Anda di halaman 1dari 53

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dewasa ini masalah kesulitan belajar telah banyak diatasi, misalnya dengan perbaikan kurikulum, pengadaan buku pelajaran, perbaikan evaluasi belajar, penggunaan alat peraga , penataan guru, namun temyata prestasi belajar siswa tnasih tetap relatif rendah dari pelajaran lainnya. Kesulitan belajar siswa disebabkan antara lain : 1) Kemampuan membaca siswa rendah, sehingga rendah pula mengkomunikasikannya baik lisan maupun tertulis. iswa mengalami kesulitan memahami ide pokok dari buku sumber baik tersurat maupun tersirat. !kibatnya, sulit pula menjalin kembali konsep secara utuh bahan yang dipelajarinya. "aka siswa perlu diarahkan untuk belajar membaca efektif#efisien lalu menuangkan dalam ringkasan. $ujuan pembelajaran membaca di D adalah tercapainya

%kemahirwacanaan%, yaitu kemampuan membaca yang ditandai oleh kemampuan pembaca dalam memaknai, meringkas, menjelaskan, dan menyintesiskan informasi yang terdapat di dalam bacaan &'oni, 1(():1). $ujuan ini berlaku juga pada pembelajaran membaca bacaan eksposisi yang diprogramkan pada emester 1. Dari pengamatan pembelajaran diperoleh informasi bahwa yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dan

1
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

meringkas isi bacaan terletak pada fokus materi dan teknik penyajian bahan pembelajaran. *okus materi yang disajikan guru belum mengarah pada materi yang dipersiapkan sebagai upaya pembuatan ringkasan isi bacaan. +uru hanya memfokuskan materi pada pemahaman isi bacaan yang dipersiapkan sebagai upaya menjawab pertanyaan yang ada pada buku bacaan, sementara pertanyaan bacaan yang ada pada buku bacaan tersebut belum tentu sepenuhnya menanyakan pokok#pokok isi bacaan yang berguna bagi pembuatan ringkasan isi bacaan. ,ingkasan menurut - .yoman Degeng &1(/( : 110) adalah %Komponen strategi yang memuat semua bagian isi bidang studi yang penting atau tinjauan ulang dari bahan belajar, berupa pengertian singkat, konsep, prosedur atau prinsip dengan memberi contoh#contoh acuan yang mudah di ingat untuk tiap konsep atau prinsip yang diajarkan%. 'enis ringkasan internal diberikan pada setiap pada setiap akhir satu pelajaran dan hanya merangkum isi bidang studi yang baru diajarkan. ,ingkasan diberikan setelah beberapa kali pelajaran, yang merangkum semua isi bidang studi yang telah dipelajari dalam beberapa kali pelajaran. *ungsi ringkasan memberi pernyataan singkat tentang isi bidang studi yang dipelajari dan contoh acuan yang mudah diingat untuk setiap konsep, prosedur atau prinsip yang diajarkan. iswa mampu memahami teks dan prestasi belajar maksimal. Dalam merangkum, siswa diberi kesematan memahami lebih dulu pokok#pokok isi materi yang dipelajarinya, lalu mengkomunikasikan lewat ringkasan. ,ingkasan lebih memudahkan belajar siswa, karena hanya berisi

1
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

pernyataan singkat, konsep, prosedur, atau prinsip yang diajarkan. iswa mampu belajar komprehensip dan mampu memahami kaitan antar pokok materi sehinigga terbantu mengorganisasi bahan baik dari sumber belajar, guru dan yang tercatat dalam pikirannya. 2al ini telah diuji oleh banyak peneliti tentang efektivitas dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar. Kekurang sempurnaan pembelajaran membaca peramahaman di kelas D. 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang yang berakibat kurang terampilnya siswa dalam membuat ringkasan isi bacaan eksposisi tersebut perlu diatasi. 4ntuk mengatasi hal itu, peneliti tertarik berkolaborasi dengan guru kelas yang bersangkutan. 5entuknya berupa penerapan strategi pembelajaran yang diperkirakan dapat raembantu siswa meningkatkan kemampuanya dalam membuat ringkasan isi bacaan. B. Indenti ikasi !asalah Dari hasil pengamatan pembelajaran di kelas diperoleh informasi bahwa rendahnya kemampuan siswa tersebut diduga disebabkan oleh strategi pembelajaran yang digunakan gum. trategi pembelajaran yang digunakan guru diduga belum dapat melayani kebutuhan siswa dalam belajar memahami dan mereproduksi isi bacaan dalam bentuk ringkasan. Di samping itu, strategi pembelajaran yang digunakan guru juga diduga belum cukup dapat memberikan pelayanan yang tepat terhadap perkembangan kognitif dan

6
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

perkembangan bahasa siswa dalam belajar.

". #$m$san !asalah "encermati pokok bahasan yang ada terlihat bahwa kemampuan siswa dalam meringkas isi bacaan eksposisi masih rendah. 2al ini disebabkan belum tepatnya teknik pembelajaran yang digunakan oleh +uru dalam menyajikan materi pembelajaran. 7leh sebab itu penulis mencoba berupaya untuk memperbaiki pemahaman siswa terhadap meringkas isi bacaan melalui penggunaan strategi pemetaan struktur isi bacaan eksposisi pada tahap aat 5aca di D. 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang. !dapun yang menjadi permasalahan dalam penulisan makalah ini adalah : % !pakah dengan penggunaan trategi 5ermain struktur isi bacaan dapat "eningkatkan Ketrampilan 5erbicara Dalam 8embelajaran 5ahasa -ndonesia 8okok 5ahasan Kegiatan ehari#2ari 8ada Kelas - ekolah Dasar .egeri 'atimulyo 1 Kecamatan lowokwaru kota "alang 9%.

D. %$&$an Penelitan 1. 4ntuk meningkatkan kemampuan siswa dalam meringkas isi bacaan eksposisi pada tahap aat 5aca melalui penggunaan strategi pemetaan struktur isi bacaan. 1. ecara khusus penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas D. 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang dalam &1) menemukan ide pokok setiap paragraf, &1) menemukan pola

:
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

hubungan antaride yang ada di dalam setiap paragraf, &6) menemukan ide utama bacaan, &:) menuangkan ide utama dan ide#ide pokok dari setiap paragraf ke dalam bentuk 8 -5, dan &;) dalam membuat ringkasan isi bacaan dengan 8 -5 yang telah dibuatnya.

E. !an aat Pcnelitian 1. 5agi iswa, hasil 8enelitian ini diharapkan dapat mempercepat dan mahir dalam meringkas isi bacaan eksposisi siswa kelas - di ekolah Dasar .egeri 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang. 1. 5agi +uru, hasil 8enelitian ini diharapkan menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran meringkas isi bacaan eksposisi yang digunakan +uru dalam pembelajaran 5ahasa -ndonesia di ekolah Dasar. 6. 5agi Kepala ekolah, hasil 8enelitian ini menjadi tambahan

perbendaharaan dan sumbangan dalam bidang metode dasar. umbangan teoritis yang dimaksud adalah teori pembelajaran meringkas isi bacaan eksposisi di kelas - ekolah Dasar.

