Anda di halaman 1dari 13

GURU: FAKTOR UTAMA MAJUNYA PENDIDIKAN DI FINLANDIA Ada banyak hal yang membuat pendidikan di Finlandia sangat terkenal

di seluruh dunia, beberapa diantaranya adalah pendidikan wajib 9 tahunnya yang disebut peruskoulu untuk semua anak tanpa terkecuali, kurikulum yang sangat modern, anak yang membutuhkan perhatian khusus punya sistem perhatian lebih, pendidikan yang dikelola secara lokal (otonomi) dan tanggung jawab juga dibagi. Diantara berbagai faktor tersebut ada faktor penentu yang paling menentukan keberhasilan pendidikan di Finlandia adalah guru-gurunya yang sangat bagus. Bab ini akan membahas bagaimana guru-guru di Finlandia mengubah sistem dan pandangan pendidikan di Finlandia sehingga menjadi sangat terkenal di dunia sekarang ini. Bab ini akan menunjukkan apa yang membuat sistem pendidikan di Findlandia sangat bagus hanya karena bagaimana negara Finlandia melatih calon-calon guru ataupun karena sistem masuk sekolah bagi siswanya, namun ada hal lain yang membuat bagaimana pendidikan di Findlandia sangat baik. Ternyata di Findlandia, guru-guru bekerja karena mereka punya rasa tanggung jawab yang besar sebagai guru, dan mereka bangga menjadi guru, selain itu, profesi sebagai guru ternyata sama dihormati sama seperti profesi lain yang sangat dicari, seperti dokter, insinyur, ekonom, dan lain-lain, selain itu, karena profesi guru adalah salah satu profesi paling banyak di minati di Finlandia. Di Finlandia, juga ditekankan bagaimana guruguru disana tidak bekerja sendiri, namun mereka selalu berusaha bekerja sama dengan orang lain dan orang dari profesi lain yang juga sama-sama professional dalam bidang pekerjaan mereka selama mereka merancang dan melaksanakan pelajaran di kelas. Beberapa hal di atas dianggap dalam bab ini, sebagai salah satu alasan mengapa profesi guru menjadi pilihan utama anak-anak yang baru saja lulus sekolah. Sebelum membahas bagaimana kebijakan tentang guru-guru di Finlandia sehingga mereka sangat berhasil, sebelumnya juga akan dibahas bagaimana budaya dan kultur di Finlandia ternyata sangat mempengaruhi pendidikan dan pengajaran dan bagaimana guru-guru bekerja secara profesional di Finlandia.

GURU DAN PENDIDIKAN BAGIAN TIDAK TERPISAHKAN DARI BUDAYA FINLANDIA

Pendidikan di Findlandia adalah bagian integral budaya dan kehidupan masyarakat di Findlandia. Bahkan pendidikan wajib 6 tahun di Finlandia sudah dilaksanakan dari tahun 1922, sebelum tahun 1922 saja, masyarakat Findlandia sudah memahami bahwa untuk
1|Page

