Anda di halaman 1dari 19

Infeksi Jaringan Lunak Rongga Mulut Yang Di Sebabkan Oleh Virus

ADJI SHINTA SURYA KENCANA CECILIA TYAS PRABANINGRUM MAHARANI KANDHISA

(02.700.067) (05.700.239) (05.700.066)

Latar belakang
Rongga mulut memiliki berbagai macam organisme yang berkembang, oleh karena itu kemungkinan rongga mulut menjadi fokus infeksi cukup besar apalagi bila terdapat ketidakseimbangan antara faktor host, agen dan lingkungan.

Infeksi

kerusakan selsel dan jaringan tubuh (lokalisasi)

penyakit sistemik

Mikroorganisme masuk

Berkembang didalam tubuh

Etiologi
Virus

Jamur

Bakteri

Anatomi Rongga Mulut

Pembahasan
Rongga mulut dihuni oleh berbagai jenis mikroorganisme yang membentuk mikroflora berupa :
bakteri, mikoplasma, Jamur protozoa

Dalam rongga mulut terdapat bermacam-macam lesi baik itu pada bibir, lidah, maupun pada mukosa mulut. Lesi yang di timbulkan karena infeksi virus biasanya berbentuk lesi Vesikobulosa.

Herpes Simplex Virus


Primer Herpes Simplex (HSV-I) tipe 1

Onset : anak-anak di bawah usia 6 tahun Infeksi primer biasanya subklinis (tanpa tanda-tanda atau gejala klinis).

Acute Herpetic Gingivostomatitis


Etiologi
HSV menginfeksi sel
epitel tidak berkeratin pada mukosa oral menghasilkan intra epithelial blisters HSV bersembunyi di jaringan saraf dan jaringan orofasial

Gejala Klinis
Gingivostomatitis ulseratif akut Gusi membengkak dan mudah berdarah vesikel kecil yang berkelompok Masa inkubasi 4 hingga 5 hari Demam, rasa sakit, panas dan perih atau gatal saat makan dan minum

Diagnosa
Isolasi dan kultur HSV
menggunakan viral swab Biopsi ditrmukan multinucleated giant cells yang menggambarkan viral infected keratinocytes

Terapi
Dosis standard 200
mg acyclovir, 5 kali sehari selama 5 hari. Obat kumur

clorhexidine
Analgesik.

Chronic Herpetic Simplex


Etiologi Gejala Klinis Terapi
Bersifat simtomatik Aspirin atau asetaminofen topikal anastesi, seperti dyclonine hyrocloride 0,5%. Pengobatan sistemik dapat diberikan asiklovir 5 x 400 mg/hari selama 5-10 hari. virus herpes simpleks Gejala klinis : vesikel tipe I / tipe II berkelompok diatas kulit yang erimatosa, HSV tipe I : usia bersifat serosa dan anak-anak.Prediliksi bernanah, dapat terutama mulut dan menjadi krusta dan hidung ulserasi HSV tipe II : dekade 2 gejala sistemik : atau 3. Predileksi demam dan malaise, terutama pada daerah genital. pembengkakan kelenjar getah bening vesikel berkelompok regional

Varicella Zoster Virus

Etiologi
virus Varicella-zooster

Gejala Klinis
papul kecil di seluruh badan yang cepat berubah menjadi vesikel dan krusta Lesi tersebut dapat muncul dimana saja tetapi umumnya di kulit kepala, wajah, badan, mulut, dan konjungtiva.

Onset : 5-10 tahun

Masa inkubasi 10 s/d 21 hari (biasanya 14 s/d 16 hari).

Demam, sakit tenggorokan, dan malaise

Diagnosa
gejala klinis Cairan vesikuler : Tsanck smear dan kultur Tes darah : mengidentifikasi respon infeksi akut (IgM) atau infeksi dan kekebalan (IgG).

Terapi
antivirus : tasiklovir (zovirax), Acyclovir antihistamin

Bakteri sekunder diobati dengan antibiotik

Manifestasi Oral pada penderita chicken pox

Herpes Zoster
Gejala Klinis
Lesi-lesi intraoral : vesikuler dan ulseratif dengan tepi meradang Postherpetic neuralgia

Diagnosa
Fluorescent-antibody isolasi virus dalam kultur jaringan

Terapi
Acyclovir, valacyclovir atau famcyclovir aspirin atau parasetamol, atau ibuprofen Infeksi sekunder : larutan kumur klorheksidine

Herpangina

virus coxsackie grup A

anak-anak dan dewasa muda.

vesikel berpapil abuabu muda yang pecah membentuk ulkus-ulkus dangkal, besar, yang multiple

disertai dengan faringitis, sakit kepala, demam dan limfangitis

sembuh dangan spontan dalam 1 sampai 2 minggu