Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Menu Seimbang

XI IPA 3
Annisa Athiullah Dais Kharisma Natalia S Lisa Aprillia Nadia Mauludi

I. II.

Judul : Menu Seimbang Dasar Teori


Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh makhluk hidup akan diuraikan atau dipecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana baik secara mekanik maupun secara kimiawi agar dapat diserap tubuh. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan. Kekurangan salah satu atau lebih dari zat makanan di atas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Sebaliknya, kelebihan zat makanan juga tidak baik bagi kesehatan. Keadaa tubuh dimana komposisi zat makana tidak seimbang disebut malnutrisi. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan satu atau lebih nutrien (zat makanan) esensial Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi. Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Makanan bersumber dari hewan maupun tumbuhan. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti, daging, telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka.

Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, enzim, pigmen dan lain-lain. Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.

a. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Tubuh anda memerlukan karbohidrat, antara lain sebagai sumber energi utama ( setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori), untuk menjaga keseimbangan kondisi asam dan basa dalam tubuh, sebagai bahan pembentuk struktur sel, dan sebagai bahan pembentuk senyawa-senyawa organik seperti lemak serta protein. Karbohidrat dikelompokkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah senyawa karbohidrat sederhana yang tersusun atas satu gugus gula, contohnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Glukosa dapat ditemukan dalam buah seperti anggur, bawang, dan madu. Galaktosa dapat dijumpai pada gula susu dan gula tebu. Adapun fruktosa merupakan gula yang paing manis, umumnya dapat ditemukan dalam buah-buahan dan madu. Disakarida merupakan senyawa karbohidrat dengan gugus gula dua. Maltosa, laktosa, dan sukrosa merupakan contoh disakarida yang paling umum. Maltosa dibentuk oleh dua molekul glukosa, laktosa dibentuk oleh molekul glukosa dan galaktosa, sedangkan sukrosa dibentuk oleh dua molekul glukosa dan fruktosa. Sukrosa dapat didapati di tebu, lobak merah, pisang, buah-buah yang manis, serta akar-akar penyimpanan yang tertentu. Maltosa dapat dijumpai dijumpai dalam kecambah jawawut. Adapun laktosa didapati pada semua susu hewan mamalia termasuk ASI. Sementara itu, polisakarida merupakan senyawa karbohidrat yang tersusun atas banyak molekul gula sederhana, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa Karbohidrat, terutama glukosa berperan aktif dalam penyediaan sumber energi bagi sel-sel otak, lensa mata, dan jaringan saraf. Selain itu, karbohidrat juga berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga

keseimbangan asam basa, dan pembentukan struktur sel, jaringan, serta organ tubuh. Adapun laktosa berfungsi membantu penyerapan kalsium Metabolisme karbohidrat dimulai dari penyerapan glukosa dari usu melalui vena portal hepatika untuk dialirkan ke hati. Di hati, glukosa akan berubah menjadi glikogen. Dalam aliran darah, fruktosa dan galaktosa akan diubah menjadi glukosa

b. Protein
Protein tersusun atas unsur-unsur C,H,O, dan N (nitrogen). Beberapa jenis protein juga mengandung S (sulfur) dan P (fosfor). Protein memiliki beberapa fungsi penting, antara lain sebagai sumber energi ( 1 gram protein menghasilkan 4,1 kalori); sebagai bahan pembentuk hormon, enzim, antibodi, serta kromosom. Selain itu, protein juga berfungsi sebagai bahan pembentuk sel-sel baru dan sebagai larutan penyangga (sistem buffer). Larutan penyangga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Di dalam tubuh, protein diserap dalam bentuk asam amino. Asam amino dibedakan menjadi asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. Untuk itu, asam amino ini harus didatangkan dari luar tubuh malalui makanan. Asam amino yang termasuk esensial antara lain arginin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin. Sementara itu, asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Contohnya alanin, asparagin, asam aspartat, sistein, sistin, asam glutamat, glutamin, glisin, prolin, serin, dan tirosin. Protein dibedakan menjadi protein nabati dan protein hewani. Protein nabati diperoleh dari tumbuhan, misalnya kacang-kacangan dan produk olahan, terutama kacang kedelai. Adapun protein hewani diperoleh dari hewan, misalnya daging, telur, susu, dan ikan.

c. Lemak
Lemak merupakan senyawa yang tersusun atas unsur-unsur C,H, dan O. Lemak tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut lemak, seperti alkohol, kloroform, dan eter. Seperti halnya karbohidrat, lemak juga berguna sebagai sumber energi (1 gram lemak menghasilkan energi 9,3

