumah O: - Klien sudah tidak mengeluh nyeri-nyeri di persendian - Klien sudah tidak mengeluh asmanya kambuh - Keluarga menjalankan program pembersihan rumah secara rutin - Tidak ada kandang burung di ruang tamu dan kamar - Masih ada benda-benda berserakan di lingkungan rumah - Lantai rumah sudah mulai bersih - Tidak ada air menggenang di teras depan rumah A: Masalah teratasi P: Hentikan intervensi

EVALUASI SUMATIF Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 6 minggu, keluarga Tn. J sudah mampu untuk memanajemen kesehatan keluarga dengan baik dan sudah mampu untuk memelihara kondisi lingkungan rumah yang menguntungkan kesehatan anggota keluarganya, hal ini dapat dilihat dari: Keluarga sudah memahami tentang penyakit asma, asam urat, dan DHF meliputi: definisi, penyebab, tanda dan gejala, dan akibat / komplikasi, cara mencegah dan cara mengobati/menangani penyakit tersebut Keluarga sudah menunjukkan adanya perbaikan kondisi rumah Keluarga sudah menunjukkan adanya upaya cara memelihara burung yang baik dan benar Keluarga menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk mulai mengubah pola hidup sehari-hari menjadi pola hidup yang sehat Tn. J mengatakan masih kesulitan jika harus mengurangi rokok dan masih tidak bersedia untuk mengikuti kegiatan social di lingkungannya Ny. G mulai mengarahkan keluarganya untuk hidup sehat dan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang berbahaya bagi kesehatan Keluarga mau mendengarkan penjelasan tentang bagaimana memelihara kondisi lingkungan Keluarga mengalami perbaikan dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan rumah dari kategori buruk menjadi sedang kemudian di akhir pertemuan menjadi kategori baik. Keluarga memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah Keluarga mampu menjelaskan pentingnya memelihara kondisi lingkungan sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga dengan optimal Keluarga sudah membagi peran dalam upaya pemeliharaan kesehatan rumah Sudah ada perbaikan kondisi lingkungan rumah, akan tetapi masih ada beberapa barang yang berserakan di sekitar rumah

SKRINING AWAL UPAYA PEMELIHARAAN RUMAH (8 September 2012)

Kriteria

Indikator Ya Tidak ada barang berserakan di sekitar

Skor Tidak V

Kebersihan lingkungan rumah

rumah Lantai rumah bersih Tidak ada genangan air di teras depan rumah Mengganti tempat minum burung V V V V

Merawat burung

Menempatkan burung di ruangan khusus

Menguras tempat penampungan air Pembagian peran dalam keluarga

Menguras bak mandi 1x/minggu Ada system piket setiap hari dalam keluarga TOTAL TOTAL SKOR KATEGORI 0X2 7

7X1 = 7

Buruk

Keterangan: Nilai Total Skor 1-7 Nilai Total Skor 8-11 Nilai Total Skor 12-14 : Buruk : Sedang : Baik

EVALUASI BERKALA PEMELIHARAAN RUMAH

Kriteria

Indikator Tidak ada barang berserakan di sekitar rumah Lantai rumah bersih Tidak ada genangan air di teras depan rumah Mengganti tempat minum burung Menempatkan burung di ruangan khusus Menguras bak mandi 1x/minggu V V

15 Sept Ya Tidak V V V V V V

16 Sept Ya Tidak V V V V V V V V V

17 Sept Ya Tidak V V V V V

18 Sept Ya Tidak

Kebersihan lingkungan rumah

Merawat burung Menguras tempat penampungan air Pembagian peran dalam keluarga

V V

Ada system piket setiap hari dalam keluarga 2x2 =4 9 Sedang

Total Total Skor Kategori

5x1 =5

3x2 =6 11 Sedang

4x1 =5

6x2 =12 12 Baik

1x1 =1

6x2 =12 12 Baik

1x1 =1

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BINAAN DUSUN KRAJAN DESA SUMBER SEKAR KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Komunitas

Oleh: Lowita Fi Sakina 0810720044

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESUME 1 DUSUN KRAJAN DESA SUMBER SEKAR KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Komunitas

Oleh: Lowita Fi Sakina 0810720044

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA RESUME 2 DUSUN KRAJAN DESA SUMBER SEKAR KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Komunitas

Oleh: Lowita Fi Sakina 0810720044

JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012