Anda di halaman 1dari 9

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Darah dan lendir yang keluar dari vagina merupakan hal yang normal dalam persalinan fase aktif akibat dari penipisan dan dilatasi dari serviks akibat robeknya pembuluh kecil. Perdarahan uterus yang timbul sebelum waktu kelahiran perlu diwaspadai. Perdarahan mungkin saja diakibatkan solusio plasenta dan plasenta previa. Plasenta previa adalah keadaan dimana implantasi plasenta terletak pada sepanjang atau sangat dekat dengan ostium internum dari uterus dimana usia kehamilan lebih dari 20 minggu ( unningham et al! 200"# $ohnston % Paterson& 'rown! 2011# Dulay! 201(). 2.2 *pidemiologi Perdarahan yang terjadi dalam kehamilan merupakan penyebab 1+ , dari (201 kematian ibu hamil di -. tahun 1//1&1//0 berdasarkan data dari Pregnancy Mortality Surveillance System of the Centers for Disease Control and Prevention . Plasenta previa terjadi 0!(&0!", dari seluruh kehamilan ( unningham! 200"# $oy! 2012). 2.( *tiopatogenesis dan 1aktor Predisposisi 2mplantasi plasenta dimulai dari timbuhnya embrio dan melekat ada bagian caudal uterus. .eiring bertumbuhnya plasenta! plasenta berkembang menutupi ostium serviks. Diperkirakan bahwa vaskularisasi desidua yang rusak terjadi sepanjang serviks! dimungkinkan karena inflamasi sekunder atau perubahan atropi. Dengan demikian! bagian plasenta yang atropi tersebut dapat mencetus terjadinya vasa previa ($oy! 2012). 3ejadian plasenta previa meningkat pada ibu hamil dengan usia lebih tua sekitar di atas (0 tahun. 4al ini diduga semakin meningkatnya perubahan sklerosis pada arteri miometrium meneyebabkan kurangnya suplai darah ke plasenta. .elain itu juga multiparitas juga meningkatkan resiko terjadinya plasenta
2

previa. Penelitian lainnya mengatakan bahwa riwayat seksio sesarea terutama pada kehamilan pertama! meningkatkan resiko terjadinya plasenta previa sekitar 1!" sampai 0 kali lipat dari kelahiran normal. 'erdasarkan meta analisis resiko meningkat 1, setelah 1 kali seksio sesarea! 2!+, setelah ( kali seksio sesarea! dan (!5, setelah " kali seksio sesarea. 6ekanisme yang mungkin terjadi adalah karena timbulnya skar pada uterus menyebabkan terbentuknya formasi polip! infiltrasi limfosit! dilatasi kapiler! dan infiltrasi jaringan endometrium! efeknya adalah implantasi plasenta yang kurang optimal! meningkatnya malformasi vaskular! meningkatnya fragilitas pembuluh darah ( unningham! 200"# 7etahun et al! 2000# $oy! 2012# Dulay 201(). 8able 2.1 6orbiditas dan 8ingkat 9esiko pada Pasien dengan Plasenta Previa Morbidities :ntepartum bleeding ;eed for hysterectomy 'lood transfusion .epticemia 8hrombophlebitis *ndometritis
($oy! 2012)

Relative Risk 10 (( 10 "." " 0.0<2=

1aktor resiko lainnya yang juga potensial yaitu abortus spontan maupun yang disengaja (spontaneous or induced abortion)! riwayat plasenta previa sebelumnya! multifetal! drug abuse (cocain etc.) dan merokok. 9iwayat abortus sebelumnya diduga menghalangi implantasi plasenta yang disebabkan kerusakan endometrium. .edangkan rokok diduga menyebabkan hipoksemia karbon monoksida yang berefek hipertropi plasenta akibat dari kompensasi! nantinya berakibat pada ketidaksempurnaan vaksularisasi desidua (8u>ovi? et al! 200(# unningham! 200"# 7etahun et al! 2000# 7urol&-rgancy et al! 2011# Dulay! 201()

2.@ 3lasifikasi Plasenta Previa :da beberapa grade dari plasenta previa ( unningham! 200"# Appenheimer % 1arine! 200/)B

a. Plasenta previa totalis! merupakan keadaan dimana plasenta terletak menutupi keseluruhan ostium internum serviks. b. Plasenta previa parsialis! merupakan keadaan dimana plasenta terletak menutupi sebagian dari ostium internum serviks. c. Plasenta previa marginalis! merupakan keadaan dimana plasenta terletak di tepi ostium internum serviks d. Plasenta previa letak rendah! merupakan keadaan dimana implantasi plasenta terletak pada segmen bawah uterus! pada tepi! dan hamper mendekati ostium internum serviks