kalori). Meskipun menghasilkan energi terbesr, lemak bukanlah penghasil energi utama karena lebih banyak disimpan sebagai energi cadangan Fungsi lemak yang lain, yaitu sebagai pelarut vitamin A,D,E, dan K; sebagai pelindung organ-organ tubuh, misalnya jantung, ginjal, dan lambung. Lemak juga berfungsi sebagai bahan pembentuk membran sel, mencegah hilangnya panas tubuh saat udara dingin sehingga suhu tubuh tetap terjaga. Berdasarkan sumbernya, lemak dibedakan menjadi lemak nabati (dari tumbuhan) dan lemak hewani (dari hewan). Contoh sumber lemak nabati, antara lain santan, minyak kelapa, kacang tanah, dan buah avokad. Adapun contoh lemak hewani adalah daging, telur, susu, mentega, gajih, dan keju. Di dalam tubuh, lemak diuraikan dan diserap dalam bentuk asam dan gliserol. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Asam lemak tak jenuh berbentuk cair dan umumnya berasal dari tumbuhan. Asam lemak jenuh berbentuk padat dan terdapat pada otak, hati, serta daging

d. Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang terkandung dalam berbagai makanan dan diperlukan untuk mengatur serta memperlancar metabolisme tubuh. Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi keberadaan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa-senyawa lain. Kondisi kekurangan (defisiensi) vitamin dinamakan avitaminosis. Vitamin tidak berfungsi untuk menghasilkan energi. Karena tidak dapat disintesis oleh tubuh, vitamin harus didatangkan dari luar tubuh melalui berbagai berbagai jenis makanan. Berdasarkan jenis pelarutnya, vitamin dibedakan menjadi: 1. Vitamin yang larut dalam lemak Vitamin A Vitamin D Vitamin E Vitamin K 2. Vitamin yang larut dalam air Vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, B1 , B12, dan biotin) Vitamin C

e. Mineral
Mineral yang dibutuhkan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah relatif banyak dan mineral mikro yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Unsur yang termasuk mineral makro, antara lain kalsium, fosfor, kalium, natrium, dan magnesium. Adapun yang termasuk mineral mikro, antara lain kobalt, fluorin, yodium, besi, mangan, seng, silikon, dan molibdenum. Mineral-mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, apabila termakan dalam jumlah besar dapat bersifat racun.

f. Air
Air tidak menghasilkan energi. Di dalam tubuh, air berfungsi mengangkut zat-zat dari sel ke sel atau dari jaringan ke jaringan, mempertahankan suhu tubuh, sebagai medium (pelarut) dan pereaksi terbaik berbagai macam reaksi kimia dalam tubuh, terutama reaksi enzimatis.

III.

Tujuan
1. Ingin mengetahui kandungan zat pada makanan. 2. Inginmengetahui BMI dan BMR. 3. Ingin mengetahui komposisi makanan seimbang dengan kebutuhan kalori. 4. Ingin mengetahui status gizi dengan menggunakan rumus Broca atau rumus IMT

IV.

Prosedur Kerja
1. Mempersiapkan makanan dengan menu seimbang 2. Membawa makanan dengan kandungan nilai gizi suatu makanan ditentukan berdasarkan kandungan protein nabati dan protein hewani, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan serat nabati. 3. Membuat tabel menu seimbang masing-masing kelompok. 4. Menjumlahkan nilai kalori pada tiap makanan 5. Menghitung kebutuhan kalori peristiwa dengan menggunakan rumus BMR. 6. Menghitung aktifitas yang dilakukan masing-masing siswa

7. Menghitung gizi peristiwa dengan menggunakan rumus broca dan IMT 8. Mendokumentasikan setiap menu makanan seimbang yang dibawa masing-masing siswa 9. Membuat kesimpulan

V.

Hasil Pengamatan A. Tabel Menu Seimbang dari masing-masing Siswa

Nama Siswa Andi Bunga Wali S.P

Variasi Makanan Nasi, Ayam, Sayur Kangkung, Tempe, Udang, Susu, dan Jeruk

Bahan

Analisi Kandungan Nutrisi Beras Karbohidrat Kangkung Vitamin, serat, 3 potong dan lemak tempe Protein nabati 1 potong dan lemak ayam Protein hewani Susu Vitamin, protein Jeruk hewani, Udang kalsium, dan zat besi Vitamin, lemak jenuh dan tak jenuh serta karbohidrat Lemak, karbo, dan protein

Jumlah Kalori 260 kkal 150 kkal 450 kkal 130 kkal 178 kkal 62 kkal 106 kkal Jumlah kalori makanan andi bunga: 1336 kkal 260 kkal 300 kkal 320 kkal 55.5 kkal

Inggrit Friska Rorre

Nasi, tumis buncis, tempe, ikan tongkol, susu, dan mangga

Beras 2 potong tempe Buncis Ikan tongkol Susu Mangga

Karbohidrat Protein nabati, lemak, dan karbohidrat Lemak, karbohidrat, protein, dan vitamin

Protein hewani, lemak, dan karbohidrat Protein hewani, kalsium, zat besi, dan vitamin vitamin

120 kkal 134 kkal Jumlah kalori makanan inggrit: 1190 kkal 260 kkal 300 kkal 130 kkal 190 kkal 115 kkal

Nurlaila Nasi, sayur Ramadha capcay, ni tahu, ayam, pisang, dan susu

Beras Capcay 2 potong tahu 1 potong ayam Susu pisang

karbohidrat serat, vitamin, dan protein lemak, karbohidrat, dan protein protein hewani vitamin, protein hewani, kalsium, dan zat besi vitamin dan karbohidrat