;
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

BAB II 'A(IAN PU%A'A

A. Pengertian Bacaan 8engertian bacaan dalam penelitian ini mengacu pada satuan kebahasaan terbesar yang dalam pembelajaran bahasan biasa disebut dengan wacana tulis yang disajikan secara tertulis. edangkan wacana lisan yang biasa digunakan dalam percakapan, khotbah, pidato dan sejenisnya dalam penelitian ini tidak dapat disebut sebagai bacaan. $arigan &1(/0:11) memberikan batasan sama dengan yang diberikan oleh Kridalaksana, tetapi masih melengkapinya dengan unsur kohesi dan koherensi tinggi, berkesinambungan, serta memiliki bagian awal dan akhir yang nyata, yang dapat disampaikan secara lisan atau tertulis, edangkan dalam Kamus 5esar 5ahasa -ndonesia &"oeliono, 1((1:1));) wacana dimaknai sebagai ucapan, perkataan atau tutur, keseluruhan tuturan yang merupakan kesatuan, dan kesatuan bahasa terlengkap yang realisasinya berbentuk karangan utuh, seperti novel, buku, atau artikel. Dengan demikian, wacana dapat berbentuk lisan dan tulisan. Dalam penelitian ini yang dimaksudkan dengan bacaan dimaknai sama dengan wacana tertulis, yaitu penggunaan %rangkaian kalimat% yang

berkesinambungan, memiliki kohesi dan koherensi tinggi, serta memiliki awal dan akhir yang nyata. ,ealisasinya berbentuk karangan utuh yang biasa disebut dengan bacaan atau teks dan biasa terdapat di dalam buku, surat kabar,

<
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

majalah, atau media tulis lainnya.

edangkan penggunaan %rangkaian ajaran%

dalam komunikasi sosial secara nyata tidak termasuk dalam pengertian bacaan. B. Bacaan Eks)osisi 'enis bacaan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah jenis bacaan eksposisi yang didefinisikan oleh =alfee dan Drum &1(/;) tersebut, yaitu jenis bacaan eksposisi dalam pengertian luas, yakni yang mencangkup jenis bacaan deskripsi, argumentasi, persuasi, dan eksposisi itu sendiri. 8emilihan definisi tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa di dalam kurikulum D 1((: keempat jenis bacaan tersebut tidak dibeda#bedakan. 5erdasarkan tujuan atau isi pembicaraan, bacaan di bedakan menjadi ; jenis, yaitu bacaan narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi & upriyadi 1((6:1<(#106> uparno ? "artutik, 1((/::. 16#:.1)), sedangkan

=alfee dan Drum &1(/;), hanya membedakan menjadi 1, yaitu bacaan narasi dan bacaan eksposisi. !lasan yang dikemukakanya adalah bahwa bacaan eksposisi sudah mencakup jenis bacaan deskripsi, argumentasi, persuasi, dan eksposisi itu sendiri. Dengan kata lain, bacaan eksposisi sudah merupakan bacaan yang berfimgsi untuk menyampaikan informasi yang berkait dengan pelukisan, penguraian proses, penjelasan, serta penguraian pendapat. Dengan demikian, fungsi keempat jenis bacaan itu sudah tercangkup ke dalam jenis bacaan eksposisi. Dan pada kenyataannya memang benar#benar sulit membedakan keempatnya secara pasti, bahkan hampir tidak ada bacaan yang murni hanya memiliki salah satu ciri dari keempat jenis bacaan itu.

0
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

". Pengertian !em*aca Pemahaman 8ada tahap awal orang belajar membaea masih berupa aktivitas melafalkan huruf. !nderson 1(01 &$arigan, 1(/6:0) memaknainya sebagai proses penyandian kembali dan pembacaan sandi, sedangkan 2arris &7lson, 1(/1:11) memaknainya sebagai proses pengenalan simbol#simbol bunyi yang tercetak. Dengan demikian, pada tahap ini orang belajar membaca masih bersifat tnekanis belaka. 4saha memahami isi bacaan belum dilakukan. 8roses membaca demikian itu disebut dengan istilah %membaca

pemahaman%. 'enis membaca ini oleh $arigan &1(/6:0) diartikan sebagai proses yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis melalui media kata#kata bahasa tulis. 5urhan &1(/1:(<) menyebutnya dengan istilah %membaca intensif%, yaitu proses membaca yang dilakukan dengan hati#hati dan teliti sekali dan biasanya cara membacanya sangat lambat. !minuddin &1((::1) menyeburnya dengan istilah % membaca dalam hati%, yang dimaknainya sebagai usaha untuk memahami keseluruhan isi bacaan yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki pembaca tanpa diikuti oleh gerak lisan@suara. Dalam memahami isi bacaan terjadi proses pengakomodasian informasi yang terdapat di dalam bacaan dengan skemata pembacanya. Dengan demikian, skemata yang berbeda dari pembaca yang tidak sama bisa menimbulkan pemahaman yang berbeda pula & inger ? ,uddell. 1(/0:1/). 8emahaman isi

/
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

bacaan yang diperoleh pembaca dapat berupa informasi, pengetahuan, dan perasaan senang atau sedih. 8esan atau makna yang diperoleh tersebut banyak tergantung dari bacaan yang dibacanya, yaitu apakah buku, majalah, surat kabar, novel, atau puisi &.uttall, 1(/;:1<<#1<0). !ktivitas membaca pemahaman &membaca lanjut) di D dibelajarkan dari kelas -- semester 1 sampai dengan kelas -. 'enis belajar membaca yang dibelajarkan adalah membaca teknik &membacakan), membaca dalam hati, membaca cepat, dan membaca bahasa. $ujuan utamanya agar siswa %melek wacana%. & upriyadi, 1((1:11;). 'enjang pemahaman yang dibuat oleh 5urns, ,oe, ? ,oss &1((<:1;;) dapat dijelaskan sebagai berikut. 'enjang literal yaitu jenjang pemahaman berkait dengan kemampuan mengenali dan mengingat kembali informasi yang tersirat di dalam bacaan. 5entuknya berupa kemampuan mengenali kembali rincian#rincian ide#ide pokok, urutan, antar bagian perbandingan, hubungan sebab akibat, dan karakter pelaku#pelaku yang ada di dalam bacaan. 'enjang %interpretatif% yaitu jenjang pemahaman yang berkait dengan kemampuan memahami gagasan# gagasan dan makna yang tersirat di dalam bacaan. 5entuknya berupa kemampuan membuat geralisasi, menentukan hubungan sebab akibat

antarbagian, mengindentifikasi motif#motif, menentukan hubungan antar bagian, mengidentifikasi bagian akhir isi teks, dan membuat perbandingan# perbadingan antarbagian. 'enjang %Kritis%, yaitu jenjang kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan menilai isi bacaan. 5entuknya berupa kemampuan

