Anda di halaman 1dari 23

Bab V

Tree

BAB V
TREE

1.Pengantar Pada bab 1 dan 4 telah dibahas Teori Himpunan dengan objek diskrit dan graf beserta beberapa contoh soal dan latihan materi yang telah dipelajari tersebut

mendasari dalam mempelajari materi tree(pohon) pada bab ini.

2. Kompetensi

Setelah mempelajari materi ini mahasiswa

dapat

memahami

pentingnya

mempelajari tree (aplikasi graf ) dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari secara tepat.

3. Pokok bahasan: Pohon (Tree) Sub Pokok bahasan : Definisi Pohon (Tree) Hutan (forest) Pewarnaan pohon Pohon Perentang(spanning tree) Terminologi pada pohon berakar Pohon terurut Pohon m-aray Pohon Biner Pohon Ekspresi Pohon Keputusan Kode Huffman

4. Kegiatan Belajar :

Pohon (Tree) adalah graf tak berarah terhubung yang tidak

mengandung

sirkuit. Konsep pohon merupakan salah satu konsep dari graf yang terapannya

Matematika diskrit

V-1

Bab V

Tree

banyak digunakan baik di bidang ilmu komputer maupun bidang lain yang mengkaji pohon sebagai obyek matematika. Pada kehidupan sehari hari tanpa disadari kita telah menerapkan konsep tree untuk menggambarkan hirarki, misalnya hirarki silsilah keluarga, pertandingan olah raga, struktur organisasi. Penggunaan dalam tata bahasa seperti untuk menguraikan kalimat yang disebut dengan pohon parsing(parse tree) Menurut sejarah, teori pohon(tree) telah digunakan sejak tahun 1857 yaitu matematikawan Inggris Arhtur cayley menerapkan teori pohon untuk menghitung jumlah senyawa kimia. Pada bab 5 ini kita akan membahas tree yang ditinjau dari teori graf. Definisi 5.1. Pohon(tree) adalah graf tak berarah terhubung mengandung sirkuit Contoh 5.1. yang tidak

Gambar 5.1. : G1 pohon , G2 dan G3 bukan pohon

Gambar 5.1. menerangkan bahwa G1 merupakan pohon karena G1 merupakan graf tak berarah terhubung dan tidak mengandung sirkuit, G2 bukan pohon karena dalam graf G2 memuat sirkuit dan G3 juga bukan pohon karena grafnya tak terhubung. Apabila G = (V,E) adalah pohon maka V tidak boleh berupa himpunan kosong, tetapi E boleh berupa himpunan kosong. Contohnya graf yang terdiri atas satu simpul, disini V tidak kosong tetapi himpunan sisi E kosong. 4.1. Hutan (forest) Forest adalah kumpulan pohon yang saling lepas, atau graf yang tidak terhubung dan tidak mengandung sirkuit.
Matematika diskrit V-2

Bab V

Tree

Pohon didefinisikan juga sebagai graf tidak berarah dengan sifat bahwa hanya terdapat sebuah lintasan tunggal antara setiap pasang simpulnya .

Contoh 5.2.

Gambar 5.2. : Hutan yang terdiri atas tiga buah pohon

Ketiga graf gambar 5.2 merupakan hutan yang terdiri atas tiga pohon yang saling lepas atau tidak terhubung.

Sifat Pohon :

Sifatsifat pohon dapat diperhatikan pernyataan pada teorema 5.1 sebagai berikut. Teorema 5.1. : Misalkan G = (V,E) adalah graf tidak berarah sederhana dengan jumlah simpulnya n. Maka pernyataan berikut ekivalen : 1. G adalah pohon 2. Setiap pasang simpul didalam G terhubung dengan lintasan tunggal. 3. G terhubung dan memiliki m = n-1 buah sisi 4. G tidak mengandung sirkuit dan memilik m = n-1 buah sisi. 5. G tidak mengandung sirkuit dan penambahan satu sisi pada graf akan membuat hanya satu sirkuit . 6. G terhubung dan semua sisinya adalah jembatan ( Jembatan adalah sisi yang apabila dihapus menyebabkan graf tidak terhubung).