Raheme ZamZam Sb

Nasi, tempe, ayam, sayur sup, dan susu

Beras 2 potong tempe 2 potong ayam Susu Sayur sup

Jumlah kalori makanan nurlaila: 1037 kkal Karbohidrat 260 Protein nabati, kkal karbohidrat, dan 300 lemak kkal Protein hewani 260 Vitamin, protein kkal hewani, 190 kalsium, dan zat kkal besi 250 Vitamin, kkal karbohidrat,

protein, dan lemak

Jumlah kalori makanan Raheme: 1260 kkal

B. Menghitung Kebutuhan kalori persiswa dengan menggunakan rumus BMR Andi Bunga Wali S.P: 0.8 x BB x 24 x 1 0.8 x 42 x 24 x 1 = 806.4 kkl Inggrit Friska R: 0.8 x BB x 24 x 1 0.8 x 50 x 24 x 1 = 960 kkal Nurlaila R: 0.8x BB x 24 x 1 0.8 x 50 x 24 x 1 = 960 kkal Raheme Zam-Zam Sb: 0.8 x BB x 24 x 1 0.8 x 48 x 24 x 1 = 921.6 kkal C. Menghitung Aktivitas yang dilakukan masing-masing siswa a) Andi Bunga Wali S.P:
Duduk (0.4 kkal) Menulis (0.5 kkal) Berdiri (0.5 kkal) Berjalan (1.8 kkal) Mencuci (0.1 kkal) Mengetik (0.1 kkal) Total Aktifitas : 3.4 kkal

b) Inggrit Friska Rorre:


Duduk (0.4 kkal) Menulis (0.5 kkal) Berdiri (0.5 kkal) Berjalan (1.8 kkal) Mencuci (0.1 kkal) Mengetik (0.1 kkal) Total Aktifitas : 3.4 kkal

c) Nurlaila Ramadhani:
Duduk (0.4 kkal) Menulis (0.5 kkal) Berdiri (0.5 kkal) Berjalan (1.8 kkal) Mencuci (0.1 kkal) Mengetik (0.1 kkal) Total Aktifitas : 3.4 kkal

d) Raheme Zam-Zam Sb:


Duduk (0.4 kkal) Menulis (0.5 kkal) Berdiri (0.5 kkal) Berjalan (1.8 kkal) Mencuci (0.1 kkal) Mengetik (0.1 kkal Total Aktifitas : 3.4 kkal

D. Menghitung Gizi persiswa denagn Menggunakan Rumus Broca dan Rumus IMT
1) Rumus Broca Andi Bunga Wali S.P: Berat Badan Normal: 152 100 = 52

Berat badan ideal: 152 100 10% x 52 = 46.8 Inggrit Friska R: Berat Badan Normal: 157 100 = 57 Berat Badan Ideal: 157 100 10% x 57 = 51.3 Nurlaila Ramadhani: Berat Bedan Normal: 162 100 = 62 Berat Badan Ideal: 162 100 10% x 62 = 55.8 Raheme Zam-Zam Sb Berat Badan Normal: 160 100 = 60 Berat Badan Ideal: 160 100 10% x 60 = 54

2) Rumus IMT (BMI) Andi Bunga Wali S.P:

=(

= 18.17

Status Gizi berdasarkan rumus IMT menunjukan Andi memiliki gizi yang kurang Inggrit Friska R:

=(

= 20.28

Status Gizi berdasarkan rumus IMT menunjukan Inggrit memiliki gizi yang baik

Nurlaila Ramadhani

=(

= 19.05

Status Gizi berdasarkan rumus IMT menunjukan Nurlaila memiliki gizi yang baik Raheme Zam-Zam Sb =

= 18.75

Status Gizi berdasarkan rumus IMT menunjukan Raheme memiliki gizi yang baik

VI.

Lampiran

VII.

Kesimpulan Dari data-data di atas menunjukan bahwa setiap manusia memerlukan menu seimbang yang baik bagi tubuh. Tanpa menu seimbang yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air tersebut tubuh tidak dapat menajalankan fungsi nya masingmasing karena menu seimbang tersebut memiliki fungsi dan manfaatnya sendiri-sendiri. Tubuh membutuhkan menu seimbang tersebut yang biasa disebut dengan 4 sehat 5 sempurna untuk membantu tubuh menghasilkan tenaga, membentuk energi, antibodi dan lain-lain yang bermanfaat bagi tubuh. Berdasarkan data di atas, keempat siswa memiliki status gizi yang berbeda-beda dan bisa kita dapatkan dengan menggunakan rumus IMT atau BMI. Seperti contonya Andi. Berdasarkan data BMI Andi memiliki status gizi yyang kurang. Begitu juga Inggrit, Nurlaila, dan Raheme. Mereka memiliki status gizinya masing-masing. Maka dari itu jika menginginkan gizi yang baik maka sebaiknya kita mengkonsumsi menu seimbang.