(
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

menilai gagasan#gagasan yang disampaikan penulis, validasi gagasan#gagasan yang terdapat di dalam bacaan. Dan jenjang %kreatif, yaitu jenjang pemahaman yang berkait dengan kemampuan menerapkan isi bacaan ke dalam situasi lain@baru, mengombinasikan isi bacaan dengan gagasan#gagasan lain untuk membentuk konsep baru, memperluas konsep#konsep yang terdapat didalam bacaan. D. !eringkasan Isi Bacaan Eks)osisi Kata %ringkasan% merupakan terjemahan dari kata %precis% yang artinya memotong@memangkas &Keraf, 1(/::1<1) Dengan demikian, meingkas bacaan berarti memangkas bagian#bagian yang tidak penting, sehingga tinggal bagian yang pokok#pokok saja &Keraf, 1(/::1<1) Dengan kata lain, meringkas bacaan dapat dimaknai sebagai proses reproduksi bacaan panjang dalam bentuk singkat. 7leh karena ringkasan merupakan reproduksi singkat dari bacaan panjang, maka keaslian bentuk dan urutan ide#ide masih tetap dipertahankan. Dengan demikian pembuat ringkasan tidak boleh membuat komentar tambahan atas isi bacaan aslinya. 2al itu berarti bahwa pembuat ringkasan hanya diiAinkan membuang@memangkas ide#ide penjelas dan mempertahankan ide#ide sebagai saripati dari bacaan yang diringkasnya. E. "ara !em*$at #ingkasan Keraf &1(/::1<6#1<;) memberikan beberapa petunjuk cara membuat ringkasan. 8etunjuk tersebut dituangkan ke dalam tiga langkah. Ketiga langkah tersebut adalah pertama membaca naskah asli, kedua mencatat gagasan

1)
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

utama,dan ketiga membuat reproduksi.

ebagai pelangkap ketiga langkah

tersebut, diberikan ketentuan tambahan. Ketentuan tambahan tersebut adalah agar dalam ringkasan digunakan kalimat tunggal dan kalimat tak langsung. udut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga. 'umlah alinea sama dengan jumlah topik. Kata#kata keterangan dan kata#kata sifat, bila mungkin dibuang. 4rutan ringkasan disuaikan dengan urutan dan gagasan asli. 8anjang ringkasan disesuaikan dengan permintaan. F. !etode Pem*ela&aran !em*aca di SD "etode merupakan tataran kedua setelah pendekatan dan sebelum strategi. "etode merupakan seperangkat konsep yang disusun secara produral untuk mencapai tujuan khusus pembelajaran &!minuddin, 1((0:6). "etode pembelajaran membaca yang banyak dipergunakan di D dibedakan menjadi 1 tingkatan, yaitu metode untuk %"embaca "enulis 8ermulaan% &""8) yang disajikan di kelas#kelas rendah &kelas - dan --) dan metode membaca untuk %membaca "enulis 3anjut% &""3) yang disajikan di kelas#kelas tinggi &kelas --sampai dengan kelas -). "etode membaca yang banyak dipakai pada tingkat ""8 adalah metode abjad@alfabet, bunyi, suku kata, kata lembaga, kalimat, dan & truktural !nalisis dan intesis). !

edangkan metode membaca yang banyak

dipakai pada tingkat ""3 tidak diberikan nama, tetapi langsung disebut dengan jenis membacanya, yaitu membaca teknik &membacakan), membaca dalam hati, membaca bahasa, membaca indah@estetik, dan membaca pustaka

11
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

& upriyadi, 1((1:1/)#1/1). 5erkaitan dengan pembelajaran membaca di D, maka model yang

digunakan adalah model %interaktif. "odel ini merupakan model yang sesuai dengan pendekatan yang dianut oleh Kurikulum D 1((: "85-. 8endekatan

pembelajaran bahasa yang dianut kurikulum tersebut adalah pendekatan komunikatif, siswa aktif,dan integratif &Debdikbud, 1((6:11> yafiBie, 1((<: 1:). "odel interaktif ini sesuai dengan ketiga pendekatan tersebut. Deemikian pula dengan penerapan 8 -5 sebagai strategi pembelajaran membaca dan meringkas isi bacaan di D, model ini juga sesuai dengan pengembangan 8 -5 yang

aktivitasnya dirancang dengan teknik tanya jawab secara resiprokal dalam usaha menemukan ide#ide pokok bacaan, pola hubungan antaride, dan dalam mengembangkan 8 -5 sebagai strategi meringkas isi bacaan. Dan tanya jawab secara resprokal itu sangat membantu siswa di dalam memahami isi bacaan &"anAo 1(<( dalam +illet ? $emple, 1((::61(). +. Strategi Pemetaan Str$kt$r Isi Bacaan ,SPSIB!da tiga kata kunci da dalam 8 -5, yaitu strategi, pemetaan, dan

struktur isi bacaan. !munuddi &1((0:6) memaknai strategi sebagai %pola kegiatan belajar mengajar &K5#") yang disusun secara sistematis sesuai dengan pokok bahasan dan fokus pembelajaran secara kontekstual sesuai dengan situasi dan kondisi kelas saat K5" berlangsung. edangkan olchan

&1((/:1.1/) menggunakan istilah %teknik% dengan mekna yang sama dengan %strategi% dan memaknainya sebagai %cara#cara dan alat#alat yang digunakan

11
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

guru dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan tatap muka di kelas:. 8emetaan merupakan terjemahan dari kata %maping%, yaitu visualisasi dari konsep#konsep verbal dalam bentuk diagram, jaringan laba#laba &webb), dan jaringan sebab akibat &"arAono ? "arAono, 1(/1). edangkan struktur isi

bacaan adalah %organisasi elemrn#elemen yang membentuk bacaan% & uparno ? "artutik, 1((/:1.1)). Dengan demikian, yang dimaksud dengan strategi pemetaan struktur isi bacaan adalah pola K5#" membaca yang berintikan kegiatan pemetaan terhadap elemen#elemen@ide#ide yang membentuk struktur isi bacaan. H.Prosed$r Penera)an SPSIB dalam Pem*ela&aran !em*aca dan !eringkas Isi Bacaan di SD 8rosedur pembelajaran membaca dan meringkas isi baeaan dengan 8 -5 di kelas - D dilakukan dengan 6 tahap, yaitu 8rabaca, aat baca dan 8ascabaca. Ketiga tahap tersebut dapt dilakukan sebagai berikut: 1.$ahap 8rabaca $ahap prabaca berisi aktivitas pembangkitan skemata siswa dan penetapan prediksi terhadap isi bacaan berdasarkan judul, sub#sub judul dan gambar# gambar yang ada di dalam bacaan. 8embangkitan skemata dilakukan sebagai upaya mempersiapkan mental siswa dalam memahami isi bacaan. 2al ini penting karena dalam proses siswa memahami isi bacaan, terjadi usaha menghubungkan informasi tekstual dengan struktur pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya, sedangkan prediksi terhadap isi

16
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

bacaan dimaksudkan agar siswa terdorong untuk cermat di dalam membaca bacaan. 2al itu dimungkinkan terjadi karena siswa terdorong untuk menguji kebenaran prediksinya. 1.$ahap aat 5aca $ahap saat baca berisi aktivitas penemuan ide pokok setiap paragraf, pola hubungan antaride dalam setiap paragraf, dan penemuan ide utama bacaan. 8enemuan ide pokok setiap paragraf dan ide utama bacaan penting dilakukan karena keduanya merupakan aspek yang akan diungkap di dalam ringkasan, sedangkan penemuan pola keterkaitan antaride yang terdapat di dalam paragraf dan pola keterkaitan antara judul dan ide#ide pokok dari setiap paragraf penting dilakukan karena pemahaman terhadap aspek tersebut dapat membantu siswa dalam mengembangkan urutan ringkasan yang akan dibuat. 6.$ahap 8asca 5aca $ahap pascabaca berisi aktivitas penuangan ide utama dan ide#ide pokok setiap pargraf ke dalam 8 -5 dan pembuatan ringkasan isi bacaan dengan menggunakan 8 -5. 8enuangan ide utama dan ide#ide pokok dari setiap paragraf dimaksudkan agar siswa dapat melihat secara konkret hubungan antaride yang ada di dalam bacaan. 8 -5 ini penting dilakukan karena siswa kelas - D sedang berada dalam tahap perkembangan kognitif %operasional konkret%, sedangkan perkembangan bahasanya sedang berada dalam tahap %kreatif%. 8ada kedua tahap perkembangan itu siswa memerlukan penanda konkret dalam memahami sesuatu. Dengan 8 -5 tersebut, siswa dapat dibantu

1:
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

dalam membuat ringkasan isi bacaan. 2al itu terjadi karena dengan pemetaan siswa dapat melihat hubungan dan urutan antar ide yang membentuk struktur isi bacaan.