4.2. Pewarnaan pohon Apabila ditinjau dari teori pewarnaan graf, maka pohon mempunyai

bilangan kromatik 2 dengan kata lain dua buah warna cukup untuk mewarnai
Matematika diskrit V-3

Bab V

Tree

simpul - simpul di pohon sedemikian mempunyai warna sama. Untuk

tidak ada dua buah simpul yang bersisian diberikan pohon dengan simpul

ilustrasi

bertetangga diberi dua warna yang berbeda sbb:

Contoh 5.3 : Diberikan tree yang simpul bersisian akan diberi warna yang berbeda maka dalam pewarnaannya cukup menggunakan dua warna.

Gambar 5.3. Tree yang simpulnya akan diberi warna Jawab : Diambil dua buah warna untuk mewarnai simpul-simpul misal merah dan hijau dalam pewarnaannya dua simpul yang bersisian diberi warna yang berbeda apabila simpul a diberi warna merah maka simpul b diberi warna hijau karena simpul b bersisian dengan simpul a. Karena simpul b berwarna hijau maka simpul c berwarna merah dan simpul d, e, f berwarna hijau karena bersisian

dengan simpul c. Maka simpul yang berwarna merah : a, c dan yang berwarna hijau b, d, e, f jadi dua warna pada contoh tersebut merah dan hijau dapat

digunakan untuk mewarnai tree yang dimaksud .

4.3 Pohon Perentang (spanning tree) Misalkan G =( V, E ) adalah graf tidak berarah terhubung yang bukan pohon maka graf G memuat beberapa sirkuit. Graf G dapat diubah pohon T = ( Vi, Ei) dengan cara memutuskan sirkuit yang ada yaitu : menjadi

Matematika diskrit

V-4

Bab V

Tree

1. Pilih salah satu circuit lalu putuskan dengan Graf G tetap terhubung.maka jumlah circuit berkurang satu. 2. Lakukan proses tersebut sehingga circuitnya hilang dari graf G.

maka graf G berubah menjadi pohon T, yang disebut dengan Pohon perentang (spanning tree). Dalam hal ini simpul dalam T sama dengan simpul dalam graf G sedangkan sisi dalam T merupakan bagian dari sisi dalam graf G.

Contoh 5.4: Dari graf G sbb

Gambar 5.4. Graf yang akan dijadikan tree Dapat dibangun pohon (tree) dengan cara menghapus circuit satu demi satu sehingga diperoleh tree sbb :

Gambar 5.5 Tree yang mungkin terjadi

T1 , T2 dan T3 , adalah pohon yang diperoleh dengan menghapus circuit pada graf G Gambar 5.4. 4.3.1. Pohon Rentang Minimum (minimum spaning tree). Apabila G adalah graf berbobot, maka bobot pohon rentang T dari G didefinisikan sebagai jumlah bobot semua sisi di T. Pohon rentang yang berbeda
Matematika diskrit V-5

Bab V

Tree

mempunyai bobot yang berbeda pula . Diantara semua pohon rentang dalam graf G, pohon rentang yang berbobot minimum dinamakan pohon rentang

minimum(minimum spaning tree)

pohon merentang minimum ini

mempunyai

terapan yang luas dalam masalah riil. Contoh 5.5.: Misalkan akan dibangun jalur transpotasi darat yang menghubungkan sejumlah kota di suatu pulau, dalam rancangannya digambarkan sbb :

Gambar 5.6. Graf rancangan jalur transpotasi darat

dari rancangan yang ada diambil jalur yang terpendek dengan harapan biaya pembuatan lebih murah. Oleh karenanya diperlukan pohon merentang minimum untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu :

Gambar 5.7. Pohon merentang minimum jalur transpotasi darat Dalam membangun pohon rentang minimum terdapat dua algoritma yaitu algoritma prim dan algoritma kruskal.

Matematika diskrit

V-6

Bab V

Tree

Algoritma Prim Algoritma Prim membentuk pohon rentang minimum langkah demi langkah. Pada setiap langkah diambil sisi dari graf G yang mempunyai bobot minimum tetapi terhubung dengan pohon rentang minimum.

