Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah HIV dan AIDS adalah masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian yang sangat serius. Ini terlihat dari jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan setiap tahunnya sangat meningkat secara signifikan. Namun kasus HIV /AIDS merupakan fenomena gunung es dimana jumlah orang yang dilaporkan jauh le!ih sedikit di!andingkan yang se!enarnya. Angka "enderita HIV mengalami peningkatan dari tahun #$%% & #$%# dengan jumlah kasus HIVnya se!anyak #%$'% menjadi #%(%% dengan AIDS !erjumlah )$$* menjadi (+,+. Sampai !ulan -uni #$%' sur.ei memperlihatkan jumlah kasus HIV/AIDS ter!anyak adalah D/I -akarta dengan jumlah penderita #*,$) kemudian -a0a 1imur %*,#( "apua %%,)% -a0a 2arat ,%+% dan 2ali )$)'. Menurut sur.ey penderita HIV/AIDS !erdasarkan jenis kelamin ter!anyak adalah jenis kelamin laki& laki yaitu #*%)) di!anding perempuan %#(3'. 1erdapat !e!erapa cara penularan HIV/AIDS diantaranya melalui darah yaitu dengan !ergantian jarum suntik dengan penderita HIV transfusi darah yang mengandung HIV alat tato atau alat tindik !ergantian dengan !ekas penderita HIV/AIDS. Melalui cairan sperma atau .agina melalui hu!ungan seksual dengan penderita HIV/AIDS. "enularan dari i!u ke anak melalui plasenta dan jalan lahir. Sur.ei menurut cara penularan diketahui penularan melalui hu!ungan seks heteroseksual angkanya #+%(, kasus ID4 ),'' kasus tidak diketahui )%#+ kasus 1ransmisi perinatal %%3* kasus homoseksual %$'$ kasus dan melalui transfusi darah se!anyak ,+ kasus. "enye!aran HIV saat ini masih terkonsentrasi pada populasi kunci dimana penularan terjadi melalui perilaku yang !erisiko seperti penggunaan jarum suntik yang tidak steril pada penasun dan perilaku seks yang tidak aman !aik pada hu!ungan heteroseksual maupun homoseksual. Melihat !anyaknya angka penularan HIV/AIDS dikalangan penasun maka pemerintah dan lem!aga non pemerintah melakukan

upaya&upaya pencegahan promotif 5 pre.entif penularan HIV/AIDS yang dise!ut Strategi "engurangan Dampak 2uruk "enggunaan NA"6A Suntik. Strategi ini !erdasar pada Strategi Nasional HIV/AIDS untuk #$$'& #$$) yag dikem!angkan oleh /omisi "enanggulangan AIDS Nasional. 4paya terse!ut adalah komunikasi informasi dan edukasi 7/I89 tentang penggunaan kondom Harm :eduction konseling peru!ahan perilaku pendidikan se!aya program penyucihamaan layanan jarum suntik steril pemusnahan jarum suntik !ekas pelayana terapi pemulihan ketergantungan NA"6A "rogram 1erapi :umatan Metadon Voluntary Counseling and HIV Testing 7V;19 layanan pengo!atan pera0atan dan dukungan HIV/AIDS serta layanan kesehatan dasar. Salah satu upaya yang digunakan untuk menurunkan angka penye!aran HIV/AIDS adalah dengan program <ayanan -arum Suntik Steril. "enasun cenderung menggunakan alat dan jarum suntik secara !ergantian sehingga memudahkan penularan HIV/AIDS. "enyediaan alat suntik steril merupakan salah satu komponen upaya menekan konsekuensi kesehatan negatif penggunaan nako!a suntik. <-SS yang dilakukan di pusat layanan&layanan kesehatan pemerintah tidak hanya mem!agikan jarum dan alat suntik steril tetapi kegiatan ini !ertujuan untuk mendorong penasun agar hanya menggunakan alat suntik steril dan menghindari penggunaan alat suntik secara !ergantian. Selain itu tujuannya adalah mendekatkan penasun ke latar layanan kesehatan mengem!alikan hu!ungan sosial kemasyaraktan mereka di lingkungan tempat tinggalnya serta mem!angun layanan kesehatan yang !erkualitas !erasaskan persamaan hak kegotong&royongan dan tanggung ja0a! !ersama. <-SS telah ada di Indonesia sejak tahun %333 atas kesadaran akan tingginya risiko penularan HIV/AIDS di kalangan penasun oleh se!uah lem!aga masyarakat di Denpasar 2ali. "ada a0alnya pelaksanaan <-SS !elum masuk ke system kesehatan secara masal sehingga tidk dapat mem!endung kasus penularan HIV. 4ntuk itu /ementrian /esehatan :I mener!itkan "edoman "elaksanaan "engurangan Dampak 2uruk Nap=a pada tahun #$$+ yang kemudian diperkuat dengan "eraturan Menkokesra no. # tahun #$$) tentang /e!ijakan nasional "enanggulangan HIV dan AIDS melalui "engurangan Danpak 2uruk "enggunaan NA"6A Suntik. /omisi penanggulangan AIDS Nasional menargetkan %($.*$$ penasun yang mendapatkan <-SS pada akhir #$%$ dimana hingga #$$, telah terdapat %,3 <-SS yang terse!ar

setidaknya di sepuluh pro.insi melalui puskesmas dan layanan kesehatan lainnya didukung oleh lem!aga&lem!aga s0adaya masyarakat setempat. Namun pelaksanaan <-SS ini !ukannya tanpa kesulitan !anyak masalah yang dihadapi dalam pelaksanaannya antara lain kurangnya sarana dan prasarana yang memadai kurangnya informasi terhadap masyarakat tentang layanan <-SS sehingga terjadi pro kontra di dalam masyarakat kurangnya informasi yang di !erikan oleh petugas kesehatan mengenai program <-SS sehingga terdapat keengganan pada penasun untuk mengikuti program <-SS dan kurangnya kepedulian terhadap kesehatan pada penasun sendiri. Di /ecamatan "asar Minggu sendiri angka kunjungan penasun ke poli <-SS tahun #$%# terdata se!anyak ')* kunjungan. "eningkatan angka penularan HIV/AIDS terutama pada penasun menjadi masalah yang perlu dikha0atirkan. "enasun yang !elum ter!ukti terjangkit .irus HIV/AIDS seharusnya dapat dicegah dari penularan .irus HIV dengan upaya 5upaya terse!ut diatas. "enasun seharusnya dapat tetap menjalankan perannya dalam lingkungan sosial masyarakat !ila di!erikan informasi dan edukasi secara !enar dan juga turut mem!antu mencegah penularan HIV/AIDS di masyarakat sekitarnya. "enelitian ini dilakukan agar masyarakat petugas kesehatan dan !er!agai instansi yang terkait mengetahui cara 5 cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran para penasun guna mengurangi dampak !uruk dari penggunaan nap=a suntik.