1;
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

BAB III !E%.DE PENELI%IAN

A. Setting Penelitian 3okasi yang penulis pilih adalah di ekolah Dasar .egeri 3owokwaru

Kecamatan 3owokwaru Kota "alang. !da beberapa alasan penulis menunjuk lokasi tersebut bahwa di D. 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang belum pernah diadakan penelitian yang sejenis. Caktu penelitian yang penulis tentukan adalah 5ulan *ebruari sampai dengan bulan !pril 1))(. 8ada tahun ajaran 1))(@ 1)1). ubyek yang merupakan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas D. 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang pada tahun ajaran

1))(@1)1). dalam hal ini jumlah siswa sebanyak 1; orang siswa, teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi.

B. #ancangan Penelitian 8enelitian ini merupakan penelitian kolaborasi yang melibatkan teman sejawat sebagai teman dalam berdiskusi, sebagaimana yang disebutkan bahwa materi ini meliputi meringkas isi bacaan eksposisi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bacaan pemahaman yang meliputi tahap 8rabaca, aat

1<
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

5aca dan 8asca 5aca. 'adi materi dalam penulisan makalah ini merupakan bagian materi yang diteliti oleh teman sejawat, dalam hal ini materi yang dibahas penulis yaitu meringkas isi bacaan eksposisi pada bacaan pemahaman tahap aat 5aca. 'enis penelitian ini merupakan penelitian tindakan. ejalan dengan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk menerapkan 8 -5 sebagai upaya memecahkan masalah pembelajaran membaca pemahaman di kelas D.

8ermasalahan tersebut adalah dengan menerapkan 8 -5, upaya#upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan meringkas isi bacaan eksposisi bagi siswa kelas - di pembelajaran membaca pemahaman. $ahap#tahap penelitian ini mengikuti % iklus 4lang% yang dibuat oleh Kemmis ? "e $aggart &1(//: 1;). !ktivitasnya dimulai dari studi pendahuluan. Dalam tahap ini dilakukan pengamatan pembelajaran kelas, tes awal dan wawancara baik yang dilakukan terhadap guru maupun terhadap siswa. !ktivitas ini dimaksudkan untuk memperoleh data awal tentang keadaan pembelajaran membaca pemahaman yang terkait dengan aktivitas memahami dan meringkas isi bacaan. etelah tindakan ditetapkan dilanjutkan dengan aktivitas perencanaan, D. 'atimulyo -- Kota "alang dalam

pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi, analisis dan simpulan. $ahap tersebut dilakukan berulang#ulang, pengulangan tahap#tahap tersebut didasarkan pada hasil refleksi yang diberikan pada setiap akhir siklus.

10
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

". !etode Peng$m)$lan Data 8engumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan,

wawancara dan tes. "asing#masing teknik tersebut dilakukan dengan cara berikut: 1. 8engamatan 8engamatan ini dilakukan oleh peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian. $eknik ini dilakukan dengan cara mengamati secara seksama data yang berkaitan dengan prilaku guru dan siswa dalam proses pembelajaran. !dapun aktivitas yang dilakukan berkaitan dengan penemuan ide#ide pokok tiap paragraf, penemuan pola hubungan antaride setiap paragraf, penemuan ide utama bacaan, penuangan ide utama dan ide#ide pokok ke dalam 8 -5

dalam membuat ringkasan isi bacaan dengan 8 -5 yang telah dibuamya. 1. Cawancara $eknik ini dilakukan dengan cara mewawancarai guru dan siswa utnuk mendapatkan data tentang kesulitan#kesulitan dan kemudahan#

kemudahan guru dalam mengajar dan siswa dalam belajar. !ktivitas ini dilakukan setelah pembelajaran berakhir dan dilakukan secara terpisah. !dapun data nyang digali melalui wawancara ini mencakup kesulitan siswa dalam penemuan ide#ide pokok tiap paragraf, penemuan pola hubungan antaride setiap paragraf penemuan ide utama bacaan, penuangan ide utama dan ide#ide pokok ke dalam 8 -5 dalam membuat ringkasan isi bacaan

dengan 8 -5 yang telah dibuatnya.

1/
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

6. $es $eknik ini digunakan dengan cara mengajukan pertanyaan#pertanyaan dan tugas#tugas kepada siswa. $es yang digunakan berupa %tes esai% dan %$ugas reproduksi%. 8elaksanaan tes untuk setiap siklus diadakan 1 kali, yaitu tes dalam proses pembelajaran dan tes mandiri.

D. Analisis Data "enurut "iles dan 2uberman &1((1: 1/) tahapan analisis meliputi langkah#langkah: &1) menelaah data terkumpul, &1) mereduksi data, &6) menyimpulkan, dan &;) memverifikasi. ,eduksi data merupakan proses yang meliputi kegiatan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan semua data yang diperoleh. $ahap penyajian data dilakukan dengan cara menyusun informasi secara naratif yang diperoleh dari hasil reduksi data sehingga dapat ditarik kesimpulan tentang proses pembelajaran, perkembangan kemampuan siswa, kesulitan yang dialami siswa serta hasil yang diperoleh sebagai akibat pemberian tindakan. $ahap penyimpulan dan verifikasi dilakukan berdasarkan data yang disajikan dan merupakan pengungkapan akhir dari hasil tindakan penerapan strategi pemetaan struktur isi bacaan.

1(
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

E. Prosed$r Penelitian 1. 8erencanaan $indakan 8erencaan pembelajaran dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas sebagai partisipan dalam penelitian hasil perencanaan pembelajaran disebut dengan ,ancangan 8embelajaran &,8).

1. 8elaksanaan $indakan !ktivitas yang dilakukan pada tahap ini merupa pelacakan dan pemaknaan kata#kata sukar, uji prediksi, penemuan ide pokok paragraf, penemuan pola hubungan antaride, penemuan ide utama bacaan, penuangan ide utama dan ide#ide pokok dari setiap paragraf ke dalam 8 -5 dan pembuatan ringkasan isi bacaan dengan 8 -5. 6. 8engamatan $indakan 8engamatan secara intensif dilakukan oleh peneliti terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas. -nstrumen yang digunakan oleh peneliti berupa format catatan lapangan dan format lembar pengamatan. 5utir#butir yang diamati berupa kemampuan siswa dalam menemukan ide#ide pokok yang terdapat dalam setiap paragraf, menemukan pola hubungan antaride setiap paragraf, menemukan ide utama bacaan, menuangkan ide utama dan ide#ide pokok dalam setiap paragraf ke dalam 8 -5 dan membuat ringkasan isi bacaan dengan 8 -5 yang telah dibuatnya.