Langkah 1 : Ambil sisi dari graf G yang berbobot minimum, masukan ke dalam T. Langkah 2 : Pilih sisi (V1,V2) yang mempunyai bobot minimum dan bersisian dengan simpul di T, tetapi (V1,V2) tidak membentuk sirkuit di T. selanjutnya tambahkan (V1,V2) ke dalam T. Langkah 3 : Ulangi langkah 2 sebanyak n-2 kali.

Secara keseluruhannya algoritma Prim mempunyai 1 + (n-2) = n-1 jumlah langkah, yaitu sebanyak jumlah sisi di dalam pohon rentang dengan n buah simpul.

Algoritma prim jika ditulis dalam notasi pseudo-code sbb: Algoritma 5.1. algoritma untuk membentuk pohon merentang minimum
Prosedur Prim (input G : graf, output T; pohon)

{Membentuk pohon merentang minimum T darigrafterhubung

G.

Masukan : graf-berbobot terhubung G = (V,E)yang sama |V| = n T = (V,E)

Keluaran : pohon merentang minimum } Deklarasi e : sisi algoritma T sisi e

yang mempunyai bobot dengan

minimum T

dalam E

dan bersisian
Matematika diskrit

simpul dalam

V-7

Bab V

Tree

E E-{e}{ e For i 1 to

sudah n 2

dipilih do

jadi

e dibuang dari}

E sisi

yang

mempunyai bobot dengan

terkecil

di dalam E

dan bersisian

simpul di T T yang sudah

T T {e} {masukkan e ke dalam terbentuk} E E-{e} { e Algoritma Kruskal sudah dipilih , jadi

buang e dari E}

Pada algoritma Kruskal ini, sisi-sisi graf akan diurut berdasarkan bobotnya yang menaik ( dari kecil ke besar). Sisi dari graf G yang membentuk pohon yang sudah diurut

dimasukkan dalam himpunan T. Dalam keadaan awal, sisi

berdasarkan bobot membentuk hutan(forest), masing- masing pohon yang membentuk hutan hanya berupa satu simpul. Hutan tersebut dinamakan hutan pohon rentang (spaning forest) selanjutnya tambahkan sisi dari graf G kedalam T jika ia tidak membentuk siklus di T. Langkah Algoritma Kruskal Langkah 0 : Sisi dari graf sudah diurut menaik berdasarkan bobotnya dari bobot kecil ke bobot besar. Langkah 1 : T masih kosong Langkah 2 : Pilih sisi (V1,V2) dengan bobot minimum yang tidak membentuk sirkuit di T. Tambahkan (V1,V2) ke dalam T. Langkah 3 : Ulangi langkah 2 sebanyak n-1 kali. 4. 3.2. Pohon Berakar Pohon berakar(rooted tree) adalah pohon yang satu buah simpulnya diperlukan sebagai akar dan sisi-sisinya diberi arah sehingga menjadi graf berarah . Akar mempunyai derajad masuk sama dengan nol dan simpul lainnya berderajad masuk sama dengan satu. Simpul yang mempunyai derajad keluar sama dengan nol disebut daun atau simpul terminal.
Matematika diskrit V-8

Bab V

Tree

Simpul yang mempunyai derajad keluar tidak sama dengan nol disebut simpul dalam atau cabang. Pada gambar 5.8. simpul A disebut sebagai akar dan dari

simpul A dapat dicapai simpul-simpul lainnya. Sedangkan F, G, H, D, J dan I disebut dengan simpul akhir. Setiap simpul di pohon dapat dicapai dari akar dengan sebuah lintasan tunggal. Contoh ; 5.6

Gambar . 5.8. Lintasan tungggal dicapai dari akar A 4.4. Beberapa terminology pada pohon berakar Pandang gambar pohon berakar berikut

. Gambar 5.9. Pohon berakar Anak (child atau children) dan orang tua (paren) Misal X sebuah simpul di dalam pohon berakar. Simpul Y dikatakan anak simpul X jika ada sisi dari simpul X ke Y , pada keadaan demikian X disebut orangtua ( parent) Y.
Matematika diskrit V-9

