Anda di halaman 1dari 9

Uji Kai Kuadrat (Chi Square Test)

Written By Malonda Gaib on Sabtu, 09 !ril "0## $ 9%&%##


Uji kai kuadrat (dilambangkan dengan "2" dari huruf Yunani "Chi" dilafalkan "Kai") digunakan untuk menguji dua kelompok data baik variabel independen maupun dependennya berbentuk kategorik atau dapat juga dikatakan sebagai uji proporsi untuk dua peristiwa atau lebih sehingga datanya bersifat diskrit! "isalnya ingin mengetahui hubungan antara status gi#i ibu (baik atau kurang) dengan kejadian $$%& (ya atau tidak)! 'asar uji kai kuadrat itu sendiri adalah membandingkan perbedaan frekuensi hasil observasi (() dengan frekuensi yang diharapkan ())! *erbedaan tersebut meyakinkan jika harga dari Kai Kuadrat sama atau lebih besar dari suatu harga yang ditetapkan pada taraf signifikan tertentu (dari tabel 2)! Uji Kai Kuadrat dapat digunakan untuk menguji + ,! Uji 2 untuk ada tidaknya hubungan antara dua variabel (Independency test)! 2! Uji 2 untuk homogenitas antar- sub kelompok (Homogenity test)! .! Uji 2 untuk $entuk 'istribusi (Goodness of Fit) /ebagai rumus dasar dari uji Kai Kuadrat adalah +

Keterangan + ( 0 frekuensi hasil observasi ) 0 frekuensi yang diharapkan! 1ilai ) 0 (2umlah sebaris 3 2umlah /ekolom) 4 2umlah data df 0 (b-,) (k-,) 'alam melakukan uji kai kuadrat harus memenuhi syarat+ ,! /ampel dipilih se5ara a5ak 2! /emua pengamatan dilakukan dengan independen .! /etiap sel paling sedikit berisi frekuensi harapan sebesar , (satu)! /el-sel dengdan frekuensi harapan kurang dari 6 tidak melebihi 278 dari total sel 9! $esar sampel sebaiknya : 97 (;o5hran ,<69) Keterbatasan penggunaan uji Kai Kuadrat adalah tehnik uji kai kuadarat memakai data yang diskrit dengan pendekatan distribusi kontinu! 'ekatnya pendekatan yang dihasilkan tergantung pada ukuran pada berbagai sel dari tabel kontingensi! Untuk menjamin pendekatan

yang memadai digunakan aturan dasar =frekuensi harapan tidak boleh terlalu ke5il> se5ara umum dengan ketentuan+ ,! ?idak boleh ada sel yang mempunyai nilai harapan lebih ke5il dari , (satu) 2! ?idak lebih dari 278 sel mempunyai nilai harapan lebih ke5il dari 6 (lima) $ila hal ini ditemukan dalam suatu tabel kontingensi 5ara untuk menanggulanginyanya adalah dengan menggabungkan nilai dari sel yang ke5il ke se lainnya (meng5ollaps) artinya kategori dari variabel dikurangi sehingga kategori yang nilai harapannya ke5il dapat digabung ke kategori lain! Khusus untuk tabel 232 hal ini tidak dapat dilakukan maka solusinya adalah melakukan uji =@isher )3a5t atau Koreksi Yates> Contoh Kasus' /uatu survey ingin mengetahui apakah ada hubungan Asupan %auk dengan kejadian Anemia pada penduduk desa B! Kemudian diambil sampel sebanyak ,27 orang yang terdiri dari 67 orang asupan lauknya baik dan C7 orang asupan lauknya kurang! /etelah dilakukan pengukuran kadar Db ternyata dari 67 orang yang asupan lauknya baik ada ,7 orang yang dinyatakan anemia! /edangkan dari C7 orang yang asupan lauknya kurang ada 27 orang yang anemia! Ujilah apakah ada perbedaan proporsi anemia pada kedua kelompok tersebut! 2awab + DE*(?)/E/ + Do + *, 0 *2 (?idak ada perbedaan proporsi anemia pada kedua kelompok tersebut) Do + *, F *2 (Ada perbedaan proporsi anemia pada kedua kelompok tersebut) *)&DE?U1GA1 + Untuk membantu dalam perhitungannya kita membuat tabel silangnya seperti ini +

Kemudian tentukan nilai observasi (() dan nilai ekspektasi ()) +

/elanjutnya masukan dalam rumus +

*erhitungan selesai sekarang kita menentukan nilai tabel pada taraf nyata4alfa 0 7!76! /ebelumnya kita harus menentukan nilai df-nya! Karena tabel kita 232 maka nilai df 0 (2,)H(2-,)0,!