1)
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:. ,efleksi $indakan emua informasi yang diperoleh baik melalui catatan lapangan, pengamatan maupun wawancara, dikaji, direnungkan dan dievaluasi agar diperoleh kesimpulan tentang tingkat kemampuan dan jenis kesulitan yang dihadapi guru@ siswa dalam menemukan ide#ide pokok setiap paragraf, menemukan pola hubungan antaride dalam paragraf, menemukan ide utama bacaan, menuangkan ide utama dan ide#ide pokok ke dalam 8 -5 dan dalam meringkas isi bacaan dengan 8 -5 yang telah dibuat.

11
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

BAB I/ HASIL PENELI%IAN

A. Sikl$s I 0. Perencanaan Pem*ela&aran Sikl$s I 8erencanaan siklus - ditemukan data baik tema pembelajaran maupun tema $es "andiri yang dipilih sebagai pengikat konteks pembelajaran sudah sesuai dengan pilihan yang terdapat di dalam +588 Kurikulum D 1((: untuk kelas -. $ema yang dipilih untuk pembelajaran adalah %kesenian% sedangkan tema untuk $es "andiri %perhubungan%. 'udul bacaan untuk materi pembelajaran %gitar%, materi ini merujuk pada tema %kesenian%. 'udul bacaan untuk $es "andiri %alat transportasi% bacaan ini merujuk pada tema %perhubungan%. Dengan demikian sudah terdapat kesesuaian antara pilihan tema dan bahan bacaan yang digunakan dalam pembelajaran dan yang digunakan $es "andiri. 8emberian muatan %kata#kata kunci% pada aktivitas penemuan ide pokok paragraf dan muatan pemetaan pada aktivitas penemuan pola hubungan antaride dan pada aktivitas penemuan ide utama bacaan. 1. Pelaksanaan Sikl$s I a. 8emaknaan Kata#Kata ukar dalam 5acaan !ktivitas pemaknaan kata#kata sukar dilakukan dengan cara mula#mula meminta siswa membaca sepintas keseluruh bacaan, sambil menandai atau mencatat kata#kata yang belum diketahui maknanya. Kata#kata sulit yang

11
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

ditemukan siswa antara lain %ladang% dan %nampang%. Kata#kata tersebut dibahas maknanya berdasarkan makna kamus dan makna konteks. !ktivitas tersebut dilakukan dengan meminta beberapa siswa melihat makna yang terdapat di dalam kamus, kemudian dibahas lagi berdasarkan konteks kalimat yang ada di dalam bacaan. b. 4ji 8rediksi !ktivitas uji prediksi dilakukan dengan mula#mula mmeinta siswa membaca bacaan secara sepintas kemudian diteruskan dengan tanya jawab tentang kebenaran prediksi dari beberapa siswa. 5aik prediksi yang betul maupun yang salah tidak diberikan penilaian. iswa diberikan kebebasan untuk menilai sendiri prediksinya. !ktivitas uji prediksi tersebut tercermin pada penggalan teks komunikasi berikut. Or : "Bagaimana, perkiraanmu tentang isi bacaan, tepat tidak? " Sw : "salah Bu; Isinya "Koboi asli dan koboi tiruan, Bu " !r : "Salah tidak apa"apa, yang penting sekarang kamu tahu isi bacaannya? Siapayang tebakannya betul? " Sw : #tidak ada yang tun$uk$ari, tebakan siswa semua salah% !r : "&a, tidak apa"apa, yang penting sekarang kalian telah tahu isinya " !ktivitas guru dalam membimbing siswa melakukan uji prediksi tersebut sudah betul, sebab prediksi isi bacaan memang tidak dimaksudkan untuk menilai, melainkan dimaksudkan untuk mendorong siswa membaca bacaan yang akan diringkasnya dengan cermat.

c. 8elacakan -de 8okok 8aragraf

16
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

!ktivitas pelacakan ide paragraf dilakukan dengan cara dengan menggunakan pertanyaan#pertanyaan pelacak. 8ertanyaan#pertanyaan

pelacak tersebut sudah dikaitkan dengan kata#kata kunci. !ktiviatasnyan dilakukan dengan meminta siswa membaca paragraf -, kemudian dilakukan dengan menggunakan pertanyaan pelacak, guru menanyakan kata#kata yang digunakan secara berulang#ulang dalam paragraf atau biasa disebut dengan %kata kunci%. d. 8enemuan 8ola 2ubungan !ntaride dalam 8aragraf !ktivitas penemuan pola hubungan antaride dilakukan dengan cara menggunakan pertanyaan#pertanyaan pelacak. 8ertanyaan pelacak

digunakan untuk membimbing siswa mengidentifikasi ide#ide yang ada didalam paragraf, yaitu ide pokok dan ide#ide penjelas. Kata#kata transisi yang digunakan beserta jenis pola hubungannya, sedangkan pemetaan digunakan utnuk memvisualisasikan pola hubungan tersebut sehingga menjadi konkret. 2. .*ser3asi Sikl$s I K5" diakhiri dengan tes. $es diberikan dalam 1 jenis, yaitu $es 8roses 8embelajaran dan $es "andiri. 8enyelesaian $88 dibantu guru dengan pertanyaan#pertanyaan pelacak, sedangkan penyelesaian $es "andiri dikerjakan siswa secara mandiri &tanpa bantuan pertanyaan#pertanyaan pelacak). oal tes difokuskan pada penemuan ide pokok setiap paragraf, penemuan pola hubungan

1:
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

antaride, penemuan ide utama bacaan, penuangan ide utama dan ide#ide pokok paragraf ke dalam 8 -5, dan pada pembuatan ringkasan isi bacaan dengan media 8 -5. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui bahwa rerata hasil $es 8roses 8embelajaran berdasarkan semua item soal lebih tinggi dari $es "andiri. ,erata hasil $88 0/,1D, sedangkan $es "andiri baru mencapai <),;D. Dengan demikian terdapat perbedaan sebesar 10,<D. 2asil tes siklus 1 secara tampak pada tabel berikut.

Hasil %es Sikl$s I


.o !ktivitas $88 5eetul ,erata $88 &D) $" 5etul ,erata $" &D) 8erbedaan

alah

alah

"enemukan ide#ide pokok paragraf "enemukan pola hubungan antaride "enemukan ide utama bacaan "enuangkan ide#ide pokok kedalam 8 -5 "embuat ringkasan isi bacaan ,erata

10 11 1: 11 16 1) 11 / 1;

6 / < ( 0 1 / 1 <

0/D

01,;D

11 1; 16 11 1) ( 11 11 1)

( < / ( 1) 11 / ( 1)

