Anda di halaman 1dari 2

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam Dunia Pendidikan Dalam dunia pendidikan, belajar mengajar mempunyai peran penting

untuk menjadikan masa depan seseorang. Pendidikan harus dilaksanakan setiap individu. Untuk mendapatkan yang baik, maka kita harus mempunyai perencanaan yang baik juga. Salah satu perencanaan yang baik adalah dengan menerapkan IQ, EQ, dan SQ dalam pendidikan. Sadar atau tidak, potensi kecerdasan intelektual, emosiaonal, dan spritual itu ada dalam keseluruhan diri sebagai manusia. IQ berada di wilayah otak kita, yang karenanya terkait kecerdasan otak, rasio, nalar-intelektual. EQ mengambil wilayah di sekitar emosi diri kita, yang karenanya lebih mengembangkan emosi supaya lebih cerdas, tidak cenderung marah. Sedangkan SQ mengambil tempat seputar jiwa, hati, yang karenanya dikenal sebagai the soul's intelligence: kecerdasan jiwa, hati, yang menjadi hakikat sejati kecerdasan spiritual (Sukidi, 2002) 1. IQ merupakan kecerdasan tunggal dari setiap individu. IQ merupakan kemampuan matematis, mencari hubungan antara suatu bentuk dengan bentuk lain, mengenali, dan merangkai kata-kata serta mencari hubungan antara satu kata dengan kata yang lainnya. IQ merupakan sesuatu yang harus dikuasai terlebih dahulu karena merupakan dasar yang akan membuat seorang berpikir rasional yang memang dibutuhkan dalam pendidikan untuk dapat mencapai kesuksesan. Misalnya, orang yang mempunyai IQ tinggi biasanya memiliki kecerdasan yang sebanding dengan IQ nya. Karena mampu menghubungkan sesuatu dengan sesuatu dengan mudah dan cepat. Jika kita perhatikan soal test IQ, sangat sederhana, namun dibalik itu kita bisa menemukan hubungan yang erat kaitannya dengan kehidupan. Oleh karena itu, penerapan IQ ini dalam pendidikan sangat penting untuk menghasilkan SDM yang dapat berpikir rasional dan berkualitas. 2. EQ merupakan serangkaian kemampuan mengontrol, menggunakan emosi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. EQ ini juga harus dipelajari oleh tiap individu karena berdasarkan pengertian diatas, tiap orang harus dapat mengendalikan emosi. Emosi ini berada di tingkat kuantum. Berdasarkan dari pelatihan yang pernah saya ikuti, jika beremosi negatif, maka alam akan merespon dengan negatif. Contohnya adalah ketika seseorang mengucap kata dengan emosi negatif. Maka dia akan terkena timbal balik dari kata dan emosinya karena alam merespon tersebut. Seperti Law of Attraction. Sedangkan bila vibrasi baik, ikhlas memberi dan menerima apa yang terjadi, maka kita akan menerima timbal balik positif juga. Makanya dalam agama diberi tahu, semakin banyak bersedekah, semakin banyak rezeki. Selain itu juga, Tuhan akan sesusai dengan prasangka hambaNya. Apabila diterapkan dalam pendidikan, maka banyak keajaiban yang tidak kita sadari akan terjadi. Misalnya, kita ingin IPK 4,00, kalau kita selalu terpikir takut IP rendah (emosi negatif), maka alam akan merespon dan membuat IP kita rendah. Tidak hanya dalam hal IPK, berhubungan dengan orang lain juga begitu. Inilah yang membuat kenapa EQ harus dipelajari selain IQ. 3. SQ adalah kecerdasan melihat makna, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. SQ merupakan kecerdasan tertinggi dalam diri. Belajar SQ merupakan belajar kebijaksanaan tertinggi. Jika hanya belajar IQ, yang ada hanya perdebatan ilmu yang secara logis ilmu itu diterima oleh manusia. Namun, jika belajar SQ, kita

bisa menerima perbedaan ilmu itu karena kita bersama Tuhan Maha Bijaksana, dan kita bisa menerima perbedaan tersebut. Bila kita dapat menguasainya, semua akan begitu lancar dan hubungan akrab.