Anda di halaman 1dari 18

PERAWATAN PASIEN DI RUMAH (HOME CARE)

dr Siti Hanan Darodjah Sp.KFR

definisi

home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal

Tujuan Home Care

Tujuan umum: meningkatkan, mempertahankan atau memaksimalkan tingkat kemandirian, dan meminimalkan akibat dari penyakit untuk mencapai kemampuan individu secara optimal selama mungkin yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan

tujuan khusus : meningkatkan upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, mengurangi frekuensi hospitalisasi, meningkatkan efisiensi waktu, biaya, tenaga, dan pikiran.

Ruang Lingkup Home Care


pelayanan medik pelayanan dan asuhan keperawatan pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan terapeutik pelayanan rehabilitasi medik dan keterapian fisik pelayanan informasi dan rujukan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan kesehatan higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan pelayanan perbantuan untuk kegiatan sosial.

Bentuk Pelayanan Home Care


Berbagai bentuk pelayanan home care yang dapat dilakukan di rumah. Tindakan tersebut antara lain:

pengukuran tanda-tanda vital latihan atau exercise, fisioterapi, terapi wicara, dan pelayanan terapi lainnya Melatih melakukan aktivitas sehari-hari pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan perawatan kesehatan konseling pada kasus-kasus khusus memfasilitasi untuk konsultasi ke dokter Melakukan tindakan medis yang dapat dilakukan dirumah (contoh:memasang NGT/kateter, melakukan perawatan luka)

Contoh pada penderita stroke


EXERCISE 1. Pada fase Akut biasanya 48-72 jam pertama setelah serangan stroke keadaan pasien belum stabil, sehingga msh berbaring ditempat tidur.

Posisi pasien : berbaring terlentang, miring ke sisi yang lumpuh maupun yang sehat Latihan pasif angota gerak atas dan bawah

Posisi tidur

Latihan pasif anggota gerak atas

Latihan pasif anggota gerak bawah

10

2. Fase latihan Aktif

Latihan aktif anggota gerak atas dan bawah Latihan keseimbangan (keseimbangan duduk, berdiri) Latihan menggunakan tangan yang lumpuh Latihan mobilisasi (latihan berjalan menggunakan tongkat berkaki satu atau empat, latihan naik turun tangga Latihan berkomunikasi (latihan menulis, latihan membaca, latihan mendengarkan suara)

11

Latihan aktif anggota gerak atas

12

Latihan aktif anggota gerak bawah

13

Latihan keseimbangan

14

Mobilisasi

15

Latihan aktivitas sehari-hari


1.

2.

3.

4.

Tata cara makan Ciptakan suasana tenang dan rileks Latihan untuk menelan, mengunyah, dan menggigit Tata cara berpakaian Memasukkan bagian yg lemah lebih dahulu Dillanjutkan dengan bagian yang sehat Tata cara menggunakan kamar kecil Berikan pegangan pada dinding kamar mandi Sediakan kursi untuk mandi pasien Tata cara berpindah Letakkan kursi di samping bagian yang lemah Anjurkan pasien bergeser ke tepi tempat tidur, duduk dengan telapak kaki menapak lantai

16

Petunjuk untuk pengasuh


1.

2.

Yang perlu dipahami dan dilaksanakan Posisi pengasuh saat mengangkat pasien Mencegah terjadinya lecet akibat penekanan Memberikan perhatian khusus pada bahu yang lemah/lumpuh Cara mengatasi perasaan jenuh dan frustasi pengasuh dan pasien Kenali hal-hal yang membuat jenuh/frustasi Buat rencana harian yang akan dilakukan serta hambatannya Lakukan kegiatan sesuai dengan kesukaan Berbagi kepada orang lain mengenai yang dirasakan Optimis bahwa pasien akan mengalami kemajuan
17

3. Pertolongan pertama bila pasien dalam keadaan darurat Pasien kejang Jangan tinggalkan selama kejang Jauhkan dari benda yang bisa membahayakan pasien Tidur telentang tanpa bantal, kepala miring ke salah satu sisi Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut Catat waktu dan lamanya kejang Hubungi dokter Pasien tiba-tiba tidak sadar P tidur terlentang tanpa bantal, kepala miring ke salah satu sisi Lepaskan gigi palsu, bila ada Segera datang ke rumah sakit terdekat
18