Bab V

Tree

Contoh 5.7.: Dari gambar 5.9 dikatakan bahwa

simpul B, C disebut simpul

anak(child) dari simpul A dan A disebut sebagai orang tua (parent). Lintasan (path) Lintasan dari simpul vi ke simpul vk adalah runtunan simpul-simpul v1 v2 vk sedemikian vi adalah orang tua dari v
i+1

untuk 1 i k. panjang lintasan

adalah jumlah sisi yang dilalui dalam suatu lintasan yaitu k-1. Keturunan (descendant) dan leluhur (ancestor). Jika terdapat lintasan dari simpul X ke simpul Y di dalam pohon, maka X adalah leluhur dari simpul Y dan Y adalah keturunan simpul X. Contoh pandang gambar 5.9., simpul C merupakan leluhur keturunan dari C Saudara Kandung (sibling) Simpul yang ber-orangtua sama disebut saudara kandung satu sama lain, contoh. pandang gambar 5.9, simpul B,C merupakan merupakan saudara kandung karena mempunyai orang tua yang sama yaitu A. 5. Upapohon (subtree) Misalkan X adalah simpul didalam pohon T, maka yang dimaksud dengan upapohon dengan X sebagai akarnya ialah subgraf T(V,E) sedemikian V simpul J , begitu juga J merupakan

mengandung X dan semua keturunannya dan E mengandung sisi sisi dalam semua lintasan yang berasal dari X.

Matematika diskrit

V-10

Bab V

Tree

Contoh 5.8:

Gambar 5.10. Subtree T = (V,E) dengan G sebagai akarnya

Dari subtree gambar 5.10. diketahui subtree T=(V,E) dengan G sebagai akarnya dengan himpunan simpul adalah V={ G, K, L, M} dan himpunan sisi E={(G,K),(K,L),(K,M)} Derajad (degree) Derajad sebuah simpul adalah jumlah subtree (atau jumlah anak) pada simpul . Daun(leaf) Simpul yang berderajat nol (tidak mempunyai anak). Simpul dalam(internal nodes) adalah simpul yang mempunyai anak. Aras (level) atau tingkat Akar mempunyai tingkatan sama dengan 0 (nol), sedangkan tingkatan simpul lainnya mempunyai tingkatan 1 (satu) ditambah panjang lintasan dari akar ke simpul tersebut. Untuk ilustrasi dapat dilihat gambar berikut

Gambar 5. 11: Pendefinisian Level Tiap Simpul.

Matematika diskrit

V-11

Bab V

Tree

Tinggi (height) atau kedalam (depth) Level maksimum dari suatu pohon disebut tinggi atau kedalaman tersebut atau tinggi pohon adalah panjang maksimum lintasan dari akar ke daun. 4.5. Pohon terurut Pohon terurut (order tree) adalah pohon berakar yang memperhatikan urutan anak. 4.5.1. Pohon m-aray Adalah pohon berakar yang setiap simpul cabangnya mempunyai paling banyak m buah anak yang disebut m-ary. Jika m=2 pohon disebut sebagai pohon biner(binary tree). Pohom m-ary dikatakan simpul cabang mempunyai tepat m anak. 4.5.2. Pohon Biner Pohon biner merupakan kasus khusus pohon m-ary jika m = 2. Pohon biner adalah pohon yang setiap simpul cabangnya mempunyai maksimum dua buah anak, anak dengan arah kiri disebut anak kiri(left child) dan anak kanan (right child). Left subtree adalah pohon yang akarnya anak kiri dan pohon yang akarnya anak kanan disebut dengan right subtree . teratur atau penuh(full) jika setiap

Gambar 5.12. : Pohon biner simpul cabang maksimum mempunyai dua anak

Pohon yang semua simpulnya terletak dibagian kiri saja atau dibagian kanan saja disebut pohon condong(skewed tree), pohon yang condong ke kiri disebut pohon condong kiri (skew left), pohon yang condong ke kanan disebut pohon condong

Matematika diskrit

V-12

Bab V

Tree

kanan (skew right). Pohon biner penuh (full binary tree) adalah pohon biner yang setiap simpulnya mempunyai tepat dua buah anak kiri dan kanan.

