Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Seiring dengan pesatnya pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia, maka bahan penyusun beton juga semakin sulit didapat dan terjadi peningkatan harga bahan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan bahan penyusun yang hemat biaya dengan memanfaatkan limbah sebagai alternatif pada campuran pembuatan beton. Pada penelitian ini akan dikaji tentang pemanfaatan limbah sebagai bahan pengganti agregat halus dan semen pada campuran beton. Bottom ash adalah limbah hasil pembakaran batu bara dimana jumlahnya akan terus bertambah selama industri terus berproduksi. Dalam penelitian ini, bottom ash ditambah dalam satu campuran beton. Pembuatan benda uji terdiri dari enam variasi campuran untuk percobaan, yaitu campuran normal tanpa bahan substitusi (variasi I), campuran dengan substitusi abu dasar batu bara (bottom ash) yaitu sebesar 5% (variasi II), 10% (variasi III), 15% dari volume agregat halus (variasi IV), 5% dari volume semen (variasi V), serta campuran sebesar 15% dari volume agregat halus dan 5% dari volume semen (variasi VI). Pengujian yang dilakukan berupa slump tes, kuat tekan, kuat tarik belah, absorbsi beton dan pola retak beton. Dari hasil pengujian diperoleh penurunan pada nilai kuat tekan, kuat tarik. Pada absorbs terjadi peningkatan Kuat tekan tertinggi yang terjadi pada penggantian 5% abu dasar batu bara pada volume agregat halus sebesar 25,14 MPa dan Kuat tekan terendah yang terjadi pada penggantian 15% abu dasar batu bara pada volume agregat halus dan 5% pada volume semen sebesar 24,08 MPa. Bahwa terjadi penurunan tegangan tarik beton pada setiap penambahan kadar penggunaan abu dasar batu bara. Kuat tarik tertinggi terjadi pada penggantian abu dasar batu bara variasi 2 (5% pada volume agregat halus) sebesar 3,371 MPa. Absorbsi beton mengalami peningkatan dari beton normal. Untuk pola retak, setiap variasi menunjukkan adanya pengurangan jumlah retak dan panjang retak.
Kata kunci: bottom ash, kuat tekan, tarik belah, absorbsi, pola retak