Anda di halaman 1dari 3

Diagnosa keperawatan Tahap akhir dari pengkajian adalah merumuskan diagnosa keperawatan, diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan

dari masalah klien yang nyata ataupun potensial dan membutuhkan tindakan keperawatan sehingga masalah klien dapat diatasi dan dikurangi. (H. Lismidar, 1990). Dari analisa diatas dirumuskan suatu diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritasnya yaitu sbb : 1. Nyeri berhubungan dengan pergerakan fragmen tulang. 2. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya. 3. Gangguan pemenuhan diri berhubungan dengan pembatasan gerak. 4. Gangguan pemenuhan kebutuhan spiritual (Sholat) berhubungan dengan pembatasan gerak. 5. Ganganguan perubahan peran berhubungan efek hospitalisasi. 4. Perencanaan Perencanaan merupakan tahap dalam menyusun rencana keperawatan yang dilaksanakan setelah pengumpulan data, menganalisa data dan menetapkan diagnosa keperawatan dan selanjutnya menyusun rencana keperawatan dan melakukan pendekatan yang dilakukan untuk memecahkan masalah klien. (H. Lismidar dkk., 1993 ; 35). Adapun rencana keperawatan berdasarkan prioritas masalah yang menggangu fungsi organ dan mengancam jiwa serta mengganggu kesehatan. (Drs. Nasrul Efendi, 1995 ; 35). 1. Diagnosa keperawatan pertama Nyeri berhubungan dengan pergerakan fragmen tulang a. Tujuan Rasa nyeri berkurang atau hilang dalam waktu 4 jam. b. Kriteria hasil - Klien mengatakan nyeri berkurang - Ekspresi wajah tidak menahan rasa sakit - Tanda tanda vital normal, tensi 130/80 mmHg, nadi 80x/menit, suhu 37C, RR 20x/menit. c. Rencana tindakan - Kaji tingkat, intensitas dan lamanya nyeri. - Jelaskan tentang proses terjadinya nyeri - Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi - Anjurkan Kx untuk mengurangi pergerakan secara berlebihan - Berikan fiksasi pada kaki Kx misalnya, dengan bantal pasir - Observasi TTV - Kolaborasi dengan dolter dalam pemberian terapi, analgetika dan skin traksi d. Rasional - Untuk menentukan kualitas nyeri - Klien mengerti tentang proses terjadinya nyeri

Untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara pengalihan Mengurangi rasa nyeri Untuk menghindari pergerakan kaki sehingga mengurangi gesekan tulang. Untuk mengetahui perkembangan klien secara dini. Tepat dalam pemberian terapi dan mengurangi rasa nyeri Diagnosa keperawatan kedua Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya ditandai dengan klien sering melamun, sering menanyakan tentang penyakitnya. a. Tujuan Kecemasan berkurang dalam waktu 2 jam. b. Kriteria hasil - Klien mengatakan tidak cemas lagi - Klien tidak menanyakan lagi tentang penyakitnya - Klien tidak melamun lagi c. Rencana tindakan - Kaji tingkat kecemasan. - Tunjukan pada Kx orang yang pernah mengalami sakit yang sama dan akhirnya pulang karena sudah sembuh - Motivasi dan libatkan keluarga untuk mmemberikan dorongan mental - Jelaskan pada klien tentang penyakitnya - Beri kesempatan pada klien untuk bertanya - Anjurkan klien untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. d. Rasional - Untuk mengetahu persepsi klien terhadap ancaman diri - Agar klien tahu dan dapat mengurangi ras cemasnya - Agar klien tidak mudah putus asa - Agar klien mengetahui tentang sakitnya - Membuka wawasan klien tentang sakitnya - Agar klien merasa lebih tenang. 3. Diagnosa keperawatan ketiga Gangguan pemenuhan kebutuhan diri secara mandiri berhubungan dengan pembatasan gerak a. Tujuan Klien seminimal mungkin memerlukan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. b. Kriteria hasil - Klien mengatakan tidak memerlukan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. - Keadaan umum baik, klien dapat makan, minum tanpa bantuan orang lain. c. Rencana tindakan - Bantu k.ien dalam pemenuhan kebutuhan sebatas ketidak mampuan klien.

2.

- Dekatkan alat / kebutuhan yang sekiranya dapat diambil oleh klien secara mandiri. - Motivasi klien untuk memenuhi kebutuhannya semaksimal mungkin. - Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuahn klien sebatas ketidak mampuan klien. d. Rasional - Untuk mengurangi pergerakan kaki sehingga nyeri berkurang - Melatih klien agar tidak selalu bergantung pada orang lain - Agar klien mau dan dapat mengurangi ketergantungan pada orang lain. - Agar klien merasa diperhatikan dan mengurangi rasa nyeri 4. Diagnosa keperawatan keempat Gangguan pemenuhan kebutuhan spiritual (sholat) berhubungan dengan pembatasan gerak a. Tujuan terpenuhinya kebutuhan spiritual (sholat) setelah dilakukan tindakan keperawatan b. Kriteria hasil - Klien mengatakan dapat sholat dengan posisi terlentang - Keadaan umum membaik c. Rencana tindakan - Beri penjelasan pada klien pentingnya pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa - Ajarkan cara sholat dengan posisi terlentang - Ajarkan klien mengenai cara bertayamum. d. Rasional - Untuk memberikan ketenangan hati - Agar klien dapat mengerjakan sholat meskipun dalam keadaan terlentang - Agar dapat melaksanakan sholat meski tidak wudhu. 5. Diagnosa keperawatan kelima Gangguan perubahan peran berhubungan dengan efek dari hospitalisasi a. Tujuan Klien kembali pada perannya seperti semula b. Kriteria hasil - Klien mengatakan dapat mengajar lagi. - Keadaan umum baik. c. Rencana tindakan - Beri penjelasan tentang pentingnya kesehatan - Yakinkan klien dapat mengajar kembali. d. Rasional - Agar klien mengerti dan memahami keadaan dirinya - Agar klien merasa tenang dan tidak punya beban.