mencapai apa yang mereka ingin kan selama mereka hidup mereka harus bisa membaca dan mempunyai beberapa pengetahuan tertentu. Sebelum ada sekolah formal (sekolah formal di Finlandia pertama kali didirikan jauh pada tahun 1860an), sebelum tahun ini, tanggung jawab pelaksanaan pendidikan diserahkan kepada para pendeta atau pemimpin agama masingmasing dalam masyarakat Finlandia pada masa itu, bahkan para pemimpin agama yang memberikan pendidikan ini bahkan sudah dilakukan jauh pada abad ke-17. Misalnya saja sekolah-sekolah yang dibuka oleh gereja-gereja Katolik memberikan pendidikan bagi anakanak sampai ke daerah-daerah terpencil di Finlandia. Bahkan sudah menjadi kewajiban dan bagian dari tradisi bagi perempuan dan laki-laki yang ingin menikah maka mereka harus bisa menulis dan membaca. Dalam tradisi Finlandia pada masa itu, syarat untuk dianggap menjadi orang dewasa adalah bisa menulis dan membaca, dimana saat mereka sudah dewasa berarti mereka sudah punya kewajiban dan hak-hak tertentu yang harus mereka dapatkan dan harus mereka jalankan. Setelah sistem dan jaringan sekolah umum berkembang di Finlandia pada awal-awal abad ke-20, guru-guru mulai mengambil tanggung jawab sebagai pendidik anakanak di Finlandia. Mulai dari sana profesi guru sangat dihormati di Findlandia dan guru mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di mata masyarakat Finlandia, bahkan profesi guru di mata masyarakat kedudukannya sama dengan dokter, pengacara dan ekonom, yang di Finlandia, biasanya oran yang berprofesi seperti ini tidak mengejar uang atau materi tetapi kepuasan. Walaupun pada sebelum tahun 1960an, pendidikan di Findlandia masih tergolong rendah. Misalnya saja pada tahun 1952, rata-rata selesai sekolah wajib 9 tahun masih belum dilaksanakan oleh semua masyarakat Findlandia (yaitu hanya sekitar 9 dari 10 orang Findlandia yang selesai SD dan SMP (pendidikan 6 dan 9 tahun)). Pada masa itu orang yang punya gelar sarjana juga masih sangat sedikit (Sahlberg, 2010a). Bila dibandingkan dengan negara maju lainnya, pada masa itu level pendidikan di Finlandia hanya bisa disamakan dengan pendidikan di negara seperti Malaysia dan Peru, dan sangat tertinggal jauh dengan pendidikan di negara negara tetangganya seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia. Sebelum tahun 1960an, guru-guru hanya dididik melalui seminar-seminar yang diadakan oleh pemerintah (durasi seminar bisa dilakukan 2 3 tahun), sampai kemudian salah seorang lulusan seminar guru bernama Martti Ahtisaari, yang karirnya dimulai sebagai guru SD, kemudian berubah menjadi seorang diplomat lalu akhinrya menjadi presiden Finlandia pada tahun 1994 2000, dan sekarang adalah peraih hadiah nobel dan orang yang aktif dalam perdamaian dunia. Jadi sampai sekarang, bila ditanya mengapa pendidikan di Finlandia
2|Page

sangat berhasil, orang-orang di Finlandia dan juga pemerintahnya selalu menjawab bahwa guru-gurulah yang paling berjasa dalam memajukan pendidikan di Findlandia, selain mereka menjungjung tinggi guru-guru di Findalndia, semua orang memebrikan kepercayaan penuh dan absolut kepada guru-guru dalam mengelola dan memutuskan kebijakan-kebijakan yang diambil di sekolah (dan juga pendidikan). Bahkan orang di Findlandia percaya dan ini yang mereka tekankan selama ini, tanpa guru-guru yang selama ini berjasa di Findlandia dan juga dengan bantuan sistem pendidikan modern, pendidikan di Findlandia tidak akan sama seperti sekarang. Sistem pendidikan di Finlandia sangat berbeda dari sistem pendidikan di Amerika, Kanada dan juga Inggris. Perbedaan besar ini bisa dilihat dari cara guru bekerja. Misalnya didalam sistem pendidikan Finlndia, tidak ada yang namanya inspeksi atau pengawasan ketat yang biasa dilakukan di seluruh sistem pendidikan di berbagai negara di dunia, di Finlandia juga tidak memakai standar nasional dalam menilai siswanya, dan standar penilaian siswa diserahkan secara absolut kepada guru di sekolah tanpa ada campur tangan dari pemerintah. Guru di Findlandia juga diberikan kebebasan sebebasnya untuk membuat kurikulum dan rencana pelajaran mereka sendiri (guru di sini diberikan otonomi sebebasnya menjalankan tugas mereka sebagai guru di kelas). Seluruh pendidikan di Finlandia dari sekolah dasar, bahkan tk dan playgroup sampai ke universitas dibebaskan dari biaya atau gratis. Namun memang tidak ada bedanya peran guru di Finlandia, di Indonesia, di Finlandia, ada guru TK dan Playgroup yang memang mengajar guru Tk dan Playgrup, ada guru yang hanya menjadi guru kelas, dan ada guru yang menjadi guru mata pelajaran, dan juga guru khusus guru SMK (sekolah keterampilan). Selain kelima kategori guru di atas (guru tk, guru kelas, guru mata pelajaran, guru pendidikan khusus (khusus untuk anak yang perlu perhatian khusus atau lebih), dan guru SMK, setiap guru harus punya pendidikan universitas dan harus punya kemampuan dan keterampilan mengajar yang sama. Di Finlandia, setiap tahun ada bukaan 5700 guru (di semua level), dan dalam bab ini yang akan dibahas adalah guru-guru SD dan juga guru mata pelajaran K 12 (SMP dan SMA), karena 2/3 siswa di Finlandia adalah anak-anak siswa TK, SD, SMP dan SMA. Guru dan peran guru dalam masyarakat tidak bisa lepas dari pembangunan budaya nasiona Finlandia dan juga usaha membangun budaya multikultur dan budaya terbuka di masyakat Finlandia. Bahkan satu-satunya fungsi utama guru di sekolah adalah transfer
3|Page