( unningham! 200")

7ambar 2.1 Plasenta Previa 8otalis

( unningham! 200")

7ambar 2.2 Plasenta Previa Parsialis! pada ibu hamil 22 minggu dengan pembukaan serviks (&@ cm

(ComenDs 4ealth and *ducation enter (C4* )! 201()

7ambar 2.( 'entuk Plasenta Previa

2." 8anda dan 7ejala 3linik Pasien yang datang mengeluhkan mendadak ada perdarahan dari jalan lahir tanpa sebab dimana usia kehamilan lebih dari 20 minggu ($ohnston % Paterson& 'rown! 2011# Dulay! 201()B & & tidak nyeri! warna darah yang keluar adalah segar! hemoragik. & Pada beberapa pasien disertai juga adanya kontraksi uterus. Penyebab terjadinya perdarahan tersebut terjadi dalam trimester ketiga terkait perkembangan dari segmen bawah rahim. Perlekatan plasenta tersebut terganggu dikarenakan daerah tersebut terjadi penipisan dalam persiapan untuk proses kelahiran. 3etika hal tersebut terjadi! perdarahan muncul di lokasi perlekatan plasenta! sebagaimana uterus pun tidak mampu untuk melakukan kontraksi secara adekuat dan untuk menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka. Pelepasan trombin dari tempat perdarahan memprovokasi kontraksi uterus dan mengarah pada Elingkaran setanF antara perdarahan! kontraksi! dan pemisahan plasenta ($oy! 2012). 2.0 Diagnosis 'anding! dan Penegakkan Diagnosis Plasenta previa perlu dicurigai pada perdarahan dengan kehamilan lebih dari 20 minggu. $ika ada plasenta previa! pemeriksaan digital dapat memperburuk terjadinya perdarahan. Aleh karenanya! sangat tidak dianjurkan untuk melakukan pemeriksaaan digital! kecuali dengan pemeriksaan -.7 abdomen atau pemeriksaan digital dapat dilakukan bila kemungkinan plasenta previa dapat disingkirkan. Dapat juga dengan pemeriksaan double set-up! yaitu dimana pasien dipersiapkan untuk kelahiran normal! sementara dipersiapkan juga bagian team operasi untuk persiapan seksio sesarea. 6eskipun plasenta previa lebih mungkin menyebabkan gejala yang berat! perdarahan segar tanpa disertai nyeri! dibandingkan dengan solusio plasenta! perbedaan klinis masih belum mungkin dapat dibedakan. Dengan demikian -.7 abdomen seringkali diperlukan untuk membedakan antara keduanya ($oy! 2012).

& kadang perdarahan bisa menjadi hebat hingga dapat menimbulkan syok

8abel. 2.2 Diferensial Diagnosis Placenta Previa Differential Diagnose Abruption Placentae Cervisitis Premature Rupture of Membrane Preterm Labor aginitis ulvovaginitis
($oy! 2012)

:dapun pemeriksaan penunjang selain -.7 abdomen yaitu dengan !ransvaginal "ltrasonography (8G.)! dimana lebih akurat dalam menentukan lokasi tepi dan batas plasenta pada ostium internum serviks! serta memastikan apakah plasenta previa totalis! parsial! marginalis! atau letak rendah. Pada pemeriksaan dengan -.7 abdomen atau transabdominal sonography (8:.) terdapat visualisasi bagian posterior plasenta yang kurang baik dibandingkan dengan 8G. karena kemungkinan terhalang kepala fetus! obesitas dan juga blader! sehingga hasilnya juga kurang akurat. Aleh kernanya false positive diagnosis plasenta previa dapat mencapat 2",. .edangkan dengan 8G. akurasinya tinggi (sensitivitas +5!",! spesifisitas /+!+,! positive predictive value /(!(,! negative predictive value /5!0,) (Appenheimer! 2005# Appenheimer % 1arine! 200/# $ohnston % Paterson&'rown! 2011# $oy! 2012).