<0,;D

1),; D

<)D

11,;D

0;D

;)D

1;D

10

/;D

11

<)D

1;D

1<

/)D 0/,1D

16

<;D <),;D

1;D 10,<D

<

1;
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

Dari hasil tes siklus - pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa antara rerata hasil $" lebih rendah daripada rerata hasil $88. ,inciannya dapat dijelaskan sebagai berikut : &1) rerata hasil $88 pada penemuan ide pokok setiap paragraf mencapai 0/,1D, sedangkan $" <),;D &rerata hasil $" lebih rendah 10,<D daripada rerata hasil $88). &1) rerata hasil $88 pada penemuan pola hubungan antaride yang ada di dalam paragraf mencapai 01,;D, sedangkan $" <)D &rerata hasil $" lebih rendah 11,;D daripada rerata hasil $88), &6) rerata hasil $88 pada penemuan ide utama bacaan mencapai 0;D, sedangkan $" ;)D &rerata hasil $" lebih rendah 1;D daripada rerata hasil $88), &:) rerata hasil $88 pada penuangan ide pokok bacaan ke dalam bentuk 8 -5 mencapai /;D, sedangkan $" <)D &rerata $" lebih rendah 1;D daripada rerata hasil $88), dan &;) rerata hasil $88 pada pembuatan ringkasan isi bacaan dengan media 8 -5 mencapai /)D, sedangkan $" <;D &rerata hasil $" lebih rendah 1;D dari pada rerata hasil $88). Dengan masih rendahnya rerata $" menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas#tugas mandiri pada siklus 1 masih perlu ditingkatkan. 4. #e leksi Sikl$s I Dari hasil paparan data pada siklus 1 tersebut, dapat diketahui bahwa dengan penerapan 8 -5 dalam pembelajaran membaca dan meringkas isi bacaan kemampuan siswa dalam menemukan ide pokok setiap paragraf, menemukan pola hubungan antaride paragraf, menemukan ide utama bacaan, menuangkan ide utama bacaan dan ide#ide pokok dari setiap paragraf ke dalam 8 -5, dan

1<
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

dalam membuat ringkasan isi bacaan dengan media 8 -5 meningkat dengan sangat signifikan. .amun demikian, peningkatan itu baru pada kemampuan tugas# tugas $88, sedangkan pada tugas#tugas $" masih belum memuaskan. ,erata hasil $88 mencapai 0/,1D, tetapi rerata hasil $" baru mencapai <),;D. Dengan demikian, kamampuan siswa dalam menyelesaikan tugas#tugas $" masih perlu ditingkatkan. Dari hasil pengamatan pembelajaran di kelas diketahui bahwa keberhasilan peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas#tugas $88 dikarenakan siswa dibimbing guru dengan pertanyaan#pertanyaan pelacak. +uru telah mahir menggunakan pertanyaan#pertanyaan pelacak dalam membantu siswa menemukan ide pokok paragraf, menemukan pola hubungan antaride paragraf, menemukan ide utama bacaan, menuangkan ide utama bacaan dan ide pokok dari setiap paragraf ke dalam bentuk 8 -5, dan dalam membuat ringkasan isi bacaan dengan 8 -5. .amun demikian, ketika bimbingan dengan pertanyaan pelacak tidak dilakukan, rerata hasil $" menjadi menurun. Dengan demikian, siswa masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas#tugas $" &tugas#tugas mandiri). Dari wawncara dengan siswa diketahui bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan tugas#tugas mandiri karena siswa belum tahu sarana yang dapat dipergunakan sebagai upaya mengidentifikasikan ide pokok paragraf dan siswa memerlukan visualisasi dalam mengidentifikasi pola hubungan antaride dan

10
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

dalam mengidentifikasi ide utama bacaan. Dengan demikian, untuk mengatasi kesulitan tersebut, siswa perlu diberikan bimbingan tentang cara mengidentifikasi ide pokok paragraf dan perlu diberikan tambahan visualisasi sebagai upaya mengkonkretkan pola hubungan antaride paragraf dan pola keterkaitan antara judul dan ide#ide pokok dari setiap paragraf sebagai upaya menemukan ide utama bacaan. Dan mulai aktivitas %penjajagan% yang dilakukan pada saat wawancara dengan siswa. Diketahui bahwa sarana yang dapat membantu siswa menemukan ide pokok paragraf adalah %kata#kata kunci% dan sarana visualisasi yang dapat digunakan untuk mengkonkretkan pola hubungan antaride paragraf dan pola hubungan antara judul dan ide#ide pokok paragraf adalah %pemetaan%. Dengan demikian, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam meyelesaikan tugas# tugas $" pada siklus 1 siswa perlu dibimbing dengan menggunakan pertanyaan pelacak yang dikaitkan dengan penggunaan kata#kata kunci dan dengan pemetaan. 4ntuk mewujudkan hal itu guru perlu diberikan pelatihan tentang cara menggunakan pertanyaan#pertanyaan pelacak yang dikaitkan dengan

penggunaan kata#kata kunci dan yang dikaitkan dengan penggunaan pemetaan. 8elatihan tersebut masih perlu memperhatikan keaadaan kelompok siswa di kelas, yaitu siswa kelompok %pandai%, %sedang%, dan %kurang%. iswa kelompok %pandai% cukup diberikan dalam bentuk pertanyaan pelacak bentuk

1/
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

terbuka, siswa kelompok %sedangB memerlukan bimbingan dengan pertanyaan pelacak bentuk terbuka dan tertutup yang dipergunakan secara bergantian, sedangkan kelompok siswa %kurang%, memerlukan bimbingan pertanyaan pelacak bentuk tertutup dan memerlukan penyederhanaan istilah#istilah yang digunakan. ementara pemetaan diperlukan oleh semua kelompok siswa.

B. Sikl$sII 0. Perencanaan Sikl$s II 8erencanaan yang di buat guru pada siklus 1, pada garis besarnya sama dengan perencanaan yang di buat pada siklus 1. 8erbedaan yang menonjol berupa penambahan kondisi pada $8K. Kondisi yang ditambahkan pada $8K adalah pemberian muatan %kata#kata kunci% pada aktivitas penemuan ide pokok paragraf dan muatan %pemetaan% pada aktivitas penemuan pola hubungan antaride dan pada aktivitas penemuan ide utama bacaan. 8erbedaan lainnya terdapat pada bahan bacaan yang digunakan sebagai materi pembelajaran. 8erbedaan bahan bacaan tersebut dimaksudkan agar siswa tidak bosan. Data yang dapat diperoleh dari perencanaan adalah &1) tema pembelajaran yang dipilih sebagai pengikat konteks pembelajaran adalah %kesenian% dengan anak tema %mode pakaian%, sedangkan tema untuk $" %perhubungan%. 8emilihan kedua tema ini telah sesuai dengan tema yang terdapat di dalam +588. 5ahan bacaan untuk pembelajaran berjudul %koboi%, isinya

1(
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

berkait dengan seni mode pakaian, sedangkan judul bacaan untuk $" adalah %alat transportasi%, isinya tentang alat#alat perhubungan atau alat transportasi. Dengan demikian, pemilihan kedua bahan bacaan tersebut telah sesuai dengan masing#masing tema yang telah ditetapkan. 1. Pelaksanaan Sikl$s 1 a. 8elacakan dan 8emaknaan kata#Kata ukar !ktivitas pelacakan dan pemaknaan kata#kata sukar dari bacaan dilakukan dengan cara yang sama dengan dilakukan dengan siklus -. !ktiviatas tersebut dilakukan dengan cara mula#mula meminta siswa membaca bacaan, menandai kata#kata yang belum diketahui maknanya, dan menuliskan kata#kata tersebut dipapan tulis. Kemudian dilanjutkan dengan membahas makna tersebut baik berdasarkan makna khusus maupun makna konteks. b. 4ji 8rediksi -si 5acaan !ktivitas uji prediksi juga dilakukan dengan cara yang sama dengan yang dilakukan dengan siklus -. !ktivitas tersebut dilakukan dengan cara mula#mula meminta siswa membaca sekali lagi bacaan yang akan diringkasnya. Diteruskan dengan tanya jawab tentang kebenaran prediksinya. 5aik prediksi yang betul maupun yang salah tidak diadakan penilaian. +uru hanya menyadarkan kepada siswa bahwa uji prediksi dimaksudkan agar siswa suka membaca dengan cermat sebagai upaya menguji prediksi yang telah ditetapkannya.