Gambar 5. 13 : Pohon biner penuh

Gambar 5. 13 : Pohon biner seimbang

Pohon biner seimbang (balanced binary tree) adalah pohon biner yang perbedaan tinggi antara subtree kiri dan kanan maksimal 1( satu).

4.5.3. Pohon Ekspresi Pohon biner ekspresi adalah pohon biner dengan daun menyatakan operand dan simpul dalam menyatakan operator. Contoh ekspresi pohon biner (a + b) * (c / (d + e )) dinyatakan dalam pohon biner gambar 5.14. Daun menyatakan operand a , b, c, d dan e simpul dalam termasuk akar dinyatakan operator +, * dan /.

Ilustrasi proses dari ekspresi pohon biner (a + b) * (c / (d + e )) adalah sebagai berikut

Matematika diskrit

V-13

Bab V

Tree

Gambar : 5.14. Ekspresi pohon biner

(a + b) * (c/(d+e))

Compiler menggunakan pohon ekspresi untuk mengevaluasi ekspresi yang ditulis dalam notasi infix yaitu operator berada diantara dua buah operand pada notasi prefik (polish notation) operand sedangkan notasi postfik (inverse mendahului dua buah kedua operan operand-nya, mendahului

polish notation)

Operatornya.

Contoh 5.9 Ekspresi dalam bentuk infix : (a+b)*(c/(d+e)) . Ekspresi dalam bentuk prefix * + ab/c+de Ekspresi dalam bentuk postfik ab+cde+/* Pembentukan pohon Ekspresi dari eksppresi dalam bentuk infik (a+b)*(c/(d+e)) .

Gambar : 5.15. Pembentukan pohon ekspresi (a+b)*(c/(d+e)).

Matematika diskrit

V-14

Bab V

Tree

Gambar 5.15. menerangkan proses penyusunan pohon ekspresi bentuk infik yang dibangun dari bawah ke atas dengan memperhatikan urutan prioritas

pengerjaan operator ( +, -, *, / ). Jadi dalam pembentukan pohon ekspresi (a + b) * (c /(d + e)) diawali dengan membentuk subtree (d + e) selanjutnya membentuk subtree (c /(d + e) dan (a + b) akhirnya subtree (c / (d + e) dan (a + b) digabung.

4.5.4. Pohon Keputusan Pohon keputusan digunakan untuk memodelkan persoalan yang terdiri atas serangkaian keputusan yang mengarah ke solusi. Setiap simpul dalam menyatakan keputusan , sedangkan daun menyatakan solusi.

Contoh 5.10 : Akan diurutkan tiga bilangan a,b, dan c, alur kemungkinannya sbb :

Gambar 5.16. Pohon keputusan untuk membandingkan bilangan a, b dan c Proses pengurutan bilangan gambar 5.16 adalah pertama membandingkan bilangan a dan b apabila bilangan a > b maka a dibandingkan bilangan c.

apabila bilangan b > c maka b dan c dibandingkan demikian seterusnya sehingga diperoleh kemungkinan bilangan a > b > c atau a > c > b atau b > a > c atau b > c> a. Kode awalan Kode awalan (prefix code) adalah himpunan kode, missal kode biner, sedemikian sehingga tidak ada anggota kumpulan yang merupakan awalan dari anggota yang lain.
Matematika diskrit V-15

Bab V

Tree

Contoh diberikan himpunan kode perfiks kode prefiks { 000,001,01,10,11}

{ 000,001,01,10,11}, pohon biner dari

Gambar 5. 17. Pohon biner dari kode prefiks { 000,001,01,10,11}

kode awalan pada pohon biner

yang

bersesuaian sisi diberi label 0 atau 1.

Pelabelan harus konsisten sisi kiri diberi label 0 saja ( atau 1 saja) sedangkan sisi kanan dilabeli 1 saja (atau 0 saja). Barisan sisi-sisi yang dilalui oleh lintasan dari akar ke daun menyatakan kode awalan. Kode awalan ini ditulis pada daun.