'ari tabeli kai kudrat di atas pada df0, dan alfa07!76 diperoleh nilai tabel 0 .!I9,! K)*U?U/A1 /?A?E/?EK $ila nilai hitung lebih ke5il dari nilai tabel maka Do gagal ditolak sebaliknya bila nilai hitung lebih besar atau sama dengan nilai tabel maka Do ditolak! 'ari perhitungan di atas menunjukan bahwa 2 hitung J 2 tabel sehingga Do gagal ditolak! K)/E"*U%A1 ?idak ada perbedaan yang bermakna proporsi antara kedua kelompok tersebut! Atau dengan kata lain tidak ada hubungan antara asupan lauk dengan kejadian anemia!

()*)()+S, ,! "urti $hisma! Penerapan Metode Statistik Non Parametrik Dalam Ilmu-ilmu esehatan! 2akarta+ *?!Gramedia *ustaka Utama ,<<K! 2! /abri %! Dastono /*! Statistik esehatan!)disi &evisi! 2akarta+ &ajawali *ers! 277I .! /iegel /idney! Statistik Non Parametrik !ntuk Ilmu-ilmu Sosial! 2akarta+ *?!Gramedia *ustaka Utama ,<<2! - /ee more at+ http+44statistik-kesehatan!blogspot!5om427,,4794uji-kai-kuadrat-5hi-sLuaretest!htmlMsthash!dNnhCf?e!dpuf

/eperti diketahui bahwa uji @isher )3a5t digunakan sebagai uji alternatif Kai Kuadrat untuk tabel silang (kontingensi) 2 3 2 dengan ketentuan sampel kurang atau sama dengan 97 dan terdapat sel yang nilai harapan ()) kurang dari 6! Uji @isher )3a5t juga dapat digunakan untuk sampel kurang dari 27 dalam kondisi apapun (baik terdapat sel yang nilai )-nya kurang dari 6 ataupun tidak)! Asumsi dari uji ini adalah data yang akan diuji mempunyai skala pengukuran nominal ;(1?(D KA/U/ , + /ebuah studi kasus kontrol ingin melihat pengaruh merokok malam dengan kejadian kanker paru hasil yang diperoleh tersaji pada tabel silang berikut +

'alam menghitung probailitas @isher seperti tabel di atas akan mudah dilakukan dikarenakan salah satu sel-nya ada yang bernilai "7 (nol)"! /ehingga kita tdk perlu lagi menghitung nilai deviasi ekstrim-nya! *enyelesaian tabel di atas sebagai berikut +

*erlu diingat bahwa nilai *robabilitas yang diperoleh dari perhitungan di atas merupakan perhitungan Uji /atu /isi dan untuk melakukan Uji 2 sisi tinggal mengalikan nilai di atas dengan 2! Kesimpulan + Karena nilai * 0 7 ,,9 lebih besar dari nilai alfa 07 76 maka kita menerima Do pada Uji

/atu sisi! /edangkan *ada Uji 2 sisi di peroleh nilai * 0 7 ,,9H2 0 7 22I sehingga kita menerima Do! 2adi baik pada Uji satu sisi maupun dua sisi kita menyimpulkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara mereka yang merokok maupun tidak merokok pada malam hari terhadap kanker paru! KA/U/ 2 "asih kasus yang sama 5uma nilai sel-nya tidak ada yang bernilai "7 (nol)"! +

Karena tidak ada sel yang nilainya "7" maka kita perlu membuat kemungkinan deviasi nilai ekstrimnya +

'engan menggunakan rumus yang sama kita 5ari probabilitas dari masing-masing kemungkinan tersebut! Dasil perhitungan sebagai berikut + * (,) 0 7 779I - (") . 0,0/0# * (.) 0 7 ,C,9 * (9) 0 7 ,,9. Untuk mengetahui nilai probabilitas @isher )e3a5t kita akan menjumlahkan probabilitas soal (kasus) dengan nilai probabilitas terke5ilnya dari probabilitas yang diperoleh dari nilai deviasi ekstrim! 'ari hitungan di atas diketahui bahwa nilai probabilitas soal (*2) 0 7 76C, sementara nilai probabilitas terke5il dari probabilitas soal hanya *,! /ehingga + - . -(") 1 -(#) . 0%0/0# 1 0,00&2 . 0,03#9 (/ekali lagi perhitungan ini adalah untuk uji satu sisi)!