6)
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

c. 8elacakan -de 8okok 8aragraf !ktivitas ide pokok paragraf dilakukan dengan cara yang sama dengan yang dilakukan pada siklus sebelumnya. 8erbedaaannya pada siklus -penggunaan pertanyaan#pertanyaan pelacak bentuk terbuka frekuensinya lebih tinggi daripada siklus -, karena pertanyaan tertutup hanya digunakan pada pembahasan paragraf pertama. 8ada paragraf kedua dan seterusnya, pertanyaan tertutup hnaya digunakan utnuk membimbing siswa kelompok %sedang% dan %kurang%. d. 8enemuan 8ola 2ubungan !ntaride 8aragraf 8embelajaran penemuan pola hubungan antaride yang terdapat di dalam paragraf dilakukan dengan cara yang sama dengan pembelajaran yang sama pada siklus -, yaitu dengan menggunakan pertanyaan pelacak dan pemetaan. !ktivitas tersebut dilakukan dengan mula#mula guru menanyakan ide#ide yang ada di dalam paragraf, kemudian guru memetakan ide#ide yang ada di dalam paragraf. e. 8elacakan -de 4tama 5acaan !ktivitas penemuan ide utama bacaan juga dilakukan dengan cara yang sama dengan yang dilakukan pada siklus sebelumnya. !ktivitas dilakukan dengan menggunakan pertanyaan#pertanyaan pelacak dan pemetaan. 8ertanyaan pelacak digunakan untuk menanyakan kembali judul dan ide#ide pokok dari setiap paragraf beserta hubungan keterkaitannya. edangkan

pemetaan digunakan guru untuk memvisualisasikan hubungan keterkaiatan

61
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

antara judul dan ide#ide pokok paragraf. 2. Pengamatan Sikl$s II Kegiatan belajar mengajar diakhiri dengan tes. $e diberikan dalam 1 jenis, yaitu $es 8roses 8embelajaran dan $es "andiri. 2asil $es 8roses 8embelajaran dan $es "andiri siklus -- tampak pada tabel berikut. Hasil %es Sikl$s II
$88 alah 1 # 1 # # 1 1 1 1 # ; ,erat a $88 &D) (;D $" 5etul 1; 1< 10 16 # 1; 10 1/ 1: # 1: 10 1/ 1 ()D 1< : alah ; : 6 0 # ; 6 1 < # < 6 /;D ;D ,erata $" &D)

.o

!ktivitas

5etul 1/ 1) 1( 1) # 1( 1/ 1( 1/ # 1;

8erbedaan

1 "enemukan ide#ide pokok paragraf 1 "enemukan pola hubungan antaride 6 "enemukan ide utama bacaan : "enuangkan ide#ide pokok kedalam 8 -5 ; "embuat ringkasan isi bacaan < ,erata

/0,;D

0,;D

(1,; D

/)D

11,;D

0;D

0)D

;D

10

/;D /0,; D

/)D /),;D

;D 0D

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa &1) rerata hasil $88 pada penemuan ide pokok setiap paragraf (;D, $es "andiri /0,;D, &1) ,erata hasil $es 8roses 8embelajaran pada penemuan pola hubungan antaride yang ada di dalam paragraf (1,;D, $es "andiri /)D &rerata hasil $" lebih rendah 11,;D

61
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

daripada rerata hasil $88). &6) ,erata hasil $88 pada penemuan ide utama bacaan 0;D, $" 0)D &rerata hasil $" lebih rendah ;D daripada rerata hasil $88). Dengan memperhatikan rerata hasil $es 8roses 8embelajaran berdasarkan semua item soal yang telah mencapai /0,;D dan rerata hasil $" telah mencapai /),;D, maka dapat diketahui bahwa dengan diberikan bimbingan berupa pengenalan kata#kata kunci dan pemetaan yang dimulai sejak siklus --, kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas#tugas $es 8roses 8embelajaran dan $es "andiri semakm meningkat. 4. #e leksi Sikl$s II Dari hasil paparan data tersebut dapat diketahui bahwa jika dibandingkan dengan aktivitas pada siklus -, maka penemuan ide#ide pokok setiap paragraf, penemuan hubungan antaride, penemuan ide utama bacaan, penuangan ide utama dan ide#ide pokok dari setiap paragraf ke dalam 8 -5, dan pembuatan ringkasan isi bacaan dengan 8 -5 pada siklus -- menunjukkan hasil yang semakin meningkat, bahkan proses penemuannya dapat dilakukan dengan lebih cepat. 8enggunaan kata#kata kunci pada pembelajaran siklus -- telah membantu siswa menemuka ide pokok paragraf secara cepat, tepat dan mandiri. Dengan demikian sudah tidak lagi diperlukan banyak waktu utnuk menjelaskan cara mengidentifikasi ide pokok paragraf dengan kata#kata kunci itu. Di samping itu, dengan pemetaan terhadap ide#ide dan kata#kata transisi yang digunakan di dalam paragraf dapat membantu siswa menemukan jenis pola hubungan antaride paragraf dengan cepat dan tepat. "engingat hasil dan proses penemuan ide pokok paragraf, pola

66
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

hubungan antaride, ide utama, penuangan ide utama dan ide#ide pokok paragraf ke dalam 8 -5 dan pembuatan ringkasan isi bacaan dengan 8 -5, yang dilakukan dalam siklus -- telah dapat dilakukan dengan hasil yang tepat dan dalam waktu yang cepat, maka tindakan pembelajaran yang sama untuk siklus --- sudah tidak diperlukan lagi, sehingga proses pembelajaran dapat dituntaskan pada siklus -- saja. ". Pem*ahasan 1. 8elacakan dan 8emaknaan Kata#kata ukar 8elacakan dan pemaknaan kata#kata sukar merupakan aktivitas penting sebelum aktivitas membaca pemahaman dilakukan. 8emaknaan kata#kata sukar ini penting agar siswa tidak terhambat dalam memahami isi bacaan. 8embelajaran dapat dilakukan dengan mula#mula siswa diminta membaca bacaan secara sepintas sambil mencatat@ menandai kata#kata sukar tersebut Kemudian siswa diminta menuliskannya di papan tulis. Dan akhirnya kata#kata sukar tersebut dibahas maknanya berdasarkan makna kamus dan makna konteks. 8ada siklus 1 dan 1 aktivitas ini telah dilakukan sesuai dengan maksud pemaknaan kata#kata sukar tersebut. 8engaruh positif yang tampak dari aktivitas ini adalah pada saat siswa memahami isi bacaan tidak terjadi interupsi berkaitan dengan makna kata#kata sukar tersebut. Dengan tidak terjadinya interupsi, membuktikan bahwa pemaknaan kata#kata sukar dapat mengurangi hambatan yang dihadapi siswa dalam memahami isi bacaan.