Kode Huffman

Dalam komunikasi data pesan (messege) yang dikirim seringkali ukurannya sangat besar sehingga waktu pengirimannya lama. Begitu juga dalam penyimpanan data, arsip(file) yang berukuran besar memakan ruang penyimpanan yang besar pula. Kedua masalah ini dapat diatasi

Table kode ASCII untuk beberapa karakter sbb :

No 1 2 3 4

Simbol A B C D

Kode ASCII 01000001 01000010 01000011 01000100

Matematika diskrit

V-16

Bab V

Tree

Akan dibuat pohon Huffman untuk pesan ABACCDA Dengan rangkaian bit sbb 01000001010000100100000101000011010000110100010001000001 Tabel keseringan muncul dan kode Huffman untuk string ABACCDA sbb:

No Simbol 1 2 3 4 A B C D

Keseringan Probabilitas Kode Huffman


(diperoleh dari pohon biner)

3 1 2 1

3/7 1/7 2/7 1/7

0 110 10 111

Sehingga string ABACCDA dengan kode Huffman direpresentasikan sbb : 0110010101110 Kode Huffman untuk masing-masing karakter dapat diperoleh dari Pohon Huffman

Gambar 5,18. Pohon Huffman untuk string ABACCDA

Untuk memperoleh kode Huffman terlebih dahulu kita harus menghitung keseringan kemunculan masing-masing symbol dalam teks, selanjutnya dibuat pohon biner sbb :

Matematika diskrit

V-17

Bab V

Tree

1. Kita pilih dua simbol dengan probabilitas paling kecil , pada contoh tersebut huruf B dan D mempunyai probabilitas keseringan muncul paling kecil. Simbol orang tua dari B dan D adalah BD dengan probabilitas keseringan muncul 1/7 + 1/7 = 2/7 yang merupakan jumlah dari probabilitas B dan D. 2. Pilih dua simbol berikutnya yang probabilitasnya kecil , pada contoh ini C

dengan probabilitas 2/7 dan BD 2/7. kombinasisikan kedua simbol sehinnga diperoleh simpul orang tua CBD dengan probabilitas 4/7. 3. Simpul ABCD diperoleh dengan mengkombinasikan simpul A dan CBD probabilitas keseringan muncul 7/7. 4. dalam pohon biner tersebut cabang pada sisi kiri diberi label 0 (nol) dan sisi kanan diberi label 1(satu). 5. Dari pohon Huffman diperoleh symbol A mempunyai kode huffman 0, CBD kode 1, C kode 10, B kode 110 dan symbol D mempunyai kode 111.

Resume : 1. Pohon(tree) adalah graf tak berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit 2. Apabila G = (V,E) adalah pohon maka V tidak boleh berupa himpunan kosong, tetapi E boleh berupa himpunan kosong. 3. Forest adalah kumpulan pohon yang saling lepas, atau graf yang tidak

terhubung dan tidak mengandung sirkuit. 4. Misalkan G = (V,E) adalah graf tidak berarah sederhana dengan jumlah

simpulnya n. Maka pernyataan berikut ekivalen : a. G adalah pohon b. Setiap pasang simpul didalam G terhubung dengan lintasan tunggal. c. G terhubung dan memiliki m = n-1 buah sisi d. G tidak mengandung sirkuit dan memilik m = n-1 buah sisi. e. G tidak mengandung sirkuit dan penambahan satu sisi pada graf akan membuat hanya satu sirkuit . f. G terhubung dan semua sisinya adalah jembatan ( Jembatan adalah sisi yang apabila dihapus menyebabkan graf tidak terhubung).
Matematika diskrit V-18