budaya, nilai, dan aspirasi dari satu generasi ke generasi berikutnya di Finlandia.Bahkan saat ditanya, guru-guru di Findlandia akan menjawab bahwa mereka bertannggung jawab membangun kemajuan masyarakat di Finlandia dan menjamin kesejahteraan masyarakat. Sama seperti di seluruh negara di dunia, guru-guru di Finlandia adalah salah satu transmiter utama budaya di Finlandia.Budaya sangat penting bagi masyarakat Finlandia, karena selama ratusan tahun Finlandia mengalami krisis budaya nasional, krisis bahasa ibu (bahasa nasional) dan krisis nilai, karena selama ratusan tahun Findlandia di jajah, ke 6 abad pertama, bangsa Findlandia dijajah oleh negara Kerajaan Swedia, 100 tahun kemudian diperintah di bawah kedudukan kerajaan Rusia, dan barulah pada abad berikutnya bangsa Finlandia bebas dari jajahan bangsa lain, itupun selama baru-baru merdeka mereka masih dipengaruhi campur tangan ek-penjajah dan juga campur tangan dari negara lain. Karena hal ini lah bangsa Finlandia merasa mreka membutuhkan budaya dan pengembangan nilai-nilai mereka sendiri dan menurut mereka hal ini bisa mereka lakukan melalui pendidikan, banyak membaca dan mengembangkan diri mereka sendiri. Karena itulah literasi (kemampuan membaca dan menulis) atau singkatnya pentingnya pendidikan sudah sangat tertanam di benak setiap penduduk Finlandia bahkan dari mereka lahir sampai mereka dewasa. Karena itu tidak heran bahwa pendidikan, dan juga guru (sebagai penyampai pendidikan) adalah profesi dan pekerjaan yang sangat dihormati di Finlandia. Bahkan media massa d Finlandia seringkali melakukan poling pekerjaan atau profesi yang paling banyak diminati oleh lulusan SMA adalah menjadi guru, bahkan menjadi guru adalah pekerjaan yang paling diminati baru lalu diikuti oleh pekerjaan sebagai dokter, arsitek, dan pengacara (profesi favorit orang Finlandia) (Liiten, 2004).Guru dan pendidikan tidak bisa lepas dari nilai-nilai yang sudah tertanam dalam setiap penduduk Findlandia berdasarkan survey yang dilakukan oleh National Youth Survey (2010). Orang yang berprofesi sebagai guru juga sangat dihormati di mata publik, dan profesi guru adalah profesi yang paling diminati oleh perempuan di Finlandia, bahkan 80% guru di Findlandia adalah perempuan (Menteri Pendidikan Finlandia, 2007). Selain itu berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh pemerintah Finlandia pada 1,300 orang dewasa (yang berumur diantara 15 74 tahun), saat ditanya orang seperti apa yang mereka inginkan menjadi suami atau istri dari 30 pilihan profesi berbeda, rata-rata pria di Finlandia akan menjawab mereka ingin punya isteri yang berprofesi sebagai guru, bahkan mereka lebih ingin punya isteri guru daripada isteri yang berprofesi sebagai perawat, dokter maupun arsitek. Sedangkan wanita kebanyakan ingin punya suami yang berprofesi sebagai
4|Page

dokter, dokter hewan, baru kemudian laki-laki yang berprofesi sebagai guru. Bila dilihat secara keseluruhan (laki-laki dan wanita), 35% dari mereka merasa calon suami/istri ideal adalah yang berprofesi sebagai guru, dan yang menandingi profesi ideal suami atau isteri mereka adalah calon suami atau isteri yang berprofesi sebagai dokter, jadi bisa dibilang, di Finlandia, menjadi guru, mereka mendapatkan kedudukan tinggi di mata masyarakat, baik di dalam sekolah maupun di luar kehidupan sekolah.