- /ee more at+ http+44statistik-kesehatan!blogspot!5om427,,4,74uji-fishere3a5t!htmlMsthash!2E6j1AOP!dpuf

Konse! 4ata

Written By Malonda Gaib on 5u6at, ## Maret "0## $ ##%7%##

"enurut para ahli (bukan saya berarti!!hehehe) data itu adalah fakta atau empiris atau kenyataan! 'ata dapat diartikan pula sebagai kumpulan aggregate angka4huruf yang diperoleh dari hasil pengukuran atau pengamatan! 'engan proses penaglihbentukan4transformasi dapat menjadi informasi! 1ah berdasarkan bentuknya data terbagi atas dua yaitu ,! 'ata Kuantitatif (berbentuk numerik) data kuantitatif itu sendiri terdiri atas dua lagi yaitu + - 'ata diskrit ( berbentuk bilangan bulat) diperoleh dari hasil penghitungan! 5ontoh+ 2umlah *enduduk 2umlah (rang dll! - 'ata kontinyu (berbentuk desimal) diperoleh dari hasil pengukuran! 5ontoh + $erat $adan ?inggi $adan 2arak dll 2! 'ata kualitatif (berbentuk kualitas seperti pernyataan terhadap K$! /edangkan menurut /kalanya data itu dibagi empat skala + ,! /kala 1ominal /kala ini kelompok data tidak mengenal tingkatan atau orde tidak ada yang tinggi atau yang rendah! "isalnya Agama /uku dsb! 2! /kala (rdinal 'i skala ordinal ini data dapat dikelompokan berdasarkan tingkatannya! misalnya ?ingkat pendidikan /"U lebih tinggi tingkatannya dari /"* atau sistem kepangkatan dalam militer misalnya kelompok "ayor lebih tinggi pangkatnya dari kelompok Kapten! .! /kala Enterval Kalau di skala Enterval ini data selain dapat dibuat tingkatannya juga sudah dapat dibuat jaraknya! "isalnya ?ahun ,<96 lebih dahulu daripada tahun ,<K7 antara tahun ,<96 dan ,<K7 berjarak ,6 tahun! /uhu .IQ; lebih panas daripada suhu 27Q; antara suhu .IQ; dan

27Q; berjarak ,IQ; tapi bukan berarti .IQ; dua kali lebih panas dari 27Q;! /atu hal lagi bahwa di dalam skala interval ini tidak ada titik 7 (nol) mutlak artinya bahwa angka 7 (nol) masih memiliki nilai misalanya 7Q;! 9! /kala &asio 'i dalam skala rasio data dapat dikelompokon menurut tingkatannya menurut jaraknya dan menurut perbandingannya! "isalnya /i A berat badannya I. Kg dan /i $ berat badannya 96 Kg berarti /i A lebih berat dari /i $ terus antara keduanya ada interval .I Kg! /elain itu berat badan /i A hampir 2 kali berat /i $! 'i skala rasio ini tedapat titik angka 7 (nol) mutlak! &)@)&)1/E ,! /abri %! Dastono /*! Statistik esehatan!)disi &evisi! 2akarta+ &ajawali *ers! 277I! 2! *agano "! Kimberlee Gauvreau! Principles of "iostatistics! $elmont+ 'u3bury *ress ,<<.! - /ee more at+ http+44statistik-kesehatan!blogspot!5om427,,47.4konsepdata!htmlMsthash!OmsvRbof!dpuf

Uji +or6alitas den8an S-SS

Written By Malonda Gaib on Min88u, #7 Maret "0## $ #7%7%##


/ebelum kita melakukan analisis data dan untuk menentukan uji yang 5o5ok apakah akan menggunakan uji statistik parametrik atau statistik non parametrik maka perlu dilakukan uji normalitas! 'ata yang diuji adalah variabel dependen yang berbentuk numerik! Uji normalitas di /*// dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut + ,! 'ari menu utama /*// pilihlah naly9e --: 4es:ri!ti;e ---: )<!lorer sampai mun5ul jendela seperti dibawah ini +

2! *ada kotak dialog tersebut pilih variabel yang akan dianalisis! /ebagai 5ontoh saya

menggunakan variabel "$erat bayi lahir (bbayi)"! *ilih variabel tersebut kemudian klik tombol Ssegitiga" yang paling atas untuk memasukannya ke kotak S4e!endent =ist'S seperti terlihat dibawah ini +

.! Klik *lots!!! kemudian aktifkan (5entang) ">isto8ra6" dan "+or6ality !lots ?ith test"!

9! Klik Continue! 6! %alu klik @K K! Akan "un5ul jendela output! 1ah!!!! dari banyaknya tabel dan gambar yang mun5ul yang perlu anda perhatikan adalah gambar histo8ra6 dan tabel Tests oA +or6ality seperti berikut +

'ari tebel Test oA +or6ality pada kolom Kol6o8or;BS6irno; terlihat bahwa p-#alue 0 7 277 artinya bahwa data Sberat bayi lahirS berdistribusi nor6al! 'ari gambaran histogram juga nampak kalau data 5enderung berdistribusi normal! - /ee more at+ http+44statistik-kesehatan!blogspot!5om427,,47.4uji-normalitas-denganspss!htmlMsthash!p7NE&dAY!dpuf