Bab V

Tree

5. Pohon Perentang (spanning tree) Misalkan G =( V, E ) adalah graf tidak berarah terhubung yang bukan pohon maka graf G memuat beberapa sirkuit. Graf G dapat diubah menjadi T = ( Vi, Ei) dengan cara memutuskan sirkuit yang ada yaitu : a. Pilih salah satu circuit lalu putuskan dengan Graf G tetap terhubung maka jumlah circuit berkurang satu. b. Lakukan proses tersebut sehingga circuitnya hilang dari graf G. 6. Pohon berakar (rooted tree) Pohon berakar (rooted tree) adalah pohon yang satu buah simpulnya diperlukan sebagai akar dan sisi-sisinya diberi arah sehingga menjadi graf berarah. a. Akar mempunyai derajad masuk sama dengan nol dan simpul lainnya berderajad masuk sama dengan satu. Simpul yang mempunyai derajad keluar sama dengan nol disebut daun atau simpul terminal. b. Simpul yang mempunyai derajad keluar tidak sama dengan nol disebut simpul dalam atau cabang. 7. Pohon terurut (order tree) adalah pohon berakar yang memperhatikan urutan anak. a. Pohon berakar yang setiap simpul cabangnya mempunyai paling banyak m buah anak yang disebut m-ary. b. Jika m = 2 pohon disebut sebagai pohon biner(binary tree). Pohon biner adalah pohon yang setiap simpul cabangnya mempunyai maksimum dua buah anak, anak dengan arah kiri disebut anak kiri (left child) dan anak kanan (right child). c. Pohom m-ary dikatakan teratur atau penuh (full) jika setiap cabang mempunyai tepat m anak. simpul pohon

Matematika diskrit

V-19

Bab V

Tree

Referensi :

1. Deo N, 1984, Graph theory with Applications to Engineering and Computer Science, Prentice-Hall . 2. Johnsonbaugh, 2005, Discrete Mathematics , Prentice Hall. 3. John A. Dossey. Albert D. Otto 2006, Discrete Mathematics , Addison Wesley New York. 4. Munir R, 2005, Matematika Diskrit', Informatika Bandung. 5. Susana EP , 2004, Learning Singapoure Discrete Mathematics with Aplications , Thomson

Latihan :

Graf soal 5.1- 5.4 mana yang termasuk tree

5.5. Berapa banyak simpul pada tree dengan 15 sisi? 5.6. Berapa banyak sisi pada tree dengan 21 simpul? 5.7. Dengan menggunakan algoritma prime tentukan minimal spaning tree untuk gambar berikut

Matematika diskrit

V-20

Bab V

Tree

5.8.

Tunjukkan simpul.

bahwa sebuah pohon biner teratur mempunyai sejumlah ganjil

5.9. Gambarkan semua pohon rentang dari graf lengkap dengan 4 buah simpul. 5.10 . Diberikan masukan berupa rangkaian karakter dengan urutan sebagai berikut : P, T, B, F, H, K, N, S, A, U, M, I, D, C, W, O, a). Gambarkan pohon pencarian (search tree) yang terbentuk. b). Tentukan hasil penelusuran preorder , inorder dan postorder dari jawaban a).

Soal 5.11 5.12 untuk setiap pohon berakar berikut tentukan

a) b) c) d) e) f)

Akar Simpul dalam Simpul akhir Orang tua(parent) dari F Keturunan (descendant) dari D leluhur (ancestor) dari H

Matematika diskrit

V-21

Bab V

Tree

5.13. Kontruksikan ekspresi tree pada ekspresi berikut : a). a * b + c b). ((a-b/c)*(d + e/f ) c). (4 + 2) * ( 6 - 8)

5.14. Gambarkan binary Tree pada ekspresi berikut a). a * b (c/(d+e) b). a /(b-c.d )

5.15. Buatlah pohon Huffman untuk string abaaccdeba dengan ketentuan simbol dengan peluang lebih kecil sebagai anak kiri dan simbol dengan peluang lebih besar sebagai anak kanan , sisi kiri dilbeli dengan 0 dan sisi kanan dengan 1. Tuliskan kode Huffman untuk setiap simbol pembentuk string, selanjutnya tuliskan rangkaian bit yang merepresentasikan string tersebut dengan kode Huffman.

5.16. Tentukan spaning tree yang mungkin terjadi untuk tree berikut

Matematika diskrit

V-22

Bab V

Tree

5.17. Gunakan algoritma kruskal untuk menentukan spaning tree untuk graf berikut Dengan simpul awal A

Matematika diskrit

V-23