SYARAT MENJADI GURU DI FINDLANDIA

Karena banyaknya peminat, hanya 1 dari 10 orang yang melamar masuk universitas untuk pendidikan guru yang diterima di Perguruan tinggi yang khusus memberikan pendidikan guru di 8 universitas pendidikan guru di Finlandia. Dan untuk masuk menjadi calon mahasiswa di 8 universitas yang dapat memberikan pendidikan guru (sebagai syarat menjadi guru di Finlandia) tidak hanya harus lulus dengan nilai bagus dari SMA dan mendapat nilai matrikulasi yang cukup, namun para aplikan mahasiswa ini juga harus punya komitmen yang tinggi untuk menjadi guru dan juga harus mempunyai kepribadian yang baik (sebagai syarat untuk menjadi guru yang baik). Setiap tahun saja ada 20.000 pelamar untuk menjadi guru (baik menjadi guru kelas, guru mata pelajaran, guru pendidikan khusus, guru SMK) di Finlandia. Ada dua tahap seleksi masuk perguruan tinggi pendidikan guru di Finlandia, pertama seleksi pertama yang menyeleksi calon mahasiswa dilihat dari nilai matrikulasi, nilai hasil ujian nasional, nilai SMA, dan juga nilai ektrakurikuler. Lalu calon mahasiswa yang lulus seleksi tahap pertama akan mengikuti seleksi tahap kedua yang berupa wawancara dan biasanya yang ditanyakan salah satunya adalah mengapa mereka ingin menjadi guru. Dilihat dari seleksi masuk ke perguruan tinggi dalam jurusan pendidikan guru juga saja sudah terlihat betapa susah untuk diterima di jurusan pendidikan guru di universitasuniversitas di Finlandia. Terlihat dari susahnya masuk menunjukkan betapa besar kompetisi untuk masuk jurusan pendidikan guru di universitas, tahun 2010 sendiri tercatat rekor peminat masuk ke jurusan pendidikan guru, dari 660 tempat yang tersedia, pelamar mencapai 6600 orang. Di tahun 2011-2012 saja, ada 2400 pelamar hanya untuk 120 kursi perguruan tinggi untuk pendidikan guru.

5|Page

Dilihat dari trend guru dan pendidikan guru di Findlandia, semakin lama profesi sebagai guru semakin banyak peminatnya, selain itu, dibanding guru pria, lebih banyak wanita yang menjadi guru. Dilihat dari krisis ekonomi global kedua pada tahun 2008, juga terlihat banyak orang di Finlandia merasa profesi guru adalah profesi paling aman, dilihat dari pada tahun 2008 (masa krisis, dimana Finlandia juga terkena imbasnya), banyak orang berpaling atau berminat mencari pekerjaan sebagai guru. Dan karena tingginya kompetisi serta susahnya untuk menjadi guru, seringkali orang yang berusaha menjadi guru tidak menyelesaikan kuliah dan memilih mencari pekerjaan lain atau paling tidak berusaha mengubah jurusan menjadi jurusan lain. Finlandia bahkan bisa dibilang adalah satu-satunya negara yang rakyatnya paling banyak berminat menjadi guru, dan karena kompetesi yang ketat dan minat yang sangat besar, hanya Finlandia yang calon-calon gurunya adalah siswa-siswa atau mahasiswa paling pintar diantara yang lain (pelamar calon pendidikan guru dimasuki oleh siswa-siswa dengan nilai terbaik di seluruh negara Finlandia).

Apa yang membuat guru menjadi pekerjaan paling diminati di Finlandia? Kita dapat meniru apa yang dilakukan di Finlandia yang membuat profesi guru menjadi pilihan saat anak-anak muda memilih pekerjaan. Pertama, di Finlandia, guru tidak menghabiskan waktunya mengajar, bahkan sebagian besar waktu dihabiskan guru di sekolah untuk belajar dan mengembangkan dirinya agar menjadi guru yang lebih baik, sebagian besar waktu di sekolah dihabiskan guru untuk merencanakan pelajaran, mendesain pelajaran, dan bahkan dibandingkan negara lain (misalnya Amerika) guru-guru di Finlandia lebih banyak menghabiskan waktunya di luar kelas/di luar pelajaran sekolah di banding dengan mengajar di kelas, sehingga guru-guru di Finlandia dapat mengembangkan kemampuan diri mereka di waktu mereka bekerja (mereka tidak menghabiskan waktu mereka hanya dengan mengajar seperti yang dilakukan di negara-negara Barat lain seperti Amerika Serikat). Selain itu, tidak seperti di negara-negara lain dimana guru-guru terikat kurikulum nasional dan harus mengikuti dan menuruti standar kurikulum tertentu, guru di Findalndia diberikan kebebasan dan otonomi sebebasnya untuk mengatur, merencanakan dan mendesain pelajaran mereka tanpa ada campur tangan dan pemaksaan dari pihak lain (misal pemeritnah atau pihak lain yang berwenang), dan terakhir di Finlandia, guru adalah profesi yang paling dihormati sama seperti orang menghormati orang-orang yang berprofesi dokter, insinyur atau arsitek dan
6|Page