6:
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

1. 4ji8rediksi !ktivitas uji prediksi dimaksudkan utnuk menilai kebenaran prediksi yang ditetapkan siswa pada tahap sebelumnya. !ktivitas ini dapat dilakukan dengan mula#mula meminta siswa membaca secara sepintas keseluruhan isi bacaan, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab tentang kebenaran prediksi isi bacaan yang ditetapkan siswa. !ktivitas uji prediksi pada siklus 1 dan 1 sudah dilaksanakan sesuai engan maksud dilakukannya uji prediksi tersebut. Dengan aktivitas ini, siswa dapat mengetahui kebenaran prediksi yang telah ditetapkan. Disamping itu, siswa juga memperoleh kesan umum tentang isi bacaan yang akan diringkasnya. 6. 8enemuan -de 8okok 8aragraf 8embelajaran penemuan ide pokok paragraf dapat dilakukan dengan menggunakan pertanyaan#pertanyaan pelacak yang dikaitkan dengan

pemanfaatan kata#kata kunci. 2ambatan yang terdapat pada siswa merupakan hal wajar, karena akativitas penemuan ide pokok paragraf dengan penggunaan pertanyaan# pertanyaan pelacak entuk terbuka dan tertutup serta beberapa istilah yang digunakan masih merupakan hal baru, sehingga wajar jika guru masih harus mengubah bentuk pertnayaan terbuka dan tertutup secara bergantian dan masih harus menjelaskan beberapa istilah teknis yang digunakan. :. 8enemuan 8ola 2ubungan !ntaride di dalam 8aragraf

6;
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

8enemuan pola hubungan antaride yang terdapat di dalam paragraf, juga penting bagi siswa. 8enemuan pola ini akan dapat memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana ide#ide yang ada di dalam paragraf saling berhubungan. Dengan demikian, siswa akan dapat mengetahui apakah ide pokok itu dijelaskan, dibanding#bandingkan, dipertentangkan atau mengikuti pola sebab akibat. !ktivitas pembelajarannya dapat dilakukan dengan cara mula#mula meminta siswa membaca paragraf yang dibahas, kemudian mereka dapat diajak untuk mengidentifikasi ide#ide yang ada di dalam paragraf beserta kata#kata transisi yang menghubungkannya. 5ersama dengan penemuan ide#ide yang ada di dalam paragraf tersebut, guru dapat melakukan pemetaan terhadap ide#ide yang telah ditemukan. Dari hasil pemetaan pola keterkaitan antaride beserta kata#kata transisi yang digunakan siswa diajak menentukan jenis pola hubungannya. ;. 8enemuan -de 4tama 5acaan !ktivitas ini dapat dilakukan dengan mula#mula menanyakan kembali kepada siswa judul dan ide#ide pokok yang telah ditemukan dari setiap paragraf. 'udul dan ide#ide pokok yang sudah ditemukan kembali tersebut, kemudian dipetakan. Keterkaitan antara judul dan ide#ide pokok yang telah terpetakan tersebut diidentifikasi ide utamanya dengan menggunakan pertanyaan %apanya yang dibicarakan dari judul itu 9%

6<
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

BAB / 'ESI!PULAN DAN SA#AN

A. 'esim)$lan 8eningkatan kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan tercermin pada semakin cepat dan semakin tepatnya siswa dalam menemukan ide pokok setiap paragraf, menemukan pola hubungan antaride dalam paragraf, menemukan ide utama bacaan, menuangkan ide utama dan ide#ide pokok dari setiap paragraf ke dalam 8 -5, dan dalam membuat ringkasan isi bacaan. 8eningkatan

kemampuan dalam membuat ringkasan isi bacaan tercermin pada semakin baiknya hasil ringkasan yang dibuat siswa. emula hasil ringkasan siswa belum terfokus pada ide#ide pokok dan belum tersaji sesuai dengan pola urutan keterkaitan ide#ide seperti yang ada di dalam bacaan. Dengan diterapkannya pada 8 -5, ringkasan siswa menjadi semakin baik, yaitu menjadi terfokus pada ide#ide pokok dan tersaji sesuai dengan pola urutan keterkaitan ide#ide seperti yang terdapat di dalam bacaan. 5erkaitan dengan hal di atas hal ini berarti terbukti penggunaan 8 -5 dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam meringkas isi bacaan eksposisi dalam pembelajaran membaca pemahaman kelas - di D. 'atimulyo -- Kecamatan 3owokwaru Kota "alang.

60
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

B. Saran 8 -5 terbukti efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran membaca dan meringkas isi bacaan di kelas - di D. 'atimulyo --

Kecamatan 3owokwaru Kota "alang. Dengan demikian, dengan sedikit modifikasi dan penyesuaian#penyesuaian seperlunya, strategi ini

dimungkinkan dapat pula digunakan di kelas -

D lain, bahkan

dimungkinkan pula digunakan di kelas#kelas yang lebih tinggi. 5ertolak dari itu, maka disarankan agar : 1. +uru#guru kelas - D dalam membimbing siswa memahami dan meringkas isi bacaan eksposisi menggunakan strategi 8 -5. Karena 8 -5 merupakan strategi yang relatif baru, maka sebelum guru menggunakannya di kelas perlu diadakan pelatihan. 1. 8ara peneliti selanjutnya strategi pembelajaran membaca dan meringkas isi bacaan bersedia menyebarluaskan 8 -5 melalui berbagai jurnal pendidikan, media masa dan buku#buku yang diterbitkannya agar masyarakat pendidik dapat memperoleh informasi yang cukup tentang konsep dan cara menggunakan 8 -5 dalam pembelajaran membaca dan meringkas isi bacaan di kelas.

6/
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

DAF%A# PUS%A'A

!khadiah, . 1((). 'enga$aran (embaca dan (enulis di Sekolah )asar* 'akarta : 81" DK. Depdikbud. 1((;. 'etun$uk 'elaksanaan Kegiatan Bela$ar (enga$ar Kelas + Sekolah )asar* 'akarta: Dikdasmen. Effendy, E. 4 dan 8raja, '. . 1(/(. 'engantar 'sikologi* 5andung: !ngkasa. 2anafi, !. dan "anan. 1(//. 'rinsip"prinsip Bela$ar ,ntuk (enga$ar* urabaya: 4saha .asional. 8atty, dkk. 1(06. !aris"garis Besar Ilmu -iwa Bela$ar* "alang: -K-8 ub 8royek 8enulisan 5uku 8elajaran 86$. 8rayitna, E. 1(/(. (oti.asi )alam Bela$ar* 'akarta: Depdikbud Dikjen 8$. 8urwanto, ". .. 1(//. 'rinsip"prinsip )an /eknik 0.aluasi 'enga$aran* 5andung: ,emaja 'aya. $im pelatih 8royek 8+ ". 1(((. 'enelitian /indakan Kelas #1lassroom 2ction 3esearch%* 'akarta: Depdikbud. $irtarahardja, 4. . 1((:. 'engantar 'endidikan* 'akarta: 8royek 8embinaan dan 8eningkatan "utu $enaga Kependidikan. Cinataputra, 4din , dkk. 1))1. Strategi Bela$ar (enga$ar* 'akarta:

4.-FE, -$! $E,54K!.

6(
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:)
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:1
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:1
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:6
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

::
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:;
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:<
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:0
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:/
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

:(
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

;)
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

;1
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

;1
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia

;6
Fransisca Patmiati ,S.Pd || Bahasa Indonesia