7ambar 2.@ 8ransvaginal .onography (8G.) 6eskipun koagulopati jarang terjadi! pemeriksaan darah serial mungkin dapat bermanfaat sebagai pertimbangan transfuse (4b H+ gIdl). Pemeriksaan

Prothrombine !ime (P8)! activated partial thromboplastin time (aP88)! fibrinogen! dapat pula diusulkan melihat kemungkinan terjadinya D2 2012). 2.5 Penatalaksanaan 2.5.12ndikasi seksio sesare! melahirkan spontan! dan perawatan konservatif 6enurut 6ansjoer dkk (200+)! penatalaksanaan harus di rumah sakit dengan fasilitas operasi. .ebelum dirujuk! anjurkan pasien untuk tirah baring total dengan menghadap ke kiri! tidak melakukan senggama! menghindari tekanan rongga perut (misal batuk! mengedan karena sulit buang air besar) Pasang infus cairam ;a l fisiologis. 'ila tidak memungkinkan! beri cairan peroral. Pantau tekanan darah! nadi pasien secara teratur! juga periksa D$$. 'ila terjadi syok! lakukan resusitasi cairan dan transfusi darah. Penanganan di rumah sakit dilakukan berdasarkan usia kehamilan. 'ila ada syok! usia gestasi H(5 minggu! taksiran janin H2"00 gram! makaB a. Perdarahan sedikit! rawat sampai usia kehamilan (5 minggu! mobilisasi bertahap! kortikosteroid 12 mg 2.G perhari selama ( hari b. Perdarahan berulang! lakukan PD6A. 'ila ada kontraksi! tangani seperti kehamilan preterm. 'ila ada syok dengan usia gestasi J (5 minggu! taksiran berat janin 2"00 gram atau lebih! lakukan PD6A. 'ila ternyata plasenta previa! lakukan persalinan perabdominam! bila bukan! lakukan persalinan pervaginam. ($oy!

(6ansjoer! 200+)

'agan 2." :lur Penatalaksanaan Perdarahan :ntepartum $arak tepi plasenta dengan ostium serviks internum melalui pemeriksaan dengan 8G. dapat dijadikan pertimbangan apakah dilahirkan spontan atau seksio sesarea (Appenheimer# 2005# $oy! 2012)B a. $arak tepi plasenta K ostium serviks internum L 2 cm trial labor

b. $arak tepi plasenta K ostium serviks internum H 2 cm cesarean 2.5.2Penggunaan tokolitik 8erdapat lima kelas agen tokolitik diantaranyaB a. $etamimetics (9itrodrine) b. Calcium channel bloc%er (;ifedipin) c. &'ytocin reseptor antagonists (:tosiban (8ractocile)) d. (onsteroidal anti-inflammatory drugs )(SA*Ds+ e. Magnesium sulphate

10

9ata&rata penggunaan tokolitik efektif sampai @+ jam hingga 5 hari! namun secara signifikan tidak adekuat dalam mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas perinatal. 2ntervensi lain adalah memperpanjang masa kehamilan dan memperbaiki keadaan neonatus! dengan penggunaan antibiotik untuk melawan infeksi intrauterin. 3ontraindikasi dalam penggunaan tokolitik diantaranyaB a. .epsisIkorioamnionitis b. Perdarahan antepartum! seperti solusio plasenta! perdarahan aktif vagina c. Dilatasi serviks tingkat lanjut d. 87 abnormal e. 2nsufisiensi plasenta f. PreeklampsiaIeklampsia g. 6alformasi kongenital h. 2-1D i. :lergi terhadap tokolitik j. -sia kehamilan H2@ minggu atau L((M0 minggu .edangkan kontraindikasi relatif penggunaan tokolitik diantaranya ketuban pecah dini! plasenta previa! 2-79! kehamilan multipel! dan penyakit ginjal atau hepar. ($ohnston % Paterson&'rown! 2011# 2A7! 201(). 2.+ 3omplikasi dan Prognosis 3omplikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah ($oy! 2012)B a. Perdarahan b. Nahir prematur c. Presentasi fetus abnormal d. .olusio plasenta e. 6eningkatnya resiko *ndometritis Nebih dari "0, wanita hamil dengan plasenta previa resiko hamil prematur! dan dengan prematur yang ekstrem beresiko pula terjadinya kematian perinatal. 2nsiden malformasi fetal dan 2-79! .2D. (sudden infant death syndrome) meningkat. ;eonatus yang prematur memiliki berat H2"00 gram! dapat terjadi sindrom distres nafas! jaundice! indikasi ke ;2 - dan juga lama untuk dirawat di rumah sakit ($oy! 2012).

Anda mungkin juga menyukai