sebagian besar orang yang menjadi guru di Findlandia saat ditanya mengapa menjadi guru mereka akan menjawab bahwa mereka mendapat panggilan menjadi guru dan mereka memang ingin menjadi guru. Pengarang buku bahkan bertanya pada salah seorang guru sekolah dasar di Finlandia, dia menanyakan apa kira-kira yang mendorong mereka untuk berhenti menjadi guru dan mencari pekerjaan lain yang kira-kira lebih menjanjikan, dan tidak satupun dari mereka yang menjawab akan berhenti menjadi guru hanya karena mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan, namun semua akan bilang akan berhenti menjadi guru bila ada yang

mempertanyakan kompetensi mereka sebagai guru (misalnya bila ada inspeksi) dan setiap guru di Findlandia yang merasa bahwa mereka punya otoritas dan otonomi sendiri terhadap bagaimana mereka mendidik dan bekerja di sekolah akan merasa dianggap tidak kompeten dan tidak dipercaya bila ada pengawasan dari pihak luar. Alasan kedua bagaimana agar mendesain sehingga anak-anak muda kebanyakan sangat tertarik menjadi guru (seperti yang terjadi di Finlandia) adalah agar mendesain agar jurusan pendidikan di universitas dibuat sedemikian rupa sehingga mendorong sifat kompetitif anak-anak muda, jadi bila pendidikan guru dibuat sedemikian rupa sehingga menarik sekaligus menantang maka tidak heran banyak anak-anak muda yang akan tertarik untuk masuk ke jurusan pendidikan sama seperti yang terjadi di Finlandia. Lalu mengapa jurusan pendidikan guru di Finlandia dianggap kompetitif, ternyata di Finlandia, syarat untuk masuk ke pendidikan guru sangat tinggi (mungkin setara dengan syarat untuk masuk ke fakultas kedokteran dan fakultas teknik di negara lain), dan selain itu, kurikulum dan kriteria pelajaran di pendidikan guru di universitas-universitas di Finlandia butuh kerja keras yang sangat tinggi (sama seperti kedokteran dan teknik) sehingga lulusan-lulusan dari pendidikan guru di Finlandia dianggap punya status akademik yang sama tinggi dengan lulusan terbaik dari fakultas kedokteran dan fakultas sulit lainnya. Satu hal lagi yang membuat pendidikan guru sangat diminati oleh para lulusan SMA di Finlandia, karena bila mereka sudah bisa masuk ke pendidikan guru, otomatis mereka akan langsung melanjutkan ke pendidikan master, dan bila mereka lalu memilih untuk melanjutkan ke program pendidikan doktoral, mereka langsung bisa memilih bisa langsung menjadi dosen di perguruan tinggi bila mereka ingin. Jadi masuk ke jurusan pendidikan guru dianggap punya prestise dan sangat dianggap tinggi di kalangan masyarakat dan penduduk di Finlandia. Hal ini adalah salah satu faktor penarik mengapa pendidikan guru sangat diminati di Finlandia.

7|Page

Lalu bagaimana dengan gaji guru, apakah di Findlandia, gaji sebagai guru merupakan faktor yang menarik anak muda untuk menjadi guru? Ternyata tidak, gaji guru di Finlandia hanya sedikit lebih besar dari rata-rata pendapatan rata-rata penduduk di Finlandia, namun memang guru-guru di Finlandia menjadi guru bukan karena mereka mengejar gaji, namun karena mereka punya panggilan moral untuk menjadi guru. Namun memang, sebagai seorang guru, gaji mereka akan naik secara signifikan setelah mereka punya pengalaman mengajar yang lebih baik, berdasarkan survey, gaji guru SD akan naik lebih besar 55% dibanding gaji awal mereka baru bekerja (khusus guru SMP), dan gaji guru SMA akan lebih besar sampai dengan 77% lebih besar dari gaji awal mereka saat mereka sudah sangat berpengalaman di bidang mereka. Selain itu tidak seperti di negara seperti Amerika Serikat dan mungkin juga Indonesia, gaji guru di Finlandia akan semakin besar sesuai dengan tanggung jawab mereka, misalnya gaji guru SMA akan lebih besar dibanding dengan gaji guru SMP (guru dipekerjakan oleh sekolah atau pihak otonomi lokal).

PROGRAM PENDIDIKAN GURU DI FINLANDIA

Di Finlandia, sebelum tahun 1970an, semua orang dapat menjadi guru hanya dengan mengikuti seminar sesuai dengan kualifikasi guru yang mereka inginkan, misalnya bila mereka ingin menjadi guru kelas, mereka tinggal mengikuti seminar pendidikan guru dalam jangka waktu tertentu, dan bila mereka ingin menjadi guru mata pelajaran, maka mereka harus ikut seminar khusus untuk mata pelajaran tertentu. Namun setelah tahun 1970an, setiap orang yang ingin menjadi guru harus mempunyai pendidikan standar universitas, bahkan sekarang setiap guru harus punya titel minimal master atau S2, dan master mereka haruslah master by riset (sesuai dengan dimana sekolah mereka akan ditempatkan dan mata pelajaran apa mereka akan ajarkan di sekolah). Di Finlandia, riset dalam bidang pendidikan sangat dijunjung tinggi, dan setiap guru harus bisa melakukan riset dalam pendidikan dan juga dalam bidang pekerjaan mereka. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa syarat minimal untuk menjadi guru-guru di Finlandia adalah gelar master. Di Finlandia, program pendidikan guru dikenal dengan program two-tier yang bisa berlangsung selama 5 7 tahun, dimana program S1 atau bachelor akan ditempuh dalam waktu 3 tahun, dan 2 tahun atau lebih berikutnya mereka akan langsung menempuh program master yang akan langsung mendidik mereka sesuai dengan sasaran atau tujuan guru apa yang mereka inginkan saat mereka bekerja.
8|Page

Berbeda dengan di negara lain, pendidikan guru di Finlandia tidak hanya memfokuskan pada perkembangan kemampuan profesional guru, namun ternyata juga memfokuskan pada perkembangan kepribadian calon guru tersebut. Hal yang paling ditekankan dalam pendidikan guru di Finlandia adalah membangung pedagogical thinking skill atau kemampuan berpikir pedagogis, sehingga mereka bisa mengajar sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman yang selalu berubah-ubah (kontemporer).Pendidikan guru di Finlandia (di jenjang universitas) terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu:

1. Teori-teori pendidikan (theory of education) 2. Pengetahuan isi pedagogis (pedagogical content knowledge) 3. Praktek dan didakdik mata pelajaran (subject didactic and practice).

Di Finlandia, mereka juga memakai sistem kredit, dimana setiap program bachelor (S1) mereka harus memenuhi 180 kredit (di Finlandia sama seperti yang dipakai di negara-negara Eropa mereka menggunakan ECTS atau European Credit Transfer and Accumulation System (Sistem Akumulasi dan Transfer Kredit). Dan untuk program S2 atau master, mereka harus memenuhi 120 kredit. Seperti yang disebutkan sebelumnya, program master yang diharapkan dimiliki oleh para calon guru adalah program master by riset, dimana mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk melakukan riset dan praktek daripada hanya belajar teori, karena memang dalam pendidikan guru di Finlandia, mereka menekankan pentingnya teori dan praktek. Dalam hal teori saja, setiap calon guru diharapkan tidak hanya punya pandangan dan pengetahuan tentang teori-teori pendidikan tapi mereka juga diharapkan punya sedikit basis atau pengetahuan tentang psikologis, perkembangan anak didik, bahkan setiap guru diharapkan paling tidak menguasai dua mata pelajaran, dan mata pelajaran paling favorit dan paling diminati, adalah matematika, dimana bila mereka punya basis pendidikan atau kemampuan mengajar matematika, selain dengan pelajaran utama atau jurusan utama yang mereka miliki, kesempatan mereka untuk mengajar mata pelajaran atau memilih untuk menjadi guru apa akan lebih besar. Karena berbeda dengan di negara Amerika, dimana di SMA, mereka bisa memilih mata pelajaran yang mereka sukai, di Finlandia, setiap anak lulusan SMA harus bisa menguasai minimal dua bahasa asing, menguasai Fisika, Kimia,
9|Page

bahkan mereka juga harus belajar pelajaran sosial seperti filosofi, dan mereka juga diberikan pelajaran bermusik. Di Finlandia, saat guru-guru dididik selama pendidikan guru, selain mereka diajarkan teori-teori pendidikan, sebagian besar (sama besarnya dengan mereka harus belajar teori) mereka akan belajar menjadi guru yang sebenarnya (bisa dalam kelompok kecil, dengan siswa dalam kelompok kecil pula), didampingi oleh guru-guru yang lebih berpengalaman selama mereka mengikuti pendidikan guru.

DI FINLANDIA: GURU SEBAGAI SEORANG PENELITI

Findlandia menekankan research-based teacher education yang berarti dalam mendidik para calon guru, mereka menekankan integrasi teori-teori pendidikan, metode riset, dan praktek di dalam benak pada semua calon guru yang mereka didik di universitasuniversitas dengan jurusan pendidikan di Finlandia. Jadi ada tiga tahapan dalam mendidik calon guru di universitas di Finlandia, pertama-tama mereka ditanamkan untuk punya pemikiran untuk bagaimana mendidik (educational thinking) lalu mereka bila sudah menguasai ini akan diajarkan untuk berusaha menguasai metodologi riset pendidikan (educational research methodologies), dan terakhir adalah ilmu pendidikan yang lebih rumit (advanced fields of educational sciences). Dengan sistem langkah pengajaran dan pendidikan yang sistematik yang semuanya diterapkan pada setiap pendidikan guru di seluruh universitas di Finlandia, setelah lulus dari pendidikan guru, termasuk sudah mempunyai gelar master, calon guru sudah tahu cara mengajar sekaligus teori-teorinya saat mereka terjun langsung ke dalam lingkungan mengajar di sekolah. Program pendidikan guru ditekankan pada teori dan juga metode mengajar. Biasanya mereka menghabiskan sekitar sampai 40 kredit untuk praktek mengajar,. Metode praktek mengajar pun diajarkan sepanjang mereka melakukan pendidikan guru dan bukan hanya diakhir, dimana di program-program pendidikan guru di universitas ada beberapa tahapan metode praktek mengajar, yaitu basic practice, advanced practice dan final practice. Dimana disetiap tahapan atau fase ini, calon guru akan mengamati cara mengajar guru yang sudah berpengalaman, lalu calon guru akan praktek mengajar dengan diawasi oleh guru pengawas, lalu calon guru juga akan mengajar anak-anak didik secara independen sambil dievaluasi oleh guru-guru berpengalaman serta dosen serta profesor dimana calon guru tersebut dididik.
10 | P a g e

Evaluasi dan praktek berkepanjangan inilah yang membedakan pendidikan calon guru di Finlandia dengan pendidikan calon guru di negara-negara lain. Bedanya dengan universitas lain mungkin juga terletak dimana jurusan pendidikan itu berada, di Finlandia, jurusan pendidikan tidak berdiri secara terpisah namun merupakan bagian dari tiga macam fakultas utama di Universitas-universitas yang ada di Finlandia, dimana Fakultas Sains, Humaniora dan fakultas pendidikan masing-masing mempunyai program pendidikan yang mereka tawarkan pada para mahasiswa mereka di ketiga fakultas tersebut. Jadi ketiga fakultas masing-masing berkoordinasi untuk menyampaikan pelajaran dan pengetahuan bagi para calon guru, dikoordinir oleh fakultas pendidikan. Bahkan di salah satu universitas di Finlandia, yaitu universitas Oulu, sepertiga masa masa calon guru belajar dihabiskan untuk mengajar (dan praktek mengajar) di sekolahsekolah afiliasi pendidikan didampingi oleh guru-guru pendamping, sekaligus mereka melakukan riset di sekolah tersebut. Bahkan sekolah yang menyediakan pelatihan dan praktek langsung bagi guru-guru ini dan juga menyediakan fasilitas untuk melakukan riset selama melakukan praktek mengajar dan belajar, adalah termasuk sekolah-sekolah berkualifikasi terbaik di Finlandia dan mereka bukan sekolah swasta melainkan sekolah yang dikelola oleh pemerintah setempat atau lokal (semacam kabupaten atau kota).Jadi di Finlandia, pendidikan calon guru difokuskan tidak hanya pada teori dan praktek, tetapi pendidikan calon guru di Finlandia juga difokuskan bagaimana calon guru selain, praktek dan mengajar juga dapat sekaligus melakukan riset atau penelitian.

REFLEKSI PEDAGOGIS Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, profesi sebagai seorang guru adalah profesi yang paling dihormati di Finlandia. Dan apa yang membuat sistem pendidikan Finlandia menjadi sangat terkenal di seluruh dunia adalah karena setiap guru diberikan wewenang sebebas-bebasnya dalam menjalankan tugasnya mengajar dan mereka diberikan wewenang sendiri untuk dalam menentukan sistem penilaian bagi siswa-siswa yang mereka ajar, otonom absolut yang guru-guru di Finlandia punyai adalah hasil kerja dari reformasi pendidikan di Finlandia, yang kebanyakan didorong oleh guru-guru itu sendiri dan bukan berasal dari pihak pemerintah. Bahkan menurut penelitian, atmosfer pendidikan di sekolah yang sangat mendorong kebebasan dan perkembangan guru adalah faktor utama mengapa pendidikan di Finlandia adalah sistem pendidikan nomor satu di dunia.
11 | P a g e

Lalu apa yang sebenarnya otonomi yang dimiliki oleh guru-guru di Finlandia? Di Finlandia, sekolah-sekolah tidak diatur oleh pemerintah, namun diatur oleh pemerintah setempat atau penduduk lokal, dan kurikulum serta desain pembelajaran adalah wewenang penu guru, pemerintah setempat (pengelola) yang disetujui oleh masyarakat dimana sekolah tersebut berada. Dan karena setiap kurikulum setiap sekolah ditentukan atau didesain oleh guru dan juga pengelola sekolah masing-masing atau daerah atau tempat dimana sekolah itu berada, maka setiap sekolah di Finlandia punya ciri khas sekolah mereka sendiri yang tidak akan sama dengan sekolah lain yang ada. Jadi tidak ada aturan ketat dari pemerintah bagaimana kurikulum dan bagaimaan sebuah sekolah harus dikelola atau dijalankan seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada, dimana setiap sekolah pemerintah harus mengikuti standar dan kurikulum nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kebebasan untuk bereksperimen dan mendesain sekolah sesuai dengan keinginan guru, pengelola serta masyarakat ini membuat sekolah-sekolah di Finlandia punya sistem pengajaran yang efektif yang disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut oleh penduduk lokal. Selain kebebasan dalam pengelolaan sekolah dan kurikulum yang ditetapkan guru dalam mengajar, ada juga kelebihan pendidikan di sekolah-sekolah di Finlandia yang membedakannya dengan sekolah-sekolah serta pendidikan di negara-negara lain. Di Finlandia: 1. Pelajaran didesain sedemikian rupa sehingga ada personalized learning dan pengajaran yang kreatif (creative teaching). Jadi di sekolah-sekolah di Finlandia, tidak ada standar penilaian yang sama bagi setiap siswa. Di sekolah-sekolah di Finlandia, kemajuan belajar seorang anak tidak dibandingkan dengan siswa lain, namun dilihat berdasarkan kemampuan dan karakteristik masing-masing anak. Hal ini lah yang sangat membedakan pendidikan di Finlandia dengan pendidikan di negaranegara lain yang menilai siswa dengan memukul rata kemampuan mereka tanpa melihat karakteristik dan kemampuan awal yang mereka miliki. 2. Di sekolah-sekolah di Finlandia, penilaian siswa berlangsung selama mereka belajar dan tidak dilakukan tes, jadi segala macam pelajaran dan pengajaran yang diberikan oleh guru bagi siswa bukan agar siswa tersebut dapat menjawab saat diadakan tes, melainkan mereka diberikan pelajaran agar mereka bisa berkembang dan belajar sesuai dengan kemampuan dan keinginan mereka masing-masing. Hal inilah jugalah yang sangat jauh membedakan sistem pendidikan sekolah di Finlandia dengan sistem pendidikan sekolah di negara-negara lain.

12 | P a g e

3. Yang menentukan perkembangan kognitif siswa adalah wewenang sekolah dimana siswa itu belajar dan bukan dari pihak luar. 4. Tes memang ada dilakukan di sekolah, namun data tentang kemampuan siswa yang didapat dari tes hanya bagian kecil dari penilaian kemampuan keseluruhan siswa. Memang ada tes atau ujian standar yang dibuat untuk mengetes kemampuan siswa ini untuk diambil datanya, namun yang membuat tes standar ini adalah pihak pemerintah lokal dan tes standar ini pun didesain sedemikian rupa sehingga bisa menguji kemampuan siswa sesuai dengan karakteristik dan kemampuan siswa.

Dan satu-satunya tes standar secara nasional yang dilakukan adalah tes matrikulasi yang wajib diikuti oleh anak-anak sekolah berumur sekitar 18 19 tahun, dan tes ini pun dilakukan untuk menentukan syarat ujian masuk ke perguruan tinggi. Soal dalam ujian matrikulasi ini bukanlah dalam bentuk multiple choice, melainkan keseluruhan dilakukan dalam bentuk essay untuk mengetahui kemampuan dan pengetahuan siswa.

Bila diambil kesimpulan, apa sebenarnya yang menyebabkan sistem pendidikan di Finlandia sangat maju, pengarang buku ini lalu menyimpulkan beberapa hal yang membuat pendidikan di Finlandia sangat maju dan mengapa karir sebagai guru adalah karir yang paling prestisius diantara pekerjaan lainnya di Finlandia: 1. The most able and talented individuals go into teaching. 2. There is close collaboration between subject faculties and schools of education. 3. Teacher education is research-oriented.

---good luck---

13 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai